FAMILY ?
.
.
Main Cast :
Cho Kyuhyun as Choi Kyuhyun
Park Jung Soo / Leeteuk
Lee Donghae
Choi Siwon
Another Cast : Find in this story
.
.
Summarry :
Ketika kau tak pernah merasakan kehangatan dan kebahagian dalam keluarga mu sendiri. Meninggalkan semua nya dan mencari kehangatan keluarga lain nya yang mampu mengerti dan menerima mu apa ada nya. Keluarga yang akan memperhatikan dan bersama mu setiap saat.
.
.
† TeukHaeKyu †
PART 6
Malam yang indah dengan bintang bertaburan di langit dan rembulan yang tak jengah menyinari. Tak ada sedikit pun awan hitam yang menutupi ciptaan Tuhan yang sempurna itu. Namun seperti nya, suasana dalam sebuah rumah tidak seindah suasana di luar rumah. Suasana tegang menyelimuti 3 orang yang tengah duduk saling tatap.
Kyuhyun duduk di kursi meja makan dengan wajah tertunduk. Tangan nya tak berhenti meremas celana bahan yang ia kenakan. Bibir bawahnya sengaja ia gigit untuk mengurangi rasa takut dalam diri dan air sudah menggenangi pelupuk mata nya walaupun tak ada setetes air mata pun yang mengalir membasahi pipi chubby nya.
Leeteuk dan Donghae pun duduk di kursi meja makan dengan tatapan yang sulit di artikan. Mereka menatap Kyuhyun antara rasa penasaran dan bersalah.
Setelah Leeteuk menunjukan surat kabar di depan dongsaeng nya itu, bukan nya menjelaskan Kyuhyun justru terdiam seribu bahasa. Hal itu membuat Leeteuk memutuskan agar kedua dongsaeng nya membersihkan diri terlebih dahulu dan makan malam. Baru beberapa menit yang lalu, makan malam dalam hening dan ketegangan itu berlangsung. Dan di sinilah mereka, masih terduduk di ruang makan untuk mengklarifikasi berita yang tercetak dalam surat kabar tersebut.
"Kyu…" panggil Leeteuk untuk kesekian kali nya tapi tetap tak mendapat jawaban.
"Tolong jangan diam seperti ini. Hyung hanya ingin mengetahui kebenaran nya" lanjut Leeteuk tanpa menunggu jawaban yang tak ia dengar sejak tadi.
"Apa berita itu benar?" tanya Leeteuk dengan nada dalam dan tegas namun tersirat kelembutan di dalam nya.
Kyuhyun mengerjapkan mata nya berulang kali untuk menghilangkan air mata yang sudah menumpuk itu. Ia melirik sedikit ke arah surat kabar yang ada di depan nya saat ini.
Putra bungsu keluarga pengusaha Choi menghilang!
Ya, itu adalah sebuah artikel tentang menghilang nya diri nya dari rumah. Entah bagaimana cara nya berita tersebut bisa bocor ke media. Ia tahu bukan keluarga nya yang memasang berita tersebut. Ia yakin keluarga nya pasti akan menutup serapat mungkin berita tentang masalah keluarga nya karena hal tersebut bisa mempengaruhi perusahaan. Dan sekarang bagaimana bisa ada artikel seperti itu di depan nya. Ada foto diri nya yang di cetak cukup besar dan identitas nya pun tercetak jelas dalam artikel tersebut.
"Kyu…" panggil Leeteuk lagi.
Dengan sangat enggan dan berat, Kyuhyun pun menganggukan kepala nya sekali. Namun hal tersebut sudah bisa membuat Leeteuk menghela nafas panjang. Ia bukan anak bodoh yang tidak tahu siapa keluarga Choi. Perusahaan keluarga Choi itu terkenal. Banyak barang-barang elektronik, pakaian mahal dan mobil mewah yang di naungi oleh Choi's Group.
"Benarkah Kyu?"
Donghae yang sedaritadi diam, mulai membuka suara nya. Ia sedikit tidak percaya namun jika Kyuhyun mengangguk?
Tanpa membuka mulut, Kyuhyun kembali mengangguk untuk kedua kali nya. Donghae pun menghela nafasnya lalu langsung menatap Leeteuk untuk melihat ekspresi hyung nya itu.
"Bagaimana bisa kau di kabarkan menghilang seperti itu?" tanya Leeteuk lagi.
"Aku tidak menghilang!"
Akhirnya untuk pertama kali nya Kyuhyun membuka suara untuk membantah ucapan Leeteuk. Di dalam artikel itu memang di sebutkan bahwa ia menghilang begitu saja. Banyak dugaan bahwa diri nya di culik oleh seseorang. Ia sendiri tak tahu bagaimana bisa ada dugaan seperti itu.
"Lalu?"
"Aku tidak menghilang. Aku hanya—"
Kyuhyun menggigit bibir bawahnya kembali. Apa bisa ia katakan jika ia kabur?
"Kau kabur dari rumah?"
NAH!
Kyuhyun langsung mengangkat wajah nya dan menatap wajah lembut Leeteuk saat tebakan namja itu sangat benar. Bagaimana Leeteuk bisa tahu?
"Hyung…" gumam Kyuhyun.
"Apa kau kabur dari rumah? Jika kau di culik ataupun tersesat, tidak mungkin kau bisa terlihat tenang selama berada di rumah ini seakan tidak terjadi apa pun" duga Leeteuk.
"Aku tidak kabur. Aku—Aku hanya mencari hyung ku. Aku ingin ikut dengan nya saja daripada tinggal di rumah itu sendirian"
Setelah beberapa saat terdiam, Kyuhyun membuka suara nya kembali. Ia mulai bisa menceritakan apa yang terjadi.
"Hyung mu?" gumam Donghae.
"Apa yang terjadi?" tanya Leeteuk. Ia tahu tidak baik jika kita sudah masuk ke dalam masalah seseorang terlalu jauh namun Kyuhyun sudah ia anggap sebagai dongsaeng nya sendiri, ia harus tahu apa yang di rasakan anak itu.
"Wonnie hyung… dia meninggalkan rumah. Appa dan Umma tidak peduli dengan kami—hiks jadi aku mau mencari Siwon hyung saja" cerita Kyuhyun yang mulai di iringi oleh isakan.
"Kyunnie"
Mata Donghae terasa panas melihat Kyuhyun yang sudah menemani nya beberapa hari itu mulai terisak tangis. Sama seperti Donghae, Leeteuk pun merasakan hal yang sama namun ia adalah yang tertua di sini. Ia harus bersikap kuat.
"Appa dan Umma tidak menyayangi kami—hiks"
"Tidak ada orang tua yang tidak menyayangi anak nya, Kyuhyun-ah" ucap Leeteuk memotong ucapan Kyuhyun.
"Tapi aku tak mau bertemu mereka, aku mau bertemu Siwon hyung saja" ucap Kyuhyun sambil menggelengkan kepalanya.
"Mungkin hyung mu sudah pulang saat ini" balas Leeteuk membuat isakan Kyuhyun berhenti. Ia menatap Leeteuk untuk memastikan.
"Dengan berita seperti ini tersebar, aku rasa hyung mu sudah kembali ke rumah dan sekarang sedang mengkhawtirkan mu" ucap Leeteuk lagi.
"Benarkah hyung?" tanya Kyuhyun memastikan. Leeteuk menganggukan kepala nya lalu tersenyum lembut.
Keadaan kembali hening… Tak ada yang berniat membuka suara nya kembali. Mereka terlarut dalam pikiran nya masing-masing.
