Kyuhyun terdiam seribu bahasa. Ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan saat ini. Melihat tak ada respon dari dongsaeng nya, sosok anak laki-laki yang berdiri di sebelah pintu mobil nya langsung berlari menghampiri Kyuhyun dan memeluknya begitu erat. Leeteuk pun reflek menarik lengan Donghae untuk sedikit mundur dari samping Kyuhyun seakan membiarkan moment keluarga tersebut.

"Wo—wonnie—hyung" ucap Kyuhyun terbata.

"Kau kemana saja saeng? Kami sangat mencemaskan mu. Kyunnie mianhae—maafkan hyung" balas Siwon yang masih memeluk erat dongsaeng yang sangat ia rindukan. Kyuhyun masih terdiam tak membalas pelukan itu, tangan nya terkepal di samping tubuhnya walaupun air mata sudah mulai mengalir membasahi pipinya.

Setelah beberapa saat, Siwon melepaskan pelukan nya lalu tersenyum bahagia. Ia menangkup wajah Kyuhyun dengan kedua telapak tangan nya.

"Appa dan umma sudah menunggu kita di rumah. Kajja, kita pulang sekarang saengie" ucap Siwon dengan nada riang.

"Pu-pulang—sekarang?"

.

FAMILY ?

.

.

Main Cast :

Cho Kyuhyun as Choi Kyuhyun

Park Jung Soo / Leeteuk

Lee Donghae

Choi Siwon

Another Cast : Find in this story

.

.

Summarry :

Ketika kau tak pernah merasakan kehangatan dan kebahagian dalam keluarga mu sendiri. Meninggalkan semua nya dan mencari kehangatan keluarga lain nya yang mampu mengerti dan menerima mu apa ada nya. Keluarga yang akan memperhatikan dan bersama mu setiap saat.

.

.


† TeukHaeKyu †

PART 8

Siwon mengernyit bingung dengan respon yang di tunjukan oleh Kyuhyun tentang ajakan nya untuk segera pulang. Seharusnya dongsaeng nya itu senang bisa kembali ke rumah apalagi keadaan rumah sudah berbeda dari sebelumnya. Ia menatap wajah Kyuhyun yang terlihat terkaget.

"Waeyo Kyu?" tanya Siwon bingung.

"A-aku…"

Kyuhyun menundukan kepala nya. Ia tak bisa melanjutkan kata-kata nya lagi. Ia tahu ia harus segera pulang namun sesuai rencana yang ia atur, seharusnya malam ini ia masih bisa menginap di rumah Leeteuk dan Donghae. Ia menggigit bibir bawah nya.

"Tenang saja. Kau pasti akan senang kembali ke rumah. Appa dan umma sudah kembali seperti dulu, saeng, kau tidak perlu khawatir lagi. Aku pun sudah kembali ke rumah dan aku berjanji tak akan pernah meninggalkan mu lagi" ucap Siwon panjang lebar berusaha meyakinkan Kyuhyun yang ia kira masih ketakutan kembali ke rumah mereka.

"Appaumma?"

Kyuhyun mendongakan kepala nya dan menatap Siwon berusaha memastikan ucapan yang ia dengar dari mulut hyung nya itu. Siwon mengangguk mantap sembari memberikan senyuman manis nya.

"Mereka sangat mencemaskan mu. Kita pulang sekarang ne?" ajak Siwon lagi.

Kyuhyun hanya tersenyum sangat tipis untuk menjawab ajakan Siwon itu. Siwon sedikit bingung kenapa ia justru melihat pancaran kesedihan di dalam manic mata Kyuhyun. Namun ia menyingkirkan semua prasangka yang sudah berputar dalam pikirannya. Ia kembali memeluk Kyuhyun begitu erat seakan tak ingin membiarkan dongsaeng nya ini pergi lagi.

Tanpa Kyuhyun sadari, Leeteuk sudah bergerak masuk ke dalam rumah nya meninggalkan Donghae yang masih terdiam membeku di tempatnya. Donghae hanya mampu mengepalkan tangan nya dan memperhatikan punggung Kyuhyun. Ia sudah menangis dalam hati tapi air mata masih belum mau meluncur dari pelupuk mata nya.

Kyuhyun terdiam dalam pelukan Siwon, sedikit demi sedikit tangan nya ikut terulur membalas pelukan dari hyung kandung yang juga sangat ia rindukan.

Setelah beberapa saat Siwon melepaskan pelukan nya lalu mengelus kepala Kyuhyun lembut. Kyuhyun mulai bisa mengulas senyuman tulus untuk kakak nya itu. Tapi seakan menyadari sesuatu, Kyuhyun mulai mengedarkan pandangan nya ke sekeliling. Teuki hyung dan Hae hyung nya—dimana?

"Hae hyung?" gumam Kyuhyun saat mendapati Donghae yang terdiam di belakang nya.

Kyuhyun menatap Donghae dengan tatapan sedih. Ia bingung harus mengatakan apa pada hyung nya itu. Sedangkan Donghae mulai memberikan Kyuhyun sebuah senyuman tipis yang sangat di paksakan. Kyuhyun menghampiri Donghae dan langsung memeluk nya.

"Hyung—"

"Kau—akan pulang sekarang Kyunnie" ucap Donghae memotong ucapan Kyuhyun seakan sudah tahu apa yang akan di sampaikan dongsaeng nya.

"A-aku—hyung…"

Kyuhyun tak mampu mengucapkan apa pun lagi. Ia hanya menyembunyikan wajahnya dalam pelukan itu. Donghae mulai melepaskan pelukan Kyuhyun dengan pelan saat melihat kedatangan Leeteuk. Kyuhyun mengalihkan tatapan nya pada Leeteuk yang sudah memberinya senyuman tipis. Kyuhyun ingin berhambur memeluk Leeteuk namun langkahnya terhenti karena tindakan yang hyung nya itu lakukan.

Leeteuk menyodorkan ransel Kyuhyun yang telah ia ambilkan ke hadapan Kyuhyun yang sudah mulai terisak.

"Teuki hyung—"

Kyuhyun tak segera mengambil ransel nya, ia justru menatap Leeteuk dengan tatapan memelas dan sedih dan hal itu sukses membuat hati Leeteuk semakin berdesir.

"Keluarga mu sudah menunggu, Kyu" ucap Leeteuk pelan. Kyuhyun menoleh sekilas kearah Siwon yang tengah memperhatikan nya.

"Tapi hyung, aku—"

"Kau sudah berjanji pada hyung bukan?" ucap Leeteuk memotong sanggahan Kyuhyun.

"Tapi aku berjanji…" Kyuhyun menundukan kepala nya. Air mata sudah membasahi pipi Kyuhyun dan isakan yang keluar dari bibir kecil itu semakin keras. Pundak Kyuhyun bergetar hebat oleh tangisan itu. Pertahanan Leeteuk pun hancur sudah. Ia tak pernah bisa melihat siapa pun dongsaeng nya menangis apalagi menangis seperti ini.

GREP

"Jangan menangis lagi. Hyung mohon Kyunnie" bisik Leeteuk dengan suara sedikit parau.

Mendengar itu Kyuhyun pun menggigit bibir bawahnya agar tidak ada isakan yang keluar. Ia memeluk Leeteuk begitu erat bahkan hingga mencengkram punggung jaket yang Leeteuk kenakan. Leeteuk mengelus lembut surai rambut Kyuhyun dan setelah merasakan dongsaeng nya tenang ia menghela nafas berat lalu dengan sedikit memaksa ia melepaskan pelukan Kyuhyun pada dirinya.

"Pulanglah" ucap Leeteuk sembari mengusap pipi Kyuhyun yang basah. Ia menunjukan senyuman khasnya.

