FAMILY ?

.

.

Main Cast :

Cho Kyuhyun as Choi Kyuhyun (10 tahun)

Park Jung Soo / Leeteuk (15 tahun)

Lee Donghae (12 tahun)

Choi Siwon (12 tahun)

.

.

Summarry :

Ketika kau tak pernah merasakan kehangatan dan kebahagian dalam keluarga mu sendiri. Meninggalkan semua nya dan mencari kehangatan keluarga lain nya yang mampu mengerti dan menerima mu apa ada nya. Keluarga yang akan memperhatikan dan bersama mu setiap saat.

.

.


† TeukHaeKyu †

Seperti nya perasaan Kyuhyun tidak enak. Kyuhyun mulai mundur secara bertahap melihat anjing mungil yang tadi di cap lucu oleh nya itu menggeram dan menandakan jika anjing itu terlihat marah dan tidak suka dengan kehadiran nya. Hey itu hanya anjing kecil. Choi Kyuhyun, tenanglah! Tapi jika di gigit oleh nya pasti sakit juga bukan? Andwee!

Tanpa banyak pikir, ia hanya terus mundur dan mulai masuk kembali ke dalam rumah dengan mata masih terfokus pada anjing kecil itu. Mundur… mundur… mundur dan—

GUK!

"HUWAAA UMMAA~!"

.

.

PART 3

Dengan santai dan riang, Donghae berjalan menuju rumah nya kembali. Ia baru saja membawa anjing kesayangan nya jalan-jalan di taman. Senyuman lebar terukir saat ia melihat sosok Leeteuk di tikungan jalan. Ia melambaikan tangan nya dan menunggu kakak nya itu datang.

"Hyung pulang cepat eoh?" tanya Donghae tepat saat Leeteuk berdiri di hadapan nya dan mengacak rambut nya sayang.

"Ne. Shin ahjussi akan pergi jadi toko di tutup lebih awal" jawab Leeteuk membuat Donghae mengangguk paham.

"Kau darimana Hae?" tanya Leeteuk penasaran.

"Biasa, aku membawa bada jalan-jalan" jawab Donghae sambil tersenyum lebar.

"Lalu dimana bada sekarang?"

"Tentu saja dia di si—Eh?"

Donghae mengedarkan pandangan nya ke sekeliling untuk mencari anjing kecil nya namun sosok hewan manis itu tak di temukan nya.

"Aish! Dia pasti pulang duluan" decak kesal Donghae.

"Haha sudahlah. Kajja kita pulang~"

Leeteuk pun merangkul bahu Donghae dan kedua nya berjalan santai menuju rumah yang hanya beberapa meter lagi. Mereka saling berbincang asyik dan sesekali Leeteuk tertawa mendengar cerita Donghae.

Mereka pun tiba di rumah yang mereka tinggali kurang lebih 2 tahun ini. Sebuah rumah sederhana yang menjadi tempat berlindung kedua nya. Setelah orang tua Donghae meninggal, mereka memutuskan untuk menjual rumah lama Donghae yang cukup besar. Hasil penjualan rumah itu di gunakan untuk biaya sekolah dan tabungan masa depan.

Leeteuk dan Donghae mengernyit bingung saat memasuki perkarangan rumah mereka. Pintu depan sudah terbuka lebar.

"Pergi! Pergi! Hush, pergi kau jelek!"

Mereka berdua saling melempar tatapan heran saat mendengar suara teriakan dari dalam rumah.

"Bada?" gumam Donghae bingung.

"Ah! Hae, ada Kyu di rumah!"

Leeteuk menjentikan jari nya saat mengingat sosok Kyuhyun yang sudah berada di rumah mereka sejak semalam. Mendengar itu, Donghae langsung berlari ke dalam rumah.

Heehhh?

Donghae tercengang melihat keadaan rumah nya yang sedikit kacau. Bantalan sofa sudah berserakan di lantai, karpet halus di dekat karpet itu pun sudah acak-acakan. Tidak sampai di situ, ada beberapa barang yang juga tergeletak di lantai, ada majalah, sendok, mangkuk plastik, dan barang-barang lain nya.

"Bada!" pekik Donghae saat melihat anjing kecil nya tengah mengeram dan menggonggong sembari meloncat-loncat di dekat dapur.

"Aigoo.. Kyunnie!" kali ini Leeteuk yang memekik saat melihat Kyuhyun duduk di atas meja makan dengan wajah ketakutan.

Donghae langsung berhambur dan mengambil anjing kecil yang bernama bada tersebut. Sedangkan Leeteuk membantu Kyuhyun untuk turun dari meja makan itu.

"Aku benci hewan jelek itu!" desis Kyuhyun sambil mendelik ke arah bada yang terlihat lebih tenang di gendongan Donghae.

"Bada itu lucu, Kyu~" balas Donghae sambil mengelus bulu halus bada.

"Ani! Dia mau menggigit ku! Dia menyebalkan" desis Kyuhyun lagi.

GUK!

Mendengar gonggongan itu, Kyuhyun langsung bersembunyi di balik punggung Leeteuk. Donghae dan Leeteuk pun tergelak tawa melihat nya.

"Dia hanya anjing kecil, Kyu" ucap Leeteuk sambil tertawa kecil.

"Aku benci dia!" pekik Kyuhyun masih bersembunyi di punggung Leeteuk.

.

.

Setelah membereskan kekacauan yang terjadi, Leeteuk pun menyiapkan makanan untuk makan malam mereka. Donghae pergi mandi dan Kyuhyun masih terduduk di sofa dengan wajah di tekuk. Sungguh ia membenci anjing!

Leeteuk yang sibuk meracik makanan pun hanya menggelengkan kepala nya dan tertawa kecil melihat wajah Kyuhyun.

"Hae hyung! Singkirkan hewan putih jelek mu itu!"

Leeteuk mengalihkan tatapan nya ketika mendengar teriakan dari Kyuhyun lagi. Kyuhyun menatap waspada bada yang tengah asyik berguling-guling di karpet lembut. Sepertinya namja kecil itu masih trauma dengan anjing imut dan menggemaskan seperti bada.

"Kyu…" panggil Leeteuk membuat Kyuhyun menatap nya.