"Siapkan barang mu, besok aku akan izin sekolah dan mengantarkan mu pulang Kyu" ucap Leeteuk dengan nada pelan. Entah mengapa dada nya terasa sesak saat mengatakan hal ini.
Mata Kyuhyun membulat mendengar ucapan Leeteuk. Begitu pula dengan Donghae yang langsung menatap Leeteuk tidak percaya.
"Shireo! Aku tak mau pulang!" bantah Kyuhyun sambil menggelengkan kepala nya.
"Mwo?!"
"Aku tidak mau pulang, hyung" ulang Kyuhyun lagi dengan nada lirih.
"Waeyo? Keluarga mu pasti sangat khawatir" ucap Leeteuk. Kyuhyun kembali menundukan kepala nya.
"Jebal Teuki hyung, biarkan aku tinggal di sini. Aku tak ingin pulang" lirih Kyuhyun.
"Kyu, apa kau tidak kasihan pada keluarga mu? Mereka pasti mencari mu kemana-mana" ujar Leeteuk berusaha memberikan penjelasan.
"Aku tahu tapi aku tidak mau pulang!"
"Kau bilang ingin mencari hyung mu bukan? Dia pasti sudah pulang dan kau bisa menemukan diri nya di rumah. Percayalah padaku"
"Aku tidak peduli, aku hanya ingin tinggal di sini! Aku tak mau pulang!"
Kyuhyun berteriak dengan nada tinggi dan keras. Setetes air mata sudah keluar dari pucuk mata kanan nya. Leeteuk menatap Kyuhyun tidak percaya. Ia tidak mengerti kenapa anak di hadapan nya itu tetap tak mau pulang. Donghae sudah terisak tangis mendengar perdebatan Leeteuk dan Kyuhyun. Ia hanya menatap hyung dan dongsaeng nya bergantian tanpa bisa mengeluarkan suara ikut dalam perdebatan tersebut.
Leeteuk menghela nafas berat dan panjang. Bukan nya ia ingin mengusir tapi Kyuhyun punya keluarga yang masih lengkap dan pasti tengah mengkhawatirkan dimana keberadaan anak itu. Kyuhyun harus pulang! Hanya itu yang ada di pikiran nya saat ini.
"Besok aku akan tetap mengantarmu pulang ke rumah mu"
"HYUNG!"
Leeteuk bangkit dari kursi nya dan hendak beranjak pergi namun baru satu langkah ia terhenti saat mendengar pekikan protes dari Kyuhyun dan Donghae yang memanggil nya secara bersamaan.
"Waeyo? Kau harus kembali ke keluarga mu, arrachi?" ucap Leeteuk dengan pelan namun tegas membuat nafas Kyuhyun sedikit tercekat.
"Aku lelah, aku tidur duluan" Leeteuk mulai melangkah lagi tak mempedulikan Kyuhyun dan Donghae yang sudah menangis sambil menatap punggung namja itu.
"Bukankah aku juga keluarga ini, hyung? Kau yang mengatakan kalau aku juga bagian dari kalian bukan?"
Kyuhyun langsung bangkit dari kursi nya dan menghampiri Leeteuk yang kembali terhenti di depan pintu kamar nya. Kyuhyun menatap punggung Leeteuk dengan air mata yang terus mengalir.
"Aku tak mau berpisah dengan kalian. Aku—aku lebih nyaman tinggal bersama Teuki hyung dan Hae hyung. Aku tak mau pulang—hiks" jujur Kyuhyun.
"Tapi kau harus pulang. Kau punya keluarga mu sendiri, Kyu" balas Leeteuk tanpa membalikan badan nya.
"Aku mau tinggal bersama kalian saja. Aku tidak mau kembali ke keluarga yang dingin seperti itu. Aku nyaman bersama kalian!"
Tangisan Kyuhyun semakin bertambah keras. Hati nya terasa begitu sesak. Ia tak ingin meninggalkan rumah ini. Walau hanya beberapa hari, ia sudah menyatu dengan rumah dan semua yang ada di dalam nya.
"Jebal hyung, biarkan aku ting—"
"Kau harus pulang! Tak ada bantahan lagi"
"Teuki hyung! Kau tak tahu apa yang ku rasakan di keluarga ku. Mereka tidak pernah menganggap ku ada. Aku hanya seperti robot di rumah itu. Aku senang tinggal di sini. Aku bisa tersenyum dan tertawa di rumah ini, lebih baik aku tinggal bersama kalian daripada—"
"JANGAN EGOIS KYUHYUN!"
DEG
Kyuhyun membeku mendengar bentakan dari Leeteuk. Ini pertama kali nya, Leeteuk berteriak membentak seperti itu. Leeteuk selalu berbicara pelan walaupun tegas tapi sekarang hyung di hadapan nya itu berteriak begitu keras.
"Jangan hanya memikirkan diri mu sendiri. Keluarga mu pasti sedang mencari keberadaan mu! Seharus nya kau bisa bersyukur masih memiliki keluarga yang lengkap. Appa, eomma bahkan hyung. Kau juga memiliki harta yang akan memenuhi seluruh kebutuhan mu. Kau ini sangat beruntung, Kyu. Masih banyak anak yang ingin mempunyai appa dan eomma. Dan sekarang saat kau memiliki segala nya, kau justru mengeluh dan ingin meninggalkan semua nya? Jangan bercanda Kyuhyun-ah!" ucap Leeteuk panjang lebar.
Sakit…
Hati Kyuhyun berdenyut begitu sakit mendengar ucapan itu. Air mata nya semakin deras membasahi pipi nya. Tangan nya mulai memegang dada nya bahkan mencengkram kaos tipis yang ia kenakan. Semua yang di katakan Leeteuk benar. Dia egois! Tapi…
BUK
"Jebal Teuki hyung—hiks. Biarkan aku tinggal di sini"
"Kyu…"
Donghae yang juga terisak tangis semakin tercengang saat Kyuhyun berlutut di lantai tepat di belakang Leeteuk. Ia bingung harus berbuat bagaimana dan harus berpihak pada siapa. Ia membenarkan ucapan hyung nya itu tapi ia juga tak ingin berpisah dengan Kyuhyun.
"Jebal hyung—jebal" gumam Kyuhyun berulang kali.
Leeteuk tak bergeming. Ia tak berniat untuk membalikan tubuhnya. Ia tak ingin memperlihat kan wajah nya yang juga sudah di banjiri air mata. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun, Leeteuk kembali melangkah maju seakan menulikan telinga nya dengan isakan Kyuhyun yang terus memohon.
"Hyung—hiks Teuki—hyung"
BRAK
Kyuhyun menangis dengan sangat keras tepat saat pintu itu tertutup seakan di banting dan menimbulkan suara debuman. Sosok hyung yang di kagumi nya selama beberapa hari itu menghilang dari balik pintu.
Tap…
Kyuhyun mendongakan kepala nya saat ia merasakan seseorang berdiri di samping nya. Donghae berdiri di samping Kyuhyun masih dengan tangisan nya.
"Hae—hyung hiks—jebal tolong Kyu—Hae hyungie"
Donghae mengepalkan tangan nya begitu kuat dan menggigit bibir bawahnya. Suara isakan Kyuhyun yang begitu memelas mampu menggores hati nya. Donghae menggelengkan kepala nya entah dengan maksud apa.
"Hae—hyung"
Donghae menghela nafas lalu ia mulai melangkah kan kaki nya menjauh dari Kyuhyun dan mulai menyusul Leeteuk ke dalam kamar. Satu lagi sosok hyung yang sangat Kyuhyun sayangi menghilang dari balik pintu tersebut.
