Title : Second Chance
Author : Yukishima aka Daiichi
Genre : drama, romance
Rating : M
Chapter : 14
Fandom : Super Junior, GS
Pairing : Kyumin; slight Kyutoria, Yewook
Guest Stars : Sunny SNSD, Victoria f(x)
Disclaimer : Mereka bukan punya gw, tapi cerita milik gw
Warning : GS, mature content, buat yang dibawah umur tidak disarankan untuk membaca^^
Note Author : Karena kesibukan author, ff ini ketunda lama.
No bash or flame please. Kritik, saran, protes boleh tapi dengan sopan karena saya tidak ingin terjadi peperangan *halah *
Ini hanya fic bukan kenyataan... Keep smile and peace ^_^
Gomawo yang udah pada kasih review. Maaf kalo author nggak bisa memenuhi satu2 permintaan readers. Author akan menulis secara proporsional dan realistis. Ambil hal-hal yang baik disini, jangan ditiru kalo yang buruk ^^ Sekali lagi, ini hanya fic, bukan kenyataan meskipun author menulisnya karena terinspirasi beberapa kejadian nyata dibumbui dengan imajinasi author yang gak jelas juga :D
=0=
"Maaf Kyu, aku tidak bisa," tolak Sungmin ketika Kyuhyun melamarnya entah untuk yang ke berapa kali. Sungmin sendiri merasa heran atas kekeraskepalaan laki-laki yang telah memberinya seorang putri tersebut. Berkali Sungmin menolak, berkali pula Kyuhyun selalu datang lagi dan membujuknya untuk meresmikan hubungan mereka.
"Apa karena kau masih saja merasa bersalah atas masa lalumu? Kau juga membenciku karena itu? Baiklah, ku akan menunggu hingga kau siap. Aku yakin kau akan kembali padaku," kata Kyuhyun penuh percaya diri.
"Bukan karena itu saja. Saat bersamamu, aku akan teringat kembali semua hal-hal buruk yang pernah kulakukan. Aku akan merasa bersalah lagi pada semua orang yang pernah kusakiti. Lagipula usiaku jauh diatasmu. Dan kau adalah adik dari Yesung oppa. Kakakmu pasti akan menentang hubungan ini. Kau bisa mendapatkan perempuan lain yang lebih baik dariku," Sungmin menjelaskan apa yang selama ini dirasakannya.
"Aku akan membicarakannya dengan Yesung hyung dan Wookie noona," ujar Kyuhyun.
"Tidak perlu," tolak Sungmin.
"Tapi Sunny butuh seorang ayah."
"Kalau itu alasanmu menikahiku, tidak perlu khawatir karena aku bisa menjaga dan membesarkannya sendiri. Kau tidak perlu mengorbankan diri karena merasa bersalah. Bukankah kau dulu juga selalu mengatakan kalau kita tak pernah mempunyai ikatan apapun, jadi aku tak akan meminta tanggungjawabmu. Kau bisa bebas mencari perempuan lain dan menentukan hidupmu sendiri. Tapi aku tak akan melarangmu mengunjungi Sunny kapanpun kau mau karena secara biologis kau adalah ayahnya," ucap Sungmin dengan anda menyindir.
"Heh... Kau menyindirku eoh?," Kyuhyun menatap tajam Sungmin. "Ck..benar-benar keras kepala. Tapi aku tak akan menyerah," Kyuhyun tersenyum percaya diri.
"Kita lihat saja nanti," ujar Sungmin tak mau kalah.
"Ming, dengarkan aku," Kyuhyun menangkup kedua pipi penuh Sungmin dan memaksa untuk menatapnya. "Memang aku dulu seperti itu. Aku..seperti yang kau tahu. Aku memang laki-laki brengsek. Tidak salah jika kau tak semudah itu mempercayaiku begitu saja. Tapi aku benar-benar mencintaimu dan juga anak kita. Karena itu, aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu," Kyuhyun menatap lurus kearah Sungmin. Berusaha menyampaikan segala ketulusan yang ia miliki kepada perempuan dihadapannya. Kyuhyun meraih jemari lentik Sungmin kemudian meletakkan di dadanya. "Bisakah kau rasakan debarannya?," tanya Kyuhyun. "Itu yang kurasakan setiap kali berada didekatmu."
"Kyu..," Sungmin bukan tak menyadari perasaan dan ketulusan yang diberikan Kyuhyun padanya. Ia bisa merasakan itu. Namun Sungmin terlalu takut untuk memulai lagi hubungan mereka. Ini seperti membuka luka lama kembali. Sungmin pun tak ingin menimbulkan banyak masalah seperti dulu lagi akibat nafsu sesaat dirinya.
"Eomma...," suara gadis kecil membuat keduanya menoleh.
"Kenapa bangun sayang?," segera Sungmin melepas tangan Kyuhun yang tadi menyentuhnya dan mendekati putrinya yang masih nampak mengantuk itu.
"Sunny haus eomma," ucap putrinya dengan nada manja.
"Tunggu sebentar sayang. Eomma akan mengambilkan minum untukmu," Sungmin mengelus sayang pucuk kepala Sunny lalu berlalu menuju dapur.
"Hallo sayang. Kenapa mengacuhkan appa eoh?," Kyuhyun mensejajarkan diri dengan tubuh mungil putrinya. Bibirnya dibuat merengut tanda kecewa.
"Kyu appa!," sepasang mata milik Sunny yang tadi masih setengah terpejam langsung terbuka lebar. Gadis mungil itu seketika menghambur ke pelukan Kyuhyun.
