Title : Second Chance
Author : Yukishima
Genre : drama, romance, angst
Rating : M
Chapter : 8
Fandom : Super Junior, GS
Pairing : Kyumin, Haemin
Disclaimer : Mereka bukan punya gw, tapi cerita milik gw
Warning : GS, mature content, buat yang dibawah umur dilarang baca ^^, Naughty Kyu, Jablay Sungmin *plaaak
Note Author : Ini remake dari fic lama gw dengan judul yang sama tapi fandom aja yang diubah dengan beberapa perubahan isi cerita untuk menyesuaikan karakter. Berhubung tadinya fic straight jadi gw buat aja GS. No bashing. Kritik, saran, protes boleh tapi dengan sopan karena ini hanya fic bukan kenyataan...^^ Keep smile and peace ^_^
Gomawo yang udah pada kasih review. Maaf kalo author nggak bisa memenuhi satu2 permintaan readers. Author akan menulis secara proporsional dan realistis. Ambil hal-hal yang baik disini, jangan ditiru kalo yang buruk ^^ Sekali lagi, ini hanya fic, bukan kenyataan meskipun author menulisnya karena terinspirasi beberapa kejadian nyata dibumbui dengan imajinasi author yang gak jelas juga :D
=0=
"Kyu, kau telah mengecewakanku! Sungmin itu sepupu Ryeowook. Masih banyak gadis diluar sana yang lebih pantas untukmu tapi kenapa kau malah memilih dia yang usianya jauh diatasmu dan sudah menikah pula," Yesung berusaha menahan amarahnya. "Aku tidak tahu bagaimana jika appa dan eomma tahu. Padahal mereka sudah menitipkanmu padaku," Yesung memejamkan mata sambil menarik nafas panjang.
Kyuhyun hanya terdiam tak peduli di sudut sofa ruang tamu.
"Kenapa kau diam saja?," Yesung mulai bernada tinggi karena sikap tak peduli Kyuhyun.
"lalu aku harus bagaimana?," jawab Kyuhyun dengan santai.
"Apa kau sama sekali tak menyesal? Kau sudah dewasa bukan anak SMA lagi. Seharusnya sebelum bertindak pikirkanlah akibatnya semua! Sekarang akibat perilakumu ini, kau telah merusak rumahtangga orang," kata Yesung lagi sambil mengepalkan tangan.
"baiklah aku menyesal. Kau puas?," kata Kyuhyun dengan nada mengejek.
"Sikap macam apa itu? Kau tak pernah bersikap tak sopan seperti ini. Aku ini kakakmu!," Yesung menatap tak percaya pada Kyuhyun.
"Aku memang seperti ini. Hyung saja yang tidak mengetahui bagaimana diriku sebenarnya," Kyuhyun menyeringai seolah menantang Yesung.
"Kau!," Yesung menampar keras pipi Kyuhyun hingga meninggalkan bekas kemerahan dan sudut bibir Kyuhyun berdarah. Kali ini Yesung tak bisa lagi mengontrol amarahnya.
"Yeobo...," Ryeowook meletakkan tangan di bahu Yesung berusaha meredam kemarahan sang suami.
"Maaf Wookie, aku harus melakukannya," kata Yesung sambil memandang istrinya. Ryeowook mengangguk kepala mengerti.
"Kenapa? Kau malu? Aku memang sengaja melakukannya," kata Kyuhyun sambil mengusap pipinya yang terasa panas.
"Apa maksudmu?," Yesung menatap penuh tanda tanya.
"Hyung hanya bisa menyalahkan tapi tak akan pernah mengerti perasaanku. Kau tampan, pintar, dan sempurna dalam segala hal. Kau bisa mendapatan semua hal yang kau suka tanpa susah payah. Sedangkan aku... Semua orang selalu membandingkanku denganmu. Kenapa aku tak bisa seperti dirimu? Bahkan orangtua kita juga seperti itu. Mereka memaksaku menjadi sempurna sepertimu. Tapi sebesar apapun usaha yang kulakukan tak pernah bisa mengalahkanmu," Kyuhyun menatap tajam kakaknya.
"Jadi selama ini kau berpikir seperti itu tentangku? Tentu saja kita berbeda Kyu karena kau pun memiliki kelebihan sendiri dibandingkan denganku tapi kau tak menyadarinya. Kenapa kau hanya memikirkan dirimu sendiri? Appa, oemma tidak bermaksud membanding-bandingkan kita. Mereka berdua sama menyayangi kita berdua. Jika appa sering membandingkanmu denganku itu agar kau termotivasi saja karena selama ini kau selalu berbuat sekehendak hatimu. Apa kau tak tahu bahwa semua yang kudapatkan itu tak datang dengan mudah? Aku selalu berusaha melakukan yang terbaik yang kubisa karena aku berbeda denganmu. Kau lebih pintar dariku. Kenapa harus mendengarkan perkataan orang lain? Kyu... Ternyata sifatmu egois dan masih kekanak-kanakan. Pemikiranmu benar-benar dangkal," ucap Yesung dengan prihatin. "Kyuhyun-ah, kita tidak mungkin sama. Tapi aku benar-benar menyayangimu. Apa itu juga tak cukup bagimu?," kata Yesung dengan tatapan nanar.