"Kemarilah! Bantu aku saja" ajak Leeteuk sambil melambaikan tangan nya.

Dengan hati-hati Kyuhyun melangkah melewati bada yang ada di karpet depan sofa. Ia langsung berlari menuju dapur dan mulai memperhatikan Leeteuk.

"Bada hanya waspada karena ada orang baru tapi setelah nya ia akan menurut. Aku pun pernah mengalami nya" cerita Leeteuk sembari memotong sosis menjadi potongan kecil-kecil.

Kyuhyun mengerutkan dahi nya bingung. Orang baru? Leeteuk pernah mengalami nya?

"Ini. Bisakah kau cucikan sayuran itu?" tanya Leeteuk sembari mengangsurkan semangkuk penuh salada hijau juga lobak.

"Err, aku tidak suka sayuran" gumam Kyuhyun yang memperhatikan sayuran di tangan nya dengan tatapan tidak suka.

"Benarkah? Tapi sayuran itu bagus untuk pertumbuhan, Kyu. Apalagi—"

"Sayuran itu sehat dan penuh nutrisi. Anak seperti mu sangat membutuhkan untuk perkembangan"

Leeteuk terkikik geli saat Kyuhyun memotong ucapan nya dan melanjutkan kata-kata nya dengan ucapan yang biasa Han ahjussi katakan pada nya. Kyuhyun menyerahkan sayuran yang hanya ia bilas dengan air itu. Walaupun tidak pernah melakukan hal seperti memasak tapi ia sering memperhatikan para koki yang memasak di rumah nya.

"Kau pintar! Gomawo" ucap Leeteuk sambil tersenyum lembut.

Kyuhyun duduk di kursi meja makan dan kembali memperhatikan Leeteuk yang entah sedang memasak . Selama beberapa saat mereka membiarkan keheningan melingkupi. Tak ada yang membuka suara. Leeteuk sibuk dengan kegiatan nya dan Kyuhyun yang hanya diam memperhatikan namja itu.

"Hyung~ makanan bada sudah mau habis" adu Donghae yang baru menyelesaikan acara mandi nya. Ia melangkah ke dapur dengan bada di gendongan nya.

"Besok akan ku berikan uang, kau belikan sendiri ne?" ucap Leeteuk sambil tersenyum tipis. Donghae pun mengangguk.

"Singkirkan dia dari ku, hyung" desis Kyuhyun saat Donghae berdiri di samping nya sambil mengelus bulu bada.

"Aish, Kyunnie~ bada itu lucu. Lihat saja" goda Donghae sambil mengulurkan bada ke hadapan Kyuhyun.

"Hyung!"

"Hae, jangan begitu!" tegur Leeteuk membuat Donghae tertawa terbahak dan Kyuhyun yang merengut kesal. Donghae mengeluarkan makanan untuk bada dan setelah nya ia duduk di kursi sebelah Kyuhyun menanti makan malam mereka.

Hidangan yang sangat sederhana…

Itulah yang di pikirkan oleh Kyuhyun saat menatap hanya ada 2 piring yang berisi japche sosis dan salad. Leeteuk membagi japche itu menjadi 3 dengan porsi yang cukup bagi ketiga nya. Kyuhyun terdiam sesaat memperhatikan piring di hadapan nya. Tak ada makanan pembuka, makanan utama dan dessert seperti yang biasa tersedia di meja besar nya.

Kyuhyun mengalihkan tatapan nya pada Leeteuk dan Donghae. Kedua nya tengah tersenyum lalu mulai memakan makan malam sederhana itu. Sesekali kedua nya berbincang di tengah acara makan itu. Terkadang Leeteuk memberikan sosis yang ada di piring nya ke piring Donghae karena ia tahu dongsaengn nya itu menyukai sosis. Donghae hanya tersenyum lebar mendapatkan perhatian dari hyung tersayang nya tersebut.

Satu hal lagi yang berbeda, jika di keluarga Choi saat makan dilarang untuk berbicara dan sekarang… Kyuhyun tersenyum getir saat bayangan keluarga nya muncul. Jangan kan berbicara sambil makan mereka pun tidak pernah makan malam bersama. Hanya di moment-moment tertentu hal itu bisa terjadi namun rasa nya sangat janggal dan tidak menyenangkan.

Seperti inikah rasa nya makan malam dengan keluarga normal? Kau tidak akan makan seorang diri. Dapat tersenyum bahagia walau dengan makanan yang sangat terbatas. Saling berbagi kepada anggota keluarga lain nya. Aahh~ Senyuman getir itu sekarang berubah menjadi senyuman tipis namun terlihat tulus. Ia senang bisa masuk menjadi bagian dari Leeteuk dan Donghae.

"Kyu?"

Leeteuk dan Donghae menatap Kyuhyun heran karena sejak tadi namja itu tak menyentuh makan malam nya. Ia hanya melamun dan menatap kedua nya dengan tatapan aneh.

"Kau tidak suka makanan nya?" tanya Leeteuk lagi.

"Eh?"

Kyuhyun baru tersadar dari lamunan nya saat Donghae menepuk pundak nya dan menatap nya heran.

"Kau baik-baik saja?" tanya Donghae. Kyuhyun menganggukan kepala nya.

"Apa kau tidak suka makanan nya, Kyu? Aku bisa membuatkan yang lain jika kau tak suka" ulang Leeteuk lagi. Kyuhyun langsung menggelengkan kepala nya dan mengambil sumpit nya.

"Aniya. Aku suka hyung" ucap Kyuhyun sambil tersenyum lebar.

"Ck, aku baru saja mau memberikan japche mu pada bada jika kau tak mau" ucap Donghae santai.

"Berikan saja hyung jika kau mau hewan jelek itu mati" balas Kyuhyun sembari menyeringai membuat Donghae bergidik dan gantian Leeteuk yang tertawa.

Akhirnya acara makan malam itu berjalan dengan menyenangkan. Suasana makan malam yang sungguh berbeda dari yang Kyuhyun rasakan sebelum nya.

.

.