"Kau tidak merindukan appa sayang? Padahal appa sengaja datang kesini untuk Sunny karena appa sangat merindukanmu," Kyuhyun tersenyum lembut sambil mengusap pelan punggung putrinya.
"Kyu appa kemana saja? Sunny juga rindu...," ucapnya polos.
"Maaf sayang. Appa sibuk bekerja. Tapi sekarang appa sudah disini kan?," Kyuhyun mengelus sayang pipi Sunny.
"Sunny-ah..ini minumnya," Sungmin yang baru saja dari dapur mengangsurkan segelas susu hangat pada putrinya yang langsung disambut oleh Sunny dan diminumnya hingga tandas.
"Terimakasih eomma," ucap Sunny sambil menyerahkan gelas kosong pada Sungmin.
"Sekarang Sunny tidur lagi ok," titah Sungmin pada putrinya.
"Kyu appa.. temani Sunny tidur ya," Sunny menarik-narik ujung kemeja Kyuhyun dan memberi tatapan memohon padanya.
"Sayang, Kyu appa harus beristirahat karena lelah. Sunny tidur ditemani eomma saja ya?," Sungmin memberi pengertian pada putrinya.
"Kyu appa...," Sunny memasang wajah cemberut karena sang eomma melarangnya.
"Appa akan menemani Sunny tidur," perkataan Kyuhyun membuat Sungmin membulatkan mata saat menatapnya namun Kyuhyun tidak mempedulikannya. Bahkan Kyuhyun hanya memasang waah tanpa dosa lalu meraih tubuh mungil Sunny dalam gendongannya dan membawa gadis kecil itu ke kamarnya.
=0=
Kyuhyun menguap berkali-kali. Tet saja malam ini ia merasa sangat lelah dan mengantuk. Walaupun begitu, Kyuhyun tak ingin melewatka begitu saja kesempatan untuk bersama putrinya. Setelah menemani Sunny hingga tertidur, Kyuhyun pun harus segera pulang untuk beristirahat. Sebenarnya dirinya hampir tertidur di samping Sunny, namun Sungmin bersikeras menyuruhnya pulang.
"Vic?," raut muka Kyuhyun nampak terkejut ketika mendapati Victoria telah berdiri di depan rumah sepulang dari rumah Sungmin.
"Kyu oppa, lama tidak bertemu. Kau tidak menyuruhku masuk?," Victoria tersenyum manis pada Kyuhyun.
"Oh...masuklah!," Kyuhyun membuka pintu rumah dan mempersilakan Victoria masuk. Gadis itupun lalu mengikuti langkah Kyuhyun menuju ke dalam rumah. "Kapan kau datang?," tanya Kyuhyun setelah itu.
"Aku sampai tadi pagi. Tapi karena kelelahan, jadinya aku tertidur di hotel," Victoria meletakkan diri diatas sofa panjang berwarna merah.
"Begitu ya? Kenapa Yesung hyung dan Wookie noona tidak ikut?," tanya Kyuhyun sambil menyerahkan secangkir teh pada Victoria lalu duduk disampingnya.
"Sullie belum bisa diajak bepergian jauh. Dia kan baru berusia 6 bulan. Lagipula dia baru sembuh dari demam. Yesung oppa dan Wookie eonni khawatir kalau bayi mereka nanti kelelahan dan sakit lagi. Jadi aku mewakili mereka kesini," ujar Victoria.
"Lalu kau menginap dimana?"," tanya Kyuhyun lagi.
"Tentu saja aku menginap di hotel, tidak mungkin dirumahmu. Bisa-bisa nanti aku hamil tanpa ayah hahahaha," candaVictoria.
"Ish..kau menyindirku rupanya?," Kyuhyun menatap sinis Victoria.
"Tidak juga, tapi mungkin saja...," cibir Victoria.
"Maaf ya, aku tidak tertarik pada gadis kecil sepertimu. Aku lebih suka yang dewasa dan seksi," kata Kyuhyun sambil tangannya memperagakan siluet bentuk tubuh perempuan.
"Ya.. Oppa! Aku bukan gadis kecil tahu... Kita hanya terpaut tiga tahun. Lagipula aku ini seksi ya! Kalau tidak, mana mungkin Nickhun oppa menyukaiku," Victoria menatap galak Kyuhyun.
"Selera Nickhun memang jelek..," Kyuhyun tersenyum jahil pada Victoria.
"Ya! Selera Nickhun oppa sangat bagus tahu...," Victoria mencubit keras lengan Kyuhyun hingga memerah.
"Ish..apa kau tidak sadar kalau cubitanmu itu sakit?," Kyuhyun meringis kesakitan sambil memegangi lengannya yang baru saja dicubit Victoria.
"Salah sendiri," Victoria menjulurkan lidahnya. "Kau kan dokter, obati sendiri saja hahahaha.."
"Dasar," Kyuhyun mengacak rambut Victoria.
"Rambut indahku...!," teriak Victoria karena rambutnya jadi berantakan.
"Dasar narsis!. Kau kan bisa merapikannya lagi," Kyuhyun mengacak lagi rambut Victoria.
"Tidak... Jangan sentuh rambutku!," Victoria menutupi rambutnya menggunakan bantal sofa.
"Hahahaha kau ini sudah besar tapi masih bertingkah seperti anak kecil," Kyuhyun tertawa dengan tingkah Victoria.
