Title : Second Chance
Author : Yukishima aka Daiichi
Genre : drama, romance
Rating : M (bukan untuk adegan NC, tapi karena jalan cerita dan tema yang tidak sesuai untuk yang di bawah umur)

Chapter : 15

Fandom : Super Junior, GS
Pairing : Kyumin; slight Yewook

Guest Stars : Sunny SNSD, Victoria f(x)

Disclaimer : Mereka bukan punya gw, tapi cerita milik gw

Warning : GS, mature content, buat yang dibawah umur tidak disarankan untuk membaca karena saya tidak menanggung jika terjadi 'kerusakan' terhadap otak anda ^^

Note Author : Yo...akhirnya saya datang dengan chapt baru ^^ Maaf kalo nunggu lamaaaaaa sekali. Karena kesibukan saya, ff ini ketunda lama. Selain itu saya juga harus nyelesein ff v-kei saya. Rencananya saya mau nyelesein dulu ff All That I Am baru ff ini tapi berhubung banyak yg nanyain jadi ya saya update chapt baru deh sebagai pengobat rindu hehehe...* *

Kalo sebelumnya saya selau bilang no bash or flame. Kali ini saya akan terima bash, flame, protes, dll. Saya sadar bahwa gak semua orang akan menerima atau menyukai ff ini. Saya menghargai perbedaan pendapat. It's ok. Anda boleh mengatakan apapun yang anda pikirkan ^^ Satu hal, saya belajar bahwa apapun itu saya harus tetap menulis sesuai keinginan hati, bukan krn orang menyukai atau membenci. Menulis itu dari dalam hati. Curahan perasaan dan pikirandengan bebas.

Ini hanya fic bukan kenyataan... Semua hanyalah ide liar dari otak saya. Bukan bermaksud menjelekkan siapapun dari nama tokoh yg saya pinjam. Mereka dan karakter dalam ff ini tentu saja pribadi yg berbeda. Keep smile and peace ^_^

Gomawo yang udah pada kasih review. Maaf kalo author nggak bisa memenuhi satu2 permintaan readers. Author akan menulis secara proporsional dan realistis. Ambil hal-hal yang baik disini, jangan ditiru kalo yang buruk ^^ Sekali lagi, ini hanya fic, bukan kenyataan meskipun author menulisnya karena terinspirasi beberapa kejadian nyata dibumbui dengan imajinasi author yang gak jelas juga :D

HAPPY READING...

=0=

Mobil sedan berwarna hitam metalic itu melaju dengan kecepatan sedang menuju kota Seoul. Sudah hampir dua jam perjalanan yang mereka tempuh. Di dalam mobil itu terlihat seorang laki-laki tampan berambut ikal kecokelatan sedang mengemudikan mobil. Di sampingnya seorang perempuan cantik berwajah manis dengan mata rubah nan indahnya yang sedang menatap pemandangan luar dari balik jendela tempat duduknya. Tak ada percakapan berarti dari sepasang manusia dewasa berlainan jenis tersebut. Sementara itu, di jok belakang mobil tampak seorang gadis kecil berusia sekitar 6 tahunan tengah tertidur dengan nyenyaknya seolah tak memikirkan apapun. Tentu saja, karena gadis kecil itu belum mengerti masalah orang dewasa di sekitarnya.

Bukan tanpa tujuan mereka mengendarai mobil Kyuhyun menuju Seoul. Selama berhari-hari Kyuhyun mengajak Sungmin untuk menemui Ryeowook dan Yesung yang merupakan kakak Kyuhyun sekaligus sepupu Sungmin. Kyuhyun tak ingin membuang-buang waktu akan hubungan mereka. Ia ingin segera meresmikan status mereka, menjadikan Sungmin sebagai pendamping hidupnya, dan Sunny akan menjadi putrinya secara sah di mata negara.

Agar hubungan mereka mulus tanpa penghalang, maka harus mendapatkan restu dari Yesung dan Ryeowook yang dari semula memang tak menyetujui karena saat itu Sungmin masih berstatus istri Donghae. Ditambah lagi perbedaan usia Sungmin yang 6 tahun lebih tua daripada Kyuhyun. Selain itu yang menyebabkan Ryeowook dan Yesung murka karena Sungmin merupakan sepupu mereka. Keduanya telah menitipkan Kyuhyun pada Sungmin, tetapi pada akhirnya malahan membuat skandal terlarang ketika itu.

