Title : Second Chance
Author : Yukishima
Genre : drama, romance, angst
Rating : M

Chapter : 6

Fandom : Super Junior, GS
Pairing : Kyumin, Haemin

Disclaimer : Mereka bukan punya gw, tapi cerita milik gw

Warning : GS, mature content, buat yang dibawah umur dilarang baca ^^, Naughty Kyu, Jablay Sungmin *plaaak
Note Author : Ini remake dari fic lama gw dengan judul yang sama tapi fandom aja yang diubah dengan beberapa perubahan isi cerita untuk menyesuaikan karakter. Berhubung tadinya fic straight jadi gw buat aja GS. No bashing. Kritik, saran, protes boleh tapi dengan sopan karena ini hanya fic bukan kenyataan...^^ Keep smile and peace ^_^

=0=

"Bummie," sapa Sungmin pada gadis cantik sahabatnya yang telah menunggunya di cafe tempat mereka membuat janji bertemu. "Apa kau telah menunggu lama?," tanya Sungmin setelah duduk di bangku yang berhadapan dengan Kibum.

"Tidak eonni. Aku baru datang 5 menit yang lalu," Kibum tersenyum manis pada Sungmin. "kau mau memesan apa eonni?," Kibum bertanya saat pelayan cafe mendatangi mereka untuk menanyakan pesanan.

"Strawberry Milkshake saja," ujar Sungmin.

Kibum tersenyum mendengar apa yang dipesan Sungmin. Sahabatnya satu ini masih belum bisa juga meminum kopi. "1 Expresso coffee dan 1 Strawberry Milkshake," Kibum beralih pada pelayan itu.

"Kemana Heechul eonni?," Sungmin bertanya setelah pelayan tadi pergi.

"Dia ikut Hangeng gege ke Cina mengunjungi orangtuanya," jawab Kibum.

"Oh..," sahut Sungmin singkat sambil membetulkan kembali syalnya yang terlepas. Tadinya Kibum merasa heran, kenapa Sungmin mengenakan syal padahal ini sudah bukan musim dingin lagi. Akhirnya pertanyaan itu terjawab. Pandangan iris mata hitam Kibum terhenti saat Sungmin membetulkan letak syalnya. Kibum melihat tanda kemerahan di leher mulus sahabatnya yang tadi tertutupi syal warna pink. Gadis itu hanya menebak-nebak dalam hati tanpa bertanya langsung pada Sungmin. Ia tahu bahwa itu adalah tanda apa, dan tentu saja bukan dari Donghae karena suami Sungmin ini sekarang masih di Amerika. Kibum hanya tersenyum miris membayangkan apa yang telah dilakukan sahabatnya. "Oiya, kau mau bicara apa Bummie?," pertanyaan Sungmin membuat Kibum tersadar dari lamunan.

"Tidak ada yang penting. Hanya ingin bertemu dan berbincang sebentar karena kita jarang bertemu. Apa kau banyak pekerjaan eonni?"

"Ya..seperti itulah," Sungmin bingung mau menjawab apa karena yang sebenarnya terjadi adalah dirinya tidak disibukkan oleh pekerjaan tetapi karena Kyuhyun. Tapi tentu saja itu tak mungkin ia katakan pada Kibum.

"Eonni, aku dijodohkan," lontar Kibum sambil memandang keluar jendela cafe. Ia belum meminum kopi yang baru saja diantarkan oleh pelayan.

"Apa? Wah...selamat Bummie! Kapan kalian menikah?," ucap Sungmin tulus. Ia merasa senang karena selama ini sahabatnya yang pendiam itu selalu menutup diri dengan lawan jenis. "Siapa dia? Tampankah? Baikah? ," Sungmin penuh semangat memberondongi Kibum dengan banyak pertanyaan.

"Terimakasih eonni," jawab Kibum tidak semangat. "Kami baru saja dikenalkan, jadi masih jauh dari kata pernikahan. Dia putra kolega appa, namanya Choi Siwon. Ehm, dia tampan juga. Kalau sifat aku tidak tahu karena baru mengenalnya. Tapi sepertinya dia baik."

"Hei, kenapa sepertinya kau tidak semangat begitu?," Sungmin menyentuh sebelah tangan Kibum. "Jika kau tidak menginginkannya, kau bisa menolaknya dengan baik-baik bukan? Tapi jika memutuskan untuk mengenalnya lebih dekat dulu. Tak ada salahnya mencoba mulai membuka hatimu," nasihat Sungmin pada Kibum.

"Kau benar eonni. Hmm... Sepertinya Minnie eonni tak lagi bersedih ya?," ucap Kibum pelan setelah menyesap sedikit kopinya.

"Hah? A-aku biasa saja," Sungmin menjadi salah tingkah dengan perkataan Kibum. Meskipun pandangan mata Kibum lembut namun seolah dapat menembus ke dalam pikirannya.

"Apa eonni sudah mulai terbiasa tanpa kehadiran Donghae oppa?," Kibum bertanya lagi. Ia tahu Sungmin tidak bisa berbohong. Gadis manis itu akan terlihat gugup jika ia melakukan kesalahan yang ditutupi.