† TeukHaeKyu †

Malam yang terasa lebih panjang bagi Kyuhyun. Melakukan beberapa aktivitas di malam hari yang biasa nya ia habiskan hanya untuk bermain game di kamar. Akhirnya Kyuhyun merasakan bagaimana mencuci peralatan makan yang ia gunakan saat makan malam. Inilah perjanjian yang ada di keluarga tersebut. Leeteuk akan memasak dan Donghae yang akan mencuci seluruh peralatan makan yang mereka gunakan. Karena nya setelah makan malam tadi Donghae langsung menarik tangan Kyuhyun untuk membantu nya mencuci piring. Bukan pekerjaan yang mudah. Kyuhyun hampir memecahkan piring dan gelas yang ia cuci membuat Donghae menghela nafas dan mengambil alih tugas itu seluruh nya sedangkan Kyuhyun hanya menyengir lebar.

Saat ini, Leeteuk, Donghae dan Kyuhyun tengah santai duduk di sofa sembari menonton televisi. Terkadang Donghae akan bercerita tentang kehidupannya selama ini bersama dengan Leeteuk kepada Kyuhyun yan hanya mendengarkan nya dengan seksama.

"Lalu dimana orang tua kalian?"

Pertanyaan Kyuhyun itu sontak membuat Leeteuk dan Donghae terdiam. Leeteuk tersenyum lalu merangkul Donghae yang mulai menundukan kepala nya. Melihat itu, Kyuhyun sedikit tidak enak hati. Seperti nya ia salah bicara. Ada apa ini? Apa nasib kedua nya sama dengan diri nya yang di tinggal bekerja oleh kedua orang tua nya?

"Appa dan Umma… Mereka sudah meninggal 2 tahun yang lalu" ucap Donghae menjawab pertanyaan Kyuhyun.

DEG

Mata Kyuhyun membulat. Meninggal? Pikiran Kyuhyun mendadak kosong. Ia menatap Donghae yang tersenyum getir.

"M-mianhae" sesal Kyuhyun

"Gwenchana. Haahh padahal sudah 2 tahun tapi aku masih sedih saja" ucap Donghae sambil tersenyum pada Kyuhyun.

"Untung saja ada Teuki hyung kalau tidak aku pasti sudah mati kesepian hidup seorang diri di dunia ini" tambah Donghae lagi membuat Kyuhyun mengernyit.

"Aku benar-benar bersyukur Appa dan Umma mau membawa Teuki hyung menjadikan nya hyung ku beberapa tahun yang lalu" Donghae langsung memeluk Leeteuk yang hanya mengukir senyuman lembut dan mengelus pucuk kepala Donghae. Kyuhyun terdiam sejenak untuk mencerna ucapan Donghae.

"Menjadikan? Maksudnya?"

Leeteuk dan Donghae menatap Kyuhyun yang mengernyit bingung.

"Ah! Apa kami belum bilang? Teuki hyung bukan hyung kandungku" ucap Donghae

"Mwo?!" pekik Kyuhyun kaget dan menatap kedua nya tidak percaya.

"Wae Kyu? Apa aneh? Haha Appa dan Umma mengadopsi ku saat aku berumur 7 tahun dari panti asuhan. Mereka ingin aku menemani Donghae bermain di rumah agar anak ini tidak kesepian" ucap Leeteuk sambil mengacak rambut Donghae.

Drama apa yang sedang terjadi? Ia hanya tahu kejadian seperti ini di dalam film. Bukan itu yang membuat Kyuhyun terkaget tapi karena kedekatan dan kebersamaan Leeteuk dan Donghae yang sangat erat. Tidak bisa di bayangkan jika kedua nya bukan lah saudara kandung. Bahkan hubungan nya dengan Siwon yang notabene nya adalah saudara kandung saja tidak sedekat itu.

"Kyu?"

Donghae mengibaskan tangan nya di depan Kyuhyun yang langsung menyadarkan Kyuhyun dari seluruh dunia pemikiran nya.

"Aish, kenapa kau suka sekali melamun eoh?" tanya Donghae heran. Kyuhyun hanya meringis.

"Ani hyung. Aku hanya tidak habis pikir. Kalian bukan saudara kandung tapi kalian sangat dekat, aku benar-benar tidak percaya" jujur Kyuhyun sambil menggelengkan kepala nya. Leeteuk dan Donghae yang mendengar itu hanya terkikik geli.

Leeteuk pun merangkul Kyuhyun yang duduk di sebelah kanan nya.

"Kedekatan seseorang tidak harus berdasarkan hubungan darah. Jika di dalam hati mu ada niat untuk terus bersama, saling menjaga dan menyayangi maka kedekatan dan keharmonisan itu akan tercipta dengan sendiri nya, Kyunnie" ucap Leeteuk bijak. Kyuhyun merenung sejenak sebelum menganggukan kepala nya setuju.

"Karena itu, Leeteuk hyung adalah hyung kesayangan ku dan kau, Kyuhyunie akan menjadi dongsaeng kesayangan ku juga. Bagaimana? Bagus bukan? Hahaha" ungkap Donghae lalu tertawa lebar.

Senang? Oh tentu saja, ucapan Donghae barusan membuatnya sangat senang. Ia tak bisa menghapuskan senyuman yang terukir di wajahnya saat ini. Namun mata nya pun terasa memanas. Ia ingin menangis. Tidak! Bukan karena sedih justru ini adalah tangis haru yang baru pertama kali ia rasakan. Perasaan aneh menyelusup dalam hati nya. Perasaan hangat dan bahagia.

TES

"Heee? Kyunnie! Kenapa kau menangis?"

Donghae langsung berdiri dan pindah duduk di sebelah Kyuhyun saat melihat namja yang ia cap sebagai dongsaeng nya itu menitikan air mata. Leeteuk yang sedaritadi memperhatikan raut muka Kyuhyun pun terkejut dengan hal itu.

"Uljima~" ucap Donghae sembari menghapus jejak air mata Kyuhyun.

Kyuhyun tertawa kecil melihat Leeteuk dan Donghae yang menatap nya dengan wajah cemas.

"Ya! Kenapa justru tertawa?" tanya Leeteuk heran.

"Muka kalian lucu, hyung –hahaha" ucap Kyuhyun di tengah tawa nya membuat Leeteuk dan Donghae saling melempar tatapan bingung. Kyuhyun menghentikan tawa nya dan menghela nafas. Ia menatap Leeteuk dan Donghae dengan senyuman manis yang belum pernah ia tunjukan.

