FAMILY ?

.

.

Main Cast :

Cho Kyuhyun as Choi Kyuhyun (10 tahun)

Park Jung Soo / Leeteuk (15 tahun)

Lee Donghae (12 tahun)

Choi Siwon (12 tahun)

.

.

Summarry :

Ketika kau tak pernah merasakan kehangatan dan kebahagian dalam keluarga mu sendiri. Meninggalkan semua nya dan mencari kehangatan keluarga lain nya yang mampu mengerti dan menerima mu apa ada nya. Keluarga yang akan memperhatikan dan bersama mu setiap saat.

.

.


† TeukHaeKyu †

PART 2

"Eunghh…"

Lenguhan seseorang terdengar dan memecah keheningan sebuah ruangan yang tidak terlalu besar itu. Kyuhyun mulai bergerak gelisah dalam tidur nya. Beberapa kali ia melenguh dan menggerakan tubuhnya. Tubuhnya terasa sakit dan pegal semua namun mata nya enggan unutuk terpejam lebih lama lagi. Sedikit demi sedikit mata yang terpejam itu mulai terbuka dan iris coklat bening mulai terlihat. Ia meringis saat merasakan kepala nya terasa pusing. Beberapa kali ia mengerjapkan mata nya berusaha menstabilkan keadaan dan setelah kesadaran nya terkumpul ia mengernyit bingung. Ia menatap langit-langit yang asing bagi nya. Ia pun mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan yang tidak ia kenali dan akhirnya ia ingat bahwa ia pingsan setelah bertemu dengan 2 anak laki-laki.

Eh?

Kyuhyun menoleh saat tangan nya menyenggol sesuatu. Ia mengerjapkan mata nya bingung melihat seorang anak laki-laki tengah tertidur dengan posisi terduduk di kursi dan kepala nya tertumpu di pinggir ranjang yang Kyuhyun tiduri.

Tak berapa lama, anak laki-laki itu menggeliat dan akhirnya terbangun karena sentuhan Kyuhyun itu.

"Eum—Eh? Kau sudah bangun?" ucapnya dengan mata berbinar saat mendapati Kyuhyun telah membuka matanya.

"Kau baik-baik saja?" tanya namja itu tapi Kyuhyun hanya terdiam dan menatapnya bingung.

"Hyung! Dia sudah sadar! Teuki hyung!"

Kyuhyun sedikit terlonjak kaget saat namja itu berteriak memanggil seseorang dengan suara nya yang memekikan telinga.

"Hae, tanpa berteriak aku masih bisa mendengar suara mu"

Seorang anak laki-laki muncul dari balik pintu sembari menggelengkan kepala nya. Donghae –namja yang duduk di sebelah Kyuhyun hanya menyengir lebar saat melihat sosok Leeteuk.

Leeteuk mengacak rambut Donghae gemas lalu beralih menatap Kyuhyun sembari tersenyum lembut.

"Kau sudah bangun?"

Kyuhyun hendak menghindar saat Leeteuk menjulurkan tangan nya dan meraba keningnya.

"Syukurlah, demam mu sudah turun" gumam Leeteuk lega.

"Apa kau mau minum?" tanya Donghae masih dengan cengiran nya. Tanpa menunggu jawaban, Donghae langsung berlari keluar kamar.

"Gwenchanayo?" tanya Leeteuk lagi ketika Kyuhyun hanya menatap nya heran.

"Kau siapa? Aku dimana?" tanya Kyuhyun penasaran.

Leeteuk tersenyum melihat tingkah Kyuhyun yang masih terlihat waspada dan takut akan kehadiran nya. Ia mengelus rambut Kyuhyun sejenak kemudian duduk di kursi sebelah ranjang. Ia menatap Kyuhyun untuk menenangkan namja tersebut sebelum membuka suara nya.

"Kemarin kau pingsan jadi kami membawa mu ke rumah. Aku Park Jung Soo, kau bisa memanggil ku Leeteuk atau—ehm seperti nya aku lebih tua dari mu. Kau bisa memanggil ku Teuki hyung" jelas Leeteuk kemudian tersenyum lembut.