"Ke-kenapa bertanya seperti itu? Ten-tentu saja aku merindukannya. Ya, itu benar," Sungmin tak berani menatap Kibum. Tapi..ehm..aku memang ha-harus terbiasa tanpa Donghae. Dia pasti juga akan kembali lagi," Sungmin langsung menutupi kegugupannya dengan meminum Strawberry Milkshake-nya hingga tandas.

"Hahhaha...kelihatannya kau haus sekali eonni. Pelan-pelanlah kalau minum. Untung kau tidak tersedak," Kibum terkekeh pelan sambil menyodorkan tisu kearah Sungmin ketika melihat ada noda Milkshake di sudut bibir Sungmin.

"Terimakasih," ucap Sungmin pelan sambil membersihkan noda Milkshake menggunakan tisu yang tadi diberikan Kibum. Sungmin langsung meraih ponselnya yang bergetar. Ia membaca ada sebuah pesan masuk lalu memasukkan kembali ponsel itu ke dalam tasnya. "Bummie, aku pulang dulu."

"Kau ada janji?," tanya Kibum sambil memainkan cangkir kopinya.

"Ah..tidak, aku ehm..masih ada pekerjaan yang harus kulakukan. Begitulah," lagi-lagi Sungmin selalu gagal beralibi jika di hadapan Kibum.

"Baiklah. Tidak apa-apa. Pergilah dulu eonni," Kibum tersenyum tipis. Ah, eonni..," panggilan Kibum membuat Sungmin menoleh.

"Ada apa?," Sungmin keheranan.

"Jika kau melakukan sesuatu. Kuharap kau bisa memikirkan akibat yang akan kau peroleh setelah melakukannya. Karena kau adalah perempuan dewasa yang tentu saja bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Aku percaya, kau tahu mana yang terbaik untukmu," Kibum menatap serius Sungmin.

Sungmin hanya terdiam beberapa waktu. "Hmm..aku pergi dulu Bummie," Ia pun beranjak dari tempat duduknya sambil masih mencerna perkataan Kibum tadi.

=o=

"Noona, kau lama sekali!," suara bass yang sudah dikenalnya itu membuat Sungmin terlonjak ketika memasuki apartemennya.

"Kau membuatku kaget Kyu," Sungmin menampakkan raut muka kesal tak mempedulikan Kyuhyun yang mengekor di belakangnya hingga masuk ke kamar.

"Tadi kan aku sudah mengirimmu pesan. Kenapa harus terkejut begitu?," suara Kyuhyun nampak kecewa.

"Apa yang kau lakukan disini?," tanya Sungmin datar tanpa menoleh kearah Kyuhyun. Ia tahu tak mungkin melarang Kyuhyun untuk datang ke apartemennya setiap hari karena Kyuhyun belum mengembalikan kunci cadangan yang dulu Sungmin berikan sewaktu ia dititipkan di rumahnya.

"Tentu saja menemuimu, Ming," Kyuhyun memeluk tubuh sintal Sungmin dari belakang dan mulai mengecupi daun telinga serta tengkuk mulus gadis itu.

"Ish, aku mau mandi Kyu! Jangan panggil aku Ming karena aku lebih tua darimu," ujar Sungmin galak sambil menepiskan pelukan Kyuhyun.

"Noona, kenapa galak sekali?," Kyuhyun memasang muka cemberut.

"Mukamu jelek sekali jika begitu," ejek Sungmin sambil berjalan menuju kamar mandi yang terletak di luar kamarnya.

"Wajahku ini tampan noona," Kyuhyun membela diri dengan narsisnya. "Noona, aku juga ikut mandi," ujar Kyuhyun sambil mengikuti Sungmin.

"Tidak boleh!," larang Sungmin sambil mendorong tubuh Kyuhyun menjauh.

"Tapi aku suka melakukannya di kamar mandi noona. Tubuhmu kelihatan semakin seksi di saat basah," Kyuhyun menyeringai mesum sambil meraih tubuh Sungmin ke dalam rengkuhannya lagi. Tangannya mulai nakal merayapi tubuh indah Sungmin yang masih tersembunyi dibalik pakaiannya.

"Kyu, aku tidak mau," suara Sungmin tertahan karena merasakan getaran akibat sentuhan Kyuhyun.

"Kalau begitu mandinya nanti saja," Kyuhyun segera membopong tubuh Sungmin lalu melemparkannya ke atas ranjang. Ia pun ikut naik ke ranjang dan memerangkap tubuh Sungmin berada di bawahnya.

"Kyu..a-apa yang akan kau lakukan?," Sungmin bertanya retoris yang tentu saja sudah ia ketahui sendiri jawabannya.

"Jangan pura-pura tidak tahu noona," Kyuhyun mulai melucuti rok span yang dipakai Sungmin beserta pakaian dalamnya dengan tidak sabar.

"Tapi, kau sudah melakukannya kemarin. Ah..aku lelah Kyuh...," bibir indah Sungmin boleh berkata tidak, tapi tampaknya tubuhnya merespon lain. Bahkan bibir plum itu mengeluarkan desahan ketika Kyuhyun menyentuh paha bagian dalamnya lalu mulai merayap ke bagian pribadinya.