"Gomawo hyung. Gomawo sudah mau menerima ku" ucap Kyuhyun tulus.

Leeteuk dan Donghae terdiam sesaat sebelum kedua nya merangkul Kyuhyun dan tertawa bersama entah apa yang membuat mereka tertawa. Mereka hanya ingin membagi kebahagian yang menyelimuti hati masing-masing.

Tuhan, terima kasih kau pertemukan aku dengan mereka berdua. Mungkin aneh, tapi aku merasa sudah menyayangi Teuki hyung juga Hae hyung. Tolong jaga mereka dan biarkan senyuman bahagia dapat terus terukir di wajah mereka dan wajah ku.

.

Waktu telah menunjukan pukul 11 malam namun Kyuhyun masih setia duduk di sofa dan menonton acara TV yang cukup menarik bagi nya. 2 jam berbincang asyik dengan Leeteuk dan Donghae tak membuat Kyuhyun lelah dan tidur, mungkin karena ia sudah tidur seharian. Terkadang tawa kecil terdengar dari namja itu. Entah mengapa hari ini ia merasa tenang dan tak punya beban sedikit pun.

"Kyu, kau belum tidur?"

Kyuhyun menolehkan kepala nya ke asal suara yang memanggilnya. Leeteuk keluar dari kamar sembari mengucek matanya. Ia sudah tidur 1 jam yang lalu bersama dengan Donghae.

"Apa aku membangunkan mu, hyung? Mianhae" ucap Kyuhyun sambil menyengir lebar.

Leeteuk menggeleng lalu menghampiri Kyuhyun dan mengacak rambut nya gemas.

"Ani. Ini sudah malam, kenapa belum tidur eoh?" tanya Leeteuk sembari mendudukan dirinya di sofa sebelah Kyuhyun.

"aku belum mengantuk"

Leeteuk menganggukan kepala nya lalu beralih ikut menonton acara TV tersebut. Sejenak keheningan terjadi dan tak ada yang berniat membuka suara nya. Hanya suara TV dan tawa kecil yang memenuhi ruangan tersebut.

"Kyu…"

Panggilan Leeteuk memecah keheningan di antara kedua nya. Kyuhyun menoleh dan menatap Leeteuk dengan tatapan bertanya.

"Apa kau mau bercerita padaku tentang dirimu sekarang?" tanya Leeteuk hati-hati.

Leeteuk memang sangat penasaran dengan asal usul Kyuhyun. Bagaimana pun ia harus tahu apa yang terjadi dan apa yang di sembunyikan oleh Kyuhyun pada mereka, karena dengan sangat jelas ia melihat sebuah rahasia dan kesedihan pada diri Kyuhyun. Mata Kyuhyun sedikit membulat mendengar pertanyaan Leeteuk. Tanpa sadar ia menundukan kepala nya membuat Leeteuk menghela nafas.

Dengan perlahan Leeteuk mengelus kepala Kyuhyun.

"Aku hanya ingin tahu asal usul mu, Kyunnie" ucap Leeteuk.

Kyuhyun masih terdiam. Ia bingung harus menjawab seperti apa. Ia takut Leeteuk akan marah jika tahu bahwa ia kabur dari rumah nya sendiri. Leeteuk masih sabar menunggu Kyuhyun membuka suara.

"Mianhae hyung.."

Akhirnya Kyuhyun mengeluarkan suara nya yang begitu lirih tanpa mengangkat wajahnya untuk menatap Leeteuk.

"Aku—aku akan segera pergi dari sini, jadi kau tidak perlu khawatir. Mianhae" ucap Kyuhyun yang lebih mirip dengan gumaman yang sangat pelan.

"Mwo?" Leeteuk sedikit terkejut dengan pernyataan Kyuhyun. Ia sama sekali tak menyuruh Kyuhyun pergi bahkan ia tak ingin anak yang sudah Ia anggap dongsaeng nya itu pergi.

"Mian—"

"Aku tidak menyuruh mu pergi, Kyu. Aku hanya ingin kau menceritakan padaku tentang mu, hanya itu"

Leeteuk menggelengkan kepala nya melihat Kyuhyun yang enggan menatapnya saat ini.

"Sebenarnya kenapa kau tak mau menceritakan nya pada ku, Kyu?"

"Aku—aku mengantuk hyung. Aku tidur duluan"

Kyuhyun langsung bangkit berdiri dan melangkah menuju kamarnya. Biarlah saat ini ia menjadi pengecut yang melarikan diri dari masalah. Ia belum siap untuk menceritakan tentang kisahnya yang menyebalkan.

"Kyuhyun-ah!" panggil Leeteuk yang tidak habis pikir dengan pemikiran dari namja yang 5 tahun lebih muda dari nya.

"Apa kau belum menganggap ku sebagai hyung mu?" ucap Leeteuk lagi yang membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya.

"Aku sudah menganggap mu sebagai dongsaeng ku sendiri sama seperti Donghae sejak aku mengizinkan mu tinggal di sini. Aku hanya ingin tahu kesedihan apa yang di simpan oleh maknae ku sekarang"

Kyuhyun mengepalkan tangan nya. Mata nya terasa panas saat mendengar ucapan Leeteuk. Hati nya seakan bergejolak.

"Kau bisa berbagi semua kesedihan dan kesenangan mu pada ku, karena aku adalah hyung mu. Aku ingin tahu semua tentang diri mu agar kita bisa lebih dekat lagi Kyunnie. Bisa kau mengerti itu?"

Leeteuk terus mengutarakan isi hati nya sembari memandang punggung Kyuhyun yang terdiam di tempat.

"Mulai sekarang kita adalah keluarga. Tertawa dan menangis kita lakukan bersama. Saling berbagi, membantu dan mendukung apa pun yang di lakukan oleh salah satu dari kita"

"Aku tahu kau sedang sedih dan ada beban yang mengganjal mu, Kyu. Walau aku tak bisa membantu mungkin aku bisa meringankan bebanmu. Aku tak ingin kau sedih sendirian Kyunnie. Kau membuatku ikut sedih jika seperti ini"

Leeteuk menghela nafasnya. Ia menatap nanar Kyuhyun yang tak kunjung membalikan tubuhnya.