Kyuhyun ingin menyelesaikan masalah antara mereka. Ia ingin menghadapi Ryeowook dan Yesung dan meminta izin agar bisa menikahi Sungmin. Bagaimanapun Kyuhyun ingin menjadi pria yang bertanggungjawab atas perbuatannya di masa lalu namun juga tetap ingin menghargai posisi kakaknya.

Semula Sungmin menolak ajakan Kyuhyun karena dirinya merasa belum siap menghadapi kedua sepupunya tersebut. Bagaimanapun Sungmin merasa malu dan merasa bersalah karena pernah membuat mereka berdua kecewa dengan perilakunya dulu. Namun Kyuhyun akhirnya berhasil membuat Sungmin ikut dengannya ke Seoul melalui Sunny. Putri kecilnya itu belum pernah sekalipun melihat Seoul secara langsung. Ketika Kyuhyun mengiming-iminginya akan diajak jalan-jalan ke Lotte World, tentu saja membuat gadis kecil ini antusias. Ia memaksa Sungmin agar mereka segera ke Seoul. Demi putrinya, akhirnya Sungmin pun menyerah dan mengikuti permintaannya. Entah bagaimana reaksi yang diberikan Ryeowook dan Yesung nanti jika melihatnya menampakkan diri di hadapan mereka. Sungmin hanya bisa pasrah saja karena bagaimanapun ia dalam posisi yang salah.

"Tidurnya sangat nyenyak," ucap si lelaki yang bernama Kyuhyun.

"Betul," sahut si perempuan cantik berpipi bulat bernama Sungmin setelah menengok ke belakang jok. Bibir indahnya menarik segaris senyum tipis melihat posisi tidur putrinya yang terlihat damai dan tanpa merasa bersalah menguasai seluruh jok tersebut.

"Kau terlihat tegang," Kyuhyun sedikit melempar pandangan ke arah Sungmin.

"Kau yang membuatku begini," wajah cantik itu nampak merengut.

"Maaf," ucap Kyuhyun lembut. "Kalau kau terus menghindar, semua masalah kita tak akan pernah terselesaikan. Apa kau mau Wookie noona dan Yesung hyung terus saja berpikiran buruk terhadapmu?"

"Tentu saja tidak. Aku juga ingin berbaikan dengan mereka. Tapi aku benar-benar merasa takut. Aku..."

"Kemarin aku sudah menelefon Yesung hyung. Kukatakan kalau aku akan membawa wanita yang akan kunikahi," ucap Kyuhyun dengan ekspresi bahagia.

"Apa?," Sungmin membulatkan mata tak percaya.

"Tapi aku belum mengatakan kalau itu dirimu."

"Entah bagaimana reaksi mereka kalau tahu bahwa itu diriku," Sungmin tertunduk lesu.

"Tenanglah. Aku akan bersamamu," sebelah tangan Kyuhyun meraih jemari Sungmin ke dalam genggamannya, berusaha memberinya ketenangan."

"Terimakasih."

Senyum manis pun tersemat dari bibir indah Sungmin. Ia merasa sedikit lega mendengar perkataan Kyuhyun padanya.

"Kau tidak kelelahan?," tanya Sungmin.

"Sedikit," jawab Kyuhyun kembali berfokus pada kemudi.

"Tidak beristirahat?"

"Sebentar lagi. Nanti kita berhenti sambil makan siang," ujar Kyuhyun. "Kalau mengantuk, kau tidur saja."

"Nanti tidak ada yang menemanimu."

"Tidak apa-apa. Aku malah ketakutan kalau nanti melihat kantung mata muncul di kedua matamu itu," gurau Kyuhyun yang membuat Sungmin memanyunkan bibir mendengarnya.

"Baiklah tuan evil. Aku akan tidur sekarang," Sungmin akhirnya memejamkan mata. Melihatnya, Kyuhyun pun tak urung tersenyum geli karena wajah Sungmin yang terlihat menggemaskan ketika tidur.

=o=

Kedua orang dewasa dan seorang gadis kecil yang berada di gendongan si laki-laki dewasa kini berdiri di depan sebuah rumah besar bergaya modern. Tak lama kemudian pintu itu terbuka, menampakkan seorang perempuan cantik bertubuh mungil berpipi tirus.