Sendirian lagi…
Hancur sudah semua pertahanan Kyuhyun saat ini. Ia menangis sesengukan masih berlutut menghadap pintu kamar tersebut. Ia ingin mengeluarkan semua rasa sesak yang sudah memenuhi hati nya. Ia tak mempedulikan baju nya yang sudah basah bahkan lantai di depan Kyuhyun sudah di basahi oleh air mata Kyuhyun.
"Teuki—hyung—Hae hyung—hiks"
.
.
Donghae terdiam sambil bersender di pintu kamar nya dan Leeteuk beberapa hari ini. Ia menstabilkan detak jantung nya yang berpacu berkali-kali lipat. Ia langsung menghapus air mata nya dengan kasar.
Donghae memperhatikan Leeteuk yang sudah berbaring di kasur dengan posisi tertelungkup. Ia tak bisa melihat wajah hyung nya itu karena Leeteuk memendamkan wajahnya di bantal putih nya. Dengan perlahan, Donghae melangkahkan kaki nya mendekati ranjang dan berdiri di samping kasur tersebut.
"Hyung…" panggil Donghae dengan sangat lirih namun ia yakin Hyung nya itu belum tidur dan mampu mendengar suara nya.
"Gwenchanayo?" tanya Donghae lagi. Beberapa saat tak jawaban namun akhirnya ia mendapatkan sebuah anggukan kecil dari Leeteuk.
"Kenapa kau seperti ini, hyung? Kau tak pernah emosi seperti tadi" ucap Donghae hati-hati. Kali ini Ia hanya mendapat sebuah gelengan.
"Aku setuju dengan ucapan mu tapi aku juga setuju dengan ucapan Kyuhyun. Aku sangat mengerti bagaimana perasaan Kyuhyun karena saat kecil aku pun pernah mengalami nya. Dia hanya ingin tinggal bersama kita, hyung" ucap Donghae.
"Tapi dia memiliki keluarga, Hae. Dia tidak bisa tinggal di sini" ucap Leeteuk sedikit tidak jelas karena suara terpantul oleh bantal yang menutupi wajahnya. Donghae menghela nafas. Ia tahu hal itu, tapi…
"Kau tahu bukan? Sejak kecil aku tak pernah merasakan sentuhan orang tua. Mereka meninggal setelah beberapa bulan aku lahir. Di saat aku mulai bahagia dan memiliki keluarga. Orang tua ku kembali meninggalkan ku—Appa dan Umma mu. Dia masih memiliki orang tua yang lengkap, dia tidak boleh menyia-nyiakan keberadaan mereka, Hae" cerita Leeteuk panjang lebar.
Air mata Donghae kembali mengalir mendengar ucapan Leeteuk. Memori kebersamaan nya dengan Appa dan Umma serta saat kehadiran Leeteuk berputar kembali dalam pikiran nya.
"Dia—berbeda dari kita Hae. Kyu harus kembali ke rumah nya sendiri. Dia harus kembali ke sekolah dan kembali ke kehidupan yang selayaknya ia terima" lanjut Leeteuk lagi.
Hilang sudah semua kata-kata yang ingin Donghae utarakan untuk membela Kyuhyun dan membantah ucapan Leeteuk.
"Tidurlah, besok kau harus sekolah" ucap Leeteuk final. Ia menggeser tubuhnya untuk memberikan ruang pada Donghae tidur.
"Kyu—dia masih di luar kamar hyung" ucap Donghae pelan.
"Tidurlah Hae" Leeteuk tak merespon ucapan Donghae.
Donghae tak bergeming dari tempat nya. Ia bimbang. Ia kembali bingung harus melakukan apa.
"Hyung…" panggil Donghae lagi setelah terjadi keheningan beberapa saat.
"Bagaimana perasaan mu saat kita bersama Kyunnie?" tanya Donghae.
Leeteuk terdiam. Ia tak berniat menjawab pertanyaan Donghae. Perasaan nya campur aduk saat ini.
"Entah mengapa, sejak awal aku melihat nya di depan toko saat hujan itu aku sudah merasakan sebuah perasaan aneh—perasaan yang sama saat aku bertemu dengan mu. Saat melihat nya sadar, aku benar-benar senang dan bahagia seperti mendapatkan sebuah hadiah. Dan saat berbincang, bercanda, bermain dan tertawa bersama Kyu, aku sangat nyaman dan dekat dengan nya. Kau tahu bukan aku cukup sulit dekat dengan orang lain? Aku seperti sudah mengenal Kyu sangat lama. Ada sesuatu yang seakan menyatukan hati dan pikiran ku dengan Kyu. Saat melihat luka-luka nya, aku bisa merasakan sesakit apa luka kau merasakan hal yang sama dengan ku, hyung?" ucap Donghae panjang lebar mengeluarkan semua ganjalan yang ada di hati nya.
Donghae terdiam sesaat membiarkan Leeteuk mencerna setiap kalimat dari cerita panjang nya itu. Ia mengerjapkan mata nya berulang kali dan membuat air mata nya kembali mengalir. Donghae mulai melangkahkan kaki nya menjauhi kasur. Ia terdiam di depan pintu, tangan nya sudah siap memutar knop pintu dan keluar dari kamar tersebut.
"Aku tahu ia harus kembali ke keluarga dan kehidupan nya yang sesungguhnya. Tapi jujur aku sangat tidak ingin berpisah dengan Kyunnie. Aku ingin dia menjadi dongsaeng ku selama nya. Aku tidak peduli jika aku egois. Aku sangat menyayangi Kyu"
Blam
Donghae keluar dari kamar sesaat setelah mengucapkan kata-kata itu. Ia membiarkan Leeteuk yang masih berada di kasurnya.
.
Donghae menatap nanar Kyuhyun yang masih menangis sesenggukan, masih dengan posisi berlutut tidak jauh dari pintu kamar. Dengan perlahan Donghae menghampiri Kyuhyun. Ia mulai turun dan ikut berlutut di depan Kyuhyun.
"Hiks—Teuki hyung, Hae—hyung—hiks" gumaman itu masih terus keluar dari bibir kecil Kyuhyun. Donghae tersenyum tipis mendengar gumaman dongsaeng nya itu.
GREP
Kyuhyun membuka mata nya yang sempat terpejam saat ia merasakan seseorang merengkuh tubuhnya. Ia sedikit terkejut saat Donghae kembali di hadapan nya bahkan memeluknya dengan begitu erat saat ini.
"Uljima.. Hyung di sini Kyu, uljimanayo" ucap Donghae sembari mengelus punggung Kyuhyun untuk menenangkan.
Hangat…
Bukan nya mereda, tangis Kyuhyun kembali pecah. Ia langsung membalas pelukan Donghae dan memeluknya lebih erat lagi bahkan ia mencengkram kaos Donghae dengan tangan nya. Ia tak mau kehilangan sosok hyung nya lagi. Ia tak mau sendirian lagi.
"Hae—hyung—hiks"
"Ne, hyung di sini—hiks—Uljima ne? Jangan membuat hyung ikut menangis lagi—hiks"
"Hyung—hyung.. Hae hyung—hyung—hiks"
Kyuhyun terus bergumam memanggil Donghae masih dengan isakan tangis membuat Donghae kembali menangis mendengarnya. Ia hanya bisa memeluk Kyuhyun dan membiarkan dongsaeng nya menangis dan bergumam di balik pelukan nya itu. Ia bukan lah hyung yang kuat dan berani namun Donghae bertekad untuk menjadi hyung yang akan selalu ada bagaimana pun keadaan dongsaeng nya.
.
.