Kyuhyun menatap Leeteuk dan Donghae secara bergantian. Ia tak menyangka bahwa rasanya akan se menyedihkan dan se sesak seperti ini. Leeteuk menganggukan kepala nya sekali seakan menjadi menjadi penguat untuk Kyuhyun.

PUK

Kyuhyun menolehkan kepala nya saat merasakan tepukan di pundaknya. Siwon sudah berada di sampingnya sembari tersenyum lembut membuat Kyuhyun menghela nafasnya. Han ahjussi pun segera mengambil ransel yang masih berada di tangan Leeteuk dan membawa nya ke dalam mobil.

"Kamsahamnida untuk semua yang kalian lakukan untuk uri Kyuhyunie" ucap Siwon sembari membungkukan tubuhnya ke arah Leeteuk dan Donghae.

Leeteuk hanya membalas dengan sebuah anggukan kecil dan senyuman tipis sedangkan Donghae seakan tak mempedulikan ucapan Siwon, ia terus menatap Kyuhyun.

"Kita pulang sekarang saeng"

Siwon merangkul pundak Kyuhyun yang hanya terdiam. Kyuhyun menghela nafas panjang sebelum mengatakan sebuah kalimat yang tidak ingin ia ucapkan sejak tadi.

"Teuki hyung—Hae hyung. Aku—pulang sekarang" ucap Kyuhyun lirih namun masih dapat di dengar oleh semua nya.

Setelah mengucapkan itu, Siwon pun menuntun Kyuhyun untuk kembali ke mobil. Dengan langkah berat Kyuhyun melangkahkan kaki nya menjauhi tempat Leeteuk dan Donghae. Ia terus menoleh ke belakang seakan ingin terus menatap kedua hyung nya itu. Ia sedikit kecewa karena tiba-tiba Leeteuk membalikkan badan nya seakan tak ingin melihat nya lagi.

"Kyu… Gajima—Kyunnie"

Air mata sudah membanjiri pipi Donghae. Ia yang terdiam sejak tadi sekarang hendak berlari menyusul Kyuhyun yang akan memasuki mobil nya namun lengan nya di tahan oleh Leeteuk.

"Hyung!" geram Donghae yang kesal karena langkah nya di tahan. Ia menoleh dan menatap Leeteuk sebal namun ia langsung terdiam saat melihat Leeteuk yang juga sudah menangis dalam diam.

"Hy—ung"

Leeteuk sengaja membalikkan badan nya agar Kyuhyun tak melihat air mata yang sudah ia tahan sejak tadi. Air mata itu sudah mengalir dan membasahi wajah manis nya. Leeteuk menghela nafas lalu menggelengkan kepala nya.

"Biarkan dia pulang, Hae" ucap Leeteuk membuat Donghae menundukan kepala nya dan mulai terisak.

Siwon dan Kyuhyun sudah memasuki mobil mewah mereka dan mobil itu pun segera melaju meninggalkan rumah sederhana yang Kyuhyun tempati selama beberapa hari.

"Appa dan umma pasti akan sangat senang melihat mu, Kyunnie" ucap Siwon riang.

Karena tak mendapat respon apapun dari Kyuhyun, ia pun menoleh dan mengernyit bingung melihat dongsaeng nya hanya menundukan kepala nya. Tangan Siwon menjulur dan mulai mengelus pelan rambut Kyuhyun.

"Waeyo Kyu? Apa kau tidak senang jika kita pulang eum?" tanya Siwon pelan. Kyuhyun hanya menggelengkan kepala nya namun Siwon tersentak saat ia mendengar isakan tangis dari Kyuhyun juga air mata yang kembali membasahi wajah hingga kaos nya.

"Teuki hyung—hiks Hae hyung" isak Kyuhyun terus menerus menggumamkan nama Leeteuk dan Donghae.

Awalnya Siwon mengernyit bingung dengan gumaman Kyuhyun namun akhirnya ia bisa menangkap apa yang di ucapkan dongsaeng nya. Secara spontan Siwon menolehkan kepala nya ke belakang dan menatap sosok dua anak laki-laki yang masih terdiam di tempat nya. Ia terus memperhatikan kedua nya hingga sosok mereka mulai tak tertangkap pandangan Siwon.

"Kyuhyunnie…" gumam Siwon yang masih memperhatikan Kyuhyun yang semakin terisak tangis. Ia menatap dongsaeng nya dengan tatapan sedih dan miris. Dengan perlahan Siwon memeluk Kyuhyun dari samping.

"Sst, uljima saeng" ucap Siwon menenangkan.

"hiks—Kyu mau Teuki hyung—Hae hyungie—hiks"

Siwon tak habis pikir kenapa Kyuhyun bisa menangis hingga seperti ini. Apa dia sangat sedih berpisah dengan dua orang tadi? Sebenarnya siapa mereka?

'Ada apa dengan mu, Kyu?'

.

.

† TEUKHAEKYU †

Mobil berwarna hitam yang terlihat mewah itu telah memasuki gerbang besar sebuah rumah yang berdiri kokoh nan megah. Mobil tersebut melewati perkarangan rumah yang luas dengan lampu taman yang menerangi jalan utama menuju rumah. Tak beberapa lama mobil itu pun berhenti.

2 orang pelayan langsung menghampiri mobil dan membukakan pintu bagian penumpang dari arah kanan dan kiri untuk kedua tuan muda mereka. Siwon segera turun dan tersenyum membalas salam dari pelayan nya. Ia segera menghampiri Kyuhyun yang keluar dari mobil dengan lemas.

"Gwenchanayo?" tanya Siwon khawatir. Kyuhyun mendongak dan membalas pertanyaan kakak nya itu hanya dengan anggukan kecil dan senyuman tipis. Setelahnya ia mengalihkan tatapan nya pada rumah mewahnya.

'Aku kembali ke rumah ini lagi'

Siwon menggandeng tangan Kyuhyun dan mereka pun mulai berjalan pelan menuju rumah mereka. Kyuhyun mengulas senyuman kepada para pelayan yang menyambut kedatangan nya. Ada perasaan hangat saat melihat pelayan-pelayan itu tersenyum dan memberikan salam kepadanya. Seperti nya selama ini Ia salah mengerti, ia tak pernah sendiri selama ini. Banyak orang di rumah ini yang masih setia menemani dan membantu nya termasuk pelayan-pelayan setia keluarga Choi.

Kyuhyun menghentikan langkahnya saat melihat sosok kedua orang tua nya sudah berdiri di pintu utama sambil memberikan senyuman, bahkan umma Choi sudah menitikan air mata saat melihat sosok Kyuhyun.

"Appa—umma" gumam Kyuhyun sangat lirih.

Nyonya Choi langsung berlari kecil menghampiri Kyuhyun dan memeluk anak bungsu nya begitu erat. Isakan tangis keluar dari bibir tipis nya membuat hati Kyuhyun berdesir.

"U-umma"

Kyuhyun hanya bisa terdiam dalam pelukan eomma nya. Mata nya sudah panas dan memerah. Sudah cukup lama ia tak menerima pelukan dari eomma nya sendiri dan sekarang… Apa ia sedang bermimpi?

Setelah cukup puas memeluk Kyuhyun, umma Choi melepaskan pelukan nya lalu mengelus rambut Kyuhyun dan akhirnya menangkup wajah Kyuhyun, menatap manic Kyuhyun dengan tatapan dalam.

"Kyunnie kemana saja? Umma sangat mengkhawatirkan Kyu, umma mohon jangan pernah pergi lagi ne?" ucap umma Choi dan secara reflek Kyuhyun menganggukan kepala nya.

"Yaksoke?"

"Eum—ne umma"

Kyuhyun yang masih terlihat bingung hanya mampu menjawab singkat dan mulai menundukan kepala nya.

