FAMILY ?

.

.

Main Cast :

Cho Kyuhyun as Choi Kyuhyun

Park Jung Soo / Leeteuk

Lee Donghae

Choi Siwon

Another Cast : Find in this story

.

.

Summarry :

Ketika kau tak pernah merasakan kehangatan dan kebahagian dalam keluarga mu sendiri. Meninggalkan semua nya dan mencari kehangatan keluarga lain nya yang mampu mengerti dan menerima mu apa ada nya. Keluarga yang akan memperhatikan dan bersama mu setiap saat.

.

.


† TeukHaeKyu †

"Hyung…"

Kyuhyun tengah memperhatikan Donghae yang sedang mengobati bada dengan tatapan bersalah. Anjing kecil itu sedikit terluka akibat terlempar cukup keras. Donghae menoleh lalu mengacak rambut Kyuhyun. Ia cukup terkejut saat ia pulang tak menemukan sosok Kyuhyun dan saat kedua nya muncul dengan beberapa luka. Kyuhyun pun menceritakan semua nya pada Donghae dan namja tampan itu justru terkikik geli. Ia tak habis pikir dengan Kyuhyun yang berani menantang orang-orang tersebut seorang diri.

"Hyung, tidak marah kan? Bada juga—aish! Harusnya aku tak melibatkan nya" sesal Kyuhyun.

"Sudahlah Kyu. Lihat, bada juga tidak apa-apa. Aku justru mengkhawatirkan mu" ucap Donghae membuat Kyuhyun mengernyit bingung.

"Aku?"

"Tentu saja kau. Kalau tidak ada yang menolong mu kau pasti sudah tergeletak di jalan sekarang"

Kyuhyun sedikit tertegun dengan ucapan Donghae. Seharusnya ia lebih mengkhawatirkan bada toh itu adalah hewan kesayangan Donghae bukan dia yang baru di kenal selama 3 hari. Namun Kyuhyun mengulas senyuman lembut saat mengingat ucapan Leeteuk tadi malam.

"Gomawo hyung"

Donghae mengangguk sambil tersenyum manis membuat Kyuhyun mulai menyenderkan punggungnya di senderan sofa setelah merasa lega. Sedangkan Donghae masih setia mengelus bulu bada yang lembut membuat anjing kecil itu mulai meringkuk tertidur pulas di pangkuan sang majikan.

"Ah hyung!" pekik Kyuhyun saat mengingat sesuatu.

Donghae menoleh sambil mengerutkan dahi nya bingung. Kyuhyun belum melanjutkan ucapan nya justru menatap Donghae dengan senyuman lebar. Donghae yang di tatap mulai risih dan semakin penasaran.

"Ya Kyu! Waeyo?" tanya Donghae tak sabaran.

"Itu hyung. Aku punya kabar besar! Aku—" ucap Kyuhyun menggantung ucapan nya. Donghae mulai tertarik dan menatap Kyuhyun meminta untuk melanjutkan kata-kata nya.

"Ne?"

"Hyung, aku—"

"Ne Kyunnie, kau?"

"Aku—"

Tanpa sadar, Donghae mendekatkan tubuhnya pada Kyuhyun dan menatap dongsaeng nya itu dengan intens. Senyuman lebar pun terukir di wajahnya melihat wajah sumringah Kyuhyun. Ia tak tahu apa pun namun menurut nya itu adalah berita menggembirakan.

"Kyu?"

"Aku bisa ikut Game Competition 2 minggu lagi!" pekik Kyuhyun kesenangan.

"Lalu?" tanya Donghae yang masih belum mengerti ucapan Kyuhyun.

"Lalu? Tentu saja itu adalah berita besar. Mereka semua harus berhati-hati karena master of game akan ikut kompetisi itu!" ucap Kyuhyun sambil memuji diri nya sendiri.

Pletak!

"Aw Appo! Ya hyung kenapa memukulku?" decak kesal Kyuhyun saat mendapatkan jitakan panas dari Donghae yang hanya menggelengkan kepala nya.

"Ku kira berita besar apa, tsk" gumam Donghae sambil melipat tangan nya di depan dada.

"Hehe tapi itu hebat kan hyung!" ucap Kyuhyun sambil menyikut perut Donghae.

"Jika aku memenangkan kompetisi itu, aku akan mendapatkan voucher game dan uang" lanjut Kyuhyun lagi.

"Jinja? Kau akan dapat uang, Kyu?" tanya Donghae sambil menatap Kyuhyun tak percaya. Melihat itu, Kyuhyun melebarkan senyuman nya. Ia mengangguk.

"Iya hyung. Aku akan dapat 100000 won" ucap Kyuhyun.

"Benarkah? Kau harus membagi nya pada ku Kyunnie" ucap Donghae semangat mendengar nominal uang yang menjadi hadiah.

"Tentu saja. Tapi kau harus menemani ku bermain agar aku bisa berlatih, hyung"

"Oke!"

"Yeay!"

Kyuhyun dan Donghae langsung berhigh five lalu tertawa bersama. Setidaknya Kyuhyun akan mendapatkan teman duel untuk game dan Donghae? Tentu saja ia sudah membayangkan mendapatkan uang yang cukup besar itu.

.

.

Siwon baru saja keluar dari ruang guru. Setelah kemarin ia tak masuk sekolah, hari ini ia memutuskan untuk kembali ke sekolah. Bel akhir sekolah sudah berdering sejak satu jam yang lalu tapi ia harus menemui guru nya untuk melakukan ujian susulan.

Ia berjalan gontai menuju gerbang terasa lemas sepanjang hari ini. Bukan karena sakit tapi karena ia tak mampu menemukan sosok dongsaeng yang ia rindukan di sekolah. Sekolah mereka memang satu gedung. Sebuah sekolah yang cukup elit yang menampung ratusan siswa dari tingkat dasar hingga tingkat tinggi.

Pikiran Siwon semakin kacau saat ini. Istirahat tadi ia mencoba pergi ke kelas Kyuhyun namun suatu kenyataan tak enak di terima nya. Kyuhyun sudah tak masuk sekolah sejak kemarin hingga hari ini. Ia tahu Kyuhyun selalu rajin masuk sekolah kecuali ia sedang sakit.