. † TeukHaeKyu †
Seorang anak laki-laki berdiri di ambang pintu. Mata nya menatap 2 orang teman nya yang akan pergi meninggalkan nya lagi. 2 orang teman nya itu melambaikan tangan sebagai tanda perpisahan lalu mulai melangkah pergi dengan keluarga baru nya. Wajah kedua teman nya begitu bersinar bahagia, mereka tertawa sambil menggandeng tangan appa dan umma baru nya. Namja kecil itu terus memperhatikan dengan tatapan sedih bahkan iri. Kapan ia bisa merasakan hal seperti itu?
"Leeteuk-ah"
Namja kecil itu menoleh dan mendapatkan seorang yeoja cantik dengan pakaian biarawati tengah tersenyum pada nya. Yeoja itu mengulurkan tangan nya pada namja yang di beri nama Leeteuk itu.
"Ayo masuk, udara semakin dingin" ucap nya.
Tanpa melawan Leeteuk meraih tangan itu dan mengikuti kemana pun suster itu membawa nya masuk. Ia duduk di sebuah kursi meja makan. Segelas susu coklat hangat sudah menanti untuk di minum namun Leeteuk tak kunjung menyentuh gelas itu barang sedikit pun.
"Teuki, ada apa?" tanya suster tersebut sambil mengelus helai rambut coklat Leeteuk.
"Suster Ma. Kapan Teuki akan punya appa dan umma seperti yang lain nya?" tanya Leeteuk dengan suara lirih.
Mendengar pertanyaan dari namja berusia sekitar 7 tahun itu, sang yeoja hanya tersenyum tipis.
"Sabarlah. Appa dan umma akan segera datang menjemput Teuki, berdoalah pada Tuhan agar mereka segera datang" ucap sang yeoja. Leeteuk hanya terdiam sambil menundukan kepala nya.
"Bagaimana kalau Teuki tidur dulu, nanti sore akan suster buatkan cookies kesukaan mu"
"Benarkah?"
Leeteuk tersenyum saat suster Ma menganggukan kepala nya. Ia segera memberi salam lalu melangkah menuju kamar nya sendiri.
Ia masuk ke dalam kamar yang tidak besar. Hanya ada bed small size dan lemari kecil di dalam nya. Leeteuk menghela nafas saat melihat figura foto diri nya bersama teman-teman nya. Tahun demi tahun di lewati dan teman-teman nya semakin sedikit. Satu demi persatu anak-anak panti asuhan itu sudah di adopsi dan tinggal bersama orang tua baru nya. Namun entah mengapa, Leeteuk yang sudah tinggal di panti asuhan ini sejak bayi belum ada satu pun yang berniat mengambil nya sebagai anak.
"Hiks…"
Isakan itu pun keluar saat ia mengingat sosok kedua teman nya bersama orang tua nya masing-masing. Ia langsung naik ke atas ranjang dan duduk menekuk lutut. Ia juga ingin mempunyai orang tua. Ia ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki keluarga yang bahagia seperti yang ia lihat di televisi.
'Anak jagoan harus kuat! Tidak ada masalah yang selesai hanya dengan tangisan'
Ucapan dari suster kepala di panti asuhan ini kembali terngiang di telinga nya. Ia langsung menghapus air mata nya. Ia menghela nafas dan mulai mengulas sebuah senyuman. Ia menelungkupkan tangan nya di depan dada lalu memejamkan mata nya.
"Tuhan ku yang baik, Teuki tahu kalau Tuhan selalu menemani Teuki. Teuki janji akan bersabar dan menanti appa, eomma dan keluarga yang akan di kirimkan Tuhan. Teuki janji akan menjaga dan menyayangi keluarga Teuki dengan Tuhan, amin"
Setelah selesai berdoa, Leeteuk pun merebahkan tubuhnya lalu menarik selimutnya hendak tidur siang.
Di ruangan lain di panti itu terlihat 3 orang dewasa tengah berbincang dengan asyik. Seorang yeoja paruh baya yang mengenakan pakaian biarawati tengah menunjukan beberapa file dan foto kepada sebuah pasangan suami istri yang masih cukup muda.
"Yang ini. Bagaimana riwayatnya suster?" tanya sang yeoja.
"Apa anda tertarik dengan nya nyonya Lee?" tanya suster itu. Yeoja itu pun mengangguk.
"Senyuman nya begitu polos dan manis. Aku suka senyuman itu" ucapnya.
"Namja kecil ini kami beri nama Leeteuk. Ia sudah berada di panti ini saat umurnya 8 bulan. Saat itu ada badai yang melanda Busan. Saat saya ingin mengontrol seluruh panti, ada seorang yeoja yang tiba-tiba datang dengan luka parah di seluruh tubuhnya. Ia membawa seorang bayi yang sudah menggigil kedinginan. Kami pun langsung menolong mereka namun luka yeoja itu terlalu parah dan akhirnya ia meninggal. Keesokan hari nya beberapa polisi datang ke panti dan akhirnya kami mengetahui bahwa kedua orang tua bayi itu mengalami kecelakaan dan kedua nya meninggal" cerita suster kepala.
"Sejak saat itu bayi tersebut kami beri nama Leeteuk yang berarti special. Kami tak mengetahui nama asli maupun tanggal pasti ia di lahirkan. Tapi anda tidak perlu khawatir, sejak kecil ia sudah di didik di panti bersama para biarawati kami"
Hati Tuan dan Nyonya Lee terenyuh mendengar cerita singkat itu. Mereka terdiam lalu saling tatap sejenak. Tuan Lee menganggukan kepala nya membuat sang istri tersenyum.
"Kami akan mengadopsi Leeteuk sebagai anak kami"
Leeteuk baru saja terbangun dari tidurnya. Ia membuka mata nya dan seakan melihat seorang malaikat tersenyum begitu lembut pada nya.
"Eomma…" gumam Leeteuk pelan.
"Ne chagiya, kau sudah bangun? Kajja, siapkan barangmu, kita akan pulang ke rumah sekarang"
Leeteuk langsung terlonjak dan duduk di kasurnya. Ia mengerjapkan mata nya berulang kali menatap 2 orang dewasa sudah berada di samping nya sambil tersenyum. Ia memiringkan kepala nya bingung.
"Teuki-ah…"
"Suster Ma!"
Suster Ma langsung memeluk Leeteuk seakan sebagai selamat dan salam perpisahan.
"Orang tua mu sudah datang. Mereka sudah menjemputmu untuk pulang ke rumah" bisik suster Ma.
"Benarkah?" Leeteuk menatap Suster Ma dan kedua orang asing yang ada di kamar nya.
"Leeteuk, kajja kita pulang. Dongsaeng mu sudah menunggu kita" ucap seorang namja itu sambil tersenyum.
Leeteuk terdiam sesaat sebelum sebuah senyuman lebar terukir di wajah manis nya.
"Ne. Appa… Eomma,,,"
.
"Ini punya Hae… Ini punya Teuki…"
"Yang ini untuk Teuki… yang itu untuk Hae-ya"
Dua orang namja kecil tengah duduk di karpet sambil membagi coklat, permen dan cupcake yang banyak. Leeteuk terkikik geli melihat dongsaeng kecilnya yang berbeda 3 tahun darinya itu hanya memiringkan kepalanya ke kanan dan ke kiri, bingung dengan ucapan sang kakak.
"Ini tuk Yungie caja. Hae mau pelmen caja hehe"
Donghae kecil menyengir lebar sambil menyatukan semua yang telah di pisahkan sang kakak lalu mengambil sebuah permen susu lollipop. Leeteuk mencubit gemas pipi chubby Donghae yang tidak protes lalu kedua nya tertawa.
"Heyo! Lalu untuk Appa yang mana?"
