Title : Dominating Me
Pairing : Kibum X Siwon
Rate : M
Warning : Masturbate!Uke!Siwon
.
.
FLASHBACK
Siang itu dorm Super Junior tampak lengang. Tentu saja member Super Junior ini sedang memenuhi schedule kerja mereka. Hanya tampak beberapa anggota yang memilih untuk bersantai di dorm, menikmati jam kosong mereka.
SiWon keluar dari kamarnya. Pria tampan ini baru saja bangun dari tidur panjangnya setelah tadi malam ia harus syuting sampai subuh. SiWon mengerjapkan matanya, memandang dorm yang kelihatan sepi, sampai ekor matanya menangkap sosok Sungmin dan Ryeowook yang sedang membicarakan sesuatu di sofa depan TV.
Bermaksud untuk menyapa, SiWon berjalan menuju SungMin dan Ryeowook, namun langkahnya sontak berhenti saat telinganya sudah mampu menangkap apa yang sedang dibicarakan oleh SungMin dan Ryeowook.
"Kalau aku… Aku sebenarnya lebih suka saat Yesung Hyung mulai dengan lembut, dengan jari-jari terlebih dulu" kata Ryeowook dengan rona merah di pipinya.
"Kyuhyunie sih sering berimprovisasi. Tapi aku tetap suka walaupun dia kadang-kadang bermain kasar" kata Sungmin, sedikit lebih santai dibanding Ryeowook. Ryeowook tampak sedikit mebuang mukanya, merasa malu dengan apa yang mereka bicarakan. Saat itulah, ia melihat SiWon yang berdiri melongo mendengar pembicaraan mereka.
"Ah.. Si..Won.."
SiWon nampak menunjukkan senyum canggungnya. Ia sedikit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena bingung sendiri dengan apa yang harus ia lakukan.
SungMin yang awalnya diam seketika tersenyum lebar.
"SiWon, kemarilah! Kami sedang membicarakan sesuatu yang menyenangkan! Ryeowookie, tidak apa-apakan kalau kita mengajak SiWon juga. Dia kan seme, jadi kita bisa tahu lebih banyak!" kata SungMin
Ryeowook ikut menggaruk tengkuknya, memandang ragu pada SungMin dan SiWon-yang masih nampak melongo. "Engh.. Baiklah. Aku terserah Hyung saja."
SungMin nampak terkekeh puas dan melambaikan tangannya pada SiWon, yang akhirnya dituruti SiWon.
"SiWon, kau pasti sudah pernah melakukannya dengan KiBum kan?"
"Engg.. melakukan apa SungMin Hyung?"
"Ayolah SiWon.. masa kau tidak tahu? Tentu saja seks!" kata SungMin terang-terangan.
Lagi-lagi SiWon membelalakkan matanya mendengar apa yang dikatakan SungMin. Tentu saja ia pernah melakukannya bersama KiBum. Mereka sudah sama-sama dewasa, jadi hal seperti itu pasti bukan hal yang aneh kan?
"Te..tentu saja pernah Hyung. Memangnya kenapa?" Tanya SiWon ragu
SungMin tertawa senang. Dengan bersemangat ia kembali melanjutkan pertanyaannya. "Nah, jadi bagaimana rasanya menjadi seme, SiWon?"
"Hah? Kenapa aku harus menceritakannya Hyung! Itu memalukan!"
"Aishh.. SiWon! Kita bukan anak kecil lagi. Lagipula kita kan sama-sama tahu. Apa salahnya berbagi cerita, iya kan, Ryeowookie?" kata SungMin berusaha mencari dukungan dari RyeoWook.
"I..iya SiWonie. Lagipula kita ingin tahu apa yang dirasakan seme saat melakukan 'itu'" jawab Ryeowook malu-malu.
Kali ini SiWon menggaruk kepalanya. Mencoba memutar kembali memorinya ke malam-malam panjang yang pernah ia lalui bersama Kibum.
"Rasanya..engg.. menyenangkan. Nikmat, kemudian puas. Seperti itulah…"
RyeoWook dan SungMin memandang tidak puas pada SiWon. "Hanya seperti itu? Ugh. Kau benar-benar tidak menarik SiWon! Kami ingin tahu lebih jelas!"
SiWon balik memandang bingung pada SungMin dan RyeoWook. "Memang hanya seperti itukan, Hyung? Mau bagaimana lagi?"
Ck! SungMin memandang SiWon dengan sedikit kesal. "Kau dengar ya, ceritakan dengan lebih jelas. Kalau seperti ku, aku suka saat junior KyuHyun menghentak dengan cepat dan kuat, rasanya lubang kita akan penuh, menyatu seutuhnya. Kemudian saat KyuHyun berhasil menemukan prostatku, kemudian saat miliknya yang besar itu berdenyut keras, rasanya benar-benar luarbiasa!"
"Aku suka rasa penuh di lubangku. Rasa di dominasi seutuhnya. Saat KyuHyun membelai seluruh tubuhku tanpa mengurangi kecepatan gerakannya di lubangku. Ahh, KyuHyunie ku memang yang terbaik!"
