Title : Second Chance
Author : Yukishima
Genre : drama, romance, angst
Rating : M
Chapter : 5
Fandom : Super Junior, GS
Pairing : Kyumin
Disclaimer : Mereka bukan punya gw, tapi cerita milik gw
Warning : GS, mature content, buat yang dibawah umur dilarang baca ^^, Naughty Kyu, Jablay Sungmin *plaaak
Note Author : Ini remake dari fic lama gw dengan judul yang sama tapi fandom aja yang diubah dengan beberapa perubahan isi cerita untuk menyesuaikan karakter. Berhubung tadinya fic straight jadi gw buat aja GS. No bashing. Kritik, saran, protes boleh tapi dengan sopan karena ini hanya fic bukan kenyataan...^^ Keep smile and peace ^_^
=0=
Berulang kali Sungmin menggosokkan busa sabun ke bagian-bagian tubuhnya yang semalam disentuh oleh Kyuhyun. Ia benar-benar ingin membersihkan sisa-sisa sentuhan itu yang membuatnya merasa bersalah pada suaminya Donghae karena telah membiarkan orang lain melihat dan menyentuh tubuhnya dengan lancang. Berkali-kali Sungmin menyabuni tubuhnya serta membilas dengan air sambil mengutuki dalam hati kebodohannya. Bagaimana mungkin perempuan yang telah menikah seperti dirinya hampir saja melakukan perbuatan tidak pantas itu, apalagi ini dengan seorang laki-laki yang usianya jauh dibawahnya dan harus dijaganya.
"Ah..kenapa bekasnya tidak mau hilang?," Sungmin nampak putus asa karena bekas kissmark Kyuhyun tak juga hilang walaupun telah digosok berulangkali. Bahkan saking kerasnya menggosok, kulit putih mulus Sungmin malahan semakin terlihat memerah dan bercak merahnya itu jadi merata di bagian dada dan leher. Akhirnya Sungmin menyerah. Ia hanya terduduk lesu di lantai kamar mandi yang dingin dan basah sambil tetap membiarkan air dari shower menyala menyiram tubuhnya. Jika bukan karena suara ketukan pintu kamar mandi mungkin Sungmin akan berjam-jam ada di dalam kamar mandi.
Cklekk...
Akhirnya Sungmin keluar dari kamar mandi dengan wajah lesu.
"Noona, kau lama sekali. Apa kau lupa kalau aku juga harus pergi sekolah? Sudah setengah jam aku menunggumu selesai mandi," suara bass Kyuhyun membuat Sungmin tercekat. Ia jadi teringat ketika semalam Kyuhyun mecumbunya dengan paksa. Gadis itu sekali lagi mengutuk dalam hati kenapa harus bertemu Kyuhyun lagi di pagi ini. Bagaimanapun ia tidak siap jika harus melihat wajah Kyuhyun setelah apa yang terjadi kemarin malam. Tapi sepertinya hal itu tak mungkin dihindari karena bagaimanapun mereka saat ini tinggal serumah. Yang bisa dilakukannya sekarang adalah bersikap biasa seolah tak pernah terjadi apa-apa.
"maaf," ucap Sungmin pelan tanpa melihat kearah Kyuhyun.
"Ming, apa kau bermaksud menggodaku eoh?," tiba-tiba Kyuhyun menarik lengan Sungmin dan langsung memerangkap tubuh sintal gadis itu ke dinding.
"Lepaskan aku Kyu!," wajah Sungmin memerah menahan amarah karena lagi-lagi Kyuhyun memaksa dirinya. Ia benar-benar tidak suka dengan perlakuan Kyuhyun padanya. Bagaimana bisa seorang bocah remaja seperti Kyuhyun berani melakukan hal tidak senonoh pada perempuan yang lebih dewasa darinya dan sudah menikah? Apalagi sekarang Kyuhyun mendekapnya dengan erat tak memberinya kesempatan melepaskan diri. Bahkan Kyuhyun tak memberi jarak satu milipun diantara mereka. Sungmin lagi-lagi mengumpat kesal dalam hati karena kebodohannya. Biasanya Sungmin selesai mandi sebelum Kyuhyun bangun tidur. Tapi kali ini ia terlalu lama berada di kamar mandi hingga waktunya Kyuhyun bangun. Ia benar-benar lupa kalau ada makhluk berbahaya bernama Kyuhyun yang setiap saat bisa memangsanya, dan tanpa sengaja sekarang yang dilakukannya adalah membangkitkan hasrat makhluk liar itu. Saat ini dirinya hanya mengenakan sehelai kimono mandi yang berukuran minim menutupi tubuh indahnya, bahkan ia tak mengenakan pakaian dalam. Ditambah dengan butiran-butiran air yang sesekali menetes dari rambut panjang Sungmin yang setengah basah membuatnya semakin terlihat seksi.
"Kenapa noona? Kau malu? Jika merasa malu kenapa berpakaian seperti ini?," Kyuhyun menyentuh dagu Sungmin dengan lembut dan memaksa gadis itu yang semula membuang muka untuk menatapnya. "Tubuhmu harum, noona? Kau memakai sabun apa?," Kyuhyun menyentuhkan ujung hidungnya ke hidung Sungmin yang juga tak kalah mancung darinya. Perlahan ia memindahkan wajahnya ke leher jenjang Sungmin dan menghirup aroma vanilla yang menguar dari tubuh gadis itu. Sungmin hanya bisa memejamkan mata sambil menggigit bibir bawahnya ketika bibir lembut Kyuhyun mengecupi lehernya kemudian turun ke bahu mulusnya.