Tuan dan Nyonya Lee yang baru saja pulang kerja langsung bergabung. Leeteuk dan Donghae langsung berhambur memeluk kedua nya.
"Appa.. umma"
"Bagaimana keadaan kalian?"
"Teuki yung tadi pagi ninggalin Hae lama cekali!" Donghae menggembungkan pipi seakan menunjukan kekesalan nya.
"Hyung tidak meninggalkan Hae, Hyung kan sekolah" balas Leeteuk tak mau kalah.
"Tapi Hae kan kecepian. Hae jadi cendilian" jujur Donghae sambil menundukan kepalanya. Melihat raut sedih dongsaeng nya, Leeteuk langsung memeluk Donghae lalu mengecup pipi chubby Donghae.
"Tenang saja. Walaupun hyung tidak ada di samping Hae tapi hati Hyung selalu menemani dan bersama Hae" ucap Leeteuk.
"Benar kan Umma?" tanya Leeteuk memastikan ucapan nya sendiri.
Sang eomma pun tersenyum lalu memangku Donghae dan merangkul Leeteuk.
"Ne. Dengarkan ucapan hyung itu Hae. Sejauh apa pun, kalian tetaplah satu" ucap sang eomma. Donghae menatap sang eomma dengan tatapan tak mengerti.
"Teuki hyung selalu berada di dalam hati Hae begitu pula dengan Hae yang selalu berada di dalam hati Teuki hyung" jelas sang eomma.
"Eh? Hae ada di sini?" tanya Donghae sambil menunjuk dada Leeteuk. Ketiga orang yang melihat nya tertawa melihat kepolosan Donghae.
"Ne. Hae selalu di sini" jawab Leeteuk membenarkan.
"Dengarkan Eomma. Saat kalian sudah besar kalian akan lebih mengerti lagi. Kita adalah keluarga. Sebuah keluarga pasti memiliki sebuah benang penghubung yang akan selalu menyatukan setiap anggota keluarga tersebut. Tidak peduli sejauh apa pun mereka berpisah, mereka akan selalu ada di dalam hati dan yakin lah jika kalian selalu bersama. Tidak ada yang bisa memisahkan kalian"
Leeteuk dan Donghae menyimak ucapan sang eomma. Leeteuk menganggukan kepala nya mengerti sedangkan Donghae hanya mengerjapkan mata nya lucu, masih terlalu kecil bagi nya untuk mengerti ucapan rumit seperti itu.
"Inti nya, Donghae tidak perlu khawatir sendirian karena appa, umma dan Teuki hyung selalu ada di hati Donghae, arrachi?" ucap sang eomma lalu mengecup pucuk kepala Donghae.
Mendapatkan kecupan itu Donghae justru tertawa membuat leeteuk, appa dan umma lee juga tertawa bersama.
.
.
† TeukHaeKyu †
"Hah… Hah…"
Leeteuk terduduk di kasurnya dengan nafas memburu dan peluh mengalir dari pelipisnya. Ia baru saja bermimpi. Sebuah mimpi yang merupakan kisah nyata— salah satu kenangan kecil dalam hati nya. Ia menghapus peluh yang membanjiri wajahnya.
"Appa… Eomma…" gumam nya pelan.
Sudah lama ia tak memimpikan sosok kedua orang tua angkat nya itu. Setelah cukup tenang, Leeteuk mengedarkan pandangan nya sekeliling kamar. Pukul 1 dinihari namun ia tak menemukan Donghae yang biasanya tertidur pulas di samping nya. Ia menghela nafas saat mengingat kejadian apa yang terjadi sebelum ia tertidur.
Leeteuk terdiam sejenak di atas ranjang nya tersebut. Merenung. Ya, itulah kata yang tepat menggambarkan kegiatan nya saat ini. Ia tengah memutar semua kejadian yang telah terjadi hari ini. Kepingan-kepingan puzzle dalam otaknya itu mulai ia susun menjadi sebuah gambar yang harus ia lakukan saat ini.
Tanpa pikir panjang, Leeteuk langsung turun dari kasurnya. Ia mengambil selimut tebal dan dengan langkah perlahan ia mulai keluar dari kamarnya.
Ruangan tamu yang biasanya gelap saat dinihari seperti ini, sekarang terang. Lampu di ruangan itu tak di padamkan dan tetap menerangi setiap ruangan yang ada di rumah tersebut. Ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling dan senyuman tipis nan lembut itu mulai terulas di wajah manisnya.
Ia bisa melihat sosok kedua dongsaeng yang sudah memiliki ruangan special di lubuk hati nya itu tengah tertidur pulas di sofa. Leeteuk melangkahkan kaki nya dan berdiri di depan sofa memperhatikan kedua sosok itu. Kyuhyun tertidur di pangkuan Donghae masih memeluk hyung nya itu. Sedangkan Donghae tertidur dalam posisi setengah duduk karena ia merebahkan kepala nya di pinggiran sofa yang cukup empuk.
Leeteuk berjongkok untuk lebih melihat raut wajah kedua dongsaeng nya. Ia tersenyum miris saat melihat raut gelisah di wajah kedua nya belum lagi mata kedua nya yang sembab karena terlalu banyak menangis.
"Mianhae. Maafkan hyung, saeng-ah" ucapnya sedikit berbisik. Ia mengelus rambut hitam Donghae lalu beralih menghusap pipi putih Kyuhyun.
Leeteuk mulai melampirkan selimut yang ia bawa ke tubuh Kyuhyun mengingat dongsaeng kecil nya itu hanya menggunakan kaos yang sangat tipis. Ia hendak berdiri dan mengambil sebuah selimut lagi untuk Donghae jika ia tak mendengar lenguhan dari Kyuhyun.
Merasa tidurnya terganggu, Kyuhyun mulai melenguh pelan lalu dengan perlahan ia membuka mata nya yang terasa tertutup begitu rekat. Ia mengerjapkan mata nya berulang kali hingga ia dapat menangkap wajah Leeteuk.
"Teuki—hyung" ucap Kyuhyun pelan. Ia hanya ingin memastikan apa yang ia lihat bukan lah mimpi.
"Tidurlah di kamar, kau akan lebih lelah tidur di sana Kyunnie" ucap Leeteuk lirih namun langsung membuat Kyuhyun sadar 100 %.
"Teuki hyung!" pekik Kyuhyun antara senang dan lega. Ia langsung berhambur memeluk Leeteuk membuat namja itu terjengkak ke belakang hingga terduduk di karpet. Mendengar pekikan Kyuhyun, Donghae pun menjadi terbangun dan dengan tatapan bingung ia menatap Kyuhyun yang tengah memeluk hyung kesayangan nya itu.
"Kyu…"
"Mianhae. Mianhae, mianhae, mianhae, jeongmal mianhae hyungie" rapal Kyuhyun berulang kali. Ia sungguh merasa bersalah pada Leeteuk. Ia sadar ia terlalu egois dan ia tak ingin hyung nya itu marah.
"Kyu…" panggil Leeteuk sembari mengelus lembut surai rambut Kyuhyun.
"Jebal hyung maafkan aku. Aku salah, aku terlalu egois. Ku mohon jangan marah pada ku. Aku akan melakukan apa pun asal kau tidak marah dan tetap mau menatap ku. Jangan meninggalkan ku seperti tadi" ucap Kyuhyun panjang lebar.
Leeteuk tersenyum geli mendengar ucapan Kyuhyun. Ia tahu sekarang, dongsaeng nya itu takut jika ia marah dan tak mau menemui nya lagi.
"Kyunnie tidak salah, hyung yang salah. Maafkan hyung ne?" ucap Leeteuk. Ia melepaskan pelukan Leeteuk dan menatap Kyuhyun dengan tatapan begitu lembut.
