Title : Second Chance
Author : Yukishima aka Daiichi
Genre : drama, romance, angst
Rating : T (lagi gak mood nulis NC :-P)

Chapter : 13

Fandom : Super Junior, GS
Pairing : Kyumin; slight Yewook, Jungmin, Haehyuk, Sibum, Hanchul

Guest Stars : Kai EXO, Sehun EXO, Jungmo d'trax, Sunny SNSD, Victoria f(x), Sulli(fx) (mentioned)

Disclaimer : Mereka bukan punya gw, tapi cerita milik gw

Warning : GS, mature content, buat yang dibawah umur tidak disarankan untuk membaca^^ Tapi aman untuk chapt ini..
Note Author : Karena kesibukan author, ff ini ketunda lama. Sebagai bonus saya posting chapt 12&13 sekalian ^^ Mulai chapt 9, isi cerita saya rombak.

No bash or flame please. Kritik, saran, protes boleh tapi dengan sopan karena saya tidak ingin terjadi peperangan *halah *

Ini hanya fic bukan kenyataan... Keep smile and peace ^_^

Gomawo yang udah pada kasih review. Maaf kalo author nggak bisa memenuhi satu2 permintaan readers. Author akan menulis secara proporsional dan realistis. Ambil hal-hal yang baik disini, jangan ditiru kalo yang buruk ^^ Sekali lagi, ini hanya fic, bukan kenyataan meskipun author menulisnya karena terinspirasi beberapa kejadian nyata dibumbui dengan imajinasi author yang gak jelas juga :D

=0=

1 tahun kemudian

Sungmin setengah berlari mengikuti perawat-perawat yang membawa tubuh tak sadarkan diri seorang laki-laki menuju ruang ICU. Ia hanya bisa menunggu diluar ketika pintu ICU itu ditutup. Kecemasan meliputi benaknya. Lama ia duduk menunggu di sebuah kursi panjang dekat ruang ICU, berharap akan ada sesuatu yang lebih baik akan terjadi walaupun dirinya tidak yakin 100% akan terjadi keajaiban.

Ketika semua kecemasan dan harapan yang saling bercampur-aduk di pikirannya telah memuncak, pintu ruang ICU pun terbuka dan tampak seorang dokter laki-laki keluar dari sana. Sungmin buru-buru menghambur kepada dokter tersebut.

"Dokter, bagaimana keadaan Jungmo oppa?," tanya Sungmin cemas.

Dokter bertubuh tinggi kurus dengan rambut sedikit ikal itu tertegun ketika melihat Sungmin. Ia masih belum melepas masker yang menutupi wajahnya sehingga Sungmin tidak mengenalinya.

"Dokter?," tanya Sungmin sekali lagi.

"Maaf, aku tak dapat menyelamatkannya," dokter itu akhirnya berbicara. Matanya menampakkan penyesalan.

Sungmin hanya terdiam setelah mendengarnya. Airmata mengalir pelan dari sudut kedua mata perempuan itu. Tiba-tiba kepalanya terasa berat dan Sungmin pun kehilangan kesadaran. Dokter tersebut dengan sigap segera menangkap tubuh Sungmin yang telah tak sadarkan diri dan membawanya ke sebuah ruang rawat pasien.

Perlahan diletakkan tubuh mungil Sungmin diatas ranjang berwarna putih. Dokter itu kemudian melepas masker yang menutupi wajah tampannya dan mengambil duduk didekat ranjang.

"Ming, akhirnya aku menemukanmu," ucapnya lirih sambil menyibak pelan poni yang menutupi sebagian wajah cantik Sungmin. Sepasang matanya menatap lembut perempuan yang sedang terbaring tak sadarkan diri itu. Ia benar-benar tak percaya bisa bertemu kembali dengan Sungmin di saat tidak terduga seperti ini. Selama ini dirinya telah berusaha mencari Sungmin namun tidak ada hasilnya. Dan kini Tuhan telah mempertemukan mereka kembali setelah sekian lama.

Tak lama kemudian Sungmin membuka kedua mata indahnya. Seluruh ruangan yang dilihatnya berwarna putih dan tercium bau obat yang menyengat. "Kau sudah sadar?," suara bass seorang laki-laki berambut ikal kecokelatan berkata padanya.

Sungmin menoleh kearah suara tersebut dan terkejut ketika melihat laki-laki yang kini berdiri didekat ranjangnya. "Kyuhyun," ucapnya lemah.

"Iya, ini aku. Lama tidak bertemu, noona," Kyuhyun tersenyum lembut pada Sungmin.

"Jungmo oppa... Dimana dia?," Sungmin kemudian bangkit dari posisi tidurnya dan mulai panik. Tubuhnya terjatuh lagi ketika ia turun dari ranjang.

"Hati-hati, kau masih lemah karena shock," Kyuhyun membantunya naik lagi ke atas ranjang.

"Kenapa? Kenapa kau tak bisa menolongnya?," Sungmin mencengkeram kerah kemeja Kyuhyun. "Kau dokter bukan? Seharusnya bisa menyelamatkan nyawanya! Kenapa..?," Sungmin mengguncang keras tubuh Kyuhyun.