"Rasanya sangat manis noona," gumam Kyuhyun sambil menjulurkan lidahnya lalu mengeksplorasi bagian intim milik Sungmin. Daging lunak tak bertulang itu dengan terampil semakin menginvasi dan menusuk-nusuk lebih dalam lagi.

"Aaah...Kyuh..aaah...," desahan Sungmin semakin keras terdengar apalagi ketika Kyuhyun semakin liar menyentuh bagian intimnya tak hanya menggunakan lidahnya tetapi juga jemarinya yang menganggur. Sungmin mencengkeram rambut Kyuhyun dan menekannya agar semakin dalam mencumbunya hingga ia mencapai klimaks pertamanya.

"Hmm..yang ini lebih manis lagi," tanpa merasa jijik Kyuhyun menjilati cairan yang mengalir dari dalam bagian pribadi gadis itu. Ia menyeringai ketika melihat wajah Sungmin yang merona merah setelah mengalami klimaks. Sepasang bola mata indahnya masih setengah terpejam dan nafas tersengal serta bibir yang sedikit terbuka membuat Kyuhyun semakin terangsang. Kyuhyun pun melepas seluruh pakaian yang dikenakannya kemudian berlutut di atas dada Sungmin yang masih sibuk memberi asupan oksigen ke paru-parunya. "Aku ingin kau memanjakannya juga noona," ucap Kyuhyun tanpa ragu sembari mengacungkan miliknya yang sedikit menegang ke wajah Sungmin.

"A-apa?," Sungmin melotot ketika melihat milik Kyuhyun tepat di depan wajahnya. Walaupun sering melihatnya, tapi belum pernah sedekat ini. Bahkan Sungmin belum pernah menyentuhnya. "A-aku tidak mau," Sungmin memalingkan muka kesamping. Wajahnya merona merah karena malu.

"Ayolah noona, apa kau tidak menyayanginya? Padahal dia sudah sering memuaskanmu," Kyuhyun menggoda Sungmin dengan kata-kata nakal.

"Aku tidak bisa Kyu," tolak Sungmin. Bagaimana mungkin Kyuhyun memintanya melakukannya padahal selama ini ia pun belum pernah menyentuh milik Donghae suaminya seperti itu. Bahkan dengan Kyuhyun pun ia juga belum pernah melakukannya.

"Kenapa malu seperti itu eoh?," Kyuhyun menyentuh dagu Sungmin lembut lalu membuatnya berpaling lagi padanya. "Sentuh dan manjakan dia. Jika sudah terbiasa kau akan menyukainya. Aku jamin setelah ini kau akan meminta untuk menyentuhnya tanpa aku memintanya, noona," bisik Kyuhyun sedusif.

Sungmin menelan ludah perlahan. Ia pun merubah dari posisi tidurnya ke posisi duduk. Dengan ragu diraihnya milik Kyuhyun yang kini berada tepat dihadapannya. Pertama ia hanya menyentuh menggunakan tangannya dengan irama pelan. Ketika mendengar desahan yang keluar dari bibir Kyuhyun, entah mengapa Sungmin merasa semakin bersemangat dan mempercepat kocokannya.

"Aah..noona, begitu.. aash..kau pintar sekali noona," desah Kyuhyun sambil memejamkan mata menikmati sentuhan tangan mungil Sungmin. Ketika Sungmin sedang bersemangat menyentuh milik Kyuhyun, pemuda itu menghentikannya. "Gunakan mulutmu noona. Aku ingin merasakan bibirmu yang manis itu menyentuh milikku," Kyuhyun tersenyum menggoda.

Gadis itu nampak ragu. Apakah milik Kyuhyun akan muat memasuki bibir mungilnya itu? Ia bergantian menatap wajah Kyuhyun lalu beralih pada milik Kyuhyun yang sudah menegang di depan matanya. Akhirnya dengan ragu Sungmin pun mulai mengecupi dan menyapukan lidahnya lebih dulu. Dahinya berkerut karena terasa asing baginya.

"Noona, cepat masukkan," pinta Kyuhyun. Sungmin lalu memasukkan milik Kyuhyun ke dalam mulutnya. Ia sempat tersedak karena Kyuhyun mendorong dengan tidak sabar miliknya hingga menyentuh pangkal tenggorokannya. Sebelum Sungmin menggerakkan mulutnya, Kyuhyun mengambil inisiatif dulu dengan menggerakkan tubuhnya di dalam mulut Sungmin. Tampaknya pemuda ini sudah tak sabar lagi merasakan kehangatan mulut mungil Sungmin yang melingkupi bagian pribadinya, bahkan semakin mempercepat gerakannya.

Sungmin hanya memberi tatapan penuh tanda tanya ketika tiba-tiba Kyuhyun menghentikan gerakannya dan mengeluarkan miliknya dari dalam mulutnya. Entah mengapa Sungmin sedikit merasa kehilangan karena tampaknya ia mulai menyukai ketika milik Kyuhyun itu berada didalam mulutnya.