Kyuhyun kembali terdiam. Ia tak memberi respon pada Leeteuk. Ia hanya menatap namja di hadapan nya dengan tatapan intens. Ia masih takut namun rasa takut itu sedikit demi sedikit memudar saat melihat wajah teduh dan senyum manis dari Leeteuk.

"Heyo!"

Leeteuk menepuk pundak Kyuhyun yang terlihat melamun. Ia sedikit cemas dengan keadaan anak yang ia temukan kemarin malam. Kyuhyun tersentak dan menatap Leeteuk dengan tatapan kaget namun terlihat polos membuat namja berlesung pipi itu terkikik geli.

"Mianhae aku membuat mu kaget. Kenapa melamun?" tanya Leeteuk.

Kyuhyun hanya menggelengkan kepala nya membuat Leeteuk menghela nafas. Seperti nya anak ini masih takut pada dirinya. Itulah yang Leeteuk pikirkan saat ini.

"Jangan takut. Aku tidak akan memakan mu, tenang saja" canda Leeteuk sembari tertawa kecil namun bisa terlihat sosok Kyuhyun yang membulatkan mata nya mendengar ucapan itu. Sungguh menggemaskan.

"Jadi siapa nama mu?"

Leeteuk masih berusaha membuka perbincangan dan membuat anak di hadapan nya santai dan tidak takut lagi. Kyuhyun menundukan kepala nya. Ia merasa ragu untuk memberi tahu identitas nya tapi seperti nya tak apa jika memberi tahu orang di hadapan nya itu.

"Kyu…"

"Ne?"

Leeteuk mengernyit bingung saat Kyuhyun mulai membuka suara nya namun suara nya begitu kecil dan pelan.

"Kyuhyun. Nama ku Kyuhyun" ulang Kyuhyun lagi.

"Ah! Nama yang bagus" puji Leeteuk sembari mengacak rambut Kyuhyun gemas.

"Jadi dimana keluarga mu? Kenapa kau bisa berada di sana?"

Leeteuk kembali menghela nafas saat Kyuhyun kembali berdiam diri seperti enggan menceritakan kisah dan kejadian yang ia alami. Leeteuk ingin mengulang pertanyaan nya namun melihat wajah sedih Kyuhyun membuat nya mengurungkan niatnya. Ia ingin memberikan waktu pada anak itu untuk bercerita.

"Makanan datang~"

Donghae masuk setengah berlari ke dalam kamar dengan nampan berisi makanan dan susu. Cengiran lebar setia terpampang di wajah manis nya.

"Hae, jangan berlari! Nanti tumpah" peringat Leeteuk.

"Mianhae hyung. Aku hanya ingin dia segera makan. Pasti kau lapar kan?" ucap Donghae dengan wajah gembira.

Leeteuk menggelengkan kepala nya lalu mengambil kursi lain agar Donghae bisa duduk di sebelahnya. Ia tersenyum geli melihat Donghae yang terlihat senang dan bersemangat.

"Ini. Kau harus makan yang banyak" ucap Donghae sambil menyerahkan nampan di pangkuan Kyuhyun.

Kyuhyun hanya mengerjapkan mata nya bingung. Donghae yang melihat Kyuhyun hanya terdiam pun menjadi salah tingkah lalu melirik Leeteuk meminta bantuan.

"Makanlah Kyu" ucap Leeteuk.

"Kyu?"

"Ne. Nama nya Kyuhyun. Ah Kyuhyun, dia Donghae. Dongsaeng kesayangan ku haha" ucap Leeteuk sembari terkikik geli saat Donghae memeluk diri nya manja.

"Eum.. Berapa umur mu Kyu? Teuki hyung 15 tahun dan aku baru 12 tahun" ucap Donghae senang.

"10" jawab Kyuhyun sangat singkat.

"Waahh, kau lebih muda dari ku. Panggil aku hyung ne? Aku sangat ingin di panggil hyung" balas Donghae dengan mata berbinar.

