Pairing : SasuHina slight ShikaTema

Disclaimer : Masashi Kishimoto


"Jadi, gimana ?" Sasuke yang mendengar teriakan Hinata langsung terdengar sangat serius sekali. Angin membelai rambut pantat ayam tersebut dengan cukup keras sehingga rambut berwarna raven tersebut berkibar.

Shikamaru hanya mengangkat bahu sambil menahan terpaan angin dengan tangannya. Rambutnya yang memang diikat kuat kurang mendapat efek dari terpaan angin tersebut.

"Kenapa kereta ini berjalan begitu cepat ?" Keluh Shikamaru yang langsung membuat mata Sasuke terbelalak.

"Itu dia" Seru Sasuke. Shikamaru tampak menjadi semakin bingung dengan tindakan Sasuke.

"Kalau diperkirakan, kecepatan kereta ini mencapai 70 km/h" Kata Sasuke. Gimana Sasuke bisa memperkirakan kecepatan kereta ? Tentu saja dari kebiasaanya kebut-kebutan dijalan raya.

"Kalau melihat dari angin ini sih" Shikamaru tampak berpikir lalu kemudian menyeringai puas.

"Kereta uap tidak didesain untuk kecepatan segini. Itu artinya, masinisnya pasti sedang tertidur atau kemungkinan..." Sasuke tidak dapat melanjutkan kalimatnya dan langsung melompat kedalam gerbong kereta. Shikamaru menyusulnya dan mereka berdua berlari dengan kecepatan tinggi menuju lokomotif.

"Cih" Decih Sasuke begitu melihat banyak orang yng entah tengah tertidur atau apa sedang berserakan di dalam gerbong kereta.

"Dia benar-benar cerdik" Puji Shikamaru sambil mencoba melewati manusia yang sedang berserakan tersebut.

-0-

"Kita harus segera menghentikan kereta ini" Kata Sasuke dengan ucapan yang cemas dan langsung duduk dikursi masinis.

"Harus pencet yang mana" Sasuke yang belum pernah sekalipun memasuki mesin lokomotif hanya bisa memandangi tombol-tombol tersebut dengan tatapan kosong.

"Coba tekan tombol merah itu. Kelihatannya itu satu-satunya tombol manual disini" Perintah Shikamaru sambil menunjuk sebuah tombol merah. Sasuke pun menekan tombol tersebut dan kereta pun melambat secara spontan membuat Sasuke dan Shikamaru langsung jatuh ke depan akibat gaya kelembaman mereka.

"Apa yang terjadi ?" Tanya Sasuke begitu melihat tangannya yang sepertinya menguap secara perlahan.

"Aku tidak tahu" Kata Shikamaru yang juga tidak mengerti mengapa dirinya menguap seperti es kering.

Perlahan-lahan pandangan Sasuke mengabur dan akhirnya Sasuke beserta Shikamaru jatuh pingsan didalam lokomotif.

-0-

Besss...!

Suara itu cukup untuk mengejutkan Orochimaru, Jiraiya dan juga Tsunade. Mereka bertiga langsung menghampiri mesin berbentuk kapsul yang sekarang tengah terbuka tersebut.

"Mmmm" Sasuke yang pertama kali mengeluarkan suaranya dan membuka matanya.

"Merepotkan" Shikamaru yang sepertinya sudah terbangun dari tadi langsung menggumamkan kata favoritnya. Sasuke dan Shikamaru langsung berdiri dan menghampiri ketiga orang tersebut.

"Kau tidak apa-apa, Sasuke ?" Kata ayah Sasuke yang sepertinya masih berusahan untuk mengungkap kasus pembunuhan yang saat itu masih merupakan misteri.

"Tuan Fugaku, kurasa aku sudah mengetahui kasus ini. Korban sepertinya bunuh diri, telah ditemukan benang melilit dileher korban serta sebuah tali yang tergantung dilangit-langit korban" Kata seseorang berambut coklat dengan sebatang rokok yang tetap setia menemani harinya.

"Baiklah, case closed" Kata Fugaku.

"Sebentar, tuan-tuan. Saya disini akan mengungkap kebenaran tentang pembunuhan nona ummm... nona siapa ?" Sasuke malah bertanya. Makanya Sasuke jangan sok tahu ?

Fugaku hanya menepuk jidat pasrah melihat kelakuan putra bungsunya yang biasanya cukup pandai tapi sekarang menjadi sok tau.

"Nona Annie Marie" Jelas Orochimaru.

"Yak, nona itu" Sasuke malah berkata yang tidak-tidak. Kali ini giliran Shikamaru yang geleng-geleng lihat kelakuan kekanak-kanakan milik Sasuke.

"Pelakunya adalah, kau" Kata Sasuke sambil menunjuk Orochimaru yang dengan santainya sedang senderan di mesin game yang baru saja di tinggalkan oleh Sasuke.

"Aku kan lagi membetulkan mesin tadi" Kata Orochimaru yang tampaknya masih santai dengan suara yang sedikit merajuk.

'Iuuuhhh...!' Batin Sasuke jijik dengan kelakuan teknisi gadungan ini.

"Akan aku jelaskan bagaimana caranya kau membunuh korban" Sasuke mulai menceritakan pembunuhan tersebut.

"Jika ini kasus bunuh diri, korban akan terluka memar jika jatuh dengan ketinggian seperti itu. Karena korban sudah bersih dari luka, ada kemungkinan korban dicekik" Sasuke mulai menjelaskan.