"Kyu? Kau sudah sampai."

Perempuan bernama Ryeowook itu memandang heran pada adik iparnya yang kini sedang menggendong seorang bocah perempuan. Ia belum melihat Sungmin karena Sungmin berdiri di belakang Kyuhyun.

"Aku tahu kalau wajahku ini tampan noona. Tapi jangan kau tatap terus-menerus. Nanti kau bisa jatuh cinta padaku," gurau Kyuhyun.

"Ck..jangan sembarangan. Ayo masuk," cibir Ryeowook sambil memberi jalan pada Kyuhyun untuk memasuki rumahnya.

"Apa kabar, Wookie," sapa Sungmin.

Ryeowook tersentak mendengar suara ini. Suara yang sangat dikenalinya. Sepasang matanya langsung menatap sinis kearah Sungmin yang tersenyum padanya.

"Apa yang kau lakukan disini? Apa kau mengikuti adik iparku dan ingin merayunya lagi?," ucapan sinis Ryeowook membuat ngilu perasaan Sungmin. Apakah dirinya begitu hina di mata sepupunya sendiri?

"Wookie noona... Biarkan kamu masuk dulu, baru kita bicara," potong Kyuhyun sebelum kakak iparnya itu mengamuk di depan rumah.

Tanpa berkomentar apa-apa, Ryeowook pun membiarkan Kyuhyun dan Sungmin masuk ke dalam rumah. Mereka kemudian duduk di kursi ruang tamu.

"Wookie.. Kau terlihat semakin cantik. Aku benar-benar merindukanmu," ucap Sungmin tulus sambil menatap lembut kearah Ryeowook.

"Terimakasih," sambut Ryeowook datar. "Sekarang katakan padaku Kyu, anak siapa yang kau bawa itu?," Ryeowook beralih pada Kyuhyun yang terlihat memangku Sunny dengan penuh kasih sayang.

"Anakku, noona," kata Kyuhyun dengan nada ringan.

"A-apa?," Ryeowook membulatkan mata tak percaya mendengar penuturan adik iparnya tersebut. "Jangan bercanda!"

"Aku tidak sedang bercanda noona. Ini memang anakku," sahut Kyuhyun. Sementara Sungmin yang berada di sampingnya hanya menundukkan wajah saja.

"Bagaimana bisa? Kau masih terlalu muda untuk mempunyai anak sebesar itu... Dan itu...anakmu dengan siapa? Jangan bilang kalau...," pandangan Ryeowook yang semula kearah Kyuhyun kini beralih pada Sungmin. Perempuan bertubuh mungil ini berusaha mencari jawaban dari sepupunya yang masih setia menundukkan kepala dan mulai terlihat memucat tersebut. Ryeowook berdoa semoga apa yang sedang dipikirkan kini salah, bahwa hubungan terlarang antara Sungmin dengan Kyuhyun beberapa tahun lalu ternyata menghasilkan seorang anak.

"Benar noona. Ini putriku bersama Sungmin noona," sahut Kyuhyun seolah tahu apa yang dipikirkan oleh sang kakak ipar.

"Ti-tidak mungkin...," tubuh Ryeowook melemas setelah mendengarnya. Ini pukulan berat baginya. Lebih berat ketika dulu mengetahui bahwa adik iparnya menjalin hubungan dengan sepupunya.

"Tapi ini kenyataan noona. Kalau kau tidak percaya, kita bisa lakukan tes DNA untuk meyakinkanmu," timpal Kyuhyun lagi.

Ryeowook tak menyahut. Ia memejamkan sepasang mata caramelnya. Rasanya sangat sulit untuk menghirup oksigen ke dalam paru-parunya. Nafasnya kini sedikit terasa berat. Bibir tipisnya pun masih tetap terkatup rapat menahan rasa pening yang mulai mendera kepalanya.

"Bagaimana ini semua bisa terjadi?," akhirnya Ryeowook membuka suara kembali setelah berhasil menetralisir perasaan yang berkecamuk di hatinya. Ia menatap intens kearah Kyuhyun.

"Sewaktu Sungmin noona pergi, ternyata ia sedang mengandung anakku. Tentu saja aku tidak mengetahuinya karena Sungmin tidak memberitahuku. Dia pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Aku sangat bersyukur karena ketika ditugaskan di rumah sakit Mokpo, secara tak sengaja aku bertemu dengan Sungmin noona. Akhirnya aku mengetahui bahwa Sunny adalah putri kandungku," Kyuhyun mengakhiri ceritanya.