"Kyu, aku mohon..jangan lakukan lagi," pinta Sungmin dengan memelas.
Namun Kyuhyun sepertinya menulikan telinganya. Kyuhyun menyeringai ketika melihat bercak kemerahan yang hampir merata di leher hingga bahu Sungmin karena sewaktu mandi gadis itu menggosok kulitnya terlalu keras. "Kau tidak perlu terlalu keras berusaha menghilangkan bekas sentuhanku noona, karena ini akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Kau juga bisa menutupinya bukan?," Kyuhyun membelai lembut bercak-bercak kemerahan itu. Matanya kemudian terpesona pada pemandangan indah di depannya. Butiran air yang jatuh dari rambut basah gadis itu mengalir pelan melewati leher jenjangnya turun ke dada dan menghilang di belahan dada berisi Sungmin yang kencang itu. Kyuhyun menelan ludahnya karena ia bisa melihat dengan jelas cetakan nipple Sungmin yang sedikit menegang dari luar kimononya karena saat ini ia tidak memakai bra apalagi kimono itu berbahan sutera dan berwarna putih. "Sepertinya juga tidak perlu dihilangkan karena aku ingin memberimu tanda lagi," Kyuhyun memainkan tali yang mengikat kimono Sungmin hendak membukanya. Ia bisa melihat wajah Sungmin yang kini memucat dan sepasang mata indahnya yang memerah menahan tangis, bahkan tubuh gadis itu kini gemetar. Kyuhyun tersenyum lalu berbisik di telinga Sungmin,"Tapi tidak kali ini noona, karena aku tidak mau terlambat ke sekolah," ia mengecup pipi chubby Sungmin lalu masuk ke kamar mandi.
=o=
Selama beberapa hari Sungmin berusaha menjauhi Kyuhyun karena dua kali remaja itu telah menggoda dan berani menyentuhnya. Ia benar-benar takut karena sentuhan Kyuhyun rupanya telah berpengaruh padanya. Meskipun otaknya berkata tidak mau namun tubuhnya selalu merespon kebalikannya. Entah mengapa ia menjadi tak berdaya begitu sentuhan Kyuhyun mengenai kulit mulusnya itu. Hari ini pun ia memutuskan kembali lagi ke kantor untk menyelesaikan pekerjaannya walaupun sebenarnya bisa dilakukan di rumah.
"Aku pulang," sapa Kyuhyun ketika sampai di dalam yang menjawab. Kyuhyun pun mencari-cari Sungmin si pemilik apartemen. "Apa dia belum pulang? Menyuruhku harus cepat pulang setelah les tapi dia sendiri belum pulang," gumam Kyuhyun sambil tersenyum evil.
Pandangannya tertuju pada meja makan. Disana telah tertata makan malam dan diatas meja. Kyuhyun menemukan secarik kertas dari Sungmin untuknya. Kyuhyun mengambil dan membacanya.
"Aku ada urusan pekerjaan, mungkin pulang larut malam. Di meja makan sudah kusiapkan makan malam. Jangan lupa cuci piring setelah makan!," begitu yang tertulis disana.
"hehehe..," Kyuhyun tertawa kecil. "Jadi kau menghindariku?," Kyuhyun menyeringai.
Kyuhyun lalu duduk di meja makan dan memakan yang telah disiapkan Sungmin untuknya. Setelah selesai kemudian mencuci bekas peralatan makan yang kotor, lalu menuju kamar untuk meletakkan tas dan berganti pakaian.
"Sepertinya aku perlu mandi," Kyuhyun pun menuju ke kamar mandi. Tak butuh waktu lama ia telah selesai.
Pemuda tampan itu lalu menuju ke ruang tengah dan duduk diatas sofa. Diraihnya remote control untuk menyalakan televisi. Tapi pada akhirnya ia merasa bosan karena tidak ada acara yang menarik.
"Huft...," keluhnya setelah mematikan televisi.
Lama dirinya duduk disana dan memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukannya karena belum merasakan kantuk. Mau bermain game, tapi sepertinya tidak begitu menyenangkan karena ia sedang tidak mood untuk melakukannya. Dilihatnya jam dinding menunjukkan angka 10. Kyuhyun juga berpikir belum terlalu malam untuk tidur. Ia kemudian beranjak ke kamar mengambil sebuah CD lalu kembali lagi ke ruang tengah. Dimasukkannya CD itu ke player DVD. Tak lama kemudian terlihat pemandangan adegan hubungan intim di layar televisi disertai dengan suara desahan perempuan yang keras. Cukup lama Kyuhyun menatap layar dengan pandangan serius. Tangannya mulai bekerja pada sesuatu miliknya yang berada dibalik celana. Ia kemudian membuka resleting celana karena merasa tidak bebas bergerak, dan menyentuh miliknya sendiri, memberi pijatan dan mengocoknya dengan irama yang makin cepat.
"Aaaahh..," Kyuhyun mendesah keras ketika merasakan puncaknya dan mengeluarkan cairan kental dari milik pribadinya.
Nafasnya memburu dan keringat membasahi wajah pucatnya. Setelah kembali mengatur irama jantungnya, Kyuhyun kemudian membersihkan diri dengan tissu didekat sofa dan menutup kembali resleting celananya.