"Aku ingin berada di dalam sana noona. Rasanya lebih nikmat," Kyuhyun menunjuk bagian bawah tubuh Sungmin yang tak tertutupi sehelai benang pun dan telah basah. Ia lalu melepas kemeja Sungmin beserta bra-nya yang sedari tadi belum ia lepas. Dengan lembut Kyuhyun merubah posisi Sungmin ke posisi tidur lagi dan segera meraup sepasang gundukan kenyal yang menghiasi dada Sungmin secara bergantian menggunakan mulutnya. Kyuhyun sangat menyukai kedua benda itu. Berapa kalipun ia menyentuhnya tapi tak pernah merasa bosan, bahkan ia ingin selalu menyentuh dan memainkannya. Sementara itu tangan Kyuhyun yang menganggur mulai melebarkan paha Sungmin dan berusaha memasukkan miliknya yang sudah sangat tegang ke dalam tubuh Sungmin. Dalam satu hentakan akhirnya ia berhasil menyatukan tubuhnya dengan tubuh indah Sungmin. Ia kemudian melingkarkan kedua tungkai Sungmin ke pinggangnya dan mulai menggerakkan pinggulnya dengan irama cepat sambil sesekali memberi sentuhan di seluruh permukaan kulit mulus Sungmin.

"Kyu...ahh...disana...ooh...," desahan Sungmin menggema memenuhi ruangan ketika Kyuhyun berhasil menyentuh titik sensitifnya di dalam sana membuat Kyuhyun semakin bersemangat mengerjai tubuh sintal di bawahnya itu dan memindahkan kedua tungkai Sungmin ke atas bahunya untuk lebih mempermudah gerakannya. Sungmin semakin memperkeras desahannya ketika Kyuhyun memanjakan titik sensitifnya dengan semakin mempercepat gerakannya di dalam tubuhnya. Perutnya terasa mengejang, nafasnya makin tersengal, begitu pula butiran keringat membasahi sekujur tubuhnya. Ia hanya memejamkan sepasang matanya karena merasakan berjuta bintang bertebaran di pelupuk matanya. Ia telah mencapai puncaknya sekali lagi. Gadis itu mengeluarkan desahan tertahan ketika merasakan kehangatan cairan tubuh Kyuhyun mengaliri bagian pribadinya.

"Noona, kau hebat," ujar Kyuhyun sambil meraih tubuh telanjang Sungmin ke dalam pelukannya, sementara gadis itu hanya terdiam saja karena masih memulihkan kondisi tubuhnya yang telah merasa lemas dan kehabisan nafas.

Tiba-tiba Sungmin teringat ucapan Kibum padanya sewaktu mereka berada di cafe. Ia bertanya dalam hati, apakah Kibum mengetahuinya? Tapi bagaimana Kibum bisa tahu jika selama ini dirinya selalu menyembunyikannya dari sahabatnya itu. Jika Kibum belum tahu, lalu apa maksud ucapannya tadi? Sungmin mencerna perkataan Kibum itu.

"Kyu, bagimu aku ini apa?," tanya Sungmin yang masih berada di pelukan Kyuhyun.

Kyuhyun nampak terkejut dengan pertanyaan Sungmin. Ia melepaskan rengkuhannya lalu menatap wajah manis Sungmin. 'Apa maksudmu noona?"

"Kenapa kau menyentuhku padahal kau tahu aku ini jauh lebih tua darimu dan sudah menikah. Kau pernah bilang bisa dengan mudah mendapatkan gadis manapun yang kau mau karena banyak yang menyukaimu," Sungmin masih menunggu jawaban Kyuhyun.

"Aku...," Kyuhyun menggantung kata-katanya. "Mungkin karena aku menyukaimu." Entah mengapa Sungmin sedikit merasa senang dengan perkataan Kyuhyun. "Kau adalah partner yang menyenangkan bagiku. Tanpa dibayar pun aku rela asal itu denganmu. Biasanya perempuan lain sangat membosankan, tapi kau tidak noona karena kau sangat manis," Kyuhyun membelai lembut pipi Sungmin. Tidak tahukah Kyuhyun bahwa perkataannya tadi membuat jantung Sungmin serasa dihujani belati walaupun ia telah menebak bahwa itulah jawaban yang akan diberikan Kyuhyun.

"Apa kau pernah melakukannya dengan orang yang kau cintai?," Sungmin bertanya lagi sambil berusaha menetralisir sesuatu yang berkecamuk di pikirannya. Bukankah ia hanya mencintai dan merindukan Donghae seorang? Jika ia bersetubuh dengan laki-laki lain itu hanya untuk pelampiasan saja bukan?

"Belum. Karena kini ia telah menjadi milik orang lain," suara Kyuhyun terdengar parau. Tatapan mata pemuda itu kini tampak meredup menyembunyikan kepedihan.

"Kyu...," Sungmin menyentuh pelan lengan Kyuhyun.