"Kyuhyun…"

Kyuhyun sedikit bergidik ngeri saat mendengar panggilan sang Appa. Raut wajah tuan Choi yang memang tegas dan keras itu mampu membuat Kyuhyun sedikit mundur dan bersembunyi di belakang punggung Siwon.

Tuan Choi mendekat dengan senyuman mulai terukir di wajahnya. Ia mulai berjongkok untuk menyamakan tinggi nya dengan anak bungsu nya itu kemudian ia melambaikan tangan nya seakan memanggil Kyuhyun untuk menghampiri nya.

"Kyu" tegur Siwon sembari menarik pelan tangan Kyuhyun agar dongsaeng yang masih bersembunyi di belakang nya segera keluar.

Dengan enggan Kyuhyun bergerak dan mulai menghampiri appa nya. Wajah nya tertunduk dan tangan nya meremas erat ujung kaos yang ia kenakan. Dalam hatinya masih terbesit rasa takut yang teramat mengingat bagaimana jika sang appa marah.

GREP

Kyuhyun reflek mendongakan kepala nya dengan mata membulat kaget. Beberapa kali ia mengerjapkan mata nya kaget. Sang Appa memeluknya! Ya, seseorang yang sangat jarang memeluknya itu sekarang tengah merengkuh tubuh kurusnya ke dalam sebuah pelukan. Ini benar-benar mimpi!

"A—appa" ucap Kyuhyun terbata.

"Mianhae chagi. Maafkan appa ne? Appa sangat menyayangi Kyunnie. Mianhae" sesal tuan Choi dengan suara parau membuat hati Kyuhyun kembali berdesir hebat.

"Appa mohon jangan pergi lagi. Kami benar-benar sangat mengkhawatirkan mu, Appa mohon pada mu chagiya"

Kyuhyun hanya terdiam. Tak ada suara yang mampu keluar dari bibir nya. Jantungnya masih berdebar dengan cepat dan rasa kaget nya masih belum hilang apalagi sekarang ia bisa merasakan tengkuknya sedikit basah. Mungkinkah Appa nya menangis? Oh Tuhan… apa yang sebenarnya terjadi?

Setelah beberapa saat, Tuan Choi melepaskan pelukan nya dan menatap Kyuhyun dengan mata berair dan hal itu sukses membuat air mata Kyuhyun kembali mengalir tanpa di perintahkan. Ini pertama kali nya ia melihat sang Appa menangis secara langsung di hadapan nya.

"Appa…" isak Kyuhyun tertahan.

"Appa salah dugaan chagi. Appa hanya ingin melakukan permintaan terakhir kakek mu dan berusaha agar kalian tak merasakan semua penyesalan dan kesulitan yang pernah appa alami dulu. Tapi appa salah tindakan dan justru membuat kalian kesepian. Jeongmal mianhae Kyunnie. Appa akan melakukan apapun untuk membalas kesalahan appa pada kalian." ucap tuan Choi panjang lebar.

Tuan Choi mulai merekahkan senyuman nya saat melihat Kyuhyun menganggukan kepala nya. Walaupun masih terlihat raut kaget di wajah sang anak, setidaknya ia senang Kyuhyun bisa mengerti maksudnya dan memaafkan nya.

"Appa janji akan meluangkan waktu untuk kalian. Kita akan lebih sering bersama" janji appa Choi lagi.

"Be-benarkah?"

"Ne. Appa dan umma tidak akan membiarkan kalian kesepian lagi. Kita mulai dari awal, otte?"

Senyuman lebar mulai terulas di wajah Kyuhyun. Entah mengapa ia sangat senang melihat kedua orang tua nya tersenyum dan mendengar janji yang baru saja Appa nya utarakan. Tidak peduli apakah janji itu akan terlaksana atau tidak. Ia sangat senang saat ini, ia akan berusaha mempercayai ucapan Appa nya saat ini.

"Appa~"

Kyuhyun kembali berhambur memeluk tuan Choi dan menenggelamkan wajahnya dalam dada tuan Choi seakan merasakan kehangatan dari pelukan Appa nya itu. Tuan Choi terlihat senang dan membalas pelukan anaknya itu.

Siwon pun menghela nafas lega dan tersenyum senang. Ia tersentak kaget saat sebuah tangan mengusap pipi nya yang basah dan merangkulnya dari samping.

"Umma~"

Nyonya Choi mencium pucuk kepala Siwon dan memberikan senyuman lembutnya. Siwon pun balas memeluk pinggang sang umma dengan erat dengan pandangan terfokus pada adik dan ayahnya.

"Aku menyayangi kalian" gumam Siwon.

"Kami juga sangat menyayangi mu chagi. Kau dan Kyuhyun adalah segala nya untuk kami dan semua yang kami lakukan semata-mata hanya untuk kalian" ucap nyonya Choi pelan dan lembut.

Tidak ada orang tua yang tak menyayangi anaknya. Mereka rela bekerja dari pagi hingga malam, membanting tulang dan mengeluarkan keringat kerja keras hanya untuk membahagiakan anaknya. Tak mengharapkan apa pun, hanya sebuah senyuman bahagia dari sang anak mampu membuat mereka sangat bahagia dan puas. Walaupun terkadang ada beberapa cara mereka yang salah dan tidak bisa kita mengerti, percayalah akan satu hal. Rasa kasih dan sayang mereka begitu besar bagi anak nya bahkan melebihi rasa sayang kita pada mereka. Mereka rela mendaki gunung hanya untuk sebuah senyuman tulus dan tawa dari sang anak. Saling mengerti, percaya, mendukung dan berbagi kasih adalah beberapa faktor penting dalam keharmonisan sebuah keluarga.

.

Blam!

Pintu berwarna putih bersih itu tertutup pelan oleh seorang anak yang sekarang berdiri dan menatap ke seluruh sudut ruangan kamar nya yang besar itu. Masih sama. Tak ada yang berubah dari kamarnya. Senyuman yang sejak beberapa saat lalu terus terkembang di wajahnya. Dengan langkah riang ia berjalan menghampiri jendela kamar yang cukup besar dan membuka nya. Ia berjalan menuju balkon kamar dan menengadahkan kepala nya menatap langit malam bertabur kerlipan bintang yang indah.

Angin malam berhembus dingin menerpa tubuhnya dan memainkan surai rambut coklat nya itu tak mengurungkan niat namja itu untuk terus berdiri di tepi balkon ini. Pikiran nya kembali ke moment beberapa saat lalu. Rasa bahagia dan senang menyelimuti hati nya saat ini. Perasaan begitu hangat dan nyaman membuat nya memejamkan mata tanpa memudarkan senyuman bahagia nya.

Candaan dan tawa yang ia keluarkan saat berbincang seru dengan anggota keluarga nya kembali berputar. Sosok appa dan umma yang tersenyum bahkan tertawa kecil muncul dalam benak nya, tak lupa sosok sang hyung yang tertawa bersama diri nya. Makan malam dan berbincang bersama sebelum akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke kamar yang sudah beberapa hari tak ia tempati.

Kyuhyun kembali membuka mata nya untuk menatap bintang-bintang indah di atas langit Seoul itu.

'Keluarga bagaikan rasi bintang yang tidak akan pernah terpisah. Kita akan selalu bersama membentuk susunan yang sangat indah'

Satu kalimat yang pernah ia dengar beberapa hari yang lalu membuat Kyuhyun mengingat wajah Leeteuk dan Donghae. Senyuman itu mulai menipis dan pancaran kesedihan kembali terlihat dalam manic dark brown itu.

"Apa yang sedang kalian lakukan, hyung? Apa kalian sudah tidur?" gumam Kyuhyun pada angin malam yang berhembus lebih kencang.