Ryeowook menghembuskan nafas panjang setelah mendengar cerita adik iparnya tadi.

"A-aku tahu, berapa banyak pun kata maaf yang kuucapkan tak akan membayar semua kesalahanku. Tapi, Wookie...aku mohon, maafkan aku," ucap Sungmin dengan nada memelas sambil menatap penuh harap Ryeowook.

"Seharusnya kau tahu, betapa aku sangat kecewa padamu eonni..," suara Ryeowook bergetar saat mengucapkannya. Tak dapat dipungkiri bahwa sebenarnya Ryeowook begitu menyayangi dan merindukan sepupunya ini, namun setiap teringat perbuatan Sungmin, rasa kesal kembali menyelimuti hatinya. Ryeowook merasa terkhianati karena hal itu.

"Noona, tolong maafkan Sungmin noona. Ini semua bukan kesalahannya sepenuhnya. Bukankah sudah pernah kukatakan bahwa saat itu aku yang selalu mendekati dan merayunya," imbuh Kyuhyun berusaha menengahi.

"Tapi Kyu..."

"Wookie noona, kau bisa memaafkanku tapi kenapa sangat sulit untuk memaafkan Sungmin noona? Bukankah dia sepupumu sendiri?," potong Kyuhyun.

"Sudahlah Kyu, aku mengerti perasaan Ryeowook," ujar Sungmin dengan nada lemah.

"Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Semua ini terlalu tiba-tiba untukku. Hubungan kalian, anak itu juga...," Ryeowook memijit pelipisnya sendiri.

"Wookie noona, aku ingin menikahinya...," ungkap Kyuhyun.

Ryeowook kembali terdiam.

"Ijinkan aku bertanggungjawab atas perbuatanku. Ini juga demi Sunny. Apa kau tega melihat keponakanmu tak memiliki ayah?"

"Kami pulang..."

Suara bariton seorang laki-laki membuat perhatian ketiga orang dewasa yang duduk di ruang tamu itu menoleh. Tampak seorang laki-laki tampan bermata bulan sabit sedang menggendong seorang bicah laki-laki berusia sekitar 4 tahunan sementara seorang bocah laki-laki lain yang tampaknya berusia lebih tua mengekor di belakang laki-laki dewasa tadi.

"Kau sudah datang Kyu," kata Yesung sambil melirik kearah Sungmin. Sebelum Kyuhyun menjawab, Yesung melangkahkan kaki menaiki tangga menuju lantai atas rumahnya.

"Eomma...," bocah laki-laki berkulit tan yang masih berada disana itu kemudian menghambur ke pelukan Ryeowook.

"Kau bersenang-senang sayang?," tanya Ryeowook dengan lembut pada putra sulungnya.

"Uhm..," Kim Jongin atau Kai mengangguk-angguk kepala lucu.

"Mana Vic ahjumma?," tanya Ryeowook lagi.

"Masih di mobil mengambil belanjaan," jawab Kai. Bocah itu kemudian mengalihkan perhatian pada Kyuhyun. "Kyu ajusshi..," Kai kini menghambur ke pelukan adik dari ayahnya tersebut. Namun terhenti ketika melihat gadis kecil yang berada di pangkuan Kyuhyun.

"Dasar anak bandel. Sudah kubilang jangan memanggilku ajusshi...," Kyuhyun mengacak pelan rambut Kai.

"Biarin..," Kai menjulurkan lidah mengejek Kyuhyun. "Kyu ajusshi, dia siapa?," tanya Kai setengah berteriak.

"Ssst...jangan bicara terlalu keras. Nanti dia terbangun," ujar Kyuhyun sambil memberi isyarat dengan menempelkan ibu jari di depan bibirnya.

"Kyu ajusshi, dia siapa?," tanya Kai dengan suara lebih pelan.

"Dia sepupumu. Nanti kalau dia sudah bangun kalian bisa berkenalan," jawab Kyuhyun.

Kai mengangguk tanda mengerti.

"Vic, tolong bawa anak-anak ke atas," pinta Ryeowook pada Victoria yang baru saja masuk ke dalam rumah. Kai memajukan bibir tanda kesal karena ia ingin bertanya lagi pada Kyuhyun.