Kyuhyun hanya tersenyum canggung. Ia kembali menundukan kepala nya menatap nasi goreng dan susu yang ada di hadapan nya. Jujur ia sangat lapar. Kemarin ia tidak makan sedikit pun.

"Makanlah"

Kyuhyun mengangkat wajahnya saat merasakan elusan lembut di rambutnya. Ia menatap Leeteuk yang tersenyum dan Donghae yang menyengir lebar. Dengan ragu, Kyuhyun mulai meminum susu itu sedikit dan mulai menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya.

"Enak…" gumam Kyuhyun saat merasakan nasi goreng itu di mulutnya.

"Kau suka? Teuki hyung yang memasak nya" ucap Donghae.

Kyuhyun menatap Leeteuk tidak percaya. Anak yang 5 tahun lebih tua dari nya itu sudah bisa memasak makanan selezat ini? Wow! Tanpa banyak pikir, Kyuhyun kembali menyantap makanan itu hingga habis. Tak lupa susu yang segar itu ia habiskan. Syukurlah ia dapat makan hari ini. Kyuhyun mengukir senyum tipis saat merasakan diri nya sudah memiliki tenaga kembali. Jika sudah kenyang ia bisa menuntaskan semua game di PSP nya dalam sekejap. Eh? PSP?

"Ranselku!"

Leeteuk dan Donghae sedikit terkesiap saat Kyuhyun berteriak secara tiba-tiba. Kyuhyun langsung menutup mulut nya setelah menyadari teriakan nya. Ia baru sadar semua barang nya lenyap di ambil berandalan itu. PSP kesayangan nya termasuk seluruh uang yang ia bawa pun hilang. Otthoke?

"Waeyo?" tanya Leeteuk bingung.

Kyuhyun menatap Leeteuk dan Donghae. Ia mengelus tengkuk nya sambil tersenyum canggung.

"Ranselku… Ranselku—di curi orang-orang jahat" adu Kyuhyun dengan nada memelas. Ia kembali menundukan kepala nya. Pikiran nya tengah berputar mencari ide dan menyusun rencana yang akan ia lakukan tanpa uang sedikit pun di tempat asing seperti ini.

"Benarkah? Aigoo. Apa ada yang penting dalam tas itu?" tanya Leeteuk cemas.

"Uangku… ada di tas itu" gumam Kyuhyun.

"Kyu, sebenarnya dimana rumah mu? Kenapa kau ada di depan toko kemarin malam?" tanya Donghae penasaran.

Kyuhyun terdiam mendengar ucapan Donghae. Ia hanya mampu menggigit bibir bawahnya sambil memainkan jari-jari mungil nya.

Apa aku harus jujur? Aku salah naik bus dan akhirnya aku tersesat karena kabur dari rumah untuk mencari hyung ku. Aku sudah muak berada di rumah yang menyeramkan itu. Jika mereka ingin mengantarku pulang? Jangan pernah tanyakan dimana rumah ku. Aku hanya tau rumah ku di daerah Kang Nam! Hey, sejak kecil aku selalu di antar jemput oleh supir kemana pun aku pergi. Untuk apa aku susah-susah menghafal alamat rumah ku? Toh aku enggan untuk kembali ke rumah menyedihkan itu saat ini. Aish! Kau sungguh memalukan dan sangat menyedihkan Choi Kyuhyun.

Itulah yang berada di dalam pikiran Kyuhyun saat ini. Leeteuk dan Donghae hanya saling tatap bingung melihat Kyuhyun yang tengah sibuk dengan pikiran nya sendiri.

"Kyu?"

Akhirnya Leeteuk kembali menepuk pundak Kyuhyun dan membawa namja itu ke dunia nyata. Ia menatap Leeteuk dengan tatapan bingung.

"Gwenchanayo?" tanya Donghae khawatir.

Kyuhyun hanya mengangguk plean. Ia menghela nafas berat lalu menatap Leeteuk dan Donghae dengan serius. Mungkin inilah yang terbaik!