"Ck, kau pintar sekali berkata-kata Hyung. Baiklah. Aku akan bersikap baik kembali asalkan kau melepaskan istrimu," sahut Kyuhyun dengan santai.
"A-apa?," Yesung menatap tak percaya Kyuhyun lalu beralih ke Ryeowook yang juga tak kalah terkejut mendengarnya.
"Yesung hyung selalu mendapatkan semua yang kau inginkan. Semua orang menyukaimu termasuk gadis yang kusukai pun menikahimu. Hyung telah merebutnya dariku padahal aku yang pertama kali menemukannya. Kau pikir kenapa aku mau les privat padanya? Itu karena aku menyukainya. Tapi setelah bertemu denganmu, sonsaengnim beralih padamu. Tentu saja, siapa yang tidak jatuh cinta pada Yesung yang sempurna dibandingkan diriku?"
"Cinta? Maksudmu..kau mencintai Ryeowook?," Yesung melebarkan mata sipitnya tak percaya begitu pula Ryeowook yang ada di dekatnya.
"Aku menyukainya sebelum kau menyukainya. Aku yang lebih dulu bertemu dengannya tapi ternyata noona lebih memilih bersamamu. Hah..tentu saja dia lebih memilihmu karena aku selalu dianggap anak kecil yang tidak mengerti cinta," Kyuhyun menatap sinis Yesung.
"Kau memang tak mengerti cinta," kata Yesung lirih. "Jika kau mencintainya, maka kau akan membiarkannya bahagia."
"Bukankah aku telah membiarkannya bersamamu agar dia bahagia? Aku bahkan tak pernah mengatakan perasaanku pada noona," ujaar Kyuhyun dengan menatap sendu pada Ryeowook yang kini mulai meneteskan airmata.
"Cuma itu yang ada di pikiranmu?," perkataan Yesung membuat Kyuhyun menoleh padanya.
"Kini bahkan kau telah melukai hati orang yang kau cintai dengan teramat dalam karena kau juga melibatkan orang-orang yang Wookie sayangi. Kau membuat Sungmin mengkhianati suaminya dan Donghae terluka karena itu. Apa kau pernah memikirkan bagaimana jika kau berada di pihak mereka? Bagaimana juga perasaan Wookie pada Sungmin dan Donghae?," Yesung menatap lurus Kyuhyun seolah menembus ke dalam pikirannya. Kyuhyun hanya terdiam mendengar semua perkataan kakaknya. "Kau juga telah bermain-main dengan perasaan orang lain. Apa kau benar-benar menyukai Sungmin ketika menyentuhnya? Jika kau hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsumu atau hanya untuk bermain-main, maka kau tak pantas mendapatkan cinta siapapun terlebih itu Wookie."
Yesung benar-benar kecewa dengan Kyuhyun. Laki-laki itu hanya bisa terpaku di tempatnya menyesali semua yang telah terjadi karena dirinya terlalu memanjakan Kyuhyun dan percaya begitu saja pada adiknya. Kyuhyun tak menghiraukan perkataan Yesung. Ia kemudian berlari ke kamarnya meninggalkan Yesung dan Ryeowook yang masih terpaku di tempatnya semula. Tak lama kemudian pemuda manis itu keluar dari kamar dengan membawa tas ransel berukuran besar.
"Kyu, kau mau kemana?," tanya Ryeowook sambil memegang lengannya. Kyuhyun tidak menjawab. Ia menepiskan Ryeowook dan berlalu keluar rumah kakaknya itu. "Kyuhyun-ah!," Ryeowook memanggil Kyuhyun sekali lagi namun Kyuhyun tak menghiraukannya. Ketika Ryeowook bermaksud menyusul pemuda tersebut Yesung menahannya.
"Berikan dia waktu untuk menyadari kesalahannya," ujar Yesung bijak.
=0=
Kyuhyun duduk termenung di atas sebuah ayunan yang berada di taman dekat apartemen Sungmin. Saat masih tinggal di apartemen Sungmin, Kyuhyun sering diajak kesana. Mata Kyuhyun memandang lekat kearah bangunan apartemen yang menjulang tinggi tak jauh dari tempatnya. Saat ini dirinya tak punya tempat yang dituju setelah pergi dari rumah kakaknya. Berkali-kali Kyuhyun mencoba menghubungi ponsel Sungmin namun nomor tersebut tidak aktif. Kyuhyun hanya menghela nafas panjang karena putus asa.