"Ugh... dasar oppa jahil!," Victoria memanyunkan bibirnya.
"Maaf..," kata Kyuhyun setelah selesai tertawa.
"Oppa, apa disini kau sudah bertemu dengan gadis cantik? Waktu kau masih kuliah aku tak pernah melihatmu kencan dengan seorang gadispun, padahal kan banyak yang menyukaimu. Jangan-jangan kau...," Victoria menatap curiga Kyuhyun. "Menyukai sesama pria..," bisik Victoria yang tentu saja masih terdengar oleh telinga Kyuhyun.
"Jangan menuduhku sembarangan! Kenapa aku harus menyukai pria sementara di dunia ini masih banyak gadis cantik dan seksi yang mengejarku," narsis Kyuhyun. "Kalau tidak memiliki kekasih, itu karena aku ingin fokus pada kuliah agar cepat selesai. Jadi tidak ada waktu untuk berkencan," lanjut Kyuhyun.
"Oh... Baguslah. Lalu sekarang bagaimana? Bukankah sekarang kau sudah menjadi dokter. Tentunya tidak ada alasan lagi bagimu untuk tidak mempunyai kekasih bukan?," Victoria menatap Kyuhyun penuh rasa penasaran.
"Apa Yesung hyung yang menyuruhmu bertanya seperti ini?," Kyuhyun memandang dengan menyelidik pada gadis di sampingnya.
"Ehm... hehehehehe," Victoria salah tingkah dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Aku sudah dewasa, jadi Yesung hyung maupun Wookie noona tidak perlu tahu siapa gadis yang kusukai. Nanti pada saatnya juga akan kuberitahu," Kyuhyun tersenyum penuh arti. Sedangkan Victoria hanya mengedikkan bahu tanda menyerah.
"Sepertinya kau sangat lelah. Aku kembali ke hotel dulu supaya kau bisa istirahat," ujar Victoria ketika melihat Kyuhyun menguap berkali-kali.
"Ini sudah malam. Kau menginap disini saja."
"Tapi...," Victoria nampak ragu.
"Ada dua kamar disini. Kau bisa memakai kamar yang satu lagi," potong Kyuhyun. "Besok bawa saja barang-barangmu yang ada di hotel kesini. Memangnya kau sekaya itu menghambur-hamburkan uang untuk menginap di hotel?"
"Tapi.. Kau tidak akan mengapa-apakan aku kan?," Victoria menyilangkan tangan di depan dadanya.
"Ish.. Aku bukan ajusshi-ajusshi mesum yang mau memakanmu!," Kyuhyun memelototi Victoria yang disambut tawa Victoria karena berhasil menggoda Kyuhyun.
=o=
"Kau mau kemana, pagi-pagi sudah rapi?," tanya Victoria sekeluar dari kamar mandi.
"Tentu saja ke rumah sakit," jawab Kyuhyun sambil merapikan dasinya di depan kaca.
"Aku ikut!," pinta Victoria.
"Aku bukan mau pergi ke mall, tapi bekerja," kata Kyuhyun tanpa menoleh.
"Sudah tahu dokter.. Tapi aku ingin melihat tempat kerjamu. Lagipula sendirian dirumah tidak enak," Victoria memanyunkan bibir.
"Lusa kau kan pulang ke Seoul. Kenapa tidak siap-siap saja atau belanja membeli oleh-oleh daripada menggangguku di tempat kerja," Kyuhyun membawa tas kerjanya dan bersiap berangkat.
"Nanti sepulang kerja kau temani aku belanja ya..," pinta Victoria.
"Aku sibuk," jawab Kyuhyun singkat.
"Aku kan tidak tahu jalanan di Mokpo. Bagaimana jika tersesat?" Victoria memasang wajah memelas.
"Haah, terserah kamu," akhirnya Kyuhyun menyerah.
"Hihihihi... terimakasih evil oppa," Victoria tertawa penuh kemenangan.
"Apa katamu?"
"Aku bilang kau tampan oppa," buru-buru Victoria mengoreksi perkataannya.
"Tentu saja..," sahut Kyuhyun penuh percaya diri.
=0=
Sepasang obsidian bulat nan indah itu menatap keluar jendela kamar. Masih teringat jelas apa yang dilihatnya tadi sore. Sungmin mengajak jalan-jalan Sunny, dan setelah itu bermaksud mampir ke kedai ice cream. Tapi langkahnya terhenti ketika melihat siluet orang yang dikenalnya. Sungmin melihat Kyuhyun bersama dengan seorang gadis muda. Entah itu siapa karena Sungmin tidak bisa melihat wajah gadis tersebut dengan jelas. Mereka berdua nampak sangat akrab, bersenda gurau tanpa ada kecanggungan. Siapakah gadis itu? Beribu pertanyaan singgah dipikirannya.
Cemburukah Sungmin? Entah apa yang terlintas di pikirannya. Yang jelas ketika melihat pemandangan itu, ada rasa tidak suka di hati Sungmin. Bukankah ia sudah menolak Kyuhyun dan memintanya mencari perempuan lain? Tapi kenapa kini hati Sungmin berkata lain? Buru-buru Sungmin mengajak Sunny menjauh dari tempat tersebut sebelum api kecemburuan membakar akal sehatnya.
"Eomma!," panggilan Sunny membuat Sungmin tersadar dari lamunan.
"Iya sayang..," Sungmin pun menoleh dan mendapati wajah putrinya cemberut.
"Kenapa Sunny panggil-panggil eomma terus tapi eomma diam saja?," protes Sunny.