"Hyung…"

Kyuhyun memanggil Leeteuk dan Donghae pelan dan menatap kedua nya takut-takut. Leeteuk dan Donghae menatap Kyuhyun antusias dan penasaran. Ada perasaan senang dan lega saat Kyuhyun memanggil kedua nya dengan sebutan 'Hyung'.

"Bolehkan aku tinggal di sini?" tanya Kyuhyun hati-hati dengan perasaan takut namun sangat berharap.

"MWO?!"

Leeteuk dan Donghae mengerjapkan mata nya kaget saat mendengarkan ucapan Kyuhyun.

"Kenapa—"

"Tentu saja boleh! Yeay aku akan punya dongsaeng!" ucap Donghae dengan senyuman lebar. Ia sangat senang! Bahkan ia tak sadar telah memotong ucapan Leeteuk. Kyuhyun tersenyum mendengar Donghae yang seperti nya setuju.

"Hae…" tegur Leeteuk sambil menatap Donghae. Sedangkan yang di tatap hanya mengerjapkan mata nya polos menatap sang hyung.

"Wae hyung?" tanya Donghae

"Tidak bisa" tegas Leeteuk.

"Mwo?! Waeyo?"

"Hae, Kyu tidak mungkin tinggal di sini. Dia—"

"Teuki hyung jebal, izinkan Kyu tinggal di sini. Aku ingin punya dongsaeng. Jebal~"

Kyuhyun hanya menatap kedua nya bingung. Seperti nya Leeteuk tak menyetujui permintaan nya sedangkan Donghae terus merengek agar diri nya boleh tinggal bersama mereka. Ada sedikit perasaan tidak enak dan bersalah menyusup ke dalam hati Kyuhyun.

"Eum… Jika tidak boleh, tidak apa-apa hyung" ucap Kyuhyun memotong perdebatan kecil antara Leeteuk dan Donghae.

"Aniyo! Kau boleh tinggal di sini Kyu" balas Donghae sambil menganggukkan kepala nya antusias.

"Donghae!" tegur Leeteuk

"Hyung~ Tadi kau dengar kan? Ransel Kyuhyun itu di ambil orang dan uang nya hilang. Kita tidak boleh membiarkan nya sendirian di luar. Jebal hyungie~" rengek Donghae lagi pada Leeteuk.

Leeteuk menghela nafas nya. Bukan nya ia tidak suka Kyuhyun tinggal bersama mereka tapi Ia masih belum mengenali sosok Kyuhyun. Bagaimana dengan keluarga Kyuhyun?

"Kyu…"

Leeteuk menatap Kyuhyun serius. Kyuhyun kembali menundukan kepala nya sambil sesekali melirik Leeteuk. Ia takut.

"Kenapa kau ingin tinggal bersama kami?" tanya Leeteuk

"Aku tersesat. Aku tidak tahu ini dimana dan semua barang ku hilang" jujur Kyuhyun. Leeteuk menganggukan kepala nya. Alasan pertama di terima.

"Memangnya dimana rumah mu? Kami bisa mengantar mu pulang" ucap Leeteuk dengan nada pelan. Ia kembali berusaha berbicara sesantai mungkin melihat Kyuhyun yang ketakutan.

Kyuhyun terdiam. Ia tak tahu dimana rumah nya walaupun ia tahu dimana daerah nya tapi Ia masih ragu dan enggan kembali ke rumah nya saat ini. Shireo!

"Aku… aku tidak tahu" jawab Kyuhyun dengan pelan membuat Leeteuk mengernyit bingung. Kyuhyun sudah 10 tahun, bagaimana bisa ia tidak tahu dimana rumah nya sendiri. Kecurigaan mulai hinggap dalam benak Leeteuk.

"Bagaimana bisa kau tidak tahu dimana rumah mu?" selidik Leeteuk.