"Kenapa perasaan ku semakin tak enak? Apa Kyu sakit?"

Siwon memutuskan untuk duduk di sebuah bangku taman perkarangan sekolahnya yang sangat luas. Walaupun langit sudah memerah menandakan waktu sudah sore, Siwon tidak mempedulikan nya. Ia terus bergumam mengeluarkan semua perasaan nya seorang diri.

Setelah terdiam beberapa saat, Siwon pun mulai mengeluarkan ponselnya. Dengan ragu ia mendial beberapa nomor yang ia yakini milik dongsaeng nya namun tak ada jawaban. Hal itu membuat Siwon semakin panik. Tanpa pikir panjang ia kembali mendial beberapa nomor yang akan tersambung ke rumah keluarga Choi.

"Yeoboseyo?"

Siwon terdiam sesaat mendengar suara jawaban dari sebrang. Ia mengambil nafas dan menghembuskan nya hanya untuk menenangkan diri.

"Bisa sambungkan dengan Kyuhyun?" titah Siwon tanpa basa basi.

"T-tuan muda Siwon?"

"Tolong cepat sambungkan dengan Kyunnie" ulang Siwon lagi. Terdengar suara cukup riuh dari sebrang, bisa ia duga pasti sekarang keadaan rumah itu sedang ribut.

"Tuan Muda…"

"Hah, Han ahjussi jebal. Aku ingin berbicara dengan Kyunnie" pinta Siwon lagi.

"I-itu… Tuan muda, ada yang ingin saya sampaikan"

"Apa? Kalau ahjussi ingin menyuruhku untuk pulang sepertinya tidak ada yang perlu di bicarakan" balas Siwon dingin.

"Tuan muda itu—"

"Ahjussi, aku hanya ingin bicara dengan Kyuhyun. Apa dia sakit? Kenapa ia tak masuk sekolah?" tanya Siwon tak sabaran.

"Tuan muda Kyuhyun, dia—"

"Ahjussi!"

"Tuan muda Kyuhyun juga menghilang. Ia kabur dari rumah 2 hari yang lalu, tuan muda"

DEG

Siwon membelalakan mata nya. Jantung nya berdegub kencang. Bagaimana bisa? Menghilang? Oh Tuhan… Dimana Kyuhyun?

"Tuan muda Siwon—"

PIP

Tanpa membalas panggilan dari kepala pelayan di rumah nya, Siwon langsung memutuskan sambungan telepon itu dan segera berlari kencang menembus rintik hujan yang mulai menyelimuti kota Seoul.

.

.

BRAAK

Semua orang yang ada di rumah mewah itu terlonjak kaget saat mendengar sebuah bunyi cukup keras dari arah pintu utama. Mata mereka terbelalak saat melihat salah satu tuan muda yang tengah dalam pencarian sekarang ada di ambang pintu dengan tatapan marah dan panik. Seorang namja paruh baya yang menjadi kepala pelayan di rumah tersebut langsung berlari menghampiri namja tersebut.

"Tuan muda Siwon.. Akhirnya kau kembali. Kami mencari mu kemana-mana dan kemarin kami juga tak menemukan mu di seko—"

"Ahjussi, dimana Kyunnie?! Katakan apa yang kau ucapan di telepon tadi itu bohong!"

Siwon menggeram kesal sambil menatap intens pada namja yang sudah sepuluh tahun lebih mengasuhnya. Kepala Han terdiam sesaat lalu menghela nafasnya.

"Apa yang kalian lakukan? Cepat bawakan handuk untuk tuan muda! Dan yang lain nya kembali ke tugas kalian!" titah kepala Han kepada para pelayan yang justru setia diam dan memperhatikan Siwon. Keadaan Siwon saat ini memang basah kuyup karena air hujan dan tak mungkin kepala Han membiarkan nya seperti itu.

"B-baik!"

Semua pelayan mulai meninggalkan tempat tersebut meninggalkan Siwon dan Kepala Han berdua.

"Mari kita masuk dulu,, tuan muda. Kau harus mengganti pakaian mu agar tidak sakit" ucap kepala Han yang membuat Siwon berdecak kesal.

"Aku hanya tanya, dimana Kyuhyunie?!" tanya Siwon lagi kali ini dengan nada tinggi dan sedikit membentak. Ia tak peduli jika ia di cap tidak sopan. Ia hanya kesal dan kalut saat ini.

"Tuan muda, jebal kita masuk dulu. Saya akan menceritakan semua nya. Saya hanya tidak ingin anda sakit" bujuk kepala Han dengan nada lembut dan sabar. Siwon tidak membalas dan memilih menundukan kepala nya.

Kepala Han langsung menuntun Siwon untuk masuk ke dalam dan mendudukan Siwon di ruang utama. Ia mulai mengeringkan tubuh Siwon dengan handuk yang di berikan oleh seorang maid dan menyelimuti tubuh Siwon dengan selimut yang cukup tebal.

"Ahjussi…" panggil Siwon yang lebih mirip dengan gumaman.

"Mianhae tuan muda. Maafkan saya karena tidak bisa menjaga kalian" ucap kepala Han sambil menatap Siwon penuh penyesalan.

"Ini bukan salah mu ahjussi. Kau sudah terlalu baik untuk merawat kami. Jebal, ceritakan padaku semua nya" ucap Siwon sembari mengulas sebuah senyuman yang sangat tipis pada pengasuhnya itu.

"Setelah kau pergi, tuan muda Kyu mengurung diri nya di kamar. Kami tidak bisa membujuknya untuk keluar. Saat menjelang malam, akhirnya saya memutuskan untuk membuka kamar tuan muda Kyu dengan kunci cadangan tanpa izin. Dan kami tak menemukan nya di kamar. Seperti nya ia kabur lewat balkon" cerita kepala Han membuat Siwon terdiam sambil menggelengkan kepalanya.

"Kemana?"

