Title : Dominating Me
Pairing : Kim Kibum X Choi Siwon
Rate : M
Warning : BoysLove ; Uke!Siwon
a/n: chpater ini masih melanjutkan flashback dari chapter sebelumnya
.
.
Sepi sudah menemani malam. Membiarkan gelap mendominasi sekaligus menutup satu hari yang telah terlewati. Orang-orang seharusnya sudah terlelap karena jam dinding di kamar Siwon sudah menunjukkan pukul 03.00 pagi. Namun sepertinya pria berlesung pipi itu masih belum dapat membiarkan dirinya masuk ke alam mimpi. Nampak ia masih sesekali memutar tubuhnya, berusaha menyamankan dirinya sendiri.
"Hahh…" desahan nafas Siwon terdengar jelas di antara sepi malam itu. Pria itu akhirnya melirik ke samping, kemudian memutar tubuhnya menghadap pada seseorang yang telah tertidur dengan posisi memunggunginya. Sebenarnya Siwon ingin sekali memeluk punggung itu. Tapi faktanya, ia terlalu takut. Takut akan hasrat yang mungkin saja tidak akan bisa ia bendung lagi.
Jika dihitung, ini sudah hari keenam belas sejak hari 'itu'. Hari dimana ia membiarkan hasrat tersembunyinya muncul dan menguasai dirinya. Hari dimana ia membiarkan tangannya masuk, menyodok dan menekan lubang analnya sendiri. Bahkan ia mencapai orgasmenya dengan hal 'itu'.
Semenjak hari itu, Siwon benar-benar memutuskan untuk menjauhi aktifitas seksual. Jangankan berhubungan sex dengan Kibum, bahkan untuk blowjob saja Siwon samasekali menghindarinya. Tentu saja bukan hal yang mudah untuk tidak melakukan hal-hal 'itu' dalam waktu lama. Bagaimanapun, ia pria dewasa dan sudah aktif berhubungan seksual selama ini.
Semuanya seakan mencapai puncaknya malam ini. Pria tampan itu samasekali tidak bisa membiarkan dirinya tidur. Ada perasaan resah, perasaan seperti menahan sesuatu. Tekanan berat yang harus ditanggungnya. Apalagi kalau sudah malam dan Kibum tidur di sampingnya seperti ini.
"Ah!" lagi-lagi Siwon berjengit, agak keras kali ini, ia memutar tubuhnya lagi, memunggungi Kibum. Siwon tidak sadar, jengitan dan gerakan kasarnya tadi membangunkan Kibum yang tertidur di sampingnya.
Kibum menarik nafas, berusaha memfokuskan matanya yang masih kabur karena terbangun. Dengan gerakan perlahan ia memutar tubuhnya, memandangi punggung Siwon. Hah, Kibum tidak bodoh. Mingg-minggu terakhir ini ia juga merasakan perubahan pada kekasihnya itu. Siwon cenderung menjauhinya, apalagi saat mereka tidur berdua seperti ini. Kibum juga ingat bahwa sudah lebih dari 2 minggu mereka tidak melakukan 'rutinitas' mereka. Jangan ditanya, Kibum juga membutuhkannya. Walaupun memang dia berusaha menutupi hal-hal yang terlalu pribadi seperti itu.
"Hyung, kau kenapa?" Kibum akhirnya bertanya.
Siwon tersentak, kaget karena Kibum tiba-tiba bangun. Dia membalik tubuhnya menghadap Kibum.
"Aku membangunkanmu, ya, Kibumie?"
Kibum hanya tersenyum, sambil memandangi lekat-lekat namjachingu -nya itu. Siwon masih tetap tampan, sekaligus menawan dengan lesung pipi yang manis. Namun, semakin dipandang, Kibum merasakan sesuatu yang berbeda. Pandangan yang mata Siwon penuh dengan rasa tertekan.
Dengan gerakan lambat, Kibum menyentuhkan tangannya dengan lembut ke pipi Siwon. Ibu jarinya mengusap pelan lingkaran hitam di bawah mata Siwon.
"Kau butuh tidur, Hyung. Schedule kalian berat, jadi saat diberi waktu tidur, kau harus tidur."
Siwon memejamkan matanya, menikmati sentuhan tangan Kibum, sambil membiarkan nasehat Kibum menjadi semacam nyanyian indah untuknya. Tanpa sadar, nafasnya terasa lebih berat. Siwon benar-benar merindukan sentuhan Kibum yang beberapa hari ini terus-menerus dihindarinya. Ia sudah terlalu menginginkannya.