Kyuhyun kembali terdiam. Ia tengah mencari alasan logis untuk menjawab pertanyaan Leeteuk. Donghae yang sedaritadi menyaksikan tanya jawab itu ikut menatap Kyuhyun dengan penuh tanda tanya.

"Aku—aku tidak tahu!" ulang Kyuhyun lagi sambil menggelengkan kepala nya. Tak ada alasan logis yang bisa ia pikirkan saat ini.

"Baiklah. Lalu bagaimana dengan keluarga mu? Apa mereka tidak khawatir jika kau berada di—"

"Mereka tidak akan pernah khawatir!"

Kyuhyun sedikit berteriak untuk menjawab pertanyaan Leeteuk membuat Leeteuk dan Donghae kembali terkejut. Leeteuk benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi pada anak itu. Ia hendak membombardir Kyuhyun dengan pertanyaan nya lagi namun ia terkesiap saat melihat mata Kyuhyun. Ada sebuah kesedihan mendalam dan kilatan marah dalam mata itu. Entah mengapa, Leeteuk bisa melihat nya dengan sangat jelas.

"Mi—mianhae"

Leeteuk menghela nafas nya saat mendengar penyesalan dari Kyuhyun yang kembali menunduk. Ia menoleh ke arah Donghae untuk memutuskan apa yang harus ia lakukan. Donghae menatap nanar Kyuhyun. Ia tahu ada masalah yang di hadapi oleh Kyuhyun. Ia mengalihkan tatapan nya pada Leeteuk. Sebuah tatapan permohonan. Leeteuk kembali menghembuskan nafas nya melihat puppy eyes Donghae.

"Baiklah…"

Kyuhyun mengangkat wajahnya menatap Leeteuk yang mulai membuka suara kembali.

"Kau boleh tinggal bersama kami di sini" ucap Leeteuk membuat Kyuhyun dan Donghae mulai mengulas senyuman lega di wajah nya.

"Tapi… Ini hanya sementara. Kau harus menceritakan padaku apa yang terjadi saat kau siap nanti, arrachi?" ucap Leeteuk sembari tersenyum lembut. Sebenarnya ia pun tak tega melihat Kyuhyun seperti itu.

"Ne. Gomawo hyung!" pekik Kyuhyun senang.

"Kyaa~ Akhirnya aku punya dongsaeng juga"

Donghae langsung memeluk Leeteuk sejenak lalu beralih memeluk Kyuhyun yang sedikit terkejut dengan perlakuan nya. Leeteuk yang sudah terbiasa dengan sikap Donghae yang manja dan suka sekali memeluk orang hanya terkikik geli melihat Kyuhyun mengerjapkan mata nya bingung.

"Mulai sekarang kau harus menjadi dongsaeng ku, Kyu~" ucap Donghae yang terdengar seperti perintah.

Kyuhyun terdiam. Ia menatap Leeteuk meminta saran yang hanya di balas anggukan kepala dari Leeteuk.

"N-ne hyung" ucap Kyuhyun terbata karena canggung.

"Rumah ini akan semakin ramai"

Donghae melepaskan pelukan nya lalu menatap Kyuhyun dengan cengiran lebar. Kyuhyun hanya tersenyum tipis. Ia senang—Ah! sangat senang! Ini pertama kali nya ia di peluk se erat itu oleh seseorang yang justru meminta nya sebagai adik. Ia tersenyum memperhatikan Donghae yang tengah mengucapkan terimakasih pada Leeteuk dan terus mengungkapkan hal menyenangkan apa saja yang bisa mereka lakukan jika Kyuhyun berada di rumah itu.

Sebenarnya siapa mereka? Kenapa mereka terlihat senang dengan kehadiran ku?

Masih banyak pertanyaan dalam benak Kyuhyun namun ia berusaha mengesampingkan semua tanda tanya itu. Setidak nya ia sudah punya tempat untuk tinggal atau lebih tepatnya menginap.