"Maaf sayang. Eomma tidak dengar. Ada apa?," Sungmin mendekati putrinya.
"Ini diletakkan dimana?," tanya Sunny dengan polos sambil menunjukkan biji puzzle yang dipegangnya.
"Ehm..sepertinya disini," Sungmin menunjuk ke pojok bidang puzzle yang belum terisi.
"Wah..eomma hebat!," Sunny terlihat gembira karena puzzle-nya telah terselesaikan.
"Sunny juga hebat," Sungmin mengelus rambut putrinya dengan sayang.
"Eomma, apa Kyuhyun appa marah padaku?," tanya Sunny tiba-tiba pada Sungmin.
"Kenapa bertanya seperti itu?," Sungmin balik bertanya pada putrinya
"Aku rindu pada Kyuhyun appa. Sudah lama Kyuhyun appa tidak kesini lagi. Biasanya setiap hari dia datang kesini. Apa karena aku nakal, jadi Kyu appa marah padaku?" Sunny tertunduk sedih.
"Hmm... Siapa bilang Kyuhyun appa marah padamu? Dia sangat menyayangi Sunny. Kyuhyun appa kan seorang dokter. Dia pasti sibuk dengan pasiennya. Nanti kalau sudah tidak sibuk, dia pasti datang kesini," Sungmin tersenyum sambil membelai pipi Sunny.
"Benarkah?," mata Sunny kembali berbinar.
"Tentu saja," jawab Sungmin. "Sekarang Sunny belajar membaca. Kalau Sunny pintar, Kyuhyun appa pasti semakin menyayangi Sunny," bujuk Sungmin.
"Baik eomma..," Sunny langsung bersemangat ketika Sungmin mulai menemaninya belajar membaca.
Tak berapa lama kemudian Sunny mulai merasa lelah dan bosan.
"Eomma, Sunny mengantuk," Sunny menguap sambil menggosok matanya yang mulai terasa berat.
"Baiklah. Kau boleh tidur. Tapi jangan lupa gosok gigi dulu," perintah Sungmin.
"Iya..," jawab Sunny lemah sambil menuju ke kamar mandi.
Setelah Sunny keluar dari kamar mandi, Sungmin pun mengantarnya ke kamar.
"Tidurlah sayang," Sungmin meletakkan selimut diatas tubuh mungil Sunny.
"Eomma, temani aku...," Sunny berkata dengan manja pada ibunya.
"Dasar manja...," Sungmin mencubit pelan hidung Sunny lalu menemaninya hingga gadis kecil itu terlelap.
Setelah yakin bahwa Sunny telah tertidur, Sungmin kemudian mengecup kening putrinya dan melangkah keluar kamar. Di tangannya tergenggam sebuah ponsel miliknya. Jemari lentik Sungmin menekan sebuah nomor lalu menghubunginya. Beberapa kali tapi tak juga diangkat. Akhirnya Sungmin pun memilih untuk mengirim pesan. Gelisah entah berapa lama ia menunggu balasan. Ketika ponselnya bergetar pertanda ada pesan masuk, Sungmin buru-buru membacanya. Dahinya berkerut ketika membaca pesan balasan dari seseorang yang tadi ia kirimi pesan. Sejenak Sungmin tampak berpikir namun akhirnya memutuskan sesuatu.
"Mungkin aku harus menemuinya," batin Sungmin sambil mengambil kunci mobil dan bergegas keluar rumah.
=0=
Kyuhyun telah selesai bekerja sejak siang hari. Karena itu, sejak siang Kyuhyun mengantar Victoria berkeliling kota dan berbelanja oleh-oleh untuk dibawa pulang ke Seoul hingga larut malam. Namun yang Victoria lakukan sejak tadi bukanlah membeli oleh-oleh tapi malahan berbelanja barang di mall. Sungguh Kyuhyun tidak habis pikir dengan jalan pikiran adik dari Ryeowook itu. Jika hanya sekedar shopping di mall, bukankah itu bisa dilakukannya di Seoul yang memiliki lebih banyak department store besar dan tentu saja lebih lengkap daripada kota kecil seperti Mokpo. Kyuhyun menghela nafas panjang ketika melihat Victoria yang tertidur pulas di sampingnya dalam perjalanan pulang ke rumahnya sementara ia masih di belakang kemudi mobil.
"Vic, sudah sampai..," Kyuhyun mengguncang pelan tubuh Victoria bermaksud membangunkannya. "Hei..bangun!," Kyuhyun membangunkan gadis cantik itu sekali lagi. Namun kelihatannya Victoria tak bergeming sedikitpun dan masih tampak damai di alam mimpinya.
Ketika berkali-kali Kyuhyun membangunkannya dan tampaknya usahanya tidak berhasil, akhirnya ia mengangkat tubuh gadis tersebut di punggungnya.
"Ming..." langkah Kyuhyun terhenti ketika mendapati Sungmin berdiri di depan rumahnya.
"H-hai Kyu..," sapa Sungmin dengan gugup. Sudah satu jam lamanya Sungmin menunggu di depan rumah Kyuhyun karena laki-laki itu yang memintanya datang. "Apa aku mengganggu?," tanya Sungmin pada Kyuhyun. Sebersit rasa ngilu singgah di hatinya ketika melihat Victoria yang berada di punggung Kyuhyun dengan nyamannya.