"Maaf. Aku telah berusaha semaksimal mungkin. Tapi akupun hanya manusia biasa, bukan Tuhan. Penyakit leukimianya memang sudah stadium lanjut, jadi aku tak bisa berbuat banyak untuk menyelamatkannya," ujar Kyuhyun dengan nada menyesal. Rasa perih menjalar ke dalam hatinya ketika melihat Sungmin mengkhawatirkan laki-laki lain. Sungguh pemikran yang konyol karena laki-laki itu telah terbaring tak bernyawa tapi itulah yang dirasakan Kyuhyun. Namun penyesalan itu timbul juga karena sebagai dokter ia tak mampu menyelamatkan nyawa pasiennya, apalagi hal itu membuat seorang perempuan yang telah lama dirindukan meneteskan airmata karena kehilangannya.

"Hiks... oppa, kenapa kau tak mengatakan padaku tentang penyakitmu? Kau tega meninggalkanku begitu saja," Airmata mengalir deras sekali lagi di pipi halus perempuan cantik tersebut.

Semenjak mengenalnya, Kyuhyun belum pernah melihat Sungmin menangis walaupun sesedih apapun hatinya. Baru kali ini Kyuhyun melihatnya menangis. Dengan lembut Kyuhyun meraih tubuh Sungmin dan memeluknya. Kyuhyun membelai pelan rambut Sungmin dan menenangkannya hingga perempuan itu tertidur di pelukannya.

"Istirahatlah," ucap Kyuhyun sambil mengusap pipi Sungmin setelah menidurkannya di atas ranjang.

=0=

Beberapa hari setelah pemakaman Jungmo, Kyuhyun berkunjung ke rumah Sungmin. sebuah rumah mungil yang terletak di pinggiran kota Mokpo.

"Ajusshi siapa?," tanya seorang gadis kecil berwajah imut padanya.

"Aku teman eomma-mu. Apa dia ada?," tanya Kyuhyun sambil memandang tak berkedip pada gadis kecil itu.

"Tunggu sebentar," gadis kecil itu berlari ke dalam. Tak lama kemudian gadis kecil tersebut muncul lagi bersama seorang perempuan cantik.

"Bagaimana kau tahu rumahku?," tanya Sungmin heran.

"Aku melihat di daftar alamat pasien rumah sakit. Tetangga Jungmo-ssi mengenalmu dan memberikan alamatmu. Boleh aku masuk?," kata Kyuhyun dengan sopan.

"Masuklah!" Sungmin mempersilakan masuk.

Kyuhyun pun mengikuti Sungmin menuju ruang tamu dan duduk diatas kursi tamu sederhana dari bahan kayu. Selama beberapa waktu mereka berdua hanya duduk berhadapan tanpa bercakap-cakap. Kyuhyun masih menatap kearah gadis kecil disamping Sungmin.

"Sunny-ah, bermainlah di dalam kamar. Kau boleh keluar kalau eomma memanggilmu," pinta Sungmin pada putrinya yang juga terus menatap Kyuhyun dengan malu-malu.

Gadis kecil bernama Sunny itu mengangguk kemudian berjalan menuju kamar.

"Dia putrimu?," tanya Kyuhyun.

"Iya," jawab Sungmin singkat.

"Manis sekali. Mirip denganmu. Berapa usianya?"

"Terimakasih. Namanya Lee Sunkyu tapi aku memanggilnya Sunny. Usianya 5 tahun. Musim semi nanti usianya 6 tahun."

"Aku pernah melihat foto Lee Donghae-ssi. Walaupun lebih mirip denganmu, tapi putrimu sama sekali tidak ada kemiripan dengannya," ucap Kyuhyun terus terang.

"Benarkah? Sunny memang mirip denganku," Sungmin menatap lurus Kyuhyun.

"Dari arsip rumah sakit tertulis bahwa Jungmo-ssi belum menikah. Jadi tidak mungkin itu anakmu dengan Jungmo-ssi, lagipula sama sekali tidak mirip dengannya," Kyuhyun tidak mempedulikan perkataan Sungmin.

"Kami memang tidak menikah, dan hubunganku dengannya Jungmo oppa hanyalah saudara karena dia itu sepupu mantan suamiku Lee Donghae."Sungmin mengucapkannya dengan wajah tenang.

"Berarti itu putrimu dengan mantan suamimu. Tapi kenapa Donghae-ssi sepertinya tidak peduli dengannya. Jangan-jangan..."

"Cukup. Jangan bahas lagi masalah Sunny karena itu tak ada hubungannya denganmu. Sebenarnya apa maksudmu datang kesini?," Sungmin menatap tajam laki-laki dihadapannya.

"Aku hanya ingin memastikan sesuatu dan sekarang sudah ada jawabannya," sahut Kyuhyun dengan seringai tipis di bibir tebalnya.

"Apa maksudmu?," tanya Sungmin dengan pandangan menyelidik.