"Yesungie juga yang terbaik, SungMin Hyung!" Ryeowook menyela cepat. Ia sedikit tidak terima saat SungMin bilang KyuHyun yang terbaik. Yesung juga tentu saja yang terbaik, kan?
"Aku suka saat Yesung Hyung memasukiku perlahan-lahan. Dengan lembut dan sedikit-sedikit. Kau tau, SiWonie, rasanya saat otot cincin hole diterobos, huaah.., perpaduan antara sakit dan nikmatnya itu benar-benar tidak terkatakan! Bayangkan, sesuatu yang tumpul dan keras memasukimu, memenuhi rektummu, menyentuh titik kenikmatanmu dengan tempo lambat dan lembut! Ahh.., SungMin Hyung! Yesungie juga yang terbaik kan."
SungMin nampak hanya mengendikkan bahunya dengan tersenyum kecil. Nampaknya ia juga perlu mengakui, kalau Yesung mungkin juga sehebat Kyuhyunie-nya. Namun, reaksi SungMin berbeda jauh dengan reaksi SiWon. Wajahnya sontak memerah dan dadanya berdebar-debar.
SiWon ternyata membayangkan tiap deskripsi yang disebutkan SungMin dan RyeoWook pada dirinya sendiri atau errr.. pada lubangnya sendiri. Sehingga, tanpa sadar ia benar-benar terbawa bahkan, ughh.. sesuatu di selangkangannya mulai bangun ternyata. SiWon tidak mungkin berdiam diri lagi.
Ia otomatis bangkit, "SungMin Hyung, RyeoWookie, mian, aku permisi kembali ke kamar!" katanya. Kemudian dengan langkah lebar ia kembali ke kamarnya, sebelum membanting pintu dengan keras, menyisakan SungMin dan RyeoWook yang melongo tidak mengerti.
"Hah!" SiWon mengehela nafas sambil duduk di tepi ranjangnya. Dengan sedikit takut ia melirik ke arah selangkangannya, dan SiWon benar-benar frustasi saat melihat sesuatu di selangkangannya itu. 'Aset' pribadinya sungguh-sungguh sudah menegang, membentuk gumpalan yang tercetak jelas di celananya.
Seharusnya hal yang wajar jika SiWon menegang, bukankah dia juga manusia? Namun masalahnya, yang SiWon pikirkan adalah mengapa ia bias menegang mendengar cerita uke? Bukankah dia seme?
Tidak masalah jika ia merasa ingin memasukkan juniornya ke hole, tapi masalahnya, yang ia sekarang rasakan adalah… errh, lubangnya berkedut keras.
SiWon memutuskan pergi ke kamar mandi untuk membasuh mukanya, namun saat cermin besar kamar mandi memantulkan bayangan dirinya, ia dapat melihat dengan jelas juniornya yang mengeras di balik celana.
"Arghh!" SiWon meninjukan kepalan tangannya dengan frustasi pada dinding kamar. Akhirnya, ia menyerah.
Perlahan-lahan di arahkan tangannya ke selangkangannya itu. Menyentuh kejantannya dengan lembut. SiWon menarik nafas, ia sungguh-sungguh bergairah. Dengan tidak sabar ia melepas celana panjangnya sekaligus dengan celana dalam abu-abunya. Menampakkan dengan jelas junior besarnya yang sudah keras dan mengacung tegak.
SiWon menggenggam kejantannya itu, kemudian sedikit demi sedikit mulai melakukan kocokan lembut. "Heghh.. " desah SiWon
Kocokan SiWon mulai bertambah cepat. Ia memejamkan matanya, menikmati fantasi liar serta kenikmatan yang berusaha dicapainya.
"aku suka saat junior KyuHyun menghentak dengan cepat dan kuat, rasanya lubang kita akan penuh"
"Bayangkan, sesuatu yang tumpul dan keras memasukimu, memenuhi rektummu"
Seketika, SiWon tersentak. Lubangnya tiba-tiba berdenyut keras saat kata-kata SungMin dan RyeoWook berputar di kepalanya. 'Tidak' SiWon membatin dalam hatinya. Ia berusaha memejamkan matanya sambil menggeleng keras tanpa mengurangi kecepatan kocokan pada juniornya.
Akan tetapi semuanya sia-sia. Lubangnya makin berkedut keras mengiringi debaran jantung dan tarikan nafasnya yang semakin memburu. Kocokan pada juniornya itu seakan tidak berarti apa-apa lagi, ditutupi oleh hasrat lain yang mati-matian dipendamnya.
'Tidak!' batinnya sekali lagi. Namun seakan tidak mampu melawan gejolaknya sendiri, akhirnya ia membuka mata, memandang pantulan dirinya di cermin. Wajah memerah dengan bagian bawah tubuh yang tidak tertutup sehelai benangpun. Holenya lagi-lai berkedut keras, seperti menginginkan sesuatu, membutuhkan sesuatu.