"Waktu mendekati ujian kelulusan SMP, appa memberiku seorang guru privat. Aku tak menduga bahwa dia adalah mahasiswi tingkat awal karena dia sangat manis dan kadang kekanakan. Walaupun aku sering mengerjainya, tapi dia bersikukuh tetap mengajar dan bersabar dengan keegoisanku, tidak seperti guru privat lain yang kemudian akan meninggalkanku. Kau tahu, wajahnya yang hampir menangis saat aku bersikap bandel itu sangat manis," Kyuhyun tersenyum satir disela ceritanya. "Saat aku berhasil menduduki peringkat teratas di hari kelulusanku, ia melonjak kegirangan. Senyumnya saat gembira itu sangat manis. Dia benar-benar bodoh mengira bahwa dirinya telah berhasil mengajariku, padahal tanpa bantuannya pun aku bisa mengerjakan semua soal ujian. Tapi semenjak melihat senyumannya itu, aku selalu ingin melihatnya lagi. Aku tak ingin wajah manisnya itu terlihat sedih." Kyuhyun menghentikan ceritanya.

"Apa kau pernah menyatakan perasaanmu padanya?," tanya Sungmin penasaran.

"Suatu hari aku ingin menyatakan perasaanku padanya. Tapi gadis itu malahan lebih dulu mengatakan bahwa ia telah menerima cinta laki-laki lain. Aku sungguh iri pada laki-laki itu. Seberapa pun aku berusaha melebihinya, tetap saja tak dapat menandinginya. Bahkan dia berhasil memiliki gadis yang kusukai padahal aku yang lebih dulu mengenalnya. Rasanya sangat sakit ketika melihat orang yang kucintai bermesraan dengan laki-laki lain. Tapi gadis itu kelihatan sangat bahagia bersamanya. Senyum manisnya terlihat sangat tulus dan merekah dari wajah manisnya. Belum pernah aku melihatnya sebahagia itu sebelumnya. Akhirnya kuputuskan untuk tak mengatakan perasaanku pada gadis itu dan membiarkannya meraih kebahagiaannya," kata Kyuhyun sambil memejamkan mata. Sungmin bisa melihat butiran airmata yang mengalir dari sudut mata Kyuhyun itu.

"Maaf Kyu..aku membuatmu mengingatnya kembali," Sungmin menatap Kyuhyun dengan wajah menyesal. Ia membelai lembut wajah Kyuhyun berusaha menyalurkan kehangatan padanya.

"Kau pikir aku serius dengan ceritaku tadi noona?," tiba-tiba Kyuhyun membuka matanya dan menyeringai kearah Sungmin. "Hahahahaha...kau sungguh polos noona, hingga mudah kubohongi hahahaha...," tawa evil Kyuhyun meledak melihat wajah Sungmin yang tadinya terlihat sedih berubah kebingungan.

"Kyu... Beraninya kau...," Sungmin memberi tatapan tajam Kyuhyun pertanda kesal.

"Sudahlah noona. Kalau kau berwajah seperti itu malahan semakin membuatku ingin memakanmu lagi. Ayo kita lanjutkan lagi di kamar mandi...," Kyuhyun pun segera menggendong tubuh polos Sungmin menuju kamar mandi.

"Kyuhyun...," teriak Sungmin yang tentu saja tak akan dihiraukan oleh Kyuhyun lagi.

=o=

Musim gugur telah tiba sebulan yang lalu. Musim dimana daun-daun mulai berguguran, melepaskan diri dari dahan-dahan, melayang tertiup angin, berserakan di atas tanah. Teronggok menjadi kumpulan dedaunan yang mengering. Sungmin merapatkan jaket yang dikenakannya dan menyipitkan mata ketika angin musim gugur itu bertiup kencang menerbangkan tak hanya dedaunan kering tetapi juga debu yang hampir saja menyerbu matanya. Gadis itu segera mempercepat langkahnya menuju apartemen demi menghindari udara yang tidak bersahabat.

Ckreek..

Sungmin membuka pintu apartemen dan masuk ke dalamnya.

"Aku pulang..," sapanya meskipun tahu tak akan ada yang menyahutnya karena ia tinggal sendiri. "heeeh...," keluhnya pelan sambil menuju kamar.

"Selamat datang," sahut sebuah suara laki-laki berambut cokelat pendek yang telah duduk di tepi ranjang sambil memeluk seekor kucing cantik berbulu putih.

"Hae-ah," Sungmin memandang tak percaya melihat laki-laki yang kini berada di kamarnya tersebut. Laki-laki yang berstatus sebagai suaminya dan telah meninggalkannya selama 3 tahun. Laki-laki yang selalu dirindukannya namun juga telah membuat perasaannya menjadi tak menentu karena keegoisannya.

Sungmin hanya berdiri terpaku di tempatnya ketika Donghae meletakkan Tsuki lalu beranjak dari ranjang dan mendekatinya. Donghae masih sama seperti dulu. Tatapan mata yang percaya diri, serta rambutnya yang dulu berwarna hitam yang selalu rapi, hanya saja kini rambut itu berubah warna menjadi dark brown. Rambut itu kini lebih pendek dan rapi. Jika dulu Donghae lebih suka mengenakan pakaian casual T-shirt dan celana jeans, kini laki-laki itu lebih rapi dan formal menambah kesan dewasanya.