"Keluargaku—berubah hyung. Aku sangat senang saat ini. Apa yang selama ini aku harapkan seakan terwujud. Aku sangat bahagia!"

Kyuhyun menghela nafas nya. Tangan nya yang sudah dingin itu ia lipat dan ia tumpukan pada tepian pagar balkon.

"Tapi kebahagian ku akan sempurna jika kalian juga bersama ku saat ini. Baru beberapa jam berpisah aku sudah sangat merindukan kalian. Apa kalian merindukan ku juga?" ucap nya lagi sembari menatap rembulan yang bersinar terang itu.

Sreett

Kyuhyun melirik saat mendengar suara jendela kamar penghubung balkon dan kamarnya terbuka. Ia kembali tersenyum saat melihat Siwon sudah berada di sana. Siwon menghampiri Kyuhyun dan melampirkan jaket ke pundak dongsaeng nya.

"Apa yang kau lakukan di sini? Udara malam sangat dingin dan tak baik untuk tubuh mu, Kyu" ucap Siwon sambil menatap Kyuhyun.

"Aku hanya ingin melihat bintang" ucap Kyuhyun, tangan nya menjulur dan menunjuk langit malam. Siwon mengangguk mengerti.

Beberapa saat mereka terdiam, membiarkan keheningan menyelimuti kedua nya. Hanya terdengar suara angin yang berhembus dan binatang malam yang terdengar.

"Kenapa kau masih terlihat sedih, Kyunnie? Apa masih ada yang mengganjal hati mu?" tanya Siwon yang membuyarkan lamunan Kyuhyun.

"Aku sangat senang malam ini, hyung" jawab Kyuhyun berusaha mengelak. Toh itu kenyataan nya, ia sangat senang walau ada sebuah kesedihan dalam hati nya.

"Aku bisa melihat nya, Kyu. Kau tidak ingin bercerita padaku?" ucap Siwon lagi yang mulai menatap wajah Kyuhyun intens. Kyuhyun tersenyum geli, seperti nya ia tak bisa menutupi pancaran sedih itu.

"Aku—hanya merindukan mereka hyung" ucap Kyuhyun lalu menghela nafasnya.

"Mereka?"

"Leeteukie hyung dan Donghae hyung"

Siwon mengernyit bingung mendengar dua nama yang asing di pendengaran nya namun ia teringat Kyuhyun juga menggumamkan nama itu saat perjalanan pulang. Tanpa berpikir keras, sosok kedua anak yang mereka temui beberapa jam lalu muncul dalam pikiran Siwon.

"Mereka—yang tadi bukan?" tanya Siwon memastikan. Kyuhyun segera mengangguk pasti.

"Entah mengapa, aku sudah sangat menyayangi mereka sama seperti aku menyayangi mu sebagai hyung ku sendiri. Mereka sangat baik. Mereka yang mengenalkan padaku apa itu arti keluarga dan bagaimana kebersamaan sebuah keluarga. Aku—"

Kyuhyun tak bisa melanjutkan kata-kata nya lagi. Mata nya sudah terasa panas saat memory kebersamaan nya dengan Leeteuk dan Donghae berputar dalam pikiran bahkan hatinya sudah berdesir. Ia mengenggam erat pagar balkon.

Melihat itu, Siwon merangkul pundak Kyuhyun untuk menenangkan. Sedikit banyak ia sudah bisa menebak apa yang Kyuhyun rasakan—tidak akan jauh berbeda dengan rasa kebersamaan nya dengan Heechul dan Kibum—mungkin.

"Kita ke kamar ne? Kau bisa ceritakan padaku semua nya dari awal" ucap Siwon lalu mengecup pucuk kepala Kyuhyun.

Kyuhyun hanya mengangguk dan mengikuti Siwon yang sudah membawa nya masuk ke dalam kamar yang menghalau angin malam yang dingin itu.

.

.

Leeteuk baru saja memasuki kamar nya. Ia mengusap wajah nya yang basah dengan handuk kecil yang terlampir di lehernya. Ia sangat lelah saat ini. Tubuhnya sudah menuntut untuk di istirahatkan. Ia meletakan handuk itu di kursi meja belajar lalu beralih menuju ranjang nya. Ia mendudukan diri nya di atas tempat tidur, tak langsung merebahkan tubuhnya itu. Ia menghela nafas lalu menengadah menatap langit-langit kamarnya yang putih bersih.

Cklek

Tatapan Leeteuk teralih saat pintu kamar nya terbuka. Ia melihat sosok Donghae yang memeluk boneka nemo nya dengan wajah sedih.

"Ada apa Hae-ya?" tanya Leeteuk pelan.

Mulai malam ini, Donghae bisa kembali ke kamar nya sendiri—kamar yang di tempati Kyuhyun saat berada di rumah itu— namun entah mengapa Donghae kembali ke kamar Leeteuk saat ini.

"A-aku ingin tidur di sini saja" ucap Donghae sangat lirih.

"Waeyo eum? Bukankah lebih nyaman di kamarmu sendiri?"

Leeteuk mengernyit bingung. Tempat tidur nya tidak terlalu besar walau bisa di tempati dua orang, tapi akan lebih nyaman jika di tempati seorang diri bukan? Apa lagi dengan tubuh lelah mereka.

"Aku—terus mengingat Kyunnie jika tidur di kamarku" jawab Donghae dengan nada teramat sedih membuat Leeteuk sedikit terkesiap. Ia terdiam sejenak dan akhirnya tersenyum tipis.

"Kemarilah" panggil Leeteuk.

Donghae mulai menghampiri Leeteuk dan mendudukan dirinya di samping hyung nya itu. Ie memendamkan wajah nya dalam boneka nemo yang sudah menemani diri nya kurang lebih 6 tahun lamanya. Leeteuk menatap Donghae dengan tatapan miris. Bukan hanya Donghae yang sangat sedih dengan kepulangan Kyuhyun, ia juga. Tangan nya menjulur dan mengelus lembut surai rambut hitam Donghae.

"Jangan sedih lagi, Hae" ucap Leeteuk pelan.

"Bagaimana bisa aku tak sedih hyung? Aku sudah berusaha tapi wajah Kyuhyun selalu berputar dalam pikiran ku. Aku—hiks"

Leeteuk mulai membawa Donghae ke dalam pelukannya saat mendengar isakan dari adik kecilnya itu. Kata-kata bijak dan menenangkan yang biasa ia cari untuk di katakan pada dongsaeng nya sekarang tak ada yang keluar. Ia tak mampu berbicara apa pun saat ini. Apa yang di katakan Donghae sama persis dengan apa yang di rasakan oleh nya saat ini.

"Aku ingin bertemu Kyunnie, hyung—hiks"

"…"

"Apa Kyu akan mengunjungi kita lagi?"

Nah! Satu hal yang sejak tadi di rutuki Leeteuk sejak kepergian Kyuhyun. Ia belum sempat menanyakan dimana rumah Kyuhyun! Ia tak bisa mengunjungi Kyuhyun karena tak tahu alamat pasti dari adiknya itu. Dan pertanyaan yang di lontarkan Donghae juga terus di tanyakan Leeteuk kepada dirinya sendiri sejak tadi di dalam hati.

"Hyung?" panggil Donghae membuyarkan lamunan Leeteuk. Ia menatap Donghae dengan senyuman tipis.

"Apa Kyuhyun akan mengunjungi kita besok?" tanya Donghae lagi.

"Aku tak tahu Hae-ya. Kita berharap saja agar Kyu datang besok" ucap Leeteuk berusaha berpikiran positif dan setidaknya memberi harapan pada Donghae. Ia mempercayai Kyuhyun, adiknya itu pasti akan datang kembali.

