FAMILY ?

.

.

Main Cast :

Cho Kyuhyun as Choi Kyuhyun

Park Jung Soo / Leeteuk

Lee Donghae

Choi Siwon

Another Cast : Find in this story

.

.


† TeukHaeKyu †

PART 9

Suasana dalam rumah sederhana yang biasanya ceria dan hangat sedikit berbeda malam ini. Keheningan menyelimuti ruangan yang tidak besar itu, rasa canggung terasa begitu kental dari kebersamaan mereka. Mereka hanya saling menatap dalam diam seakan tengah mencerna apa yang terjadi hanya lewat sebuah tatapan tanpa suara.

Siwon menghela nafas entah untuk kesekian kali nya. Ia melirik Kyuhyun yang duduk merapat di sebelahnya sambil menundukan kepala nya. Ia mengalihkan tatapan nya kearah Leeteuk dan Donghae yang duduk di kursi single di hadapan mereka. Terlihat raut kebingungan di wajah keduanya saat mendapati sikap Kyuhyun—sang dongsaeng berbeda dari biasanya.

Sejak mereka bertemu di depan rumah, Kyuhyun hanya terdiam sembari menundukan kepala nya. Rasa senang yang sempat menyelimuti hati Leeteuk dan Donghae berubah menjadi tanda tanya besar melihat kelakuan dongsaeng nya itu. Kyuhyun terlihat sungkan, canggung bahkan untuk menatap Leeteuk dan Donghae pun ia terlihat enggan.

"Ehem!"

Suara dehaman Siwon membuyarkan semua lamunan dari orang yang berada di ruangan itu. Leeteuk mulai mengalihkan tatapan nya pada Siwon yang juga terlihat canggung. Ia cukup maklum jika Siwon seperti itu, toh ini pertama kali nya mereka duduk berhadapan bersama.

"Ah—eum… Sebelumnya aku minta maaf karena mengganggu kalian berdua larut malam seperti ini" ucap Siwon canggung. Ia menggaruk tengkuknya. Ia bukan orang yang mudah dekat dengan orang yang baru saja di temui. Ia tak menyangka Kyuhyun akan terdiam seribu bahasa dan menimbulkan suasana hening yang sangat tak nyaman itu.

"Gwenchana Siwon-ah" ucap Leeteuk sembari memberikan senyuman khasnya. Siwon sedikit terkesiap mendengar suara itu. Dan bagaimana orang itu bisa tahu namanya? Ia belum pernah memperkenalkan diri.

"Hyung, tahu nama ku?" tanya Siwon memastikan. Ia tahu namja di hadapan nya itu lebih tua 3 tahun dari nya membuat nya memanggil Leeteuk dengan sebutan hyung tanpa di perintah. Leeteuk tertawa kecil berusaha mencairkan suasana canggung itu lalu mengangguk.

"Kyunnie sering menceritakan tentangmu saat di sini, benarkan Kyu?" ucap Leeteuk sekaligus berusaha mengajak Kyuhyun berbicara namun sepertinya anak itu enggan membuka mulut dan memilih hanya menganggukan kepalanya sekali.

"Kau tak perlu sungkan Siwonnie, kami sangat senang kalian main ke sini" ucap Leeteuk membuat Siwon mulai mengulas senyuman. Sepertinya ia mulai menyukai cara berbicara dari sosok Leeteuk dan jangan lupakan senyuman lembut itu.

"Ne, hyung" balasnya sambil menganggukan kepala nya.

Siwon sedikit menepuk paha Kyuhyun seakan meyakinkan dongsaeng nya agar tidak takut lagi toh barusan Leeteuk sendiri yang mengatakan mereka senang dengan kehadiran kedua nya. Ia sedikit merutuk Kyuhyun yang sangat keras kepala dan tetap terdiam sambil menundukan kepalanya. Siwon menghela nafas panjang.

"Kau dan Donghae seumuran bukan?" ucap Leeteuk lagi masih berusaha mencairkan suasana tak menyenangkan itu. Siwon menatap Donghae dengan tatapan bingung karena tatapan Donghae terfokus pada Kyuhyun—sebuah tatapan kesal.

"Ah benarkah? Annyeong Donghae" sapa Siwon yang tak mendapat respon sedikitpun dari Donghae.

:Aww—Appo hyung!" ringis Donghae saat Leeteuk mencubit tangan nya. Ia mengerucutkan bibirnya. Leeteuk mengarahkan matanya kepada Siwon dan seakan mengerti maksud hyung nya, Donghae mulai menampilkan cengiran nya.

"Ne, Siwon-ah, salam kenal" ucap Donghae sedikit canggung. Setelahnya ia kembali menatap Kyuhyun dengan tatapan intens bahkan terkesan sebal.

Suasana kembali diam. Leeteuk menyerah mencairkan suasana yang terjadi. Ia hanya bisa menghela nafas pasrah sama seperti Siwon.

"Pabbo! Menyebalkan!" gumam Donghae membuat Leeteuk melirik kearahnya dengan tatapan bingung.

"Hae-ya"

Donghae membuang nafas beratnya lalu dengan mantap ia bangkit dari kursi nya, ia menghentakan kaki nya cukup keras. Dengan pasti ia melangkah mendekati Kyuhyun dan berdiri sambil berkacak pinggang di hadapan Kyuhyun. Ia menggembungkan pipinya saat Kyuhyun masih tak merespon kehadiran nya.

Siwon mengernyit bingung memperhatikan Donghae yang berdiri tepat di depan Kyuhyun, ia penasaran namun enggan bertanya kenapa. Sedangkan Kyuhyun semakin menundukan kepala nya dalam dan memainkan ujung kemeja nya resah. Ia merasa tak nyaman di tatap seperti oleh Donghae apalagi saat ini hyung nya sudah berkacak pinggang di hadapan nya. Ia sering melirik kearah wajah Donghae yang terlihat kesal dan itu semakin menambah rasa takutnya.

"Kyu~" panggil Donghae dengan nada biasa.

"…"

"Kyu!"

"…"

Donghae menggeram kesal, Kyuhyun sama sekali tak menjawab panggilan nya. Nada panggilan nya pun semakin meninggi seiring dengan kekesalan nya yang memuncak.

"Kyuhyun!" pekik Donghae kesal membuat Kyuhyun sedikit tersentak kaget. Bukan hanya Kyuhyun, bahkan Siwon pun terkaget dengan pekikan Donghae yang tidak bisa di bilang pelan.

"Hae-ya" tegur Leeteuk yang menyadari keterkagetan Kyuhyun dan Siwon.

"Pabbo-ya!"desis Donghae. Ia menghela nafas lelah karena Kyuhyun masih saja menundukan kepalanya. Ia sungguh heran ada apa dengan tingkah Kyuhyun yang terlihat sangat canggung bertemu dengan nya. Apa wajahnya berubah menakutkan sehingga Kyuhyun seperti orang ketakutan seperti itu.

"Oke, kau masih mau diam heum?" ucap Donghae dengan nada lebih pelan namun sedikit menakutkan.

"Tidak ada cara lain. Bada~~"

Donghae segera mencari sosok anjing mungilnya ke sekitar ruangan. Mendengar panggilan sang majikan, bada pun mulai menghampiri Donghae. Kyuhyun sedikit terkesiap saat mendengar Donghae memanggil bada namun ia tetap diam dalam posisi semula.

"Bada-ya, kau boleh menggigit anak bodoh ini. Aku tidak peduli, dia menyebalkan~!"

"MWO?!"

Sontak Kyuhyun mendongakan wajahnya dengan mata membulat kaget. Ia tak percaya dengan apa yang baru saja hyung nya itu perintahkan pada anjing yang juga pernah ingin menggigitnya dulu. Sama seperti Kyuhyun, Siwon pun menatap Donghae dengan tatapan terkejut. Hey, mana mungkin ia terima jika dongsaeng kesayangan nya itu akan di gigit seekor anjing! Hanya Leeteuk yang bisa tersenyum geli mendengar ucapan Donghae itu.

"Hyung! A—ww—Awppoww!"

Kyuhyun meringis kesakitan saat tiba-tiba Donghae mencubit kedua pipinya dengan cubitan yang tidak bisa di bilang pelan. Dengan kesal sekaligus gemas Donghae terus mencubit pipi Kyuhyun tanpa ampun. Siwon hanya bisa mengerjapkan mata nya bingung dengan sikap Donghae. Ia hanya terdiam walaupun ia bisa melihat Kyuhyun yang meringis kesakitan dari cubitan yang tak kunjung di lepas itu.

"Hywungw—Lewpasww!" ucap Kyuhyun tak jelas. Ia berusaha melepaskan tangan Donghae dari pipinya namun hasilnya sia-sia.

Leeteuk hanya bisa menggelengkan kepala nya lalu tertawa kecil. Tanpa melerai kedua nya ia bangkit berdiri dan mulai melangkahkan kaki nya menuju dapur.

"Siwonnie" panggil Leeteuk sembari melambaikan tangan nya. Siwon menatap Leeteuk bingung, dengan ragu ia menghampiri Leeteuk meninggalkan Kyuhyun dan Donghae yang masih berdebat sendiri.

"Hyung, mereka?" tanya Siwon ragu sembari menunjuk arah Donghae dan Kyuhyun.

"Biarkan saja, mereka sedang bercanda" ucap Leeteuk santai. Tangan nya sibuk menyiapkan sebuah panic dan mulai menuangkan bulgogi untuk di panaskan kembali.

"Apa kalian sudah makan, Wonnie?" tanya Leeteuk.

"Ne? Ah—sudah" jawab Siwon sembari menganggukan kepalanya. Leeteuk tersenyum lembut lalu mulai menyalakan kompor untuk memanaskan bulgogi yang sudah dingin itu.

"Hyung, sebenarnya—Kyu, dia…"

Siwon ingin mengatakan apa yang di rasakan Kyuhyun dan mengapa adiknya itu terdiam sedaritadi namun ia bingung harus memulai nya darimana. Ia hanya berdiri di samping Leeteuk sembari menggaruk kepala nya yang tidak gatal.

"Ia hanya takut kalian marah dan tak ingin bertemu dengan nya lagi" ucap Siwon akhirnya.

Leeteuk tertawa kecil membuat Siwon mengernyit bingung. Leeteuk menghentikan aktivitasnya dan menatap Siwon dengan senyuman manis.

"Aku tahu itu" ucap Leeteuk membuat Siwon terdiam.

"Ya ikan jelek! Pipiku, appoAish jinja!" rutuk Kyuhyun sembari mengelus kedua pipinya yang sudah memerah yang terasa begitu perih dan panas. Ia menatap kesal Donghae.

"Ya tidak sopan!"

Ctak!

"Hyung! Kau kejam!"

Kali ini dahi Kyuhyun yang mendapat sentilan keras. Donghae masih menatap Kyuhyun dengan tatapan sebal walau dalam hati ia sudah terkikik geli melihat wajah dongsaeng nya yang merengut kesal.

"Masih mau diam eum?"

"Aku tidak diam! Aku hanya—"

"Apa? Sikap apa itu? Mengacuhkan panggilan ku, aku paling benci orang mengacuhkan panggilanku"

"Ish, kau tidak mengerti hyung!"