"Halo!," akhirnya nomor yag dihubungi tersambung juga. Ia tak asing lagi dengan suara gadis yang mengangkat telepon.
"Noona. Kau baik-baik saja?," sapa Kyuhyun dengan nada berhati-hati mengingat apa yang baru saja terjadi.
"Kenapa kau peduli?," suara Sungmin terdengar serak seakan habis menangis.
"Aku..," Kyuhyun menghentikan perkataannya. Ia bingung harus berkata apa pada Sungmin. Sejujurnya Kyuhyun sendiri tak mengerti perasaannya terhadap Sungmin namun entah mengapa dirinya tak tega mendengar suara Sungmin yang terdengar sedih itu.
"Maaf, jangan hubungi aku lagi," pinta Sungmin tiba-tiba.
"Apa?," Kyuhyun melebarkan mata tak percaya.
"Kita tak perlu bertemu lagi. Aku akan ikut suamiku ke Amerika," ucap Sungmin dengan suara tertahan.
"Kau tidak sedang bercanda kan? Lalu bagaimana dengan kita?," tanya Kyuhyun. Ia tak menduga bahwa Sungmin akan memutuskan seperti ini.
"Apa aku bisa bercanda dengan keadaan seperti ini?," Sungmin diam beberapa saat.
"Dengar Kyu. Aku tidak menyalahkanmu. Dari awal ini semua salahku. Seharusnya aku bisa menolakmu. Seharusnya aku menjagamu, bukan melakukan hal yang lebih menjerumuskanmu. Kau punya masa depan yang masih panjang. Kau juga anak yang pintar. Jadilah laki-laki yang berguna bagi orang lain. Jangan menyusahkan kakakmu lagi," nasihat Sungmin.
"Hah...hahaha...sekarang kau pun menceramahiku," Kyuhyun tertawa gusar.
"Itu hal terakhir yang dapat kulakukan untukmu."
"Ming...aku hanya..."
"Selamat tinggal Kyu..," Sungmin memotong perkataan Kyuhyun dan segera memutuskan sambungan telepon.
"Sungmin...," Kyuhyun masih menatap layar ponselnya. Ia tak percaya dengan keputusan Sungmin begitu saja. Pemuda itu berusaha menghubungi sekali lagi tetapi nomor tersebut kembali tak aktif. Lagi-lagi ada perasaan nyeri di dalam hatinya setelah mendengar perkataan Sungmin barusan.
Lama Kyuhyun duduk di ayunan taman tersebut hingga menjelang pagi. Saat merogoh saku celananya, ia menemukan lembaran uang yang diselipkan Sungmin saat berada di hotel. Dengan langkah gontai pemuda manis tersebut menuju ke suatu tempat karena saat ini dirinya memerlukan tempat menginap sementara.
=0=
"Ini semua salahku..," ucap Ryeowook dengan suara serak. Ada perasaan bersalah yang timbul dalam hatinya.
"Bukan, itu bukan salahmu," ucap Yesung menenangkan sambil mengusap punggung istrinya.
"Kalau saja aku tak memintamu untuk menitipkannya pada Sungmin eonni...," airmata terus membasahi pipi tirus Ryeowook.
"Itu semua bukan salahmu. Kita tidak pernah menyangka akan seperti ini kejadiannya. Sudahlah, jangan menyalahkan diri sendiri terus. Aku juga bersalah karena terlalu percaya begitu saja pada Kyuhyun. Aku juga terlalu memanjakannya," Yesung mengusap pipi tirus Ryeowook yang basah oleh airmata.
"Tapi aku menyayanginya. Aku menganggapnya seperti adikku sendiri tanpa berpikir kalau dia akan menganggapnya lebih. Seharusnya aku..."
"Ssshh..," Yesung meletakkan jarinya di bibir gadis itu lalu memeluknya.
"Mungkin sebaiknya kau melepaskanku seperti yang diinginkan Kyuhyun," ucap Ryeowook lirih.
"Apa maksudmu?," Yesung melepaskan pelukannya dan memegang kedua bahu Ryeowook . Ia terkejut dengan perkataan istrinya.
"Dengan begitu Kyuhyun akan kembali seperti dulu," Ryeowook menatap serius Yesung.
"kau memikirkan perasaan Kyuhyun saja. Tapi bagaimana denganku? Apa kau juga tak memikirkan perasaanku juga bayi kita yang akan lahir? Apa kau mau mereka tidak dapat merasakan kasih sayang kedua orangtuanya dengan utuh?," Yesung menyentuhkan tangannya ke perut besar istrinya.