"Kami sedang melakukan pencarian"

"Kalian belum menemukan jejaknya sedikit pun?"

Siwon mengepalkan tangan nya saat mendapat gelengan dari kepala Han. Matanya sudah terasa panas. Bukan ini yang ia harapkan.

"Ia tak pernah berada di luar rumah seorang diri dan sekarang…"

"Kami pasti menemukan nya tuan muda. Tenanglah, tuan muda Kyu akan segera di temukan" ucap kepala Han untuk menenangkan. Siwon menghusap wajahnya kasar dan memejamkan matanya sesaat untuk menenangkan diri.

"Dimana mereka?" tanya Siwon setelah terdiam beberapa saat.

Kepala Han sedikit mengernyit bingung namun akhirnya ia mengerti maksud perkataan Siwon. Ia sedikit ragu untuk memberitahukan nya.

"Mereka..."

Siwon menatap kepala Han dengan intens saat namja paruh baya itu terlihat ragu untuk berbicara.

"Ahjussi?"

"Mereka masih berada di Jepang" ucap kepala Han lirih.

"Mwo?!"

Siwon tercengang dengan jawaban dari kepala Han. Kenapa bisa di Jepang? Apa sebegitu tidak peduli nya kah mereka pada anak mereka yang hilang? Siwon menggeram kesal. Ia mengepalkan tangan nya semakin kuat. Tatapan mata nya yang sedih mulai berubah menjadi tajam dan penuh amarah.

"Bagaimana mungkin mereka ada di Jepang?" desis Siwon marah.

"Mereka ke Jepang sejak 2 hari yang lalu untuk menghadiri rapat penting, tuan muda. Kami sudah berusaha menghubungi mereka untuk memberitahukan kehilangan tuan muda Kyuhyun namun—"

Kepala Han mengambil nafas sejenak untuk melanjutkan ucapan nya. Ia berusaha memilih kata-kata agar tuan muda yang ada di hadapan nya ini tak tersulut emosi.

"Sepertinya ada masalah besar dengan cabang perusahaan di Jepang dan membuat mereka sangat sibuk. Saya belum bisa menghubungi dan berbicara langsung dengan mereka. Tapi saya sudah menitipkan pesan pada sekretaris Jung untuk Tuan dan Nyonya Choi" lanjut kepala Han yang hanya mendapatkan respon gelengan tidak percaya dari Siwon.

"Mereka pergi saat aku meninggalkan rumah dan sekarang mereka justru tidak tahu Kyuhyun menghilang? Aish Ini benar-benar membuat ku gila! Orang tua macam apa mereka itu!" pekik Siwon yang sudah tersulut emosi.

"Mereka terpaksa kembali ke Jepang, tuan muda. Keadaan cabang di Jepang mengalami penurunan dan genting. Saya yakin mereka pasti juga mengkhawatirkan keadaan tuan muda apalagi jika mereka tahu tuan muda Kyu menghilang" ucap kepala Han.

"Tapi mereka keterlaluan ahjussi!" pekik Siwon kembali kali ini dengan nada bergetar. Air mata sudah berhasil lolos dari sudut mata kanan nya. Perasaan nya benar-benar sakit dan kecewa.

"Mereka selalu sibuk dengan bisnis nya. Kami juga memerlukan mereka, ahjussi. Kami hanya ingin mereka selalu berada di sisi kami, menemani kami belajar dan bermain. Apa menurutmu masuk akal jika dalam setahun kami hanya bertemu mereka tidak lebih dari 24 jam? Aku tahu mereka memperhatikan kami dengan cara lain tapi kami hanya butuh sosok mereka. Itu saja! Apa kami berlebihan?"

Siwon benar-benar mengeluarkan semua yang mengganjal di hati nya. Sudah tak ada lagi ruang untuk menyembunyikan semua perasaan nya. Dada nya sudah terlalu sesak. Kepala Han tak mampu membalas semua ucapan Siwon. Ia hanya terdiam sambil menatap miris anak yang selama ini ia rawat, tanpa sadar tangan nya pun mengepal.

"Kami sudah cukup mengerti dengan semua keadaan. Saat kecil aku masih bisa meyakinkan diri ku bahwa mereka akan segera pulang dan menemani ku dan Kyuhyun bermain, tapi apa? Mereka tak pernah menemani kami bermain sedikit pun! Aku lelah untuk bersabar dan menunggu mereka, ahjussi!"

GREP

Siwon sedikit tercekat saat tubuhnya di rengkuh ke dalam pelukan orang yang telah mengasuhnya selama ini. Bibirnya yang masih ingin mencurahkan semua nya mendadak terkunci namun air mata nya semakin mengalir deras.

"Mianhae tuan muda, jeongmal mianhae" ucap kepala Han sembari mengelus punggung Siwon lembut.

"Tenanglah. Saya masih ada di sini untuk menemani mu dan tuan muda Kyu"

Siwon memejamkan mata nya dan memilih untuk diam. Kepala Han sudah ia anggap sebagai ayah kedua yang selalu ada dan menemani hari-hari nya tapi itu tidak cukup. Ia juga ingin merasakan kehangatan dari ayah nya sendiri.

Setelah di rasa Siwon cukup tenang, kepala Han melepaskan pelukan nya dan menatap Siwon lembut.

"Kita pasti akan menemukan tuan muda Kyuhyun. Untuk Tuan dan Nyonya Choi… Saya tahu anda kecewa pada mereka tapi tolong maafkan mereka. Mereka pun melakukan semua nya untuk kalian, mereka hanya kurang peka terhadap keadaan" ucap kepala Han.

Siwon hanya menundukan kepala nya. Ia tak punya kata-kata untuk di ucapkan lagi.

"Ahjussi…"

"Ne tuan muda?"

"Tolong siapkan penerbangan ke Jepang secepatnya, kalau bisa malam ini juga!"

"T-tuan muda?"

Siwon mengangkat wajahnya dan menatap kepala Han yang sedang terkaget. Ia mengulas sebuah senyuman tipis.