"Kau tidak merindukanku sayang?," Donghae tersenyum saat menatap lekat mata istrinya.

"A-aku..," ucapan Sungmin tertahan. Ia merasa bingung dengan perasaannya sendiri. Seharusnya saat ini ia akan langsung menangis dan berteriak senang lalu menghambur ke pelukan suami yang telah lama dirindukannya. Semuanya terlalu tiba-tiba baginya karena selama ini ia telah terbiasa tanpa kehadiran Donghae disampingnya.

"Aku pulang...," Donghae tak mempedulikan wajah Sungmin yang nampak kebingungan. Ia pun memeluk erat tubuh Sungmin.

"Kenapa tidak menelepon jika akan kembali?," tanya Sungmin setelah Donghae melepas pelukannya.

"Aku ingin memberi kejutan untukmu," jawab Donghae sambil membelai lembut pipinya.

"Ke-kenapa baru pulang sekarang? Lee Donghae..kau sungguh tega padaku..," Sungmin menepiskan tangan Donghae dan melangkah keluar kamar.

"Maafkan aku...," Donghae menyusul Sungmin.

"Kau selalu minta maaf. Sepertinya mudah sekali ya? Selalu berbuat seenak sendiri lalu meminta maaf," gadis itu menahan luapan emosi.

"Sudah lama kita tak bertemu. Aku tak ingin bertengkar denganmu," pinta Donghae memelas.

Sekali lagi direngkuhnya Sungmin ke dalam pelukannya sambil mencium keningnya. Melepaskan segala kerinduan pada gadis tersebut setelah sekian lama tidak bertemu.

"Aku merindukanmu," bisik lembut Donghae.

=0=

"Kemarilah!," pinta Donghae pada istrinya. Sungmin pun mendekat dan duduk di tepi ranjang. "Kenapa hanya duduk? Jangan jauh-jauh begitu," Donghae menarik tubuh Sungmin mendekat dan meletakkan kepala gadis itu diatas dada sambil memeluknya. "Hari ini kau tidak banyak bicara? Biasanya kan kau cerewet hahaha," goda Donghae.

"Kau menyebalkan..," Sungmin mencubit pelan perut Donghae.

"Aaw..kenapa kau menyakiti suamimu yang baru pulang ini," Donghae pura-pura meringis kesakitan.

"Itu hukuman buatmu!," Sungmin mengerucutkan bibirnya imut.

"Aku baru saja pulang tapi sudah mendapatkan hukuman. Kalau begitu aku juga harus membalas biar adil...," Donghae menelusupkan tangan ke balik baju Sungmin, menyentuh kulit serta meremas dada sintal yang masih tertutup oleh pakaian tersebut.

"Hae-ah...," Sungmin mendesah sambil memejamkan mata karena sentuhan Donghae. Tak dapat dipungkiri, meskipun Donghae telah mengecewakannya namun ia juga sangat merindukannya.

"Kenapa sayang? Kau menyukainya?," bisik Donghae mesra sementara bibirnya mulai mendaratkan kecupan di bibir istrinya.

"Ja-jangan...," Sungmin menepiskan Donghae ketika laki-laki itu ketika bermaksud membuka pakaiannya.

Wajah Sungmin memucat. Disaat Donghae mencumbunya, gadis itu teringat Kyuhyun. Benar, di tubuhnya terdapat bekas sentuhan remaja itu. Ia tak ingin Donghae melihatnya. Bagaimana reaksi Donghae ketika mendapati di tubuh istrinya terdapat tanda yang diberikan laki-laki lain? Sungmin merasa cemas sekaligus menyesal.

"Kenapa?," Donghae memandang penuh tanda tanya dengan reaksi istrinya.

"A-aku... Jangan sekarang. Lain kali saja. Saat ini aku sedang tidak enak badan," jawab Sungmin gugup sambil menggigit bibir bawahnya sendiri.

"Sebentar saja..," Donghae mulai menyentuhnya lagi.

"Ti-tidak.. Aku mohon!," Sungmin mulai berteriak. Donghae terkejut karena Sungmin menolaknya dengan kasar bahkan mendorong tubuhnya. Biasanya Sungmin tak pernah menolak bagaimanapun alasannya. "Maaf," Sungmin menatap penuh penyesalan.

"Ya sudah, tidak apa-apa. Tidurlah!," kata Donghae dengan nada dingin. Ia kemudian memalingkan tubuh, memunggungi istrinya.

"Hae..maaf," gumam Sungmin pelan karena menyesal. Buliran bening mulai membasahi pipinya.

=0=

"Kyuhyun...," Sungmin terkejut melihat pemuda tampan itu berada di depan kantornya dan menghentikan mobil didekatnya seusai bekerja.

"Hai noona," sapanya dengan senyuman manis dari balik setirnya.

"Mobil yang bagus," ucap Sungmin datar.

"Kau menyukainya? Yesung hyung baru saja membelikannya karena aku masuk Universitas Seoul."

"Oh...sepertinya Yesung oppa benar-benar memanjakanmu. Kau tidak perlu menjual diri lagi bukan?," sindir Sungmin sinis.

"Aku tidak mau membahasnya," raut muka Kyuhyun berubah serius.

