Pairing : SasuHina slight ShikaTema
Disclaimer : Masashi Kishimoto
"Hmmm...! Dimana ini ?" Tanya Hinata yang baru sadar sambil memegangi kepalanya.
"Hmmm" Sasuke bangun sambil memegangi kepalanya.
"Kita dimana, Sasuke-kun ?" Tanya Hinata sambil berdiri dan membersihkan rok biru yang dipakainya dari debu lalu memandang dunia barunya dengan tatapan aneh.
"Ennggghh...! Aku juga tidak tahu" Sasuke mengerang pelan sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sakit.
"Kau tidak apa-apa, Sasuke-kun ?" Tanya Hinata sambil membungkuk untuk melihat keadaan Sasuke. Sasuke menggeleng pelan sambil berusaha berdiri.
Dia pun mengedarkan pandangannya ke daerah sekitar yang tampak sama sekali asing baginya. Di tampak mengingat-ingat sesuatu dengan memijiti keningnya.
"Inggris abad pertengahan" Gumam Sasuke ketika menemukan kembali ingatannya.
"Apa ?" Tanya Hinata yang tanpa sengaja telah mendengar gumaman Sasuke dengan tampang terkejut.
"Kita mencoba masuk kedalam dunia game dan sekarang kita berada pada inggris abad pertengahan" Jelas Sasuke. Hinata hanya menggut-manggut mengerti mendengar penjelasan Sasuke.
"Kita harus mencari yang lain, akan sangat berbahaya bila kita terpisah" Kata Sasuke sambil berjalan kearah sebuah gang gelap yang masih tampak kumuh. Hinataa mengikuti Sasuke dengan patuh.
-0-
"Oiy...! Bangun...!" Kata Kiba sambil nampar muka Naruto dengan pelan. Naruto membuka matanya pelan sekali. Matanya berkedip beberapa kali sebelum...
"Whoaaa...! Mmmm..." Jeritan Naruto langsung dibekep oleh Kiba yang sedang duduk sambil meletakkan jari tangannya di mulutnya.
"Diamlah. Ayo...! Ikut aku" Kata Kiba sambil menarik Naruto untuk berdiri dari pembaringannya.
"Kau hampir saja membuatku mati jantungan tau" Sungut Naruto sambil mengingat-ingat wajah Kiba yang sangat menyeramkan sekali bila dilihat dari dekat.
"Memang aku semengerikan itu ya" Kata Kiba dengan nada mengejek.
'Sebenarnya sih iya' Batin Naruto dengan sangat kurang ajarnya.
"Ngomong-omong, ini dimana sih ?" Tanya Naruto sambil mengedarkan matanya kearah pemandangan kota yang sangat kelam sekali.
"Kalau aku tau mana mungkin aku mengajakmu" Kata Kiba. Naruto hanya manggut-manggut sebelum akhirnya sadar apa yang Kiba katakan.
"Maksudmu, jika kau tahu jaln disini, kau akan meninggalkanmu" Kata Naruto dengan tampang terkejut.
"Betul sekali" Kata Kiba dengan enteng yang sukses digeplak sama Naruto.
-0-
"Loe udah bangun" Kata Shino sambil memperhatikan Chouji yang baru saja bangun.
"Cepet. Ikut gue" Kata Shino sambil menarik tangan Chouji yang sepertinya masih menguap.
-0-
"Siapa disana ?" Gaara langsung pasang posisi siap sedia begitu mendengar bunyi gemeresak dalam kegelapan.
Gaara memicingkan matanya sambil tetap pasang kuda-kuda dengan Kankurou sebagai kakaknya yang lagi tepar dibawahnya.
"Engghh...!" Kankurou mengerang pelan sambil mencoba bangkit dan memegangi kepalanya. Gaara tetap pada posisi siaga meskipun sang kakak telah bangkit dari teparnya.
"Kau ngapain coba, Gaara ?" Tanya Kankurou sambil memasang tampang heran melihat adik bungsunya tersebut lagi pasang kuda-kuda dengan tatapan nanar melihat sekeliling.
"Ini aku" Sasuke keluar dari semak-semak diikuti oleh Hinata yang berjalan dengan tampang menunduk.
"Ternyata kau" Gumam Gaara sambil kembali berdiri dengan tampang cool khasnya.
"Kita dimana ?" Tanya Kankurou sambil membersihkan tanah yang melekat pada celana jeansnya.
"Aku tidak tahu pasti, tapi ini adalah inggris abad pertengahan" Kata Sasuke sambil mengamati keadaan sekelilingnya. Tampak gedung-gedung kumuh yang tertutupi oleh kegelapan malam. Di sebelah timur terdapat sebuah menara yang masih sama gelapnya dengan suasana kota.
"Kita harus segera berkumpul dengan yang lainnya" Kata Sasuke untuk menghentikan pengamatan itu sejenak dan berkonsentrasi pada misinya didalam game. Gaara mengangguk dan berjalan mendahului yang lain, disusul oleh Kankurou yang masih sibuk mencerna apa yang dikatakan Sasuke.
-0-
"Huwaa...! Siapa disana ?" Jerit Naruto sambil memeluk Kiba.
"Apaan sih, Naruto. Penakut amat" Ejek Kiba sambil melemparkan Naruto kebawah. Naruto hanya manyun gak jelas sambil pasang muka sok imut. Tapi Kiba malah mau muntah ngeliat tampang Naruto yang sangat sok imut tersebut.