"Kau diam bagaimana aku bisa mengerti?"

"Kau menyebalkan!"

"Kau lebih menyebalkan!"

"Ya ikan!"

Pletak

Kyuhyun kembali meringis kesakitan saat kepala nya mendapat jitakan sayang dari Donghae. Jujur, ia seakan tak mengenal orang yang ada di hadapan nya itu. Donghae tak pernah se cerewet dan se menyebalkan seperti sekarang bahkan hyung nya itu selalu enggan menyakiti Kyuhyun, tapi sekarang? Siapa orang ini hah? Ya Tuhan…

"Kyu!"

Kyuhyun terkejut saat ia kembali mendengar pekikan dari hyung manja nya itu. Ia tidak suka Donghae yang suka memekik seperti itu, lebih baik Donghae bermanja seperti bayi daripada memekik dan membuat telinga nya berdengung.

"Ish, bisakah kau tidak berteriak hyung?" ucap Kyuhyun malas sembari mengelus dada nya.

"Kau mengabaikan panggilan ku lagi~" rajuk Donghae yang menekuk wajahnya membuat Kyuhyun memutar bola mata nya malas.

"Kyunnie menyebalkan!" decak kesal Donghae lagi.

Kyuhyun tak membalas ucapan Donghae, ia lebih memilih bangkit dari duduknya dan melangkahkan kaki menjauhi Donghae. Lebih lama dekat hyung nya itu ia bisa mendapat gangguan pendengaran bahkan serangan jantung. Tsk..

"Kyu, mau kemana? Aku belum selesai!" cegat Donghae namun Kyuhyun enggan menghentikan langkah kaki nya menuju dapur. Donghae menghela nafas nya.

"Bada! Gigit Kyuhyun sekarang!"

Guk! Guk!

Kyuhyun mendadak berhenti lalu menoleh dan menatap Donghae dengan tatapan horror. Apakah itu hanya ancaman seperti sebelumnya? Oh tidak… Mata nya teralih pada bada yang sudah mengerang sehingga bulu lembutnya berdiri. Kyuhyun bergidik ngeri melihat itu.

"Hyu—"

Grr~ Guk!

"—huaaa~ Teuki hyung~!"

Tanpa pikir panjang, Kyuhyun segera mengambil langkah seribu saat bada mulai bergerak menghampiri nya. Ia berlari menuju dapur membuat Leeteuk dan Siwon terkejut dengan suara nya yang menggema di rumah itu.

Kyuhyun langsung berhambur dan memeluk punggung Leeteuk membuat namja itu hampir menumpahkan panci berisi bulgogi untuk makan malam mereka. Siwon hanya mengerjapkan mata nya bingung.

"Kyunnie, waeyo?" tanya Leeteuk pelan.

"Dongsaeng mu sudah gila, hyung! Dia menyiksa ku, dia juga menyuruh bada untuk menggigitku!" adu Kyuhyun yang langsung di sambut tawa oleh Leeteuk.

Mendengar suara tawa kecil dari hyung nya tak membuat Kyuhyun melepaskan pelukan nya. Entah mengapa ia sangat merindukan kehangatan tubuh Leeteuk. Ia justru memejamkan mata nya dan semakin mengeratkan pelukan itu.

"Siapa yang mau menggigitmu? Bada tidak mengikuti mu saeng" ucap Leeteuk sembari mengelus tangan Kyuhyun yang melingkar di pinggangnya untuk menenangkan dongsaeng nya itu.

"Tapi tadi bada menggerang pada ku. Donghae hyung yang menyuruhnya!"

"HAHAHA—Wajahmu lucu Kyunnie!"

Kyuhyun tersentak kaget saat mendengar suara tawa riang itu. Ia mengintip dari balik punggung Leeteuk dan mendapatkan Donghae yang sedang tertawa geli dengan bada yang berada di gendongan nya.

"Kau mengerjaiku, dasar ikan!" desis Kyuhyun sebal sembari mengerucutkan bibirnya.

"Salah sendiri kau membuatku kesal" balas Donghae di tengah tawa nya.

Leeteuk melepaskan pelukan Kyuhyun lalu membawa dongsaeng nya itu untuk menghadapnya. Ia masih tersenyum geli melihat wajah kesal Kyuhyun.

"Teuki hyung, kau lihat itu? Hae hyung menyebalkan! Tadi dia mencubitku, menyentilku lalu menjitak ku sekarang dia mengerjaiku" adu Kyuhyun.

"Tukang ngadu!" cibir Donghae yang sudah berada di samping Leeteuk. Dengan santai ia memberikan cengiran manis untuk Leeteuk yang hanya menggelengkan kepala nya. Leeteuk menyentil pelan dahi Donghae yang membuat Kyuhyun tersenyum penuh kemenangan.

"Apa masih sakit?" tanya Leeteuk pada Kyuhyun yang langsung mengangguk lalu menunjuk keningnya memberi tahu tempat yang masih terasa nyeri.

Cup

Leeteuk segera mengecup kening Kyuhyun membuat dongsaeng nya itu sedikit terkejut namun teramat senang.

"Masih sakit?"

Kyuhyun menyengir lebar lalu menggelengkan kepalanya. Sungguh hanya Leeteuk yang bisa menghilangkan rasa kesal nya dengan sangat cepat dengan tindakan yang sangat sederhana.

"Hyung, aku juga~" rengek Donghae yang membuat Leeteuk pun mengecup kening Donghae dan di sambut cengiran dari Donghae.

"Mianhae saengie~" Donghae pun tersenyum lalu mengacak rambut Kyuhyun sayang. Mereka pun tertawa melihat raut wajah satu sama lain.

Sepertinya mereka melupakan seseorang yang berdiri tak jauh dari meja makan kecil itu. Hati Siwon sedikit berdesir melihat tingkah Kyuhyun yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Dongsaeng nya cemberut, bersikap begitu manja pada Leeteuk dan tertawa polos yang terlihat sangat bahagia. Ia hanya terdiam memperhatikan Leeteuk, Donghae dan Kyuhyun yang masih tertawa bersama.

"Kyu, kenapa tadi kau diam seperti itu? Kau terlihat menyebalkan!" ucap Donghae membuat Kyuhyun kembali tersenyum sambil mengelus tengkuknya.

"Aku—hanya takut kalian marah. Aku hanya takut kalian tak mau bertemu dengan ku lagi" jawab Kyuhyun jujur.

"Mwo?! Kenapa kau berpikir begitu? Apa kau tahu aku menunggu mu setiap hari dan berharap kau segera datang! Bahkan aku absen dari futsal dan tak membawa bada jalan-jalan agar bisa menunggu mu di rumah. Tapi kau sama sekali tak datang" ucap Donghae panjang lebar membuat Kyuhyun menatap Donghae dengan tatapan bersalah.

"Benarkah hyung?" tanya Kyuhyun yang langsung di jawab dengan anggukan pasti dari Donghae.

"Aku juga tak bisa tidur karena—hiks—aku merindukan mu Kyunnie pabbo!" lanjut Donghae lagi kali ini ia tak bisa menahan isakan tangis nya dan hal itu sukses membuat mata Kyuhyun memanas dan tak lama setelah nya air mata itu turun membasahi pipi putih tersebut.

"Apa kau tak merindukan ku dan Teuki hyung eoh? Aku justru mengira kau sudah—melupakan kami hiks"

Kyuhyun langsung memeluk Donghae mendengar ucapan hyung nya itu. Ia menggelengkan kepala nya berulang kali.

"Aku juga merindukan kalian. Aku tak mungkin melupakan kalian hyungiemianhae" ucap Kyuhyun membuat Donghae membalas pelukan dongsaeng nya itu. Ia memeluk tubuh Kyuhyun begitu erat seakan menyalurkan semua rasa rindu yang sudah bertumpuk selama beberapa hari.

Setelah beberapa saat pelukan itu pun terlepas. Kyuhyun tersenyum begitu pula dengan Donghae. Kyuhyun beralih menatap Leeteuk sambil menggigit bibir bawahnya.

"Mianhae hyung—aku berpikir yang tidak-tidak tentang kalian. Aku—tidak mempercayai kalian" sesal Kyuhyun menyadari kesalahan nya.

Leeteuk tersenyum lalu menangkup wajah Kyuhyun dengan telapak tangan nya dan menatap dalam manic mata coklat Kyuhyun.

"Kau sudah menyadari nya bukan? Apa yang kau pikirkan sama sekali tidak benar. Kami sangat menyayangi mu dan tentu saja selalu mengharapkan kedatangan mu saeng. Kau ingat pembicaraan kita saat jalan-jalan itu bukan?" ucap Leeteuk yang di balas dengan anggukan dari Kyuhyun.

"Tapi—kenapa kau membalikan badan mu saat aku pulang hyung? Kau seperti tak mau melihat ku lagi" ucap Kyuhyun mengutarakan isi hatinya. Ia sedikit terkejut saat Donghae justru tertawa geli begitu pula dengan Leeteuk. Ia mengernyit menatap kedua hyung nya.

"Jadi itu yang membuat mu berpikir begitu, Kyu?" tanya Donghae sambil menggelengkan kepala nya heran. Kyuhyun hanya mengangguk polos, ia tak mengerti.

"Bukan nya Teuki hyung tak mau melihat mu tapi Ia tak mau kau melihat nya menangis. Dia itu cengeng Kyu! Kau tahu? Teuki hyung menangis sesenggukan saat kau pergi—hahaha" cerita Donghae yang di sudahi dengan tawa keras. Kyuhyun menatap Leeteuk dengan tatapan tidak percaya namun hyung nya itu tidak menjawab dan hanya tersipu malu. Kyuhyun menghela nafasnya—ia salah paham!

Leeteuk tertawa kecil lalu ia mulai merengkuh tubuh Kyuhyun ke dalam pelukan nya. Kyuhyun tersenyum lega dan membalas pelukan itu. Tak mau ketinggalan, Donghae ikut memeluk Leeteuk dan Kyuhyun. Mereka hanya terdiam saling menyalurkan rasa rindu dan sayang yang berderu di dalam hati.

"Wonnie hyung~"

Setelah mereka bertiga melepaskan pelukan, Kyuhyun segera berhambur menghampiri Siwon dan memeluknya. Ia sadar sejak tadi hyung nya itu hanya memandangi mereka dalam diam. Siwon tersenyum melihat tingkah Kyuhyun lalu mengelus lembut pucuk kepala dongsaeng nya itu.

"Teuki hyung lihat, uri Kyuhyunie sangat manja pada Siwonnie" cibir Donghae sembari tertawa kecil. Ia masih memeluk Leeteuk.

"Aish Hae hyung, jangan mengejekku. Kau sama saja dengan ku" balas Kyuhyun sembari menjulurkan lidah nya pada Donghae.

"Sudahlah, kalian ini selalu selalu seperti ini. Kita makan saja" lerai Leeteuk sambil mengacak gemas rambut Donghae.

"Makan? Aigoo~ aku sangat lapar!"

Donghae langsung menarik kursi meja makan dan menatap bulgogi yang sudah tersaji di hadapan nya dengan mata berbinar. Kyuhyun pun ikut duduk di depan Donghae.

