Love and Memories

Rated :: K

Pairing :: Yunjae is REAL

Chara :: Yoochun, Junsu, Changmin, Yesung, Siwon

Genre :: Romance, Hurt (belum paham ginian… mianhe..)

Summary :: Cinta masa kecil… akankah semua itu akan kembali atau….

Disclaimer :: Dunia mengakui…Yunho milik Jaejoong and Jaejoong milik Yunho titik!

Warning :: Yaoi,boys love… if you don't like it, just leaving this page and don't read!

Maaf klo banyak typo dan ceritanya membosankan… I;m newbie here jd masih harus banyak belajar…hehehe^^… tolong dibantu yaa.. gumapta..

Last Chapter…

"Hah yunnie yaa…. Apakah kau tenang disana? Aku merindukanmu" tanyanya dalam hati. Jaejoong hanya bisa menarik nafas panjang. Dirasakannya kedua matanya telah memanas. Rasanya ingin menangis. Namun janji itu, janji yang telah ia ucapkan memaksanya untuk menahan air matanya. Jaejoong pun akhirnya tertidur setelah lelah dengan lamunannya.

Chapter II

0o0o0o0o0o0o0o0o0o0o

…Skip time…

"Joongie… kita sudah sampai nak.. ayo bangun! Ucap park junsu sembari menepuk lembut pipi Jaejoong.

"Eemm umma…" jaejoong menggeliat pelan dan mengerjabkan matanya. "Apa sudah sampe umma?

"iya.. ayo bangun sayang" jawab sang umma.

Dilangkahkan kakinya keluar mobil…. Perlahan dia maenarik nafas panjang… "Haaaahhh…."

Tak terasa sudah lebih dari 10 tahun Jaejoong tidak pernah menginjakkan kakinya dikota ini. Diedarkannya mata indahnya kesekeliling daerah itu. Emm… sudah banyak yang berubah. Tidak lagi seperti dulu. Suasananya benar-benar berbeda. Kota kecil yang dahulu nampak sepi, kinipun berubah menjadi lebih ramai. Bangunan-bangunan baru nampak menghiasi daerah ini. Jaejoong tersenyum tipis ketika ia melihat rumah kecil yang terpampang jelas didepannya. Yaa… rumahnya yang dahulu rata oleh tanah karena amukan sang bumi, kini telah direnovasi. Meskipun tidak sama persis seperti rumahnya saat kecil, namun dia bernafas lega setidaknya teras rumahnya masih berdiri kokoh, memberikan kenangan tersendiri bagi Jaejoong.

"Joongie…. Apa kau senang dengan hasil renovasi rumah ini?" Tanya sang appa

"Appa.. terimakasih…. Aku benar-benar senang…" jawab Jaejoong sembari tersenyum.

"Mianhe yaa Jaejoong-ah… sebenarnya appa ingin merenovasi rumahmu persis seperti dulu tapi….. " belum sempat sang appa menyelesaikan perkataannya, Jaejoong memutusnya….

"tidak apa-apa appa… ini sudah lebih dari cukup.. aku sudah sangat bahagia… Jeongmal gumawo umma-appa…" jaejoong tersenyum dan berlari memeluk kedua orang tuanya tersebut.

"Arraso… sekarang kita masuk ne… kita istirahat didalam…." Ajak sang umma

"Ne…" jawab mereka bersamaan.

Ketika akan melangkahkan kaki kedalam rumah, namja cantik ini menolehkan kepalanya kearah samping kanan rumahnya. Sebenarnya apa yang dia lihat?

Well, dulu… sebelah kanan rumahnya berdiri kokoh rumah Jung Yunho, namja yang sampai sekarang selalu berada dihatinya. Matanya terus menatap kearah tempat itu, namun yang dia lihat kini bukanlah rumah kekasih kecilnya, melainkan telah berganti dengan sebuah restoran sederhana namun terkesan indah. Taman bunga serta air mancur buatan yang terpampang didepan restoran itu benar-benar sedap dipandang mata.

"Joongie… cepatlah masuk..! apa yang sedang kau lihat? Hari sudah mulai sore…" Teriak sang umma dari dalam.

Jaejoong yang sedari tadi terdiam menatap bangunan itupun tersadar.

"Ne umma…." Jaejoong berlari masuk kedalam rumah dengan sebuah senyuman kecil. Dalam hatinya ia berbahagia, meski tak bisa bertemu dengannya, menginjakkan kaki dikota ini setidaknya sedikit mengobati rasa rindunya terhadap orang-orang yang ia sayangi.

- Skip time -

Ting…ting…ting….ting… (anggap aja ada alarm bunyinya gt…hahaha..)

