Chapter 2
Pair: shika~naru
Cuap-cuap setelah sakit~
Hai minna genki ? XDD shi udah sembuh XDa yaah walau kuping masih agak budek sebelah XDa efek flu berat kemaren. Untuk typo buat chapter sebelumnya, hontou ni gomennasai (T_T) #bowdalem-dalem. Oh yaa untuk chapter ini , sepertinya akan banyak cerita kenangan naru sama shika .-.v yosh, untuk chapter ini sedikit dibahas kenangan2 mereka, esok aku apdet banyak kenangan mereka, sepertinya ini sedikit panjang . Kalo belom panjang juga XDa mungkin itu takdir #plakkk.
AAAAA MAAF GOMEN.. kukira bakal cepet apdet.. tapi ternyata banyak halangan rintang untuk meng-apdet fanfic abal ini :'( hontouni gomennasai. Aku juga gatau bakal cepet cepet apdet lagi ato ngga. Soalnya banyak kerjaan di sekolah maupun diluar.. biasa anak sibuk #plaakk tepatnya sedang menyibukkan diri mhihihi.
Balas repiuw repiuw….
Neko-tan: maap nyo XDv aku tidak bisa lepas dari titik XDa soalnya kebanyakan ngelamun #dzighhh. Okeh XD makasihh sarannya ^O^v aku udah apdet lo.. monggo di baca terus di XDv komen lagi nyo
Ichiko yuki: .-. wohh iya aku sering lupa sama capital di nama orang XDa terlalu bersemangat ngetik sih XDa.. gomenne XDv banyak typo. Makasih udah ripiuw XDv
Namikaze shira: benarkah alurnya kecepatan.. =w=a maaf nyo XDa kalau kecepetan, XDv makasih udah ripiu nanti kuperbaiki lagi di chap ini sama chap depan.
Dan untuk semua para pembaca yang tidak berkomentar .-.v makasih yaa udah baca XDa setidaknya tinggalkan saran atau kritik XDa supaya ccerita ini berjalan tidak tersendat-sendat XD #plakkkkk
Okelahh kalo begitu kita langsung saja nyo~ selamat membaca minna~ XDv
Shikamaru menyeruput kopi yang sejak tadi menemaninya membaca buku curahan hati orang yang telah ia sakiti secara tidak langsung. Ia baru saja, membaca tulisan pertama naru, tentang pertemuan mereka di kafe. Ia juga baru tahu jika pertemuan pertama naru dengannya, sangat berarti untuk naru.
'berat memang, namun jika bertemu denganmu, dan menghabiskan waktu bersamamu, waktuku sangat terasa menyenangkan. Saat bersamamu kesempatan itu dating tiba-tiba. Aku kembali mendapatkan jalanku.' Shika membalik lembar selanjutnya lalu kembali membaca dalam hati sembari mengingat kenangan-kenangan yang ia habiskan dengan Naruto.
'PICK GITAR PERTAMA DARI SHIKA ! AKU KAGET SANGAT KAGET. Ia tiba-tiba memberiku sebuah pick gitar bergambar bunga matahari. Ia memang susah ditebak, katanya saat melihat pick gitar itu ia teringat olehku. Walah aku jadi salah tingkah, tapi kuakui ini sangat mendapatkan pekerjaan di café le~ciel ! yang satu ini aku kaget juga. Tapi kata kakashi~san sang si pemilik café yang aneh itu, aku cocok menjadi butler. Katanya sih aku tampan. Hahaha setampan itukah aku? sepertinya Shika lebih tampan daripada aku. EHH ! apa yang tadi kubilang? Tuhkan, aku jadi memujinya lagi, oke ralat omonganku Neji yang paling tampan deh, EHH ! ish sudahlah tidak usah bahas tampan-tampanan. Aku meng-iyakan saja tawaran Kakashi-san, soalnya aku ingin sekali membuat para pengujung bahagia dan menikmati makanannya dengan lahap. '
Shika tersenyum simpul membaca tulisan naru, tulisan yang jujur tidak banyak basa-basi dan apa adanya. Ia kembali mengingat kejadian-kejadian lucu dan sangat berarti bersama naruto. Satu-persatu ingatan itu kembali terputar layaknya sebuah film yang diputar secara berulang-ulang.