"Sunny... Dia itu putriku bukan?," ucap Kyuhyun dengan tenang berbanding dengan Sungmin yang kini tampak menegang. Sungmin tidak segera menjawab pertanyaan Kyuhyun.

"Yang jelas, dia adalah putriku."

Sungmin menatap tajam kearah Kyuhyun. Dalam hatinya bergemuruh hebat. Ketika pergi meninggalkan Seoul, ia benar-benar ingin melupakan semua hal yang baginya adalah sebuah noda di masa lalu. Ia ingin memulai hidup baru di tempat yang baru. Namun takdir seolah mempermainkan dan membuatnya harus bertemu dengan laki-laki yang membuatnya telah melakukan kesalahan besar yang hingga sekarang rasa bersalah itu masih membekas tajam di dalam dirinya. Tak terlupakan begitu saja. Rasa bersalah pada Donghae, juga pada Ryeowook dan Yesung. Tapi ketika dirinya mulai berusaha memaafkan kesalahannya sendiri, kenapa tiba-tiba laki-laki bernama Kyuhyun ini muncul kembali di hadapannya? Walaupun tak dapat memungkiri ada perasaan bahagia bisa bertemu dengan laki-laki yang telah mengalihkan perhatiannya dari Donghae, namun rasa bersalah itu lebih kuat lagi menjalari pikirannya. Tidak cukupkah Tuhan menghukumnya dengan penderitaan yang selama ini dialaminya? Juga kepergian Jungmo, orang yang selalu menjaganya, orang yang telah ia anggap penting dalam hatinya walaupun itu hanya sebatas perasaan adik terhadap kakaknya saja. Tapi Sungmin begitu menyayangi dan menghormati sosok itu.

"Noona.."

"Cukup Kyuhyun," potong Sungmin.

Kyuhyun terdiam beberapa waktu. Nampaknya Sungmin belum siap jika mengatakan tentang putrinya itu. Mungkin ia harus memberinya waktu. Selama beberapa waktu hanya ada kesenyapan disana, tiada satu katapun terucap dari bibir keduanya.

"Noona, maafkan aku karena telah membuatmu berpisah dengan Donghae-ssi," akhirnya Kyuhyun mengucapkan hal yang lain.

"Aku tak ingin membahasnya lagi Kyu. Bagiku itu adalah masa lalu dan aku ingin melupakannya."

"Apa kau marah padaku?," tanya Kyuhyun.

"Aku...hanya sedikit terkejut saja karena tiba-tiba bertemu denganmu. Tidak ada alasan bagiku untuk marah padamu. Aku hanya tidak ingin membahasnya lagi. Bagiku itu hanya kesalahan yang pernah kulakukan saja.." perkataan Sungmin membuat rasa perih menjalari hati Kyuhyun.

'Jadi, bagimu aku tidak istimewa noona?,' keluh Kyuhyun dalam hati. "Baiklah..aku minta maaf jika kau tidak suka aku mengungkitnya lagi," Kyuhyun memaksakan diri tersenyum untuk menutupi kekecewaannya. Ehm...kudengar dari Wookie noona, Donghae-ssi sekarang sudah menikah lagi," kata Kyuhyun.

"Oh ya? Baguslah jika dia mendapatkan perempuan yang lebih baik," Sungmin tersenyum tipis.

"Kau pasti tidak percaya siapa yang dinikahinya," Kyuhyun tersenyum geli.

"Siapa?," Sungmin menaikkan sebelah alisnya.

"Namanya Eunhyuk. Keponakan dari Kim Kibum sahabatmu."

"Apa? Hyukkie yang itu...?," Sungmin melebarkan mata tak percaya.

"Hmm... Benar. Begitu Eunhyuk lulus SMA, Lee Donghae langsung menikahinya kemudian mengajaknya ke Amerika. Oiya, kenapa waktu pernikahan sahabatmu Kibum noona kau juga tidak datang?"

"Aku...memang tidak ingin kembali kesana lagi. Aku ingin memulai hidup baru dari awal lagi disini," Sungmin berkata dengan pelan. "Kau sekarang berubah. Sama sekali berbeda dengan dulu. Kenapa kau bisa bertugas disini?," tanyanya pada Kyuhyun.

"Benarkah? Wookie noona berkata kalau aku memang melakukan kesalahan, tapi aku juga berhak mendapat kesempatan untuk memperbaiki diri. Yesung hyung, walaupun dia memarahiku habis-habisan, tapi akhirnya memaafkanku. Jadi aku tak akan menyia-nyiakan kesempatan yang mereka berikan itu. Kemudian aku melanjutkan kuliahku yang sempat terhenti di fakultas kedokteran Universitas Seoul dan lulus dua tahun lalu. Aku bahkan lulus kuliah lebih cepat dari yang lainnya. Setelah itu aku bertugas di rumah sakit Seoul sambil melanjutkan mengambil spesialis penyakit dalam. Baru tiga bulan ini aku ditugaskan disini.

"Kau hebat," puji Sungmin tulus.

