Pairing : SasuHina slight ShikaTema
Disclaimer : Masashi Kishimoto
"Aku" Hinata menunjuk dirinya sendiri. Shikamaru mengangguk dengan mimik wajah serius. Kankurou yang sebenarnya masih bingung, tapi bisa menerima hal tersebut.
"Kita harus membunuh jack sekaligus melindungi Hinata. Itu misi kita" Jelas Shikamaru. Sasuke tampak berpikir sejenak, tapi kemudian dia tersenyum.
"Baiklah, kita harus pergi dari sini" Kata Sasuke yang diikuti oleh anggukan Shikamaru. Semuanya berdiri secara serempak dan mulai berlari kecil menuju sepedanya masing-masing.
"Stasiun ada sekitar dua belas kilo meter arah tenggara dari sini. Kita butuh waktu kira-kira dua jam. Hinata, jangan bersepeda sendiri. Kau duduk diboncengan Sasuke" Perintah Shikamaru yang mulai bisa mengerti maksud dari game ini. Hinata langsung duduk dibelakang Sasuke yang disambut dengan kayuhan kencang dari Sasuke menuju stasiun london.
-0-
Pritt...! Priiiittt...!
Suara peluit tersebut terdengar sangat memekakkan telinga Sasuke dan kawan-kawan. Pria botak dengan kumis hitam tebal serta memakai topi biru yang khas tersebut mulai melambai-lambaikan tangannya supaya para pengunjung tidak mendekati kereta yang hampir tiba.
Dari kejauhan, nampak asap putih mengepul diatas lokomotif yang masih tua tersebut. Lokomotif tersebut bergerak pelan sekali sampai akhirnya berhenti tepat didepan Sasuke.
Sasuke dan yang lainnya langsung berjalan memasuki kereta tersebut dengan wajah yang super duper waspada.
Sasuke pun mendudukkan pantatnya disebuah kursi digerbong paling belakang sendiri yang memang cukup sepi. Hanya ada mereka berempat dan seorang kakek yang sepertinya masih kuat.
"Shikamaru..." Panggil Sasuke dengan suara pelan sekali. Shikamaru yang merasa dirinya dipanggil pun langsung menoleh dan menghampiri Sasuke.
"Aku rasa ada yang aneh dengan game ini" Dahi Shikamaru tampak berkerut begitu mendengar ucapan Sasuke yang terkesan aneh itu.
"Maksudmu ?" Tanya Shikamaru dengan wajah yang serius.
"Korban Jack adalah wanita tuna wisma dan hanya diketahui oleh beberapa orang saja dikepolisian inggris. Bagaimana caranya tiga orang konyol itu menemukan gambaran NPC yang pas" Kata Sasuke mengutarakan isi hatinya. Shikamaru maanggut-mnggut mengerti. Dia mencoba berpikir beberapa kemungkinan yang mungkin sambil mengelus-elus dagunya. Sasuke pun melakukan hal yang sama dengan Shikamaru.
"Mungkin, game ini sudah disusupi malware sejak kita masuk disini" Sasuke mencoba menduga-duga.
"Bisa jadi" Jawab Shikamaru sambil tetap mempertahankan posisi berpikirnya.
'Tapi, apa motifnya ?' Batin Shikamaru sambil mencoba mengingat kembali tentang apa yang terjadi sesaat sebelum mereka terlempar kedalam dunia inggris dan terperangkap bersama Jack The Ripper ini.
"Apa kau ingat apayang terjadi sesaat sebelum kita terlempar kedalam dunia merepotkan ini ?" Shikamaru mencoba bertanya untuk menggali ingatannya sendiri.
Sasuke memandang Shikamaru dengan tatapan heran sambil terus berpikir tentang game ini.
"Sejujurnya, game ini cukup membuat otakku sakit dan aku melupakan semua hal yang terjadi di dunia nyata" Sasuke mengakui akan pikiran kalutnya itu.
-0-
Di dunia nyata...
"Sudah hampir dua jam" Kata Jiraiya sambil melihat arlojinya yang sudah mulai menunjukkan pukul 21.25. Semua hadirin sudah bubar sejak sejam yang lalu kecuali beberapa orang yang memang masih betah tidur dikursi hadirin.
"Hasil autopsi mengatakan kalau korban meninggal sekitar tiga jam yang lalu" Lapor seseorang dengan rambut hitam pendek serta wajah yang lumayan manis.
"Itu artinya, korban dibunuh sebelum acara launching" Kata Fugaku sambil memasang tampang sok mikir.
"Katakan alibi kalian" Perintah Fugaku.
"Aku saat itu sedang mempersiapkan keadaan game" Kata Jiraiya.
"Tapi bukankah game itu telah disusupi. Jadi, kau selama ini mengerjakan apa ?" Tanya Fugaku dengan sengit.
"Meskipun game yang kubuat sudah disusupi. Tapi enginenya masih sama, hanya saja seseorang mengambil tempatku sebagai game master" Jelas Jiraiya.
"Aku mengatur sistem yang digunakan" Kata Tsunade.
"Aku mengatur mesin yang digunakan" Sahut Orochimaru.
-0-
Back to game...