"Benarkah? Hyung tidak marah lagi?" tanya Kyuhyun memastikan. Leeteuk mengangguk mantap membuat Kyuhyun mulai mengulas senyuman nya.
"Gomawo hyung, aku benar-benar menyayangi Teuki hyung!"
Hati Leeteuk berdesir mendengar pernyataan Kyuhyun. Dongsaeng nya itu kembali memeluk nya dengan sangat erat. Leeteuk memejamkan matanya dan membalas pelukan Kyuhyun. Donghae yang menyaksikan dalam diam hanya bisa tersenyum lega.
Setelah berpelukan cukup lama, Leeteuk kembali melepaskan pelukan nya. Ia menangkupkan kedua telapak tangan nya di pipi Kyuhyun.
"Hyung juga sangat sayang pada Kyunnie" ucapnya membuat Kyuhyun menyengir lebar.
"Tapi…Kau tetap harus—"
Walaupun enggan mengatakan perkataan ini lagi tapi ini lah yang terbaik. Ia harus melakukan apa yang benar. Leeteuk bingung harus mengatakan apa. Ia berusaha mencari kata yang tepat dan hal itu membuatnya menggantung kalimat nya.
"Aku akan pulang"
Leeteuk dan Donghae membulatkan mata nya tak percaya dengan apa yang di ucapkan Kyuhyun.
Kyuhyun tersenyum tipis lalu mengangguk.
"Aku akan pulang ke rumah ku, hyung. Aku rasa kau benar. Appa, umma , Wonnie hyung, Han Ahjussi dan semua nya pasti sedang mencari ku kemana-mana. Aku akan pulang" ucap Kyuhyun lagi.
Leeteuk dan Donghae tertegun. Mereka semua terdiam, sebenarnya ada perasaan yang teramat sedih di hati ketiga nya.
"Tapi biarkan aku tinggal di sini hingga lusa. Aku akan pulang setelah weekend" lanjut Kyuhyun lagi. Leeteuk mengernyit bingung dengan pernyataan Kyuhyun tersebut.
"Aku akan pulang lusa. Biarkan aku tinggal bersama kalian semalam lagi dan lusa adalah weekend. Kalian libur bukan? Sebelum pulang, aku ingin kita bermain bersama dulu. Apa boleh hyung?" tanya Kyuhyun takut-takut.
Donghae langsung menatap Leeteuk penuh harap. Leeteuk tersenyum lalu menganggukan kepalanya.
"Ne, tentu saja" ucap Leeteuk yang langsung mendapat sorakan bahagia dari Kyuhyun dan Donghae.
"Gomawo Teuki hyung"
Kyuhyun kembali memeluk Leeteuk. Ia tertawa senang sama seperti Leeteuk yang terkikik geli melihat tingkah Kyuhyun.
"Hei kalian, apa kalian melupakan seseorang di sini?"
Ucapan Donghae membuat Leeteuk dan Kyuhyun berhenti tertawa. Mereka menoleh dan mendapatkan Donghae yang sudah melipat tangan nya di depan dada sambil menggembungkan pipi nya kesal karena merasa di lupakan.
"Siapa ya?" goda Kyuhyun sambil tertawa.
"Ya Kyunnie! Aku yang memeluk mu saat menangis dan saat tertawa kau melupakan ku eoh?" decak kesal Donghae membuat Leeteuk dan Kyuhyun tertawa.
Mereka berdua menghentikan tawa nya lalu merentangkan tangan nya seakan memanggil Donghae untuk bergabung.
"Donghae-ya, dongsaeng hyung yang paling manja. Kemarilah" ucap Leeteuk sambil tersenyum lebar.
"Hyung ku yang baik, manis dan juga super manja. Ppalliwa!" timpal Kyuhyun.
"Ya! Kalian menyebalkan. Aku tidak manja!"
Donghae langsung berhambur dan memeluk kedua orang yang sudah sangat berarti bagi dirinya. Ia memeluk Leeteuk dan Donghae dengan erat. Setelah nya mereka pun tertawa bersama melupakan waktu yang sudah lewat tengah malam dan waktu nya orang-orang tertidur. Tak peduli jika tetangga mereka terganggu dengan suara tawa mereka. Melepaskan kelegaan, bahagia dan kehangat bersama-sama.
.
.
.
† TeukHaeKyu †
"Game ini untuk ku!"
"Mwo?! Kau sudah kalah dan game itu milikku!"
"Tapi kau curang jadi game ini milikku! Ahjussi, aku yang akan membelinya"
"Ani, aku yang akan membeli nya ahjussi. Apa kau bilang? Aku curang?"
"Ne, game yang imbang harus di mainkan minimal 3 kali untuk menemukan pemenang sesungguhnya. Jika hanya sekali bisa saja hanya sebuah keberuntungan. Kau hanya mau melakukan permainan sekali, jadi kau curang"
"Itu hanya akan membuang waktu ku. Intinya aku menang dan game ini jatuh menjadi milik ku"
Namja paruh baya yang berada di belakang meja kasir hanya menghela nafas menonton perdebat dua anak laki-laki yang memperebutkan sebuah game kurang lebih 15 menit yang lalu.
"Kenapa kalian tidak memilih game lain saja?" tanya Ahjussi itu berusaha melerai.
"Game ini sangat penting untuk kompetisi!" jawab kedua namja kecil itu bersamaan membuat sang pemilik game center menghela nafasnya kembali.
"Cepatlah tentukan siapa yang akan membeli dan membayar game itu sekarang!" ucap ahjussi itu lagi.
Mendengar ucapan itu, Kyuhyun dan Changmin pelaku perdebatan di depan meja kasir tersebut. Kyuhyun dan Changmin saling melempar tatapan sengit. Mereka tak menyangka jika bisa satu sama lain sama-sama keras kepala hanya karena sebuah game limited edition yang bisa menjadi bahan utama untuk game competition.
"Kalau kalian diam, maka aku akan menjual game itu pada anak yang ada di belakang kalian itu. Dia juga mengincarnya sejak tadi"
Mendengar ucapan ahjussi pemilik game center itu, Kyuhyun dan Changmin langsung menoleh ke belakang bersamaan dan segera melemparkan evil glare masing-masing kepada anak laki-laki yang hanya bisa menyengir.
"A-aku tidak jadi saja, ahjussi" ucap anak laki-laki itu ketakutan. Kyuhyun dan Changmin langsung menunjukan smirk nya dan bersorak dalam hati.
"Jika dalam 1 menit tidak ada yang memutuskan di antara kalian berdua maka game itu tidak akan aku jual" tegas ahjussi itu membuat kedua namja itu membulatkan mata nya.
Changmin menghela nafasnya pasrah. Sepertinya ia memang tidak bisa mendapatkan game itu toh tadi ia juga sudah kalah dalam game jadi mau tak mau ia harus menyerahkan game itu pada namja di sebelahnya.
"Kau boleh mengambilnya" ucap Changmin pasrah setengah tidak terima.
Kyuhyun melirik Changmin dan memperhatikan raut namja itu kemudian ia mengulurkan tangan nya yang memegang kaset game itu arah Changmin.
"Ambil saja" ucap Kyuhyun lalu menyerahkan game itu. Changmin mengerjapkan mata nya bingung. Belum sempat ia bertanya alasan Kyuhyun memberikan game itu, Kyuhyun sudah berlalu meninggalkan game center.
"Ya Kyu tunggu!"
"Hei bocah, bayar dulu!"
Changmin menyengir saat Ahjussi itu berteriak saat ia ingin menyusul Kyuhyun dan lupa membayar kaset yang di pegang nya. Changmin langsung menyerahkan beberapa lembar uang dan langsung berlari menyusul Kyuhyun.