"Kai bermain sama imo di atas yuk.," ajak Victoria pada Kai.

"Vic, titip putriku juga."

Kyuhyun menyerahkan putrinya ke tangan Victoria. Dengan cekatan Victoria menyambutnya kemudian membawa Sunny ke lantai atas bersama dengan Kai. Sesaat setelah Victoria pergi, Yesung pun turun dari lantai atas kemudian duduk di samping istrinya.

"Ada hal yang kulewatkan?," tanya Yesung membuka percakapan kembali. Sepasang mata bulan sabitnya menatap tajam Kyuhyun kemudian beralih pada Sungmin. "Bukankah kemarin kau bilang akan membawa perempuan yang akan kau nikahi?"

"Dia perempuan itu hyung," sahut Kyuhyun.

"Jangan bercanda," Yesung mendengus mendengar penuturan adiknya.

"Aku tidak bercanda. Selama ini aku diam-diam mencarinya. Akhirnya tanpa sengaja kami bertemu di Mokpo. Kami saling mencintai. Karena itu, ijinkan kami untuk menikah," ucap Kyuhyun dengan ekspresi serius.

"Kau sadar dengan perkataanmu tadi Kyu?," Yesung merendahkan suaranya.

"Tentu saja aku sadar hyung. Aku pernah melakukan kesalahan dan ingin memperbaikinya. Hyung pernah mengatakan bahwa aku harus menjadi dewasa dan bertanggungjawab bukan?"

"Lalu apa dengan cara harus menikahi semua perempuan yang pernah kau tiduri seperti ini?," Yesung menatap tajam adiknya.

"Dia perempuan yang kucintai..," ucap Kyuhyun penuh penekanan.

"Kau tahu bukan siapa Sungmin? Dia itu sepupu Ryeowook. Hubungan kalian dulu sudah menimbulkan aib dan menyakiti banyak orang."

"Aku tahu hyung... Sangat tahu! Tapi tak bisakah kami memperbaiki keadaan dan memulai semuanya dari awal? Apa salahnya jika Sungmin noona adalah sepupu Wookie noona. Toh dia bukan kakak kandungnya. Apa salahnya jika Sungmin noona berusia di atasku? Yang paling penting adalah kami saling memahami dan menerima. Aku juga tak peduli berapa jarak usia kami. Dulu memang hubungan ini salah karena dia masih bersuami. Tapi, sudah lama dia bercerai dari suaminya, dan Donghae-ssi juga sudah menemukan kebahagiaan yang lain."

Yesung terdiam mendengar perkataan Kyuhyun. Dalam hati sebenarnya ia mengakui perkataan adiknya tersebut ada benarnya juga. Namun masih ada ganjalan di dalam sana. Ia masih belum menerima keadaan ini. Perselingkuhan adalah hal fatal dalam sebuah pernikahan. Mereka mmang telah lama mencoba melupakan masalah Kyuhyun dan Sungmin, namun kini tiba-tiba Kyuhyun datang membawa lagi Sungmin ke hadapannya dan meminta izin untuk menikah. Sungguh Yesung tak berharap seperti ini kenyataan yang harus didengarnya.

"Hyung..apa kau tidak melihat anak yang kami bawa tadi? Dia adalah putri kami.. karena itu izinkan aku bertanggungjawab," mohon Kyuhyun lagi.

"Putri?," Yesung kembali terkejut mendengarnya.

"Benar hyung. Aku tadi juga sudah mengatakan hal ini pada Wookie noona. Sewaktu Sungmin noona meninggalkan Seoul, ternyata saat itu dia sedang mengandung anakku, namun sengaja merahasiakannya dariku. Dia pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. Aku bahkan mengetahui hal itu karena Kibum noona yang memberitahuku 2 tahun setelah Sungmin noona meninggalkan Seoul. Ia berkata bahwa Sungmin noona telah memiliki seorang putri. Walau Kibum noona tidak mengatakan bahwa itu putriku, namun aku curiga bahwa dia juga merupakan anakku. Karena itu aku berusaha mencarinya walaupun berakhir dengan kegagalan. Aku sangat bersyukur karena ketika ditugaskan di rumah sakit Mokpo, secara tak sengaja aku bertemu dengan Sungmin noona. Akhirnya aku mengetahui jawaban semuanya. Sunny adalah putri kandungku."

