Tittle: Dominating Me
Pairing: Kim KiBum X Choi SiWon
Rate: M
Warning: Uke!Siwon ; Seme!Kibum
a/n: chapter ini masih berisi flashback yang merupakan lanjutan dari flashback chapter sebelumnya.

.

.

"Aku ingin menjadi uke"

Wajah Siwon jelas terlihat frustasi saat dia mengatakannya pada Kibum. Dan wajah frustasi itu tidak berubah saat Siwon menceritakan hal-hal yang lainnya. Menceritakan percakapannya dengan Sungmin dan Ryeowook, apa yang dilakukannya di kamar mandi dan menceritakan semua yang dirasakannya saat ia tidak menyentuh Kibum selama ini.

Namun seakan itu adalah hal sepele, Kibum tampak tidak memberikan reaksi yang terlalu berarti. Matanya sedikit mengerjap dan ia masih diam, berusaha memproses apa yang dikatakan Siwon padanya.

Setelah beberapa saat yang hening, akhirnya Kibum mengulas senyumnya. Senyum lembut yang seakan membuat aliran listrik bergerak di seluruh tubuh Siwon dan menenangkannya. Akan tetapi, belum lama Siwon kelihatan lebih tenang, pria tampan itu lagi terkejut dengan apa yang dilakukan Kibum.

Dengan santai dan senyum yang tidak lepas, Kibum tiba-tiba berdiri, kemudian duduk di pangkuan Siwon yang tidak tertutupi oleh celana. Kibum melingkarkan tangannya pada leher Siwon, sedikit demi sedikit ia mendekatkan wajahnya pada telinga Siwon, lalu mengecupnya denga lembut, membuat Siwon harus memejamkan matanya.

Melihat reaksi Siwon, Kibum sekali lagi mengulas senyumnya. Dengan sedikit berbisik ia berkata pada Siwon, "kalau memang ingin menjadi uke, kita bisa melakukannya, Hyung." Kata-kata Kibum ditutup dengan kecupan seduktif di perbatasan telinga dan pipi Siwon.

Siwon membuka matanya, kemudian mengalihkan pandangannya pada Kibum. "Kau akan menjadi seme-nya, Kibumie?"

Alih-alih menjawab pertanyaan Siwon, Kibum memilih turun dari pangkuan Siwon dan naik ke atas kasur. Ia mendekat pada Siwon kemudian meraih pinggang Siwon yang keras karna otot-otot perut yang terlatih. Dengan perlahan Kibum menarik kekasihnya untuk berbaring di kasur, yang kemudian dituruti Siwon.

Siwon masih kelihatan bingung dengan keadaan yang dihadapinya sampai ia melihat Kibum tiba-tiba sudah berada di atas tubuhnya dengan senyum yang sulit ditebak. Siwon masih diam ia memutuskan menunggu apa yang akan dilakukan Kibum padanya.

"Kau ingin menjadi uke kan, Siwonie? Kita akan mencobanya." Kibum mengakhiri kalimatnya dengan tersenyum sekali lagi. Setelah ia melihat Siwon yang tampak gugup sambil menelan ludahnya, Kibum membenturkan bibir mereka dalam lumatan yang dalam dan penuh nafsu.

Mata Siwon membelalak kaget saat ia mendapat serangan tiba-tiba dari kekasihnya itu, tapi akhirnya ia menutup matanya, berusaha mengikuti nafsu dan alur permainan yang Kibum buat. Siwon merasakan dengan jelas bagaimana Kibum menghisap bibir bawahnya kuat-kuat kemudian dengan cepat ia melesakkan lidahnya masuk ke dalam mulut Siwon, mengajak lidah Siwon bermain. Lidah Kibum membelit lidah Siwon, seakan ingin menunjukkan siapa yang mendominasi permainan ini.

"Humpph…" Lenguhan pertama telah lepas dari bibir Siwon. Ia benar-benar menikmati permainan lidah Kibum yang mengeksplorasi seluruh isi mulutnya. Menyerang lidahnya dan menguasai permainan bibir mereka.

Tangan Kibum yang awalnya diam mulai melakukan tugasnya, dengan menumpukan beban tubuhnya pada lutut, tangan kanan Kibum mengelus lembut perut Siwon yang terbentuk sempurna, sedangkan tangan kirinya menyentuh dada Siwon, sedikit demi sedikit sampai akhirnya menekan nipple kiri Siwon.