"Bukankah kau sudah makan, Kyu?" tanya Leeteuk yang menahan tawa geli nya. Kyuhyun menggembungkan pipinya.

"Aku mau makan lagi, apa tidak boleh hyung?" tanya Kyuhyun dengan nada sedih.

"Makanlah yang banyak! Siwonnie, kajja duduk juga"

Leeteuk duduk di sebelah Donghae lalu mengajak Siwon yang masih terdiam di tempat.

"Wonnie hyung, kenapa kau jadi diam begitu?" tanya Kyuhyun heran.

Siwon tersenyum lalu mulai mendudukan dirinya di kursi sebelah Kyuhyun. Mereka pun mulai makan bersama. Kyuhyun makan kembali dengan lahap walaupun sebenarnya ia sudah merasa kenyang. Seperti biasa, suasana makan malam di rumah itu selalu berwarna. Perbincangan seru dan canda tawa menghiasi makan malam mereka.

Siwon memperhatikan Kyuhyun dalam diam. Ia menghela nafas lega melihat wajah dongsaeng nya yang terlihat sangat bahagia.

'Syukurlah, Kyu. Aku sudah mengerti kenapa kau bisa merasa nyaman bahkan sangat menyayangi mereka. Jika aku menjadi diri mu, mungkin aku pun akan merasakan hal yang sama' batin Siwon.

.

.

† TEUKHAEKYU †

Leeteuk dan Siwon tengah duduk bersila di karpet berbulu dan memperhatikan kedua dongsaeng mereka yang sudah terlelap. Kyuhyun tertidur di pangkuan Donghae sedangkan namja pecinta ikan itu duduk bersila di karpet dan menopangkan kepala nya di sofa.

Tangan Leeteuk terjulur dan mengelus lembut surai rambut Donghae lalu beralih ke Kyuhyun. Ia tersenyum geli melihat senyuman di wajah polos kedua nya saat tertidur.

"Gomawo hyung"

Ucapan Siwon membuat Leeteuk menghentikan kegiatan nya dan menatap namja yang duduk di sebelahnya dengan tatapan bertanya. Siwon menunjukan senyuman jokernya lalu mengalihkan tatapan nya kepada Kyuhyun.

"Aku tak pernah melihat nya sesenang ini sejak beberapa tahun yang lalu. Sekarang aku sadar kenapa kalian menjadi sangat berarti bagi nya. Aku bisa melihat kebahagian besar saat Kyunnie bersama kalian, terimakasih karena kalian sudah membuat Kyu bahagia, hyung" cerita Siwon yang kemudian menatap Leeteuk lagi.

Leeteuk tersenyum manis sebelum membalas ucapan Siwon.

"Tidak perlu berterimakasih Wonnie. Kami yang bersyukur karena bisa menemukan dongsaeng seperti Kyu. Bukan hanya dia yang bahagia tapi kami juga" balas Leeteuk tulus. Siwon mengangguk mengerti.

"Maaf, tapi apa keadaan keluarga kalian membaik? Aku bisa melihat pancaran bahagia dari mata nya" ucap Leeteuk lagi.

"Ne hyung. Appa dan umma sudah mengerti dan mulai meluangkan waktu untuk kami. Aku pun berjanji untuk lebih memperhatikan Kyunnie. Aku harap aku bisa membuatnya bahagia juga" ujar Siwon sembari menatap wajah polos Kyuhyun. Hati nya terasa tenang melihat Kyuhyun yang tersenyum seperti itu.

"Tentu saja kau bisa. Hanya terus berada di sampingnya dan itu akan membuatnya bahagia"

"Benarkah?" tanya Siwon sembari menatap Leeteuk mencari kepastian. Leeteuk mengangguk lalu mengelus pucuk kepala Siwon sekilas namun hal itu membuat Siwon terkesiap akan sentuhan lembut itu. Sudut bibirnya mulai terangkat memberikan Leeteuk sebuah senyuman manis.

"Kyunnie sudah menceritakan semuanya tentang kalian. Teuki hyung itu heumm—" Siwon menggantung kalimat nya dan menggaruk kepala nya yang tidak gatal seakan ragu melanjutkan kata-kata nya. Leeteuk menatap Siwon dengan tatapan bertanya.

"—eum, bolehkan aku menganggap mu sebagai hyung ku juga? Mungkin terasa aneh karena kita baru saja bertemu tapi aku juga ingin menganggap orang-orang yang Kyunnie sebut hyung nya juga sebagai saudara ku. Apa boleh?" tanya Siwon gugup bahkan ia sudah menundukan kepala dan memainkan jari-jari tangan nya sendiri.

Leeteuk tersenyum tersenyum geli melihat tingkah namja yang sudah di temui nya dua kali itu. Dalam hati ia seakan bersorak –sepertinya dongsaeng nya akan bertambah satu lagi—

"Sepertinya berlebihan ya hyung? Aish Mianhae, aku—"

GREP

Siwon terkesiap saat Leeteuk merengkuh tubuhnya dan mengelus rambutnya itu. Ia hanya terdiam sembari mengerjapkan mata nya kembali berdesir namun rasanya begitu hangat dan menyenangkan.

"Untuk apa kau meminta izin eoh? Kau sudah menjadi dongsaeng ku juga sejak Kyunnie menceritakan semua tentang mu pada ku Siwonnie" ucap Leeteuk setengah berbisik. Siwon terdiam lalu memejamkan mata nya sesaat.

"Gomawo Teuki hyung" balas nya pelan.

Pelukan itu pun terlepas. Mereka saling melempar senyuman manis yang membuat kedua hati itu merasa tenang.

Selama beberapa saat Siwon pun melakukan perbincangan dengan Leeteuk. Hanya perbincangan ringan bahkan lebih seperti curahan hati seorang Choi Siwon yang menceritakan semua kisahnya pada Leeteuk yang setia mendengarkan. Walaupun cerita itu tak jauh berbeda dengan cerita Kyuhyun, tak ada rasa bosan dalam diri Leeteuk untuk mendengarnya.

"Sudah malam…" gumam Siwon sembari melihat jam tangan yang melingkar di lengan nya. Ia menghela nafas lalu melirik kearah Kyuhyun yang masih tertidur.

"Kau harus pulang?" tanya Leeteuk yang sebenarnya sudah mengerti. Waktu sudah menunjukan pukul 10 malam dan tentu saja mereka harus pulang, ini sudah terlalu malam. Siwon menjawabnya dengan sebuah anggukan.

"Kau bisa menginap di sini jika mau" saran Leeteuk namun Siwon menggelengkan kepala.

"Bukan nya aku menolak, hyung. Tapi aku tak mau Appa dan Umma khawatir jadi kami akan pulang saja" jelas Siwon.

"Arrasso" balas Leeteuk sambil menunjukan senyuman khasnya lalu ia beralih menatap Kyuhyun yang masih terlelap bersama Donghae. Ia menatap wajah polos itu intens. Tak ingin rasanya sosok itu pergi lagi. Ia ingin memandangi wajah Kyuhyun setiap malam dan mendengar suara dongsaeng nya itu setiap saat namun kembali ke logika, ia tidak boleh egois! Kyuhyun memiliki keluarga nya sendiri dan kini dongsaeng nya pun sudah bahagia bersama keluarga yang mulai menghangat.

"Lebih baik tidak usah membangunkan nya. Ia terlalu lelap, aku tak tega membangunkan nya" gumam Leeteuk.

"Apa tidak apa seperti itu, hyung? Ia pasti akan mencari kalian saat terbangun" balas Siwon yang mengerti maksud ucapan Leeteuk.

Leeteuk menganggukan kepala nya tanpa mengalihkan tatapan nya dari Kyuhyun.

"Baiklah hyung, aku akan meminta Jung ahjussi untuk menggendong Kyuhyun ke mobil" ucap Siwon yang mulai berdiri dan beranjak menuju keluar rumah. Ia menuju ke mobil yang masih terparkir di depan rumah tersebut dan memanggil seorang namja dewasa berusia di atas 30 tahun yang menjabat sebagai supir pribadi mereka.

Di dalam rumah, Leeteuk menghela nafas panjang, Tangan kembali terulur untuk menyingkirkan beberapa helai rambut yang menutupi mata Kyuhyun lalu mengecup sayang kening dongsaeng nya itu.

"Tidurlah yang nyenyak uri Kyunnie, selamat malam" bisiknya seakan menjadi ucapan selamat malam.

Siwon kembali bersama dengan Jung ahjussi yang dengan sigap segera menggendong tuan muda kecilnya secara hati-hati agar tidak terbangun. Leeteuk pun mengantarkan mereka sampai depan rumah.

"Kami pulang dulu hyung. Kami pasti akan main lagi" ucap Siwon dengan cengiran di wajahnya.

"Hati-hati ne? Pintu rumah ini selalu terbuka untuk kalian" balas Leeteuk sembari menepuk pundak Siwon.

Siwon pun masuk ke dalam mobilnya setelah memberikan salam pada Leeteuk dan tanpa buang waktu lagi, mobil tersebut mulai melaju pergi. Leeteuk terdiam menatap kepergian mereka hingga sosok mobil itu tak dapat di tangkap oleh pandangan nya lagi. Senyuman manis itu masih terukir dalam wajah Leeteuk. Entahlah walau hanya sebentar, ia sudah cukup senang melihat Kyuhyun juga Siwon.

Udara dingin malam semakin berhembus kencang yang membuat Leeteuk pun bergidik. Ia pun kembali ke dalam rumah yang terasa hangat tersebut.

.

.

Dua orang dewasa tengah duduk di sofa ruang keluarga rumah mereka. Kedua nya tengah menunggu anak-anak mereka pulang ke rumah. Sebenarnya rasa khawatir dan cemas mulai menyelusup dalam hati karena kedua buah hati mereka belum tiba di rumah padahal waktu sudah menunjukan pukul 10 malam.

Hembusan nafas panjang terdengar memenuhi ruangan itu. Tuan Choi masih setia memangku laptop berwarna silver dan seakan berpikir keras untuk mengetikan sesuatu dalam laptop itu sedangkan nyonya Choi hanya terdiam sambil melipat kedua tangan nya di depan dada. Walaupun mereka melakukan 2 aktivitas yang berbeda namun pikiran mereka terfokus pada satu hal. Dimana kedua anak mereka dan kenapa hingga sekarang belum kembali juga?

"Tuan, nyonya…"

Tuan dan Nyonya Choi mengalihkan pandangan nya pada kepala pelayan Han yang sudah hadir di ruangan tersebut dan membungkukan badan nya sebagai salam.

"Ada apa?" tanya Tuan Choi langsung.

"Tuan muda sudah kembali" jawab kepala Han membuat majikan nya itu menghela nafas lega.

Senyuman mulai terukir di wajah Tuan dan nyonya Choi. Tanpa membuang waktu, tuan Choi meletakan laptop nya di meja dan kedua nya bangkit berdiri hendak menghampiri kedua anak mereka yang sepertinya baru memasuki rumah.

"Aigoo, Wonnie ada apa dengan Kyu?! Kenapa—"

"Kyunnie hanya tertidur, umma"

Siwon memotong pertanyaan nyonya Choi yang sudah panik saat melihat anak bungsu nya di gendong oleh seorang pelayan.