"Tidak ada yang menarik lagi," katanya pelan. Ia lalu berjalan menuju kamar dan memutuskan untuk tidur saja.
=0=
Kriiing...
Telepon apartemen berbunyi. Lama tidak ada yang mengangkatnya karena Sungmin sedang berada di kamar mandi. Tak lama kemudian telepon berbunyi lagi. Dengan malas Kyuhyun melangkah keluar kamar dan mengangkat telepon.
"halo," sapa Kyuhyun pada orang yang menelepon.
"Halo.. kau siapa? Dimana Sungmin?," Suara laki-laki yang terdengar itu nampak keheranan.
"Dia sedang mandi. Ini siapa?," tanya Kyuhyun lagi.
Sebelum laki-laki di seberang telepon menjawab, Sungmin yang telah selesai mandi langsung menyambar gagang telepon dari tangan Kyuhyun.
"halo...," sapa Sungmin sambil memberi isyarat Kyuhyun untuk pergi.
"Halo, sayang... Ini aku Donghae," jawab laki-laki itu dengan nada lembut.
"Oh...hai... Bagaimana keadaanmu?," Sungmin berkata dengan gugup sambil menatap Kyuhyun yang telah masuk ke kamar lagi.
"baik-baik saja. Aku merindukanmu..."
"Aku juga merindukanmu," Sungmin menahan airmatanya yang mulai menetes.
"Siapa yang mengangkat telepon tadi?," tanya Donghae penasaran. Bagaimanapun ia merasa cemburu ketika mendapati ada laki-laki lain di apartemen mereka.
"Itu Kyuhyun adiknya Yesung oppa. Wookie dan Yesung oppa sedang berbulan madu ke Eropa, jadi mereka menitipkannya padaku karena khawatir Kyuhyun nanti tak terurus sementara masih mempersiapkan ujian kelulusan SMA dan masuk Universitas," Sungmin menjelaskan. "Bukankah aku telah memberitahumu lewat e-mail? ," tanya Sungmin balik.
"Oh...hahaha iya aku belum membuka e-mailku sayang,"Donghae tertawa kecil menutupi rasa bersalahnya. "Ehm..ya sudah tidak apa-apa."
Selama beberapa saat Donghae terdiam. Ia merasa tidak enak hati untuk menyampaikan sesuatu pada istrinya. Tapi akhirnya ia memberanikan diri.
"Sayang, maaf aku meninggalkanmu lebih lama lagi. Mungkin kontrakku diperpanjang, jadi aku tidak bisa pulang musim ini," Kata Donghae dengan nada menyesal.
Sungmin hanya menahan nafas. Lagi-lagi Donghae mengambil keputusan tanpa meminta pendapatnya dulu. Sebagai istri, Sungmin merasa dianggap tak penting oleh suaminya. Apakah Donghae lupa kalau dirinya itu sudah menikah dan memiliki Lee Sungmin sebagai pendamping hidupnya yang seharusnya menjadi tempat berbagi segalanya dan tentu saja ingin dianggap sebagai orang terpenting dalam hidupnya. Kali ini Sungmin tak sanggup berkata apapun walaupun ingin marah. Dirinya terlalu lelah untuk bertengkar dengan Donghae.
"Halo sayang. Apa kau masih disana?," tanya Donghae khawatir karena Sungmin tak segera menjawabnya. Hanya mendiamkannya saja.
"Ya, aku masih disini Hae-ah. Tidak apa-apa. Kalau mau pulang ke Korea, beritahu aku ya," Sungmin memaksakan diri tersenyum walaupun tentu saja Donghae tidak dapat melihat bagaimana ajah kecewa istrinya saat ini.
"Baiklah. Maaf, aku masih sibuk. Nanti aku telepon lagi. Aku mencintaimu," kata Donghae sebelum menutup telepon.
"Aku juga..," jawab Sungmin lirih.
Sambungan telepon pun terputus. Sungmin menghela nafas panjang sambil memejamkan mata. Ia tak sanggup lagi menangis.
=0=
Seharian ini Sungmin berada di dalam kamar bergelung di ranjang bersama kucing kesayangannya. Memang hari ini adalah hari libur, tapi bukan karena itu alasannya. Donghae-lah penyebabnya. Perasaan hatinya sedang buruk karena telepon dari Donghae tadi. Lee Donghae, lagi-lagi suami tampannya itu bersikap egois. Pernah terbersit ingin pergi meninggalkan laki-laki itu, namun rasa cinta membuatnya tak sanggup melakukan hal tersebut. Lagi-lagi Sungmin akan selalu kembali pada Donghae.
"Hae-ah, apa kau tidak merindukanku? Kenapa sepertinya betah sekali berjauhan dariku? Apa mungkin kau menemukan perempuan lain?," berbagai pikiran negatif tentang suaminya datang silih berganti di benak Sungmin. Bayangan ketika Donghae bersama perempuan selain dirinya semakin membuat pikirannya kacau. Hatinya terasa sakit dan kecewa karena sikap Donghae padanya. Bulir-bulir bening pun kembali mengalir dari sepasang mata indahnya.
Kyuhyun melangkah keluar dari dalam kamar setelah seharian ia berkutat dengan PSP-nya. Perutnya terasa lapar karena sejak pagi belum terisi. Dilihatnya di meja makan tak ada satupun makanan padahal biasanya Sungmin selalu menyiapkannya walau bagaimanapun gadis itu marah padanya. Ia sedang malas keluar rumah karena diluar sedang hujan. Dengan terpaksa Kyuhyun membuat mie instant sendiri untuk mengganjal perutnya yang mulai memberontak.