"Akkhh…" Lagi-lagi desahan Siwon lolos karena ia merasa ada ribuan kejutan listrik yang mengaliri tubuhnya saat Kibum menekan nipple-nya tadi, membuatnya harus mendongakkan kepalanya dan melepaskan ciuman Kibum.

Tidak ingin membuang waktu, Kibum memindahkan ciumannya pada leher Siwon. Kali ini ciuman Kibum lebih brutal. Ia menghisap leher Siwon kuat kemudian menggigitnya, menjilatnya dan menghisapnya lagi sampai timbul bercak merah kebiruan yang jelas tidak akan hilang sampai beberapa hari ke depan.

Entah karena ingin atau karena Siwon terbiasa menjadi seme, tangan Siwon juga memilih untuk bekerja. Awalnya ia hanya mengelus pelan punggung Kibum yang banjir keringat, namun perlahan tangannya turun hingga ia menemukan bokong Kibum dan meremasnya kuat.

Kibum masih tidak bereaksi dengan perlakuan Siwon. Ia kelihatan serius membuat 'tanda-tanda' di leher Siwon sampai jari tengah Siwon mulai menyelip di kedua bongkahan daging pantatnya dan menggosokkan jari itu pada lubang anus Kibum, ia sontak mendongak.

Siwon mengerang kecewa karena sentuhan-sentuhan menggairahkan dari Kibum tiba-tiba hilang, ia membuka matanya dan menatap Kibum, sedangkan Kibum justru menangkap kedua tangan Siwon dan menekannya di kedua sisi tubuh Siwon.

"Jangan melakukan apapun, Hyung,"

"Bukankah kau ingin merasakan rasanya di dominasi? Jadi tugasmu hanya cukup membalas apa yang kulakukan dan mengerang keras-keras. Kau mengerti?" kata Kibum

Wajah Siwon jelas-jelas merona merah saat mendengar kata-kata Kibum. Seharusnya ia malu atau marah, tapi kenapa ia justru semakin bernafsu?

Tanpa menunggu lama Kibum kembali menyurukkan kepalanya ke leher Siwon dan melanjutkan pekerjaannya. Siwon pun kelihatannya cukup menurut. Ia akhirnya memilih untuk memejamkan mata dan mendongakkan kepalanya, berusaha mempermudah Kibum.

"Haaa…akkhh" Siwon mendesah kaget saat hisapan Kibum berpindah dari leher ke nipple kanannya.

"Enghh.. Kibumie akhh.." Lagi-lagi Siwon melenguh. Kibum menyedot nipple coklatnya dengan kuat diikuti gigitan-gigitan kecil yang membuat Siwon benar-benar kehilangan kendali.

Ciuman Kibum turun dari nipple ke daerah sekitar perut Siwon. Kibum terus memberikan tanda-tanda merah di sana, membuat sekujur tubuh Siwon penuh dengan bercak-bercak merah kebiruan.

"Henggh.." Siwon menggeliat dengan tidak sabar saat ciuman dan hisapan Kibum telah sampai di bagian perut bawahnya. Terlihat jelas junior Siwon yang sudah memerah dan berdiri tegak dengan precum di ujunngnya . Kibum menyeringai saat melihat Siwon yang sudah tidak sabar.

Tangan Kibum turun, ia menyentuh dan mengelus paha dalam Siwon yang sedikit terangkat. Lenguhan-lenguhan kecil terdengar dari bibir Siwon, sampai lenguhan itu berubah menjadi jeritan kecil saat Kibum mengulum buah zakar Siwon.

"Aaa.. ahh.." desah Siwon. Suaranya kedengaran sedikit bergetar. Nafsu seakan semakin menguasainya, terlebih saat Kibum menjilati twinsball-nya kemudian turun hingga ke lubang analnya yang kelihatan merah dan berkedut—tampak sedikit membuka dan menutup mengikuti desahan napas Siwon.

Tangan kiri Kibum naik ke bagian perut bawah Siwon, kemudian membelai dengan seduktif daerah sensitif di sekitar junior Kibum tanpa berniat menyentuhnya. Sedangkan tangan kanannya memilih bermain di bagian lubang anus Siwon. Ia mengelus kerutan di sekitar lubang itu, mengurut-ngurutnya dan memasukkan ujung jarinya sedikit ke dalam celah sempit itu.