"Aku ingin berbicara dengan mereka. Aku bisa ke Jepang seorang diri jadi tolong ahjussi tetap di sini mencari Kyunnie. Aku juga pasti akan mencari Kyu tapi sebelumnya aku harus berbicara dengan—Appa dan Umma"

.

.

† TeukHaeKyu †

Langit terlihat sangat suram dan gelap. Rintik hujan berubah menjadi hujan deras di sertai angin dan petir. Kota Seoul terlihat seperti di selimuti kabut yang membuat jarak pandang menjadi tidak jelas.

Entah mengapa saat ini Donghae dan Kyuhyun sedang duduk santai di lantai yang dingin dan memandang kearah jendela yang menghadap ke perkarangan kecil di depan rumah. Mereka hanya terdiam dan terkadang bergumam satu sama lain. Pandangan mereka terus terfokus pada jendela dan jam yang tergantung di dinding secara bergantian.

"Hae hyung…"

"Eum?"

"Kapan Teuki hyung pulang?"

"Kau sudah menanyakan itu puluhan kali, Kyunnie. Harusnya Teuki hyung sudah pulang jadi jangan membuatku semakin takut" ucap Donghae malas lalu kembali menghela nafas.

Ya, kedua nya tengah menunggu kedatangan dari Leeteuk. Waktu sudah menunjukan pukul 9 malam namun sosok Leeteuk tak kunjung datang. Biasanya Leeteuk akan pulang pukul 7 dan sekarang sudah telat 2 jam. Leeteuk memang sudah memberi kabar akan pulang terlambat namun melihat kondisi di luar membuat kedua nya menjadi khawatir.

Kedua nya kembali terdiam, membiarkan keheningan malam menyelimuti rumah tersebut. Mata mereka terfokus pada jendela dan selalu berharap sosok hyung nya akan muncul dari balik pagar itu secepatnya.

"Dulu…"

Kyuhyun menolehkan kepala nya saat mendengar suara Donghae yang lebih mirip dengan gumaman itu. Donghae tak bergeming, Ia tetap memandang jendela tersebut.

"Appa dan Umma mengalami kecelakaan saat hujan badai seperti ini. Waktu itu mereka akan kembali dari Busan namun karena jalanan licin dan jarak pandang tidak jelas, mobil mereka akhirnya menabrak sebuah truk yang sedang melaju kencang" lanjut Donghae lagi.

Kyuhyun terdiam mendengarkan cerita Donghae dengan seksama. Ada sedikit perasaan sedih menyelusup ke dalam hati nya. Mungkin karena bisa merasakan perasaan Donghae secara tidak langsung.

"Mereka meninggal saat perjalanan menuju rumah sakit dan tak sempat tertolong. Saat itu aku dan Teuki hyung sedang menanti mereka di rumah sambil melihat hujan seperti sekarang. Kami tertawa bersama hingga akhirnya telepon itu berbunyi dan kami mengetahui berita yang sungguh membuatku down dan putus asa"

Donghae terus bercerita. Ada senyuman tipis terukir di wajah manis nya. Tak ada maksud apa pun ia menceritakan semua nya kepada Kyuhyun, ia hanya ingin membagi kisahnya saja.

"Sungguh saat itu aku merasa kehilangan diri ku sendiri. Aku kehilangan dua orang yang paling aku sayangi di dunia ini sekaligus. Aku terus menangis selama berhari-hari dan bahkan ingin sekali menyusul kedua orang tua ku"

"Apalagi saat itu kenyataan pahit harus ku terima. Appa sudah menjadikan perusahaan nya sebagai jaminan hutang dan setelah mereka meninggal, perusahaan Appa pun di ambil alih dan akhirnya aku tak memiliki apa pun lagi di dunia ini"

Donghae tertawa kecil mengingat masa-masa 2 tahun silam. Sungguh bodoh saat ia mencoba untuk bunuh diri hanya agar bisa bertemu dengan kedua orang tuanya. Kyuhyun menatap Donghae dengan tatapan miris. Tak pernah terbayangkan bagi nya, seseorang yang masih berumur sangat muda sudah mengalami hal menyedihkan seperti itu.

"Teuki hyung… Kalau tidak ada dia, aku pasti sudah mati saat ini. Dia yang menjadi alasan aku masih berada di sini. Hanya Teuki hyung yang menemani dan memberi ku semangat untuk bertahan. Dia yang terus membantu ku untuk kembali bangkit dari keterpurukan ku dan mengurus ku selama ini" ucap Donghae tulus membuat Kyuhyun mulai mengukir senyuman juga.

"Dulu aku sangat kesepian saat Appa dan Umma bekerja. Rasanya sungguh tak enak!"

"Aku tahu bagaimana rasanya"

Donghae menoleh menatap Kyuhyun saat namja itu membalas ucapan nya lalu memberikan Kyuhyun sebuah senyuman.

"Suatu saat Umma membawa Teuki hyung ke rumah. Umma menemukan Teuki hyung berada di depan sebuah toko saat hujan sambil menangis. Awalnya sangat canggung dengan kehadiran nya tapi seiring berjalan waktu dia benar-benar berubah menjadi sosok hyung terbaik ku!" lanjut Donghae lagi.

"Bahkan sekarang aku sangat bergantung pada nya. Aku sangat sedih saat Teuki hyung harus bekerja untuk menghidupi ku. Aku sudah meminta izin untuk ikut bekerja tapi dia hanya bilang aku masih terlalu kecil untuk bekerja padahal dia sendiri masih kecil" ucap Donghae sambil menggembungkan pipinya membuat Kyuhyun tertawa kecil.

"Aku…"

Donghae kembali menatap Kyuhyun yang menggantung kalimat nya. Kyuhyung tersenyum polos.

"Aku sangat iri dengan kedekatan kalian, hyung" ucap Kyuhyun yang justru membuat Donghae tertawa. Kyuhyun menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

"Aish Kyunnie, kenapa harus iri eoh? Kita juga sudah sangat dekat, pabbo"

Donghae langsung merangkul pundak Kyuhyun. Ia masih terkikik geli.

"Tapi kalian sangat dekat, hyung" balas Kyuhyun.