Selesai makan dan mencuci peralatan, Kyuhyun bermaksud kembali ke kamar. Tapi langkahnya terhenti di depan pintu kamar Sungmin. Ia mengetuk pelan dan memanggil nama sepupu Ryeowook itu. Tiada jawaban dari dalam. Kyuhyun lalu membuka pintunya yang ternyata tidak terkunci. Dilihatnya gadis itu sedang tertidur menyamping sambil memeluk Tsuki.
"Kyuhyun, jangan ganggu aku. Keluarlah!," suara serak Sungmin melarang Kyuhyun masuk. Ternyata Sungmin tidak tidur.
"Haha..Aku pikir kau sudah mati," gurau Kyuhyun sambil tertawa kecil.
"Aku sedang malas becanda. Pergilah Kyu!," Sungmin berbicara tanpa menoleh.
Kyuhyun tidak menjawab. Remaja tampan itu melangkahkan kaki menuju ranjang lalu berbaring di samping Sungmin. Ia mendekatinya, menyibak rambut panjang gadis itu yang menutupi sebagian wajahnya. Kyuhyun bisa melihat jejak-jejak basah di pipi chubby Sungmin. Tanpa banyak kata, Kyuhyun lalu mendaratkan kecupan di tengkuknya.
"Kyu...apa yang kau..."
"Sshht...diamlah dan jangan berbalik. Tetap seperti ini!" Kyuhyun meletakkan telunjuknya di bibir Sungmin yang masih dengan posisi membelakanginya sambil memindahkan Tsuki ke bawah ranjang. "Aku akan membuatmu melupakan kesedihanmu."
Tangan kanan Kyuhyun mulai bergerak membelai bibir Sungmin, pipi, lalu leher jenjangnya dengan lembut seolah tubuh Sungmin adalah porselin yang mudah pecah. Ia sesekali mendaratkan kecupan-kecupan di telinga, leher dan bahunya. Kyuhyunpun mulai memainkan lidahnya disana dan sesekali menghisap serta menggigit lembut, membuat gadis itu menahan nafas, merasakan sentuhan yang diberikan Kyuhyun. Tangan yang semula hanya membelai itu kini mulai melucuti pakaian yang dikenakan Sungmin satu-persatu tanpa menghentikan sentuhan bibir dan lidahnya.
"Kyu...,"desis Sungmin pelan.
Entah mengapa meskipun dalam hati Sungmin merasa bersalah pada Donghae tapi ia tak kuasa menolak sentuhan tersebut. Belum pernah Donghae menyentuh selembut ini. Sebagai perempuan normal yang pernah merasakan sentuhan laki-laki, tak dapat dipungkiri tubuhnya pun merindukan sentuhan Donghae pada tubuhnya yang sudah tak ia dapatkan selama 2 tahun lebih ini. Dan sekarang Kyuhyun telah memberikan sentuhan yang membangkitkan hasratnya. Bahkan ia tak keberatan ketika pakaian yang melekat di tubuhnya telah terlepas hingga menyisakan pakaian dalam saja. Dengan bibir dan lidahnya, Kyuhyun lalu menyentuh perlahan bahu hingga punggung mulus Sungmin, sementara tangannya memainkan tali penutup bra-nya, membuat tubuh Sungmin semakin menegang dan mulai mengeluarkan desahan pelan. Bahkan gadis itu memalingkan wajahnya ke samping lalu menarik kepala Kyuhyun, mendekatkan wajahnya dengan Kyuhyun, mencari-cari bibir tebal pemuda tersebut. Ketika berhasil mendapatinya, tanpa ragu menyentuhkan bibirnya dengan bibir Kyuhyun, mengecupnya berkali-kali dan saling bertukar saliva melalui bibir dan lidah mereka. Membiarkan Kyuhyun memainkan lidah di dalam mulutnya dan mengeksplorasi goa hangatnya.
Kyuhyun semakin berani memainkan tangannya pada tubuh Sungmin. Mengeksplorasi setiap jengkal tubuh indah gadis itu dan membuatnya mendesah. Ia melepas penutup dadanya dan bermain-main dengan payudara gadis itu, meraba dengan jari-jemari dan sesekali meremasnya membuat tubuh Sungmin menggeliat menahan hasrat. Ketika akan membalikkan badan, Kyuhyun menahannya sambil tersenyum.
"Kubilang jangan berbalik bukan?," cegah Kyuhyun sambil melepaskan pakaian yang dikenakannya sendiri. Apa kau pernah bercinta dengan posisi ini?," tanya Kyuhyun sambil memainkan jari tengah dan telunjuknya pada bagian pribadi Sungmin tanpa melepas celana dalamnya.
"Posisi..ah...apa..oh..?," tanya Sungmin disela desahannya karena sentuhan jemari terampil Kyuhyun yang menginvasi bagian pribadinya.
"Sepertinya aku harus mengajarimu, noona. Kau akan merasakan sesuatu yang berbeda," bisik Kyuhyun sementara jari-jemarinya masih bermain-main di dalam tubuh Sungmin yang sebentar lagi akan dimasukinya.