"Kibummiee.. ahh. Sent—uuh…. Masuukaan jarinya… enghhh.."

Kibum mendongakkan kepalanya sambil menyeringai. "Kau mau apa, Hyung?"

"Laa..aah..kukaan!"

"Apa? Kau harus memilih salah satu, honey. Kau ingin aku mengocok penismu atau menyodok lubang ketatmu, hmm?

Siwon mengerang frustasi saat mendengar kata-kata Kibum. Bukan hanya karena nafsunya yang seakan sudah melebihi batas dirinya, tapi libidonya juga seakan makin menggila saat mendengar dirty talk Kibum. Lihat saja, juniornya berdiri semakin tegak diikuti precum yang mengalir semakin keras di ujungnya.

Dia harus memilih.

Dia harus memilih…

Dia harus memilih antara memuaskan penisnya yang meminta untuk disentuh ataumembiarkan Kibum memasukkan jarinya ke dalam lubang anusnya yang berkedut semakin kuat. Meminta Kibum untuk menyodok keras-keras prostatnya, memenuhi lubang sempitnya itu dengan jari-jari Kibum.

"Masukkaan.. aahh…"

Lagi-lagi Kibum menyeringai. "Hm? Masukkan? Ke mana aku memasukkan jariku, Siwon baby?"

'Shit.' Siwon benar-benar mengumpat kali ini. Kibum mempermainkannya, tapi dia benar-benar membutuhkannya.

"Masukkan ke dalam lubangku, Kibum! Masukkan ke dalam luban anusku! Ahh…"

"Oh?" balas Kibum dengan nada datar.

"Jadi kau ingin aku memasukkan jari-jariku ke dalam lubang anusmu yang sempit itu, Hyung? Kau ingin aku mengobok-obok lubangmu yang memerah dan terus berkedut-berkedut ini? Hm?" tanya Kibum dengan nada yang benar-benar menggoda. Kedua tangannya kini sudah berpindah ke lubang Siwon, namun ia masih tetap memijit bagian luar lubang itu, sambil sesekali memasukkan jarinya untuk menggoda Siwon.

"Lakukaan.. Lakukan apa saaaja. Kumohon, masukkan dalam-dalam di lubangku!"

"AAakkkkh….Fuck!" Setelah kalimat terakhir, jeritan keras langsung menyusul dari bibir Siwon yang sudah membengkak itu. Ketiga jari Kibum ternyata sudah masuk ke dalam lubang Siwon tanpa aba-aba. Kibum menekan jarinya dalam-dalam pada lubang anus Siwon, memaksa lubang yang sempit dan memerah itu untuk terus merenggang lebar, menyesuaikan diri dengan tangan Kibum.

"Kau menyukainya?"

Tidak ada jawaban. Siwon tampak memejamkan matanya kuat-kuat, berusaha menyesuaikan diri dengan rasa sakit dan panas di bagian bawah tubuhnya itu sambil menikmati desiran darah yang seakan memacu lebih cepat.

"Tidaaak.. tidaak. Jangan keluarkaaan…" Siwon memohon saat Kibum mengeluarkan jarinya dengan cepat dari lubang Siwon, meninggalkan pintu anal itu sedikit ternganga karena tadi diisi oleh ketiga jarinya.

"Masukkan lagi, Kim Kibum!" perintah Siwon. Sedangkan Kibum, ia lagi-lagi membelai pelan bagian luar hole Siwon.

"Kalau begitu, jangan diam saat aku bertanya padamu, ya, Baby. Jawab aku," katanya, sambil memasukkan kembali tiga jarinya ke dalam lubang Siwon yang sudah lebih longgar.

"Kau menyukainya?"

Kali ini Siwon menggangguk. Ia memasang wajah pasrah dan sayu penuh nafsu. "Aku sangat menyukainya. Engghh…" lirih Siwon.

Kibum tersenyum menang saat mendengar jawaban Siwon. Ia mulai memainkan jarinya, membentuk gerakan zig-zag di dalam lubang Siwon. Menyentuh daging-daging lembut rectum itu, kemudian ia mulai melakukan gerakan keluar masuk dengan tempo yang cepat.

