FAMILY ?

.

.

Main Cast :

Cho Kyuhyun as Choi Kyuhyun

Park Jung Soo / Leeteuk

Lee Donghae

Choi Siwon

Another Cast : Find in this story

.

.

Summarry :

Ketika kau tak pernah merasakan kehangatan dan kebahagian dalam keluarga mu sendiri. Meninggalkan semua nya dan mencari kehangatan keluarga lain nya yang mampu mengerti dan menerima mu apa ada nya. Keluarga yang akan memperhatikan dan bersama mu setiap saat.

.

.


† TeukHaeKyu †

PART 7

Mentari pagi telah muncul dari ufuk timur untuk memulai aktivitas nya menerangi permukaan bumi dengan sinar nya yang hangat. Embun masih bergantung di dedaunan yang menambah kesan sejuk pagi hari. Kicauan burung pun terdengar begitu indah seakan memberikan semangat kepada semua makhluk hidup untuk melakukan kegiatan nya masing-masing. Suasana masih terlihat sepi dan tenang dari penduduk kota, begitu pula dengan suasana di dalam sebuah rumah sederhana hingga akhirnya—

BRAK

"Hyung~~"

Dua orang anak laki-laki membuka pintu bercat putih bersih itu dengan kasar membuat suara debuman yang cukup keras. Tanpa mempedulikan pintu itu, mereka langsung berhambur masuk ke dalam ruangan yang tidak terlalu besar tersebut.

"Teuki hyung! IreonaIreona!"

"Ireona hyung. Ppalli ireona!"

"Teuki hyung~!"

Kyuhyun dan Donghae terus berteriak dengan nada senang untuk membangunkan sang hyung yang masih bergelung dalam selimut nya. Donghae naik ke kasur dan menggoncangkan tubuh Leeteuk sedangkan Kyuhyun berdiri di samping tempat tidur sembari menarik-narik selimut yang di kenakan Leeteuk.

"Eunghh~ Ish, ini masih pagi. Biarkan aku tidur" lenguh Leeteuk tanpa membuka mata nya. Ia menahan selimut yang hendak meninggalkan tubuhnya yang menggigil oleh udara dingin pagi.

"Ireona hyung! Kita jalan-jalan sekarang!" ucap Donghae senang.

"Jangan jadi pemalas Teuki hyung. Ireona ppalliwa!" timpal Kyuhyun.

Leeteuk merutuk kedua dongsaeng nya itu dalam hati. Jujur ia sangat mengantuk saat ini, sudah beberapa hari ia kurang tidur dan ia ingin beristirahat di weekend ini.

"Kyu… Hae…" desis Leeteuk seakan menyuruh kedua dongsaeng nya itu untuk berhenti mengganggu tidur berharga nya itu.

Mendengar itu, Donghae dan Kyuhyun menggembungkan pipi nya kesal. Mereka berdua saling tatap seakan tengah mendiskusikan cara agar hyung nya segera terbangun. Donghae menautkan alisnya saat melihat Kyuhyun menyeringai setelah mendapat sebuah ide. Kyuhyun menghela nafas karena seperti nya Donghae tak mengerti maksud tatapan nya. Ia pun melambaikan tangan nya agar Donghae mendekat lalu ia membisikan sesuatu pada hyung nya itu.

"Ah!"

"Sstt~"

Donghae langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan nya saat tanpa sadar ia memekik setelah mendengar ide Kyuhyun sedangkan dongsaeng nya itu hanya memutar bola mata nya melihat respon sang hyung. Donghae menyengir lalu mengangguk mengerti.

Mereka berdua pun mulai menatap Leeteuk yang masih bergelung dalam selimutnya. Kyuhyun mendekat lalu menusuk-nusuk lengan Leeteuk dengan telunjuknya.

"Teuki hyung…" panggil nya namun tak mendapat balasan apa pun dari sang hyung.

"Hiks—Teuki hyung. Kau sudah berjanji akan berjalan-jalan bersama ku hari ini—hiks" ucap Kyuhyun lagi dengan sebuah isakan.

Leeteuk yang memang sudah sadar namun masih enggan membuka mata nya mulai tersentak saat mendengar isakan Kyuhyun. Ia masih tetap berdiam di dalam selimutnya dan mulai menajamkan pendengaran nya untuk memastikan suara yang ia dengar.

"Hyunghiks. Kau tega pada kami. Hae juga mau jalan—hiks-jalan" kali ini giliran Donghae yang berbicara di sertai isakan kecil.

"Teuki hyunghiks~!" koor Donghae dan Kyuhyun bersamaan membuat Leeteuk jengah.

Leeteuk langsung membuka selimut nya dan terduduk di kasur. Ia menatap kedua dongsaeng nya dengan tatapan kesal namun raut kesal itu langsung berganti menjadi raut cemas dan khawatir. Donghae dan Kyuhyun menangis? Ya, mata kedua anak itu memerah dan sudah ada air yang menggenang di pelupuk kedua nya. Seketika Leeteuk menjadi merasa bersalah.

"Ya! Kalian benar-benar menangis? Aigoo, mianhae. Hyung hanya mengantuk, kita tetap akan jalan-jalan hari ini. Uljima ne?" bujuk Leeteuk panik sambil mengelus rambut Donghae dan Kyuhyun bergantian.

"Benarkah?" tanya Donghae yang langsung mendapat anggukan dari Leeteuk.

"Sekarang kan hyung?" tanya Kyuhyun yang lebih mirip pernyataan nya.

"Eh? Eum—bagaimana jika siangan saja? Setelah makan siang kita akan berkeliling sekitar Sinchon" ucap Leeteuk sambil menyengir lebar namun hal itu membuat Donghae dan Kyuhyun merajuk kembali. Mereka menekuk wajahnya dan mulai terisak.

"Hiks—kami ingin sekarang! Teuki hyung—"

"Aish! Arrasso. Kita jalan-jalan sekarang!"

Leeteuk memotong ucapan kedua nya. Ia menghela nafas, seperti nya ia memang harus menuruti permintaan kedua dongsaeng nya itu. Ia selalu tidak bisa melihat dongsaeng nya menangis, itu adalah kelemahan nya. Mendengar persetujuan dari Leeteuk, Donghae dan Kyuhyun mulai mengulas senyuman lebar.

"Hahahaha—Kita berhasil Kyu!"

Donghae dan Kyuhyun langsung tertawa keras bahkan hingga memegangi perut mereka membuat Leeteuk tercengang dan hanya bisa menaikan sebelah alisnya.

"Hyung—muka mu itu lucu—ahaha" ucap Kyuhyun di tengah tawa nya.

Kyuhyun merebahkan tubuhnya yang terasa lemas karena terlalu banyak tertawa itu di ranjang Leeteuk begitu pula dengan Donghae yang sudah terduduk di sisi kosong tempat tidur.

"Ya! Kalian mengerjaiku?"desis Leeteuk sembari menggelengkan kepala nya. Leeteuk bisa memberikan kedua dongsaeng nya itu award karena bisa beracting natural seperti itu. Ia tak habis pikir. Donghae dan Kyuhyun tidak menjawab, mereka masih berusaha menghentikan tawa nya.

Leeteuk memperhatikan Donghae dan Kyuhyun yang masih tertawa sambil bergumam kecil. Awalnya tatapan itu adalah sebuah tatapan kesal karena berhasil di tipu dengan mudah namun akhirnya tatapan itu berubah menjadi tatapan lembut dengan senyum gemas melihat tingkah kedua nya.

"Awas ya, kalian rasakan ini—hahaha"

"Ya! Ya hentikan—hahaha hyung!"