Donghae balas memeluk Leeteuk dengan sangat erat seakan tak ingin kehilangan sosok hyung yang selalu menemani hari-hari nya.

"Kita tidur sekarang ya? Kau pasti lelah kan?" ucap Leeteuk. Donghae hanya mengangguk di dalam pelukan itu.

Dengan perlahan, Leeteuk membawa tubuh Donghae untuk berbaring dan kedua nya pun merebahkan tubuhnya di tempat tidur. Leeteuk masih setia memeluk Donghae dan memainkan surai rambut Donghae agar dongsaeng nya bisa lebih tenang dan nyaman dalam tidur.

Donghae hanya diam sembari memejamkan mata nya untuk menikmati sentuhan dari Leeteuk. Ia mengeratkan pelukan nya pada Leeteuk dan mulai membiarkan rasa kantuk menyelimuti dirinya. Sedikit demi sedikit mata nya terasa berat dan akhirnya ia terlelap. Leeteuk mulai merenggangkan pelukan nya dan menatap wajah polos Donghae yang sudah terlelap. Tidak seperti biasanya, dalam wajah polos itu terpancar keresahan dan kesedihan membuat Leeteuk menghela nafasnya.

"Jangan seperti ini saengie. Kau membuat Hyung semakin sedih dan tidak tenang. Kita harus membiarkan Kyuhyun meraih kebahagian dalam keluarga nya sendiri. Kita harus ikut bahagia walau tak melihatnya, Hae-ya" bisik Leeteuk lalu mengecup pucuk kepala Donghae.

Karena tubuhnya yang semakin lelah dan rasa kantuk yang begitu besar, Leeteuk pun akhirnya tertidur. Raut wajahnya tak jauh berbeda dengan Donghae. Ruangan itu menjadi begitu sunyi namun terkadang terdengar igauan dari salah satu di antara mereka yang menggumamkan nama 'Kyuhyun'.

.

.

.

† TEUKHAEKYU †

Traanng… Clash!

Duaarr~

Suara game visual itu terdengar memenuhi ruangan santai di rumah besar keluarga Choi. Gumaman kecil terkadang juga terdengar dari 2 orang anak laki-laki yang tengah asyik dengan PSP nya masing-masing. Tatapan kedua nya terfokus pada layar datar PSP yang seakan mengalihkan seluruh dunia mereka. Tak mereka pedulikan beberapa maid yang sejak tadi mondar-mandir membawakan beberapa minuman dan makanan kecil untuk kedua nya. Makanan yang terlihat enak itu seakan di biarkan begitu saja di atas meja, tak mampu membuat dua orang itu teralih dari benda kesayangan mereka.

"Anda sudah pulang, tuan muda Siwon" sapa pelayan Han saat melihat Siwon baru saja memasuki rumah nya. Siwon mengangguk dan tersenyum.

Siwon menolehkan tatapan nya kearah ruang santai yang terlihat cukup ramai oleh suara game. Ia tersenyum geli karena sudah tahu apa yang terjadi dalam ruangan itu.

"Tuan muda Kibum datang sejak 1 jam yang lalu dan sekarang ia menemani tuan muda Kyuhyun bermain sejak tadi" jelas kepala Han.

"Arrasso ahjussi. Ah! Appa dan umma?" tanya Siwon.

"Tuan dan nyonya besar sedang menghadiri rapat pemegang saham saat ini. Mereka mengatakan akan segera kembali setelah rapat selesai" jawab kepala Han.

"Ne. Gomawo ahjussi" ucap Siwon.

Setelah nya Siwon melangkahkan kaki nya memasuki ruang santai. Ia tersenyum geli melihat Kyuhyun dan Kibum yang tengah asyik dengan dunia mereka di sofa ruangan itu. Sudah 4 hari Kyuhyun kembali ke rumah ini, kembali ke kehidupan awalnya. Siwon mengenalkan Kibum pada Kyuhyun karena merasa kedua nya memiliki kesamaan dan benar dugaan nya, mereka justru menjadi soulmate dalam hal game dan sejak saat itu Kibum sering bermain ke rumah Siwon.

Siwon mendudukan dirinya di sebelah Kyuhyun. Merasa di abaikan oleh kedua nya, Siwon lebih memilih diam dan mulai mengambil sebuah kue coklat kering. Ia memakan dalam diam seakan tak ingin menganggu kegiatan kedua nya.

Kibum melirik Siwon lalu mengulas senyuman membalas senyuman Siwon yang menyapa nya. Dengan santai ia menuntaskan game nya.

"Aku kalah…" gumam Kibum pelan.

Mendengar itu, Kyuhyun mengalihkan tatapan nya pada Kibum sembari mengernyit bingung. Ini pertama kali nya Kibum kalah dari nya! Sejak mereka meresmikan duel mereka beberapa hari yang lalu, Kyuhyun belum mampu mengalahkan namja yang berbeda 1 tahun dari nya itu. Mereka selalu berakhir dengan hasil seri bahkan Kyuhyun di kalahkan secara telak dan membuat nya kesal sendiri.

Kibum tersenyum kecut lalu menunjukan layar PSP nya yang sudah menampilkan tulisan game over. Kyuhyun menghela nafas lalu mematikan PSP nya.

"Kau sengaja mengalah kan, hyung?" desis Kyuhyun penuh selidik. Kibum menggelengkan kepala nya dan memasang wajah datar. Kyuhyun kembali menghela nafasnya.

"Kau ini kenapa Kyu? Kau sudah menang, harusnya kau senang!" ucap Siwon yang mulai membuka suaranya. Kyuhyun sedikit terkejut dengan sosok hyung nya yang sudah duduk di samping nya namun ia enggan untuk bertanya. Ia hanya mengulas senyuman tipis lalu mengangguk.

"Aku lelah, aku mau tidur ya hyung" ucap Kyuhyun yang sembari bangkit dari duduknya dan berjalan gontai keluar dari ruangan itu menuju kamarnya.

Siwon mengernyit melihat tingkah Kyuhyun yang sudah aneh sejak kemarin. Ia menatap punggung Kyuhyun yang mulai tertutup dinding pembatas.

"Sejak tadi ia seperti itu, hyung" ucap Kibum yang membuat Siwon mengalihkan tatapan nya pada Kibum.

"Ne?"

"Saat aku datang, aku melihatnya hanya menatap jendela ruang tengah dengan tatapan kosong bahkan terlihat sedih. Saat aku tanya ada apa, dia hanya menggeleng dan mulai merubah raut wajahnya berpura-pura senang dan riang. Karena itu aku mengajaknya duel untuk memperbaiki mood nya yang mungkin sedang buruk tapi nyatanya masih sama" cerita Kibum sambil melipat kedua tangan nya di depan dada.

Siwon terdiam dan sedikit merenungkan cerita Kibum.

"Kemarin pun aku melihat nya melamun di dalam kamar. Ia terlihat baik-baik saja dan riang saat di depan appa dan umma juga aku. Tapi saat kami tidak ada, ia terlihat sedih. Apa yang sebenarnya terjadi padanya?" ucap Siwon bingung.

"Apa kau sudah menanyakan nya pada Kyuhyun, hyung?" tanya Kibum.

"Ne. dan jawaban nya tak jauh berbeda saat menjawab pertanyaan mu. Aku tak bisa menangkap apa yang ia pikirkan"

Siwon dan Kibum pun terdiam. Mereka terlarut dalam pikiran nya masing-masing. Mereka hanya duduk diam dengan tatapan kosong menuju beberapa makanan di atas meja.

"Aku rasa—aku tahu anak itu kenapa"

Siwon segera menoleh dan menatap Kibum dengan penasaran dan penuh tanda tanya. Kibum tak segera menjawab, ia justru mengulas sebuah senyuman tipis.