"Akh! Lagi! Di situuu…" teriak Siwon. Kibum tampak senang saat ia berhasil menemukan spot penting Siwon. Seharusnya ia melanjutkan gerakan tangannya menyentuh titik itu, tapi Kibum justru mengarahkan tubuh Siwon untuk berbalik—tengkurap.

"Hengghh… Ahhh~" Desahan Siwon kembali lolos saat Kibum mulai mengeluarmasukkan jarinya lagi. Ia melesakkan kepalanya dalam-dalam pada bantal, berusaha untuk menyalurkan kenikmatan yang dirasakannya.

Kibum merendahkan kepalanya dan menciumi punggung Siwon. Tangannya tidak berhenti menusuk lubang Siwon, berusaha memperlebar jalan masuknya. "Kau sangat menyukainya 'kan? Mau lagi, Hyung?" tanyanya.

Siwon tidak mampu menjawab, saat itu ia justru menjerit keras-keras—walaupun teredam bantal—karena Kibum mendorong jarinya masuk jauh ke dalam, sambil melebarkan kedua jarinya, membuat Siwon menggelinjang di antara perih dan nikmat.

"Tidak ada jawaban, aku anggap ya." Setelah Kibum selesai berkata, ia memasukkan kedua jari—dari tangan sebelahnya—ke dalam lubang Siwon.

"Akhh.. Ki—ahh.." jerit Siwon. Ia membanting kepalanya beberapa kali ke dalam bantal. Ia merasakan dengan jelas kelima jari Kibum yang memenuhi lubang belakangnya. Melakukan gerakan memutar kemudian mendorong jarinya dalam-dalam. Rasanya sakit, panas, perih.., tapi di saat yang sama ia merasakan juniornya yang berkedut semakin kuat, tanda ia menikmati semuanya.

Kibum bergerak lebih leluasa saat jari-jari dari kedua belah tangannya sudah ada di dalam lubang anus Siwon. Ia memainkan jarinya, membuka paksa lubang anus Siwon. Sesekali ciumannya turun ke lubang itu, kemudian memainkan lidahnya di pintu anal Siwon, membuat kekasihnya—Siwon meremas seprai kuat-kuat untuk menyalurkan kenikmatan yang membanjirinya.

"Haakhh..ahh.. Shit! Kelu..arrhhh…" Cairan Siwon muncrat beriringan dengan teriakannya. Tangannya meremas sprei kuat dan kakinya menendang ke atas saat ia mencapai puncaknya. Luarbiasa nikmat. Bahkan Kibum tidak menyentuh penisnya, tapi Kibum berhasil membuatnya klimaks dengan deras seperti itu.

Cairan Siwon masih nampak sedikit mengalir, menghabiskan sisa-sisanya. Tubuhnya sudah lemas setelah klimaks tadi, napasnya juga terengah-engah. Baru saja ia akan berusaha menarik napas, jeritan kembali lepas, karena secara tiba-tiba Kibum mengeluarkan jari-jarinya dari lubang Siwon kemudian menggantinya dengan junior-nya.

"Kibum! Akkhh… Pe-enghhlaan.. Akkkhh… Shit!" kata Siwon, terputus-putus. Sebenarnya Siwon ingin sekali berteriak dan menyuruh Kibum berhenti. Karena ini sakit, sakit sekali. Padahal baru ujung kejantanan Siwon yang berhasil masuk ke dalam lubang anal sempitnya itu. Siwon tidak bisa membayangkan, bagaimana jika seluruh kejantanan Kibum menerobos ke dalam rectum-nya.

Kibum tampak sedikit menggeram saat ujung kejantanannya masuk ke dalam lubang Siwon. Ia memutuskan untuk berhenti sesaat, karena ia tahu dengan jelas bagaimana rasanya saat lubang anus pertama kali dimasuki. Perih sekali. Kibum sesekali menciumi punggung kekasihnya, kemudian tangannya menyelip masuk ke dada Siwon, mulai meremas dada Siwon lagi.

"Agghh… Ahh… hghh" Desahan Siwon terus meluncur saat Kibum memainkan kedua nipple-nya. Kibum memelintir kedua tonjolan berwarna kecoklatan itu, lalu meremasnya kuat-kuat seperti berusaha memerah susu dari puting-puting Siwon.