"Hahaha—aku menyerah—haha mianhae"

Karena merasa gemas, Leeteuk mulai tertawa dan justru menggelitiki kedua dongsaeng nya membuat Donghae dan Kyuhyun semakin tertawa dan menggeliat di atas tempat tidur. Suara tawa pun memenuhi ruangan kamar itu bahkan hingga ke seluruh ruangan di rumah tersebut.

.

.

"Jadi kita akan pergi kemana?" tanya Kyuhyun senang lalu menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya. Saat ini ketiga orang itu tengah menikmati sarapan pagi mereka. Suasana hati yang senang semakin menambah kelezatan nasi goreng buatan Leeteuk.

"Aku ingin bermain sepuasnya hari ini" timpal Donghae yang seperti nya sudah menyelesaikan makan nya dan tengah meminum segelas susu sebagai penambah energi pagi ini.

Leeteuk yang sejak tadi mendengarkan ucapan-ucapan kedua dongsaeng nya hanya terdiam seakan terlarut dalam makanan nya sendiri. Terkadang ia tersenyum mendengar percakapan kedua nya.

"Hyung!"

Leeteuk mengalihkan tatapan nya dari piring beralih ke kedua dongsaeng nya yang sudah menatapnya kesal. Leeteuk terkikik geli.

"Wae?" tanya Leeteuk.

"Kenapa diam saja?" protes Donghae sambil menggembungkan pipinya membuat Leeteuk semakin terkikik.

"Aniyo. Hanya saja, kalian seperti anak kecil yang kesenangan karena akan berjalan-jalan" ucap Leeteuk.

"Kami memang masih kecil. Aku masih 10 tahun hyung" balas Kyuhyun.

"Aku juga masih 12 tahun" timpal Donghae.

Leeteuk terdiam sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal lalu menyengir lebar membuat kedua dongsaeng nya menggelengkan kepala nya.

"Kita jalan-jalan saja sekitar pertokoan Sinchon, otte?" usul Leeteuk akhirnya.

"Mau apa hyung? Membosankan" balas Kyuhyun.

"Setiap hari aku melewati pertokoan itu hyung" timpal Donghae. Leeteuk pun menghela nafasnya.

"Lalu kalian mau kemana?" tanya Leeteuk mengalah.

Donghae dan Kyuhyun terdiam untuk memikirkan tempat menyenangkan apa yang akan mereka kunjungi nanti. Leeteuk memperhatikan dalam diam walaupun ia juga tengah berpikir tempat menyenangkan apa yang dekat dan tentu saja murah. Tak banyak uang yang tersedia untuk liburan seperti ini.

"Bagaimana jika ke Lotte World? Sudah lama aku tidak ke sana!" usul Kyuhyun dengan wajah senang.

"Tidak!" tolak Leeteuk langsung membuat Kyuhyun mengerucutkan bibirnya.

"Padahal aku juga mau ke sana" timpal Donghae.

Leeteuk memberikan tatapan tajam pada Donghae membuat dongsaeng nya itu menyengir bersalah. Seperti nya Donghae tahu apa alasan hyung nya itu menolak. Selain jarak dari Sinchon menuju kawasan Lotte World cukup jauh juga biaya masuk ke taman bermain terbesar di Korea itu tidak murah.

"Bagaimana kalau kita jalan-jalan di sungai Han saja?" usul Leeteuk memecah keheningan yang sempat terjadi. Donghae dan Kyuhyun pun menatapnya seraya berpikir.

"Tidak ada apa-apa di sana, hyung" ucap Kyuhyun dengan nada lemas.

Leeteuk menatap Kyuhyun merasa bersalah. Hari ini memang hari special untuk adiknya itu dan seperti nya Ia juga ingin melihat Kyuhyun tertawa senang. Ia memang memiliki sedikit tabungan, apakah ia harus menggunakan nya untuk memenuhi permintaan Kyuhyun?

"Eum…"

Leeteuk dan Kyuhyun sontak mengalihkan tatapan mereka pada Donghae yang sepertinya ingin mengucapkan sesuatu. Donghae tersenyum lebar.

"Bagaimana jika kita berkeliling di sekitar Sichon dulu? Kita bisa jalan-jalan ke Taman Sajik dan makan es bersama lalu sore hari baru kita ke sungai han. Kita bermain sepeda di sana. Seperti nya juga akan menyenangkan. Bagaimana?" usul Donghae. Sedikit banyak ia mengerti bagaimana perasaan hyung dan dongsaeng nya itu.

"Ne. Hyung pikir juga begitu. Apapun yang kita lakukan bersama-sama pasti akan lebih menyenangkan" balas Leeteuk sambil menunjukan senyuman khasnya.

Leeteuk dan Donghae pun mulai mengatur apa saja yang akan mereka lakukan nanti. Kyuhyun diam mendengarkan apa yang kedua hyung nya sampaikan. Sebenarnya ia tengah tersenyum geli di dalam hati. Ia tahu mengapa Leeteuk menolak dan Donghae mencari ide lain yang terlihat seru. Ia hanya iseng ingin melihat bagaimana ekspresi kedua nya.

"Kyu~"

Lamunan Kyuhyun buyar saat nama nya di lantunkan secara bersamaan oleh Leeteuk dan Donghae. Ia menatap kedua hyung nya dengan tatapan bertanya.

"Bagaimana?" tanya Leeteuk was-was.

Kyuhyun tertawa kecil membuat Leeteuk dan Donghae mengerutkan dahi dan saling melempar tatapan bingung. Namun kedua mulai tersenyum lebar saat Kyuhyun tersenyum dan menganggukan kepala nya tanda persetujuan. Tanpa sadar Leeteuk dan Donghae saling ber highfive membuat Kyuhyun semakin terkikik geli.

'Tempat seperti apa pun tidak menjadi masalah jika di kunjungi bersama-sama dengan hati yang gembira maka tempat itu akan menjadi beratus kali lebih indah dan menyenangkan'

.

.

† TEUKHAEKYU †

Cuaca yang sangat cerah hari ini. Matahari tak bersinar terlalu terik membuat suasana menjadi teduh dan sejuk dengan angin yang berhembus pelan. Jalanan terlihat cukup ramai saat hari weekend seperti ini. Pertokoan di daerah Sinchon ini pun terlihat cukup padat. Sinchon adalah salah satu pusat perbelanjaan yang terkenal di Seoul selain Myeondong dan Gangnam jadi tak heran daerah ini ramai oleh para pelancong mode.

Di tengah keramaian itu terlihat tiga orang anak laki-laki tengah asyik berbincang, sesekali di iringi dengan tawa.

"Wuaaa~ topi nemo!" pekik Donghae yang langsung berhambur mendekati etalase sebuah toko yang memajang beberapa macam model topi. Mata nya berbinar memperhatikan sebuah topi berbentuk kepala ikan nemo berwarna orange bercorak putih itu.

"Eh? Hyung! Lihat, juga ada hiasan ikan yang lucu! Aish kyeopta~"

Leeteuk dan Kyuhyun hanya memperhatikan seorang Donghae yang terus berceloteh dan mengomentari setiap barang bermotif ikan yang ia lihat di sepanjang pertokoan. Mereka tak bisa menahan Donghae untuk menghentikan rasa kagum nya pada barang-barang tersebut dan memutuskan untuk diam sambil menggelengkan kepala.

"Teuki hyung, apa benar Hae hyung lebih tua dari ku? Aku sangat tak yakin" gumam Kyuhyun yang berjalan santai di sebelah Leeteuk yang sudah tertawa kecil mendengar ucapan nya.

"Kalian itu masih kekanakan" balas Leeteuk yang langsung mendapat glare dari Kyuhyun.