"Kyuhyun-ah" panggil Leeteuk lagi dengan nada lebih pelan dan lembut.

Kyuhyun mulai membalikan tubuhnya membulat Leeteuk mengulas angelic smile nya. Kyuhyun menatap Leeteuk dengan mata berair. Kata-kata Leeteuk sukses menyentuh hati nya.

"Hyung…" gumam Kyuhyun sangat lirih.

"Ne?"

"Bolehkah aku memeluk mu?" tanya Kyuhyun hati-hati.

Leeteuk melebarkan senyuman nya mendengar permintaan Kyuhyun. Ia merentangkan tangan nya seakan memanggil Kyuhyun.

Kyuhyun yang sudah terisak langsung berhambur memeluk Leeteuk. Air mata yang sedaritadi di tahan sekarang tumpah dan membahasi kaos Leeteuk.

"Uljima saeng"

Leeteuk mengelus punggung Kyuhyun yang bergetar berusaha untuk menenangkan. Selama beberapa saat Leeteuk terdiam membiarkan Kyuhyun menumpahkan seluruh kesedihan nya lewat air mata.

"Mi—mianhae hyung—hiks. Teuki hyung dan Hae hyung— aku sudah menganggap kalian sebagai hyung ku—hiks— Aku—"

"Sst, arrasso Kyunnie"

Leeteuk mengelus rambut Kyuhyun lembut membuat Kyuhyun semakin mengeratkan pelukan nya. Leeteuk melepaskan pelukan Kyuhyun setelah dongsaeng nya itu tenang. Ia menghapus air mata yang masih menghiasi pipi chubby Kyuhyun. Leeteuk memberikan senyuman yang membuat Kyuhyun semakin tenang dan mulai membalas dengan senyuman tipis.

"Maafkan aku hyung, aku—aku hanya belum siap menceritakan semua nya pada mu" ucap Kyuhyun pelan.

"Tapi aku janji! Aku janji akan menceritakan semua nya pada hyung saat aku siap nanti. Beri aku waktu, jebal hyung. Aku benar-benar senang kau sudah menganggapku sebagai dongsaeng mu. Aku selalu menginginkan perlakuan seorang hyung" lanjut Kyuhyun panjang lebar.

Leeteuk tertawa kecil melihat wajah imut dan antusias yang di tunjukan oleh Kyuhyun pada nya. Ia mencubit pipi Kyuhyun gemas.

"Ya! Appo hyung!"

Kyuhyun mengerucutkan bibir nya sambil mengelus pipi nya yang telah di cubit cukup keras oleh Leeteuk.

"Kau janji akan menceritakan semua nya? Tak ada rahasia lagi?" tanya Leeteuk yang langsung dib alas dengan anggukan semangat dari Kyuhyun. Leeteuk tersenyum melihat itu.

"Baiklah. Aku akan menunggu" ucap Leeteuk.

"Gomawo hyung~"

Kyuhyun kembali memeluk Leeteuk sejenak lalu menyengir lebar.

"Kau sudah mengantuk?" tanya Leeteuk. Kyuhyun mengangguk ragu. Sebenarnya ia belum terlalu mengantuk.

"Kajja, kemarilah"

Leeteuk menepuk kedua paha nya membuat Kyuhyun mengernyit bingung. Leeteuk terkikik geli melihat Kyuhyun tak mengerti maksudnya. Ia menarik Kyuhyun dan merebahkan kepala Kyuhyun di pangkuan nya. Kyuhyun terlonjak kaget namun tak menolak perlakuan hyung baru nya itu.

"Kau akan cepat tertidur jika seperti ini. Donghae sudah membuktikan nya—hahaha" ucap Leeteuk lalu tertawa. Kyuhyun hanya mengangguk pelan.

"Tidurlah Kyunnie"

Leeteuk mulai memainkan dan mengelus surai rambut Kyuhyun. Hal itu sukses membuat Kyuhyun tersenyum dan mulai memejamkan mata nya. Perasaan hangat dan nyaman memenuhi hati Kyuhyun. Leeteuk menghela nafasnya saat menyadari nafas Kyuhyun mulai teratur dan itu menandakan dongsaeng nya sudah tertidur pulas. Ia tersenyum melihat perubahan raut wajah Kyuhyun yang berbeda dari sebelumnya. Setidaknya Kyuhyun sudah terasa senang dan nyaman dengan semua nya. Itulah yang di pikirkan oleh Leeteuk.

Ia mulai menyenderkan punggung nya di sandaran sofa mencari tempat yang nyaman. Seperti nya malam ini ia harus tidur dengan posisi duduk (lagi). Ia memejamkan mata nya dan mulai menyusul Kyuhyun ke alam mimpi.

.

.

Seorang namja tengah duduk memandangi luar jendela kamar nya. Memandang langit tanpa bintang yang menghiasi malam. Beberapa kali ia menghela nafas. Perasaan nya kacau sejak kemarin namun ia tak bisa melakukan apa pun untuk menyembuhkan kekacauan pada diri nya itu.

Cklek

"Siwon hyung…"

Siwon mengalihkan pandangan nya dari jendela kepada seseorang yang muncul dari balik pintu. Ia mengukir senyuman tipis untuk menyambut kedatangan orang tersebut.

"Kibummie, kau sudah pulang? Kenapa malam sekali?"

"Biasa, aku lupa waktu jika sudah bermain" ucap Kibum santai. Siwon menganggukan kepala nya mengerti.

"Chullie hyung juga sudah menceritakan semua nya pada ku. Kau serius meninggalkan rumah mu, hyung?"

Kibum berjalan menghampiri Siwon lalu duduk di kursi meja belajar milik kakak nya. Siwon memang menginap sementara di rumah keluarga Kim. Ia adalah teman dari kakak Kibum—Kim Heechul. Siwon bertemu Heechul beberapa tahun yang lalu dan menjadi sahabat. Selain itu, Siwon pun sudah sangat dekat dengan keluarga Kim. Heechul dan Kibum sudah mengetahui semua permasalahan di keluarga Siwon. Appa dan Umma Kim pun tak keberatan jika Siwon sering menginap di rumah mereka. Walaupun saat ini kedua nya tak tahu jika Siwon kabur dari rumah. Heechul dan Kibum merahasiakan hal itu pada orang tua mereka.