Kibum tersenyum kecil saat melihat Siwon kembali menikmati permainannya. Ia menurunkan sebelah tangannya, turun ke pantat Siwon. Pria yang terkenal dengan killer smile ini mengelus pelan daging bulat milik Siwon, kemudian ia menyelipkan tangannya pada belahan pantat itu. Jari tengahnya menyelip ke dalam lubang anus Siwon, perlahan ia sedikit membuka lubang itu, menghasilkan lenguhan dan desahan dari bibir Siwon. Kibum mendiamkan tangannya sebentar pada lubang itu, sampai—

"Akhh… Pelaaan. AKKKHH… masuuuk—akkhh…" teriakan Siwon tidak bisa lagi teredam. Punggung melengkung ke atas dan sedikit bergetar. Kibum menyentakkan junior -nya langsung ke dalam hole Siwon—cepat, kasar dan brutal.

Sekali sentakan. "Akkkh.."

Dan hanya butuh dua kali sentakan. "Akkhh… Sialaaan! Keluaarrhh… akkhh…" Siwon kembali mencapai klimaksnya hanya dengan dua kali sodokan penis Kibum. Seluruh tubuhnya gemetar dengan pandangan putih dan tangan yang berusaha mencakar seprai di bawahnya.

Kibum menyeringai lebar saat melihat Siwon kembali klimaks. Ia menghentikan gerakannya kemudian membalik badan Siwon lagi, tanpa mengeluarkan junior-nya dari dalam rectum Siwon. Siwon kembali melenguh kecil saat ia merasakan tubuhnya dibalik dan penis Kibum seperti berputar di dalam lubangnya. Sial, dia benar-benar takluk.

Dalam keadaan telentang Siwon lebih mudah bernapas. Ia terengah-terengah dengan bibir sedikit terbuka, membuat Kibum menyerang bibir itu lagi dengan lumatan yang ganas—walaupun dibalas Siwon dengan semampunya.

"Kau benar-benar sensitif, little horse.. Aku hanya butuh dua kali sentak, kau sudah klimaks."

Setelah itu, tidak banyak bicara lagi Kibum menekuk kaki Siwon, kemudian mengangkannya lebar-lebar. Pipi Siwon bersemu merah saat ia membayangkan posisinya saat ini. Ia dapat memandang Kibum langsung dan merasakan kejantanan Kibum yang masih menegang keras di dalam lubang anusnya.

Dalam beberapa tarikan napas Siwon kembali melenguh keras karena Kibum mulai memaju mundurkan pinggulnya lagi, membuat penisnya kembali bergesekkan dengan dinding rectum Siwon.

"Aaaakhh.. Di situ.., di situ aaakhh.." Siwon tidak dapat menahan desahannya saat Kibum menghentakkan pinggulnya dengan keras, membuat kejantannya melesak lebih dalam di lubang Siwon dan menyentuh titik kenikmatannya.

Bahkan Siwon harus beberapa kali melengkungkan punggungnya saat Kibum menyodok hole-nya kuat, membuat junior Kibum seakan berusaha menembus tubuhnya.

"Daaalaaam aah… Tembuuuss..ukhh.. tembuus Kibumm. Akhh.." Siwon seakan kehilangan akalnya. Ia merasakan dengan jelas penis Kibum yang memenuhi lubang analnya, mendorong, melesak keras di dalam lubangnya dan saat Kibum memegang erat pahanya, Kibum mengerahkan seluruh tenaganya untuk menyodok masuk pada lubangnya, membuat buah zakar Kibum berbenturan keras dengan pintu analnya dan ia tahu dengan jelas, bagaimana ujung penis Kibum itu tembus, melewati titik nikmatnya bahkan tertahan di antara lubang usus besarnya. Luarbiasa.

"Besaaar sekaliii. Ahhh.. ahh.. Terus! Teruss!" Entah sadar atau tidak, Siwon benar-benar mendesah, melenguh dan menjerit seperti wanita. Meminta Kibum untuk terus menyodok lubang anusnya yang sudah tampak lebam dan memerah karena dipaksa membuka dan menganga sejak tadi.