"Dengar! Kita baru 2 hari bersama saja aku sudah tidak mau kehilangan mu, jadi kita akan semakin dekat seiring dengan waktu saeng" ucap Donghae. Kali ini justru Kyuhyun yang tertawa kecil membuat Donghae mengerutkan dahi nya.

"Kadang kau bisa bersikap dewasa juga, hyung. Aku kira kau ini selalu berpikir kekanak-kanakan—hhaha"

"Mwo?!"

"Bahkan aku ragu umur mu lebih tua dari ku, hyung—hahaha sekarang aku baru percaya"

Kyuhyun mulai tak bisa mengontrol tawa nya. Ia tertawa lepas hingga memegangi perutnya. Donghae menatap Kyuhyun tak percaya dengan semua yang di pikirkan dongsaeng nya itu.

"Ya Kyuhyunnie! Aku sudah besar dan dewasa tahu!" decak kesal Donghae sambil melipat tangan nya di depan dada.

"Ani.. Ani.. Kau itu seperti anak kecil—hahaha" ucap Kyuhyun sambil mengibas-ngibas kan telapak tangan nya.

Donghae mendengus kesal namun melihat Kyuhyun yang tertawa lepas ia pun ikut tertawa entah ia menertawakan Kyuhyun atau menertawakan dirinya sendiri.

"Kau menyebalkan! Awas ya—haha"

Donghae mulai menggelitiki Kyuhyun yang semakin menggeliat kegelian. Tapi berusaha melepaskan diri dari Donghae namun tubuhnya terasa lemas karena terlalu banyak tertawa. Akhirnya ia hanya bisa menggeliat di lantai dengan Donghae yang terus menggelitiki nya.

"Hyung—haha berhen—ti hahaha"

"Shireo! Rasakan pembalasan ku!"

Tak mau kalah dengan kekuatan yang di kumpulkan Kyuhyun mulai membalas menggelitik Donghe. Kedua nya pun hanya bisa menggeliat dan terus tertawa. Rumah yang tadi nya hening sekarang begitu ramai dengan suara tawa kedua nya.

Cklek

Leeteuk memiringkan kepala nya saat ia memasuki rumah. Ia sudah di sambut oleh suara tawa yang memenuhi ruangan dan kedua dongsaengnya tengah terbaring di lantai sambil terus menggelitik satu sama lain.

"Apa yang kalian lakukan?"

Pertanyaan Leeteuk membuat kedua namja yang masih bermain itu menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke asal suara. Sepertinya mereka tak menyadari kehadiran Leeteuk sedaritadi.

"Hyung!" pekik Donghae yang langsung berdiri dan berhambur hendak memeluk Leeteuk namun Leeteuk justru menghindar membuat Donghae menggembungkan pipinya.

"Seragam ku basah, Hae!" ucap Leeteuk lalu mengacak rambut Donghae sayang.

"Hyung, kenapa baru pulang?" tanya Donghae manja.

"Kalian sudah makan kan?" Bukan nya menjawab, Leeteuk justru balik bertanya. Donghae langsung mengangguk semangat.

"Hyung, ini…"

Kyuhyun yang baru saja kembali dari kamar menyerahkan sebuah handuk kepada Leeteuk untuk mengeringkan tubuh hyung nya itu. Leeteuk tersenyum lembut dan di ambil nya handuk putih tebal itu.

"Gomawo Kyunnie" ucap Leeteuk yang dib alas dengan anggukan dari Kyuhyun.

"Aku mau mandi dulu"

Leeteuk pun pergi menuju kamar mandi. Donghae sedikit mengernyit saat melihat langkah gontai Leeteuk.

"Wae hyung?" tanya Kyuhyun yang menyadari perubahan raut wajah Donghae.

"Aniyo. Teuki hyung terlihat—sangat lelah" ucap Donghae pelan dengan nada sedih. Kyuhyun pun ikut memperhatikan Leeteuk yang mulai menghilang dari balik pintu kamar mandi.

.

.

Kyuhyun duduk santai di atas ranjang nya. Ia tengah mengecek isi dari tas ranselnya yang ia ambil kembali tadi siang. Baju-baju nya masih tersusun rapi, begitu pula dengan kaset-kasetnya yang tidak hilang. Hanya dompet berisi uang tabungan nya saja yang hilang dan sepertinya sudah di gunakan oleh orang-orang tersebut.

"Ah! Untung aku membawa ini"

Kyuhyun tersenyum lebar saat ia menemukan sebuah card yang ia sembunyikan di saku bagian dalam tas yang tersembunyi. Itu adalah ATM card nya. Ia masih menyimpan beberapa uang tabungan di bank. Orang tua nya memang sengaja membuka tabungan di bank agar mereka bebas menstranfer uang jajan bagi Kyuhyun, tentu saja dalam jumlah yang tidak sedikit. Setidaknya ia merasa beruntung saat ini. Dengan ini, ia tak perlu mempermasalahkan uang yang telah di curi itu. Hahaha

Kyuhyun tertawa kecil. Ia terus mengeluarkan semua barang-barang miliknya yang tidak banyak dari dalam tas. Tangan nya berhenti saat menemukan sebuah buku dengan cover berwarna biru di hiasi tulisan 'Choi' yang berwarna emas.

Ia terdiam memandangi buku yang ada di pangkuan nya itu. Dengan perlahan tangan Kyuhyun membuka buku tersebut. Terlihat selembar foto tertempel di halaman pertama. Sepertinya itu adalah Album books. Senyuman tipis terukir di wajah Kyuhyun saat melihat foto dirinya bersama Appa, Umma dan hyung nya sendiri.

"Apa yang sedang kalian lakukan?" gumam Kyuhyun.

Tak bisa ia pungkiri, ada perasaan rindu yang sangat besar pada keluarga nya itu. Walaupun keluarga nya jauh dari kesan hangat namun keluarga tetaplah keluarga bukan?

"Appa… Umma" gumam Kyuhyun sambil mengelus foto kedua orang tua nya.