.

.

BRUK

Kyuhyun merebahkan tubuhnya secara kasar di atas bed king size nya dengan posisi tertelungkup. Ia menenggelamkan wajahnya di bantal itu. Sudah beberapa hari ini mood nya buruk dan perasaan nya terasa kacau.

4 hari kehidupan nya kembali. Ia pergi ke sekolah bertemu teman-teman nya, pulang ke rumah bertemu dengan keluarga nya yang mulai hangat hari demi hari. Rumah itu terasa lebih berwarna dan hidup. Tak ada perasaan dingin dan canggung dalam rumah besarnya lagi. Ia bisa bertemu dengan Appa dan umma nya setiap hari, berbincang dan tertawa saat malam hari. Ada Siwon hyung yang selalu menemani nya bahkan di tambah Kibum hyung yang sekarang menjadi teman main game nya. Sungguh sangat indah dan menyenangkan kehidupan seorang Choi Kyuhyun saat ini. Kehidupan yang selalu ia impikan.

Namun di balik semua kebahagian bersama keluarganya itu, ada sebuah perasaan yang teramat sedih bahkan membuat mood nya buruk. Perasaan rindu akan seseorang yang terus meluap di dalam hatinya.

"Teuki hyung—Hae hyung" gumam Kyuhyun tertahan oleh bantal.

Ia memejamkan mata nya erat dan sosok kedua hyung nya itu kembali tergambar jelas. Suara tawa mereka pun seakan terdengar di telinga Kyuhyun.

"Bogoshipoyo~"

Ya, Kyuhyun tengah merindukan kedua hyung berbeda hubungan darah nya itu. Bahkan teramat merindukan mereka. Merindukan wajah, suara dan pelukan kedua nya.

Jika merindukan kenapa tak pergi menemui mereka saja toh jarak dari Gangnam menuju Sinchon tidak terlalu jauh dan banyak waktu luang yang bisa Kyuhyun gunakan bahkan setiap hari pun ia bisa mengunjungi kedua nya. Hati Kyuhyun sudah meneriakan kalimat itu. Kunjungi mereka!

Tapi sebuah perintah yang di buat otaknya seakan melumpuhkan semua sarafnya agar ia tak menuruti apa yang hati nya katakan. Otaknya terus memutarkan memory saat malam kepulangan nya itu.

Kenapa Teuki hyung membalikan tubuhnya? Apa Ia tak ingin melihat dan bertemu dengan ku lagi?

Kenapa Hae hyung hanya memeluk ku sebentar bahkan ia tak mengucapkan sepatah kata pun? Ia tak mengejar dan memanggil nama ku saat aku pergi. Kenapa?

Kenapa mereka hanya terdiam di tempat dan tak mengucapkan kalimat yang menyuruhku untuk menemui mereka kembali? Wae? Wae? Wae?!

Benarkah kalian merasa senang dengan kepulangan ku? Aku takut bertemu kalian lagi. Aku takut kalian tak mau menerima ku lagi sebagai dongsaeng kalian.

Teuki hyung… Hae hyung….

Kyuhyun menghela nafas panjang saat semua pertanyaan itu memenuhi pikiran nya saat ini. Ia berteriak seakan ingin menghilang semua kata 'kenapa' dalam pikiran nya. Untung suara teriakan nya teredam oleh bantal yang menutupi wajahnya saat ini.

Tanpa di perintahkan air mata itu kembali mengalir dari pucuk mata Kyuhyun dan mulai membasahi bantal tidur nya. Tubuhnya mulai bergetar menahan isakan yang terus keluar dari bibirnya. Dada nya terasa sesak saat ini.

'Apa yang harus aku lakukan? Teuki hyung, Hae hyung tolong jawab aku!' teriak Kyuhyun di dalam hati.

Cklek

Kyuhyun tak menyadari pintu kamar nya sudah terbuka dan sosok Siwon mulai masuk ke dalam ruangan itu. Ia terdiam sejenak memperhatikan Kyuhyun yang tengah meredam tangisan nya. Hatinya terasa sakit melihat dongsaeng nya seperti itu.

Kyuhyun sudah menceritakan semua pengalaman yang ia lakukan bersama Leeteuk dan Donghae. Sebenarnya ia penasaran bagaimana kedua orang itu mampu membuat Kyuhyun sangat menyayangi kedua nya. Sudah beberapa kali, ia menanyakan pada Kyuhyun kenapa ia tak mengunjungi kedua orang itu tapi dongsaeng nya hanya tersenyum dan memilih mengalihkan pembicaraan lain.

Siwon menghela nafasnya sebelum menghampiri Kyuhyun yang masih berbaring di tempat tidurnya. Kyuhyun sedikit tercekat saat merasakan seseorang menduduki tempat tidurnya. Siwon duduk di sisi ranjang Kyuhyun lalu menjulurkan tangan nya mengelus rambut lembut Kyuhyun.

"Kyu…" panggilnya dengan nada pelan.

Awalnya Kyuhyun tak menjawab. Ia terdiam berusaha membuat suara nya tidak parau lagi.

"Kyu…" panggil Siwon lagi.

"Eum? Aku mengantuk, hyungie~" balas Kyuhyun dengan nada manja untuk menutupi suara seraknya.

Siwon tersenyum mendengar jawaban dari Kyuhyun. Ia tahu dongsaeng nya itu berusaha menutupi tangisan nya.

"Hyung ingin mengajak mu bermain. Apa kau mau?" tanya Siwon. Kyuhyun hanya terdiam tak membalas pertanyaan Siwon.

"Aku ingin jalan-jalan tapi Kibummie ada les jadi dia tak bisa menemani ku. Apa kau mau menemani ku berjalan-jalan?" ajak Siwon lagi.

Kyuhyun yang sudah mulai tenang mulai merubah posisi nya. Ia mulai terduduk di kasur. Ia memalingkan wajahnya dari Siwon agar bisa menghapus air mata yang masih membasahi wajahnya. Setelah di rasa cukup, ia kembali menatap Siwon dengan tatapan bertanya.

"Kemana?" tanya Kyuhyun.

"Hanya berjalan-jalan saja. Aku bosan di rumah" balas Siwon membuat Kyuhyun mulai memikirkan ajakan itu. Mungkin dengan menghirup udara luar selain saat sekolah membuat nya lebih tenang.

"Bagaimana dengan Appa dan umma?" tanya Kyuhyun lagi.

"Aku sudah meminta izin pada mereka. Awalnya appa dan umma ingin mengajak kita makan di luar bersama kerabat bisnis nya tapi aku rasa aku lebih ingin makan di luar bersama mu dan santai. Makan malam dengan rekan bisnis appa sedikit membosankan" ucap Siwon membuat Kyuhyun tertawa kecil. Ia menyetujui apa yang di katakan hyung nya itu. Ia senang makan bersama appa dan umma nya di luar tapi tidak bersama rekan bisnis yang akan membicarakan masalah perusahaan bahkan saat acara makan. Demi semua game yang ia punya, itu sangat membosankan!

"Ne hyung, aku mau" jawab Kyuhyun menerima ajakan Siwon.

"Baguslah. Bersiap-siaplah, aku akan mandi dulu, 1 jam lagi kita berangkat ne?"

Kyuhyun mengangguk mantap membuat Siwon mencubit pipi nya gemas. Kyuhyun tertawa senang membayangkan tempat apa yang akan mereka datangi sedangkan Siwon tertawa geli melihat wajah imut dongsaeng nya itu.

.

.