Flashback
The pick guitar !
Shika si rambut nanas kini tengah memasuki sebuah toko music yang telah menjadi langganannya semenjak di bangku SMP. Seorang penjaga took bernama chouji menyaapanya dengan hangat, ya mereka sudah kenal lama, karena Chouji itu teman Shika sejak SMP.
"hey rusa malas, apalagi yang kau butuhkan." Ujar Chouji dengan nada canda sembari mengunya keripik kentang kesukaanya.
"yap kurasa ini saja, haah hari ini cuacanya sangat tidak mendukung ya." Jawab shika.
"ya, begitulah .. waah apa ini.." Tanya Chouji heran melihat barang pilihan Shika yang sangat tidak biasa. Sebuah pick guitar bergambar bunga matahari.
"tumben sekali kau membeli pick guitar yang gambarnya imut begini? Hahaha ini untuk pacarmu ya? "Chouji kembali mengunyah keripik kentangnya.
"ckk, aku membeli itu karena aku teringat oleh seseorang saja. Apalagi rambut kuningnya yang tidak biasa itu. Setiap melihat dia yang riang, aku jadi sering terbayang bunga matahari yang merekah ketika terkena sinar matahari." Ucap shika panjang lebar dengan senyumannya yang tidak biasa.
"HAHAHAHA… ! aku tidak percaya kau bisa berkata sepanjang dan selebar itu apalagi dengan senyuman seperti itu. Hei shika kau sedang jatuh cinta dengan orang itu ya."
"bletakkk" sebuah jitakan super keras mendarat di kepala Chouji
"jangan asal bicara.. dia temanku dan gendernya lelaki !" kata shika menyembunyikan sedikit semburat merah di pipinya. Chouji benar, tidak biasanya ia berbicara sepanjang itu mengenai seseorang apalagi dengan tersenyum. Itu bukan Shika yang biasa.
'ahh mungkin aku hanya terlalu bersemangat.' Ujar shika dalam hati.
"yaah maaf Shika aku hanya bercanda. Nah ini semuanya 2000yen" kata chouji sembari memeberikan seplastik belanjaan Shika.
"yayaya Chouji aku pergi dulu. Terima kasih ya." Setelah membayar Shika pergi ke café tempat ia biasa manggung, ya ! kafe le~ciel.
-thelast3word-
Naruto memandang bosan kearah orange juice yang sedari tadi ia pesan. Bosan, bisan, bosan, dan bosan. Daritadi ia menunggu si rusa pemalas itu, sudah 1 jam lamanya ia menunggu, si rusa itu tidak datang juga. Kiba sedang berkutat dengan gitarnya, Neji sedang membaca majalah music yang tadi ia beli, sedangkan Naruto hanya bisa menunggu bosan tanpa melakukan apa-apa.
"kling kling" suara lonceng kecil di pintu masuk menandakan seseorang sedang memasuki took tersebut. Dan tampaklah disana seseorang dengan rambut eksentrik memandang malas keseluruh penjuru café.
"heii.. rusa pemalas… kenapa kau lama sekali… lihat teman-temanmu yang daritadi menunggui-mu.." semprot Naruto.
"salahkan saja mereka yang terlalu cepat datang" ujar Shika dengan santainya sembari mendudukkan badannya di kursi samping Naruto.
"HEEEIIII… jangan banyak alas an.. kauuu inii ! ru" belum sempat Naru menyelesaikan kalimatnya, sebuah pick gitar telah tertempel di bibirnya yang cerewet itu.
"itu bayaran karena aku telat.."
"ehh benarkah.. tapi kenapa pick gitar?"
"lihatlah gambar pick gitar itu. Bunga matahari. Saat aku melihat itu aku jadi teringat rambut kuningmu." Kata Shika, dan itu sukses membuat pipi Naruto memerah.