"Apa kalian mencari ku? Mianhae—Jeongmal mianhae"

Tanpa sadar sebutir air mata sudah meluncur dari obsidian coklat yang indah itu. Kyuhyun menggigit bibir bawahnya berusaha menghentikan tangisnya.

"Hiks.. Wonnie hyung—hiks"

Gagal! Usaha Kyuhyun untuk menghentikan tangisan nya gagal saat melihat foto diri nya dan Siwon tengah tersenyum lebar. Foto yang di ambil sekitar 5 tahun yang lalu.

"Wonnie hyung dimana?"

Kyuhyun menghela nafas berat. Ia menghapus air mata nya dengan kasar. Tak ada guna nya menangis dan ia tak ingin menjadi cengeng dan lemah lagi. Ia harus berubah menjadi lebih kuat.

Dengan cepat ia membereskan semua barang-barang nya dan menyimpan semua nya ke dalam lemari Donghae. Ya, sebenarnya ini adalah kamar Donghae tapi sekarang Kyuhyun lah yang menempati nya. Sedangkan Donghae lebih memilih untuk tidur bersama dengan Leeteuk karena kamar di rumah ini memang hanya ada 2.

Kyuhyun beranjak keluar kamar. Hujan masih mengguyur kota Seoul sepanjang malam ini. Udara semakin mendingin dan rumah ini sudah terlihat sepi.

Ctar!

Pfht..

Kyuhyun mengerjapkan mata nya. Baru saja ia ingin mendudukan diri nya di sofa, suara petir langsung menggema dengan begitu keras dan tiba-tiba lampu di rumah ini menjadi padam. Kegelapan menyelimuti rumah tersebut.

Kyuhyun berusaha meraih sofa dan duduk di sofa tersebut dengan tubuh bergetar. Mata nya terus mengerjab, tangan nya mengepal.

Takut…

Ia benci tempat gelap!

Otthoke? Otthoke?

"Hyung…" lirih Kyuhyun yang dengan sekuat tenaga membuka suara nya. Tubuhnya semakin bergetar hebat saat suara petir kembali bersahutan. Ia tidak takut pada petir namun jika situasi nya berada di ruang segelap ini, ia menjadi takut.

"Hy-ung!" panggil Kyuhyun lagi. Nafasnya terasa tercekat dan dada nya terasa begitu sesak.

CTAR

"HYUNG!"

Kyuhyun berteriak keras bersamaan dengan suara petir yang begitu kencang. Ia meringkuk di atas sofa sambil memejamkan mata nya dan menutup telinga nya dengan telapak tangan.

Cklek

"Kyu?"

Sepertinya teriakan Kyuhyun berhasil. Leeteuk keluar dari kamar nya dengan meraba-raba dinding. Donghae yang terlihat takut pun terus mengikuti dari balik punggung Leeteuk.

Leeteuk memincingkan mata nya berusaha melihat di tengah kegelapan. Ia ingin menuju ke kamar yang ada di sebrang kamar nya namun Donghae menarik kaos nya dan menunjuk kearah sofa. Dengan cepat, Leeteuk dan Donghae langsung menuju sofa dan benar saja, walaupun samar mereka bisa melihat Kyuhyun meringkuk di sana.

"Kyuhyun-ah" panggil Leeteuk.

Kyuhyun mulai membuka suara nya dan saat mata nya menangkap sosok Leeteuk ia langsung berhambur memeluk Leeteuk dan memendamkan wajahnya di dada hyung nya itu. Leeteuk sedikit terkejut apalagi saat mendapatkan Kyuhyun dengan tubuh masih bergetar.

"Gwenchanayo saeng?" tanya Leeteuk sambil mengelus punggung Kyuhyun untuk menenangkan.

"Ta—kut.. Gelap—hyung, hiks"

Ah! Terjawab sudah pertanyaan dalam hati Leeteuk mengapa dongsaeng baru nya bisa bergetar seperti ini. Ia takut gelap eoh?

"Sst, sudah tidak apa-apa. Hyung di sini, jangan takut ne?" ucap Leeteuk menenangkan.

Ctar!

Suara petir kembali berderu membuat Kyuhyun semakin mengeratkan pelukan nya. Leeteuk hanya bisa menghela nafasnya. Ia terasa sesak. Bagaimana tidak? 2 orang memeluk nya di saat bersamaan dari arah depan dan belakang. Ya, Donghae pun sudah memeluk Leeteuk dan menyembunyikan wajahnya di punggung Leeteuk. Ia hanya menggelengkan kepala nya melihat tingkah kedua dongsaengnya tersebut walaupun dalam hati ia terkikik geli.

"Kalian sudah tenang?" ucap Leeteuk saat ia merasakan cengkraman di kaos nya mengendur. Ucapan nya hanya di balas oleh anggukan dari kedua nya.

"Bagaimana jika kita tidur di ruang tengah saja? Kita pakai kasur lipat eum?"

Leeteuk tersenyum saat kedua dongsaeng nya kembali mengangguk dengan perlahan ia melepaskan pelukan kedua nya. Kyuhyun langsung beralih memeluk Donghae begitu pula sebaliknya. Jika tidak dalam keadaan seperti ini, sudah bisa di pastikan Leeteuk akan tertawa melihat keduanya. Leeteuk langsung beralih dengan hati-hati menuju kamar nya untuk mengambil sebuah kasur lipat yang cukup lebar.

"Kyu…" panggil Donghae yang hanya dibalas dengan gumaman dari Kyuhyun.

"Ternyata kau penakut juga hehe" goda Donghae dengan sedikit tertawa kecil.

"Ish, kau masih bisa tertawa hyung? Berkacalah dulu sebelum mengatai orang" tukas Kyuhyun.

"Tapi benar kan? Ternyata kau juga seperti anak kecil"

"Kau lebih kekanakan dari ku, hyung"

"Tapi kau lebih penakut!"

"Aku tidak yakin"

"Ish, kau menyebalkan! Mengalah lah padaku"

Donghae melepaskan pelukan Kyuhyun dan melipat tangan nya di depan dada. Ia menggembungkan pipi nya kesal. Walau tak terlihat jelas Kyuhyun tahu hyung nya itu tengah ngambek. Kyuhyun kembali bergidik ngeri saat pelukan nya di lepas begitu saja oleh Donghae.