"Aku sudah besar!" protes Kyuhyun sambil menggembungkan pipi nya yang justru membuat Leeteuk semakin tertawa.

"Aku tak percaya—haha" ucap Leeteuk di tengah tawa nya.

"Hyung! Aku—"

"Kyunnie! Lihat, ada brosur game competition itu di sini!"

"—eh? Game?"

Kyuhyun langsung mengalihkan tatapan nya pada Donghae yang sudah melambai-lambaikan kertas di depan sana. Tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung berlari menghampiri Donghae dengan senyuman lebar membuat Leeteuk semakin tertawa.

"Sudah ku bilang, mereka sama saja!" gumam Leeteuk entah pada siapa. Ia pun melangkahkan kaki nya mendekati kedua dongsaeng nya dengan langkah santai.

"Wah! Hari ini pendaftarannya sudah di buka sejak kemarin!" pekik Kyuhyun yang tengah membaca brosur tersebut.

"Kau akan daftar, Kyu?" tanya Donghae yang tak kalah senang.

"Ne! Kajja hyungppalli ppalli!"

Kyuhyun langsung menarik tangan Donghae lalu berlari, sedikit menyeret namja yang berbeda 2 tahun dari nya itu.

"Ya kalian! Jangan lari-lari seperti itu!" teriak Leeteuk cukup keras untuk menghentikan kedua dongsaeng nya yang sudah berlari meninggalkan diri nya.

"Aish—mereka!"

Karena merasa panggilan nya di abaikan, Leeteuk pun mulai berlari kecil mengejar Donghae dan Kyuhyun yang sudah berada di depan sana.

.

Setelah puas berjalan-jalan menyusuri pertokoan Sichon, sekarang ketiga nya tengah menikmati semilir angin di sebuah taman yang cukup indah di daerah itu. Taman dengan berbagai tanaman yang sudah di rawat sebegitu rapi menambah kesejukan di tempat tersebut. Tidak banyak orang yang mengunjungi taman itu membuat suasana menjadi lebih tenang dan nyaman.

Leeteuk, Donghae dan Kyuhyun tengah duduk santai di sebuah gazebo kayu yang cukup besar sudut kanan taman. Mereka baru saja memakan menu makan siang yang telah mereka beli sebelum nya.

"Aku kenyang~" ucap Leeteuk sembari menyenderkan tubuhnya pada tiang kayu penyangga gazebo tersebut.

"Kyu, aku mau coba yang coklat!"

"Kalau mau coklat kenapa hyung pesan yang vanilla eoh?"

"Ayolah, bagi sesendok saja!"

"Shireo! Ini punya Kyu!"

Leeteuk menggelengkan kepala nya menyaksikan perdebatan kecil kedua dongsaeng nya hanya karena semangkuk kecil es krim.

"Ya ya, kemarikan es krim kalian" ucap Leeteuk berusaha melerai. Donghae dan Kyuhyun mengerutkan dahi nya tetapi mereka tetap menuruti ucapan Leeteuk.

Leeteuk pun membagi es krim itu menjadi dua sama rata sehingga dalam setiap cup es itu terdapat dua rasa yaitu coklat dan vanilla. Setelah nya ia mengembalikan es krim itu pada kedua dongsaeng nya yang hanya menyengir lebar.

"Gomawo hyung~" ucap Donghae senang.

"Sebenarnya aku tak rela membagi es krim ku tapi aku tak mau melihat ikan nemo menangis" gumam Kyuhyun sambil menatap miris es krim nya.

"Ya!" Donghae mengerucutkan bibirnya kesal namun Kyuhyun hanya menyengir lebar sebagai permintaan maaf.

Keheningan pun terjadi setelahnya. Ketiga nya asyik dengan kegiatan masing-masing. Leeteuk tengah memejamkan mata nya menikmati angin yang berhembus memainkan surai rambut nya. Rasa kantuk mulai menyerangnya. Sedangkan Donghae dan Kyuhyun masih asyik dengan es krim di tangan mereka masing-masing sembari memperhatikan pemandangan taman yang indah itu.

"Ternyata jalan-jalan seperti ini memang menyenangkan"

Donghae menolehkan wajah nya menatap Kyuhyun yang mulai mengeluarkan suara memecah keheningan yang terjadi. Leeteuk pun membuka mata nya yang sempat terpejam. Kyuhyun hanya tersenyum, pandangan nya tetap lurus menuju arah taman.

"Walau hanya diam di tengah taman seperti ini, rasa nya sangat menyenangkan" lanjut Kyuhyun lagi.

"Aku masih ingat saat terakhir kali aku bermain bersama Appa dan Umma juga Siwon hyung ke pulau nami saat umur ku 4 tahun. Itu adalah liburan pertama sekaligus liburan terakhir hingga saat ini aku belum pernah liburan bersama mereka lagi. Saat itu, aku dan Wonnie hyung berlari-lari mengejar daun-daun yang berjatuhan di musim gugur sambil tertawa. Sangat menyenangkan" cerita Kyuhyun di iringi tawa kecil yang terdengar miris.

Tanpa di perintahkan, Donghae menggeser duduk lebih dekat pada Kyuhyun lalu merangkul dongsaeng nya itu begitu pula dengan Leeteuk yang sudah berada di samping nya saat ini.

"Tidak perlu sedih, Kyu. Ada kami di sini. Jangan memikirkan hal-hal yang hanya membuat mu sedih. Pikirkan saja semua hal yang membuat mu tersenyum" ucap Leeteuk sembari mengelus rambut Kyuhyun lembut.

"Ne Kyunnie. Kalau kau sedih, aku juga akan ikut sedih" timpal Donghae membuat Kyuhyun terkikik geli.

"Siapa yang sedih hyung? Aku kan hanya bercerita. Ish kalian ini" balas Kyuhyun sembari menyenderkan kepala nya di bahu kiri Leeteuk.

"Apa kalian sering berlibur juga?" tanya Kyuhyun.

"Ne! Dulu kami selalu berlibur saat weekend walau tidak pernah ke tempat yang cukup jauh, yang paling jauh hanya ke busan saja, benar kan Teuki hyung?" cerita Donghae yang mendapat anggukan dari Leeteuk.

"Aku ingin liburan bersama kalian setiap weekend juga hyungah ani! Aku ingin setiap hari bersama kalian" ucap Kyuhyun penuh pengharapan. Leeteuk hanya terdiam walau tangan nya tetap setia memainkan surai rambut Kyuhyun. Donghae pun terdiam sambil menekuk kedua lutut nya. Kyuhyun menghela nafas tak mendapat respon dari kedua hyung nya itu.

Keheningan itu pun kembali menyelimuti ketiga nya. Tak ada yang berniat membuka suara membiarkan suara daun yang bergesekan karena angin terdengar memenuhi area itu.

"Sudah jam 2! Bagaimana jika kita ke Sungai Han sekarang?" usul Donghae saat menyadari jam yang melingkar di lengan nya sudah menunjukan pukul 2 siang.

"Ah benar. Kereta menuju Han sekitar jam 3 dan kita akan sampai jam 4an. Kajja"

Leeteuk pun beranjak berdiri lalu menarik tangan Kyuhyun agar namja yang sudah mulai mengantuk itu kembali tersadar dan ikut berdiri.

"Ya Kyunnie, kenapa jadi tak bersemangat seperti itu eoh?" tanya Donghae sambil merangkul bahu Kyuhyun.

"Aku mengantuk hyung" jawab Kyuhyun singkat lalu menguap seakan menandakan saat ini ia benar-benar mengantuk karena angin sejuk yang ada di taman itu.

"Aku juga…" timpal Leeteuk yang berjalan gontai di samping kedua dongsaeng nya.

