PAIR: SHIKANARU
Minna-chama ogenki desuka ?.. :O semoga sehat sehat saja. Well ^^'' terima kasih yang udah review… T_Ta baik kritik pujian dan saran itu sudah sangat sangat membantu shika~ :'DD
~devilojoshi & namikasze shira : domo arigatou gozaimashita :'D buat reviewnya… sesuai janji shi .. shi akan panjangin ceritanya di chapter ini XD
Maaf kalau banyak typo's yang bertebaran, beberapa hari ini banyak kejadian yang bikin shika~ bed rest.
Oh ya dari chapter ini shi akan flashback ke awal naru ketemu si rusa pemalas itu. Semoga minna tidak bosan dengan alur cerita ini XDa #dzigh. Ok kita mulai sajaaa nyaaa.. douzo silahkan di baca.
~chapter 1~
Hanya dengan suaramu jiwaku tenang hanya dengan mendengar nyanyianmu jiwaku terangkat dari kegelapan bertemu denganmu membuatku berfikir ingin mencoba 1 kali lagi untuk berusaha hidup
First meeting –
Hari itu naruto baru saja keluar dari sebuah toko buku dengan membawa sebuah bungkusan sedang di tangannya. Wajahnya tampak murung bercampur resah. Sejak vonis yang di jatuhkan dokter padanya seminggu lalu, ia memutuskan untuk berhenti dari kesibukkannya sebagai dancer. Dan inilah naruto sekarang. Tak ada arah dan tujuan. Dan ini membuatnya sangat sangat depresi. Akhirnya ia memutuskan untuk pergi keluar rumah dan mencari apa yang bisa ia kerjakan.
"mengapa aku membeli buku ini… ? haah naru sepertinya kaubenar benar kehilangan arah. " ujar naru sembari meneliti kembali bungkusan berisi sebuah buku note bersampul oranye corak not-not balok.
Matahari semakin terik dan menyengat, hawa yang membuat naru ingin sekali menceburkan dirinya ke air dingin saat ini juga. Dan untungnya ia melihat sebuah cafe ~le-ziel~ yang tak jauh dari toko buku. Naruto pun memutuskan untuk memuaskan dahaganya di cafe itu.
Cafe le~ziel nampak sedikit ramai dengan para muda mudi yang sedang bercengkrama. yaah mengingat hari ini adalah hari minggu, hari yang telah ditetapkan untuk menjadi hri libur sedunia. Naru mengedarkan pandangannnya mencari meja yang kosong, ditengah ruangan persis di depan sebuah panggung kecil. Karena sudah lelah untuk berdiri iapun duduk disana.
"selamat siang tuan ? ingin pesan apa .. hari ini menu spesialnya banana~choco dan lemon squash." Seorang maid berambut bubble gum menghampirinya dan memberikan menu kepada naruto.
"aku pesan lemon squash saja. Pinta naru sambil mengembalikan menu itu pada sang maid.
"hanya itu saja tuan.. baiklah.. pesanan anda akan datang dalam beberapa menit, saya mohon permisi dulu tuan"
Naruto kembali melayangkan pandangannya ke arah buku oranye itu. Sambil membuka buku oranye itu ia mengambil sebuah pena di sakunya. Entahlah apa yang ingin ia lakukan dengan buku itu.
' Sampai kapan aku akan kehilangan arah dan akhirnya mati sia-sia ?
Yap aku naruto remaja yang kehilangan arah gara-gara sebuah pernyataan menjengkelkan dari seorang dokter. Ia sukses membuatku meninggalkan dunia yang aku sayangi. Yap ini semua gara-gara penyakit ini... Kenapa penyakit ini harus berada di tubuhku ?Apakah takdirku sedang dipermainkan oleh-Mu ?Tuhan tolonglah ..., Beri aku petunjuk ..., Tidak apa-apa jika hidupku me-mendek. Ssetidaknya, beri aku pentunjuk agar di-sisa hidupku, Waktuku tidak terbuang sia-sia' tulisan itu mengalir begitu saja dari pikiran naruto. .
"sumimasen tuan... satu lemon squash pesanan anda." ucap maid berambut bubblegum sambil meletakkan segelas lemon squash di meja naruto.
"terima kasih... " sang maid hanya melempar senyum simpul mendegar ucapan terima kasih dari naruto
"tentu..tuan kalau anda ingin memesan lagi anda tinggal memanggil saya." Naruto mengangguk.
Ia memperhatikan segelas lemon squash yang berada di depannya, tak ada nafsu sama sekali untuk meminum minuman favoritnya itu, padahal tenggorokannya sudah meronta-ronta ingin di siram segarnya lemon squash. Saat mengedarkan tatapannya lagi ke panggung kecil di café itu, ternyata ada sekelompok musisi yang sedang mempersiapkan aksinya untuk perform di café le ziel.
"eh… ternyata ada yang bernyanyi juga di café ini." Pandangan naru sekrang terpaku pada seseorang berambut nyentrik yang sedang menyelaraskan nada gitarnya dengan teman disampingnya. Rambut kuncir nanas, naru baru tau ada seseorang yang puna rambut seperti itu di dunia ini.
"selamat siang.. minna-san kami dari reira's rose akan mengisi waktu makan siang anda.. dengan sebuah lagu yang mudah-mudahan dapat membangkitkan semangat anda-anda semua. So let's start….!" Si rambut nanas itu mulai memainkan gitarnya lalu disusul dengan gebukan drum teman si rambut nanas.
I feel my heart is getting lost
being myself is painful
someone says you don't have a chance to restart the life that you never had
Naru tertegun mendengar bait lirik lagu yang tidak ia ketahui judulnya itu. Si rambut nanas mulai duet dengan teman disebelahnya yang bertatto segitita di wajahnya.