"Tentu saja tidak karena aku yang memintamu datang. Masuklah," Kyuhyun mempersilakan masuk Sungmin setelah memasukkan kunci rumah dengan susah payah karena ada Victoria yang berada di punggungnya.
"Sepertinya kau akan sibuk malam ini. A-aku datang kesini lagi besok saja," Sungmin bermaksud pergi.
"Tunggu! Jangan pergi dulu! Sebaiknya kita masuk dan bicara di dalam," Kyuhyun menahan kepergian Sungmin.
"Tapi..."
"Ayolah... ," Kyuhyun menatap penuh harap setelah membuka pintu rumahnya.
"Baiklah," dengan canggung Sungmin mengikuti langkah Kyuhyun ke dalam rumah.
"Tunggu sebentar," Kyuhyun kemudian membawa Victoria ke dalam dan meletakkan tubuh gadis tersebut di kamar Victoria lalu menuju ruang tengah menemui Sungmin, mengambil duduk di samping Sungmin yang masih saja terdiam. "Kau baik-baik saja?," tanya Kyuhyun.
"Sunny... Dia merindukanmu," jawab Sungmin.
"Benarkah?," Kyuhyun tersenyum mendengarnya. "Malam-malam kau kesini untuk berkata itu? Bukan kau yang merindukanku?," goda Kyuhyun sambil menyeringai.
"Kau yang menyuruhku datang kesini," Sungmin memandang kesal laki-laki tampan dihadapannya.
"Benar juga. Tapi kau juga menyanggupinya. Itu artinya kau merindukanku," Kyuhyun tersenyum jahil.
"Sudah malam. Aku permisi dulu," Sungmin bermaksud beranjak dari tempat duduk tapi Kyuhyun menahan tangannya. "Lepaskan tanganku Kyu! Aku harus pulang sekarang. Nanti bagaimana jika Sunny terbangun dan mencariku?," kesal Sungmin sambil memanyunkan bibirnya, membuatnya terlihat menggemaskan di mata Kyuhyun.
"Sebentar saja. Kita belum berbincang-bincang tapi kau sudah mau pulang," Kyuhyun masih tak melepaskan tangan Sungmin.
"Bukankah masih ada yang mau kau lakukan malam ini? Kalau aku masih disini nanti mengganggumu," sindir Sungmin pada Kyuhyun. Sungguh Sungmin sendiri tak mengerti kenapa ia bisa mengucapkan kalimat tersebut yang menampakkan dengan jelas kecemburuannya. Kyuhyun langsung menyeringai ketika melihatnya.
"Besok aku akan menemui Sunny. Aku merindukannya, juga dirimu," Kyuhyun menarik tangan Sungmin hingga perempuan cantik itu jatuh diatas pangkuannya. Mendekatkan wajah mereka berdua, perlahan menuju daun telinga Sungmin, lalu mengecupnya pelan. "Itu tadi sepupumu Victoria, adik Wookie noona. Apa kau lupa dengannya? Jangan bilang kau cemburu dengan sepupumu sendiri," suara rendah Kyuhyun terdengar sedusif di telinga Sungmin. Membuat jantungnya berdesir.
"Siapa yang cemburu?," elak Sungmin. Buru-buru Sungmin menjauhkan wajahnya dari Kyuhyun. Bagaimanapun berjarak terlalu dekat dengan laki-laki itu mampu membuatnya kehilangan kontrol diri. " Sudah lama aku tidak bertemu dengan Victoria. Wajar saja jika aku lupa wajahnya. Terakhir kali saat dia masih berumur 10 tahun sebelum ia dibawa ke Canada oleh orangtuanya. Jangan bilang kau berhubungan dengannya?," tatapan penuh selidik dari sepasang mata bulat Sungmin terarah pada Kyuhyun.
"Memangnya kenapa? Kau keberatan?," Kyuhyun menatap balik Sungmin.
"Ti-tidak... Hanya saja..kalian masih saudara. Dia adik dari Wookie dan kau adik Yesung oppa," Sungmin masih berusaha berkilah.
"Bukankah kita juga sama? Kau sepupu dari Wookie noona. Tidak masalah bukan, karena kita tak ada hubungan darah," kata Kyuhyun dengan santai.
"Terserah padamu saja. Itu juga bukan urusanku!," Sungmin berkata dengan nada ketus.
"Kami tidak ada hubungan apapun. Aku sudah menganggap Victoria seperti adik sendiri. Lagipula Vic juga sudah memiliki kekasih. Walaupun sikapmu sedikit berlebihan, tapi aku senang kalau kau cemburu. Itu artinya kau mencintaiku," ucap Kyuhyun dengan penuh percaya diri .
"Ya! Percaya diri sekali.. Siapa yang cemburu?," ucap Sungmin tergagap. Kali ini semburat merah muda yang tersemat di kedua pipi halusnya tak dapat disembunyikan lagi. Terselip perasaan lega ketika Kyuhyun mengatakan bahwa tak ada hubungan apapun dengan Victoria.
Kyuhyun terkekeh saat melihat rona kemerahan di wajah Sungmin. Menatapnya dengan gemas wajah cantik yang selalu terlihat lebih muda radi usia sebenarnya tersebut. Laki-laki tampan berkulit pucat itu membelai pipi Sungmin lalu perlahan mendekatkan wajahnya, mengecup bibir Sungmin dengan lembut. Sentuhan Kyuhyun terhadap bibirnya memacu jantung Sungmin sehingga berdetak lebih cepat. Sebuah sentuhan yang dirindukannya walaupun lama telah coba ia lupakan.