Setelah melakukan sedikit perbincangan, Leeteuk pun pamit pergi untuk bekerja part time. Walau ini weekend seperti nya ia tetap harus bekerja. Donghae pun menyuruh Kyuhyun untuk kembali istirahat toh tubuh Kyuhyun masih lemas. Ia akan ke rumah teman nya sebentar untuk mengerjakan tugas bersama. Akhirnya di sinilah Kyuhyun sendirian.

Kyuhyun masih duduk bersandar di sandaran ranjang itu. Ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan tersebut. Ruangan yang tidak besar bahkan lebih besar kamar mandi di rumah Kyuhyun dulu. Hanya ada satu single bed, lemari satu pintu dan meja belajar yang kecil. Sangat jauh jika di bandingkan dengan kamar Kyuhyun yang begitu luas dan penuh dengan fasilitas modern. Kyuhyun menghela nafas nya. Seperti nya ia harus terbiasa dengan tempat ini. Walaupun senang tapi ia tak bisa menepis rasa rindu pada rumah dan kamar super luas yang ia tempati sejak kecil.

"Siwon hyung…" gumam Kyuhyun saat sosok Siwon muncul dalam pikiran nya.

Ia gagal mencari Siwon dan sekarang justru terdampar di tempat asing ini. Siwon hyung ada dimana? Kyu benar-benar takut di tempat ini. Harusnya hyung mengajak Kyu untuk pergi bersama. Kenapa hyung justru meninggalkan ku? AppaUmma… Apa kalian mengkhawatirkan ku? Kalian mencari ku? Haha andai itu terjadi~ Aku sudah sangat bersyukur jika kalian menyadari kepergian ku. Maafkan Kyu karena aku melanggar janji ku pada mu, Appa.

Kyuhyun menghusap wajahnya dengan kasar setelah bergelut dengan berbagai pemikiran nya sendiri. Ia menghela nafas panjang. Kepala nya mulai terasa pening. Ia pun memutuskan merebahkan tubuhnya kembali. Ia memerlukan istirahat yang lebih banyak. Biarlah semua mengalir seperti air. Tak perlu memikirkan banyak hal dulu saat ini. Mungkin inilah waktu nya untuk merasakan kehidupan luar yang tak pernah di rasakan.

.

.

.

† TeukHaeKyu †

Kacau…

Panik…

Situasi sebuah rumah mewah nan besar di kawasan Kang Nam tersebut tergambarkan oleh dua kata itu. Beberapa orang yang memakai pakaian maid dan pelayan itu terlihat panik dan bingung. Mereka meninggalkan semua pekerjaan rumah yang biasa mereka kerjakan hanya untuk mencari tuan muda mereka yang menghilang.

Keadaan panik sudah terjadi saat salah satu tuan muda mereka pergi secara terang-terangan dari keluarga nya dan tadi malam situasi semakin memburuk saat mereka tak menemukan sosok tuan muda terkecil mereka yang juga menghilang tanpa jejak.

"Kepala Han, kami sudah mencari ke seluruh rumah teman tuan muda tapi tetap tidak menemukan nya" ucap seorang namja kekar dengan pakaian layaknya supir pribadi keluarga Choi tersebut.

"Kami juga sudah melaporkan nya pada polisi tapi mereka menyuruh kita menunggu hingga nanti malam" tambah seorang yeoja berpakaian maid.

"Orang-orang kepercayaan kita pun belum mampu menemukan jejak tuan muda" timpal seorang pelayan lainnya.

Namja paruh baya yang menjabat sebagai kepala pelayan di rumah keluarga Choi itu hanya menghela nafas sembari menekan pelipis nya yang berdenyut. Ia pusing dan panik. Bagaimana tidak? 2 tuan muda yang selama ini ia jaga sejak kecil sekarang hilang tanpa ia tahu keberadaan nya.

"Aku masih sedikit tenang dengan keadaan tuan muda Siwon. Setidaknya ia pasti memiliki tujuan dan ia sudah sering keluar rumah tapi tuan muda Kyu… Ia tak pernah keluar rumah. Aku takut jika ada orang yang berniat jahat pada nya" ucap kepala pelayan Han mengutarakan isi hati nya kepada semua pelayan yang menatap nya.