"Aish kalian tidak seru! Ayolah semangat, kalian bisa tidur di kereta nanti. Kajja~"

Donghae langsung menarik tangan Leeteuk dan Kyuhyun yang mau tak mau harus mengikuti langkah Donghae yang bisa di bilang berlari kecil.

.

.

.

† TEUKHAEKYU †

Lantunan musik terdengar memenuhi sebuah restoran yang terlihat cukup ramai walau masih terkesan tenang. Dua orang anak laki-laki tengah duduk santai di sudut restoran tersebut. Mereka duduk santai sembari menikmati minuman masing-masing.

"Siwon hyung" panggil seorang dari mereka setelah meminum capucino nya membuat namja yang tengah terlarut dalam lamunan nya itu tersadar.

Siwon mengalihkan pandangan nya dari jendela menuju kearah Kibum yang duduk di sebrang nya. Ia menatap Kibum dengan tatapan bertanya.

"Apa yang sedang kau pikirkan?" tanya Kibum yang sengaja memecah keheningan yang terjadi.

Ya, sejak kedatangan mereka di restoran ini tak ada perbincangan yang terjadi antara kedua nya. Mereka terdiam dengan pikiran nya masing-masing. Tadi pagi Siwon mengajak Kibum untuk kembali berkeliling mencari dongsaeng kecil nya namun sama seperti hari-hari kemarin hingga siang hari mereka tak mendapat jejak apa pun. Akhirnya kedua nya memutuskan untuk beristirahat di restoran ini sekaligus untuk makan siang.

Siwon menghela nafas lalu mengulas senyuman di wajah nya.

"Mianhae bummie. Aku pasti merepotkanmu ya? Kau pasti lelah sejak kemarin menemani ku berkeliling mencari Kyu" ucap Siwon dengan raut bersalah.

"Gwenchana hyung. Aku sudah menganggap mu sebagai hyung ku sendiri sama seperti Chullie hyung" jawab Kibum santai. Ia memang lelah tapi hal itu tak mengganggu nya.

"Kalau Chullie hyung tidak sibuk dengan tugas kelompok nya, ia pasti juga akan ikut dengan kita hyung" tambah Kibum lagi.

"Aku benar-benar merepotkan kalian" sesal Siwon.

"Jangan berpikir seperti itu" ucap Kibum sembari menunjukan senyuman tipis di wajah manisnya membuat Siwon menganggukan kepala nya.

Siwon meminum ice mocacino nya kembali lalu memakan sepotong kentang goreng yang memang sudah tersedia di meja mereka.

"Lalu kita akan mencari kemana lagi?" tanya Kibum. Siwon terdiam sesaat seakan memikirkan tempat apa yang akan mereka kelilingi setelah ini.

"Mungkin sekitar Namdaemun atau Euljiro saja" jawab Siwon lalu menghela nafas berat.

"Tenanglah hyung. Kyu pasti akan segera di temukan" ucap Kibum berusaha menenangkan Siwon.

"Aku harap begitu"

Mereka kembali terdiam. Siwon kembali mengedarkan pandangan nya keluar jendela restoran dan menikmati suasana jalan yang cukup padat di sekitar Myeondong. Sedangkan Kibum tengah asyik menikmati makanan kecil sambil memainkan ponsel nya.

"Kibum hyung?"

Sebuah suara menginterupsi kegiatan kedua orang itu. Mereka mengalihkan tatapan nya pada seorang anak laki-laki yang sudah berdiri di sebelah meja mereka sambil tersenyum lebar menatap Kibum yang mengernyit bingung.

"Nugu?" tanya Kibum bingung.

"Kau lupa padaku hyung?" ucap namja itu membalikan pertanyaan yang di lontarkan Kibum.

Siwon hanya diam sambil menatap anak itu dan Kibum secara bergantian.

"Aish! Kau benar-benar melupakan ku. Padahal kita sudah bertemu beberapa kali dalam kompetisi dan terakhir pada kompetisi musim dingin 4 bulan yang lalu" decak kesal anak itu. Kibum terdiam sambil memperhatikan anak itu intens, berusaha memutar otak mengingat siapa yang berada di hadapan nya saat ini.

"Ah! Chang—min?"

Kibum tersenyum setelah mengingat siapa yang berada di hadapan nya. Ia menunjuk sosok Changmin yang sudah tersenyum lebar. Ya, seorang anak yang sudah menjadi salah satu saingan terberat nya dalam kompetisi game sejak 2 tahun yang lalu.

"Akhirnya kau mengingat ku" ucap Changmin sembari mendudukan diri nya di selah kosong sebelah Siwon tanpa meminta izin membuat Siwon menggelengkan kepala nya.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Kibum pada Changmin.

"Aku sedang menemani Jae hyung untuk menemui teman nya di daerah ini. Mereka sedang berbincang dan karena aku bosan menunggu akhirnya aku memutuskan jalan-jalan" cerita Changmin panjang lebar. Kibum menganggukan kepala sebagai balasan.

"Ah, dia siapa hyung?" tanya Changmin sambil menunjuk Siwon yang berada di samping nya.

"Kenalkan, dia Siwon hyung dan Siwon hyung, dia Changmin, rival game ku" ucap Kibum mengenalkan satu sama lain.

Siwon menganggukan kepala nya sebagai tanda perkenalan sedangkan Changmin memberikan cengiran polos nya.

"Annyeong hyung" sapa Changmin sembari mengambil kentang goreng yang masih tersisa di piring. Siwon hanya tersenyum geli. Melihat Changmin mengingatkan nya pada Kyuhyun, mungkin umur mereka sama. Itulah yang Siwon pikirkan saat ini.

Selama beberapa saat Kibum dan Changmin terlarut dalam perbincangan mengenai game-game terbaru dan kompetisi game yang akan di laksanakan seminggu lagi. Siwon yang tak mengerti apa pun soal game dan tak berniat mengganggu perbincangan kedua nya memilih untuk diam dan kembali pada aktivitas nya— memperhatikan suasana padat kawasan Myeondong.

Tak terasa waktu bergulir begitu cepat. Sudah setengah jam sejak Changmin bergabung di meja Siwon dan Kibum dan sudah setengah jam pula mereka terlibat dalam perbincangan yang tak di mengerti oleh Siwon.

"Aku kenyang~"

Changmin membersihkan bibirnya yang ternoda oleh es krim coklat yang baru saja ia makan.

"Makan mu selalu banyak, Minnie" gumam Kibum tak percaya.

"Aku masih dalam masa pertumbuhan hyung jadi harus makan yang banyak!" balas Changmin. Siwon yang mendengarnya hanya terkikik geli. Ia pun tak menyangka bahwa namja yang ia ketahui 2 tahun lebih muda dari nya itu memakan bererapa macam menu di restoran itu. Mulai dari makanan berat hingga beberapa dessert.

Drrtt… Drrttt…

Tatapan ketiga namja itu teralih pada smarthphone yang tiba-tiba bergetar di atas meja. Siwon yang menyadari ada panggilan masuk langsung mengambil ponsel miliknya itu. Tak langsung ia terima, ia lebih dahulu melihat caller name di layar ponsel nya yang membuat sedikit mengernyit bingung.

Han Ahjussi calling~

Tanpa pikir panjang lagi, Siwon segera menerima panggilan itu. Kibum dan Changmin pun mengecilkan volume perbincangan mereka agar tidak mengganggu Siwon.

"Yeoboseyo?"

"Ne. Waeyo ahjussi?" tanya Siwon tanpa basa basi.

"Maaf mengganggu anda tuan muda. Saya hanya ingin memberitahukan sebuah kabar"

"Kabar? Ada kabar apa? Apakah kabar baik?" tanya Siwon dengan raut senang karena ia bisa menangkap nada bicara Han ahjussi yang juga terlihat senang. Mendengar itu, Kibum mengalihkan tatapan nya pada Siwon—merasa penasaran apa yang terjadi.