Tidak jauh berbeda dengan Siwon, Kibum juga merasakan gejolak yang membuncah saat ia menyentuh Siwon sambil memandang Siwon yang terpejam.
CHUP
Siwon otomatis membuka matanya saat ia merasakan dengan jelas bibir Kibum yang mengecup bibirnya. Pria itu memandang Kibum yang tersenyum manis padanya. Tidak, dia tidak bisa dan tidak mau lagi menahannya. Dengan sekali tarikan, Siwon sudah berhasil mendaratkan ciumannya di bibir Kibum, yang dengan senang hati dibalas oleh Kibum.
Tidak butuh waktu lama hingga ciuman ringan itu berubah menjadi lumatan yang dalam dan penuh hasrat. Kibum menarik Siwon lebih dekat kemudian menahan tengkuknya, seakan tidak ingin membiarkan Siwon menjauh. Ia membiarkan Siwon terus melumat bibir bawahnya, sambil ia menghisap dengan kuat bibir atas Siwon.
Lidah mereka akhirnya saling bertaut. Berusaha saling mendominasi, bertukar saliva dan kenikmatan yang mereka rindukan. Tangan Kibum mulai menulusuri punggung Siwon, menyusup ke dalam kaus ketat yang dipakai pria tampan itu, mengelus dan menekan lembut punggung pria yang lebih tinggi darinya.
"Enghh…" lenguhan kecil lepas dari bibir Kibum saat ciuman Siwon pindah ke leher Kibum. Baik ia dan Siwon telah sama-sama hampir polos. Hanya tersisa celana dalam yang masih menempel di tubuh mereka.
Seakan tidak ingin kalah, tangan Kibum mulai menelusuri dada Siwon. Menyentuhnya dengan lembut sambil berusaha memberi jejak kenikmatan pada kekasihnya.
"Aghh.. Kibummie~" desah Siwon saat tangan Kibum menekan dengan lembut tonjolan coklat di dadanya. Nafsunya seakan semakin menjadi-jadi.
Tidak ingin menunda waktu lagi, ia sedikit mengangkat pinggul Kibum dan dengan terburu-buru menarik kain coklat yang menjadi kain terakhir di tubuh Kibum. Setelah melempar dengan asal celana dalam milik Kibum, ia juga ikut melepas celana dalamnya dan melemparnya dengan asal pula, menyisakan keadan naked pada tubuh mereka.
Kibum tersenyum kecil. "Kita sudah hampir tiga minggu tidak melakukannya, Hyung."
Aish. Siwon menelan ludahnya. Kata-kata Kibum tadi justru mengingatkannya pada apa yang dilakukannya terakhir kali! Mau tidak mau, ingatan itu cukup menekan dirinya, sekaligus memunculkan perasaan yang sempat terlupakan tadi. Siwon sontak bangun kemudian memilih untuk duduk di tepi ranjang.
Siwon memejamkan matanya, membuat Kibum mengernyit heran. Ia bangun dan berjalan ke arah Siwon, tidak perduli dengan keadaan mereka yang sudah polos. Tangannya mengelus lembut pipi Siwon sambil tetap memandangi wajah kekasihnya itu yang jelas-jelas penuh beban.
"Waeyo, Hyung?"
Diam. Tidak ada jawaban. Siwon masih memejamkan matanya, seakan tidak perduli dengan kata-kata Kibum. Ia benar-benar bimbang dengan keadaanya saat ini. Seharusnya, di saat-saat seperti ini ia penuh dengan hasrat. Seharusnya ia memikirkan segala kenikmatan yang biasanya ia rasakan saat memasuki Kibum, saat mereka berpacu dengan nafsu di antara cinta mereka.
Tapi saat ini semuanya berubah. Siwon tidak merasakan hasrat itu lagi. Tidak, ia masih mencintai Kibum. Masih sangat mencintainya. Hanya saja, ada yang berubah dan ini berhubungan dengan masalah seksualitas mereka.
Hal yang saat ini berputar-putar di otak Siwon justru perasaan ingin didominasi. Saat ia merasakan jemari Kibum yang masih setia bermain di wajahnya, pikirannya justru melayang jauh, berharap jari-jari itu bermain di lubangnya.
'Tidak'
Siwon ingat dengan jelas mereka saat ini dalam keadaan polos dan saat Siwon membayangkan kejantanan Kibum yang tergelantung di antara selangkangan Kibum yang ia pikirkan adalah bagaimana agar 'benda' itu menembus, menerobos, menerjang lubang anusnya.