Ia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling jalan dan akhirnya ia tersenyum saat melihat Kyuhyun tengah berdiri di kedai es krim.
"Kyuhyun-ah!"
Kyuhyun menoleh dan menatap Changmin sekilas.
"Kenapa kau menyerahkan game ini? Kau kan sudah mengalahkan ku" ucap Changmin.
"Ish, tadi kau tidak terima aku menang sekarang kau juga tidak terima saat aku memberikan game itu. Kau itu aneh. Apa mau mu?" balas Kyuhyun sambil menggelengkan kepala nya heran.
"Err itu… Tapi—"
"Ambil saja. Tanpa game itu aku juga mampu melawan semua peserta di kompetisi dan menjadi juara utama" ucap Kyuhyun percaya diri memotong ucapan Changmin.
"Cih, percaya diri sekali kau. Masih banyak yang lebih hebat daripada kau di kompetisi" cibir Changmin.
Kyuhyun menggedikan bahu nya tidak peduli lalu ia mengangsurkan semangkuk es krim coklat ke hadapan Changmin dan menatap Changmin seakan menyuruh namja itu mengambil es krim tersebut.
"Untuk ku?" tanya Changmin memastikan.
"Tidak mau? Yasudah"
"Eh? Siapa bilang aku tidak mau hehe Gomawo Kyu"
Changmin langsung mengambil es krim yang di tawarkan Kyuhyun lalu menyengir lebar. Setelah membayar, Kyuhyun pun berjalan. Ia hendak pulang ke rumah. Tadi ia ingin menjemput Donghae di sekolah namun hyung nya itu ada pelajaran tambahan. Akhirnya ia bertemu dengan Changmin di game center dan menghabiskan waktu bermain dengan namja itu.
"Kita bisa berlatih bersama untuk kompetisi nanti. Aku rasa kau lawan cukup tangguh. Dimana kau tinggal?" tanya Changmin sembari memakan es krimnya. Kyuhyun tak langsung menjawab. Ia terdiam sejenak.
"Donghae hyung…" gumam Kyuhyun membuat Changmin mengerutkan dahi nya.
"Aku tinggal bersama Donghae hyung" ulang Kyuhyun lebih detail.
"Ah! Hae hyung"
"Kau kenal?"
"Ne, dia teman futsal Yunho hyung dan Yunho hyung itu tetangga ku. Aku juga sering tegur sapa dengan Hae hyung" ucap Changmin sambil menyengir lebar. Kyuhyun hanya mengangguk.
"Lalu dimana sekolah mu, Kyu?"
"Apa aku perlu memberitahu mu?"
Changmin menggaruk kepala nya yang tidak gatal. Anggapan nya tentang namja lemah yang pernah ia tolong itu berubah 180 derajat ketika ia bertanding game beberapa saat yang lalu. Ternyata Kyuhyun itu cukup cuek, keras kepala dan tidak mau kalah. Tapi ia tetap bisa melihat bahwa namja itu memiliki beberapa persamaan dengan diri nya dan membuat Changmin ingin lebih dekat dengan Kyuhyun bahkan mereka bisa menjadi sahabat.
"Dimana rumah mu?" tanya Kyuhyun yang membuyarkan lamunan Changmin.
"Ah! Itu, aku akan belok di perbatasan sana" ucap Changmin sambil menunjuk sebuah gang di depan mereka.
"Kapan-kapan kita battle game lagi ya. Dan aku akan mentraktirmu jika kau berhasil mengalahkan ku sebagai ganti es krim ini" ucap Changmin lagi sebelum ia berbelok di gang dan mereka berpisah karena memang arah kedua nya berbeda.
"Traktir?"
"Ne!"
"Aku pegang ucapan mu. Siapkan uang yang cukup untuk mentraktir ku" ucap Kyuhyun sambil menyengir.
"Kau ini terlalu percaya diri, Kyu!" dengus Changmin.
Kyuhyun tidak membalas lagi, ia hanya tersenyum penuh arti membuat Changmin bergidik.
"Aku duluan ne? Sampai jumpa!" Changmin memberi salam sebelum ia berlari meninggalkan Kyuhyun yang masih berdiri menatap kepergian Changmin. Ia tersenyum saat menyadari kelakuan konyol anak yang baru saja bermain bersama nya.
"Traktir? Ah!"
Baru satu langkah Kyuhyun melangkah, ia terhenti dan langsung berlari bertolak arah dari arah rumah–kembali kearah pertokoan Sinchon sambil tersenyum lebar.
.
Leeteuk berjalan gontai memasuki pagar rumah nya. Ia sudah menguap berulang kali saat perjalanan pulang. Entah mengapa, tubuhnya sangat ingin di istirahat kan secepatnya. Kemarin ia kurang tidur dan di restoran jjangmyeon pun ia harus bekerja ekstra karena ada sebuah reuni dadakan. Ia lemas dan mata nya sangat ingin tertutup—mengantuk dan lelah.
"Eh?"
Leeteuk mengernyit bingung saat ia membuka pintu dan menemukan keadaan rumah nya yang gelap gulita. Apa listrik padam? Tapi lampu luar menyala. Ia memincingkan mata nya untuk bisa melihat apa yang ada di dalam kegelapan rumah nya itu.
Ctek
"Selamat datang, hyung!"
Leeteuk mengerjapkan mata nya saat lampu rumah tiba-tiba menyala dan ia mendapatkan kedua dongsaengnya sudah tersenyum lebar sambil merentangkan kedua tangan nya seakan menyambut kedatangan diri nya. Leeteuk tertawa kecil.
"Ada apa ini?" tanya Leeteuk penasaran. Ia berjalan menghampiri Donghae dan Kyuhyun yang berdiri di ruang tengah. Ia membulatkan matanya saat melihat banyak sekali makanan di meja ruang tengah nya. Ada pizza, ikan bakar, bulgogi, kimchi, japche bahkan ada dduboki kesukaan nya. Ia mengalihkan tatapan nya pada Donghae dan Kyuhyun meminta penjelasan.
"Kyunnie yang membeli semua nya" ucap Donghae
"Aku hanya tidak ingin hyung memasak malam ini. Hyung terlihat lelah jadi aku mau membelikan makan malam untuk kita" jelas Kyuhyun sambil mengelus tengkuknya seakan salah tingkah dengan tatapan Leeteuk. Ia malu! Ia tak pernah melakukan hal seperti ini bahkan untuk keluarga nya.
Leeteuk dan Donghae saling melempar tatap saat menyadari Kyuhyun yang salah tingkah. Tak berapa lama, Leeteuk dan Donghae pun tertawa membuat Kyuhyun mengernyit bingung,
"Jadi.. Kita akan pesta malam ini?" tanya Leeteuk sambil mengacak rambut Kyuhyun.
"Tentu hyung! Kita akan makan besar! Yeay"
Donghae pun merangkul pundak Kyuhyun. Tak banyak pikir ketiga nya langsung berhambur duduk di karpet, mengelilingi meja persegi panjang yang sudah di penuhi makanan itu.
"Selamat makan!"
Ketiga nya tertawa lalu mulai mengambil sumpit masing-masing. Senyuman dan candaan mengiringi makan malam yang cukup special di rumah sederhana tersebut.
.
.