"Kyu?," Sungmin tampak kecewa ketika Kyuhyun menghentikan kegiatan jari-jemarinya bahkan mengeluarkan dari dalam miliknya. Tapi tampaknya kekecewaannya segera terobati ketika Kyuhyun melepas pelan celana dalam pink-nya. Pemuda itu membelai lembut pinggul padat dan berisi Sungmin hinga paha luarnya, mengangkat sebelah kanan kaki Sungmin dan mulai memasukkan milik pribadinya ke dalam tubuh Sungmin dengan perlahan. "Aaaah..," Sungmin mendesah pelan ketika milik Kyuhyun telah sempurna menyatu dengan dirinya. Kyuhyun lalu meletakkan kaki kanan Sungmin diatas paha kanannya.
Ia menanti beberapa saat karena Kyuhyun tidak segera bergerak, hanya membelai-belai paha mulusnya saja. Pemuda tampan itu kemudian menggenggam tangan kiri Sungmin yang mencengkeram sprei, sementara tangan kanannya membelai bahu hingga ke ke pinggul. Bibir dan mulut Kyuhyun menari-nari di leher, bahu dan kemudian punggungnya, meninggalkan jejak-jejak kemerahan bekas sentuhannya pada kulit mulus Sungmin. Tak lama kemudian Kyuhyun mulai bergerak di dalam tubuh Sungmin dengan irama perlahan dan lembut.
"Kau ingin aku bagaimana?," tanya Kyuhyun disela gerakannya di dalam Sungmin.
"Maksudmu..?," Sungmin tidak mengerti pertanyaan Kyuhyun.
"Maksudku adalah, kau ingin bagaimana aku menyentuhmu. Katakan padaku dan...tidak perlu malu..," suara bass Kyuhyun di telinga Sungmin terdengar menggoda membuat gadis itu merona. Bahkan Donghae tidak pernah bertanya seperti itu ketika mereka bercinta.
"Ter...serah kau saja... A-asal jangan dikeluarkan didalam...," jawab Sungmin dengan gugup. Sungmin merasa malu untuk mengatakan imajinasi yang terlintas di otaknya, karena itu ia hanya akan mengikuti apa yang Kyuhyun lakukan.
"Hmm...baiklah jika kau masih malu mengatakannya padaku. Kalau begitu kali ini dengan caraku saja. Oh..kenapa milikmu sesempit ini...aaah?," Kyuhyun sedikit kesulitan menggerakkan miliknya di dalam tubuh Sungmin yang telah lama tak dimasuki itu. Ia kemudian mengangkat paha Sungmin yang semula diletakkan diatas paha kanannya untuk mempermudah gerakan tubuhnya. Namun tak dapat dipungkiri ia merasa senang karena miliknya terasa dipijat dengan lembut dan hangat di dalam tubuh Sungmin. Karena itu ia memperlambatnya supaya bisa lebih lama berada di dalamnya.
"Aaahh..Aku..sudah lama..tak melakukannya...aaah...," desahan Sungmin semakin keras ketika Kyuhyun menemukan titik sensitifnya di dalam sana. "Akuh...aahn..lelah Kyu...Kita sudah ter..lalu lamah..oh..begini..dan kau kenapa belum juga keluar aaahn...," keluh Sungmin karena sudah setengah jam mereka dalam posisi menyamping seperti ini. Rambutnya telah basah dan kusut oleh keringat begitu pula seluruh tubuhnya. Bagian pribadinya juga sudah sangat basah karena ia sudah orgasme dua kali sementara Kyuhyun belum satu kalipun.
Kyuhyun menghentikan gerakannya. Ia mengangkat pinggang ramping Sungmin dan mengubah posisinya menjadi bertumpu pada kedua lutut dan tangannya tanpa melepaskan pertautan tubuh mereka.
"Ming," panggil Kyuhyun lembut sambil meraih wajah Sungmin yang membuat gadis itu harus menolehkan kepalanya. Kyuhyun lalu meraup bibir plum Sungmin dan melumatnya dengan lembut namun penuh penekanan. Menghisap bagian atas dan bawah bergantian, lalu menarikan lidahnya di dalam mulut Sungmin. Merasakan manis dan lembutnya milik Sungmin yang sejak pertama menyentuh bibirnya masih tetap terasa sama.
Cukup lama mereka berciuman panas dan akhirnya Kyuhyun melepas tautan bibir keduanya ketika merasa membutuhkan asupan oksigen ke paru-parunya. Perlahan Kyuhyun beralih mengecupi tengkuk, bahu, kemudian punggung mulus milik Sungmin. Setelah puas memberikan sentuhan di seluruh bagian belakang tubuh Sungmin, Kyuhyun mulai menggerakkan pinggulnya , menggesekkan miliknya yang masih berada di dalam tubuh Sungmin dengan milik gadis itu. Kyuhyun masih bergerak dengan irama pelan namun menghentaknya dengan keras dan dalam membuat Sungmin menengadahkan wajahnya dan mendesah keras ketika titik sensitifnya disentuh seperti itu, dengan lembut sekaligus kasar. Bahkan payudara Sungmin yang menganggur pun tak luput dari sentuhan Kyuhyun.