"Ye. Kami mendapatkan jejak tuan muda Kyuhyun"

"Jinja? Kalian menemukan nya?!" pekik Siwon sambil tersenyum lebar membuat Kibum sedikit bernafas lega sedangkan Changmin seakan tak peduli dan memilih memainkan ponsel nya saja.

"Mianhae tuan muda. Kami belum menemukan nya. Kami hanya mendapatkan sebuah jejak. Tadi kami mendapatkan info bahwa tuan muda Kyuhyun melakukan sebuah transaksi pada atm nya beberapa hari yang lalu. Kami sudah melacak nya dan kami yakin tuan muda Kyuhyun melakukan transaksi di salah satu atm center di sekitar kawasan Sinchon"

"Sinchon?" gumam Siwon membuat Changmin mulai penasaran dan menajamkan pendengaran nya untuk menangkap apa yang terjadi sehingga Siwon menyebut daerah tempat tinggal nya.

"Ne tuan muda. Saya sudah menyebar beberapa orang untuk mencari tuan muda Kyuhyun di sekitar Sinchon dan saya berniat turun tangan dalam pencarian ini"

"Aku mengerti ahjussi. Aku dan Kibum akan ke Sinchon juga. Tolong segera kabari aku jika mendapat kabar terbaru. Ye, arrasso"

Siwon memutuskan sambungan itu lalu menghela nafas lega walaupun masih ada rasa khawatir dan berharap penuh Kyuhyun dapat segera di temukan.

"Ada kabar apa hyung?" tanya Kibum penasaran.

"Mereka sudah menemukan sebuah jejak Kibummie" jawab Siwon sambil tersenyum lebar.

"Benarkah? Lalu?"

"Pihak bank memberitahu jika Kyu melakukan transaksi beberapa hari yang lalu dengan atm miliknya dan setelah di lacak, mereka memastikan bahwa dia melakukan penarikan uang di daerah Sinchon. Aku harap ia benar-benar ada di sana" jelas Siwon yang membuat Kibum ikut menghela nafas lega dan tersenyum manis.

'Sinchon?—Kyu?'

Berbeda dari dua orang yang tengah merasa kelegaan dalam hati nya, Changmin terus bertanya-tanya di dalam hati nya. Apa yang terjadi di Sinchon dan Kyu? Apakah—Kyuhyun? Aish…

"Kibumie.. Kajja, kita akan berkeliling ke daerah Sinchon. Kita harus segera menemukan Kyu" ajak Siwon sembari merapikan ransel nya. Kibum menganggukan kepala nya setuju.

"Ah! Changminnie, bukan kah kau tinggal di daerah Sinchon?" tanya Kibum yang membuat Siwon mengalihkan pandangan nya pada Changmin. Lamunan Changmin pun buyar karena pertanyaan itu.

"Eh? Ne hyung. Sebenarnya ada apa?" tanya Changmin menatap Kibum dan Siwon bergantian.

"Benarkah? Adik ku menghilang sekitar seminggu yang lalu dan kami mendapatkan jejak nya di daerah Sinchon" jelas Siwon. Changmin mengangguk sebagai balasan bahwa ia mengerti.

"Eum, hyung boleh aku bertanya sesuatu pada mu?" tanya Changmin membuat Siwon mengangguk lalu menatap nya serius.

"Mian tadi aku sempat mendengar kau menyebutkan Kyu. Boleh aku tahu siapa nama adik mu?" tanya Changmin penasaran.

"Kyuhyun—Choi Kyuhyun" jawab Siwon sambil mengulas senyuman lembut. Changmin membulatkan mata nya mendengar nama Kyuhyun di sebut. Apa benar Kyuhyun yang itu?

"Ada apa Changmin-ah?" tanya Kibum yang menangkap gerak gerik aneh dari Changmin.

"Ah itu—" Changmin menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

"Aku pernah beberapa kali bertemu dengan seorang anak yang bernama Kyuhyun" ucap Changmin sangat pelan karena tak yakin.

"Be-benarkah?" tanya Siwon hampir memekik di restoran itu membuat beberapa orang menoleh kearah meja mereka. Changmin mengangguk.

"Tapi aku tak tahu apa yang kalian cari adalah Kyuhyun yang aku kenal. Kyuhyun yang aku kenal memiliki tinggi yang hampir sama dengan ku, postur tubuh kami juga sedikit mirip lalu ia berambut coklat sedikit ikal tebal juga kulitnya putih sedikit pucat"

Changmin berusaha menuturkan semua ciri-ciri Kyuhyun yang ia ingat. Siwon mendengarkan penjelasan Changmin sembari memperhatikan namja itu intens. Entah mengapa ia sangat yakin bahwa anak yang Changmin kenal adalah dongsaeng nya. Semua ciri-ciri yang di ucapkan Changmin sangat mirip dengan Kyuhyun nya.

"Siwon hyung, itu—" gumam Kibum yang juga merasa yakin. Walaupun belum pernah bertemu, ia bisa mencocokan semua ciri yang di utarakan Changmin dengan foto Kyuhyun yang sudah sering ia lihat.

"Changmin-ah, apa kau tahu dimana Kyuhyun saat ini? Ku mohon beritahu kami" pinta Siwon dengan mata yang sudah berkaca-kaca.

"Eh? Eum, Kyuhyun pernah memberitahu ku bahwa ia tinggal di rumah Hae hyung tapi aku tidak tahu dimana rumah Hae hyung" jawab Changmin yang langsung membuat Siwon menghela nafas.

"Tenang hyung. Aku akan menanyakan alamat Hae hyung dulu, boleh?"

Siwon langsung mengangguk menyetujui usul Changmin. Sedangkan Changmin segera mengeluarkan ponsel nya dan terlihat menghubungi seseorang. Ia beranjak sedikit menjauh dari meja untuk mencari tempat yang lebih tenang karena suasana restoran semakin ramai.

"Kita akan segera menemukan nya hyung. Aku yakin itu" ucap Kibum membuat Siwon tersenyum senang.

Setelah beberapa saat, Changmin pun kembali lalu menyerahkan secarik kertas pada Siwon.

"Itu alamat rumah Hae hyung. Maafkan aku, hyung. Aku tidak bisa mengantarkan kalian ke sana. Jae hyung sudah menyuruhku segera kembali atau dia akan membunuhku" ucap Changmin sambil bergidik ngeri membayangkan kemarahan dari hyung cantiknya itu.

"Ne. Kau sudah sangat membantu kami, Min. Jeongmal gomawo" ucap Siwon tulus.

"Gomawo Changminnie" timpal Kibum. Changmin mengangguk lalu tersenyum.

"Aku ikut senang jika Kyuhyun yang kalian cari adalah Kyuhyun yang ku kenal, hyung. Ah! Aku tak bisa lama-lama lagi, aku harus pergi sekarang" ucap Changmin.

Changmin pun memberi salam sebelum meninggalkan restoran tersebut menyisakan Siwon dan Kibum yang masih duduk di tempat nya.

"Kibumie, kita berangkat sekarang? Aku akan menghubungi Han ahjussi agar menjemput kita saja" ucap Siwon.

"Ne hyung"

.

.

.

† TEUKHAEKYU †

Matahari sudah mulai beranjak dari singgasana nya, hendak bertukar posisi dengan sang rembulan malam. Langit yang berwarna biru cerah itu pun mulai berubah menjadi kemerahan karena cahaya matahari sore. Sekelompok burung pun sudah membentuk formasi cantik di langit untuk kembali pulang ke rumah nya secara bersama-sama.