"Hyung~~!"

Kyuhyun kembali memeluk Donghae tanpa peduli Donghae yang tengah terkikik geli karena merasa menang.

"Kalian berdua sama saja—haha"

Leeteuk muncul dengan tumpukan besar di tangan nya. Ia membawa kasur lipat, selimut tebal dan bantal sekaligus. Ia meletakan semua nya di sofa dan mulai membuka kasur lipat di atas karpet lembut di ruang tengah tersebut. Bukan nya membantu, Donghae dan Kyuhyun hanya berdiri sambil memperhatikan hyung nya tersebut.

"Apa yang kalian lakukan? Kemarilah!" ucap Leeteuk.

Donghae dan Kyuhyun langsung berhambur ke kasur tersebut dan kembali memeluk Leeteuk.

"Aish kalian!"decak kesal Leeteuk.

"Hyung takut!"

"Gelap hyung!"

Leeteuk menghela nafasnya. Benar-benar manja! Itu yang di pikirkan oleh Leeteuk saat ini. Ia melepaskan pelukan Donghae dan mulai menidurkan dongsaeng nya itu lalu beralih ke Kyuhyun. Setelah itu, ia merebahkan tubuhnya di antara Donghae dan Kyuhyun.

"Sekarang kita tidur" ucap Leeteuk pelan.

Donghae dan Kyuhyun pun mulai memejamkan mata dengan posisi menyamping dan tentu saja memeluk sang hyung tertua. Leeteuk hanya tersenyum. Akhirnya mereka tertidur di ruangan tengah nan gelap itu bersama-sama.

.

.

† TeukHaeKyu †

Mentari pagi mulai muncul dan menyinari semua yang ada di permukaan bumi. Butiran air bekas hujan masih tergantung di helai-helai daun bercampur dengan embun pagi. Suasana pagi ini pun menjadi lebih dingin dari biasa nya.

"Masakan hyung memang yang paling enak~"

Suara itu memenuhi ruangan makan yang kecil. 3 namja tengah duduk dan menikmati sarapan pagi mereka. Donghae makan dengan sangat riang. Berkali-kali ia memuji masakan sang hyung. Sepertinya anak itu sedang dalam mood yang baik hari ini.

Leeteuk tersenyum geli melihat Donghae yang bersemangat. Ia juga senang melihat Kyuhyun yang lahap menyantap makanan nya. Seperti kebiasaan walaupun Leeteuk makan dalam tenang, mata nya tak beralih untuk memperhatikan raut wajah kedua dongsaeng nya. Setidaknya ia bisa menduga bagaimana keadaan mereka.

"Hae hyung!" pekik Kyuhyun sambil mendelik kesal kearah Donghae saat hyung nya itu dengan santai mengambil udang gorengnya.

"Aku kira kau tidak suka, salah sendiri kenapa memisahkan nya" ucap Donghae dengan cengiran lebar.

"Justru karena aku suka jadi aku menyisakan nya untuk di makan terakhir!" Kyuhyun menggembungkan pipi nya.

"Sudahlah. Ini kau makan punya ku saja" lerai Leeteuk sembari mengacak rambut Kyuhyun gemas lalu meletakan udang goreng miliknya ke piring Kyuhyun.

"Untuk ku hyung?" tanya Kyuhyun dengan mata berbinar.

Leeteuk mengangguk dan Kyuhyun langsung memakan udang itu sebelum Donghae mengambil nya lagi.

"Hyung…" panggil Kyuhyun memecah keheningan yang sempat terjadi di ruang makan itu. Leeteuk dan Donghae mengalihkan tatapan nya pada Kyuhyun dan menatap dongsaeng nya dengan tatapan bertanya.

"Bolehkah aku mengantar kalian ke sekolah?" tanya Kyuhyun sambil tersenyum canggung.

"Untuk apa?" tanya Donghae bingung.

"Aniyo. Aku hanya ingin tahu dimana sekolah kalian. Aku… juga sedikit bosan di rumah" jujur Kyuhyun.

"Ah! Tentu saja boleh Kyunnie! Aku akan mengenalkan mu pada teman-teman ku. Sepulang sekolah nanti aku juga ingin bermain bola dulu, bagaimana jika kau ikut saja? Pulang sekolah nanti kau jemput aku" ucap Donghae panjang lebar dengan penuh semangat membuat Kyuhyun menyengir lebar sedangkan Leeteuk hanya menggelengkan kepala nya. Ia terdiam sesaat sambil memperhatikan kedua dongsaeng nya tengah berbincang asyik.

"Kyu…" panggil Leeteuk yang sontak membuat Kyuhyun menoleh kearah Leeteuk.

"Dimana sekolah mu sebelum kau tinggal bersama kami?"

DEG

Kyuhyun membatu mendengar ucapan Leeteuk. Ia tak pernah memikirkan Leeteuk akan menanyakan hal tersebut. Ia tak mungkin kembali ke sekolah nya, pasti han ahjussi sudah stand by di sana dan ia juga tak membawa buku dan seragam. Selain itu, Ia tak mau Leeteuk curiga jika tahu dimana sekolah Kyuhyun karena tak bisa di pungkiri sekolah nya adalah salah satu sekolah elit di Seoul.

Leeteuk memang sudah mulai curiga saat melihat barang-barang yang di bawa Kyuhyun di ranselnya. Ia tidak terlalu bodoh untuk mengenali barang dan pakaian dengan merk cukup terkenal terlebih Kyuhyun membawa PSP keluaran terbaru.

Donghae sedikit canggung dengan suasana canggung yang tiba-tiba terjadi. Leeteuk dan Kyuhyun sama-sama terdiam sambil menatap satu sama lain dengan tatapan yang berbeda. Kyuhyun yang terlihat panik dan Leeteuk yang terlihat sangat penasaran.

"Eheemm…"

Donghae berdeham cukup keras untuk membawa hyung dan dongsaeng nya ke dunia nyata. Leeteuk menghela nafasnya.