"Aku tak tega membangunkan nya jadi aku meminta Jung ahjussi untuk menggendong nya" lanjut Siwon lagi sembari memberikan senyuman manis.

Nyonya Choi menganggukan kepala nya mengerti dan setelah nya, ia melangkahkan kaki nya mengikuti supir Jung menuju kamar Kyuhyun. Siwon menghela nafas nya lalu mengalihkan tatapan nya pada sang Appa yang masih berdiri memperhatikan sosok istri dan anak bungsunya menuju tangga.

"Appa…" panggil Siwon membuat tuan Choi menatap nya dan tersenyum.

"Kenapa baru pulang selarut ini? Kami mengkhawatirkan kalian" ucap tuan Choi jujur.

"Mianhae Appa, aku tak sadar waktu sehingga terlalu larut" sesal Siwon sambil mengelus tengkuk nya. Tuan Choi hanya menganggukan kepala nya mengerti, sebenarnya ia ingin memarahi kedua nya karena pulang terlalu larut tapi melihat wajah senang Siwon dan Kyuhyun yang tertidur pulas, ia seakan melupakan amarahnya.

"Istirahatlah" ucap tuan Choi sambil mengelus lembut rambut sang anak.

"Ah—eum Appa, ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua" ucap Siwon dengan nada pelan membuat tuan Choi menaikan alisnya.

"Kami?"

"Ne, ada yang ingin Wonnie bicarakan dengan Appa dan Umma. Apa boleh?" ulang Siwon lagi.

"Sekarang? Apa tidak bisa besok saja? Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya tuan Choi penasaran dengan tatapan penuh selidik membuat Siwon sedikit salah tingkah.

Siwon terdiam sesaat. Ia tengah mencari kata-kata yang tepat untuk di sampaikan. Ia masih ragu untuk menyampaikan nya tapi lebih baik hal ini di bicarakan secepatnya. Melihat Siwon yang hanya terdiam dan manic mata nya terlihat tak tenang, tuan Choi mulai merangkul pundak anaknya itu.

"Kita bicarakan di dalam. Kita tunggu umma baru kau ceritakan apa yang ingin kau sampaikan pada kami" ucap tuan Choi membuat Siwon mengukir senyum jokernya. Mereka berdua pun melangkahkan kaki nya kembali ke ruangan santai rumah tersebut.

.

.

.

† TEUKHAEKYU †

"Aku pullaang~"

Suara riang itu langsung menyelimuti sebuah rumah yang terlihat sepi. Anak laki-laki yang baru saja memasuki rumah nya dengan senyuman lebar itu langsung meletakan ransel sekolah nya begitu saja di atas sofa dan ia segera menggendong anjing kesayangan yang sudah menghampirinya dengan ekor berkibas lucu.

"Bagaimana kabar mu bada-ya? Apa kau menjaga Teuki hyung dengan baik? Hari ini aku izin tak ikut futsal lagi" curahan hati sang majikan kepada peliharaan nya yang terlihat tengah menjilati tangan majikan nya dengan sayang.

"Kau sudah pulang, Hae-ya?"

Donghae langsung menolehkan kepala nya dan mendapatkan sosok Leeteuk yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang masih terlampir di pundak kanan nya. Donghae segera menghampiri Leeteuk.

"Bagaimana keadaan mu, hyung? Sudah tak demam kan?" tanya Donghae dengan nada sangat khawatir.

Tentu saja khawatir, kemarin malam Leeteuk tiba-tiba pingsan sesaat namja itu pulang ke rumah setelah bekerja. Ia mengalami demam tinggi dan menyebabkan hari ini tak bisa masuk sekolah. Untunglah dokter hanya mengatakan bahwa hyung nya itu hanya mengalami kelelahan.

"Aku sudah baikan" ucap Leeteuk sambil tersenyum lembut dan mengelus pucuk kepala Donghae.

"Benarkah?"

Donghae menjulurkan tangan nya dan meraba kening Leeteuk. Masih terasa hangat namun tak sepanas semalam.

"Kau harus banyak istirahat, hyung. Aku tak mau kau sakit dan pingsan seperti kemarin. Kau membuat ku takut" ujar Donghae sembari mengerucutkan bibirnya. Leeteuk hanya tertawa kecil lalu mengangguk.

"Mandilah. Aku akan masakan makan malam" ucap Leeteuk yang menyerahkan handuk kepada Donghae.

"Biar aku saja yang memasak. Hyung tidur saja" cegah Donghae.

"Memang kau bisa memasak?"

"Eh? A-ah itu jika hanya ramyeon aku bisa hyung—hehe"

"Dan aku belum boleh makan makanan instan seperti itu, ingat?"

Donghae menghela nafas panjang dan memasang wajah bersalah bercampur khawatir. Ia memang tak bisa memasak. Sepertinya lain kali ia harus belajar memasak setidaknya satu masakan yang menyehatkan agar ia bisa tanggap jika ada kondisi seperti ini. Leeteuk tersenyum geli melihat ekspresi dongsaeng nya.

"Sudahlah. Aku sudah baikan dan aku masih mampu memasak makan malam untuk kita. Sudah sana mandi!"

Leeteuk sedikit mendorong Donghae ke dalam kamar mandi lalu menutup pintu itu sebelum Donghae membalas ucapan nya. Setelah nya ia melangkahkan kaki menuju dapur dan mulai menyiapkan masakan yang simpel namun enak dan sehat bagi dirinya dan Donghae.

Setengah jam waktu yang Leeteuk butuhkan untuk menyajikan 2 piring berisi kimchi bbokeumbbop atau nasi goreng kimchi yang masih mengepulkan asapnya. Leeteuk sudah tak sabar mencicipi masakan nya sendiri, jujur ia merasa sangat lapar saat ini. Mungkin pengaruh obat yang membuat nafsu makan nya pun bertambah.

Leeteuk mengedarkan pandangan nya ke setiap sudut rumah mencari sosok sang dongsaeng yang sekitar 10 menit yang lalu telah menyelesaikan acara mandi nya. Ia tersenyum saat melihat Donghae duduk di lantai dan menghadap kearah jendela sambil memainkan bulu bada di pangkuan nya.

"Hae-ya…" panggil Leeteuk membuat Donghae menoleh.

Donghae mendongakan wajah nya untuk melihat Leeteuk yang sudah berdiri di sampingnya. Ia tersenyum lebar.

"Sudah selesai hyung?" tanya Donghae.

"Ne. Apa yang kau lakukan?"

Donghae menggeleng namun ia mengalihkan tatapan nya kembali ke luar rumah dan memperhatikan rintikan hujan yang mulai mengguyur sekitar wilayah itu.

"Hujan" gumam Donghae.

Leeteuk terdiam sesaat sebelum tersenyum tipis. Ia tahu dongsaeng nya tak terlalu menyukai hujan karena akan mengingatkan Donghae akan kecelakaan orang tua nya beberapa tahun yang lalu. Leeteuk mengulurkan tangan nya mengelus rambut Donghae lembut.

"Aku—ingat saat menunggu mu bersama Kyunnie saat hujan seperti ini. Aku menceritakan semua nya saat itu dan kami tertawa setelah nya" cerita Donghae membuat Leeteuk sedikit terkesiap. Jadi Donghae tak sedih karena mengingat kecelakaan itu tapi justru karena Kyuhyun?

"Kemarin ia tak datang kemari, hyung" tambah Donghae lagi.

"Tidak mungkin Kyunnie datang setiap hari Hae. Ia pasti sibuk dengan sekolah nya juga" balas Leeteuk membuat Donghae mengangguk mengerti.

"Kajja kita makan sekarang. Tidak enak jika sudah dingin"

Leeteuk menggandeng tangan Donghae dan membuat Donghae berdiri dan menurunkan bada dari gendongan nya setelah nya ia mengikuti Leeteuk yang menuntunnya menuju meja makan.

Donghae segera mencuci peralatan makan setelah mereka menyelesaikan acara makan nya. Leeteuk masih setia duduk di kursi meja makan dan mendengarkan Donghae yang bercerita mengenai semua yang ia alami selama di sekolah sembari mencuci. Terkadang Leeteuk akan tertawa dan memberikan saran-saran ketika Donghae menceritakan beberapa masalah di sekolah nya.

Tok… Tok…

Suara ketukan pintu itu menginterupsi perbincangan seru Leeteuk dan Donghae. Kedua nya sontak menoleh kearah pintu dengan kernyitan bingung. Siapa yang bertamu malam-malam di saat hujan seperti ini? Mereka saling melempar tatapan bingung.

Tok… Tok… Tok…

Donghae menyelesaikan acara mencucinya saat ketukan itu kembali terdengar. Donghae pun segera berlari mendahului Leeteuk yang baru saja bangkit dari kursinya menuju pintu untuk melihat siapa yang mengetuk pintu.

"Sebentar! Sia—"

"Hyungg~~"

Donghae hampir terjengkang ke belakang jika tidak ada Leeteuk yang menahan nya saat pintu terbuka dan Kyuhyun langsung menerjang memeluknya begitu erat. Donghae hanya mengerjapkan mata nya bingung dan terdiam menstabilkan jantung nya yang berdegub sangat cepat karena terkaget seperti itu. Sedangkan Leeteuk hanya menggelengkan kepala nya.

"Bogoshipoyo~" pekik Kyuhyun dengan nada senang.

"Ya Kyu! Kau mau aku mati karena kaget eoh?!" sentak Donghae kesal sembari memberikan sebuah jitakan kecil di pucuk kepala Kyuhyun membuat namja itu mengerucutkan bibirnya.

"Appo! Huh aku kan hanya ingin memberi kejutan" gumam Kyuhyun yang mulai melepaskan pelukan nya dan menunjukan wajah kesalnya pada Donghae. Namun tak bertahan lama karena setelah nya Kyuhyun mulai menyengir lebar dan beralih memeluk Leeteuk yang masih berdiri di belakang Donghae.

"Teuki hyung~ bogoshipo" ucap Kyuhyun.

"Nado saengie"

Leeteuk hanya tersenyum sambil membalas pelukan Kyuhyun dan mengelus rambut dongsaeng nya itu lembut. Ia mengalihkan tatapan nya saat melihat Siwon dan dua orang dewasa baru saja memasuki pagar rumah mereka.

"Annyeong, Teuki hyung, Hae-ah" sapa Siwon sambil menunjukan senyum joker nya.

"Heyo Wonnie, kau juga datang!" balas Donghae dengan cengiran nya membuat Siwon tertawa kecil.

Leeteuk dan Donghae mulai menatap kedua orang yang berdiri di belakang Siwon yang sedaritadi memberikan senyuman pada mereka. Leeteuk melirik kearah Siwon meminta namja itu mengenalkan.

"Ah, kenalkan Hyung, Hae.. Ini Appa dan Umma kami"

"Ne hyungie, mereka orang tua Kyunnie~"

Leeteuk dan Donghae sedikit terkesiap mendengar hal itu, walaupun mereka sudah bisa menebak tapi tetap saja mengejutkan melihat sosok seorang pengusaha yang cukup terkenal dan sering menghiasi majalah bisnis berada di hadapan mereka saat ini.