"Aku ingat sekarang. Pembunuhan pelayan, jika dugaanku benar. Maka game ini memang sengaja disusupi untuk mengungkap pelaku yang sebenarnya. Jadi pelaku tersebut masih berada pada game ini ?" Kata Sasuke dengan semangat empat lima sampe-sampe ketiga orang lainnya mendengarkan hal tersebut dan memandang Sasuke dengan tatapan anehnya.
"Hhe. Maaf ya" Sasuke nyengir innocent. Pria tua yang duduk bersama Sasuke pun berdiri dan mulai berjalan meninggalkan gerbong tersebut.
"Hinata... Awas" Seru Kankurou yang memang duduk disebelah Hinata. Kalau di urut tempat duduknya adalah Kankurou, Hinata, Sasuke dan yang paling belakang Shikamaru.
Karena Sasuke masih sibuk dengan permintaan maafnya. Otomatis, Kankurou yang sadar jika pria tua tersebut telah mengincar Hinata dengan pisau yang disembunyikan di sembunyikan dibalik jubahnya.
Kankurou menerjang pria tersebut sehingga dirinya ikut tertusuk tepat didadanya.
"khukhukhukhu" Jack tertawa dengan suara yang sangat menyeramkan. Dia pun berlari menembus Kankurou yang sudah tergeletak tak berdaya.
"Selesaikan game ini kawan-kawan" Teriak Kankurou. Mereka bertiga langsung berlari mengejar jack yang sudah memasuki gerbong kedua dari belakang.
Sasuke dan kawan-kawan pun memasuki gerbong tersebut.
"Apa...?" Sasuke cukup terkejut dengan banyak orang yang berdesak-desakan digerbong tersebut.
"Dimana dia ?" Tanya Sasuke yang langsung pasang pose siap siaga.
"Apa-apaan ini ?" Protes seorang pria berambut pirang pasir.
"Tenang semuanya. Kami sedang mencari seorang pembunuh yang menyamar diantara kalian" Kata Shikamaru menenangkan. Gerbong yang tadinya sepi tersebut sekarang menjadi riuh dengan keluhan para penumpang yang terdengar sangat cemas.
"Tenang, kami akan segera menangkapnya" Kata Sasuke mencoba menenangkan. Seorang wanita bergaun merah muda yang terlihat sangat gelisah sekali menghampiri Sasuke.
"Kumohon cepatlah" Kata wanita tersebut dengan nada yang lembut sambil menunjukkan puppy eyesnya.
Brakkk...!
Shikamaru menendang wanita tersebut sehingga menabrak kaca jendela. Untung saja kaca tersebut tidak pecah.
"Usaha yang bagus jack" Ledek Shikamaru sambil tetap memasang kuda-kudanya. Sasuke yang terkejut pun langsung dengan cepat membentuk kuda-kuda.
"Kalian menuduhku ?" Wanita tersebut tampak tidak rela dengan tendangan Shikamaru sambil menunjuk dirinya sendiri dengan suara yang parau.
"Aku melihat sebuah benda menguap ditanganmu. Ketika itu aku sadar jika kau telah membunuh Kankuro dan sekarang Kankurou menguap habis bersamaan dengan darah yang terciprat ditanganmu" Jelas Shikamaru. Wanita tersebut tersenyum mengerikan.
"Kau memang cerdas" Kata Wanita tersebut sambil melemparkan sebuah benda bulat berwarna pink ke lantai gerbong. Seketika itu juga, gerbong sempit tersebut penuh dengan asap.
"Bom asap" Kata Shikamaru sambil mencoba mencari Sasuke. Asap berwarna merah jambu tersebut mulai menipis seiring dengan masuknya semilir angin kedalam gerbong tersebut.
"Hinata..." Pekik Sasuke tertahan begitu menyadari dirinya tengah berdiri sendirian bersama Shikamaru ditengah gerbong tersebut.
"Diatap" Seru Shikamaru sambil melompat keluar jendela dan disusul oleh Sasuke.
-0-
Rambut indigo Hinata bergerak pelan tertiup angin. Gadis tersebut tidak bisa melakukan apa-apa karena dirinya sudah terikat penuh bersama dengan jack.
"Hinata" Seru Sasuke sambil menghampiri gadis tersebut.
"Jangan sekali-kali kau mendekati tempat ini. Jika tidak, aku akan melompat sekaligus gadis imut ini" Kata Jack yang saat itu sudah berpenampilan seperti aslinya. Sasuke dan Shikamaru terkejut dengan penampilan asli milik Jack. Rambut hitamnya berkibar tertiup angin, kulit pucatnya menandakan bahwa dia tidak pernah tersentuh matahari, mata hijaunya menatap tajam Sasuke seakan ingin melumat Sasuke.
"Begitu rupanya" Gumam Sasuke sambil manggut-manggut. Shikamaru masih asyik berkomunikasi dengan Hinata melalui bahasa isyarat.
"Apa...!" Jerit Jack begitu menyadari jika Hinata merangkul dirinya.
"Aku akan mengakhiri game ini" Kata Hinata sambil bersiap untuk melompat.
"Tunggu, Hinata" Sasuke berteriak, berharap Hinata bisa mendengar teriakannya, tapi terlambat, Hinata sudah melompat bersama jack yang tidak dapat bergerak dipelukannya.
"Aishiteru, Sasuke-kun" Teriakan Hinata menggema di tebing-tebing tepi kereta.
TBC
Sudah ngerti kan siapa pelakunya ?
Revieeewww...!