Dengan frustasi, SiWon mengarahkan tangannya, menyentuh sesuatu yang kenyal di belakang tubuhnya. Lagi-lagi berdenyut keras. SIWon tidak bisa menahanannya lagi. Ia mengarahkan jari tengahnnya pada lubang pantatnya, mengelusnya pelan.
Sedikit demi sedikit SiWon memasukkan jarinya memasuki lubang itu. Ia mengerjit, merasakan keganjilan saat benda asing yang memasuki tubuhnya. Namun ia tidak berhenti, ia mendorong lagi hingga jari tengahnya masuk seluruhnya.
SiWon menarik nafas, mencoba merasakan apa yang yang tengah terjadi. Ada sesuatu dalam dirinya yang masih meminta, ia belum puas. Mengikuti nalurinya, SiWon pelan-pelan memasukkan satu jari lagi ke dalam hole ketatnya.
"Ahh.." sedikit ringisan lolos dari bibir SiWon saat jari kedua mulai masuk ke dalam lubang anusnya. Ia mulai merasakan sedikit perih saat holenya itu mulai membuka. Hah, dua jari sudah terbenam dengan sempurna dalam holenya. Tapi tidak, ia belum benar-benar menemukan apa yang diinginkannya. SiWon merasa ada keganjilan. Sesuatu yang belum ia capai. Tidak sabar, SiWon mulai memasukkan dua jari panjangnya yang tersisa.
"Akh!" SiWon langsung menggigit bibirnya keras saat jeritan mulai tidak bisa dikontrolnya. Ia tidak mau memungkiri kalau rasanya sangat sakit. Cincin holenya dipaksa untuk membuka dan menerima sesuatu yang tidak dapat dibilang kecil ukurannya. Namun alih-alih menghentikan tangannya yang mulai memasuki lubang itu, ia justru berusaha menerima rasa sakit itu.
Perlahan-perlahan, keempat jarinya telah terbenam sempurna di dalam lubang anus SiWon. SiWon menarik nafas banyak-banyak, berusaha menyeimbangkan hasrat dan rasa sakit yang sedang menderanya. 'Apa ini yang dirasakan KiBum saat aku memasukinya?' batinnya.
Setelah ia merasa sedikit tenang, ia mulai menggerakkan keempat jarinya dengan gerakan memutar.
"Engghh.." entah desahan atau jeritan yang dikeluarkan SiWon. Ia benar-benar serasa diombang-ambing antara sakit dan hasrat, nafsu yang memintanya untuk melakukan lebih.
Setekah gerakan memutar, SiWon mulai mengeluar masukkan jari-jarinya dengan tempo lambat, sambil membentuk gerakan zig-zag, menyetuh, merasakan, dan menekan lembut dinding-dinding rektumnya. Rasa sakit itu mulai menipis, mulai ditutupi rasa lain, yang SiWon simpulkan sebagai rasa nikmat.
Gerakan keluar-masuknya semakin ia percepat. SiWon berusaha menemukan titik 'itu'. Titik yang biasanya bias membuat KiBum menjerit. Pria tampan itu mendorong tangannya lebih dalam, menekan dinding itu dengan lebih kuat.
"Akkh… enghh.." akhirnya desahan SiWon tidak mampu lagi terbendung. Jari-jarinya mulai ahli, mulai terbiasa dengan sempitnya rectum. "AKKHH!" kali ini bukan lagi desahan namun juga jeritan, jeritan kenikmatan.
SiWon berhasil menemukannya, Ia menemukan titik kenikmatan itu dengan jari-jari panjangnya. Tak ayal lagi, ia mempercepat temponya. Mendorong lebih cepat, menekan lebih keras.
"Akhh! Uggh…" sedikit lagi! SiWon hampir mendapatkan puncaknya.
Tangan kiri SiWon yang menganggur mulai bergerak, mengocok kejantannya yang sempat terlupakan. Batang keras itu juga nampak memerah, mengalirkan precum di ujungnya.
Dengan dorongan keras terakhir oleh jari-jari itu, "AKHH!" cairan sperma menyemprot kuat dari junior SiWon. Akhirnya! Puncaknya berhasil ia capai, puncak kenikmatan itu ia temukan dengan luarbiasa. Meninggalkan dirinya dengan tungkai yang mulai melemas.
"Ah.." SiWon melenguh kecil saat ia terduduk di lantai karna lemas.
Sekali lagi ia memandang ke cermin. Memandang dirinya yang penuh dengan simbah keringat dan wajah yang memerah. Kejantannya juga tampak mengecil dan melemas setelah ia melepas hasratnya.
"Inikah aku?"
TBC
a/n: Huaa... Terharu, ternyata masih pada review walaupun ini republish. T.T makasi yaaa..
Aku update chapter barunya setiap hari, tapi chapter 6 atau last chapternya hari Minggu ya. Soalnya masih berusaha mengendalikan mood. Hehe. Jadi, masih ada yang mau review?
