Pairing : SasuHina slight ShikaTema
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Erangan Chouji membuat Sasuke panik.
"Sial...!" Desis Sasuke begitu melihat tubuh Chouji telah hampir kehilangan wujudnya. Sasuke pun berlari menuju denah ruang rumah sakit dan mulai mencari ruang laboratorium. Tanpa Sasuke sadari, Jack telah bersiap untuk menjatuhkan jam dinding besar di sebelahnya.
"Sasuke...! Awass" Shino langsung mendorong Sasuke menjauh dan mengorbankan dirinya sendiri hancur bersama dengan jam dinding tersebut. Mata Sasuke membulat melihat butiran-butiran putih yang terbang beserta dengan erangan Shino.
"Aku gak akan membiarkan temanku game over" Desis Sasuke sambil menarik tangan Hinata menyusuri lorong-lorong rumah sakit tua tersebut yang tampak lebih menyeramkan saat malam.
Sasuke berlari tanpa tujun yang jelas dengan sesekali menoleh kearah papan penunjuk ruangan untuk mencari ruangan laboratorium. Sasuke melihat beberapa orang anggota keluarga yang terbangun akibat tapak kaki Sasuke yang menggema dilorong-lorong rumah sakit.
Tapi kebanyakan ruangan tersebut kosong tanpa penghuni yang jelas.
"Kau tidak apa-apa, Hinata ?" Tanya Sasuke kepada Hinata sepertinya sangat kuwalahan mengimbangi lari Sasuke.
"A...aku..." Hinata berbicara sambil terengah-engah.
"Kita istirahat dulu disini" Kata Sasuke sambil duduk diatas bangku dan mengatur kembali nafasnya.
Hinata merasa pandangannya mulai berkunang-kunang, lututnya mulai melemas dan akhirnya Hinata sukses kehilangan kesadaran.
"Hinata..." Panggil Sasuke sambil membungkuk untuk melihat keadaan Hinata.
Kresek...!
Sasuke langsung bersiap siaga sambil melindungi Hinata dibawahnya. Sasuke pun mempersiapkan pisau berdarah yang dibawanya.
'Aku akan menyelesaikan game bodoh ini' Batin Sasuke sambil mengingat peristiwa game overnya sahabatnya.
Sasuke pun merendah tanpa mengurangi tingkat kewaspadaannya. Dia menarik tangan Hinata dan mencoba untuk menggendongnya dibelakangnya.
Sasuke pun langsung berlari tanpa arah untuk melindungi pisau berdarah tersebut beserta Hinata.
-0-
"Kita harus cepat" Perintah Shikamaru sambil mengayuh sepedanya dengan kencang. Gaara dan Kankurou heran melihat si pemalas tersebut mengayuh sepedanya dengan kencang seperti itu.
"Ayolah, apa sih yang akan terjadi dengan Sasuke ?" Ledek Kankurou terhadap kecemasan Shikamaru yang dirasa cukup berlebihan.
"Aku khawatir bila jack ikut bersamanya"
-0-
"Cepat tes DNA ini dok" Perintah Sasuke sambil menyerahkan pisau tersebut di ruang laboratorium yang tempatnya sungguh sangat terpencil sekali.
"Tenangkanlah dirimu, tarik nafas dalam-dalam" Dokter tersebut sambil mengisyaratkan itu pada Sasuke yang masih ngos-ngosan.
"Ini juga lagi tarik nafas dok" Kelu Sasuke.
'Dia pikir gua gak nafas apa' Batin Sasuke.
"Cepat. Ini menyangkut nyawa banyak orang" Desak Sasuke.
-0-
Brakkk...!
Shikamaru sukses ngelempar sepeda tersebut. Kankurou hanya geleng-geleng kepala saja. Gaara masih tetep stay cool.
"Tumben dia jadi semangat gitu" Sindir Kankurou sambil menunjuk Shikamaru yang manghambur masuk rumah sakit.
"Itu bukan semangat, tapi panik" Kata Gaara dengan sangat cueknya.
"Ya udahlah ayo masuk" Ajak Kankurou.
Gaara pun memasuki rumah sakit dengan tampang cool khasnya.
"Tunggu...!" Ini mah teriakan polisi yang sukses ditinggal sama trio panik itu.
"Sasuke pasti masuk ruang labortorium" Gumam Shikamaru sambil berjalan dengan sangat tergesa-gesa sekali. Saat akan membaca denah didepan ruang administrasi, dia langsung menganga melihat sebuah tulisan yang dibuat dengan darah.
"Jack The Ripper" Gumam Shikamaru dengan raut wajah terkejut.
"Sasuke, mungkinkah ?" Gumam Shikamaru dengan wajah sangat cemas sekali.