"Bagaimana aku mencekiknya ?" Tanya Orochimaru dengan nada frustasi. Sasuke hanya tersenyum meremehkan Orochimaru.

"Itu mudah. Tinggal kau ikatkan seutas tali kekalung korban dan akan mencekik korban ketika kau gulung talinya dengan mesin mekanik di ruang teknisi" Jelas Sasuke sambil tersenyum puas.

"Kenapa tidak ada yang menemukan tali dikalung korban ?" Tanya Fugaku dengan tampang menyelidik. Dia mulai meragukan kepandaian Sasuke karena dia sudah menjadi detektif gadungan yang sok tau.

"Dia memotongnya dan membiarkan mesin mekaniknya menggulung benang tersebut dengan kecepatan penuh. Dengan kecepatan itu, korban akan kehilangan nyawanya kira-kira setengah menit dari pemasangan" Jelas Shikamaru yang dari tadi diam aja.

"Lalu, kenapa tidak ada yang mengetahui benang tersebut ?" Sekarang gantian Tsunade yang bertanya.

"Mudah. Dia menyiapkan benang tersebut jauh sebelum korban masuk kamar dengan menyusupkan benang tersebut di celah-celah kabel. Lalu dia menunggu korban didepan pintu dan mengaitkan benang tersebut lalu menyalakan mesinnya. Sederhana sekali" Jelas Sasuke dengan sangat lancar sekali.

"Tapi ada juga yang menyadari hal ini. Aku diberi informasi oleh orang itu" Kata Sasuke sambil menyeringai. Keempat orang tersebut langsung mendekati Sasuke.

"Asisten Orochimaru, Kabuto" Kata Sasuke sambil menyeringai. Keempat orang tersebut, plus Shikamaru juga terkejut dengan ucapan Sasuke.

"Dia mencoba untuk memberitahu dengan program malware yang disusupkan kedalam game" Kata Sasuke. Kabuto yang sepertinya sedang ngumpet karena takut dengan Orochimaru akhirnya keluar juga setelah dijelaskan oleh Sasuke.

"Benarkan, Kabuto-senpai ?" Kabuto hanya nyengir innocent mendengar ucapan Sasuke yang sangat tepat mengenai sasaran.

"Aku tahu kau benar-benar bisa memecahkan sandi kayak gitu" Kata Kabuto sambil menepuk pundak Sasuke kayak tidak terjadi apa-apa. Padahal, Orochimaru sudah siap untuk membalas dendam kapada SasuKabu.

"Apa motifmu ?" Fugaku menatap tajam kepada Orochimaru. Orochimaru hanya terdiam tak menjawab ucapan Fugaku.

"Dia tidak akan menjawab. Dia mau membalas dendam untuk kematian nenek moyangnya saat diingrris abad pertengahan" Jelas Sasuke.

"Siapa nenek moyangnya ?" Tanya Fugaku yang sepertinya mulai merasa bangga dengan kehebatan putra bungsunya tersebut.

"Jack The Ripper" Kata Sasuke sambil menyeringai.

"Mmmm" Para relawan sepertinya mulai sadar. Sasuke hanya tersenyum kecil melihat perubahan raut wajah Orochimaru yang sudah pucat pasi sekali.

"Dimana ?" Naruto langsung membuka matanya dan terlonjak kaget dengan apa yang dilihatnya.

"Aku laper" Ini mah Chouji yang langsung cari-cari makanan ringan favoritnya.

"Guk" Kiba langsung menggumamkan kata-kata tabu gara-gara seringnya bergaul dengan anjing putihnya.

"Mmmmm" Shino lagi mencerna setiap sesuatu yang masuk dalam pikirannya.

"Gue bunuh tua bangsat itu" Kankurou langsung mengumpat menyumpahi Jack yang menyamar menjadi orang tua.

Gaara tetep stay cool tanpa mengerti tentang apa yang terjadi.

"Sasuke-kun"

"Shikamaru-kun" Temari dan Hinata saling berpandangan lalu langsung mengalihkan pandangan dengan wajah yang memerah.

"Kalian sudah sadar ya ?" Kata Shikamaru sambil menghampiri kedelapan temannya dengan wajah yang ogah-ogahan.

Temari langsung memerah wajahnya melihat Shikamaru. Dia pun langsung mengalihkan perhatiannya kepada yang lain.

"Kalian berdua tidak game over ?" Tanya Naruto sambil menunjuk SasuShika.

"Kau bodoh sekali" Sasuke langsung maju tanpa menghiraukan pertanyaan Naruto sambil menjitak sahabat kecilnya tersebut. Naruto hanya nyengir innocent sambil terus mengelus-elus kepalanya.

"Hinata... Bisa ikut aku" Kata Sasuke menghampiri Hinata. Shikamaru, satu-satunya yang mengetahui perasaan Hinata pun tersenyum jahil.

"Sukses ya, Sasuke" Kata Shikamaru sambil menepuk pundak Sasuke pelan.

"Gimana dengan Temari tuh, udah pernah first kiss kan ?" Gantian Sasuke yang mencibir Shikamaru. Temari dan Hinata langsung nge-blush.

"Cieeee" Sorak keenam temannya secara serentak.

"Gara-gara kau, Baka" Sungut Sasuke pada Shikamaru.

FIN

Gak ada romance-nya ya.

Rencananya sih akan saya buat sekuel juga.

Revieeewww...!