Alarm berbunyi dengan kerasnya. Waktu masih sangat pagi menunjukkan pukul 04.30. Namja cantik ini bergegas bangun. Dia sengaja menyetel alarm sepagi mungkin. Jaejoong ingin berjalan jalan menyusuri daerah ini. Yaa,… setidaknya sekalian refreshing dari kepenatan selama di Seoul.

Jaejoong berlari-lari kecil menyelusuri jalan yang masih nampak sepi.

"heemm… segarnya… seandainya aku bisa menikmati udara sesegar ini setiap hari..." ujar Jaejoong dalam hati.

Walaupun suasana ditempat ini telah berubah, tentu saja untuk urusan jalan-jalan disekitar sini uri jaejoong sudah hafal diluar kepala. Jadi, meskipun sudah 10 tahun tidak menginjakkan kaki, ia masih hafal seluruh jalan disini.

Ketika sedang menyusuri sebuah jalan kecil, matanya menangkap sebuah pemandangan danau yang sangat indah. "eeh…setauku dulu disini tidak ada danau…" gumamnya pelan. "waahhh indah sekali…" lanjutnya dalam hati.

Namja bishounen itu mendudukan tubuhnya ditepian danau. Matanya terpejam, bibir mungilnya tersenyum sembari bergumam memanggil belahan jiwanya "yunho…yunho…-tersenyum- apa kau merindukanku hmm?.. nan jeongmal boggo sippo… jeongmallo –tersenyum kembali-.. haahh… seandainya kau disini disampingku menemaniku,,.. pasti aku tak kesepian seperti ini… haaah.." jaejoong menarik nafasnya panjang.

Sreekk..sreekk..sreek…

Jaejoong membuka matanya. Wajahnya menoleh ke belakang berusaha mencari asal sumber suara. "nugu..?" tanya jaejoong. Namun karena tak ada jawaban ia kembali memejamkan matanya meresapi hembusan angin.

"haii… permisi maaf..apakah aku boleh duduk disini?''

Jaejoong yang kaget membuka mata dan menoleh kearah suara. "tent…." Jawabannya terputus.. nafasnya tercekat.. mata doenya membesar… kaget… shock.. tak percaya… rasanya seperti mati rasa.. jantungnya berdegup kencang. "Yunn…" ucapnya lemah…tubuhnya bergetar.

"Ye..?" sang objek hanya tertegun melihat pemandangan didepannya. "Dho gwencanha" tanyanya kembali.

"Yunnie…" jaejoong yang terlihat shock tiba-tiba saja berdiri menerjang memeluk tubuh sang objek.

Objek yang diketahui adalah seorang namja itupun hanya membatu melihat kelakuan namja cantik didepannya. Dia bingung.. dan tentu saja kaget.

"Yunnniee.. kau yunnie kan? Kau yunnieku kau kembali.. isak Jaejoong sembari mengeratkan pelukannya. Kepalanya ia telusupkan di sela-sela leher namja itu.

"Yaaa.. kau lepaskan! Yackk…!" teriak namja itu, tangannya berusaha mendorong tubuh didepannya.

"shireo.. kau sudah meninggalkanku selama 10 tahun aku tak akan melepaskanmu lagi.. nanti kau meninggalkanku lagi… andwee.. shiro..!" jaejoong menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Yahh!.. aku bukan yunniemu.. kau LEPASKAN!.." dengan sekali hentakan namja itu berhasil mendorong keras tubuh kecil jaejoong hingga tersungkur jatuh.

Jaejoong terdiam, dia masih menatap sendu namja didepannya.

"k-kau..siapa kau? Kenapa kau tiba-tiba memelukku haa?... dan aku bukan yunniemu..ck" dengusnya sebal sembari berlari meninggalkan jaejoong dalam kebisuan.

Jaejoong tersenyum miris. "kau mencoba membohongiku yunnie.. jelas-jelas itu kau… bentuk wajahmu, mata elangmu, bibir hatimu semua sama.. meskipun kau meninggalkanku saat aku masih kecil tapi wajahmu aku takkan pernah lupa.."isaknya dalam hati. "tapi kenapa kau tega melupakanku yunnie.. KENAPA?"jeritnya seketika. Air matanya mengalir deras, dadanya perih. "kenapa…?"

To be continue…

Gubraaaaaaaaaakkkk…apaan ne?... hehehehe… mianhe… otakku lagi buntu ne… gat w mw nulis apa lagi… gumawo yaa yg udah follow ne ff… moga aq bisa update secepatnya… thanks… gumawo… jangan lupa… REVIEWS nee!^^…..