"Tapi Kyuhyun tidak pulang sudah satu bulan ini. Apa kau tak mencemaskannya? Dia itu adik kandungmu. Bagaimana jika terjadi sesuatu padanya? Kyuhyun memang melakukan kesalahan. Tapi tak bisakah kau memaafkan dan memberinya kesempatan untuk memperbaiki diri?"
"Tentu saja aku memikirkan hal itu. Aku hanya ingin agar Kyuhyun merasakan bagaimana hidup di dunia luar agar dia tidak manja lagi. Jangan khawatir, aku akan mencarinya. Sebaiknya kau beristirahat saja," Yesung tersenyum lembut.
"Hmmm.. terimakasih," Ryeowook tersenyum lega.
=0=
Donghae memandangi setiap gerak-gerik Sungmin yang sibuk mengepak barang-barang miliknya dari sudut sofa ruang tamu. Laki-laki itu hanya menatap dengan pandangan penuh kepedihan karena sekarang gadis yang dicintainya bukan lagi menjadi miliknya. Sungmin memilih untuk meninggalkan dirinya daripada ikut bersamanya ke Amerika dan memulai kehidupan baru. Kini tiada lagi ikatan di antara keduanya.
Sungmin telah selesai mengepak barang. Gadis itu lalu meminta kurir yang membantunya untuk membawa barang-barang miliknya ke dalam mobil box diluar apartemen. Saat semua barang telah selesai diangkut, Sungmin kemudian mendekati Donghae.
"aku harus pergi sekarang," pamit Sungmin pada mantan suaminya.
"Apa kau yakin dengan keputusanmu ini?," Donghae berharap agar Sungmin mengubah keputusannya. Laki-laki tampan itu menatap penuh harap pada Sungmin.
"Hae-ah, aku memang harus melakukannya," ujar Sungmin dengan nada penuh penyesalan.
"Minnie...," mata Donghae mulai berkaca-kaca saat akan melepas kepergian gadis yang masih dicintainya itu.
"Ini..aku kembalikan padamu," Sungmin melepas cincin bermata merah di jari manis kanannya lalu menyerahkan ke genggaman Donghae.
Meaow...
Tsuki kucing betina kesayangan Sungmin bergelayut di bawah kaki gadis itu seakan-akan makhluk cantik tersebut tak rela melepas kepergian tuannya.
"Tsuki..," Sungmin meraih kucing berbulu putih itu ke pelukannya lalu menciumnya. "Jagalah dia," ujarnya sambil menyerahkan tsuki ke pelukan Donghae.
"kau akan pergi kemana?," tanya Donghae.
"Ke tempat dimana kau tak akan melihatku lagi," Sungmin tersenyum tipis.
"Tapi aku...," ucap Donghae tercekat. Ia tak sanggup melanjutkan kata-katanya lagi.
"kau pasti bisa menemukan lagi kebahagiaanmu tanpa diriku karena kau adalah laki-laki yang baik. Aku tak pantas untukmu," sesal Sungmin. Ia lalu berlalu dari hadapan Donghae. menuju pintu keluar apartemen. "Selamat tinggal Lee Donghae..," ucap Sungmin sebelum ia menutup pintu tersebut dan meninggalkan Donghae. untuk selamanya.
=o=
"Kita mau mencari kemana lagi eonni?," tanya seorang gadis berambut sebahu berwarna light brown yang duduk di belakang kemudi pada Ryeowook.
"Entahlah. Tapi yang jelas kita harus menemukan Kyuhyun," kata Ryeowook sambil memandang keluar jendela mobil mencari-cari mungkin saja ada sosok Kyuhyun disana. Tanpa sepengetahuan Yesung, Ryeowook mencari Kyuhyun ditemani Victoria adik perempuannya.
"Sudah beberapa hari kita memutari kota tanpa arah tujuan dan belum juga menemukannya. Bukankah Yesung oppa sudah mengatakan kalau dia akan mencari Kyuhyun oppa sendiri. Kenapa eonni harus susah-susah mencari anak pembuat masalah itu?," Victoria mengerucutkan bibirnya.
"Kau ini masih kecil tapi sok tahu ya! Bersikaplah sopan karena bagaimanapun Kyuhyun lebih tua darimu. Kalau kau tidak ikhlas membantu turunkan saja aku disini. Nanti kucari Kyuhyun sendiri!," kata Ryeowook sambil menjewer pelan telinga Victoria.