"Kenapa kau yakin kalau itu putri kandungmu?," tanya Yesung dengan nada dingin. Perkataan itu tak urung membuat hati Sungmin teriris. Itu artinya sepupunya itu menuduh dirinya mungkin saja juga tidur dengan laki-laki selain Kyuhyun, dan Sunny mungkin saja hasil hubungannya dengan laki-laki lain tersebut.

"Hyung! Kau keterlaluan. Disini akulah yang lebih bersalah daripada Sungmin noona. Aku yang lebih dulu mendekati dan merayunya. Kenapa kau menimpakan semua kesalahan padanya. Seolah-olah Sungmin noona yang paling bersalah atas semua ini. Kau sama sekali tidak adil. Kau bisa memaafkan kebrengsekanku, tapi kenapa tidak bisa menerima Sungmin?," ucap Kyuhyun dengan nada emosi terhadap sang kakak. "Tentu saja karena aku tahu dia putriku karena aku adalah ayahnya. Kalau kau tidak bisa mempercayainya, kita bisa melakukan tes DNA sekarang juga."

"Oppa... Aku ingin meminta maaf atas semua kesalahanku. Aku tahu sulit bagimu memaafkanku. Tapi..aku..aku sungguh sangat menyesal dengan semua kesalahanku. Aku tidak tahu harus berbuat apa agar kalian memaafkanku...," ucap Sungmin dengan nada serak. Buliran iarmata mulai membasahi pipi putihnya.

Sungmin berdiri kemudian berlutut di hadapan Yesung dan Ryeowook.

"Selama ini aku pergi dari hadapan kalian untuk memulai hidup baru dengan membawa janin di dalam kandunganku. Aku bertekad membesarkannya sendiri dan tak akan memberitahu hal ini pada Kyuhyun," kata Sungmin dengan terisak. "Aku sudah menyakiti dan mengecewakan kalian. Sungguh tak tahu malu jika kemudian aku menuntut Kyuhyun untuk bertanggungjawab. Aku akan menerima jika kalian tak menyetujui pernikahan kami. Tapi aku mohon, maafkan aku. Selama ini aku tak bisa hidup dengan tenang karena rasa bersalah yang terus saja menghantuiku," kini Sungmin tak sanggup melanjutkan perkataannya lagi. Hanya isak tangis yang meluncur dari bibir mungilnya.

"Ming, jangan seperti ini. Berdirilah..," ujar Kyuhyun sambil membantu Sungmin untuk berdiri namun ditepis oleh Sungmin. "Hyung, akulah yang memaksa Sungmin noona untuk menikah. Semula dia menolak permintaanku karena sudah tahu akan seperti ini reaksi kalian," ujar Kyuhyun pada kakaknya. "Jika kalian bisa memaafkanku, kenapa tidak dengan Sungmin noona?"

"Yesung oppa, Wookie...," rintih Sungmin kembali.

Yesung dan Ryeowook saling melempar pandangan melihat Sungmin yang terlihat pasrah di hadapan mereka.

"Sungmin," akhirnya Yesung membuka suara. "Maaf,karena terbawa emosi sehingga mengatakan hal yang tidak pantas padamu tadi. Aku memang sangat kecewa padamu karena kau adalah sepupu istriku. Aku berharap banyak padamu ketika itu agar menjaga adikku karena Wookie selalu mengatakan bahwa kau adalah orang yang paling dipercayainya. Tentu saja aku juga percaya apda perkataan Wookie. Tapi kau telah melanggar kepercayaan kami. Saat itu Kyuhun masih berusia 18 tahun. Aku sangat shock menerima kenyataan bahwa adik kesayanganku ternyata melakukan hal seburuk itu. Berhubungan dengan istri orang lain,d an lebih aprah lagi adalah sepupu dari istriku. Aku tentu saja juga kecewa dengan perilaku Kyuhyun. Namun aku akhirnya sadar bahwa aku ikut andil terhadap sikap Kyuhyun," ujar Yesung sambil menatap lurus kearah Sungmin. "Kau adalah sepupu Wookie. Mungkin seharusnya lebih tepat jika kalian menyelesaikan urusan kalian berdua."

"Yeobo...," lirih Ryeowook pada suaminya.

"Tidak apa-apa...," Yesung tersenyum tipis sambil menatap lembut Ryeowook.