Senang…

Kata itu yang menggambarkan suasana hati Kyuhyun sejak keluar dari rumah nya. Siwon benar-benar mengajaknya bermain dan berjalan mengelilingi pertokoan. Mereka ke Myeondong dan membeli beberapa benda yang menarik perhatian dan memakan beberapa makanan kecil. Tak lupa Kyuhyun langsung menarik Siwon ke game center untuk menemani nya bermain game selama kurang lebih 1 jam. Mereka sudah berjalan-jalan daerah Myeondong sekitar 3 jam lamanya.

Langit sudah cukup gelap dan lampu-lampu terang sudah menyelimuti jalanan kota yang masih saja ramai oleh orang pulang kerja. Kyuhyun tersenyum lebar sembari memperhatikan jalanan kota Seoul malam hari dari kaca mobil.

"Hyung, kita mau kemana lagi?" tanya Kyuhyun penasaran.

Ini bukan arah menuju rumah nya dan ia sangat penasaran kemana Siwon akan membawa nya lagi. Siwon hanya tersenyum lalu mengacak rambut Kyuhyun gemas.

"Nanti kau juga akan tahu. Kau pasti senang Kyunnie" ucap Siwon dengan senyuman jokernya.

"Benarkah? Gomawo untuk hari ini Wonnie hyung~"

Kyuhyun memeluk hyung nya itu erat. Ia memejamkan mata nya sejenak seakan beristirahat sebelum mereka sampai di tempat tujuan yang sudah di rencanakan oleh Siwon. Selama beberapa saat mobil itu melaju menembus jalanan Seoul malam hari.

"Kyu… Kyunnie ireona saeng~!" panggil Siwon entah untuk beberapa kali sembari menepuk pelan pipi Kyuhyun.

Karena terlalu lelah, Kyuhyun pun terlelap dalam mobil selama perjalanan mereka. Ia melenguh saat tidur nya mulai terganggu. Dengan enggan ia membuka mata nya dan menatap Siwon dengan tatapan lemas dan mengantuk.

"Kau mengantuk?" tanya Siwon sambil tersenyum geli. Kyuhyun hanya menganggukan kepala nya.

Kyuhyun mengalihkan pandangan nya ke sekeliling untuk mengetahui dimana ia sekarang.

"Apa kita sudah sampai, hyung? Memangnya ini dima—"

Kyuhyun tak melanjutkan kata-kata nya. Ia membelalakan mata nya tak percaya dengan apa yang di lihat nya saat ini. Rumah itu… Rumah Leeteuk dan Donghae ada di hadapan nya sekarang. Tanpa sadar Kyuhyun mengepalkan kedua tangan nya.

"Wonnie—hyung?"

Kyuhyun menatap Siwon seakan meminta penjelasan dari hyung nya itu. Siwon tersenyum lalu mengelus pipi chubby Kyuhyun.

"Hyung tahu, beberapa hari ini Kyunnie terlihat sangat sedih. Kau pasti merindukan tempat ini bukan? Merindukan orang-orang di dalam rumah itu?" ucap Siwon pelan. Kyuhyun hanya terdiam mendengarkan.

"Aku tak tahu kenapa kau tak mau mengunjungi mereka lagi tapi hyung rasa kau harus menemui mereka agar kesedihan mu itu menghilang. Hyung tak mau dongsaeng kesayangan hyung ini terus bersedih" lanjut Siwon lagi.

"Tapi hyung, aku—"

Siwon mengernyit bingung melihat tatapan takut dari Kyuhyun. Seharusnya ia senang bisa ke rumah ini bukan? Kenapa adiknya justru seperti orang ketakutan? Oh Tuhan, apa aku salah lagi?

"Waeyo Kyu?" tanya Kyuhyun bingung.

"Aku—aku mau pulang saja" balas Kyuhyun cepat.

"Mwo?! Tapi kenapa? Bukankah kau merindukan mereka eoh?"

Kyuhyun menggelengkan kepala nya membuat kebingungan Siwon semakin bertambah. Ia bisa melihat rasa di balik manic coklat Kyuhyun berbeda dengan apa yang tubuhnya responkan.

"Kau ingin bertemu mereka kan? Jika begitu, temui mereka dan jangan seperti ini" ucap Siwon sedikit frustasi.

"Aku.. Aku—aku takut hyung" jawab Kyuhyun terbata. Ia menundukan kepala nya dalam.

Siwon mengernyit bingung. Takut akan apa? Ia menatap Kyuhyun penuh tanda tanya.

"Kenapa takut?"

"Mereka! Aku takut mereka tak ingin bertemu dengan ku lagi. Aku takut mereka justru kecewa dengan kedatangan ku untuk menemui mereka" jawab Kyuhyun pelan namun masih bisa di tangkap pendengaran Siwon.

"Aigoo Kyuhyunnie. Kenapa kau bisa berpikir seperti itu? Mereka tidak akan melakukan hal itu. Bukan kah kau sendiri yang bilang jika kalian saling menyayangi bahkan saling menganggap sebagai saudara? Kenapa kau justru berkata begitu eoh?" ucap Siwon heran dengan pemikiran dongsaeng nya itu.

"Tapi hyung, malam itu—"

"Kita temui mereka sekarang!"

"Tapi—"

"Aku yakin itu hanya perasaan mu saja. Mereka tidak akan melakukan itu. Kalau kau masih ragu anggaplah ini sebagai pembuktian benar atau tidaknya pemikiran mu itu, arrachi?" ucap Siwon membuat Kyuhyun tak mampu membalas lagi. Ia hanya duduk diam sambil menunduk dalam menghindari tatapan heran dari seorang Siwon yang sudah menggelengkan kepala nya.

.

.

Malam semakin larut, jalanan pun semakin sepi dari semua aktivitas dari para penduduk sekitar. Seorang anak laki-laki tengah berjalan gontai di trotoar jalanan yang sepi. Lampu-lampu penerangan jalan menemani setiap langkahnya. Tangan nya menggenggam erat tali penuntun dari seorang anjing kecil berwarna putih yang terlihat berlari-lari kecil di depan nya. Anjing itu terlihat begitu aktif dan mencari perhatian pada majikan nya dengan mengonggong kecil. Namun sepertinya usaha anjing kecil itu tak membuahkan hasil buktinya wajah sang majikan masih tetap muram dan sedih.

Donghae menendang-nendang kerikil yang ada di jalanan sebagai pelampiasan suasana hati nya yang buruk. Bada yang selalu membuatnya tertawa pun tak mampu merubah suasana hati nya menjadi senang. Ia baru saja pulang dari membawa bada jalan-jalan. Ia sudah mengajak anjing kesayangan nya itu keluar rumah dari sore hari namun ia enggan untuk kembali ke rumah cepat dan memutuskan untuk menyelusuri beberapa jalan di sekitar kompleksnya hingga malam ini.

Donghae menghela nafas berat. Ia menengadah ke langit yang juga terlihat muram. Awan hitam seakan menyelimuti ratusan juta bintang yang biasanya bersinar terang nan indah.

"Kyunnie" gumam Donghae kepada angin malam yang berhembus menerpa dirinya.

Ya, sosok dari seorang Kyuhyun yang masih membuatnya sedih sejak 4 hari yang lalu. Ia selalu berharap Kyuhyun akan datang menemui mereka dan bermain bersama walau dalam waktu singkat namun nyatanya hingga hari ke empat dongsaeng nya itu pergi, ia belum bertemu lagi dengan nya sedikit pun. Kyuhyun tak pernah mengunjungi mereka. Jika Donghae tahu dimana alamat lengkap rumah Kyuhyun mungkin ia akan nekat untuk pergi ke rumah dongsaeng nya itu hanya untuk melihat keadaan Kyuhyun. Tapi apa daya ia tak bisa melakukan itu.

