Pairing : SasuHina slight ShikaTema

Disclaimer : Masashi Kishimoto


"Ennggghhh" Erang seseorang berambut nanas disebuah ruangan sederhana sambil membuka mata coklatnya. Dia pun mengedarkan pandangannya ke daerah sekitar. Ruangan yang tampak sama sekali asing baginya.

"Sudah bangun" Sapa seorang cewek pirang berkucir empat sambil memasuki ruangan tersebut dan tersenyum kearah Shikamaru yang sedang memegangi kepalannya yang terasa pening.

Gadis bernama Temari tersebut menghampiri dan duduk disamping Shikamaru yang sedang berusaha mencerna kejadian ini.

"Kita dimana ?" Tanya Shikamaru dengan wajah yang kesakitan.

"Jujur saja, aku tidak tahu kita ada dimana" Jawab Temari dengan jujur sejujur-jujurnya. Shikamaru pun menyambar jaketnya dan bergegas memakainya.

"Kita harus temukan yang lain" Kata Shikamaru sambil menarik tangan Temari. Temari yang terkejut sontak langsung mengibas-ngibaskan tangannya.

"Apaan sih" Sungut Temari dengan wajah yang memerah.

"Gak usah ngeluh, ayo cepat" Kata Shikamaru sambil memandang Temari dengan tatapan meremehkan. Temari hanya bisa mengepalkan kedua tangannya sambil menahan hasrat untuk tidak menonjok Shikamaru yang dengan seenaknya meremehkan dia.

Shikamaru pun keluar dari gubuk dadakan milik Temari. Suasana kota begitu indah dan segar. Orang-orang lokal mulai bekerja manawarkan dagangan dan orang yang tidak mampu juga mulai bekerja untuk mengemis.

"Kayaknya aku kenal dengan kota ini" Gumam Shikamaru sambil memegang dagunya. Temari menatap Shikamaru dengan tatapan heran.

"Ekspresimu aneh banget, lagi mikirin apa sih ?" Ejek Temari yang bermaksud untuk memulai pembicaraan dengan nanas malas ini. Tapi ternyata Shikamaru masih belum bisa diajak berbicara bila dia sedang berpikir keras.

"Inggris abad pertengahan" Seru Shikamaru yang dengan sukses digeplak oleh Temari.

"Gak usah segitunya kali. Kau bisa buat orang lain mati jantungan tau" Cibir Temari. Shikamaru hanya menggerutu pelan sambil mengelus kepala nanasnya yang sekarang lagi benjol akibat geplakan Temari.

"Mas. Sekarang tahun berapa yah ?" Tanya Shikamaru dengan amat tidak sopannya menyetop seseorang dengan tangan kanannya hanya untuk bertanya tentang tahun.

"1888" Jawab pria berambut pirang dengan gaya pakaian khas polisi inggris yang sepertinya merasa sebal dengan perlakuan Shikamaru. Polisi tersebut langsung mengayuh sepedanya dan berharap tidak bertemu dengan orang seperti Shikamaru lagi.

"1888...1888...1888..." Shikamaru menggumamkan kata-kata gak jelas yang membuat Temari semakin menjauh aja. Kali-kali aja Shikamaru mulai kesambet setan abad pertengahan.

"Sekarang sekitar bulan Juli" Kata Shikamaru sambil menadahkan tangannya dan melihat bunga-bunga yang bersemi indah. Saat itu memang sedang musim semi di Inggris. Shikamaru kembali meletakkan tangannya didagunya dan mencoa mencerna semua informasi yang masuk kedalam otaknya.

"Jack The Ripper" Gumam Shikamaru sambil membelalakkan matanya.

"Apa ?" Temari yang mendengar Shikamaru menggumamkan sesuatu langsung berjalan menyejajarkan tubuhnya dengan Shikamaru.

"Ada pembunuhan misterius tadi malam dengan korban seorang wanita tuna susila bernama Angel. Lokasinya berada di 30 km arah 30 derajat menara london" Kata Shikamaru sambil menarik Temari.

-0-

"Menurut hasil wanita ini diperkirakan terbunuh pada pukul 11 malam" Kata polisi yang tadi diberhentikan secara paksa oleh Shikamaru yang sedang memeriksa sebuah catatan kematian wanita yang tadi malam ditemukan oleh Sasuke cs.

"Rahim wanita menghilang, dan belum diketahui apa motif pembunuhan ini" Kata polisi tersebut menjelaskan kepada para wartawan dadakan yang dengan sukses mengerumuni polisi tersebut.

"Jadi, hari ini adalah 22 Juli 1888" Kata Sasuke sambil menghela nafas pelan melihat wanita yang sekarang tertutup kain berwarna kuning tersebut.

"Apa yang terjadi ?" Hinata yang biasanya diam pun ikut bertanya karena bingung dengan apa yang terjadi.

"Jack The Ripper, misi kita adalah mengungkap identitas Jack The Ripper yang telah membunuh wanita bernama Angel ini. Tujuan kita selanjutnya adalah sebuah bar didaerah london Utara yang akan terjadi pembunuhan kedua" Jelas Sasuke kepada ketujuh temannya.