"Aku sudah bertekad dan aku tak akan mundur lagi. Kau tahu kan aku sudah menyiapkan semua nya sejak lama?"

Kibum mengangguk. Ia memang tahu Siwon bekerja part time di café keluarga nya untuk membiayai kehidupan nya setelah keluar dari rumah keluarga nya sendiri. Siwon sudah merencanakan semua nya sedemikian rupa.

"Lalu kenapa kau terlihat kacau seperti itu?" tanya Kibum dengan tatapan menyelidik.

Siwon terdiam. Ia kembali menatap langit kelam yang seperti nya sangat menarik perhatian nya.

"Adik ku. Entah mengapa aku selalu kepikiran tentang nya. Aku benar-benar hyung yang jahat dan buruk, bukan?"

"Jangan berkata begitu. Tapi kenapa kau tidak mengajak nya saja, hyung?"

"Itu tidak mungkin Kibummie. Dia tak pernah hidup di luar rumah. Aku tidak mau ia hidup susah" ucap Siwon sedih. Kibum pun hanya terdiam membiarkan Siwon untuk menceritakan apa yang menjanggal hati nya.

"Dia berbeda dengan ku. Sejak kecil ia selalu menjadi anak baik. Dia lakukan semua yang di perintahkan Appa. Yang ia tahu hanya sekolah, rumah dan game. Ia tidak pernah mengenal dunia luar. Aku—" Siwon mengacak rambut nya frustasi.

"Aku tahu dia kesepian –sangat kesepian! Dan aku sebagai hyung nya justru sering meninggalkan nya sendirian di rumah bahkan sekarang aku pergi hanya karena keegoisanku. Aku tidak berguna! Tapi— jika aku mengajak nya… Dia bisa kehilangan semua nya. Aku hanya tidak mau dia menjadi lebih menderita"

Siwon menghela nafas berat dan menghusap wajah nya kasar. Kibum terdiam. Walau ucapan Siwon terdengar berbelit namun Kibum mengerti maksud dari ucapan tersebut. Ia pun tak bisa memberikan saran apa pun. Ia hanya bisa menjadi pendengar yang baik.

"Dia pasti mengerti. Percayalah hyung dia akan baik-baik saja" ucap Kibum saat melihat Siwon tak berniat melanjutkan kata-kata nya.

"Ne, aku harap begitu walau perasaan ku tidak enak" balas Siwon.

"Kau bisa menghubungi nya untuk memastikan" saran Kibum namun langsung mendapat gelengan kepala dari Siwon.

"Aku belum siap menghadapi nya, bummie" ucap Siwon lirih. Kibum menghela nafas nya.

"Aku mengerti. Istirahat lah hyung. Tidur akan membuat mu lebih tenang" ucap Kibum dengan senyuman nya. Siwon menganggukan kepala nya.

"Gomawo"

Kibum pun bangkit dari kursi nya dan melangkahkan kaki nya meninggalkan kamar Heechul yang di tempati Siwon saat ini dan kembali ke kamar nya sendiri.

Siwon masih tak bergeming dari tempat nya. Ia kembali menerawang jauh ke langit malam tanpa bintang itu.

'Bagaimana keadaan mu, saeng?Mianhae— Jeongmal Mianhae…'

.

.

.

† TeukHaeKyu †

Hari kedua seorang Kyuhyun berada di rumah sederhana bersama dengan Leeteuk dan Donghae. Senyuman dan tawa yang jarang Kyuhyun tunjukan tidak dapat di sembunyikan lagi di tempat ini. Selalu ada hal yang membuat nya tersenyum jika berhadapan dengan Leeteuk dan Donghae. Hanya dalam waktu 2 hari, Kyuhyun sudah merasa nyaman dan dekat dengan kedua nya. Kyuhyun yang notabene nya susah untuk bergaul dan bersosialisasi sekarang bisa beradaptasi dengan tempat baru dengan begitu cepat.

Kyuhyun tengah duduk bersila di atas sofa sembari mengganti chanel TV berulang kali hanya untuk mencari siaran yang menarik. Walaupun senang berada di sini namun terkadang ia juga bosan. Pagi tadi Leeteuk dan Donghae pergi untuk berangkat ke sekolah dan berakhirlah Kyuhyun sendirian di rumah ini. Harusnya ia juga pergi ke sekolah tapi ia enggan untuk kembali ke sekolah nya. Ia yakin jika Han ahjussi mengetahui ia menghilang maka pengasuh nya itu akan terus mencari keberadaan nya termasuk ke sekolah. Toh ia pun tak membawa seragam dan buku jadi bisa di katakan ia bolos sekolah.

"Membosankan~"

Kyuhyun merebahkan tubuhnya di sofa. Ia menyerah untuk mencari chanel yang menarik karena nyata nya tak akan ada yang menarik perhatian nya saat ini.

"PSP ku~" gumam Kyuhyun sambil menerawang jauh ke langit-langit rumah.

Guk! Guk!

Ah! Seperti nya Kyuhyun tidak sendirian di rumah saat ini. Bada –anjing putih imut— milik Donghae setia menemani nya namun Kyuhyun seakan mengabaikan anjing yang sedaritadi menggonggong kecil memanggilnya dari rumah mungil di dekat jendela.

"Berisik jelek!" umpat Kyuhyun kesal mendengar suara bada sedaritadi. Ia kembali terduduk di sofa sambil mendelik kesal kearah rumah mungil itu.

Entah mengapa, Kyuhyun mulai bangkit berdiri dan menghampiri bada. Ia berjongkok di depan rumah anjing itu. Bada yang sudah tidak asing dengan kehadiran Kyuhyun pun hanya mengonggong kecil sambil mengibaskan ekor nya.

"Apa kau sendirian saat Teuki hyung dan Hae hyung sekolah?" gumam Kyuhyun, mungkin tengah mengajak bada berbincang dan tentu saja anjing putih itu hanya terdiam memperhatikan Kyuhyun dengan mata bulatnya.

"Kau pasti bosan juga jika sendirian" ucap Kyuhyun lagi.