Saat itu juga Sungmin merasakan hal yang berbeda ketika ia melakukannya dengan Donghae. Suaminya selalu mendominasi dan ingin memuaskan dirinya sendiri, sedangkan Kyuhyun mampu memberikan lebih. Kyuhyun mau menunggu hingga hasratnya muncul tanpa tergesa. Kyuhyun juga memberikan perhatian pada setiap bagian sensitif tubuhnya seakan pemuda itu benar-benar menginginkannya lebih dari apapun. Dan Kyuhyun juga mampu membuatnya mencapai puncak kenikmatan yang berbeda yang selama ini belum pernah dirasakannya karena Kyuhyun mampu membuatnya mencapai puncak berkali-kali,bahkan meskipun tubuhnya telah merasa lelah tapi ada keengganan untuk mengakhiri penyatuan tubuh mereka ini.
Ini adalah sebuah kesalahan besar. Ini adalah sebuah pengkhianatan. Ini juga merupakan dosa terbesar yang pernah Sungmin lakukan atas kesucian pernikahannya. Namun gadis itu ternyata menyukainya. Kyuhyun membuatnya terlupa akan kesedihannya karena Donghae. Ini adalah kesalahan termanis yang pernah dilakukannya tanpa memikirkan apa yang akan diterimanya di kemudian hari. Ia merasakan kehangatan disaat setelah bercumbu, Kyuhyun masih memeluk tubuhnya dari belakang dan tak meninggalkannya begitu saja. Benar yang dikatakan Kyuhyun. Dirinya membutuhkan kehangatan laki-laki ketika lama Donghae tak memberikannya.
=0=
"Mana uang jasaku?," Kyuhyun menengadahkan tangannya pada Sungmin ketika ia akan berangkat ke sekolah. Sebenarnya Kyuhyun tak bermaksud meminta bayaran setelah melakukan seks seperti yang biasa ia lakukan pada perempuan lain. Ia hanya bermaksud bercanda saja dengan Sungmin. Kyuhyun hanya butuh uang untuk transportasi ke sekolah saja.
"Apa?," mata Sungmin melebar tak percaya.
"Kemarin aku sudah memberikan yang kau butuhkan bukan? Sudah lupa?," jawab Kyuhyun santai.
"Oh...iya..," Sungmin tampak gugup. Ia sebenarnya merasa malu saat mengingat kejadian tadi malam, tapi berusaha menutupinya dengan berpura-pura tak terjadi apapun. "Ini...," katanya sambil memberikan beberapa lembar uang pada Kyuhyun.
"Hmm...terimakasih noona. Aku tadi hanya bercanda saja. Tapi, jangan sungkan-sungkan memakaiku jika membutuhkan lagi," Kyuhyun tersenyum sedusif, membuat Sungmin memalingkan wajah.
"Cepatlah berangkat dan ingat...jangan main-main sepulang les. Kau harus langsung kembali ke rumah," Sungmin memasang wajah serius.
"Baiklah noona," Kyuhyun mendekatkan wajah lalu mencium bibir gadis itu sambil memainkan lidah ke dalam mulutnya cukup lama. "Itu bonus dariku...," Kyuhyun mengedipkan sebelah mata lalu berlalu meninggalkannya. Membuat Sungmin terpaku sekali lagi dengan sikapnya tersebut.
"Apa yang telah kulakukan dengannya? Dia telah memerangkapku. Bagaimana jika Wookie dan Yesung oppa tahu? Tidak..aku..aku...butuh menenangkan diri," Sungmin segera berlalu menuju kamar mandi. Ia menyalakan shower, tanpa melepas pakaian, gadis itu membiarkan air dingin membasahi tubuhnya. Berharap dapat mendinginkan isi kepalanya yang masih terbayangi oleh sentuhan Kyuhyun atas tubuhnya.
=o=
Tengah malam Sungmin baru pulang. Memang tadi sore ia sempat pulang untuk menyiapkan makan malam Kyuhyun tapi kembali lagi ke kantor untuk mempersiapkan bahan presentasi besok pagi. Bisa saja dirinya mengerjakan di rumah, tetapi entah mengapa ia merasa takut untuk berdekatan dengan Kyuhyun terlalu lama. Cukup sekali saja ia melakukan kesalahan dan jangan terulang lagi. Begitu yang dipikirkannya.
Rasa lelah dan kantuk telah menyerangnya. Dengan langkah gontai ia menuju ke kamar untuk berganti pakaian lalu menuju kamar mandi karena merasa bahwa tubuhnya lengket oleh keringat. Musim panas membuat produksi keringat tubuhnya meningkat. Hari ini ia ingin berendam lama untuk mengusir kepenatan.
Setelah membuang semua air bercampur busa sabun, Sungmin menyalakan keran air dan mengisi bathtub hingga penuh dengan air hangat lalu menuangkan cairan aromatherapy ke dalamnya untuk relaksasi. Bau harum lavender menyeruak ke seluruh ruangan. Perlahan gadis itu memasukkan tubuhnya ke dalam bathtub dan berendam disana sambil memejamkan mata. Bahkan ia pun hampir tertidur disana.
Tanpa disadarinya Kyuhyun telah masuk kedalam kamar mandi dan berada didekat bathtub. Pemuda itu telah melepas sendiri pakaian bagian atasnya.
"Seharusnya kau mengajakku...," bisiknya sedusif di sambil meraba leher kemudian bahu gadis itu.
"Kyuhyun.. Apa yang kau lakukan disini?," Sungmin terlonjak kaget dan berusaha menutupi tubuhnya menggunakan tangan.
"Kenapa malu? Aku juga sudah melihat semuanya," Kyuhyun duduk ditepi bathtub sambil tersenyum menggoda. "Sengaja menungguku eoh? Bahkan pintu kamar mandi pun tak kau kunci."