Ketujuh temannya langsung menelan ludah dengan kompaknya.

"Sudah kuduga" Kata Shikamaru dengan wajah yang super ngos-ngosan disusul oleh Temari yang gak kalah ngos-ngosannya.

"Kau sudah tahu, Shikamaru ?" Tanya Sasuke. Shikamaru mengangguk pelan sambil membungkuk memegangi lututnya.

"Baiklah. Ayo kita pergi" Ajak Sasuke dengan bersemangat.

-0-

"Kau bisa lihat dia ?" Bisik Shikamaru yang saat itu sukses ngetem disebuah meja bersama dengan Sasuke, Shino dan Gaara. Sedangkan keempat pria berisik menunggu diluar dan kedua wanita duduk dimeja lainnya sambil bercanda ria.

"Itu dia" Kata Sasuke sambil menunjuk seorang wanita gelandangan yang akan masuk kedalam bar. Tampaknya wanita tersebut stress berat dan ingin minum seteguk bir.

"Halo cantik. Bisa temenin kita-kita gak" Goda seorang cowok berambut pirang pasir yang berdiri dengan senyuman mesum diwajahnya.

Sasuke langsung berdiri tapi ditahan oleh Shikamaru.

"Percuma, walaupun kau selamatkan dia akan mati" Kata Shikamaru sambil menahan pergelangan milik Sasuke.

"Misi kita adalah untuk memastikan bahwa dia mati ditangan jack" Kata Sasuke sambil mengibaskan tanga Shikamaru dan menghampiri pria yang menggoda wanita tuna susila tersebut.

Sasuke menghampiri pria tersebut dan langsung menonjok mukanya. Pria tersebut terhuyung-huyung kedepan sambil memegangi hidungnya yang berdarah.

"Kurang ajar" Geram pria tersebut sambil membunyika isyarat untuk memanggil kawan-kawannya. Shikamaru yang melihat hal tersebut tidak tinggal diam, dia menarik wanita tersebut dan meulai berlari meninggalkan bar disusul oleh Temari.

"Sasuke-kun, tolong" Jerit Hinata begitu melihat ada pria berbadan besar berdiri dibelakangnya dan langsung mencekik lehernya. Shino dan Gaara hanya bisa melihat kerumunan preman tersebut sambil tetap waspada dan menempelkan punggungnya satu sama lain.

Tanpa terduga, preman yang mencekik Hinata mengeluarkan pisaunya dan bersiap menebas urat nadi dileher Hinata. Sasuke langsung terbelalak dengan pemandangan tersebut, kesempatan ini dimanfaatkan oleh orang yang berada di belakang Sasuke untuk menendang Sasuke. Sasuke terhempas dengan darah segar mengucur dari mulutnya.

"Kyaaa" Jeritan Hinata melengking keras. Tapi ternyata pria yang tadinya mencekik Hinata langsung ambruk ditempat dan menampakkan sosok duren yang sedang nyengir innocent.

"Kukira kau butuh bantuan" Kata Naruto yang berlagak seperti pahlawan kesiangan dengan sebilah pisau terhunus ditangan kanannya.

"Dobe, lemparkan pisaunya" Teriak Sasuke. Naruto langsung melempar pisau tersebut yang ditangkap dengan sigap oleh Sasuke yang langsung kabur dari bar yang sekarang berubah menjadi kapal pecah tersebut.

"Kita selesaikan semuanya" Kata Naruto sambil melemaskan otot tangannya.

-0-

"Cepat" Shikamaru sekarang sukses menarik dua orang wanita yang cukup merepotkan.

"Kita berhenti disini" Kata Shikamaru sambil mengatur kembali nafasnya yang beberapa detik yang lalu hampir saja hilang. Temari dan wanita tuna susila yang bernama Charlie tersebut juga sama ngos-ngosannya dengan Shikamaru.

"Kenapa kita berhenti disini ?" Tanya Temari dengan raut wajah yang sangat penasaran.

"Nanti akan aku jelaskan, sekarang lebih baik kita..." Perkataan Shikamaru terpotong oleh jeritan Charlie yang sekarang telah dibawa oleh sosok hitam.

Shikamaru yang berniat mengejarnya sepertinya kurang bergegas sehingga sosok tersebut melemparkan sebuah pisau kearah jantung Shikamaru. Shikamaru yang tak sempat mengelak hanya bisa melongo menerima dorongan dari Temari yang menggantikannya.

"Temari..." Kata Shikamaru tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Sosok tersebut mulai berlari menjauhi ShikaTema.

Sosok berjubah hitam tersebut berlari melewati lorong-lorong dengan kecepatan tinggi. Tanpa disadarinya, sosok berambut jabrik datang kepadanya dan menghunuskan pisau kearah lehernya. Tapi sosok yang ternyata Sasuke tersebut kurang cepat sehingga sosok berjubah hitam tersebut masih bisa menundukkan kepalanya dan Sasuke hanya berhasil menyayat topeng serta pipi kirinya.

Tampak seringai diwajahnya yang tampak mengerikan dan juga darah segar yang mengalir dari pipi kirinya.

"Jack The Ripper"

TBC

Wah...! Ini sih bukan romance. Tetep

Reviewww...!