"Tentu saja. Aku ini jenius," Kyuhyun membanggakan diri yang membuat Sungmin mengulum senyum karena meskipun sifat dewasa Kyuhyun mulai muncul tapi masih ada sisi kekanakan dan evil disana. "Kau sendiri kenapa pindah ke Mokpo?"

"Karena Donghae lahir disini," mata bulat Sungmin terlihat sendu. "Jika aku kembali ke Gyeonggi tempat kelahiranku, pasti Donghae oppa akan mencariku kesana. Berbeda kalau aku pindah ke Mokpo. Dia pasti tak akan mengira aku disini. Ah, bagaimana Ryeowook dan Yesung oppa? Apa mereka baik-baik saja?," tanya Sungmin balik.

"Mereka baik-baik saja. Sekarang keponakanku ada 3 hahaha..," Kyuhyun tertawa kecil. " Yang pertama bernama Jongin tapi aku biasa memanggilnya Kai, yang kedua Sehun. Mereka berdua laki-laki. Sedangkan yang terakhir baru saja 6 bulan yang lalu berjenis kelamin perempuan, diberi nama Sulli."

"Begitu ya? Baguslah... Mereka pasti sangat tampan dan cantik sama seperti orang tuanya. Hmm..tapi kalau punya anak lagi, mereka pasti kerepotan merawat anak-anak hahahaha," Sungmin ikut tertawa.

"Kau benar. Wookie noona tidak pernah mau menyerahkan anaknya pada pengasuh walaupun dia kerepotan. Untung ada Victoria yang ikut membantu menjaga," sahut Kyuhyun.

Setelah puas tertawa, keduanya terdiam lagi.

Tapi, apakah mereka memaafkan kesalahanku?," wajah ceria Sungmin mendadak berubah sendu.

"Jika mereka mau memaafkanku, kenapa tidak denganmu?," ucap kyuhyun.

"Itu berbeda. Aku adalah sepupu Ryeowook. Hubungan kami sangat dekat dan dia begitu mempercayaiku..," Sungmin memejamkan mata mengingat semua kenangan bersama sepupunya Ryeowook.

"Kenapa tidak mencobanya? Bagaimana kalau kau mengunjungi Wookie noona dan Yesung hyung?"

"Entahlah. Aku belum siap bertemu mereka. Aku merasa malu dan bersalah."

"Noona..."

"Sudahlah. Nanti kalau sudah siap, aku pasti akan menemui Ryeowook dan Yesung oppa," ujar Sungmin. "Aku ingin bertanya padamu. Sudah berapa lama Jungmo oppa mengidap penyakitnya?"

"Aku baru tiga bulan ini menjadi dokter yang merawatnya menggantikan dokter sebelumnya yang pindah tugas. Dari catatan medis yang kulihat, Jungmo-ssi mengalami gejalanya semenjak 3 tahun lalu dan mulai mengalami kemunduran kondisi fisiknya selama 1 tahun terakhir ini. Dia orang yang kuat karena umumnya penderita Leukimia jarang yang bisa bertahan selama itu kecuali mendapatkan transplantasi sumsum tulang belakang."

"Jungmo oppa... Aku bertemu dengannya tanpa sengaja hampir 6 tahun lalu. Bagiku, dia adalah satu-satunya saudaraku selama disini. Dia itu sepupu Lee Donghae mantan suamiku. Jungmo oppa seorang yang tulus dan baik. Dia menjaga dan membantuku melewati masa-masa sulit bahkan menganggap Sunny seperti putrinya sendiri. Membuatku bahagia dan melupakan semua kesedihanku. Tapi, kebahagiaan itu tak lama karena sekarang dia meninggalkanku untuk selamanya. Aku tak punya siapa-siapa lagi," keluh Sungmin tertahan. "Heh..ironis sekali. Mungkin ini hukuman bagiku karena telah melukai Lee Donghae," Sungmin tak dapat berbicara lagi. Matanya berkaca-kaca ketika menceritakannya.

"Berhentilah menyalahkan diri sendiri karena akulah yang bersalah. Kau tidak sendiri karena masih ada putrimu," ujar Kyuhyun sambil tersenyum. "Jungmo-ssi sering menceritakan tentangmu padaku. Tapi aku belum tahu kalau itu dirimu karena dia tidak pernah menyebutkan namamu."

"Dia benar-benar bodoh menyimpan sendiri penyakitnya tanpa memberitahuku. Bahkan aku baru mengetahuinya setelah beberapa hari menjelang detik-detik terakhirnya. Pantas saja sebulan yang lalu tiba-tiba dia mengalihkan kepemilikan minimarketnya padaku," Sungmin hanya tersenyum getir mengingat Jungmo.

"Ming...," Kyuhyun ingin menyentuh tangan Sungmin, memeluk tubuhnya untuk memberinya penghiburan. Tapi yang hanya bisa ia lakukan kini hanyalah menatapnya saja.