"Annyeonghasimnika. Leeteuk imnida dan ini dongsaeng saya, Lee Donghae" ucap Leeteuk sopan sembari membungkukan badan nya setelah ia melepaskan pelukan Kyuhyun. Donghae pun hanya tersenyum dan ikut membungkukan badan nya sebagai salam.

"Jadi kalian yang bernama Leeteuk dan Donghae. Senang bisa bertemu dengan kalian" ucap nyonya Choi dengan nada begitu lembut.

"Hyung!" pekik Kyuhyun membuat semua nya teralih menatap nya. Sedangkan Kyuhyun menatap Leeteuk dengan tatapan khawatir membuat Leeteuk mengernyit bingung.

"Waeyo?" tanya Leeteuk.

"Tubuh mu hangat. Apa kau sakit?" tanya Kyuhyun penasaran. Raut wajah nya seketika berubah menjadi panik dan khawatir. Seperti nya ia baru sadar jika suhu tubuh Leeteuk sedikit hangat saat namja itu memegang tangan hyung nya.

"Ne Kyunnie, Teuki hyung kemarin ping—emmm"

"Aku baik-baik saja, Kyu. Hanya sedikit tak enak badan"

Leeteuk langsung membekap mulut Donghae yang ingin menceritakan bahwa diri nya pingsan kemarin. Ia menyengir lebar namun hal itu membuat Kyuhyun memberikan tatapan tajam dan menyelidik pada Leeteuk. Ia tak mungkin memberitahu Kyuhyun jika ia pingsan, ia tak ingin membuat dongsaeng nya semakin khawatir.

"Hae hyung, apa yang ingin kau katakan? Kau mencurigakan Teuki hyung" desis Kyuhyun yang membuat Leeteuk salah tingkah.

"Apa kau benar-benar sakit, Leeteukie?"

Pertanyaan lembut itu membuat Leeteuk menatap nyonya Choi. Ia terdiam sesaat memperhatikan setiap lekukan di wajah yeoja paruh baya yang masih terlihat cantik itu. Kulit wajah yang terlihat seputih susu, tak ada kerutan walau usia nya sudah tak muda lagi, garis kelembutan dan kehangatan pun terpancar dari wajah itu menambah innerbeauty dari sosok nyonya Choi. Leeteuk mengulas senyuman manis nya andalan nya membalas tatapan dari nyonya Choi.

"Gwenchana, saya hanya terlalu lelah dan kurang tidur sehingga kondisi sedikit turun" ujar Leeteuk.

"Kau harus banyak istirahat, hyungie" balas Siwon yang terlihat khawatir juga.

Leeteuk menganggukan kepala nya dan mulai menyadari sesuatu yang menurutnya bodoh, kenapa ia tak mempersilahkan tamu nya itu untuk masuk dan justru melakukan perbincangan di depan pintu? Aish sangat tak sopan. Leeteuk merutuki kebodohan nya di dalam hati.

"Ah, mari silahkan masuk Ahjussi, ahjumma" ajak Leeteuk yang mulai sedikit menggeser tubuhnya dari ambang pintu untuk memberikan jalan.

Tuan dan nyonya Choi tersenyum dan mulai melangkahkan kaki nya masuk ke dalam rumah sederhana itu.

"Kami membawa beberapa kue. Kita bisa makan bersama" ucap Siwon sambil menunjukan sekantung besar plastic berisi penuh makanan itu.

"Jinja? Kajja Wonnie, ikut aku ke dapur" ajak Donghae senang yang langsung menarik tangan Siwon yang mau tak mau mengikuti langkah namja yang berbeda beberapa bulan dari nya itu.

"Kyu? Ayo masuk"

Leeteuk mengernyit bingung saat Kyuhyun masih terdiam dengan tatapan sulit di artikan.

"Waeyo eum?" tanya Leeteuk lagi saat tak ada balasan dari Kyuhyun yang justru menundukan kepala nya. Leeteuk membelai rambut nya lembut.

"Hyung…"

"Eum?"

"Ku mohon—eum… Mianhae, kau sakit dan aku justru tak bisa menemani mu. Ku mohon jaga kesehatan mu, aku jadi sangat khawatir. Aku—"

Ucapan Kyuhyun terhenti saat Leeteuk kembali memeluk nya sekilas dan memberikan kecupan hangat di kening dongsaeng nya itu.

"Mianhae membuat mu khawatir. Hyung janji akan menjaga kesehatan, jadi Kyunnie tak perlu sedih lagi, arrachi?" ucap Leeteuk dengan senyuman yang menenangkan nya. Kyuhyun pun tersenyum dan mengangguk dan akhirnya ia mengikuti Leeteuk yang menggandengnya memasuki rumah itu.

Tanpa mereka sadari, ada dua orang yang tengah memperhatikan kedua nya dengan tatapan intens namun setelah nya mereka tersenyum lembut melihat Kyuhyun yang tersenyum dan terlihat sangat senang bersama dengan Leeteuk.

.

Tuan dan Nyonya Choi terduduk di sofa sambil memperhatikan Donghae dan Siwon yang baru saja datang dengan membawa makanan dan minuman. Leeteuk duduk di kursi meja makan yang ia pindahkan ke ruang tengah. Kyuhyun hanya berdiri di belakang Leeteuk dan melingkarkan tangan nya ke leher Leeteuk, terlihat begitu manja pada hyung nya itu.

"Kyu, jangan seperti itu. Kasihan Leeteuk, kemarilah dan duduk di sini" panggil sang umma sambil menepuk sofa kosong di sebelahnya.

Kyuhyun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya membuat Leeteuk tersenyum geli.

"Tak apa ahjumma" ucap Leeteuk menenangkan nyonya Choi yang terlihat tak enak pada dirinya karena kelakuan sang anak.

"Aku hanya merindukan Teuki hyung" ucap Kyuhyun pelan lalu menyengir.

"Berarti kau tak merindukan ku?" tanya Donghae sambil mengerucutkan bibirnya. Melihat itu Kyuhyun tertawa di dalam hati.

"Apa kau lupa apa yang kau lakukan padaku saat 2 hari yang lalu aku kemari hyung? Aku masih trauma dengan mu" cibir Kyuhyun.

"Ya! Aku kan hanya bercanda Kyunnie" elak Donghae. Ia mendudukan diri nya di karpet berbulu dengan kasar.

"Ti—dak!" ucap Kyuhyun penuh penekanan lalu tertawa kecil dari balik bahu Leeteuk membuat Donghae semakin menekuk wajahnya. Leeteuk hanya terdiam sembari menggelengkan kepala nya.

"Tenang Hae, aku yang merindukan mu. Adil kan?" ucap Siwon yang ternyata ikut duduk di karpet sebelah Donghae dan merangkul namja itu.

"Benarkah Wonnie?" tanya Donghae dengan mata berbinar. Siwon hanya menganggukan kepala nya.

"Ah Wonnie memang baik. Lihat Kyu, kakak mu lebih baik daripada kau" ujar Donghae sambil menjulurkan lidahnya meledek Kyuhyun.

"Baiklah, berarti mulai hari ini aku bukan dongsaeng mu lagi hyung. Kau dengan Wonnie hyung saja dan Leeteuk hyung akan menjadi milik ku"

"Mwo?! Mana bisa begitu?"

"Kau kan jahat dan kau lebih sayang pada Wonnie hyung"

"Aku tak bilang begitu!"

"Aku tak peduli!"

"Andwae! Ya Kyunnie~"

Leeteuk, Siwon dan Kyuhyun tertawa melihat wajah Donghae yang memelas. Leeteuk menyentil pelan kening Kyuhyun karena keusilan dongsaeng nya itu sedangkan Siwon hanya menepuk-nepuk pundak Donghae yang masih kesal.

Tanpa mereka sadari, tuan dan nyonya Choi hanya terdiam memperhatikan keempatnya terus berbincang bahkan saling mengejek. Mereka saling melempar pandangan satu sama lain lalu tersenyum mantap.

"Maaf kami hanya bisa menyediakan minum ini, ahjussi ahjumma" ucap Leeteuk sopan memecah keheningan yang sudah terjadi. Ia sedikit meringis karena melihat hanya ada sirup dingin berwarna merah yang di hidangkan untuk menyambut tamu yang menurutnya terhormat itu.

"Tenang saja Leeteuk-ah. Kami sudah sangat senang akhirnya kami bisa melihat kalian juga" ucap umma Choi sambil tersenyum.

"Appa dan umma sangat ingin bertemu dengan mu dan Hae hyung" timpal Kyuhyun setengah berbisik pada Leeteuk yang di balas dengan anggukan kepala dari Leeteuk.

"Ne kami sangat ingin bertemu kalian. Kami ingin mengucapkan rasa terimakasih karena telah menjaga dan merawat uri Kyuhyunnie dengan baik selama berada di sini" ucap tuan Choi yang akhirnya membuka suara nya. Wajah tegasnya tak terlalu menyeramkan jika senyuman terpantri di wajah itu.

"Ah, gwenchana ahjussi. Kami sama sekali tak merasa kerepotan. Kami justru senang bisa bertemu dengan Kyuhyun dan bisa tinggal bersama dengan nya" jujur Leeteuk yang entah mengapa membuat Kyuhyun mengeratkan pelukan nya pada leher itu dan menyenderkan wajahnya di bahu kiri Leeteuk.

Setelahnya mereka berbincang beberapa saat. Tuan dan nyonya Choi pun terlihat sudah terbiasa berbincang dengan Leeteuk. Mereka pun menanyakan beberapa hal baik hal yang terlihat biasa dan sedikit pribadi.

Siwon dan Donghae yang tidak terlalu menanggapi pembicaraan mereka hanya berbincang sendiri sambil memakan beberapa kue yang di bawa oleh keluarga Choi itu. Kyuhyun pun sudah bergabung dengan kedua nya dan asyik bercanda bersama membiarkan kedua orang tua nya asyik berbicara dengan Leeteuk.

Tak terasa malam semakin larut. Perbincangan mereka terlihat begitu asyi hingga tak terasa waktu telah menunjukan pukul 9 malam. Walaupun besok adalah weekend, keluarga Choi tidak mungkin pulang lebih larut lagi. Perjalanan dari Sinchon menuju Gangnam menempuh kurang lebih 1 jam lama nya dengan mobil.

"Hyung, besok adalah hari kompetisi game itu. Apa kalian mau menemani ku?" tanya Kyuhyun pada Leeteuk dan Donghae yang menatap nya.

"Aigoo. Aku hampir melupakan itu! Pasti Kyunnie, kalau kau menang kau harus ingat janji mu pada ku!" jawab Donghae dengan cengiran lebarnya.

"Mwo?! Kau saja tak menepati janji mu untuk menemani ku bermain hyung" balas Kyuhyun yang membuat Donghae hanya mengelus tengkuk nya. Kyuhyun tertawa kecil melihat tingkah hyung nya itu.

"Tenang Hae hyung, aku pasti akan menepati janji ku" ucap Kyuhyun lagi membuat Donghae tersenyum senang.

"Ehem.."

Dehaman tuan Choi membuat semua nya terdiam dan menatap namja paruh baya itu dengan tatapan bertanya kecuali nyonya Choi yang duduk di sebelah tuan Choi dengan senyuman lembut.