Kibum juga tampak menikmatinya. Ia memejamkan matanya dan sesekali menggeram saat merasakan dinding anus Siwon meremas kuat penisnya. Ia menyukainya. Menyukai erangan dan jeritan Siwon yang masih terus meminta, Siwon yang benar-benar takluk di bawah kendalinya.

Kamar kedua pasangan ini benar-benar terasa panas dengan nafsu dan bau seks yang menguar. Kedua pria tampan itu masih tampak larut dalam permainan liar dan binal mereka, berusaha saling memuaskan dan melampiaskan hasrat mereka.

Siwon sebenarnya sudah kelihatan agak lemas. Desahannya terasa semakin lemah namun tubuhnya masih teus terhentak keras, menandakan Kibum yang masih bertahan dengan ritme permainannya. Kekasih Siwon itu tidak mengurangi temponya samasekali. Ia terus menusuk, menyodok, membantai habis lubang Siwon yang terasa luarbiasa nikmat—berusaha mencapai puncaknya.

"Haaakkkhh… Kibum aakhh.. Sedikit lagi.. Keluarrr aahh.." lirih Siwon di sela-sela desahannya.

"Hemhh… Aku jugaa. Anusmu luarbiasa, Siwonie. Ha—akh.." Setelah kalimat itu selesai Kibum kembali mendorong keras kejantannya.

Tubuh Siwon bergetar saat perut bagian bawahnya seakan melilit dan mengeras, berkontraksi keras mengikuti nafsunya. "Keluar! Keluar..!" jerit Siwon

Kalimat itu berakhir dan seketika itu juga sperma lelaki tampan itu kembali muncrat dengan keras, meyembur ke atas, membasahi perut bahkan mengenai wajahnya dan Kibum. Punggungya lagi-lagi melengkung ke atas, dengan kepalan tangan yang meremas seprai luar biasa kuat dan jeritan yang keras. Sedangkan Kibum, ia hanya butuh beberapa kali sentakan lagi. Dinding hole Siwon mengetat dengan cepat saat pria itu mencapai klimaks dan mendorong beberapa kali lagi sampai cairannya juga memancar kuat, tepat dan langsung masuk ke dalam lubang anus Siwon yang masih penuh oleh penisnya.

"Engghh.." desah Siwon. Tidak, tidak. Ia tidak bisa mendeskripsikan lagi dengan kata-kata. Segalanya benar-benar di luar kendalinya. Ini klimaks paling hebat yang pernah di rasakannya selama berhubungan seksual, di tambah cairan Kibum yang mengalir dengan kuat ke dalam lubangnya. Cairan itu hangat dan langsung masuk ke dalam lubangnya, bahkan mungkin mengalir ke dalam usus besarnya.

Klimaks itu menguras habis tenaga mereka. Siwon terkulai dan Kibum ambruk di atas tubuh Siwon. Napas keduanya terengah-engah. Dengan sisa-sisa tenaganya Kibum memutar tubuhnya agar tidak menimpa Siwon. Tanpa mengeluarkan junior-nya dari lubang Siwon, Kibum memeluk tubuh kekasihnya itu. Ia tersenyum lebar, merasa amat puas dengan apa yang yang baru saja mereka lakukan.

Siwon membalas pelukan Kibum dengan wajah yang masih merona merah, karena kehabisan naps, sekaligus karna malu. Tapi ia juga puas. Ini yang memang diinginkannya.

"Hmm.. Kibumie.." lirih Siwon saat ia merasa Kibum sedikit menggigit daun telinganya dengan seduktif. Kibum kembali tersenyum.

"Kau memang uke-ku, Siwonie…"

Flashback end.

TBC

Mianheee... harusnya aku kemaren update. Tapi karena sesuatu dan lain hal, sekarang baru bsa diupdate. Hehe...

Btw, soal preg!Siwon ituu... reviewnya sih antra yg mau sama yg enggak itu imbang. Jadi gimana donk? Sebenarnya, walaupun aku bkin Preg!Siwon, bukan di cerita ini kok. Aku bakal bkin cerita lain, jadi Alternate Universe (Siwon dan Kibum bukan member SuJu)
Jadi gimana nih? Minta pendapatnya lagi doonk. Kalo pda ga mau, ya sudah, ga pa-pa. Hehe...
Review yaaa...