"Apa yang kau lakukan disini?," tanya Sungmin sambil melangkah menuju stasiun subway.

"Masuklah!," pinta Kyuhyun sambil menjalankan mobil dengan pelan mengikuti langkah Sungmin.

Sungmin tidak menjawab. Ia tetap saja melangkah tanpa mempedulikan Kyuhyun. Pemuda itu pun segera menghentikan mobil dan keluar dari dalamnya. Ia menyeret paksa Sungmin untuk masuk ke dalam mobil.

"Apa maumu?," tanya Sungmin sengit.

"Temani aku jalan-jalan," jawab Kyuhyun santai sambil menjalankan mobil.

"Aku harus segera pulang. Turunkan aku disini!," Sungmin berusaha membuka pintu mobil yang dikunci otomatis oleh Kyuhyun.

"Kenapa lama tidak menghubungiku lagi? Kau juga melarangku datang ke apartemenmu," tanya Kyuhyun tanpa mempedulikan protes dari Sungmin.

"Bukan urusanmu. Lagipula kenapa harus tiap hari bertemu? Kita tidak mempunyai ikatan apapun selain partner sex. Kau kan selalu mengatakannya. Sekarang turunkan aku!," pinta Sungmin sengit.

"Kau berubah noona. Kemana sikap lembutmu?," wajah Kyuhyun nampak kecewa.

"Aku tidak berubah, jawab Sungmin dingin. "Dengar! Kau masih muda, jadi carilah teman seusiamu. Jangan bermain-main lagi. Cobalah untuk berhubungan dengan orang secara serius," nasihat Sungmin tanpa menoleh.

"Bukan urusanmu! Sudah kubilang aku malas membicarakan hal ini," kata Kyuhyun dengan gusar.

"Benar juga. Kalau begitu turunkan aku! Kau tidak dengar ya kalau aku harus pulang sekarang?," teriak gadis itu.

"Tidak perlu teriak-teriak begitu. Temani aku dulu nanti kuantar pulang!," Kyuhyun akhirnya menoleh pada Sungmin.

Sebelum Sungmin berkata lagi, ponselnya berbunyi.

"Halo Hae-ah," Sungmin mendekatkan ponselnya ke telinga. "Aku masih ada pekerjaan. Iya, maaf... Aku sepertinya nanti pulang terlambat. Iya, aku juga mencintaimu," Sungmin kemudian menutup ponselnya.

"Jadi suamimu sudah pulang ya?," tanya Kyuhyun. "Kau menjauh karena sudah tidak membutuhkanku? Atau karena takut suamimu tahu?," tebakan Kyuhyun kali ini tepat sasaran yang membuat Sungmin hanya diam terpaku di tempatnya. "Jangan khawatir, dia tidak akan tahu," Kyuhyun membelai pipi gadis itu sambil tersenyum.

=0=

"Menurutmu bagus tidak?," tanya Kyuhyun pada Sungmin. Pemuda itu bertanya tentang pakaian yang sedang dicobanya.

"Hmm..lumayan," jawab Sungmin malas.

Kyuhyun hanya menghela nafas dengan sikap Sungmin.

"Sepertinya tidak bagus," Kyuhyun pun melepas pakaian itu dan mengajak Sungmin berlalu dari butik tersebut.

"Kenapa tidak jadi?," tanya Sungmin keheranan.

"Lain kali saja," jawab Kyuhyun sambil membimbing Sungmin masuk ke mobil.

Kyuhyun menyetir tanpa mengucapkan sepatah katapun. Mereka berdua tenggelam dalam kebisuan masing-masing. Tak lama kemudian mobil sedan sport berwarna biru metalic itu berhenti di depan sebuah restoran modern.

"Kenapa berhenti disini?," Sungmin bertanya-tanya.

"Aku lapar," jawab Kyuhyun singkat lalu mengajak Sungmin masuk ke dalam.

Sungmin merasa ragu ketika Kyuhyun membimbingnya masuk ke dalam restoran. Ia khawatir jika bertemu seseorang yang dikenalnya disana. Tapi Kyuhyun tak memberinya kesempatan untuk menolak. Dengan sigap pemuda itu menggandeng tangannya dan membawanya masuk.

"Kau mau pesan apa?," tanya Kyuhyun ketika pelayan mendatangi mereka.

"Aku tidak lapar. Kau saja yang makan"

"kalau begitu sama seperti yang kupesan," kata Kyuhyun pada pelayan.

Tak lama kemudian, makanan yang dipesan telah tiba. Sungmin mau tidak mau akhirnya memakan yang sudah dipesan oleh Kyuhyun tanpa berkata apapun.

"Minnie eonni ... kebetulan sekali bertemu kau disini!," sapa seorang gadis cantik berambut hitam panjang padanya. Di sebelahnya berdiri seorang laki-laki tampan bertubuh tinggi atletis.

"Bummie..," Sungmin hampir tersedak makanannya ketika melihat Kibum. "H-hai... kebetulan sekali," Sungmin memaksakan senyum walaupun jantungnya mulai berpacu dengan cepat.