Suasana sore ini menambah keindahan sekitar wilayah sungai Han yang terlihat ramai oleh orang-orang yang ingin menghabiskan sore mereka bermain di tempat tersebut. Anak-anak kecil berlarian kesana kemari bersama teman-teman nya dan para orang tua terus memantau anak mereka.

"Ya Kyu! Kenapa hanya diam? Kau harus mengayuh nya juga!"

"Aku lelah hyung"

"Aish, tapi sepeda ini jadi berat"

"Shi—reo!"

"Kyunnie~"

"Ish kenapa kalian berdebat terus daritadi? Sudahlah Hae"

Apa yang ketiga anak ini lakukan? Mereka hanya menyusuri pinggiran sungai dengan sepeda angin beroda tiga. Donghae yang duduk di bagian depan, Kyuhyun di bagian tengah dan Leeteuk duduk di bagian belakang. Selama beberapa menit mereka mengayuh sepeda yang di sewakan itu mengelilingi wilayah ini. Saling berbincang, tertawa bahkan perdebatan kecil terjadi di antara mereka.

"Aku lelah~"

Donghae langsung merebahkan tubuh nya di rerumputan hijau yang berada tepat di pinggir sungai. Setelah kurang lebih 1 jam berkeliling dan bermain di tempat itu akhirnya ia bisa mengistirahatkan tubuhnya di rumput yang empuk menatap langit yang mulai gelap dan kerlipan bintang mulai terlihat.

Donghae menoleh saat Kyuhyun ikut merebahkan tubuhnya di sebelah Donghae.

"Mana Teuki hyung?" tanya Donghae yang tak mendapati sosok Leeteuk.

"Teuki hyung bilang akan membeli makanan dan minuman dulu" jawab Kyuhyun yang mulai memejamkan mata nya. Donghae mengangguk lalu mengalihkan tatapan nya kembali ke langit indah itu.

"Hyung…"

"Eum?"

"Apa kau senang hari ini?" tanya Kyuhyun tanpa membuka mata nya.

"Tentu saja Kyunnie. Aku sangat senang, apa kau tidak?" ucap Donghae balik bertanya.

Kyuhyun tak segera menjawab. Ia justru bangkit dari posisi tidur dan memilih duduk sambil memeluk lutut memperhatikan aliran air sungai yang sangat tenang. Melihat itu, Donghae pun ikut merubah posisi nya menjadi duduk.

"Tanpa aku menjawab nya, kau pasti sudah tahu jawaban ku hyung. Aku sangat senang! Sangaattt senang" ucap Kyuhyun sambil tersenyum lebar membuat Donghae gemas dan mengacak rambut dongsaeng nya itu.

"Aku tak akan pernah bisa melupakan hari ini—ah bahkan aku tak akan pernah melupakan hari-hari yang sudah ku habiskan bersama kalian" ucap Kyuhyun sambil menundukan kepala nya. Sebuah senyuman tipis terukir di wajah nya. Donghae pun hanya terdiam mendengarkan.

"Bukan hanya kau, Kyu. Aku dan Teuki hyung pun tak akan pernah melupakan nya" gumam Donghae.

"Hyung, apa aku masih boleh bermain bersama kalian setelah aku pulang ke rumah?" tanya Kyuhyun yang membuat Donghae sedikit terkejut. Dia menatap Kyuhyun dengan tatapan sulit di artikan.

"Kau—akan benar-benar pulang—Kyu?" tanya Donghae terbata. Jujur ia tak ingin Kyuhyun pergi, tapi…

"Aku sudah berjanji pada Teuki hyung. Keluarga ku juga pasti sedang mencari ku, hyung. Aku tak punya pilihan lain" balas Kyuhyun lalu menghela nafas. Donghae pun terdiam tak tahu harus menjawab apalagi. Ia hanya memainkan rumput dengan jemari nya.

Keheningan pun terjadi…

"Hae hyung…" panggil Kyuhyun sembari menatap Donghae dengan senyuman manis di wajahnya. Donghae mendongakan kepala nya. Kyuhyun sedikit terkejut saat melihat mata Donghae yang sudah berkaca-kaca.

"Boleh aku memeluk mu?" tanya Kyuhyun. Donghae tersenyum tipis lalu mengangguk.

Donghae pun segera merengkuh Kyuhyun dalam pelukan nya. Pelukan hangat yang begitu erat.

TES

Meluncurlah sudah air mata yang sebenarnya sudah di tahan Kyuhyun sepanjang hari ini. Walaupun ia begitu senang tapi di dalam hati nya ia merasa sedih. Sepanjang hari ia terus berharap agar hari ini tak pernah berakhir.

"Hae—hyung"

Tanpa Kyuhyun ketahui Donghae pun sudah menangis dan berusaha menahan isakan nya.

Kyuhyun dongsaeng ku…

Aku ingin terus bersama nya.. bersama Teuki hyung juga Kyuhyunnie…

Ya, Donghae terus merapalkan kata itu di dalam benak nya berulang kali. Ia memejamkan mata nya dan semakin mengeratkan pelukan nya pada Kyuhyun.

"Kyunnie, kau dongsaeng ku kan?" ucap Donghae setelah merasa sedikit tenang. Kyuhyun mengangguk di dalam pelukan Donghae.

"Gomawo hyunggomawo" gumam Kyuhyun berulang kali. Hanya kata itu yang bisa ia ucapkan saat ini.

"Aku—Aku sangat menyayangi kalian"

Hati Donghae kembali berdesir mendengar pernyataan itu. Sungguh ia tak ingin Kyuhyun pergi walaupun mereka hanya berpisah rumah, toh mereka bisa bertemu lagi jika mereka mau. Tapi rasa nya pasti berbeda dari biasanya.

Donghae menghapus air mata yang membasahi pipi nya sebelum Ia melepaskan pelukan dan menatap Kyuhyun dengan senyuman khas nya. Ia menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua tangan nya.

"Kami juga sangat menyayangi mu uri dongsaeng" ucap Donghae membuat Kyuhyun mengembangkan senyuman nya. Donghae menghapus jejak air mata di pipi Kyuhyun lalu kedua nya pun tertawa.

"Lihat, kau juga sangat cengeng" ejek Donghae.

"Tapi kau lebih cengeng dari ku hyung—hehe"

Tanpa Donghae dan Kyuhyun sadari, sosok hyung tertua mereka tengah berdiri tak jauh dari tempat kedua nya. Ia tersenyum menunjukan lesung pipi nya yang manis saat melihat kedua dongsaeng nya tertawa. Ia menghela nafas lalu menghapus air mata yang masih membasahi pipi nya. Setelah itu ia mulai melangkahkan kaki mendekati Kyuhyun dan Donghae.

Leeteuk sudah berada di tempat itu sejak kedua nya terduduk dan memperhatikan aliran sungai. Ia hendak menghampiri mereka namun ia urungkan niatnya saat melihat wajah sedih kedua nya. Ia memilih untuk diam dan memperhatikan apa yang terjadi pada Donghae dan Kyuhyun. Ia sedikit tercekat saat kedua dongsaeng nya itu menangis sembari berpelukan. Walau cukup jauh, ia masih bisa menangkap perbincangan mereka walau samar-samar dan itu sukses membuat air mata nya pun melesak keluar.

"Apa yang kalian tertawakan?" tanya Leeteuk membuat Donghae dan Kyuhyun menoleh.

"Hyungie~"

Belum sempat Leeteuk mendudukan diri nya, tubuhnya sudah di tarik oleh Donghae dan Kyuhyun yang langsung memeluknya dengan erat sehingga plastik berisi makanan yang ia bawa terjatuh begitu saja di rumput. Leeteuk tak melancarkan protes nya. Ia justru tertawa kecil sembari mengelus rambut Donghae dan Kyuhyun bergantian.