'cihh.. kenapa pipiku memerah. Dan jantungku kenapa berdegup tak beraturan seperti ini.'
"ckk untuk apa juga kau memberiku ini. Akukan tidak bisa main gitar."
"anggap saja itu hadiah karena telah menjadi fans pertama kami."
"waah.. pick gitar yang keren, tapi agak feminim yaa, tapi cocok juga sih untukmu hahaha, kaukan manis." Ejek Kiba.
"heeiii ! aku laki-laki… aku tidak manis !" protes Naruto.
"yak.. sudah-sudah.. saatnya kita manggung. Shika, Kiba ayo bersiap-siap." Lagi-lagi Neji menjadi penengah para sahabat-sahabatnya ini.
"baiklah-baiklah.. ayo bersiap." Ujar Shika.
Merekapun bersiap untuk perform. Mood naru kembali membaik, karena sebentar lagi ia akan mendengarkan Shika bernyanyi, yaa kadang-kadang Shika juga duet dengan Kiba, waah pokoknya performance band Shika itu sangat sangat ditunggu oleh Naru.
Hari semakin sore. Namun Café Le~ciel masih banyak dikunjungi oleh beberapa pelanggan, namun tidak se-ramai di siang hari.
Naruto masih setia berada disana, berbincang ringan dengan pemilik toko itu, namanya Kakashi-san warna rambutnya yang silver tidak membuatnya terlihat tua, malah sebaliknya ia terlihat sangat keren apalagi dengan balutan pakaian butler. Shikamaru dan kawan-kawan juga masih berada disana, jadwal mereka perform di café Le~ciel memang sampai sore hari.
"hei.. Naru apa kau tidak ada kerjaan? Soalnya setiap hari.., kau selalu menghabiskan waktumu di café ini." Tanya Kakashi. Naru terdiam, benar apa kata Kakashi ia selalu berada di Café ini, menghabiskan waktu hingga sore. Karena ia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
"sebenarnya.., aku baru berhenti dari pekerjaanku, dan aku tidak tahu harus bekerja apa" ujar naru memaksakan untuk tersenyum Shika melihat senyum terpaksa itu, dan entah kenapa ia sangat tidak suka melihat senyum palsu yang dipasang Naruto.
"ckk, hei Kakashi.. sepertinya sakura sedang kelimpungan menghadapai pelangganmu yang sedang membludak, apa kau tidak membuka lowongan mencari Butler?" Tanya Shika.
"iya.. akhir-akhir ini.. pengunjung semakin bertambah…, AHH aku tahu.., Naruto apa kau mau menjadi .Butler di Café ini?" Tanya Kakashi lagi dengan semangat 45.
"EHHH BUTLER? TA.. TAPII AKU.."
"tenang , wajahmu itu sudah layak dikatakan tampan, dank au juga manis dibanding pria-pria disini, ahh pria manis itu sedang digandrung-gandrungi remaja putri saat ini. Bagaimana ? apa kau tertarik? "
"tapi.. Kakashi-san aku tidak punya pengalaman menjadi butler?" ujar Naru.
"semua orang pasti bisa jika ia mau belajar .., aku tahu pasti kau bisa" kakashi tersenyum dibali maskernya.
"sudah.. terima saja , aku percaya kau bisa." Ucap shika mengusap kepala Naruto dengan lembut.
"ehh.. emm baiklah… mohon bantuannya bos.."
akhirnya dengan senyum mengembang, di hari itu Naru resmi menjadi butler di café Leciel, ia senang.. ah tidak-tidak . Ia sangat sangat senang karena sedikit demi sedikit ia mempunyai tujuan dalam hidupnya, entahlah ia masih tidak tahu saat ini, tapi yang jelas suatu saat ia akan tahu.
TBC
HONTOUNI GOMENNASAI MINNA-SAN.., udah apdetnya super duper lama… sedikit pula.. huwaa :'( aku bener-bener minta maaf, atas keterlambatan ini, seperti biasa shi~ minta kritik dan sarannya. Mmmaaff jika banyak TYPO SANA SINI… gomennasai reader-san