"Aww..sakit eonni...," Victoria pura-pura kesakitan. "Sudah dibantu malahan memarahi orang, menjewer telingaku pula. Eonni ini galak sekali padaku tapi pada orang lain bersikap lembut," protes Victoria dengan wajah merengut. "Aku kan hanya mencemaskanmu. Nanti kalau kau melahirkan di jalan yang susah juga aku. Kalau oppa tahu aku bisa dimarahi. Aku juga sudah berbohong pada appa dan eomma kalau aku sibuk dengan persiapan ujian kelulusan," omel gadis bernama Victoria itu.
"Cerewet sekali seperti orang tua. Kalau kau tidak memberitahu suamiku, dia tidak akan tahu. Masalah appa dan eomma nanti aku yang tanggungjawab. Mereka masih di Canada, jadi tidak akan tahu. Sudah, sekarang kau mengemudi saja!," Ryeowook menatap galak pada Victoria.
"Baik tuan puteri," Mau tidak mau Victoria menuruti kemauan kakaknya karena ia tahu meskipun Ryeowook orang yang lembut namun dia juga keras kepala ketika memutuskan sesuatu.
"Gadis baik," Ryeowook mengelus rambut Victoria sambil tersenyum.
"Tentu saja," Victoria masih memasang wajah cemberut.
Ryeowook hanya tersenyum geli melihat tingkah kekanakan Victoria. Pandangan matanya kembali menelusuri sisi jalan, mencoba mencari Kyuhyun lagi. Gadis itu hampir putus asa karena meskipun mereka telah mencari Kyuhyun di setiap sudut kota tapi adik iparnya tetap tidak ditemukan. Sempat terlintas di pikiran Ryeowook untuk mencari Kyuhyun di tempat-tempat hiburan seperti saat terakhir kali ia dan Yesung menemukannya bersama Sungmin, namun Ryeowook merasa tidak nyaman karena tidak mungkin mengajak Victoria yang masih pelajar ke tempat seperti itu.
"Sepertinya aku harus mencari ke tempat hiburan karena tempat-tempat itulah yang belum kudatangi," batin Ryeowook.
"Vic, kita ke Itaewon," pinta Ryeowook sambil menoleh kearah Victoria.
"Apa? Kau serius?," Victoria membelalakkan mata tak percaya.
"Sudah ikuti saja perintahku, nanti kau akan tahu!," jawab Ryeowook tegas.
Tanpa banyak kata Victoria mengarahkan mobilnya menuju ke tempat yang ditunjukkan Ryeowook. Selama hampir satu jam Victoria menyetir akhirnya mereka sampai di pusat hiburan Itaewon ketika menjelang malam. Kompleks hiburan itu telah ramai oleh orang yang berlalu-lalang disana untuk mencari hiburan atau malah sebaliknya yang memberikan hiburan bagi yang membutuhkan.
"Kau tunggu saja disini!," perintah Ryeowook sebelum turun dari mobil. Ia tak ingin adiknya masuk ke tempat yang menurut Ryeowook tak pantas tersebut.
"Tidak, aku harus ikut denganmu!," kata Victoria.
"Aku tidak mau kau masuk kesana," larang Ryeowook.
"Tapi aku harus menjagamu. Kau tidak boleh masuk kesana sendirian. Jangan khawatir eonni, aku akan baik-baik saja," Victoria berusaha meyakinkan Ryeowook.
"Baiklah," Ryeowook akhirnya menyetujui.
Keduanya menyusuri setiap sudut jalan Itaewon dan memasuki satu-persatu setiap club yang ada disana hingga hampir larut malam tapi belum juga menemukan Kyuhyun.
"Wookie eonni, kita pulang saja. Besok kita cari lagi kesini. Lagipula kau kelihatan tidak sehat. Wajahmu pucat begitu. Bukankah kata dokter kau tidak boleh kelelahan?," saran Victoria karena mencemaskan keadaan Ryeowook.
"Sebentar lagi Vic. Kita kan belum menemukan Kyuhyun," Ryeowook menyeka keringat yang membasahi dahi. Kepalanya mulai terasa berat dan berputar-putar.
"Kau ini keras kepala sekali! Jangan memikirkan Kyuhyun oppa terus tapi pikirkan juga keponakanku. Sudah ayo kita pulang! Kalau tidak mau, aku akan menelepon Yesung oppa sekarang juga," ancam Victoria. Gadis itu setengah menyeret Ryeowook menuju mobil mereka.
Akhirnya Ryeowook menuruti kemauan adiknya karena ia tidak mau Yesung mengetahui bahwa dirinya diam-diam juga mencari Kyuhyun. Saat mereka berjalan menuju mobil melewati beberapa club, tiba-tiba pandangan Ryeowook tertuju pada seorang pemuda berambut cokelat ikal yang telah dikenalnya. Pemuda itu adalah Kyuhyun. Ryeowook melihat Kyuhyun sedang keluar dari sebuah club di seberang jalan sambil memeluk pinggang dan sesekali menciumi seorang perempuan dewasa yang mungkin usianya jauh diatas Kyuhyun. Keduanya tampak sangat mesra berjalan menuju sebuah hotel di dekatnya.