=o=

Entah untuk keberapa kalinya Kyuhyun mulai rajin mendatangi mini market Jungmo yang telah dialihkan kepemilikannya pada Sungmin juga mendatangi rumah perempuan cantik ini. Dan untuk berkali-kali juga hanya sambutan datar dari Sungmin yang diterimanya walaupun Sungmin tak menghalanginya bertemu dengan Sunny. Sungmin memang tidak mengusir atau menolaknya. Bahkan bersikap biasa, terlalu biasa bagi Kyuhyun. Sungmin berusaha bersikap netral dengan memperlakukan Kyuhyun seperti adiknya sendiri, berbeda dengan ketika mereka bersama dulu. Tak ada perkataan atau sikap mesra, tak ada lagi tatapan dan sentuhan hangat yang dirindukan Kyuhyun.

"Apa yang kau lakukan disini?," tanya Sungmin datar ketika mendapati Kyuhyun berada di mini marketnya. Tak dapat dipungkiri debaran halus sedang melandanya kini namun Sungmin berusaha menetralisir perasaan itu mati-matian.

"Belanja," jawab Kyuhyun asal sambil menyeringai yang membuat Sungmin memutar bola mata kesal. Tentu saja semua orang sudah pasti tahu alasan orang pergi ke mini market, tapi Sungmin tahu bukan itu alasan Kyuhyun.

"Kau ini pintar tapi tidak tahu cara hidup praktis. Hampir setiap hari kau berbelanja kesini dan hanya membeli satu atau dua barang tidak penting saja. Seharusnya pergi saja ke supermarket dekat rumahmu, beli semua kebutuhan harianmu untuk satu bulan supaya tidak harus capek-capek kesini," omel Sungmin tanpa jeda yang membuat Kyuhyun terkekeh mendengarnya.

"Aku ini hidup sendiri Ming. Kalau harus berbelanja ke supermarket sebanyak itu, siapa yang mau membantuku? Bukankah barang belanjaan yang harus kubawa banyak, sudah begitu aku sudah terlalu lelah untuk menata belanjaan di rumah. Menurutku seperti ini lebih praktis. Kubeli saja apa yang kubutuhkan saat ini," Kyuhyun menarik sebelah sudut bibirnya sambil menatap intens wajah Sungmin yang menurutnya masih terlihat imut walau telah 6 tahun berlalu mereka tidak bertemu. Ia lalu meletakkan barang yang ia beli di meja kasir.

Walaupun sebenarnya dada Sungmin bergemuruh ketika ditatap seperti itu oleh Kyuhyun, namun Sungmin berusaha mati-matian menyembunyikan perasaan yang telah lama ia simpan sendiri tersebut dengan mengalihkan pandangan matanya. Sungmin tak ingin Kyuhyun mengetahui perasaannya. Walaupun Kyuhyun telah banyak berubah, namun masih ada keraguan terselip disana mengingat dulu Kyuhyun suka bermain-main dengan perempuan mana saja. Mungkin saja Kyuhyun hanya ingin menggodanya. Selain itu, Sungmin tak ingin mengulang kesalahan lagi seperti dulu, terjebak dalam hubungan yang rumit yang membuatnya melukai Donghae begitu juga Ryeowook dan Yesung.

"Apa kau belum bisa belajar bersikap sopan pada orang yang lebih tua darimu? Jangan panggil aku Ming!," ucap Sungmin galak walau di mata Kyuhyun malah terlihat menggemaskan. " Apa yang kau beli ini?," Sungmin mengerutkan dahi melihat dua bungkus ramyeon instant yang ingin dibeli Kyuhyun.

"Ramyeon instant," jawab Kyuhyun singkat.

"Aku tahu ini ramyeon instant. Tapi kau sering membelinya. Apa ini makananmu setiap hari?," mata bulat Sungmin semakin terlihat bulat karena melotot.

"Seperti itulah," jawab Kyuhyun santai.

"Ya! Kau ini kan dokter. Tentu kau lebih tahu bahwa makanan instant tidak baik untuk kesehatan tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Tapi malah makan ramyeon instant hampir setiap hari. Apa kau berniat memperpendek umurmu eoh?," kata Sungmin dengan galak. Ia jadi mirip seorang ibu yang mengomeli anaknya yang nakal.

"Ish, Ming noona. Kau ini dari dulu sering galak padaku," Kyuhyun memanyunkan bibir. "Tentu saja aku tahu itu. Tapi kau tahu sendiri, kalau aku tidak punya istri. Profesiku sebagai dokter membuatku tidak punya waktu untuk membeli makan di luar atau memasak. Aku bahkan tidak bisa memasak sama sekali. Bisa-bisa dapurku hancur kalau aku memasak. Satu-satunya yang bisa kumakan disela kesibukanku hanya ramyeon instant."

"Ya..paling tidak kau bisa membeli makanan di restoran. Gajimu sebagai dokter pasti lebih dari cukup untuk makan di restoran bukan?," timpal Sungmin lagi.

"Aku tidak suka makanan luar. Sewaktu di Seoul, biasanya Wookie noona selalu membawakanku bekal," sanggah Kyuhyun.

"Bukankah kau tidak suka membawa bekal? Sejak kapan kau jadi suka makanan rumah?," Sungmin menyipitkan mata.