"Ja-jangan ganggu aku! Pergilah!," perintah Sungmin dengan gugup. Ia mengumpat dalam hati. Bagaimana mungkin seceroboh ini sampai lupa mengunci pintu kamar mandi sehingga Kyuhyun bisa masuk.
Kyuhyun tidak menurutinya. Ia mendekatkan wajah, menarik bagian belakang kepalanya dan memagut lembut bibir gadis itu, membuatnya tak mampu melawan karena sentuhan Kyuhyun yang mengeksplorasi ke dalam mulutnya.
Tanpa ragu Kyuhyun melepas celana, memperlihatkan ketelanjangannya, lalu turun ke dalam bathtub. Jemarinya bermain lembut pada dada gadis itu perlahan turun kebawah dan menyentuh paha bagian dalamnya. Sementara itu bibirnya tak pernah lepas menyentuh bibir Sungmin, tangan Kyuhyun mulai berani menjamahi milik pribadinya. Menyentuhnya dan memasukkannya.
"Kyuu...ja-ngan...aaah..," ia berusaha mengingkari karena merasa malu namun tidak dengan tubuhnya. Benar, tak bisa dipungkiri bahwa tubuhnya menyukai hal tersebut.
Gadis itu tak berdaya dan mulai terbawa permainan Kyuhyun. Ketika ia menengadahkan kepala karena merasakan kenikmatan, Kyuhyun tidak membuang kesempatan tersebut untuk mendaratkan bibirnya di leher Sungmin, memberikan tanda-tanda kemerahan bekas sentuhannya disana. Setelah puas bermain-main, Kyuhyun mengganti jemari tersebut dengan memasukkan miliknya ke dalam tubuh yang telah tak sabar untuk menerimanya.
Semakin lama desahan dari mulut gadis itu semakin terdengar keras ketika Kyuhyun mulai bergerak di dalam tubuhnya. Kali ini Kyuhyun tak bergerak pelan seperti sebelumnya. Kyuhyun bermain lebih liar hingga sebagian air dalam bathtub tumpah ke lantai karena gerakan liar penyatuan tubuh keduanya. Sungmin pun tak ragu memeluk tubuh Kyuhyun, mengeratkan lagi tubuh keduanya hingga keduanya mencapai puncak bersamaan.
=0=
Terjadi lagi. Sungmin menggigiti kuku jarinya dengan gelisah. Ia menyesali kejadian dirinya dan Kyuhyun yang terulang dan terulang lagi walau tak mengingkari bahwa ia menyukainya. Belum pernah ia melakukan hal tersebut bersama Donghae. Kyuhyun mampu membuatnya terbuai dan merasakan kenikmatan duniawi sekali lagi. Kyuhyun bagaikan heroin yang membuat kecanduan begitu mencobanya. Bahkan membuatnya lupa tentang Donghae perlahan-lahan. Melupakan bahwa ia adalah perempuan yang sudah menikah.
Setiap hari, setiap waktu yang terluang, tiada yang dilakukan selain bercinta dengan pemuda itu, dimanapun berada. Bahkan Kyuhyun tak lagi pulang terlambat atau bermain-main diluar sepulang sekolah. Ia lebih sering berada di rumah. Kyuhyun yang usianya jauh dibawahnya namun telah mengajari dunia baru yang belum pernah dilakukannya. Membuat dirinya yang semula perempuan baik-baik dan lurus memiliki sisi keliaran.
"kau terlalu pasif...," kata Kyuhyun sambil membelai lengannya setelah mereka bercumbu.
"Maksudmu,?" Sungmin tidak mengerti.
"Setiap kali bercinta, kau hanya menerima saja. Sekali-sekali, cobalah berinisiatif lebih dulu. Kau tahu...laki-laki sangat suka jika pasangannya kadang menunjukkan sisi kebinalannya. Mereka berharap bahwa pasangannya kadang bisa seperti perempuan di film-film dewasa, tidak hanya bersikap lugu saja. Itulah mengapa laki-laki suka melihat video porno," Kyuhyun kemudian meraba punggungnya perlahan.
"Aku malu melakukannya..."
"Kenapa harus malu jika bisa saling memuaskan?"
"Kau ini...usiamu bahkan jauh dibawahku tapi tahu banyak hal seperti ini..."
"Tentu saja. Aku sering melihatnya..," Kyuhyun menyeringai.
"Apa? Jadi kau suka melihat film porno?," Sungmin menatap tak percaya pada Kyuhyun.
"Sssst.. tidak perlu terkejut seperti itu," Kata Kyuhyun sambil meletakkan jarinya pada bibir plum gadis tersebut.
"Itu tidak baik untuk anak seusiamu," Sungmin masih sempat menasihatinya.
"Kau terlalu berpikiran lugu. Semua teman seusiaku bahkan yang dibawahku juga melakukannya. Bahkan aku sering melihat tontonan gratis di rumah...hahaha..," Kyuhyun tertawa kecil.
"hah? jangan bilang kau...," Sungmin menatap penuh tanda tanya pada Kyuhyun lalu membelalakkan mata. "Kau mengintip kakakmu? Benar-benar tidak sopan!," Sungmin berteriak keras.
"Bukan salahku kan. Mereka masih menganggapku anak kecil dan mengira bahwa aku pasti sudah tidur."
"Ish..kau benar-benar...,"Sungmin tak dapat melanjutkan kalimatnya lagi.