'Tidak!'
Ia ingin sekali merasakan perasaan penuh seperti yang dikatakan Sungmin. Ia benar-benar ingin merasakan bagaimana junior Kibum akan memenuhi rectumnya yang sempit dan lembut. Ia sungguh-sungguh ingin merasakan hentakan di sekujur tubuhnya saat Kibum menyodok kuat lubang anusnya dan membawa mereka ke dalam hasrat yang benar-benar gila.
'Tidak! Kau benar-benar tamat, Choi Siwon!'
"Hyung! Tolong jangan seperti ini!" teriak Kibum yang sukses membuat Siwon membuka matanya dan menatap Kibum.
Kibum menghela nafasnya kuat-kuat. Kedua tangannya menangkup pipi Siwon, memaksa pria tampan itu untuk memandangnya lurus-lurus.
"Ku mohon, kalau ada sesuatu kita bisa membicarakannya. Jangan hanya diam dan berlaku aneh seperti ini."
Kibum menarik nafasnya sebelum melanjutkan, "Hampir tiga minggu kita tidak melakukannya, Hyung. Aku sadar kau menghindariku. Sebenarnya ada apa?"
"Aku tidak bisa mengatakannya padamu, Kibumie," akhirnya Siwon buka suara.
"Kenapa? Kenapa kau tidak bisa mengatakannya?"
Diam lagi. Kedua pasangan itu lebih memilih saling memandang, jauh ke dalam mata masing-masing. Kibum masih berusaha menemukan 'sesuatu' yang tidak bisa dikatakan Siwon, sedangkan Siwon, ia benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakana pada Kibum.
"Kau… tidak mencintaiku lagikah?"
Kata yang dilontarkan Kibum tadi sontak membuat Siwon membulatkan matanya.
'Bagaimana mungkin? Bagaimana mungkin ia berpikir seperti itu saat aku justru merasa bodoh dengan hasratku sendiri?'
"Jangan berbicara hal yang tidak masuk akal, Kibum."
"Lalu apa? Apa yang tidak bisa kau katakan padaku? Ini tentang kita. Choi Siwon," balas Kibum. Pria itu masih belum merubah nada bicaranya. Tetap datar, namun penuh dengan penekanan dan itu membuat Siwon semakin frustasi.
Siwon menarik nafas sebentar. Kemudian kedua tangannya menggenggam tangan Kibum yang masih menangkup di pipinya. Ia kembali memejamkan matanya, berusaha mengendalikan dirinya sendri.
Apakah ia harus mengatakannnya pada Kibum? Apakah ia memang harus menyerah? Apakah ia memang tidak bisa…
"Aku tidak bisa menjadi seme, Kibumie."
Kerongkongan Kibum terasa kering setelah ia mendengar apa yang dikatakan Siwon. Ia menelan ludahnya sebentar sambil memasang wajah tidak mengerti. Apa katanya? Siwon, kekasihnya yang gagah dan tampan itu tidak bisa menjadi seme? Jadi selama ini apa yang mereka lakukan? Bukankah Siwon selalu menjadi seme? Lalu kenapa sekarang tidak bisa?
"Apa maksudmu?" tanya Kibum singkat
Mendengar pertanyaan singkat yang dilontarkan Kibum, Siwon perlahan membuka matanya kembali. Dengan sedikit frustasi ia meremas kuat tangan Kibum yang masih nyaman di kedua pipinya.
Siwon sebenarnya bimbang, sekaligus takut dengan apa yang akan terjadi. Tapi menyembunyikannya dari Kibum jelas-jelas bukan pilihan yang tepat. Lagipula ia tidak ingin mengingkari dirinya sendiri lagi. Ia sudah cukup lelah 3 minggu ini berperang dengan diri sendiri, menahan hasratnya ia serasa di ubun-ubun setiap kali Kibum memeluknya.
Siwon akhirnya menarik nafas. Ia masih butuh sedikit kekuatan. Sedikit lagi untuk mengatakannya.
"Aku…"
TBC
makasi reviewnya yaaa...
ah, chingudeul, aku baru inget, kemaren ada reader yang minta Siwon dibikin hamil. Hehe.., sebenarnya aku tiba2 ada ide buat bikin Preg!Siwon, ada yang mau baca ga? Serem juga sih, jadi kalau pada gak mau, aku ga jadi bikin deh. Haha
Btw, review lagi yaaa...