"Kyu...," ucap Sungmin pelan disela ciuman mereka yang semakin memburu. Kyuhyun mengecup dan melumat bibirnya berkali-kali tak memberikan kesempatan baginya untuk menghirup oksigen.
Kyuhyun tersenyum sambil mengusap pelan sudut bibir Sungmin setelah melepas ciumannya. Ia lalu mengalihkan kecupannya ke leher Sungmin, menelusurinya dengan menggunakan bibir dan sesekali menyapu dengan lidahnya, meninggalkan jejak-jejak saliva disana. Sementara bibirnya bekerja pada leher perempuan itu, tangan Kyuhyun pun mulai menyentuh dadanya dan membuka satu-persatu kancing baju Sungmin.
"Jangan...," Sungmin menahan tangan Kyuhyun ketika bermaksud melepaskan pakaian dalam yang tersisa menutupi tubuh bagian atasnya.
"Ming, aku ingin memilikimu. Bukan hanya tubuhmu, tapi juga hatimu," Kyuhyun berbisik lembut di telinga Sungmin.
Sungmin hanya terpaku dengan perkataan Kyuhyun. Perempuan tersebut tak bisa lagi mengingkari bahwa ia juga menginginkan Kyuhyun. Merindukan setiap sentuhan dan suara Kyuhyun yang selalu membuat debaran jantungnya berpacu lebih kencang dari kecepatan normal. Sungguh Sungmin tak mengerti, kenapa dirinya tak pernah bisa menolak keinginan Kyuhyun baik dulu maupun sekarang. Sungmin bahkan membiarkan Kyuhyun ketika melepas penutup dadanya hingga dalam keadaan polos.
"Sebaiknya tidak disini," kata Kyuhyun sambil membimbing Sungmin menuju kamarnya.
Bagaikan tersihir dengan kata-kata Kyuhyun, Sungmin pun menuruti permintaan laki-laki itu. Ketika telah sampai di dalam kamar, Kyuhyun tak melewatkan waktu sedetikpun. Ia mulai menyentuh sekali lagi bibir Sungmin, melumatnya dengan sepenuh hati dan perlahan mencumbui leher dan beralih ke dada Sungmin sambil melepas pakaian yang menutupi bagian bawah tubuh Sungmin.
"Kau curang Kyu.. Kenapa masih mengenakan pakaian lengkap sementara kau telah menelanjangiku?," Sungmin memanyunkan bibir sambil berusaha menyembunyikan rona kemeraha di pipinya karena tidak percaya dirinya telah berani mengucapkan kalimat tersebut pada Kyuhyun.
"Hmmm.. Kau mau membantu melepaskannya?," Kyuhyun tersenyum menggoda.
"Dengan senang hati.."
Sungmin kemudian duduk dan menelusurkan jemarinya pada kemeja Kyuhyun. Dengan pelan, ia membuka kancingnya satu-persatu hingga terbuka seluruhnya. Sebelum melepaskan kemeja tersebut dari tubuh Kyuhyun, Sungmin mengusap lembut dada Kyuhyun lalu mendaratkan bibirnya disana, menyentuh tubuh Kyuhyun hingga membuat Kyuhyun mendesah menahan hasratnya. Setelah melepaskan kemeja Kyuhyun, tangan Sungmin kemudian merayapi celananya. Menyentuh milik Kyuhyun yang masih tertutupi tersebut hingga membuat sesuatu dibaliknya menegang.
"Kau terlalu lama..," ucap Kyuhyun dengan suara serak ketika tak dapat menahan lagi desakan dari tubuh bagian bawahnya.
Kyuhyun akhirnya melepaskan sendiri celananya hingga tak tertutupi apapun lagi. Segera setelah itu, Kyuhyun merebahkan tubuh Sungmin ke ranjang dan bibirnya mulai mengecupi dan menyentuh bagian bawah tubuh perempuan itu.
"A-apa yang..kau lakukan?," tanya Sungmin dengan suara tertahan. Ia merasa malu dengan tindakan Kyuhyun tapi tak bisa mengingkari bahwa dirinya juga menyukai sentuhan tersebut.
"Kau akan menyukainya," Kyuhyun menyeringai lalu melanjutkan lagi sentuhannya pada milik Sungmin dengan bibir dan lidahnya.
Tubuh perempuan itu mulai menegang dengan sentuhan Kyuhyun pada bagian pribadinya. Tanpa sadar ia menjambak rambut Kyuhyun dan tak mempedulikan lagi bahwa itu mungkin akan menyakiti Kyuhyun.
"Kyuuu... cukup... aaahhh.. Lakukan saja..se-karang..," desah Sungmin tertahan.
Kyuhyun pun menghentikan sentuhan pada milik Sungmin. Tanpa memberitahu Sungmin, ia segera menyatukan tubuhnya mereka.
"Aahh..," rintih Sungmin pelan. Bagaimanapun sudah lama dirinya tidak bercinta dan kini Kyuhyun langsung memasukinya tanpa persiapan.
"Sakit?," tanya Kyuhyun.
"Sedikit... Itu karena kau tiba-tiba melakukannya," Sungmin mendesis pelan.
"Maaf," Kyuhyun mengecup dahi, kelopak mata, hidung Sungmin kemudian memagut penuh perasaan bibir indah itu untuk mengalihkan rasa sakitnya. Setelah yakin bahwa dan mulai bergerak dengan perlahan di dalam tubuh Sungmin.