† TeukHaeKyu †
Tuan dan nyonya Choi duduk di sofa besar ruang tengah mereka yang sangat luas. Mereka terdiam menyelami pikiran nya masing-masing. Setelah pagi tadi mereka kembali ke Korea, mereka langsung di kejutkan dengan berita yang sudah menyebar di media sejak kemarin. Mereka langsung mengumpulkan wartawan dan memberikan klarifikasi. Dengan berat hati, mereka harus membohongi media dan mengatakan Kyuhyun tidak hilang apalagi di culik. Anak bungsu nya itu tengah berlibur. Dan untunglah media mempercayai ucapan mereka. Ini terpaksa di lakukan untuk kebaikan semua nya.
"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya, yeobo?" tanya nyonya Choi dengan nada lirih.
"Entahlah, Kita belum bisa mendapatkan jejak Kyuhyun. Dimana anak itu?" balas tuan Choi sambil memijit pelipisnya yang terasa berdenyut.
Kedua nya kembali terdiam membiarkan keheningan menyelimuti. Tanpa mereka sadari Siwon memperhatikan keadaan kedua orang tua nya dengan tatapan bersalah. Ia bisa melihat raut lelah dan khawatir di wajah kedua orang tua nya. Jika saat itu ia tak meninggalkan rumah pasti Kyuhyun tak menghilang saat ini. Terkadang ia menyalahkan diri nya sendiri.
"Siwonnie"
Siwon tersenyum saat sang umma memanggil nya lalu melambaikan tangan seakan memanggil namja itu. Siwon menghampiri kedua orang tua nya lalu duduk di sebelah umma Choi.
"Mianhae umma, jika saat itu aku tak pergi, Kyu pasti—"
"Ani, ini bukan salah mu chagiya. Ini semua salah kami. Jangan salahkan diri mu lagi ne?"
Siwon tersenyum saat sang umma merangkulnya dan mengatakan hal yang sedikit membuat nya lega.
"Kalian terlihat lelah" ucap Siwon lagi.
"Gwenchana, kami baik-baik saja" balas nyonya Choi.
"Berita itu?"
"Tenang saja. Kami sudah mengklarifikasi semua nya. Mereka pun sudah mengerti tapi kita tetap harus berhati-hati agar berita ini tak bocor lagi" jelas nyonya Choi yang di balas dengan anggukan mengerti dari Siwon.
"Kau sendiri? Kemana saja kau seharian ini, Won?"
Siwon sedikit terkejut dengan pertanyaan sang Appa. Ini pertama kali nya Appa nya itu menanyakan aktivitas yang ia lakukan. Dan nada bicara Appa nya itu berbeda dari biasa nya, nada pertanyaan ini lebih pelan dan lembut.
"Siwon-ah?"
"Ne Appa? Ah! Aku hanya berkeliling sekitar untuk mencari Kyu tapi tetap mendapatkan petunjuk" cerita Siwon.
"Kita akan menemukan Kyu segera"
Nyonya Choi memeluk Siwon dari samping berusaha memberikan semangat. Siwon tersenyum senang mendapat pelukan hangat itu. Siwon sedikit melirik ke arah Appa nya yang duduk di sofa dengan tenang, ada sebuah senyuman tipis yang bisa ia lihat di wajah tegas itu.
"Appa…" panggil Siwon dengan pelan dan hati-hati.
"Eum?"
"Itu—apa aku boleh meminta sesuatu?" tanya Siwon membuat Appa dan umma nya mengerutkan dahi.
"Tentu saja, sebutkan saja apa yang kau minta" jawab tuan Choi.
"Eungh, Itu—" Siwon menggaruk kepala nya merasa canggung.
"Waeyo chagiya?" tanya umma Choi penasaran.
Siwon terdiam sesaat. Ia hanya memperhatikan wajah sang Appa yang masih menatap nya dengan tatapan penasaran dan juga bingung.
"Apa—Apa boleh aku memeluk mu, Appa?" tanya Siwon takut-takut.
Mendengar permintaan anak nya, nyonya Choi terkikik pelan sedangkan tuan Choi menggelengkan kepala nya tak percaya. Namun kemudian, tuan Choi merentangkan tangan nya.
"Kemarilah!"
Siwon menelan ludah nya dengan sulit. Mata nya terasa panas saat ini. Dengan ragu, ia bangkit dari kursi dan berjalan menghampiri Appa nya.
Grep
Siwon memejamkan mata nya dan setetes air mata terjatuh. Ia memeluk erat tubuh tegap Appa nya yang terasa hangat. Entah sudah berapa lama ia tak merasakan pelukan dari sang Appa dan sekarang ia bisa kembali merasakan nya. Hati nya terasa lega dan bibirnya tertarik mengulas senyuman manis.
"Gomawo Appa—gomawo" ucap Siwon.
"Mianhae Siwon-ah" gumam tuan Choi. Siwon hanya menggelengkan kepala nya di dalam pelukan sang Appa.
"Aniyo Appa. Aku yang harus meminta maaf. Aku egois dan tidak—"
"Gwenchana wonnie"
Siwon pun tak membalas lagi. Ia hanya tersenyum dan masih memeluk sang Appa dengan begitu erat. Nyonya Choi yang menyaksikan itu hanya tersenyum lega.
"Seperti nya makan malam sudah siap. Bagaimana kalau kita makan sekarang? Aku sudah lapar"
"Mwo?!"
Siwon menutup mulutnya dengan telapak tangan setelah memekik cukup keras karena mendengar ajakan sang Appa. Ia melepaskan pelukan nya dan menatap Appa nya. Tuan dan nyonya Choi mengernyit bingung.
"Apa—apa kita akan makan bersama?" tanya Siwon hati-hati.
Melihat anak nya yang gugup, sontak membuat appa dan umma nya tertawa kecil. Siwon tersenyum mendengar tawa kedua orang tua nya. Sudah lama ia tak mendengar tawa itu.
"Tentu saja. Kajja!"
Mereka bertiga pun beranjak dari ruang tengah menuju ruang makan untuk menyantap hidangan yang sudah di siapkan para koki untuk makan malam special mereka. Siwon berjalan sambil menggandeng tangan sang umma dengan begitu manja. Ia tersenyum lebar begitu pula dengan kedua orang tua nya.
Tanpa di sadari seorang namja paruh baya menyaksikan moment keluarga yang sangat langka di tempat nya bekerja itu. Ia menghela nafas lega lalu tersenyum lembut. Ia merapikan jas hitam yang menandakan posisi nya di rumah ini sebagai kepala pelayan keluarga Choi.
"Anda harus merasakan nya juga tuan muda Kyu. Kembalilah segera ke rumah ini"
.
.
-To be Continued-
Annyeong~ ^ ^
Hanya kurang 2-3 chap lagi sepertinya akan end… Gak nyangka bisa nyelesaiin ff ini juga.
Mianhae gak bisa balas review kalian satu per satu kali ini. Buat readerdeul yang menangis chap kemarin, mianhaeyo haha sediakanlah tisu sebelum membaca lain kali ._.v
Jeongmal Gomawo buat semua reader yang masih selalu setia dengan family ini ^ ^
See ya next chap ^-^)/
Special Thanks for :
Cece, KyuKi Yanagishita, dew'yellow, Aisah92, gyu1315, Diana Andiani, asa , lee minji elf, ay , Bella, tiaraputri16 , 9494, casanova indah, cacaclouds, Elfishy, demikyu, choichahyun, Blackyuline , kyuqie, Arum Junnie , n0name, ChoI Jaeseumin Hyangsu , xoxoxo, Princess Kyunie, kkyu32, choYeonRin, arumfishy, Hana Ajibana, KyuChul, Gyurievil, kyuzi, Anonymouss , HyunRan, fikyu minkyu, bryanelfishy, sparkyu, bang3424, haekyu, kyuminline1307 , LylaAkariN, all Guest.
Mind review again~ /bow/