"Ada yang ingin kami sampaikan pada Leeteuk dan Donghae" ucap tuan Choi dengan senyuman tipis namun mampu membuat Leeteuk dan Donghae saling berpandangan dan menatap namja itu lagi dengan tatapan bingung.

"Kyuhyun dan Siwon sering menceritakan kalian pada kami. Sedikit banyak kami sudah mengetahui bagaimana kalian dan hari ini kami benar-benar mengetahui bagaimana sikap dan kehidupan kalian. Kami sangat senang bisa bertemu dan berbincang bersama, Leeteuk-ah dan Donghae" cerita tuan Choi. Leeteuk dan Donghae hanya terdiam dan sesekali menganggukan kepala nya sebagai tanda bahwa mereka memperhatikan.

Siwon dan Kyuhyun pun ikut terdiam. Mereka sudah tahu apa yang hendak di ucapkan sang Appa. Kyuhyun tersenyum geli memperhatikan wajah kedua hyung nya itu yang terlihat lucu dan polos mendengarkan ucapan Appa nya.

Tuan Choi melirik kearah Siwon dan Kyuhyun yang sudah menganggukan kepala nya mantap dengan tatapan memohon akan sesuatu hal bahkan Kyuhyun sudah menangkupkan tangan nya di depan dada dan menggigit bibir bawahnya. Leeteuk dan Donghae hanya bisa mengernyit bingung, sama sekali tak mengerti ada apa. Tuan Choi kembali melirik sang istri yang setia berada di samping nya. Nyonya Choi tersenyum menenangkan lalu menggenggam tangan tuan Choi untuk memberikan keyakinan.

"Apa kalian berdua mau tinggal bersama kami?"

Tuan Choi kembali membuka suara nya dan menatap Leeteuk dan Donghae dengan tatapan dalam. Namun ucapan itu semakin membuat kedua nya bingung. Donghae mengalihkan tatapan nya kepada Leeteuk begitu pula dengan hyung nya itu. Mereka saling melempar tatapan tidak mengerti.

"Maksud ahjussi apa?" tanya Leeteuk.

"Kami ingin mengangkat kalian sebagai anak kami, sebagai bagian baru dari keluarga Choi dan tinggal bersama kami. Apa kalian bersedia?"

DEG

Leeteuk dan Donghae membulatkan mata nya mendengar ucapan nyonya Choi yang terkesan pelan dan lembut itu. Bibir kedua nya terkatup dan tak bisa mengeluarkan suara sedikit pun. Apa mereka salah dengar? Tinggal bersama? Menjadi bagian baru dari keluarga—Choi?

Oh Tuhan… Apa ini mimpi?

Kyuhyun menatap Leeteuk dan Donghae dengan tatapan cemas dan khawatir karena kedua hyung nya itu hanya terdiam dan tak merespon sedikit pun.

2 hari yang lalu Siwon sudah menceritakan semua hal tentang Leeteuk dan Donghae dan kemarin ia juga Kyuhyun meminta kepada orang tua mereka agar Leeteuk dan Donghae bisa tinggal bersama mereka. Awalnya tuan dan nyonya Choi tak menerima. Mereka tak mengenal asal usul dari 2 anak yang di ceritakan buah hati nya. Namun melihat tatapan memelas dan sedih dari Kyuhyun juga Siwon membuat mereka memutuskan berkunjung dan menemui Leeteuk-Donghae sebelum memberikan keputusan final.

Setelah melihat dan berbincang bersama Leeteuk dan Donghae akhirnya mereka memutuskan untuk mengabulkan permintaan kedua anaknya. Sepertinya mereka juga senang melihat Leeteuk dan Donghae apalagi melihat keceriaan di wajah Siwon terutama Kyuhyun saat berada bersama kedua nya.

Bingung...

Tak percaya….

Itulah yang melayang-layang di pikiran Leeteuk dan Donghae saat ini. Melihat raut bingung namun terlihat kosong itu membuat nyonya Choi menghampiri Leeteuk dan Donghae yang duduk di karpe. Ia berlutut di depan kedua nya sambil tersenyum lembut.

"Kalian tak harus menjawab sekarang. Pikirkan lah baik-baik" ucap nyonya Choi sembari mengelus lembut surai rambut Leeteuk dan Donghae bergantian membuat hati kedua nya berdesir. Ini pertama kali nya ada yeoja yang bersikap seperti ini pada mereka dan seketika sosok umma Lee mulai muncul dalam pikiran mereka.

Leeteuk dan Donghae hanya menundukan kepala nya. Tak tahu harus memberikan respon apa. Di satu sisi mereka merasa aneh untuk menjadi bagian dari keluarga Choi, mempunyai Appa dan umma baru setelah hidup sendiri selama 2 tahun dan di sisi lain… Hey, siapa yang tak ingin menjadi anak dari pengusaha terkenal yang menguasai beberapa factor di pasaran Korea? Namun bukan itu yang di pikirkan oleh kedua nya. Kyuhyun! Ya, pikiran mereka juga tertuju pada dongsaeng mereka itu. Tentu mereka akan sangat senang jika bisa tinggal serumah kembali dengan Kyuhyun apalagi di tambah dengan Siwon—Ah itu pasti sangat menyenangkan. Lalu apa lagi yang harus di pikirkan? Entahlah, mereka masih terlihat syok dan tak tahu harus mengeluarkan kata seperti apa.

Tanpa mereka sadari, ada sebuah tatapan kecewa yang di tunjukan Kyuhyun. Ia sedikit bingung kenapa kedua orang yang sudah ia anggap sebagai hyung kandung nya sendiri tak merespon kabar gembira itu dan justru menundukan kepala nya. Apa mereka tak senang?

Kyuhyun menoleh saat merasakan sebuah tangan merangkul bahu nya. Ia menatap Siwon dengan tatapan sedih namun hyung nya itu tersenyum tipis seakan menghibur sang dongsaeng.

"Mi—Mianhae. Kami tak bisa menjawabnya sekarang. Tolong beri kami waktu untuk memikirkan nya, apa boleh?"

Leeteuk membuka suara untuk pertama kali setelah keterkejutan nya. Ia menatap nyonya dan tuan Choi dengan tatapan bertanya. Donghae yang terdiam hanya menggeser posisi duduknya lebih mendekat pada Leeteuk dan mulai menggenggam tangan hyung nya itu.

"Tentu saja. Kami akan menunggu jawaban kalian" jawab nyonya Choi masih dengan senyuman nya membuat Leeteuk mengulas senyuman tipis untuk membalasnya.

"Baiklah. Ini sudah terlalu larut. Sebaiknya kita pulang sekarang" ucap tuan Choi yang mulai bangkit berdiri dari sofa.

Mereka semua pun ikut berdiri tanpa di perintah.

"Kami pulang dulu. Jaga diri kalian" ucap tuan Choi lagi.

"Ne. Kamsahamnida ahjussi, ahjumma sudah mau jauh-jauh mengunjungi kami" ucap Leeteuk sembari membungkukan badan nya sebagai salam, Donghae pun mengikuti dalam kebisuan. Ia masih belum mau membuka suara nya.

Tuan Choi menepuk bahu kedua nya sebelum melangkahkan kaki nya dan nyonya Choi memeluk Leeteuk dan Donghae sekilas lalu menyusul tuan Choi keluar dari rumah itu. Siwon menatap Leeteuk, Donghae dan Kyuhyun secara bergantian. Ia menghela nafasnya saat merasakan suasana canggung yang terjadi saat ini. Ia melangkahkan kakinya tanpa mengajak Kyuhyun yang seperti nya masih ingin berada di tempatnya tersebut.

"Teuki hyung, Hae-ya. Aku pulang dulu ya. Selamat malam" ucap Siwon yang di balas dengan anggukan dan senyuman tipis dari Leeteuk dan Donghae.

"Kyu, hyung tunggu di mobil"

Siwon pun keluar dari rumah itu setelah berucap pada Kyuhyun yang masih terdiam di tempat. Kyuhyun menghela nafas panjang setelah Siwon keluar dan meninggalkan ketiga nya saat ini. Ia menatap Leeteuk dan Donghae yang menatap kearah lain.

"Hyung…" panggil Kyuhyun yang membuat Leeteuk dan Donghae reflek menoleh dan menatapnya.

"Mi—anhae Kyu. Kami—"

"Aku yang harusnya minta maaf hyung. Aku meminta yang macam-macam. Aku hanya ingin tinggal bersama kalian karena aku sangat menyayangi kalian. Aku ingat semua ucapan Teuki hyung waktu itu tapi untuk kali ini aku ingin egois agar kita bisa hidup bersama sebelum kita berpisah saat dewasa nanti" ucap Kyuhyun panjang lebar memotong ucapan Leeteuk.

"Kyunnie"

Donghae yang sedaritadi diam akhirnya mengeluarkan sebuah gumaman dan ia pun menghampiri Kyuhyun. Ia memeluknya dengan sangat erat. Kyuhyun hanya terdiam dan mengusap punggung Donghae perlahan.

"Aku membuatmu menangis Hae hyungmianhae" sesal Kyuhyun saat merasakan sesuatu yang basah mengenai leher nya dan bisa ia pastikan hyung nya itu sudah menangis saat ini. Donghae hanya menggelengkan kepala nya.

"Mau kita tersatu dalam sebuah keluarga atau tidak, kita tetap saudara bukan?" ucap Kyuhyun dengan tatapan tertuju pada Leeteuk.

Leeteuk pun menghampiri Kyuhyun. Ia tersenyum lembut lalu menganggukan kepala nya. Tangan nya terjulur, mengelus rambut Kyuhyun.

"Tentu saja saengie" ucap Leeteuk membuat Kyuhyun tersenyum. Walaupun dalam hati ia sangat mengharapkan Leeteuk dan Donghae segera menerima tawaran kedua orang tua nya tapi seperti ini juga sudah cukup. Setidaknya mereka akan selalu jadi saudara apapun yang terjadi.

"Aku harus segera pulang, hyung" ucap Kyuhyun membuat Donghae melepaskan pelukan nya. Donghae menghapus air mata nya dengan kasar lalu mulai menunjukan senyuman nya pada Kyuhyun.

"Hati-hati Kyunnie" ucapnya. Kyuhyun mengangguk.

"Aku pulang, hyung. Aku akan menunggu kalian besok di kompetisi ku. Selamat malam Teuki hyung, Hae hyung"

Kyuhyun memeluk kedua nya kembali singkat lalu melangkahkan kaki nya keluar dari rumah meninggalkan Leeteuk dan Donghae yang terdiam di tempat memandangi sosok dongsaeng mereka yang mulai menghilang dari balik pintu itu.

Donghae mengalihkan tatapan nya setelah beberapa saat menuju Leeteuk yang berada di sebelahnya. Ia berusaha menyelusuri dan menebak keadaan dari hyung nya itu.

"Teuki hyungotthoke?"

.

.

.

† TEUKHAEKYU †

Angin berhembus cukup kencang membuat beberapa helai daun terlepas dari rantingnya dan ikut terbang mengikuti arah angin. Awan putih pun terlihat bergerak cepat di langit biru, sedikit menutupi sang mentari sehingga cahaya yang di pancarkan tak terlalu panas dan terik. Suasana yang cukup sejuk dan teduh sangat terasa hari ini.