Betapa Kyuhyun merindukan untuk menyentuh tubuh ini. Kehangatan dan kelembutan yang dimiliki Sungmin. Membuat jantungnya berdebar tak menentu, memompa darah lebih cepat ke seluruh pembuluh darah , mengirimkan sinyal-sinyal kenikmatan pada seluruh tubuhnya.
"Kyu..lebih cepat lagi!," perintah Sungmin sambil memeluk bahu Kyuhyun dan mencengkeramnya ketika Kyuhyun bergerak di dalam tubuhnya.
Kyuhyun tersenyum dan menenggelamkan kepalanya di leher Sungmin. Ia lalu mengabulkan permintaan Sungmin dengan sepenuh hati.
Sementara mereka saling melepaskan hasrat, Victoria yang tadi telah tertidur mulai terbangun karena merasa haus. Perlahan Victoria beranjak dari atas ranjang dan menuju ke dapur untuk mengambil minum. Segelas air putih dingin ia pikir akan dapat mengusir dahaganya. Setengah mengantuk, telinganya menangkap suara-suara yang aneh. Perlahan gadis cantik itu mencari sumber suara-suara tersebut. Ia melangkah menuju pintu kamar Kyuhyun setelah yakin dari mana sumber suara tersebut karena kamar Kyuhyun memang dalam keadaan terbuka pintunya. Betapa terkejutnya Victoria ketika melihat Kyuhyun sedang menindih tubuh seorang perempuan dan mereka berdua sedang berpagut mesra dan saling mencumbu di atas ranjang. Tubuh keduanya tak tertutup sehelai benangpun dan masih menyatu.
"Astaga!," gelas yang berada di tangan Victoria terjatuh menimbulkan suara gaduh. Buru-buru Victoria mengalihkan pandangan matanya karena khawatir mata sucinya ternodai.
Sementara itu dua makhluk berlainan jenis yang sedang memadu kasih di dalam kamar menghentikan kegiatannya ketika mendengar suara gelas jatuh. Kyuhyun langsung meraih selimut untuk menutupi tubuh telanjangnya dan Sungmin.
"Vic!," Kyuhyun terkejut melihat Victoria yang memergokinya sedang bermesraan dengan Sungmin. Dalam hati ia mengutuki keteledorannya yang lupa menutup pintu kamar. Walaupun belum menuntaskan hasrat mereka hingga klimaks, dengan terpaksa Kyuhyun mengakhirinya karena ada Victoria.
"Ma-maaf, aku tidak bermaksud mengganggu kalian. Lanjutkan saja," Victoria salah tingkah sambil memunguti pecahan gelas di lantai depan kamar Kyuhyun. Sebagian diri Victoria terlalu terkejut mendapati pemandangan yang tak layak untuk dilihat bagi yang di bawah umur tersebut. Meskipun tentu saja Victoria sudah tidak di bawah umur lagi, tapi baru kali ini ia melihatnya secara langsung. "Aarrgh...," saking gugupnya tanpa sengaja jemarinya terkena pecahan gelas.
"Kau tidak apa-apa?," tanya Kyuhyun dengan wajah khawatir.
"I-iya.. Hanya luka kecil," Victoria tidak berani menatap Kyuhyun karena mengira laki-laki itu belum mengenakan pakaian.
"Sudahlah.. Kau obati lukamu dulu biar ini kubersihkan."
"Oppa!," secara refleks Victoria berteriak sambil memalingkan muka ketika Kyuhyun memegang tangannya.
"Ya! Kenapa berteriak begitu? Telingaku jadi sakit tahu," protes Kyuhyun.
"Aku...," Victoria bernafas lega ketika mendapati ternyata Kyuhyun telah berpakaian walaupun terlihat sembarangan memakainya.
"Jadi kau mengira aku belum berpakaian eoh? Dasar gadis mesum!," Kyuhyun mendaratkan jitakan di dahi Victoria.
"Itu salahmu! Siapa suruh bercinta tapi lupa menutup pintu," Victoria menatap kesal kearah Kyuhyun.
"Ya sudah. Kau tunggu sebentar di luar," perintah Kyuhyun sebelum menutup pintu kamar.
=o=
Victoria menatap tajam dua sosok berlainan jenis di hadapannya secara bergantian sambil menyedekapkan kedua tangan. Sesekali ia menghela nafas panjang seolah memikirkan hal yang berat. Walaupun kini keduanya sudah berpakaian lengkap namun masih terlintas jelas bayangan di pikiran Victoria saat keduanya bermesraan. Sungguh ia tak mengerti apa yang sedang terjadi kini. Kyuhyun, adik dari Yesung yang merupakan suami kakaknya berhubungan dengan Sungmin yang merupakan sepupunya. Victoria telah mengetahui hubungan mereka dulu, tapi tak mengira jika kini keduanya berhubungan lagi.
"Vic..," lirih Sungmin mencoba mencairkan suasana.
"Eonni, tidak kusangka ternyata kita bertemu disini," Victoria berkata dengan nada sedikit sinis pda Sungmin. Ia masih ingat bagaimana dulu kekacauan yang ditimbulkan akibat perbuatan Kyuhyun dan Sungmin, bahkan membuat kakaknya hampir saja celaka.
"Maaf, aku memang sengaja tidak memberitahukan keberadaanku pada kalian. Aku...," Sungmin menghentikan ucapannya ketika jemari hangat Kyuhyun menggenggamnya.
"Sekarang bisa kalian jelaskan apa yang sedang terjadi disini?," tanya Victoria dengan nada menyelidik penuh keingintahuan.