Dengan ragu, Kyuhyun mengulurkan tangan nya untuk menyentuh bada. Kyuhyun tersenyum tipis saat bada hanya terdiam sambil memejamkan mata nya untuk menikmati tangan Kyuhyun yang mengelus bulu lembut nya.

"Jelek, aku bosan. Apa kau mau bermain?"

Guk! Guk!

Kyuhyun tertawa saat mendapat respon. Seperti nya bada juga bosan dan ingin bermain.

"Tapi di rumah ini tidak ada yang menyenangkan. Apa kita berantakin rumah ini saja?" usul Kyuhyun

"Haahh kau benar. Aku tidak mau membuat Teuki hyung marah nanti"

Kyuhyun mulai duduk di depan rumah anjing itu sembari terus memainkan bulu bada. Seperti nya ia sudah mulai terbiasa pada anjing kecil yang hendak menggigitnya kemarin. Ia terdiam seakan mencari ide menarik untuk di lakukan.

"Ah! Apa kau tahu jalan pulang ke rumah ini, jelek? Bagaimana jika kita jalan-jalan? Tapi kau harus menuntunku untuk kembali kemari, aku tak mau tersesat lagi"

Guk!

Kyuhyun tersenyum lebar. Ia langsung memakaikan bada kalung penuntun. Mungkin berjalan-jalan di sekitar sini cukup baik. Ia ingin menghirup udara luar dan melihat apa saja yang ada di kehidupan luar rumah.

"Kajja~!"

Setelah mengunci pintu, Kyuhyun segera berlari kecil keluar rumah bersama dengan bada sebagai penuntun jalan. Dengan begini ia tak akan pusing pada jalan pulang. Ia yakin bada sudah mengenal daerah ini karena Donghae yang mengatakan sendiri jika Ia sering jalan-jalan bersama anjing kecil nya itu.

.

Sudah satu jam lebih, Kyuhyun bersama bada mengitari daerah ini. Mereka bermain sebentar di sebuah taman kecil di dekat rumah dan sekarang mereka tengah berjalan santai menyusuri pertokoan yang cukup padat.

Ternyata ia salah mengira jika dirinya tersesat di sebuah tempat yang jauh dari perkotaan. Nyata nya ia masih berada di tengah kota tepatnya di kawasan Sinchon. Ia pernah ke daerah ini bersama Han ahjussi. Mungkin karena waktu itu hari sudah malam dan hujan jadi terlihat sepi dan seperti jauh dari perkotaan. Setidak nya sekarang ia tahu bahwa diri nya tak berada sejauh yang ia kira. Ada sebuah perasaan lega.

Pandangan Kyuhyun terus berkeliling menyusuri pertokoan tersebut. Tiba-tiba mata nya terbuka lebar dan langsung berbinar saat melihat sebuah toko PC-Room. Kawasan Sinchon termasuk kawasan yang cukup terkenal sebagai salah satu pusat elektronik. Ia langsung menarik tali penuntun bada dan berlari menuju toko tersebut seakan tak peduli pada bada yang memprotes di tarik sekencang itu. /poor bada/

"Aahh~ Aku mau PSP itu" ucap nya sambil memandang sebuah PSP hitam yang di pajang di etalase toko.

"Eh? Game Competition? Aigoo… 2 minggu lagi akan ada game competition!" pekik Kyuhyun senang saat melihat sebuah brosur yang tertempel di toko itu. Namun senyuman lebar itu hanya bertahan sebentar. Ia menghela nafas berat. Ia tak punya PSP lagi jadi tidak mungkin Ia ikut dalam kompetisi itu. Padahal hadiah yang di dapatkan cukup menggiurkan, uang tunai dan voucher game yang bisa di tukar dengan beberapa game yang cukup menarik.

Dengan langkah gontai, Kyuhyun kembali melangkahkan kaki nya meninggalkan toko itu.

Guk! Guk!

"Wae? Apa kau lapar? Kau mau pulang?"

Kyuhyun menundukan kepala nya dan menatap bada dengan tanda tanya. Ia melihat jam yang melingkar di tangan nya. Ini sudah siang dan sebentar lagi waktu sekolah pun berakhir.

"Baiklah kita pulang sekarang. Hae hyung pasti bingung jika kita menghilang" ucap Kyuhyun lagi.

Akhirnya setelah puas berjalan-jalan, Kyuhyun pun memutar arah untuk kembali pulang ke rumah. Rumah mereka bukan berada di jalan utama. Ia harus melewati beberapa gang yang tidak terlalu besar di belakang pertokoan Sinchon. Jalanan sudah cukup ramai oleh para mahasiswa yang sudah mengakhiri kelas nya. Sinchon berada di kelilingi oleh beberapa universitas yang cukup terkenal.

Kyuhyun menghentikan langkah nya membuat bada menoleh heran pada pemegang tali penuntun nya itu. Kyuhyun memincingkan mata nya saat melihat 2 orang namja yang pernah Ia temui 2 hari sebelumnya. Namja yang merampas ransel nya! Ia hendak menghindar namun saat melihat ransel berwarna biru tua yang ia yakini sebagai ransel nya tengah di pegang oleh namja tersebut, Kyuhyun menjadi ragu. Terlebih namja lain nya tengah memainkan benda hitam yang Kyuhyun yakini sebagai PSP kesayangan nya. Kyuhyun menjadi geram. Ia ingin mengambil semua barangnya kembali tapi ia tak mungkin melawan mereka bukan? Mereka orang dewasa dan ia hanya anak kecil. Ish!

Setelah memantapkan hati nya, Kyuhyun langsung berlari menghampiri 2 orang namja itu. Bagaimana pun cara nya Ia harus mengambil barang nya kembali.

TUK

"Ya! Apa yang kau lakukan bocah?!"

Namja kurus yang memegang PSP Kyuhyun menoleh saat kepala di hantam oleh sesuatu. Kyuhyun melempar sebuah kaleng kosong dan dengan tepat mengenai kepala salah satu namja itu.

"Kembalikan ransel dan PSP ku!" pekik Kyuhyun dengan tatapan marah.

2 namja itu terlihat mengerutkan dahi nya bingung. Mereka menatap Kyuhyun intens hingga akhirnya mereka teringat siapa anak kecil yang ada di hadapan mereka itu. Mereka tertawa meremehkan membuat Kyuhyun menggeram kesal.