"Aish kalian ini!"

Leeteuk menggelengkan kepala nya saat kedua dongsaeng nya sudah melepaskan pelukan mereka dan menyengir lebar.

"Kau ini lama sekali hyung!" ucap Donghae.

"Benar, kami lapar!" timpal Kyuhyun.

Leeteuk tersenyum lalu mulai mendudukan diri nya begitu pula dengan Donghae dan Kyuhyun. Ia menatap wajah kedua nya intens membuat Donghae dan Kyuhyun mengerutkan dahi mereka juga sedikit risih di perhatikan seperti itu.

"Hyung?" panggil Kyuhyun yang langsung membuyarkan lamunan Leeteuk.

"Apa—kalian menangis?" tanya Leeteuk sembari tersenyum tipis.

Secara spontan Donghae dan Kyuhyun langsung menghusap mata dan pipi masing-masing, mungkin masih ada air mata yang tersisa sehingga Leeteuk mengetahui jika mereka menangis sebelum ini.

"Eum, kami—"

GREP

Belum sempat Donghae menyelesaikan kalimat nya, Leeteuk sudah menarik dirinya juga Kyuhyun ke dalam pelukan kembali. Kedua tangan Leeteuk mengelus lembut surai rambut kedua nya. Donghae dan Kyuhyun hanya bisa mengerjapkan mata nya bingung namun setelah nya mereka membalas pelukan hyung mereka itu. Kyuhyun memejamkan matanya seakan menikmati pelukan yang di berikan oleh Leeteuk, ia ingin menyimpan memory tentang kehangatan dari pelukan hyung tersayang nya.

"Hyung…" gumam Donghae sangat lirih.

Setelah beberapa saat menikmati pelukan hangat itu, Leeteuk mulai melepaskan pelukan nya. Ia menatap wajah polos kedua dongsaeng nya dengan senyuman khas yang terlihat begitu lembut. Leeteuk mengecup singkat pucuk kepala Donghae dan Kyuhyun secara bergantian.

"Dengarkan hyung…" ucap Leeteuk yang mulai membuka suara nya kembali. Donghae dan Kyuhyun pun memusatkan perhatian mereka pada Leeteuk.

"Kita— Tidak mungkin selama nya bersama. Saat kita semua beranjak dewasa nanti, kita pun akan berpisah satu sama lain. Membangun keluarga baru dengan orang-orang yang juga kita sayangi. Memulai kehidupan yang mungkin berbeda dari sebelumnya" ucap Leeteuk. Ia terdiam sejenak agar kedua dongsaeng nya dapat menyerap apa yang ia katakan.

"Hyung…" gumam Donghae dengan nada sedih sembari menundukan kepala nya. Ia belum mengerti maksud dari ucapan Leeteuk. Ia takut jika hyung nya juga akan meninggalkan nya sendiri. Leeteuk tersenyum lalu mengelus kepala Donghae berusaha menenangkan.

"Tapi… Walaupun kita berpisah sejauh apa pun itu percayalah akan satu hal" lanjut Leeteuk lagi membuat Donghae mendongakan kepala nya dan menatap Leeteuk kembali. Kyuhyun yang terdiam hanya mengeratkan kepalan tangan nya.

"Kita memiliki sebuah tali yang menyatukan hati dan pikiran kita. Kita adalah saudara dan tidak akan terpisahkan walau kita tak dapat melihat satu sama lain. Kalian berdua sudah memiliki sebuah tempat yang sangat special di dalam sini" ucap Leeteuk perlahan sembari menunjuk dada nya.

"Tidak akan ada yang bisa menjauhkan hati kita. Kalau kalian senang maka aku akan merasa senang juga begitupula sebaliknya. Jadi hyung mohon agar kalian jangan sedih lagi. Kalian tidak sendiri, kita bertiga jadi kita harus saling menguatkan walaupun kita sudah tak tinggal serumah lagi, arrachi?"

Leeteuk tersenyum lembut bercampur geli melihat ekspresi kedua dongsaeng nya. Donghae yang sudah terisak kecil sambil menggembungkan pipinya untuk mengurangi isakan itu sedangkan Kyuhyun hanya terdiam walaupun air mata sudah mengalir kembali di pipi chubby nya.

"Hyung sangat menyayangi kalian berdua walau kenyataan nya kita tidak sedarah tapi selama nya kalian adalah dongsaeng yang paling hyung sayangi" ucap Leeteuk dengan nada begitu lembut. Mata nya sudah memanas dan merah tapi Ia berusaha agar tak menangis lagi.

"Teuki hyung~~"

Donghae langsung melesak memeluk Leeteuk begitu erat dan menangis hebat dalam pelukan hyung nya itu. Leeteuk pun membalas pelukan Donghae sembari mengelus punggung dongsaeng nya itu.

"Kyu?" panggil Leeteuk sembari merentangkan tangan nya seakan memanggil Kyuhyun yang masih menangis dalam diam itu untuk ikut dalam pelukan nya. Kyuhyun menurut dan memeluk Leeteuk. Isakan kecil mulai keluar dari bibir kecil Kyuhyun.

Leeteuk terus mengelus punggung kedua nya hingga mereka tenang. Ia menghela nafas lega. Setelah merasa Donghae dan Kyuhyun berhenti menangis, ia melepaskan pelukan nya dan menghapus jejak air di pipi kedua dongsaeng nya itu. Ia terkikik geli.

"Kalian benar-benar masih adik kecil ku yang cengeng ya—haha" canda Leeteuk membuat Donghae dan Kyuhyun menggembungkan pipinya kesal.

"Aku sudah besar" protes Donghae.

"Kau menyebalkan, hyung" timpal Kyuhyun pada Leeteuk yang masih tertawa kecil.

"Sudahlah. Kajja, kita makan dulu lalu segera pulang. Satu jam lagi kereta terakhir menuju Sinchon dan kita tak boleh ketinggalan" ucap Leeteuk sembari menyerahkan beberapa makanan kepada dongsaeng nya.

Donghae dan Kyuhyun langsung menerima makanan itu dengan mata berbinar. Jujur mereka sangat lapar apalagi setelah menangis, banyak tenaga yang terbuang bukan?

Mereka pun memakan makan malam mereka di pinggir sungai han yang mengalir begitu tenang. Pemandangan jembatan yang di penuhi lampu berwarna-warni sungguh menambah keindahan tempat tersebut. Mereka makan sembari berbincang dan tertawa bersama. Berusaha menyimpan dan merekam setiap detik dari moment ke dalam hati masing-masing.

.

.

Waktu sudah menunjukan pukul 8 malam. Jalanan sekitar mulai sepi dari penduduk yang berlalu lalang. Angin malam pun mulai berhembus cukup kencang membuat semua di terpa nya bergidik dingin. Namun hal itu tak terlihat bagi tiga anak laki-laki yang tengah berjalan menyusuri jalan yang tidak terlalu besar menuju arah rumah mereka.

Suara canda tawa terdengar dari ketiga nya membuat suasana jalan yang sepi itu mulai berwarna dengan suara riang mereka.

"Aku yang jadi aegi! Aku kan imut"

"Ish, kau curang Kyu~ aku Appa saja!"

"Berarti kau gendut, hyung—hahaha"

"Mwo?! Berarti aku eomma?"

"Ish.. biarin daripada Teuki hyung jadi umma~"

Ketiga nya terus berbincang seru entah membicarakan tentang apa. Terkadang ejekan yang akan berbuah tawa riang pun terus terdengar.