Kresek...Kresek
Sekarang Kiba juga ikut mendengar bunyi gemersak itu. Mereka berdua pun laangsung pasang siap siaga sambil menutupi titik mati mereka.
"Keluarlah jika kau jantan" Teriak Naruto.
'Tadi aja takut kayak anak kucing' Cibir Kiba dalam hati melihat keberanian Naruto yang sangat-sangat aneh tersebut.
"Kalo gue betina mau apa loe" Kata Chouji sambil menyibakkan semak-semak dan menampakkan dirinya bersama dengan Shino yang masih mencerna keadaan sekitar dengan diam seribu bahasa.
"Syukurlah kita bisa bertemu" Teriak Kiba gaje pada Shino dan langsung memeluknya. Shino masih cuek dan lebih memilih berpikir daripada menanggapi pelukan tidak waras dari Kiba.
"Kurasa aku tahu kita berada dimana" Kata Shino sambil mengelus-elus dagunya.
"Dimana ?" Tanya ketiganya dengan serempak.
"Kita berada didalam game" Kata Shino.
"APA ?"
-0-
"Sepi sekali" Komentar Kankurou begitu melihat kota yang begitu sepi dengan suasana mencekam. Hanya terdengar kukukan burung hantu di kota yang sepi tersebut.
"Ini adalah london" Kata Sasuke ketika melihat kota gelap tersebut. Angin malam berhembus membelai helaian raven tersebut. Sasuke menghela nafas pelan dan menutup matanya, sedetik kemudian dia tersenyum dan membalikkan badannya kearah kawan-kawannya.
"Ayolah kawan-kawan, game is fun" Kata Sasuke yang disambut dengan anggukan dari Hinata.
"Kita harus masuk kedalam kota" Usul Sasuke sambil berjalan masuk ke dalam kota.
"Baiklah" Kata mereka berdua minus Gaara yang masih setia dengan pose coolnya.
-0-
"Waaahh...! Kotanya kelam sekali" Komentar Naruto sambil mengelus tengkuknya yang merinding.
"Benar-benar seperti kota mati" Gumam Kiba yang juga merasa merinding dengan suasana kota yang sangat mencekam ini.
"Aku pernah melihat kota ini sebelumnya" Gumam Shino sambil mengingat sesuatu. Ketiganya langsung menghadap kearah Shino sambil berpose penasaran.
"London, abad pertengahan" Gumam Shino.
"APA ?"
"Gak usah segitunya kali" Sungut Shino sambil menutupi kupingnya yang berdenging keras mendengar teriakan tiga orang berisik yang saat ini menjadi pengikutnya untuk sementara.
"Disana ada makanan gak ya" Kata Chouji sambil mengelus-elus perutnya yang sudah buncit ketika berjalan menuju kedalam kota.
'Ya elah, udah gentong masih makan aja' Batin yang lain sweatdrop ngeliat nafsu makan Chouji yang gila-gilaan.
-0-
"Kira-kira yang lain kemana ya ?" Kata Kankurou yang saat ini terjebak dengan kumpulan orang-orang pendiem. Temannya bertiga hanya diem aja sambil menatap sekitarnya dengan tatapan awas.
"Ada suara" Kata Sasuke sambil berhenti dan memasang kuda-kuda. Matanya memicing untuk melihat sesuatu dalam kegelapan. Sebuah sosok berjubah dengan seringaian seramnya tengah berlari menembus kegelapan.
"Hei...! Kau...!" Teriak Sasuke sambil mengejar sosok hitam tersebut. Tapi sepertinya sosok hitam tersebut terlalu cepat untuk dikejar. Sasuke terengah-engah begitu sampai di sebuah tempat yang sangat gelap dan kumuh.
-0-
"Hiiii...! Aku takut" Kata Naruto sambil menggamit lengan Kiba.
"Apaan sih" Kata Kiba sambil mengibas-ngibaskan lengannya dari gamitan Naruto.
"Lihat...! Ada seseorang" Kata Chouji ketika dia melihat bayangan seorang perempuan yang sedang duduk. Mereka berempat pun menghampiri orang tersebut.
"Whoaaaa...!" Jerit mereka bertiga minus Shino begitu melihat seorang perempuan yang duduk bersimbah darah dengan tangan dan kaki terpisah dari tubuhnya.
Kresek...!
"Siapa itu ?" Teriak Shino begitu mendengar suara gemersak sambil memasang kuda-kuda. Kiba, Chouji, dan Naruto langsung waspada dan merapatkan punggungnya masing-masing, siapa tahu pembunuh wanita tersebut masih berkeliaran disekitar mereka.
"Kalian sudah sampe sini ya" Kata Sasuke sambil berjalan dengan santai menuju mereka berempat yang masih tenggelam dalam kecemasan.
"Kau ini, mengagetkanku saja, Teme" Sungut Naruto dengan tampang manyun. Sasuke hanya cuek saja dan mengalihkan pandangan kearah mayaat wanita yang tergeletak di dinding gang tersebut.
"Apa kalian sudah bertemu dengan Shikamaru ?" Tanya Sasuke. Shino menggeleng cepat, Sasuke pun mengalihkan pandangannya pada mayat wanita tersebut.
"Ini..."
TBC
Waduh...! Author mau ngomong apa ya ?
Revieeewww...!