"Seperti yang kau lihat tadi. Bisa kau pikirkan sendiri jawabannya bukan?," jawab Kyuhyun dengan santai.
"Ya! Jangan membuatku teringat lagi adegan tak senonoh kalian tadi. Ish...menodai otak suciku saja," kesal Victoria.
"Katanya kau bukan gadis kecil lagi. Seperti tidak pernah melihat orang bercinta saja," Kyuhyun menatap jahil kearah Victoria. "Jangan-jangan..kau belum pernah melakukannya dengan Nickhun?"
"Jangan mengalihkan pembicaraan dengan membahas masalah percintaanku! Nickhun oppa itu pria baik-baik. Sangat mencintai dan menghargaiku. Jadi dia tak akan menyentuhku lebih jauh sebelum kami menikah," Victoria berkata dengan sengit.
"Jadi maksudmu aku bukan pria baik?," tanya Kyuhyun dengan nada rendah.
"Jawab saja pertanyaanku tadi bisa kan? Kenapa harus berputar-putar?," Victoria tidak bersabar lagi.
"Bilang saja kau malu gadis kecil," goda Kyuhyun lagi yang disambut pelototan mata dari Victoria.
"Kyunnie, jangan menggoda Vic lagi," Sungmin menggamit lengan Kyuhyun untuk mengingatkan.
"Eonnie, sudah lama kita tidak bertemu dan sekarang kau membuat kejutan hebat padaku. Bagaiman bisa kau berhubungan dengan oppa evil ini?," Victoria beralih menatap Sungmin.
"A-aku...," Sungmin hanya bisa menelan ludah sendiri, tak sanggup untuk menjelaskan. "Maaf..," hanya sepotong kata itu yang mampu diucapkannya.
"Bukankah kau sudah tahu hubungan kami dulu?," potong Kyuhyun.
"Begitulah," sahut Victoria.
"Apakah salah jika kami menjalin hubungan lagi? "
"Tapi..kalian..."
"Dulu memang Sungmin noona bersuami, tapi sekarang dia single. Tidak salah bukan jika kami menjalin hubungan?," ujar Kyuhyun. "Jika kau mengatakan karena Sungmin noona sepupumu juga Wookie noona,menurutku tidak masalah juga. Kami tidak mempunyai hubungan darah sedikitpun."
"Memang ..."
"Kau juga akan menghalangi hubungan kami? Apa kau tega membiarkan putriku tidak mempunyai ayah yang resmi?," potong Kyuhyun lagi.
"Kyu..," Sungmin meremas tangan Kyuhyun yang sedari tadi menggenggamnya.
"Tentu saja aku tidak sekejam itu...," sesaat Victoria kelihatan berpikir. Ada yang terdengar aneh disini. "APA? Putrimu?," Victoria langsung melebarkan sepasang matanya ketika telah mencerna perkataan Kyuhyun. Bergantian ia menatap Kyuhyun dan Sungmin untuk mencari kebenaran.
"Benar yang kau dengar. Pada akhirnya aku juga akan mengatakan hal ini pada Yesung hyung dan Wookie noona, jadi tidak masalah kalau kau juga tahu," ujar Kyuhyun. "Sungmin noona tidak memberitahuku bahwa ia mengandung ketika pergi. Aku baru mengetahuinya ketika secara tak sengaja kami bertemu disini. Tentu saja aku yakin itu putriku karena ia cantik dan imut seperti Sungmin noona tapi pintar dan bersuara indah sepertiku," Kyuhyun membanggakan putrinya.
"Aku tidak bertanya seperti apa putrimu karena nanti juga pasti mengetahuinya. Ini..bagaimana bisa terjadi?," Victoria beralih menatap Sungmin yang tampak gugup sambil menggigiti bibir bawahnya.
"Itu.. Itu benar Vic...," lirih Sungmin.
"Aku akan menceritakan lain waktu. Tapi untuk sementara tolong jangan ceritakan dulu mengenai hal ini pada Yesung hyung dan Wookie noona. Biar kami sendiri nanti yang akan mengatakan semua jika kami telah siap. Aku mohon Vic," nada serius terdengar dari suara Kyuhyun.
"A-aku...," Victoria berpikir sejenak kemudian meghembuskan nafas. "Walau semua ini terlalu tiba-tiba dan sangat mengejutkanku, tapi baiklah..akan kurahasiakan semua dari Yesung oppa dan Wookie eonni. Permisi, aku mau istirahat di kamar dulu. Silakan lanjutkan saja kegiatan kalian, tapi jangan lupa tutup pintu," ucap Victoria dengan ekspresi polos sebelum berlalu ke dalam kamarnya. Tak urung perkataan sepupunya tadi membuat kedua pipi Sungmin bersemu merah karena malu.
TBC
Hai..lama nunggu update ya? Mian, saya banyak kesibukan, jadinya ff saya ketunda semua *deep bow*
Maaf juga krn makin lama ff saya gak dapat feel-nya. Mungkin karena terlalu lalam gak bikin, jaraknya kejauhan, jadi saya agak kehilangan passion.
tapi jangan khawatir, saya bertekad menyelesaikan sampai tamat meskipun updatenya gak bisa cepat. saya gak pengen bikin trus berhenti di tengah jalan.
Udah saya baca semua review. Makasih banget udah mau RCL. saya sangat menghargai komen kalian.
Tunggu saja next chapt. Semoga gak terlalu lama ^^