Tell me when you have lost your way
what would you do to see the light again
a picture is the only way to member
that your past is true
When you get trapped in your life
when you are up against the wall
what would you give to be free
just like how we were before
Dan tanpa sengaja si rambut nanas bertatap mata dengan naru yang kini tengah memandangnya dengan tatapan sendu tak terdefinisikan.
Si rambut nanas POV
Eh dia kenapa dia memandang dengan tatapan seperti itu?
Apa ada yang salah dengan lagu ini?
Akupun terus memetik gitarku sembari menyanyi. Ckk merepotkan kenapa harus bertatap mata seperti inisih.
End of si rambut nanas POV
Setitik air mata mengalir dari pipi naru tanpa ia mau. Hatinya terenyuh mendengar lagu itu. Lagu yang cheerful tapi benar-benar mempunyai banyak makna, apalagi untuk naruto sendiri.
Setelah menyanyikan 3 lagu berturut-turut si rambut nanas dan kawan-kawan menyudahi aksi panggungnya.
"arigatou gozaimashita minna-san …. Esok hari jika tuhan mengizinkan.. kami akan menghibur kalian semua… Sekali lagi terima kasih, Jaa nee minna-san matashita.." ucap si tattoo segitiga.
"plok-plok-plok-plok " para pengunjung café bertepuk tangan dengan meriahnya, dan itu membuat naruto kembali dari dunia khayalnya.
'ahh. Aku harus berterima kasih pada mereka ….!' Ucap naru dalam hatinya.
Naru meminum lemon squasnya dengan semangat 45, menutup buku putihnya, lalu melangkah kea rah si rambut nanas dan kawan-kawan.
"emm.. Sumimasen.." ujar naru malu-malu. Si rambut nanas kini beralih pandang dari gitarnya yang sedang ia masukkan ke guitar case-nya.
"ada perlu apa..?" Tanya si rambut nanas.
"ARIGATOU GOZAIMASHITA…!" teriak naru dengan lantang sembari membungkuk hormat. Si rambut nanas terpaku sekaligus bingung, yaah bukan dia saja sih se-isi café itu juga bingung dan terus memperhatikan kejadian langka ini.
"ma-maaf apa maksud anda ?" si tattoo segitiga mulai angkat bicara.
"terima kasih.. Berkat lagu pertama kalian, sedikit demi sedikit jalanku mulai tersusun lagi. Pokoknya terima kasih banyak… reira's rose-san suara dan permainan music kalian juga bagus sekali aku sangat suka "
'pftt.. reira's rose-san ada-ada saja' ujar si rambut nanas.
si rambut nanas POV
si rambut kuning yang tadi bertatap mata denganku, ternyata benar-benar menghampiriku, dan berterima kasih pada kami? Ara~ kami jarang sekali mendapat hal-hal seperti ini. Sepertinya aku juga harus mulai berterima kasih padanya.
"hei bocah rambut kuning… seharusnya kami yang berterima kasih padammu. Karena kamu telah mendengarkan sekaligus mengapresiasi penampilan kami." Kataku memasang senyum simpul yang jarang sekali aku perlihatkan pada siapa-siapa.
End of si rambut nanas POV
"terima kasih juga.. rambut kuning-san" ucap si rambut panjang coklat.
"ehh ahahaha.. maaf aku belum member tahu namaku… hehehe namaku naruto… sekali lagi terima kasih banyak"
"ckk mendokusei… kau baru memperkenalkan namamu sekarang. Haaah bodohnya…"
"ehh aku tidak bodoh tapi hanya lupa.."
"hahaha sudahlah shika…. Jangan begitu sama fans pertama kita." Ucap si tattoo segitiga.
"hahaha.. sepertinya aku yang akan memperkenalkan teman-temanku. Yang bertatto segitiga bernama kiba, yang berambut seperti nanas itu namanya shikamaru, dan aku sendiri neji. Senang berkenalan dengamu naruto-san." Ucap neji sembari tersenyum.
"hehehe jangan pakai san.. cukup naru saja."
"yaaa.. naru terima kasih… dan senang berkenalan denganmu " shika mengulurkan tangannya, dan lagi-lagi ia memperlihatkan senyum manisnya.
'deg-deg-deg'
'ehh kenapa.. jantungku berdebar-debar seperti ini?' Tanya naru
"hehehe iya.. salam kenal juga… " naru menerima uluran tangan itu dan berjabat tangan dengan shika . Ia berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya. Dia benar-benar tidak mengerti dengan reaksi tubuhnya ini.
Dan hari pertama bertemu denganmu
Adalah hal yang paling membahagiakan bagiku
Dan tanpa sadar aku menjadikanmu sebagai pelita didalam duniaku yang gelap
TBC~
Minna-san apakah ini sudah panjang? Dari yang kemarin
Maaf kalau misalnya kurang panjang soalnya shi lagi flu berat.. gara-gara digempur ujian MTK, KIMIA, dll =_=''. Dan sepertinya shi bakal bed rest benar-benar abis apdet chap ini. Tapi tenang aja… setelah bed rest shi bakal apdet lebih panjang lagi kok…
Oya itu lagu yang dibawai shika dan kawan-kawan adalah lagu punya pay money to my pain. Coba deh kalian dengerin X'D aku dapet inspirasi chapter itu dari lagu itu lo. Lagunya semangat tapi maknanya dalem pake banget.
Oya maaf kalo banyak typo yang bertebaran,
Ugyaa special thanx untuk
Reviewer,follower,dan favoriters #halah X'D aku udah apdet lohhhh silahkan dibaca dicomment di review . pedas asin manis shi terima hehehe.. soalnya itu yang bikin cerita shipenuh makna #loh