"Ah..kau masih mengingatnya Ming? Tentu saja sejak aku mengenalmu. Kau yang membuatku tidak suka jajan lagi karena selalu menyuruhku membawa bekal. Bagaimana jika kau menjadi istriku saja supaya bisa memasak untukku setiap hari jadi aku tidak perlu makan ramyeon instant lagi," goda Kyuhyun walau sebenarnya ia memang bersungguh-sungguh. "Maaf, aku hanya bercanda," ujar Kyuhyun ketika melihat wajah cantik Sungmin yang menegang. Rasa bersalah terbersit dalam hatinya karena telah membuat Sungmin mengingat sesuatu yang tidak ingin diingatnya. "Sebenarnya tujuanku datang untuk menemui.."

"Eomma...," suara khas gadis kecil membuat Sungmin dan Kyuhyun menoleh sebelum Kyuhyun melanjutkan perkataannya. Sunny, gadis kecil itu menatap intens kearah Kyuhyun. Biasanya Sunny akan bersikap menghindar dan malu-malu ketika bertemu Kyuhyun. Namun kali ini tampaknya ia sudah terbiasa karena sudah beberapa kali bertemu Kyuhyun. Melihat Sunny, mata Kyuhyun langsung berbinar dan segera mendekatinya.

"Hai sayang. Kau masih ingat ajusshi?," Kyuhyun tersenyum lembut menghampiri gadis kecil itu dan berlutut di depannya. Putri kecilnya tersebut menunduk malu-malu tidak menjawab. "Ah, kau manis sekali. Apa kau tidak ingat ajusshi? Padahal ajusshi selalu mengingatmu. Namamu Sunny bukan?," tanya Kyuhyun sekali lagi.

"Uhum..," gumam Sunny sambil menganggukkan kepala. Rona merah muda menjalari pipi gembulnya.

"Kau manis sekali. Mirip eomma-mu," ujar Kyuhyun sambil membelai lembut pipi Sunny. "Untuk anak yang manis, hadiahnya juga harus sesuatu yang manis," Kyuhyun merogoh saku jasnya lalu mengeluarkan lolipop rasa strawberry dan menyerahkannya pada Sunny namun gadis kecil ini tampak ragu meraihnya. "Ayo, ambillah sayang," bujuk Kyuhyun.

"Terimakasih ajusshi," Sunny berkata lirih setelah menerima lolipop itu.

"Sama-sama," Kyuhyun mengacak pelan rambut Sunny. "Namaku Kyuhyun sayang. Dan ingat, setelah makan lolipop harus gosok gigi ya... Supaya gigimu tidak sakit."

"Uhm, baiklah Kyu ajusshi," senyuman manis kini terukir di wajah gadis kecil itu.

"Ah, kau menggemaskan sekali," Kyuhyun memeluk dan mencium pipi bulat putrinya.

"Sayang, kemarilah," panggil Sungmin yang membuat Kyuhyun melepas pelukannya dari Sunny.

"Eomma," gadis kecil itu berlari menuju Sungmin lalu memeluk kakinya.

"Kau sudah selesai bermain sayang?," Sungmin berlutut di depan Sunny untuk mensejajarkan tinggi tubuhnya.

"Sunny bosan eomma. Dari tadi Sunny hanya bermain sendiri. Biasanya ada Jungmo ajusshi menemani bermain," Sunny mencemberutkan bibir mungilnya.

"Kenapa? Sebentar lagi eomma selesai bekerja. Setelah ini kita melakukan apa yang Sunny mau, ok?," ujar Sungmin dengan lembut.

"Bagaimana jika Kyu ajusshi temani main Sunny dulu sambil menunggu eomma selesai bekerja?," tawar Kyuhyun yang kini berada di hadapan Sungmin dan Sunny. Sungmin hanya menatap datar ke arah Kyuhyun. Ia tak habis pikir bagaimana seorang Kyuhyun yang dulu selalu bersikap seenaknya kini bisa akrab dan bersikap lembut pada Sunny? Kenapa Kyuhyun bisa yakin jika gadis kecil ini adalah putrinya padahal Sungmin tak pernah sekalipun memberitahunya bahkan menolak menjawab jika Kyuhyun bertanya. "Kau mau?," tanya Kyuhyun lagi yang dijawab dengan anggukan malu-malu dari gadis kecilnya. "Ayo kita jalan-jalan sebentar..," Kyuhyun langsung menggandeng tangan mungil Sunny tanpa persetujuan Sungmin.

"Hei. Mau kau bawa kemana putriku?," teriak Sungmin kesal membuat Kyuhyun memgehntikan langkahnya.

"Tentu saja membawa gadis kecilku bermain diluar daripada bosan menunggu eomma-nya disini. Tenang saja. Kami hanya keluar sebentar," jawab Kyuhyun sambil lalu.

"Bukankah kau mau bekerja?," tanya Sungmin lagi.

"Kau terlalu banyak bicara. Jam kerjaku masih dua jam lagi," Kyuhyun lalu menggendong Sunny. "Nah sayang, ayo pamit dulu pada eomma-mu," ujar Kyuhyun pada Sunny.