"Bagaimana dengan Tuan dan Nyonya besar, kepala? Mereka perlu mengetahui nya" ucap salah satu pelayan.

"Aku sudah mencoba menghubungi mereka berulang kali namun tak ada satu pun panggilan yang di terima" ucap kepala Han sambil menghela nafasnya kembali.

"Biarlah aku lancang saat ini tapi Tuan dan Nyonya Choi sungguh keterlaluan. Bagaimana bisa mereka masih mengurusi bisnis di saat kedua anak nya menghilang seperti ini" ucap seorang maid dengan nada kesal.

"Jaga ucapan mu, Ara! Bagaimana pun mereka adalah atasan kita, ingat itu!" tegur kepala Han sambil menatap tajam yeoja tersebut.

"Mianhae ahjussi" sesal maid itu.

"Sudahlah. Kita tetap cari tuan muda Kyu dan Siwon. Kemana pun hingga ketemu. Beritahu semua orang suruhan kita untuk mencari kedua nya. Jangan mengandalkan pergerakan polisi. Kita bergerak sendiri" titah kepala Han yang di balas dengan anggukan serempak dari semua pelayan di ruangan tersebut.

.

.

Cklek

Setelah tertidur beberapa jam, Kyuhyun pun terbangun. Tubuhnya lebih segar dari sebelumnya dan ia yakin ia sudah sehat sepenuhnya. Ia memutuskan untuk keluar dari kamar. Bosan juga berdiam diri di dalam kamar.

Kyuhyun mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan di rumah ini. Seluruh ruangan mampu ia lihat hanya dari depan kamar itu. Hanya sebuah rumah sederhana. Rumah yang hanya terdiri oleh 2 kamar, ruangan santai yang juga di gunakan sebagai ruangan utama yang tidak terlalu besar, dan dapur kecil yang merangkap ruang makan karena ada sebuah meja makan bundar kecil di dapur tersebut. Tak ada perabotan mewah dan modern di rumah tersebut. Hanya perabotan sederhana. Seperti nya rumah ini hanya sebesar ruangan utama keluarga Choi.

Sepi…

Kyuhyun tak menemukan seorang pun di rumah itu. Ia benci dengan suasana sepi seperti ini. Seperti nya sama saja antara di sini dan di rumah nya. Sama-sama sepi, ck!

Kyuhyun berdiri memperhatikan beberapa foto yang tergantung di dinding rumah tersebut. Ia mengernyit bingung memperhatikan foto-foto itu. Banyak sekali foto Donghae bersama 2 orang dewasa yang ia yakini sebagai orang tua mereka. Tapi kenapa foto Donghae lebih banyak? Hanya ada 1 buah foto yang berisi Leeteuk, Donghae dan kedua orang tua mereka dari sekitar 10 foto dan ada 3 buah foto yang berisi foto Leeteuk dan Donghae berdua, Sisa nya hanya foto Donghae bersama kedua orang tua mereka. Sungguh aneh! Serenggang apa pun hubungan keluarga Choi, mereka akan selalu melakukan foto bersama seluruh keluarga walaupun jumlah nya bisa di hitung dengan jari.

Kyuhyun menggedikan bahu nya dan memilih tak mempermasalahkan foto tersebut. Ia berjalan kearah dapur dan mengambil segelas air dingin dari kulkas. Setelah nya Ia kembali ke ruangan santai dan mendudukan tubuhnya di sofa.

Bosan~

Seperti nya tidak ada PSP ataupun PS di rumah ini. Huwee~ Apa yang harus aku lakukan?

Kyuhyun menggoyang-goyangkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri hanya untuk mengusir rasa bosan nya. Ia menggembungkan pipi nya saat tak menemukan hal menarik untuk di lakukan. Jam dinding sudah menunjukan pukul 6 sore.