"Hyung tidak bermaksud apa-apa. Kau ingat janji hyung untuk menunggu mu kan?" ucap Leeteuk yang mulai mengulas sebuah senyuman lembut. Kyuhyun hanya mengangguk.

"Hyung hanya ingin tahu apa kau bersekolah sebelumnya? Kau juga harus kembali bersekolah, Kyu. Jika kau tidak sekolah sebelumnya, Hyung bisa memasukan mu ke sekolah karena kau butuh pendidikan juga" ucap Leeteuk pelan.

Kyuhyun terdiam seribu bahasa. Donghae yang melihat itu menjadi iba dan akhirnya ia menatap Leeteuk dengan tatapan memohon

'Hyung, sudah jangan tekan Kyu. Biarkan dia untuk sesaat ini'

Leeteuk yang mengerti maksud Donghae pun hanya mengangguk lalu ia mengelus lembut pucuk kepala Kyuhyun.

"Mianhae. Habiskan makan mu saeng" ucap Leeteuk. Kyuhyun kembali mengangguk.

"Kyunnie! Bagaiman kalau setelah main bola, kita mampir ke game center sebentar? Sepertinya mengasyikan!" ucap Donghae yang membuat Kyuhyun mengangkat wajahnya dan menatap Donghae.

"Jinja hyung?" tanya Kyuhyun memastikan. Melihat itu Leeteuk dan Donghae tersenyum lega.

"Tentu saja! Aku sudah janji akan menemani mu berlatih game, bukan?" ucap Donghae lagi.

"Ne! Gomawo hyungie~" balas Kyuhyun dengan senyuman lebar.

"Teuki hyung, kami boleh pulang terlambat kan?" tanya Donghae sembari menatap Leeteuk.

"Ne. Tapi saat aku pulang, kalian sudah harus berada di rumah. Aku akan pulang cepat hari ini, arrachi?" ucap Leeteuk. Donghae dan Kyuhyun langsung menjawab dengan sahutan semangat lalu mereka mulai tertawa bersama menghilangkan rasa canggung dan sedih yang sempat terjadi.

.

.

Seorang namja dengan ransel berwarna hitam dan topi sport hitam baru saja menginjakan kaki nya di Negara tetangga. Siwon menghirup udara pagi Jepang yang cukup segar. Pagi-pagi buta ia melakukan perjalan menuju ke Jepang seorang diri. Jarak yang tidak terlalu jauh membuat perjalanan Siwon hanya menempuh waktu 2 jam.

Ia memutuskan ke Jepang seorang diri tanpa memberi informasi kepada kedua orang tuanya. Kepala Han hanya memberikan Siwon alamat dari perusahaan dan hotel tempat orang tua nya menginap. Untung ia bisa berbahasa Jepang walau tidak terlalu lancar.

Siwon menghela nafas berat. Ia mengeluarkan ponsel nya lalu mendial beberapa nomor.

'Yeoboseyo?'

"Yeoboseyo" ucap Siwon saat mendengar suara dari sebrang.

"Kibummie, ini aku Siwon. Aku berusaha menghubungi Chulli hyung tapi ia tak tersambung" lanjut Siwon lagi mengajak lawan bicara yang adalah Kibum untuk berbincang.

'Ne hyung, wae geurae? Tadi malam kau tidak pulang, kau dimana?'

"Ne, aku di Jepang saat ini. Apa aku bisa meminta bantuan mu?"

'Jepang? Apa yang bisa ku bantu?'

"Aku ingin kau membantu ku untuk mencari dongsaeng ku, Kibum-ah. Dia—dia kabur dari rumah 3 hari yang lalu"

'Mwo? Jinjayo? Ne, lalu apa yang harus ku lakukan?'

"Eum. Aku akan kirimkan foto dan identitas dongsaeng ku pada mu. Bantu aku untuk mencari nya di kawasan Kang Nam dan sekitarnya. Jika kau memiliki jejak nya walau sedikit pun langsung hubungi aku. Apa bisa? Aku akan segera kembali ke Korea secepatnya" jelas Siwon

'Arrasso hyung. Tentu saja, aku harap bisa membantu mu'

"Ne, Gomawo Kibummie. Aku akan mengirimkan nya sekarang, ne, ne. Annyeong"

Siwon memutuskan sambungan nya dan mulai mengetikan sesuatu di smartphone nya itu. Setelah beberapa saat ia menyudahi kegiatan nya dan menyimpan smartphone nya di dalam saku mantel nya. Ia menghembuskan nafasnya lalu menatap lurus ke luar bandara.

"Aku akan menyelesaikan semua nya dan merubah nya menjadi lebih baik"

.

.

-To be Continued-


Annyeong~ ^ ^

Mianhae Lye baru updet sekarang hehe

Welcome for All my new reader and Thanksfull for readers and riviewers ^ ^

Ah iya, Thanks juga buat choYeonRin yang ngingetin Lye. Setelah di pikir emang umur mereka terlalu kecil ya? Kkkk Mianhae /bow/ Apa sebaiknya umur mereka di ubah lebih tuaan (?) atau biarkan saja seperti itu? ._.v Mohon saran xD

Dan untuk si penolong 'misterius' Kyunnie, kita simpen buat chap depan aja ya kkk /evil laugh/

Mianhae sekarang lagi gak bisa balas review kalian, tapi semua sudah Lye baca. Thanks for saran dan feed back dari kalian semua, It's really helping me ^ ^

And The Last, Mind to Riview again my lovely reader ^ ^~

Special Thanks To :

kkyu32, demikyuchoYeonRin, kyuqie, Jmhyewon, lee minji elf, cacaclouds, xoxoxo, ratnasparkyu, Kadera, Arum Junnie, dew'yellow, Blackyuline, KyuChul, Bella, aiiukiu, Anonymouss, geelovekorea, bang3424, Fransiska Evil, bryanelfishy, casanova indah, LylaAkariN, AngeLeeteuk, FiiAngelself, gyu1315, arumfishy, kyuminline1307, haekyu