"Anyyeong eomma," Sunny melambaikan tangan tanpa merasa bersalah pada Sungmin.

"Lihat. Sunny juga tidak keberatan. Kami pergi dulu," Kyuhyun menyeringai melihat kekesalan di wajah cantik Sungmin. Tanpa mempedulikan hal itu, ia lalu menghilang dibalik pintu bersama Sunny.

"Ya! Kyuhyun!," tentu saja teriakan protes Sungmin tak akan didengarkan oleh Kyuhyun yang telah pergi entah kemana.

=o=

"Kyu ajusshi...," Sunny berlari menuju Kyuhyun dan memeluknya.

"Hai anak manis!," sapa Kyuhyun sambil mengecup dahi Sunny lalu menggendongnya.

"Kyu ajusshi mau bertemu eomma lagi ya?," tanya Sunny polos sambil bergelayut di leher Kyuhyun.

"Uhm..ajusshi memang ingin bertemu eomma-mu, tapi ajusshi paling ingin bertemu Sunny," Kyuhyun menyentuhkan hidung bangirnya dengan hidung mungil putrinya. "Ajusshi juga ingin mengajakmu jalan-jalan, jadi kita harus minta izin eomma-mu dulu. Kau suka kue? Hari ini kita akan ke toko kue dan makan sepuasnya."

"Tapi kata eomma aku tidak boleh makan kue manis terlalu banyak. Katanya nanti gigiku bisa sakit," Sunny memasang muka cemberut.

"Eomma-mu benar sayang. Tapi kau kan tidak makan setiap hari. Setelah makan kue, kau harus segera menggosok gigi. Apa kau lupa ajusshi ini dokter? Kalau sakit, ajusshi yang akan merawatmu," Kyuhyun mencubit pelan hidung Sunny.

"Sunny-ah, kau dimana?," panggil Sungmin dari dalam rumah. Tak lama kemudian Sungmin muncul dari balik pintu dan Sunny langsung menghambur padanya begitu Kyuhyun menurunkan dari gendongan. "Kau datang lagi?," kata Sungmin setelah melihat Kyuhyun.

"Eomma, Kyuhyun ajusshi mau mengajakku jalan-jalan. Boleh ya eomma?," rengek gadis kecil itu.

"Sunny-ah, Kyuhyun ajusshi banyak pasien di rumah sakit. Nanti kau merepotkannya," Sungmin berjongkok di dekat Sunny.

"Tidak apa-apa. Aku sedang libur hari ini," Kyuhyun menjelaskan pada Sungmin.

"Tapi..."

"kau juga ikut!," potong Kyuhyun.

"Eomma...ayolah...," rengek Sunny sekali lagi dengan wajah memohon.

"Heh...baiklah," Sungmin akhirnya menyetujuinya.

=0=

"Sunny-ah, pelan-pelan makannya sayang. Lihat, pipimu jadi belepotan begitu," tegur Sungmin pada Sunny yang duduk disamping Kyuhyun.

"Tidak apa-apa. Dia kan masih kecil," Kyuhyun lalu membersihkan pipi Sunny menggunakan sapu tangannya dengan lembut. "Kau sudah kenyang?, tanya Kyuhyun pada Sunny.

"Uhum..," Sunny mengangguk. "Tapi aku mau yang ini ajusshi," rajuk Sunny sambil menunjuk gambar tiramisu.

"Sunny ...," tegur Sungmin pada putrinya lagi.

"kalau begitu kita bawa pulang saja sayang," Kyuhyun berkata sambil menatap Sungmin sambil tersenyum lalu beralih ke Sunny.

"Hore... Kyu ajusshi baik deh!," gadis kecil itu lalu memeluk Kyuhyun.

"Tapi ingat pesan ajusshi. Kau harus menggosok gigi setelah makan kue."

"Uhm..," angguk Sunny tanda mengerti. Sungmin hanya tersenyum hambar melihat perilaku putrinya. Meskipun gadis kecil itu tidak tahu bahwa Kyuhyun adalah ayah kandungnya, namun seperti ada kontak batin di antara keduanya yang membuat mereka langsung akrab.

"Baiklah, kita pulang sekarang," ajak Kyuhyun setelah membayar semua kue pesanan mereka. Ketiganya lalu melangkah keluar.

"Ajusshi, aku mengantuk," Sunny menguap lebar dan menggosok matanya. Kyuhyun berjongkok di depan Sunny lalu menggendongnya. "Kyu ajusshi, apa kau akan menjadi ayahku seperti Jungmo ajusshi?," tanya Sunny dengan polos di pelukan Kyuhyun.

"Jika itu keinginan Sunny. Kyu ajusshi akan sangat senang sayang," ujar Kyuhyun sambil menatap Sungmin yang kini terlihat salah tingkah.

"Benarkah?," suara gadis kecil ini mulai lirih.

"Tentu saja karena ajusshi sayang Sunny. Mulai sekarang kau boleh memanggilku appa," jawab Kyuhyun lagi sambil menepuk-nepuk punggung putrinya.

"Appa? Sunny tidak pernah melihat wajah appa. Apakah appa juga sayang Sunny?"