Guk… Guk…

Kyuhyun menolehkan kepala nya ke arah pintu saat mendengar gonggongan anjing kecil dari luar rumah. Ia mengenyit bingung namun ia pun bangkit dari duduk nya dan melangkahkan kaki nya untuk membuka pintu berwarna coklat tersebut.

Cklek

Kyuhyun mengedarkan pandangan nya pada luar rumah. Ternyata ada perkarangan kecil yang di penuhi oleh tanaman hias di depan rumah tersebut.

Guk.. Guk..

Kyuhyun mengalihkan pandangan nya ke bawah dan terfokus pada anjing putih kecil yang mengonggong kecil sambil mengibaskan ekornya. Kyuhyun mengulas senyuman tipis melihat nya. Ia tak pernah memelihara hewan apa pun di rumah.

Guk! Grrrr~

Senyuman Kyuhyun tak bertahan lama. Ia mengernyit bingung saat anjing kecil itu mengendusnya lalu gonggongan nya mulai berat dan menyeramkan. Bulu-bulu putih nya yang halus terlihat mulai menegak dan tatapan matanya mengarah tajam pada Kyuhyun.

Gluk

Seperti nya perasaan Kyuhyun tidak enak. Kyuhyun mulai mundur secara bertahap melihat anjing mungil yang tadi di cap lucu oleh nya itu menggeram dan menandakan jika anjing itu terlihat marah dan tidak suka dengan kehadiran nya. Hey itu hanya anjing kecil. Choi Kyuhyun, tenanglah! Tapi jika di gigit oleh nya pasti sakit juga bukan? Andwee!

Tanpa banyak pikir, ia hanya terus mundur dan mulai masuk kembali ke dalam rumah dengan mata masih terfokus pada anjing kecil itu. Mundur… mundur… mundur dan—

GUK!

"HUWAAA UMMAA~!"

.

.

~To be Continued~


Annyeong ^ ^

wah ternyata cukup mendapat respon juga ff ini~ senangnya /nari bareng kyu/

ff ini tetap di lanjut kok.. semoga ini updet nya gak terlalu lama ^ ^

Thanks for readers and reviewers~~

Replying :

cece : gomawo ^ ^ ne, ini sudah di lanjut..

Guest 12/29/12 : wah aku juga brothership lovers haha oke, gomawo ^ ^

Blackyuline : ia semuaa pergiii.. ortu nya mereka juga pergi. itu rumah jadi kosong ckck haha sudah lanjut, gomawo..

ratnasparkyu : kyu cocok di siksa sih /di getok kyu/ haha gomawo~

KyuChul : haha oke, seiring berjalan waktu ini akan mengharukan seperti nya ._.v gomawo~

dinikyu : sudah lanjut, gomawo~

kyuminjoong : haha iya setuju /plak/ mereka pasti ketemu lagi kok, tenang saja hhe

qeqey :poor kyunnie :( hehe ne sudah lanjut, gomawo~

xoxoxo : udah tau kan siwon dimana? hehe

magnae : /ikut lompat/ gomawo~ ne sudah lanjut~

JJ : ketemu kok tapi gak tau kapan #eh haha oke~

ghaida : siwon baik2 aja kok hehe ne sudah lanjut..

kyukyu712 : ne sudah lanjut, gomawo~

arumfishy : aku juga teukhaekyu lovers haha ketemu gak ya? ._. haha gomawo~

aiiukiu : kangen teuki juga :'( oke siap laksanakan hha gomawo~

Bella : ne, gomawo. sudah lanjut kok~

dew'yellow : dulu nya ortu nya hae cukup lah tapi waktu meninggal rumah nya di jual sama teukhae hehe gomawo..

youra : ne, ini sudah lanjut..

cj : oke, di lanjut~ gomawo

bang3424 : reaksi umma choi belum ada di sini hehe oke, gomawo ne~

Arum Junnie : okee, gomawo

gyu1315 : haha poor kyunnie di sini. oke di lanjut kok, gomawo :)

SHINoix InKyu : ne sudah lanjut, gomawo~ ^^

Thanks for all readers ^ ^

-mind review again?-