"Eonni, berdirilah!," perintah Ryeowook pada Sungmin.

"Tapi..."

"Aku tidak mau terlihat begitu kejam dengan membiarkanmu menangis dan berlutut dihadapanku. Jadi, kembalilah duduk."

Dengan dibantu Kyuhyun, Sungmin pun kembali ke tempat duduknya semula.

"A-aku..membencimu. Sangat membencimu eonni..," ucap Ryeowook yang kini mengalihkan pandangan pada Sungmin lagi.

"Wookie...," suara Sungmin hampir tak terdengar. Sakit rasanya mendengar perkataan itu terucap dari bibir sepupunya.

Ryeowook menarik nafas dalam kemudian menghembuskan perlahan. "Kyuhyun adalah adik iparku dan sudah kuanggap sebagai adik kandungku sendiri. Aku sangat menyayanginya sama seperti perasaanku terhadap Vic. Dan kau adalah sepupu yang paling kusayang karena kita sangat dekat sejak kecil. Kau juga sudah kuanggap seperti kakak kandung sendiri. Aku sangat mempercayaimu. Hari itu, saat memergoki kalian berdua, aku sangat kecewa dan merasa terkhianati. Kenapa... Kenapa harus dirimu?," kata Ryeowook dengan suara tertahan. Sepasang matanya mulai berkaca-kaca. "Kau adalah figur sempurna di mataku. Seseorang yang kuhargai dan kuandalkan. Tapi dengan mata kepala sendiri aku melihat perbuatan burukmu dengan adik iparku padahal kau masih terikat pernikahan dengan Donghae oppa saat itu. Eonni tak hanya menyakiti dan mengkhianatiku, tapi juga suamimu. Apa kau tidak memikirkan akibatnya ketika melakukan hal itu? Apa hanya kenikmatan saja yang kau pikirkan ketika itu?," tanya Ryeowook lirih.

"Aku.. Aku bersalah Wookie. Aku memang bodoh ketika itu. Tak berpikir akan menyakiti banyak pihak. Hingga kini, perasaan bersalah itu selalu membayangi pikiranku. Aku tak pernah merasa tenang...," kata Sungmin sambil terisak. "Yang membuatku semakin merasa bersalah ketika melihat Sunny putriku karena harus terlahir akibat dosa yang kuperbuat."

"Eonni... Aku memang membencimu. Tapi itu dulu...," ujar Ryeowook. "Selama beberapa tahun kita tidak bertemu, aku baru menyadari bahwa aku sebenarnya tidak sungguh-sungguh membencimu. Saat sendiri, kadang-kadang aku memikirkanmu, merindukanmu. Mungkin kau pernah melakukan kesalahan, tapi setiap manusia pasti juga akan melakukannya bukan? Jika dia meminta maaf dengan sungguh-sungguh dan ingin memperbaiki diri, kita akan menjadi orang yang jahat kalau tidak mau memaafkannya. Aku tidak mau menjadi orang jahat itu."

"Wookie?," Sungmin menatap Ryeowook tak percaya. Sepasang mata rubahnya mengerjap lucu.

"Mungkin aku tidak bisa langsung menerimamu kembali seperti dulu, tapi aku ingin mencoba mulai memaafkanmu eonni...," bibir mungil Ryeowook mengulas senyum tipis.

"Benarkah?," ulang Sungmin.

"Mungkin kita bisa memulai dari awal lagi hubungan kita," jawab Ryeowok.

"Te-terimakasih...Wookie-ah...," Sungmin menarik nafas lega mendengar penuturan Ryeowook. "Aku akan berusaha keras agar kita seperti dulu lagi," ujar Sungmin bersemangat.

"Terimakasih Wookie noona. Kau memang yang terbaik," ucap Kyuhyun pada kakak iparnya. Kyuhyun pun kini ikut tersenyum lega.

"Eonni, aku juga minta maaf karena pernah menamparmu dan mengucapkan kata-kata kasar padamu," kata Ryeowook dengan wajah malu-malu.

"Tidak apa-apa. Aku memang pantas mendapatkannya..," ujar Sungmin sambil tersenyum tulus.

"Ehem... Untuk masalah pernikahan kalian, akan kita bicarakan lain kali," potong Yesung.

"Tapi hyung, kami sudah memiliki putri. Apa kau tega membiarkan keponakanmu tanpa status yang jelas karena kami belum menikah?," protes Kyuhyun.