"Appa Sunny sangat menyayangi Sunny. Selama ini ia hanya tidak tahu saja. Sekarang appa bahagia karena bertemu putri appa yang cantik."

"Uhm..," gumaman kecil keluar dari bibir Sunny. Tampaknya ia telah tertidur pulas.

"Kyu..," panggil Sungmin pelan.

"Hmm?," gumam Kyuhyun tanpa menoleh.

"Jangan bersikap seperti itu pada Sunny. Kau akan menyakitinya dengan memberi harapan kosong," ucap Sungmin dengan nada bergetar.

"Aku..bersungguh-sungguh Ming. Bukankah Sunny putri kandungku?," sahut Kyuhyun.

"Jangan mengambil kesimpulan sendiri..."

"Apa perlu kita lakukan tes DNA sekarang? Kau yang telah menyakiti putrimu sendiri dengan tidak mengatakan siapa appa kandungnya sendiri," Kyuhyun berkata sedikit emosional.

"Kau tidak berhak apapun karena aku yang telah mengandung dan melahirkannya. Aku telah merawatnya sendiri hingga sekarang," Sungmin berkata dengan suara serak. Buliran airmata mulai berjatuhan dari kedua mata indahnya.

"Berapa kali aku harus memohon maaf darimu agar kau bisa memaafkanku Ming?," Kyuhyun kini menatap lurus kearah Sungmin. "Seharusnya dari awal kau beri aku kesempatan untuk berrtanggungjawab dan memperbaiki kesalahanku, bukan mengambil keputusan sendiri seperti ini."

"Jadi kau menyalahkanku? Bagaimana aku meminta pertanggungjawaban pada orang sepertimu? Bukankah kau hanya menggunakanku untuk bersenang-senang saja sama seperti perempuan lain yang pernah kau tiduri? Aku bahkan tak bisa membayangkan bagaimana reaksi Ryeowook dan Yesung oppa jika tahu aku mengandung benih terlarang dari adik tercinta mereka."

"Tidak... Kau tidak bersalah. Semua ini salahku. Aku memang laki-laki brengsek jadi wajar jika kau tak mempercayaiku. Jangan menangis lagi Ming. Itu membuatku sakit," sebelah tangan Kyuhyun mengusap airmata yang membasahi pipi bulat Sungmin. Kyuhyun kemudian menghela nafas panjang lalu menghembuskan perlahan. "Awalnya, aku memang hanya ingin menggodamu dan menggunakanmu untuk bersenang-senang saja. Tapi..lama-kelamaan semuanya berubah. Setelah kau pergi, baru kusadari bahwa ada sesuatu disini yang hilang," Kyuhyun menunjuk dadaya sendiri. "Aku semakin merindukanmuj. Aku membutuhkanmu di sisiku. Ming...aku mencintaimu," sepasang mata Kyuhyun menatap lembut pada Sungmin.

"Kau..pasti bercanda. Jangan menggodaku lagi Kyu!," Sungmin tak percaya begitu saja meskipun pengakuan Kyuhyun tadi membuat jantungnya berpacu lebih cepat.

"Aku bersungguh-sungguh. Bahkan meskipun tak ada Sunny pun aku tetap akan mencarimu untuk mengatakan ini padamu," Kyuhyun berusaha meyakinkan perempuan yang telah memberinya seorang putri tersebut.

"Tapi.. Aku..."

"Aku tahu ini terlalu tiba-tiba untukmu. Kau sudah tahu bahwa aku tidak suka berbasa-basi atau menyimpan ganjalan dihati. Lebih baik kukatakan terus terang sekarang. Tapi akan kuberi waktu untukmu memikirkannya," sebuah senyum tulus yang belum pernah Sungmin lihat kini terukir di wajah tampan Kyuhyun. "Lebih baik kita pulang sekarang."

TBC

Gomawo buat yg udah baca & review

Special thanx to:

Pikapika

casanova indah

Choikyuhae

MyPumpkinsLABU

Abyyryeong9

Snowysmiles

audrey musaena

rin

babby eunhae

parkgyuchi

SooHyun137

KimShippo

Fariny

hwonwon

AyaKYU

kimjulia220799

danhobak98

Chikyumin

noerhyuk

Lim Jae Mi

1412

kyukyu

K my name

MinnieGalz

JoBel13ve

Mrs. Kim

sha

kyumin forever

hyory

enhaezee

SparKSomniA0321

Ayu Kyumin

Cha2LoveKorean

ck mendokusei

Cho Kyuri Mappanyukki

reaRelf

Rilianda Abelira

AmaterasuUchih1

MINGswife

HeeYeon

1

rainy hearT

.7

para guest yg gak nyebutin namanya

para silent readers ^^

Gomawo..*deep bow*

Kalo ada yg nanya kenapa haehyuk momen gak dipanjangin lagi ato ada yg masih nanyain sibum. jawabannya biar gak berlarut2, ntar kyumin gak ketemu2 :D

Sibum ada di ff saya yg lain, haehyuk juga kadang nyelip kok ^^