"Vic, itu Kyuhyun!," seru Ryeowook sambil menunjuk dua orang berlainan jenis di seberang jalan yang sedang menuju hotel.
"Yang benar saja eonni? Apa kau tidak salah orang?," Victoria tidak percaya dengan pemandangan yang dilihatnya.
"Itu benar Kyuhyun," Ryeowook segera menyeberang jalan meninggalkan Victoria yang masih mencerna kata-kata kakaknya.
"Eonni, tunggu aku! Jangan lari-lari!," seru Victoria setengah berlari menyusul Ryeowook.
Ryeowook tak menghiraukan panggilan Victoria. Perempuan itu bergegas menuju hotel tempat Kyuhyun bersama perempuan tadi masuk. Ia juga tak menghiraukan panggilan resepsionis yang berusaha mencegahnya masuk mengikuti Kyuhyun dengan terus saja menuju lantai 2.
"Kyuhyun-ah!," seru Ryeowook saat dirinya telah berhasil menyusul Kyuhyun.
Ryeowook melihat Kyuhyun sedang mencumbui perempuan tersebut di depan pintu masuk kamar. Kyuhyun menghentikan cumbuannya lalu menoleh kearah Ryeowook.
"Akhirnya aku menemukanmu," nafas Ryeowook terengah-engah sambil menahan sakit yang tiba-tiba menyerang perutnya. "Sialan, jangan disaat seperti ini. Seharusnya masih dua bulan lagi," batin Ryeowook sambil menggigit bibir bawahnya.
"Eonni, kau tidak apa-apa?,"tanya Victoria setelah berhasil menyusul Ryeowook. Victoria merasa khawatir ketika melihat Ryeowook seperti menahan kesakitan.
"Hmmm..," Ryeowook mengangguk lemah pada Victoria. Sebenarnya saat ini dirinya sedang menahan sakit yang luar biasa. Perutnya terasa sangat mulas seakan bayinya mendesak ingin keluar saat ini juga padahal belum waktunya.
"Siapa dia sayang?," perempuan yang bersama Kyuhyun itu bertanya sambil bergelayut mesra di lengan Kyuhyun.
"Dengar ahjumma. Jauhkan tangan kotormu itu dari adikku!," Ryeowook berkata sengit pada perempuan tersebut.
"A-apa? Kau bilang ahjumma padaku?," perempuan itu membelalak tak percaya pada Ryeowook.
"Sebaiknya kau mengurus suami dan anakmu di rumah daripada bermain-main dengan laki-laki yang lebih pantas menjadi putramu!," timpal Ryeowook lagi.
Kau..beraninya!," perempuan itu bermaksud mendekati Ryeowook tapi Kyuhyun mencegahnya.
"Dia bukan siapa-siapa. Sudahlah, ayo kita lanjutkan lagi urusan kita sayang," bisik Kyuhyun sedusif.
"Baiklah kalau itu maumu," ucap perempuan itu dengan manja membuat Ryeowook merasa mual mendengarnya. Bagaimanapun dirinya tak rela jika Kyuhyun yang telah dianggapnya sebagai adik kandung itu disentuh oleh perempuan yang tidak pantas.
"Hei! Kau benar-benar keterlaluan. Wookie eonni sudah berhari-hari mencarimu dan sekarang kau pura-pura tidak mengenalnya!," Victoria berkata dengan kesal karena perlakuan Kyuhyun pada kakak kandungnya.
Kyuhyun hanya diam dan tidak menghiraukannya bahkan hendak menutup pintu kamarnya. Ryeowook yang melihat hal tersebut langsung menghalangi.
"Kyu, ayo kita pulang," ajak Ryeowook lembut sambil menahan pintu.
"Pulanglah dan urus saja suamimu yang tampan itu!," hardik Kyuhyun.
"Kyu, aku sangat menyayangimu begitu juga dengan Yesung oppa. Apa yang kau lakukan disini? Kau tidak boleh seperti ini. Pulanglah bersama kami," Ryeowook memegangi lengan Kyuhyun. Ia lalu memeluk pemuda tersebut.
"Lepaskan! Aku tak butuh nasihatmu!," Kyuhyun melepaskan pelukan Ryeowook.
"Aku mohon... Yesung oppa juga mencemaskanmu," Ryeowook menatap penuh harap.
"Siapa yang meminta kalian untuk mencemaskanku? Mulai sekarang aku akan menentukan sendiri hidupku. Jadi jangan pedulikan diriku lagi!"
"Kyu...," Ryeowook memegang erat lengan Kyuhyun.