"Aku tahu itu... Ini semua terlalu tiba-tiba untuk kami. Kita perlahan-lahan saja. Untuk saat ini, berfokuslah dulu untuk memperbaiki hubungan kita seperti semula. Lagipula, pernikahan bukanlah hal mudah. Aku harus membicarakan ini dengan appa dan eomma. Meskipun tidak tinggal di Korea, tapi kau juga masih memiliki Yoona, noonamu."

"Benar yang dikatakan Yesung oppa, Kyu. Jangan egois. Bagaimanapun kau masih memiliki keluarga, begitu juga denganku," bujuk Sungmin.

"Baiklah... Tapi aku tidak mau terlalu lama hyung," ucap Kyuhyun masih dengan raut wajah cemberut.

"Ck..kau tidak cocok memasang wajah seperti itu Kyu. Aku bahkan terlihat lebih muda darimu," canda Yesung pada adiknya.

"Ya! Tapi aku lebih tampan darimu hyung...," Kyuhyun tak mau kalah.

"Sudah... Kalian seperti anak kecil saja," potong Ryeowook sebelum suami dan adik iparnya kembali memunculkan perilaku kekanakan mereka. "Kyu, tolong panggil Vic turun. Aku mau menyiapkan makan malam untuk kita," pinta Ryeowook pada Kyuhyun.

"Siap noona..."

"Sungmin eonni, kau bisa membantuku di dapur? Itu jika kau tidak merasa lelah," tanya Ryeowook dengan nada canggung setelah Kyuhyun tak kelihatan.

"Tentu saja," sahut Sungmin dengan tersenyum manis.

=o=

Laki-laki tampan berwajah polos itu melangkahkan kaki perlahan menyusuri pinggiran sungai Han. Semilir angin meniupkan helaian rambut kecokelatannya yang halus. Saat ini hari sudah mendekati sore. Semburat jingga pun nampak menghiasi ufuk Barat pertanda rembulan akan menggantikan tugas matahari untuk menyinari bumi beberapa jam lagi.

Sepasang mata teduh laki-laki itu tak melewatkan setiap sudut pemandangan musim semi di tempat itu. Kelopak-kelopak cherry blossom yang berwarna-warni menghias indah pepohonan di sekitarnya. Beberapa berjatuhan di tanah juga ke sungai. Harum khas bunga cherry blossom musim semi menyeruak menembus indera penciuman. Laki-laki itu menghirup dalam-dalam udara segar untuk mengisi ruang dalam paru-parunya kemudian menghembuskannya perlahan berkali-kali.

Ia kemudian mengalihkan pandangan kearah permukaan sungai yang nampak tenang tanpa riak berarti. Tampak refleksi jingga sang surya di atas permukaan air. Kadang terlihat bergelombang ketika angin bertiup menimbulkan gelombang kecil dari sungai yang mengalir perlahan tersebut.

Tak lama setelah puas menatap sungai yang terkenal di negara Korea tersebut, ia mengedarkan pandangannyamencari-cari sesuatu. Saat menemukan yang dicari, laki-laki itu kemudian melangkahkan kaki menuju bangku panjang. Mengambil duduk dengan nyaman diatasnya.

'Sudah 2 tahun. Akhirnya aku kembali lagi,' batin laki-laki tampan tersebut. Bibir tipisnya tertarik ke samping membentuk sebuah senyuman tak kentara.

TBC

Hai..hai... Jumpa lagi dengan saya di chapt yg baru. Untuk penjelasan, liat note author di atas ^^

Maaf untuk chapt ini lebih sedikit. Untuk chapt mendatang saya usahakan lebih panjang.

Karena udah lama, mungkin udah lupa gimana isi ceritanya. Saya akan menjelaskan umur masing2 karakter di chapt ini supaya tidak bingung ^^

Sungmin = di awal chapt 23 th , sekarang 29 th

Kyuhyun = diawal chapt 17 th, sekarang 23 th

Donghae = sama dengan Sungmin hanya lebih tua beberapa bulan

Yesung = 31 th

Ryeowook = 28 th

Yang lain menyusul kalo udah muncul lagi hehehehehe...

Gamsahamnida yg udah baca & review. mian, saya tidak bisa membalas satu-persatu, tapi saya udah baca semua...^^