"Hyung…" panggil Donghae yang sedaritadi sibuk memperhatikan kegiatan Leeteuk.

Tak ada respon…

Leeteuk hanya terdiam sambil terus menyusun beberapa benda yang mereka bawa. Donghae menghela nafasnya karena lagi-lagi ia tak mendapat jawaban.

"Apa tak apa jika seperti ini? Kyuhyun pasti sudah menunggu kita sejak tadi. Dan aku yakin kompetisi nya akan segera berakhir. Kita ha—"

"Apa kau tak ingin memberikan hormat pada Appa dan Umma, Hae-ya?" ucap Leeteuk tanpa menoleh untuk menatap dongsaeng nya itu. Ia hanya menatap lurus terfokus pada 2 batu nisan yang ada di hadapan mereka saat ini. Setelah meletakan bunga dan beberapa barang di depan batu nisan itu, Leeteuk mulai berlutut beralaskan rumput hijau yang terlihat tebal dan empuk.

Donghae tak berniat melanjutkan kata-kata yang sempat di potong hyung nya itu. Ia mulai mendekat ke makam kedua orang tua nya dan berlutut di sebelah Leeteuk. Tanpa membuang waktu, kedua nya pun memberikan salam dan hormat. Beberapa kali mereka sujud memberikan penghormatan dan akhirnya mereka berlutut sembari menelungkupnya tangan di depan dada dan berdoa masing-masing di dalam hati.

Donghae tersenyum saat memejamkan matanya dan seakan sosok kedua orang tuanya itu muncul dan tersenyum lembut pada nya. Ia menjadi lebih tenang saat ini. Setelah puas dengan semua doa beserta seluruh curahan hatinya tersampaikan, Donghae membuka matanya dan mendapati Leeteuk yang tengah membersihkan beberapa helai daun yang mengotori nisan sang umma. Beberapa kali Leeteuk mengelus nisan itu bahkan ia memberikan kecupan pada nisan berwarna putih bercorak ukiran tulisan berwarna hitam yang masih sangat terawat.

"Hyung…" panggil Donghae.

Kali ini, Leeteuk menoleh dan tersenyum membalas panggilan dongsaeng kesayangan nya itu. Perasaan nya sudah tenang dan ia yakin dengan apa yang menjadi keputusan mereka setelah ini.

"Apa kau yakin ini keputusan yang terbaik?" tanya Donghae dengan raut penasaran namun ada sebuah senyuman tipis di wajahnya.

"Ne, aku sudah yakin Hae" jawab Leeteuk membuat senyuman di bibir Donghae melebar.

"Aku bisa memastikan bahwa Kyuhyun akan marah besar pada kita hari ini, hyung"

"Biarkan saja. Wajahnya pasti akan lucu saat marah—haha"

Kedua nya pun terduduk santai di rumput itu. Tatapan mereka memandang batu nisan dengan senyuman puas dan lega. Angin berhembus cukup kencang di area pemakaman umum itu. Memainkan helai rambut Leeteuk dan Donghae yang tengah menatap hamparan langit luas di atas mereka menikmati ketenangan dan angin sejuk itu.

.

.

Dengan langkah gontai seorang anak laki-laki keluar dari hall 'Seoul Art Center'. Ia menundukan kepala nya dan terlihat begitu sedih, sangat kontras dengan anak-anak lain yang mungkin sebaya dengan nya yang keluar dengan wajah gembira juga senang walau mereka tak mampu membawa pulang kemenangan.

Ya, hari ini adalah Seoul Competition Game yang diadakan di Seoul Art Center. Pertandingan itu hanya di lakukan satu hari dari pagi hingga sore hari ini. Langit sudah terlihat memerah saat anak itu keluar dari gedung besar tersebut.

"Kyu~!"

Kyuhyun menghentikan langkahnya saat mendengar nama nya di panggil seseorang. Dengan malas ia membalikkan badan nya untuk bertatap muka dengan anak yang juga menjadi saingan nya beberapa jam yang lalu.

"Wae?" tanya Kyuhyun dingin pada Changmin. Senyuman yang mirip cengiran di bibir Changmin itu pun langsung pudar mendengar balasan dari panggilan nya.

"Ya! Ekspresi apa itu?" decak kesal Changmin yang melihat tatapan datar bercampur sedih di wajah teman sekaligus rivalnya itu. Kyuhyun hanya menggedikan bahu nya dan berniat melanjutkan langkahnya yang tertunda menuju keluarga yang menanti nya di luar gedung.

"Ya Kyu, tunggu aku!"

Changmin pun melangkah seiringan dengan Kyuhyun. Langkah yang begitu pendek dan pelan membuat Changmin merasa jengah.

"Kau ini kenapa sih? Kau sudah berhasil memenangkan kompetisi ini! Aku juga sudah mengakui mu sekarang bahkan Kibum hyung sudah berhasil kau kalahkan. Kenapa kau justru tak bersemangat begitu?" tanya Changmin heran. Kyuhyun hanya terdiam tak berniat menanggapi ucapan teman nya itu.

"Kau ini aneh, Kyu. Kalau aku yang menang, pasti aku sudah melompat kegirangan!" lanjut Changmin lagi.

TAP

Kyuhyun menghentikan langkahnya membuat Changmin ikut terhenti. Ia menatap Kyuhyun bingung.

"Mereka tak datang…" gumam Kyuhyun.

"Siapa?" tanya Changmin bingung. Kyuhyun tak segera menjawab membuat Changmin mengikuti arah pandang namja itu. Kyuhyun menatap keluarga yang sudah menunggu nya di dekat mobil itu. Appa dan umma nya terlihat asyik mengobrol dengan Siwon, bahkan Kibum pun ada di antara mereka.

Kedua orang tua nya datang hanya untuk menjemput anak mereka yang baru saja mengikuti kompetisi game di tengah kesibukan yang menggunung. Harusnya kau senang Choi Kyuhyun! Ya, Kyuhyun senang—sangat senang karena keluarga nya lengkap dan mau datang untuk mendukungnya bahkan sekarang ia sudah memegang sertifikat dan mendali dari keberhasilan nya memperoleh kemenangan.

Namun, sosok itu…

Sosok kedua hyung yang sangat ia harapkan kedatangan nya itu tak terlihat sedikit pun…

Pikiran Kyuhyun kacau. Bercampur perasaan sedih, marah, kecewa dan khawatir. Bagaimana tidak? Tadi pagi, Kyuhyun bangun lebih awal hanya untuk menjemput Leeteuk dan Donghae sebelum menuju SAC, tapi apa yang ia dapat? Rumah itu terkunci dan ia tak bisa menemukan sosok Leeteuk dan Donghae. Ia masih berpikiran positif dan berharap kedua hyung nya akan datang di pertandingan nanti namun sekarang? Hingga kompetisi berakhir ia tak menemukan kedua sosok itu.

Apa guna nya mendali dan sertifikat ini? Ia rela menukarkan semua nya hanya untuk bertemu kedua hyung nya yang seakan menghilang itu.

Apa Leeteuk dan Donghae meninggalkan nya? Pertanyaan itu yang sedaritadi berputar dalam otak Kyuhyun.

PUK

Kyuhyun sedikit terkaget saat sebuah tepukan mendarat di kepala nya. Changmin sudah berada di hadapan nya dan menatap kedalam manic mata Kyuhyun dengan tatapan bingung.

"Ada apa dengan mu?" desis Changmin membuat Kyuhyun bergidik.

"Aish—kau mengagetkan Min!" decak kesal Kyuhyun sembari menepis tangan Changmin yang masih mendarat di kepala nya.

"Kyu!"

Kyuhyun mengalihkan tatapan nya pada Siwon yang sudah tersenyum lebar sembari melambaikan tangan nya. Dengan lemas Kyuhyun menuruni anak tangga dan menghampiri keluarga yang sudah tersenyum bangga pada nya.

"Kau hebat saeng! Hyung senang kau bisa menang—haha" ucap Siwon yang langsung memeluk Kyuhyun sebagai ucapan selamat.

"Selamat chagi-ya" ucap umma Choi yang juga memeluk Kyuhyun dan memberikan kecupan lembut di pipi chubby nya.

"Selamat jagoan!" timpal appa Choi sambil tersenyum bangga pada Kyuhyun dan menepuk pundak anak nya itu.

Kyuhyun hanya tersenyum tipis lalu mengangguk membuat semua nya mengernyit bingung dengan respon nya.

"Hei GameGyu! Harusnya kau senang bisa mengalahkan ku. Jika ekspresi mu sedih seperti itu, aku jadi menyesal menyerahkan mendali itu pada mu" ucap Kibum dingin dan pelan dengan tangan yang di lipat di depan dada. Kyuhyun hanya menggedikan bahu nya.

"Kyu, waeyo?" tanya Siwon lagi penasaran melihat Kyuhyun semakin menundukan kepala nya. Tangan Kyuhyun pun sudah terkepal membuat sertifikat yang ia pegang menjadi lusuh.

"Chagi-ya, ada apa eoh?"

Umma Choi pun mensejajarkan tinggi nya dengan Kyuhyun, menatap anak nya dengan intens lalu membelai surai rambut Kyuhyun.

"Hiks…"

TES

Hancurlah sudah pertahanan yang di buat Kyuhyun sepanjang hari ini. Mata nya terasa memanas dan perasaan nya semakin kacau saat ini. Isakan Kyuhyun membuat semua kaget dan sang umma segera memeluk anak nya itu untuk menenangkan.

"Sstt, uljima chagi. Ada apa? Jangan menangis" ujar sang umma sembari mengusap pelan punggung Kyuhyun untuk menenangkan. Tapi bukannya mereda, tangisan itu justru semakin menjadi. Kyuhyun menangis keras mengeluarkan semua perasaan sedih yang menyelimuti hati nya saat ini. Tangan nya meremas baju yang umma nya kenakan. Ia sudah tak mempedulikan sertifikat dan medali yang ia biarkan jatuh begitu saja. Siwon yang berdiri di samping nya pun hanya bisa menatap iba dan memunguti sertifikat serta mendali yang tergeletak begitu saja di jalan.

"Hiks.. umma—hiks"

"Ne? Umma di sini, uljimayo chagi" balas umma Choi lembut.

"Teuki hyung—hiks Hae hyung"isak Kyuhyun lagi.

Berulang kali ia menggumamkan nama Leeteuk dan Donghae. Ia ingin bertemu mereka. Dimana mereka sekarang? Kenapa mereka tak datang?

Setelah Kyuhyun tenang, sang umma melepaskan pelukan nya dan menghapus air mata yang masih membasahi pipi Kyuhyun.

"Waeyo?"

"Teuki hyung—Hae hyung. Mereka tak datang. Mereka dimana? Kyunnie—hiks mau bertemu mereka. Apa mereka meninggalkan Kyu, umma?" tanya Kyuhyun masih dengan mata berair.

Siwon dan kedua orang tua nya sudah menduga Kyuhyun pasti sedih karena tak menemukan sosok Leeteuk dan Donghae. Mereka hanya tersenyum tipis sedangkan Kyuhyun masih terisak tertahan.