"Noona, kau ini keras kepala sekali. Aku bilang lepaskan!"
Kyuhyun menepiskan sekali Ryeowook dan mendorong keras tubuh gadis tersebut hingga terjatuh.
"Eonni...," Victoria langsung menghampiri Ryeowook yang nampak kesakitan sambil memegangi perutnya. Mata gadis itu membulat ketika melihat cairan merah yang keluar dari bagian bawah tubuh kakaknya bahkan membasahi pakaian yang dikenakannya.
"Kyu-hyun...," Ryeowook menatap sedih kearah Kyuhyun sementara rasa mulas dan sakit yang tak tertahankan menjangkitinya seakan sesuatu di dalam mendesak ingin keluar.
"Eonni,bertahanlah! Hei, kenapa kau diam saja? Cepat panggil bantuan!," Victoria berteriak panik kearah Kyuhyun. Sementara itu Kyuhyun hanya memandang tak berkedip pada Ryeowook yang tak berdaya di lantai dan mulai kehilangan kesadarannya.
"Noona..."
=0=
Buagh..
Yesung memukul keras wajah Kyuhyun hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Kau puas sekarang? Kau bilang mencintainya tapi sekarang malahan mencelakainya! Seperti yang kuduga, kau hanya anak kecil egois yang sama sekali tak mengerti apa itu cinta. Dengar...kalau terjadi apa-apa pada istri dan anakku, seumur hidup aku tak akan pernah memaafkanmu!," Yesung mencengkeram kerah baju Kyuhyun. Sementara itu Kyuhyun hanya diam membisu dan menatap kosong pada Yesung.
"Oppa, sudahlah. Jangan ribut di rumah sakit. Lebih baik kita menunggu dan mendoakan agar eonni serta bayimu baik-baik saja," Victoria menenangkan laki-laki bermata sipit tersebut.
Yesung pun melepaskan cengkeramannya pada Kyuhyun dan berjalan gontai menuju bangku di dekat ruang operasi, meninggalkan Kyuhyun yang masih terpaku di tempatnya.
"Oppa. Tadi apa kata dokter padamu?," tanya Victoria yang duduk disampingnya.
"Ryeowook mengalami perdarahan hebat dan bayinya kemungkinan lahir dalam keadaan prematur. Mereka harus mengoperasinya. Aku harus memilih menyelamatkan bayinya atau ibunya. Bagaimana mungkin aku diminta untuk memilih, sementara aku ingin mereka berdua selamat. Dokter memutuskan menyelamatkan bayinya dulu karena hanya 50% kemungkinan untuk menyelamatkan Ryeowook," Yesung meremas kepalanya. Ia nampak sangat putus asa.
"Berarti masih ada kesempatan untuk hidup kan? Tenanglah oppa. Wookie eonni akan baik-baik saja karena dia itu orang yang kuat dan tidak mudah menyerah," kata Victoria dengan yakin.
Yesung hanya mengangguk lemah mendengar perkataan Victoria. Tak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruang operasi.
"Dokter, bagaimana keadaan istri dan anakku?," Yesung langsung menghambur kearah dokter itu dan bertanya. Wajahnya diliputi kecemasan.
"Bayinya selamat. Tapi kami harus menempatkannya dalam inkubator karena lahir prematur. Sedangkan istri anda..."
"Istriku kenapa dokter?," potong Yesung tidak sabar.
"Dia juga baik-baik saja. Sementara ini masih di ruang ICU karena belum sadarkan diri. Selain itu, kami harus memberinya tranfusi darah karena dia kehilangan banyak darah."
"Syukurlah. Terimakasih dokter," Yesung akhirnya bernapas lega.
=0=
Kyuhyun benar-benar merasa menyesal karena hampir membuat Ryeowook dan bayinya kehilangan nyawa. Terlepas dari perasaannya terhadap Ryeowook, Kyuhyun sangat menyayangi Ryeowook karena kakak iparnya itu selalu baik dan peduli padanya.
Sebenarnya dirinya tak menduga bahwa Ryeowook akan mencarinya. Setelah kejadian terbongkarnya hubungannya dengan Sungmin, Kyuhyun benar-benar merasa malu dan tak pantas untuk tinggal lagi dirumah Yesung. Ia telah mengecewakan orang-orang yang menyayanginya dengan tulus. Apa yang telah dilakukannya telah melukai perasaan Ryeowook dan Yesung. Bahkan Kyuhyun telah mengetahui bahwa Sungmin dan Donghae telah bercerai. Ia telah membuat gadis sebaik Sungmin menderita. Kyuhyun ingin memperbaiki kesalahannya, namun yang tertinggal hanyalah penyesalan saja. Kini ia tak tahu keberadaan Sungmin dan bagaimana keadaannya.