"Seorang anak kecil dan anjing imut-imut bisa melakukan apa eoh? Tidak akan kami kembalikan! Sekarang PSP ini milikku!" ucap namja itu sambil mengibaskan PSP Kyuhyun.

DUK

"Ku bilang kembalikan!"

Kyuhyun kembali menendang sebuah kaleng yang tepat mengenai wajah namja itu dan setelah nya ia langsung berlari dan menginjak kaki namja itu hingga ia meringis sakit. Kyuhyun hampir mendapatkan PSP nya kembali jika baju nya tidak di tarik oleh namja lain nya.

Guk! Guk!

"Lepas! Lepas!"

BRUK

"Ukh!"

Dengan santai nya namja yang cukup kekar itu menghempaskan tubuh Kyuhyun ke dinding. Tak sampai di situ, namja itu pun menendang perut Kyuhyun beberapa kali membuat Kyuhyun semakin kesakitan. Sedangkan namja kurus yang memegang PSP Kyuhyun menendang bada karena anjing kecil itu terus menggonggong dan menggeram marah.

"Jangan! Bada—lari!" perintah Kyuhyun terbata saat melihat anjing kecil itu terhempas beberapa meter. Ia ingin melawan namun ia tak memiliki kekuatan lagi.

"Cih. Merepotkan!"

Namja kekar itu berhenti memukuli Kyuhyun. 2 namja itu tertawa senang melihat Kyuhyun terkapar sambil memegangi perut nya yang nyeri.

"Jangan menatap ku seperti itu anak kecil. Ayo pergi!"

2 namja itu hendak pergi meninggalkan tempat itu jika Kyuhyun tak memegang kaki namja yang tadi memukuli nya. Namja kekar itu menoleh dan menggelengkan kepala nya.

"Mau apa lagi hah?" desis namja itu kesal.

"Kembali—kan! PSPku!" geram Kyuhyun sambil mendelik kesal.

"Kau memang cari masalah ya!"

Kyuhyun sontak memejamkan mata nya saat namja itu hendak melayangkan kepalan tinju ke arah Kyuhyun.

Eh?

Kyuhyun mengernyit bingung saat tak merasakan tinjuan itu. Selama beberapa saat ia memejamkan mata nya karena takut namun setelah mendengar suara kesakitan, Kyuhyun mulai membuka matanya.

Mata Kyuhyun membulat saat melihat 2 namja yang tadi memukulnya sekarang justru terkapar di hadapan nya. Ia langsung mendongak dan mendapatkan seorang anak laki-laki mengenakan topi dan membawa sebuah tongkat baseball. Kyuhyun memincingkan mata nya untuk melihat wajah namja itu namun tidak terlalu jelas. Hanya rambut hitam yang sedikit panjang yang tercuat dari topi baseball nya itu.

"Cepat ambil barang mu dan pergi sebelum mereka sadar, arrachi?"

Namja misterius itu langsung berlari meninggalkan Kyuhyun yang masih mengerjap bingung. Ia hanya bisa memandang punggung namja penolong nya yang mulai menghilang tanpa sempat mengucapkan terimakasih.

Beberapa saat Kyuhyun masih terdiam di tempat hingga ia teringat ucapan namja itu. Ia langsung bangkit berdiri berusaha mengabaikan sakit di tubuhnya. Dengan cepat ia mengambil ransel miliknya dan PSP hitam nya yang tergeletak di jalan. Ia langsung berlari pergi sambil menarik bada di belakang nya.

.

.

~To be Continued~


Lye's Note :

Annyeong~ ^ ^

Mianhae Lye baru muncul hehe :p

Thanks buat semua readerdul dan riviewers di FF ini...

Semoga gak pada bosen baca nya #amin ._.v

Replying riview :

cece : ne, mianhae lama updetnya ^ ^ v

cacaclouds : gomawoo chingu ^ ^ waahh nasib kita sama masa ._. aku juga sering di tinggal /sigh/ but, tetep semangat chingu, fighting '-')99

nay : haha gpp sekali2 kyu di kejar anjing /di getok kyu/ thanks^ ^

Cupcake : me too ^ ^ gomawo

bryanelfishy : yeay bener! itu memang bada~ katanya selain bada, hae punya anjing lain kan? tapi lye gak tau nama nya ._.v semua pertanyaan akan terjawab nanti #plaak haha gomawooo

Bella : gomawooo^ ^ lye juga mau cubit hae~

ratnasparkyu : belum saat nya mereka tau kkkk~ gomawo

liamaris12kyumin : sabar chingu... haha gomawo

dew'yellow : haha hae lagi jalan". mungkinnn :D gomawo

Kadera : setuju tuh yang lucu gak selalu jinak bahkan lebih serem (?) gomawo ^ ^

Anonymouss : gwenchana^^ gomawo, ne sudah lanjut mian lama :)

Blackyuline : wah lye juga mau tinggal di sana kkk gomawo~

xoxoxo : hehe lye mau buat kyu tau kehidupan di luar, dia kan uda biasa hidup dengan banyak uang jadi sekarang biar ngerasain /evil laught.. Kyu : sialan lo thor!/

choYeonRin : nado bangapta ^ ^ hehe kyu gak jatuh kok, gomawo sudah jadi reader ff ku ^ ^

arumfishy : dia baek kok cuma gak suka orang baru /masa?/ haha gomawo~

JojoHye-Xung : haha mian siwon uda muncul di sini tapi belom banyak ._. mungkin chap depan dia uda mulai~ kkk gomawo

bang3424 : benar! kkk~ kyu belum mau cerita juga, jangan salahin lye salahin aja kyu napa gak mau cerita /di tendang kyu/ kkkk gomawoo~

demikyu : mian lama.. bukan gak peduli, ortu nya kan blm tau kyu ilang, klo siwon.. lihat nanti saja deh kkkk~ ._.v gomawo~

Gyurievil : haha iya uda pasaran, mianhae /bow/ ne, gomawoo~

Arum Junnie : aigoo tumben kyu mau nurut. hebat~ kkk ne, gomawo~

FiiAngelself : nado bangapta^ ^ gomawooo~

And The Last... -Mind Riview again?- ^ ^ /bow/