"Kau ingin bertemu mereka?" tanya umma nya lembut.

"Tentu saja umma. Tapi tadi pagi rumah mereka kosong—mereka…" Kyuhyun tak melanjutkan kalimat yang sudah terangkai di otak nya. Ia tak mau apa yang di pikirkan oleh nya menjadi kenyataan. Ia tak mau kehilangan kedua orang itu.

"Wonnie hyung juga melihat rumah mereka kosong tadi pagi" lanjut Kyuhyun lirih.

"Mungkin mereka pergi ke suatu tempat, Kyu" balas Siwon yang langsung di balas dengan gelengan kepala Kyuhyun, entah mengapa.

"Kau benar-benar ingin bertemu mereka?" tanya umma Choi lagi membuat Kyuhyun menatap yeoja cantik itu dengan tatapan bingung. Bukankah ia sudah menjawabnya tadi. Kyuhyun hanya mengangguk sekali.

Nyonya Choi tersenyum manis lalu mengecup pipi Kyuhyun. Ia beranjak berdiri dan kembali berdiri di samping tuan Choi dan merangkul lengan namja yang berstatus suami nya itu. Siwon pun sudah tersenyum lebar. Kyuhyun mengernyit bingung menatap keluarga nya. Apa mereka senang melihat dirinya sedih seperti ini? Ia mengalihkan tatapan nya pada Kibum yang hanya berekspresi datar dan menggedikan bahu nya lalu beralih ke Changmin yang hanya mengerjapkan mata nya—sama-sama bingung seperti dirinya.

"Kenapa?" tanya Kyuhyun pada mereka dengan tatapan bingung.

"Kami punya hadiah untuk mu" ucap sang Appa membuat Kyuhyun menautkan kedua alisnya. Ia tak ingin hadiah saat ini!

"Hadiah apa?" tanya Kyuhyun dengan nada lemas.

"Kenapa lemas begitu? Apa kau tak mau melihat hadiah dari kami, Kyunnie?" tanya Siwon sembari menggelengkan kepala nya. Kyuhyun hanya tersenyum tipis membalas ucapan hyung nya itu.

"Mianhae hyung. Aku senang, memang apa hadiahnya?" tanya Kyuhyun lagi dengan nada yang lebih di buat senang, setidaknya ia harus menghargai pemberian keluarga nya, bukan?

"Siapkan mental mu" gumam Kibum pelan namun masih bisa di dengar oleh Kyuhyun. Ia menatap namja datar itu dengan tatapan bertanya.

Kyuhyun berdecak kesal karena keluarga nya itu justru terdiam dan tak mengatakan apa pun lagi.

"Ya! Kalian berniat memberiku hadiah atau tidak? Aku mau pulang saja!" ucap kesal Kyuhyun sambil menggembungkan pipi nya. Mood nya benar-benar hancur sekarang. Ia hendak melangkahkan kaki nya menuju mobil namun lengan nya di tahan oleh Siwon.

"Kau belum melihat hadiah mu" ucap Siwon.

"Hadiah apa hyung? Cepat katakan!"

"Hadiah nya ada di sana"

Kyuhyun mengernyit bingung namun ia tetap mengikuti arah telunjuk Siwon. Ia membalikan badan nya dan seketika mata nya membulat tak percaya dengan apa yang ia lihat. Tubuh Kyuhyun terasa membeku di tempat walau hati nya sudah bersorak gembira saat ini.

Mereka…

Leeteuk hyung… Hae hyung

Kyuhyun masih mengerjapkan mata nya menatap 2 sosok hyung yang berdiri beberapa meter dari tempat nya, di atas tangga dekat pintu ballroom gedung. Mereka tersenyum lebar sambil melambaikan tangan nya pada Kyuhyun.

"Itu hadiah mu! Apa kau senang?"

Siwon merangkul bahu Kyuhyun yang masih terdiam dengan mata berkaca-kaca. Kyuhyun menganggukan kepala nya sekali.

"Tadi mereka menemui appa dan umma. Mereka sudah memberikan jawaban dari ajakan kita kemarin" ucap Siwon lagi membuat Kyuhyun menolehkan kepala menatap Appa dan umma nya.

"Appa—umma?"

Tuan dan Nyonya Choi tersenyum lalu menganggukan kepala nya.

"Mulai hari ini, anak kami bertambah dua. Rumah kita akan semakin ramai—Haha" ucap tuan Choi yang semakin membuat mata Kyuhyun memanas kembali.

"Temui mereka" bisik Siwon.

"Teuki hyung… Hae hyung…" Kyuhyun kembali menatap Leeteuk dan Donghae.

"Kyunnie~!"

Samar-samar Ia bisa mendengar teriakan dari Leeteuk dan Donghae. Kyuhyun menghela nafas panjang dan senyuman manis mulai terukir di wajah tampan nya. Bahkan senyuman itu berubah menjadi tawa kecil melihat kelakuan Donghae dan Leeteuk yang entah mulai ribut sendiri di sana.

"Hyuuungg~~"

Kyuhyun segera berlari menghampiri kedua nya dan langsung berhambur memeluk mereka dengan sangat erat hingga Leeteuk dan Donghae mundur beberapa langkah karena nya. Mereka tertawa riang.

"Hahaa—Chukae! Uri Kyunnie benar-benar memenangkan kompetisi itu!" pekik Donghae senang lalu mengacak rambut Kyuhyun gemas.

"Chukae saengie! Kau hebat!" timpal Leeteuk.

"Cih, apa kalian melihat pertandingan ku? Kemana saja kalian? Kenapa tadi pagi rumah kosong? Aku juga tak melihat kalian saat bertanding tadi!" tanya Kyuhyun dengan wajah kesal. Donghae yang gemas mencubit pipi chubby itu tak mempedulikan sang pemilik yang meronta.

"Kami berziarah ke makam appa dan umma dulu. Kami ingin meminta izin" jawab Donghae yang di iyakan oleh Leeteuk.

"Izin?" tanya Kyuhyun sambil menaikan sebelah alisnya.

Walaupun ia sudah tahu apa yang akan di maksud kedua hyung nya itu, ia masih ingin mendengarnya secara langsung dari mereka.

Leeteuk dan Donghae terdiam dengan senyuman misterius. Sungguh senyuman seperti itu tak pantas di wajah mereka!

Kyuhyun mulai melipat kedua tangan nya di depan dada dan menggembungkan pipinya. Sikap kesal namun terlihat sangat imut oleh Leeteuk dan Donghae yang sudah saling melempar lirikan.

"Kami minta izin untuk tinggal bersama dongsaeng kecil kami ini" ucap Leeteuk sembari mengacak rambut Kyuhyun kembali. Senyuman lebar itu tak bisa di sembunyikan oleh Kyuhyun.

"Jinja?" tanya Kyuhyun memastikan yang langsung di balas dengan anggukan mantap dari kedua nya.

"Jadi kita benar-benar akan tinggal bersama sebagai keluarga? Kalian akan akan menjadi hyung ku selama nya?" tanya Kyuhyun lagi.

"Tentu saja Kyuhyunnie~" jawab Donghae langsung di sertai cengiran khasnya.

Kyuhyun terdiam sesaat. Ia menatap Leeteuk dan Donghae untuk lebih memastikan lagi. Leeteuk dan Donghae pun hanya tersenyum senang di tatap seperti itu. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun kembali berhambur memeluk kedua nya. Ia tertawa senang dalam pelukan itu begitu pula dengan Leeteuk dan Donghae.

"Gomawo hyung! Gomawo~"

"Aniyo. Kau adik kami dan kami akan lakukan apa pun untuk mu Kyu" balas Leeteuk.

"Aku menyayangi kalian" Donghae ikut menyumbangkan suara nya dan ketiga nya semakin tertawa bersama.

"Ckck, menyedihkan sekali nasibku di lupakan oleh dongsaeng ku sendiri juga hyung baru ku"

Suara itu menginterupsi Leeteuk, Donghae dan Kyuhyun yang mulai melepaskan pelukan dan menghentikan tawa. Mereka mengalihkan tatapan pada seorang anak laki-laki yang sudah berdiri tak jauh dari mereka dengan wajah sedih. Mereka bertiga pun tersenyum geli.

"Wonnie hyung~ siapa yang melupakan mu? Kyu juga sangat sayang Won hyung" ucap Kyuhyun yang menarik tangan hyung nya itu dan memeluknya.

Leeteuk dan Donghae pun ikut memeluk kedua dongsaeng nya itu dan seketika tawa itu kembali terdengar.

"Kita adalah keluarga sekarang?" ucap Siwon yang lebih mirip pernyataan.

"Ne. We're Family!"

Kyuhyun dan Donghae langsung meloncat kegirangan membuat Leeteuk dan Siwon kembali tertawa melihat tingkah kedua nya.

Tuan dan nyonya Choi yang sedaritadi hanya memperhatikan keempatnya mulai menghampiri mereka dan tentu saja di sambut senang oleh kedua—Ah keempat anak mereka saat ini. Senyuman lebar dan tawa riang terpantri jelas di wajah keluarga baru itu. Kebahagian itu pun terpancar dari kebersamaan mereka.

Keluarga bukanlah mengenai hubungan darah dan genetika yang sama. Keluarga mengenai sebuah hubungan yang kau jalin dengan seseorang yang sangat kau sayangi sampai akhir hidup mu. Selalu mempercayai, melindungi dan sanggup melakukan apa pun untuk mereka, begitu pula sebaliknya.

Dan tak ada keluarga yang sempurna. Pasti akan ada saat dimana masalah, pertengkaran, perdebatan, rasa canggung itu datang menerpa bahkan hingga tak ada perbincangan antara satu dengan yang lain dalam beberapa waktu di sebuah keluarga. Tapi… pada akhirnya, Keluarga adalah keluarga. Kita berlari, bermain, tertawa, menangis, berbagi bersama-sama. Akan selalu ada cinta di dalamnya. Cinta abadi yang hanya kita temukan dalam satu kata sederhana yaitu — Family.

.

.

~FIN~


Selesaaaiiii~~ /tebar bunga (?)/

Akhirnyaaa fic ini selesai… Ini chapter terpanjang yang Lye ketik~

Adakah yang tidak bisa membuka nya? Tadi nya mau di pendekin tapi jadi aneh, Lye biasa ngetik yang mendetail sih ._.v

Terimakasih banyaakkkk buat semua readerku yang mengikuti story ini hingga akhir, semoga tak mengecewakan..

Okelah, sudah terlalu panjang.. See ya di fic-fic brothership lainnya~

Jeongmal Kamsahamnida /deep bow/

Annyeong~~

Big Thanks for :

Jmhyewon, ratnasparkyu, kkyu32, cho-i chahyun, terunobozu, Anonymouss , haekyu, kyuqie , casanova indah, cece, kyuzi, cho fikyu , Bella, KyuChul, Blackyuline, nisrinafifh, gyu1315, Pelinsess kyu, bryanelfishy, AngeLeeteuk, kyugaemputriaisyah , dew'yellow, Okta1004 , Kyuubi kim , sayangsemuamembersuju , qyukey, Vina407 , Arum Junnie, arumfishy, bang3424, Minhohoho , fel, kyuminline1307.

All My Readers~~