"Seharusnya kau belajar pada sepupumu itu untuk hal seperti ini," Kyuhyun tersenyum menggoda.
"Yang benar saja.. Memalukan sekali kalau aku bertanya hal-hal pribadi pada orang lain, apalagi sepupuku sendiri," kata gadis itu sambil memanyunkan bibir.
"Benar juga... Kalau begitu belajarlah padaku hahaha..," Kyuhyun berkata sambil mulai mencumbui tubuhnya.
"Kyuhyun ...," teriaknya Sungmin ketika Kyuhyun menerjangnya sekali lagi.
=0=
"Ha-halo...," sapa Kyuhyun dengan nafas tertahan ketika ponselnya berbunyi, sementara Sungmin mendaratkan bibir dan lidahnya pada dadanya.
"Kyuhyun .. bagaimana keadaanmu? Hyung sudah rindu padamu," suara bariton seorang laki-laki berbicara.
"Haah...hhah.. Hyung. Ak-aku..baik-baik sa-ja," ucapnya terputus-putus ketika tangan gadis itu menyentuh miliknya.
"kau kenapa Kyuhyun?," tanya Yesung keheranan.
"Ti-tidak apa-apa, aku..sedang berolahraga sa-ja aaahh...," Kyuhyun mendesah tertahan.
"yang benar saja Kyuhyun, di siang terik begini olahraga? Lagipula sejak kapan kau jadi suka berolahraga?"
"Hmmphh.. aku...mu-lai..berlemak," jawab Kyuhyun sambil menahan desahan ketika gadis itu mulai memasukkan milik Kyuhyun ke dalam tubuhnya dan bergerak diatas pangkuan Kyuhyun.
"Ya sudah... kami sudah mendarat dan dalam perjalanan ke apartemen Sungmin. Mungkin setengah jam lagi sampai ke tempat Sungmin untuk menjemputmu. Bersiap-siaplah!"
"I-ya..hyung.."
"Sampai jumpa," Yesung mengakhiri pembicaraan.
Kyuhyun kemudian meletakkan ponsel dan memburu bibir Sungmin.
"Siapa?," tanya gadis itu disela ciuman mereka.
"Yesung hyung sebentar la-gi sampai aah..," katanya sambil sesekali mendesah.
"kalau begitu kita harus segera menyelesaikan ini...," Sungmin pun mempercepat gerakannya diatas tubuh Kyuhyun.
"Sepertinya..aku sudah..tidak tahan lagi...," ucap Kyuhyun disaat tubuhnya semakin menegang.
"Aku..juga...aaaaaah..," Sungmin mendesah keras ketika mencapai puncak bersamaan dengan Kyuhyun.
Beberapa saat gadis itu masih berada di pangkuan Kyuhyun sambil sesekali menautkan bibir mereka.
"Cepatlah berpakaian!," ucap Kyuhyun sambil mengangkat tubuh Sungmin ke atas ranjang lalu mengenakan pakaiannya sendiri.
Setelah berpakaian, Kyuhyun pun menyiapkan kopernya dan menuju ke ruang tamu menunggu Yesung dan Ryeowook, sementara Sungmin mulai berpakaian.
"Tetaplah hubungi aku..," ucap Kyuhyun ketika Sungmin duduk disampingnya sambil merapikan penampilannya dan memakai kacamata.
Sebelum Sungmin sempat menjawab, bel apartemen berbunyi. Sungmin kemudian beranjak dari sofa dan membukakan pintu.
"Eonnie... ," Ryeowook tersenyum lalu memeluk Sungmin.
"hai... Lama sekali kau pergi. Masuklah!," Sungmin balas tersenyum setelah Ryeowook melepas pelukannya.
"Ini oleh-oleh buatmu,"Ryeowook menyerahkan bungkusan pada Sungmin.
"Apa ini?," tanya Sungmin.
"nanti bukalah.."
"Terimakasih Wookie-ah,"ujar Sungmin.
"Tidak, harusnya aku yang berterimakasih pada eonnie karena telah merepotkanmu...," tukas Ryeowook.
"Maaf Minnie-ah, kami meninggalkan Kyuhyun terlalu lama padamu," kata Yesung setelah sampai didalam. Tadinya Yesung dan Ryeowook hanya akan berbulan madu selama satu minggu, tapi akhirnya menjadi dua minggu.
"Tidak apa-apa. Aku senang jika kalian menikmati bulan madunya," jawab Sungmin tulus.
"Apa Kyuhyun berkelakuan baik?,' tanya Ryeowook.
"Ya.. tentu saja," Sungmin mengulum senyum.
"Syukurlah...," Ryeowook tersenyum puas.
"Kyuhyun, kau sudah siap?," tanya Yesung.
"Sudah..," jawab Kyuhyun singkat.
"baiklah, kita pergi sekarang. Berterimakasihlah pada Minnie noona!," pinta Yesung sambil membawa koper Kyuhyun.
"Sungmin noona, terimakasih banyak. Maaf aku merepotkanmu selama disini," Kyuhyun membungkuk hormat dan berkata dengan sopan.
"Tidak apa-apa... maaf, aku juga tak bisa sebaik Wookie," kata Sungmin lembut.
"Kami permisi dulu eonnie," pamit Ryeowook diikuti Yesung dan Kyuhyun melangkah keluar.
"sampai jumpa!," Sungmin mengantar sampai ke pintu. "Hhhaaah..," desahnya pelan setelah menutup pintu.
TBC