"Eonni, kenalkan dia Choi Siwon," Kibum memperkenalkan laki-laki tampan tadi.

"Annyeong..," sapa Siwon dengan sopan yang dibalas tak kalah sopan pula oleh Sungmin.

"Dia siapa? Donghae mana?," tanya Kibum ramah.

"Oh...di-dia Kyuhyun adiknya Yesung oppa. Aku hanya menemaninya karena kakaknya sedang sibuk. Hae, eh..dia ada di rumah," Sungmin tidak pintar berbohong, karena itu ia sangat gugup menjawabnya.

"Annyeong noona!," sapa Kyuhyun dengan sopan pada Kibum.

"Annyeong Kyuhyun-ssi, "Kibum tersenyum manis pada Kyuhyun. "Jadi, begitu ya?, Kibum tersenyum penuh arti pada Sungmin. Sepertinya gadis cantik ini merasakan sesuatu namun ia hanya menunggu agar Sungmin bercerita sendiri." Baiklah, kami permisi dulu," pamit Kibum setelah itu.

"Hhhhehh," Sungmin menghela nafas panjang setelah Kibum pergi. Sementara Kyuhyun hanya menyeringai melihat perilakunya. "kau senang?," Sungmin memandang gusar.

"Entahlah," Kyuhyun hanya mengedikkan bahu lalu melanjutkan makan.

Setelah mereka selesai makan, Kyuhyun mencegah Sungmin ketika akan membayar.

"hei...kau belum bekerja. Simpan saja uangmu!," Sungmin memaksa.

"Tidak, kali ini aku yang membayar," ujar Kyuhyun sambil menyerahkan kartu kreditnya pada pelayan.

"Sombong sekali," Sungmin merasa tidak senang dengan tindakan Kyuhyun.

"Terserah," Kyuhyun tidak mau kalah.

Kyuhyun lalu mengajak Sungmin menuju keluar.

"Aduh..!," keluh Sungmin ketika sepatunya terantuk batu dan membuat kakinya terasa ngilu.

"Kau tidak apa-apa?," tanya Kyuhyun, tapi segera menangkap tubuh Sungmin yang hampir terjatuh ketika mencoba melangkah lagi.

Kyuhyun membimbing Sungmin duduk di sebuah bangku. Pemuda itu berjongkok di bawah Sungmin dan melepas sepatunya memeriksa keadaan kakinya.

"Aaaww," Sungmin meringis kesakitan ketika Kyuhyun menyentuh kakinya.

"Sepertinya terkilir. Tahanlah sebentar. Mungkin akan terasa sakit," ujar Kyuhyun sambil memijit pergelangan kaki gadis itu. Sementara Sungmin tetap menahan rasa sakit di kakinya.

Sungmin memandang lekat Kyuhyun yang masih sibuk dengan kakinya. Belum pernah ia diperlakukan seperti ini bahkan oleh Donghae sekalipun. Entah mengapa, jantungnya kini berdetak lebih kencang dan wajahnya terasa panas ketika memandang Kyuhyun.

"tidak..apa yang kupikirkan? Pasti karena tadi salah makan," Sungmin menggelengkan pelan kepalanya.

"Sudah selesai. Coba gerakkan kakimu!," pinta Kyuhyun.

Sungmin pun mencoba menggerakkan kakinya. Tidak begitu terasa sakit seperti sebelumnya.

"Mungkin masih terasa sedikit sakit. Sampai dirumah kompreslah dengan air hangat," ujar Kyuhyun sambil membantunya masuk ke dalam mobil. Kyuhyun menyalakan mesin dan segera menjalankan mobilnya menuju apartemen Sungmin. Gadis itu merasa mengantuk. Akhirnya ia tertidur didalam mobil. Empat puluh menit kemudian mereka tiba di depan apartemen Sungmin.

"Noona..bangunlah! Kita sudah sampai," Kyuhyun menepuk bahu Sungmin pelan.

"Eeehmm...," Sungmin mengerjap-ngerjapkan mata.

"Sudah sampai," ulang Kyuhyun sambil tersenyum.

"Oh... baiklah, sampai jumpa!," Sungmin langsung membuka seatbelt dan pintu mobil bermaksud turun.

"Tunggu!," Kyuhyun menahan tangan Sungmin ketika gadis itu akan keluar mobil.

"Apa?," Sungmin keheranan sambil menoleh kearah Kyuhyun.

"Sampai jumpa lagi," ucap Kyuhyun sambil mengecup lembut pipi gadis itu. Membuat jantung Sungmin berdetak kencang sekali lagi dan tak dapat mengucapkan sepatah katapun selama beberapa waktu. Akhirnya gadis itu hanya terdiam kemudian keluar dari dalam mobil tanpa menoleh kearah Kyuhyun.

TBC

gomawo yg udah review ^^

vina8402, ELgyuMin, cho sera, Ayakyu, gyumin, Rima Kyumin Ef, Park Min Rin, Ichi54n , kyu501, BlackMin, SooHyun1997, Jewelfishy, kyuminlovers, Ika R, choi hyekyung, nahanakyu, kyumin forever, kyukyukyu.

Tunggu aja next chapt ^^