"Sudahlah. Kajja kita mulai!"

Gom semari ka, Han jibe itso

Appa gom, eomma gom, aegi gom

Appa gom eun tung tung hae

Eomma gom eun nal-shin-hae

Aegi gom eun na bul-gwi-yo-wo

Hilsuk, hilsuk cha-ran-da~~

Terjawablah sudah apa yang mereka perbincangkan sejak tadi. Mereka tengah menentukan siapa yang menjadi Appa, umma dan aegi untuk menyanyikan sebuah lagu anak-anak khas Korea yang sangat terkenal. Mereka menyanyikan lagu "Three Bears" itu dengan riang dan jangan lupakan gerakan mereka yang begitu lucu dan imut memperagakan bagaimana sosok Appa, Umma dan Aegi dari beruang itu. Sontak saja mereka tertawa sendiri melihat tarian itu.

"HAHAHAHA~~"

"Hae hyung, tarian mu—hahaha" ucap Kyuhyun di tengah tawa nya.

"Ish, biarkan saja. Kau juga sok imut Kyunnie~! Ingat umurmu!" ejek Donghae juga tertawa kecil.

"Tarian kalian—hahaha" Leeteuk sudah tertawa keras hingga memegangi perutnya bahkan ada setitik air mata yang menghiasi sudut mata nya. Kaki nya sudah terasa lemas untuk berjalan karena terlalu banyak tertawa.

"Kau yang lebih lucu, hyung. Eomma gom eun nal shin-hae—hahaha"

Kyuhyun menirukan tarian yang Leeteuk tunjukan sebelumnya lalu ia pun tertawa membuat yang lain nya tertawa juga.

"Sudah.. sudah—cukup!"

Mereka pun kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah hangat mereka. Tubuh mereka sudah terasa sangat lelah walau hati mereka sungguh riang dan senang hari ini. Donghae merangkul bahu Kyuhyun sambil bernyanyi kecil dan Kyuhyun akan berceletuk kecil karena suara Donghae yang sedikit cempreng itu. Leeteuk hanya berjalan di samping mereka sembari membawa sekantung belanjaan di tangan kanan nya. Ia pun ikut berceletuk dan tertawa kecil melihat tingkah Kyuhyun dan Donghae.

TAP

Mereka bertiga terdiam di tempat, beberapa meter dari rumah mereka. Leeteuk dan Donghae mengernyit bingung melihat 2 mobil mewah terparkir di depan pagar rumah mereka dan beberapa orang menggunakan pakaian hitam berdiri di sekitar mobil tersebut.

"Hyung, s-siapa mereka?" tanya Donghae antara penasaran juga takut. Orang-orang berpakaian hitam itu terlihat menakutkan di mata nya.

"Mollayo" jawab Leeteuk singkat.

Tanpa Leeteuk dan Donghae sadari, Kyuhyun sudah membulatkan mata nya tak percaya dengan apa yang ia lihat. Nafasnya terasa tercekat dan keringat dingin mulai keluar dari pelipisnya. Ia sangat hafal dengan mobil yang terparkir di depan rumah itu.

Salah satu namja berpakaian hitam itu seperti nya menyadari kedatangan ketiga nya lalu menepuk pundak namja paruh baya yang juga mengenakan pakaian formal di sampingnya. Namja paruh baya itu menoleh lalu tersenyum saat melihat sosok yang mereka tunggu sedaritadi sore muncul. Ia sedikit berjalan menghampiri ketiga nya lalu membungkukan badan nya memberi salam membuat Leeteuk dan Donghae saling melempar tatapan bingung.

"Tuan muda, kami sudah menunggu anda sejak tadi" ucap namja itu.

"H-han Ah—jussi" gumam Kyuhyun dengan nada sangat pelan namun mampu di tangkap oleh Leeteuk dan Donghae yang langsung menoleh kearah Kyuhyun dengan mata terbelalak.

Mereka terdiam di tengah suasana menegangkan itu. Leeteuk dan Donghae masih tak percaya dengan apa yang mereka pikirkan tapi—

"Kyu?"

Mereka semua sontak mengalihkan tatapan mereka pada seorang anak laki-laki yang baru saja keluar dari mobil hitam itu dengan senyuman joker yang terkembang lebar melihat sosok dongsaeng yang ia cari dan cemaskan selama ini.

"Kyuhyunnie…" panggil nya lagi.

Kyuhyun tercengang dengan apa yang di lihatnya. Matanya semakin membulat kaget dan sebuah perasaan senang bercampur sedih berkecambuk di dalam hati nya. Dada nya terasa sesak saat ini. Apakah harus secepat ini?

"Kyu…" gumam Donghae dengan mata yang sudah memerah.

Kyuhyun terdiam seribu bahasa. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Melihat tak ada respon dari dongsaeng nya, sosok anak laki-laki yang berdiri di sebelah pintu mobil nya langsung berlari menghampiri Kyuhyun dan memeluknya begitu erat. Leeteuk pun reflek menarik lengan Donghae untuk sedikit mundur dari samping Kyuhyun seakan membiarkan moment keluarga tersebut.

"Wo—wonnie—hyung" ucap Kyuhyun terbata.

"Kau kemana saja saeng? Kami sangat mencemaskan mu. Kyunnie mianhae—maafkan hyung" balas Siwon yang masih memeluk erat dongsaeng yang sangat ia rindukan. Kyuhyun masih terdiam tak membalas pelukan itu, tangan nya terkepal di samping tubuhnya walaupun air mata sudah mulai mengalir membasahi pipinya.

Setelah beberapa saat, Siwon melepaskan pelukan nya lalu tersenyum bahagia. Ia menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua telapak tangan nya.

"Appa dan umma sudah menunggu kita di rumah. Kajja, kita pulang sekarang saengie" ucap Siwon dengan nada riang.

"Pu-pulang—sekarang?"

.

.

-To be Continued-


Annyeong~ ~

Jeongmal mianhae LYE baru updet sekarang…

Huuaaa masa semua file yang isinya fanfic LYE hilaaanggg T_T /nangis guling2/

LYE harus ngetik ulang semua nya dan sedikit unmood buat lanjutin kemarin2.. hiks~

Jadi baru sekarang mood kembali buat ngetik ulang. Mianhae~ /deepbow/

Karena itu, bagi readerdeul yang juga baca FF LYE yang "Village of Light" untuk sementara Fic itu LYE hiatusin, saya mau fokus nyelesaiin Family dulu dan setelahnya baru ngetik ulang yang V.O.L. Sedikit susah ngetik ulang yang V.O.L, imajinasi LYE sedang tertidur (?) /sigh/

Okelah, Jeongmal gomawo untuk semua reader yang masih menunggu dan setia membaca Family ini. Semoga chap ini tak terlalu mengecewakan hehehe

See ya next chap~ ^^ /

Sign

~LYE~

BIG THANKS FOR :

KyuChul , Princess Kyunie , Anonymouss , sayangsemuamembersuju, EvMar, choichahyun, Arum Junnie, ratnasparkyu, cece , Okta1004, KyuKi Yanagishita, kyuqie, AngeLeeteuk, Blackyuline, Elfishy , Gyurievil , Diana Andiani , gyu1315, ay, Hye Hwa Kim, bryanelfishy , dew'yellow, Pearl Park, Augesteca, demikyu, LylaAkariN, asa, terunobozu, xoxoxo, riekyumidwife, haekyu, Bella, arumfishy, Aisah92 , Sparkyu, casanova indah, bang3424, Hana Ajibana, Anastasia, ChoI Jaeseumin Hyangsu, Jmhyewon, qyukey , cacaclouds, kyuminline1307, kyuzi

Gomawo /bow/ ^ ^~