Guk… Guk…

Donghae mengalihkan tatapan nya pada bada yang masih saja mencari perhatian nya sejak tadi. Sikap Donghae sedikit berubah. Biasanya ia akan mengajak bada nya berbicara walau tak akan mengerti ucapan satu sama lain saat jalan-jalan seperti ini. Donghae pun tak mengelus bulu lembut bada, ia hanya berjalan kemana pun kaki nya melangkah seperti pergi seorang diri tanpa bada yang menemani nya. Ia tersenyum tipis memperhatikan anjing kesayangan nya itu.

"Mianhae bada-ya~ Kau pasti lelah kan? Aku seakan tak mempedulikan mu. Aku hanya sedang sedih, kau mengerti itu kan?"

Donghae mulai mengajak bada berbicara. Mungkin saat ini, bada lah yang bisa menjadi tempat pencurahan hati nya walau tak akan ada solusi yang di berikan anjing kecil itu.

"Aku merindukan dongsaeng kecil ku yang menyebalkan itu. Kau pasti tahu siapa bukan?" lanjut Donghae sembari menggembungkan pipinya. Bada hanya menggonggong sekali sebagai balasan dari ucapan majikan nya itu.

"Dia tak menemui kita hingga sekarang. Bukankah dia menyebalkan? Kau boleh menggigitnya nanti jika dia muncul. Aku mengizinkan nya bada-ya—eh eum tapi jangan terlalu keras menggigitnya arrachi? Aku tak ingin ia terluka!" ungkap Donghae yang justru terlihat lucu bagi yang melihatnya.

"Aku juga akan mencubit pipinya hingga merah saat aku bertemu dengan nya. Terserah dia mau marah atau kesal jika di cubit, dia sudah membuatku kesal. Kau setuju kan?"

Donghae tertawa kecil saat bada mengelus-eluskan bulu lembut pada kakinya. Donghae pun berhenti dan menjongkokan tubuhnya. Ia mengelus lembut buku bada membuat anjing itu meringkuk seakan menikmati sentuhan sang majikan.

"Apa dia tak sadar jika aku sangat merindukan nya? Aku sangat merindukan Kyunnie"

Donghae menghela nafasnya lalu menengadahkan wajahnya kembali berusaha menghalau air mata yang sudah siap meluncur dari pelupuk matanya.

Tanpa Donghae sadari seseorang tengah memperhatikan gerak gerik juga ucapan nya sedaritadi. Ia berdiri tak jauh dari belakang Donghae. Ia tersenyum getir mendengar penuturan sang dongsaeng.

"Kau akan di kira gila jika terus berbicara dengan seekor anjing, Hae"

Donghae sontak berdiri dan menolehkan kepala nya saat mendengar suara yang sangat familiar di telinga nya.

"Teuki Hyung!" pekik Donghae antara senang juga kaget.

Leeteuk berjalan santai menghampiri Donghae lalu ia mengelus pucuk kepala Donghae sembari tersenyum lembut.

"Sejak kapan kau di sana hyung? Pulang cepat eoh?" tanya Donghae dengan senyuman lebar yang mulai terukir di wajahnya. Leeteuk menjawabnya dengan anggukan kepala.

"Jangan sedih…" ucap Leeteuk membuat senyuman Donghae berubah menjadi senyuman tipis. Ia menggelengkan kepala nya.

"Aku hanya merindukan dongsaeng kita hyung. Apa tidak boleh?" ucap Donghae jujur.

"Tentu saja boleh. Kita akan terus merindukan nya setiap saat tapi jangan munculkan wajah sedih ini"

Leeteuk mencubit pipi Donghae dan menarik nya menjadi sebuah senyuman lebar. Donghae hanya bisa meringis.

"Hyung! Appo~" protes Donghae sembari mengelus pipi nya. Leeteuk hanya tertawa melihat wajah imut dongsaeng nya. Ia mengacak rambut Donghae gemas.

"Sudahlah. Sekarang kita pulang dan makan~" ucap Leeteuk sembari menunjukan sebuah kantung plastik di tangan nya.

"Apa itu?" tanya Donghae penasaran. Ia berusaha mengintip apa yang ada di dalam plastic itu bahkan seakan mencium-cium aroma yang terkuar dari dalam plastik.

"Bulgogi!" pekik Donghae girang membuat Leeteuk tertawa.

"Ne. Tadi saudara Shin Ahjussi datang dan memberikan oleh-oleh bulgogi yang sangat banyak. Shin Ahjussi memberikan beberapa untukku" jelas Leeteuk dengan senyuman lebar.

"Huaaa~ Kajja kita pulang, hyungie! Aku lapar~!" ucap Donghae sembari menarik tangan Leeteuk dan mereka pun mulai berlari kecil menuju rumah hangat mereka.

Seperti biasanya, bada berlari menuju rumah mendahului sang majikan yang sudah melepas tali penuntun nya. Anjing kecil itu terus berlari senang saat merasakan majikan kesayangan nya sudah merasa riang dan tertawa bersama Leeteuk di belakang sana. Bada terdiam beberapa meter dari pagar rumah. Ia memincingkan mata nya dan memasang posisi waspada saat melihat sebuah mobil terparkir sempurna di depan rumah tersebut.

Guk! Guk! Guk! Grrr~

Mendengar gonggongan bada yang lebih keras dengan nada tidak suka, Leeteuk dan Donghae segera berlari lebih kencang menuju rumah nya. Pasti ada sesuatu di depan sana karena anjing kesayangan mereka mengonggong seperti itu.

"Bada~ waeyo?" tanya Donghae penasaran.

Leeteuk dan Donghae memperhatikan bada dengan tatapan bingung namun akhirnya tatapan mereka mengikuti tatapan bada yang lurus kedepan. Mereka pun memincingkan mata nya melihat 2 orang anak laki-laki tengah saling menarik satu sama lain di depan pagar rumah. Salah satu anak itu berusaha menarik anak yang lain nya memasuki pagar rumah sedangkan yang lain nya seakan menolak dan ingin kembali ke dalam mobil.

Raut wajah Leeteuk dan Donghae seketika berubah saat menyadari siapa yang berada di depan rumah mereka itu. Senyuman lebar mulai terukir di wajah kedua nya saat melihat sosok yang selalu mereka rindukan.

"Kyunnie!"

Kyuhyun yang masih menolak untuk masuk dan berusaha menahan tarikan Siwon tersentak kaget saat mendengar pekikan keras dari arah kanan mereka. Siwon berhenti menarik tangan Kyuhyun dan kedua nya menoleh kearah kanan. Kyuhyun membulatkan mata nya saat melihat Leeteuk dan Donghae tengah menatapnya dengan senyuman lebar. Bukan nya senang, rasa takut dan khawatir kembali hinggap di dalam hati Kyuhyun membuat tubuh Kyuhyun seakan membeku di tempat.

"Hy—Hyung"

.

.

-To be Continued-


Annyeong~~ ^ ^

Hahaha ternyata fic ini aku panjangin 1 chap, gpp ya? ^ ^v

Haahhh~

Gak nyangka udah mau kelar aja…

Benar-benar terimakasih untuk semua readerdeul yang setia membaca fic ini /deep bow/

Maaf jika masih banyak typo yang bertebaran~

See ya~~

-LYE-

BIG THANKS FOR :

Choi Youmin, fikyu , kyugaemputriaisyah, gyu1315, ChoI Jaeseumin Hyangsu , ratnasparkyu, kyuqie, cece, Bella, bang3424 , casanova indah, Blackyuline, Jmhyewon, ay, bryanelfishy, Anonymouss, Gyurievil , Vina407 , Kyuubi kim , dew'yellow, KyuChul, xoxoxo , AngeLeeteuk , Forte orange, cacaclouds, Shin Hyeri , Sparkyu , Arum Junnie, Aisah92 , Augesteca, Asa, Princess Kyunie , Okta1004 , and all Guest.