Selama beberapa Kyuhyun selalu datang ke rumah sakit untuk mengunjungi Ryeowook. Ia sangat menyesal atas apa yang telah dilakukannya terhadap kakak iparnya itu. Masih terlihat jelas bayangan wajah Ryeowook saat ia kesakitan, tapi Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana untuk meminta maaf. Yesung masih marah pada Kyuhyun sehingga melarangnya untuk datang. Akhirnya Kyuhyun hanya bisa memandangi Ryeowook dari luar pintu kamar rawat saja.
"Wookie noona, maafkan aku," batin Kyuhyun sambil memandang Ryeowook dari kejauhan.
"Kyuhyun-ah, kaukah itu?," tanya Ryeowook dari dalam kamar ketika tak sengaja melihat Kyuhyun yang mengintip dari balik pintu.
Kyuhyun tak menjawab. Ia masih bersembunyi dibalik pintu karena tahu didalam kamar ada Yesung.
"Masuklah Kyu!," pinta Ryeowook dari dalam kamar.
"Kenapa kau menyuruhnya masuk padahal dia hampir mencelakaimu," kata Yesung kesal.
"Kau ini seperti anak kecil saja. Kyuhyun kan adikmu sendiri. Berilah dia kesempatan untuk memperbaiki diri. Tolong, panggil Kyuhyun kesini!," pinta Ryeowook sekali lagi.
Yesung melangkah menuju pintu dam membukanya.
"Masuklah!," perintah Yesung dengan dingin pada Kyuhyun.
Dengan canggung Kyuhyun melangkah masuk tapi ia berhenti di depan pintu.
"Kenapa berdiri disana? Mendekatlah kemari!," panggil Ryeowook pada Kyuhyun.
Kyuhyun kemudian mendekati Ryeowook. Ia hanya menundukkan wajah tanpa berani menatap kakak iparnya tersebut.
"Apa yang kau bawa?," tanya Ryeowook ketika melihat sesuatu yang disembunyikan Kyuhyun di belakang punggungnya.
"I-ni...," Kyuhyun menyerahkan buket bunga mawar merah pada Ryeowook. "Aku tidak tahu harus membawa apa, tapi noona suka bunga mawar. Jadi kubelikan ini," kata Kyuhyun lagi.
"Terimakasih. Cantik sekali... Aku sangat menyukainya," Ryeowook menerima buket tersebut sambil tersenyum lembut.
"Noona...maafkan aku," Kyuhyun meminta maaf dengan tulus. Akhirnya ia berani menatap Ryeowook.
Beberapa waktu Kyuhyun masih terdiam. Pemuda tersebut berusaha mengumpulkan keberanian untuk mengakui kesalahannya.
"Yesung hyung benar. Aku masih kekanak-kanakan dan egois. Tidak mengerti bagaimana cinta itu sebenarnya. Aku hanya memikirkan diri sendiri tanpa memikirkan perasaan orang yang kusayangi. Tapi noona, aku benar-benar tak bermaksud mencelakaimu. Aku..."
"Aku tahu.. Kau tidak mungkin melakukannya,"potong Ryeowook. "Selamat datang kembali, Kyu...," Ryeowook tersenyum tulus sambil memeluk Kyuhyun.
TBC
Gomawo yg udah review...
maaf baru ngupdate & lebih sedikit karena author masih sakit ^^
Lee HaeMi: udah diupdate ^^
Choikyuhae: anyyeong ^^ gomawo kalo suka :) hahahaha...yadong nih, sama kayak aku wkwkwkwk
Heehee: gomawo ^^
audrey musaena: gomawo ^^ Iya, aku bikin ending yg terbaik :)
Park Min Rin: mian, tapi vic cuma pemeran pembantu koq ^^
Liu HeeHee: hehehehe...gomawo ^^
Chikyumin: gomawo, ini udah update ^^
Soohyun1997: gomawo ^^
Kang Ji Ae: ming gak ngasih tahu karena banyak pertimbangan aja, biar gak jadi lebih kacau lagi ^^
vina8402: ahahaha...kita lihat aja ^^
rainy hearT" kenapa gak aku aja XDDD *plaaak*
Danhobak98" gomawo ^^ tadinya ini fic straight jadi kubikin cerita GS aja karena gak biasa bikin yaoi XDDD
Ayakyu" ok ^^
QQ kyuminshippersangad: dominan siapa? kita liat aja ^^
MegaKyu: masih tbc koq, jadi ditunggu aja ^^
choOgie88: gomawo ^^
choi hyekyung: cup5...*lap pake kolor kyumin*
kyu501: bisa diliat di chapt ini ^^
Jewelfishy: ntar ada jatahnya sendiri :D
nahanakyu: iya...kasihan min T-T