"Tenang saja, Sasuke tidak mungkin game over semudah itu" Kata Kankurou sambil menepuk pundak Shikamaru. Shikamaru hanya tersenyum malas sambil bergumam merepotkan beberapa kali.
Gaara datang dengan wajah stoicnya dan menatap heran Shikamaru dan Kankurou yang tertawa sekenanya.
"Jadi, kita kemana nih ?" Tanya Kankurou yang sudah selesai bercandanya. Shikamaru hanya menggaruk-garuk kepalanya sambil nyengir innocent.
"Jujur, aku gak tahu" Kata Shikamaru. Kankurou langsung ngamuk-ngamuk gak jelas, Gaara yang masih mempertahankan image coolnya hanya mendesis kesal dan mengirimkan deathglare berkali-kali pada Shikamaru.
"Hei...!" Sasuke datang dan langsung membungkuk dan memegangi lututnya sambil terengah-engah mengatur nafasnya. Shikamaru memandang Sasuke dengan heran.
"Sudah ketemu. Ayo jalan" Kata Sasuke sambil berdiri dan meninggalkan ketiga temannya yang sedang bengong.
'Kalo gitu ngapain kita jemput ke sini, dasar ayam laknat'
-0-
"Lho, mau kemana ?" Tanya Polisi yang baru saja datang dan langsung menghampiri Sasuke yang baru saja keluar. Disusul oleh Hinata dan ketiga kawannya yang lain.
"Ini adalah hasil tes DNA dan terima kasih atas bantuan bapak. Sampai jumpa" Kata Sasuke dengan sangat tidak sopannya memperlakukan polisi itu seperti orang yang mengemis. Bedanya kali ini polisi tersebut meminta hasil tes DNA.
"Kita akan sergap dia dirumahnya"
-0-
"Wow...! Rumahnya gede banget" Kankurou terkagum-kagum pada arsitektur rumah khas bangsa inggris abad pertengahan itu.
"Yuk masuk" Sasuke langsung nyelonong pergi sambil melambaikan tangan pada keempat temannya.
"Serius ?" Kankurou tampak tidak yakin dengan apa yang dikatakan oleh Sasuke. Tapi ternyata Sasuke sudah hilang ditelan rumah tersebut. Tiba-tiba, dari arah jendela atas muncul sesosok bayangan hitam yang langsung meloncat dan menghunuskan pisaunya tepat di denyut nadi leher milik Sasuke.
"Awas...!" Gaara yang terkenal dengan ke-cool-annya pun berteriak dan langsung mendorong Sasuke sehingaa dia terkena hujaman pisau tersebut tepat di nadinya dan dia pun langsung lenyap seketika.
"Kurang ajar...!" Desis Kankurou sambil bersiap mengejar sosok yang telah lari tersebut. Tapi dicegah oleh Shikamaru.
"Kita harus selesaikan game ini dengan cepat" Cegah Shikamaru yang langsung menarik tangan Hinata memasuki rumah tersebut. Mau tak mau, Kankurou pun memasuki rumah dengan perasaan sendiri.
-0-
"Huaaa" Pekik Hinata begitu melihat seonggok mayat berlumuran darah dengan tangan dan kaki yang hilang. Sasuke langsung melihat mayat tersebut.
"Ini ibu jack..." Kata Sasuke yang ternyata mengenali mayat tersebut.
"Baiklah. Dari sini kita akan tarik kesimpulan" Kata Shikamaru sambil mengeluarkan tiga lembar foto. Sasuke, Hinata dan Kankuro pun duduk sambil mengelilingi foto tersebut.
"Pertama, Angel. Tuna wisma yang menjadi pengemis di kota london" Shikamaru memulai rapat tersebut sambil menunjuk seorang wanita berambut warna biru tua pendek yang sedang tersenyum.
"Kedua, charlie. Tunawisma yang bekerja sebagai pelacur disebuah bar" Kata Shikamaru sambil menunjuk foto gadis berambut hitam panjang dengan mata yang teduh.
"Ketiga, Mary. Tunawisma yang cacat tangan dan tidak bekerja sebagai apapun" Kata Shikamaru sambil menunjuk foto gadis berwajah imut bermata pearl yang tidak punya tangan.
"Keempat, Annie. Ibu Jack" Kata Shikamaru sambil menunjuk foto sebuah gadis tua berambut indigo pendek yang sedang tersenyum.
"Rata-rata dari wanita ini mempunyai kemiripan wajah dan ciri lain" Ketiganya mulai membandingkan wajah keempat gadis tersebut.
"Dan, jika kulihat. Target selanjutnya adalah"
"Kau"
TBC
Author gak begitu tau soal legenda Jack the ripper, tapi setau author sih Jack itu membunuh ibunya sendiri. Kalo ada yang protes PM aja ya.
Revieeewww...!
