Tittle: Dominating Me
Pairing: Kim KiBum X Choi SiWon
Rate: M
Warning: Uke!Siwon ;Yaoi/Boyslove
a/n: chapter ini lanjutan dari chapter pertama.

.

.

..tik..tok..

Bunyi detakan jam di dinding terdengar keras karena suasana sepi di kamar itu. Tik..tok.. Jarum panjang jam itu bergerak, sedangkan jarum yang lebih pendek menunjuk ke angka enam. Berarti matahari baru mulai meninggi, meninggalkan peraduannya di ufuk timur.

Suasana di kamar itu juga masih senyap, sejuk dan sedikit di tembus berkas-berkas matahari yang baru beranjak tinggi dari jendela besar yang mengarah ke kasur. Seorang pria tampak tertidur pulas di kasur tersebut dengan selimut tebal yang hanya berhasil menutupi bagian bawah—bagian pribadi—nya. Tubuh bagian atasnya polos, walaupun hanya nampak punggungnya, karena ia tidur tengkurap.

Pria itu—Kibum—tampak tidak terlalu banyak bergerak, hanya tangannya yang sedikit mengelus ruang kosong di sampingnya, seperti mencari sesuatu. Namun karena tidak mendapat apa yang dicarinya, matanya terbuka.

"Hengh.." Lenguhan kecil lepas dari bibirnya saat ia membiasakan iris coklatnya bertemu dengan sinar matahari. Namun ia seketika tersenyum kecil karena pandangan matanya menemukan 'sosok' yang dicarinya sedang berdiri di tepi jendela.

Ya, kekasihnya—Siwon, berdiri di tepi jendela dengan sedikit menumpukan berat badannya pada teralis jendela itu. Sinar matahari menerpa langsung pada tubuh terlatihnya yang hanya tertutupi dengan sebuah celana dalam coklat yang tadi pagi di pungutnya di bawah di kursi.

Perlahan Kibum turun dari kasurnya. Tanpa mengeluarkan bunyi ia berjalan ke arah Siwon tanpa mau repot-repot menutupi 'sesuatu' di antara pahanya. Kibum tersenyum saat ia mendekati Siwon, kemudian tanpa aba-aba, ia menelusupkan tangannya ke dalam celana dalam yang Siwon pakai dan mengelus bongkahan bulat di balik celana dalam itu.

Pemilik 'bongkahan' itu tidak banyak protes. Ia justru memejamkan matanya, seakan telah terbiasa dengan apa yang dilakukan Kibum padanya. Ia hanya sedikit menggigit bibirnya saat ia merasakan kedua jari Kibum—jari manis dan tengah—menyelip di antara belahan pantatnya kemudian menyodok masuk dengan lembut ke dalam lubang anusnya. Yah, Siwon memang sudah terbiasa. Ia terbiasa membiarkan kekasihnya memasukkan apa saja ke dalam 'lubang' sempit milik Kibum itu. Jadi, kalau hanya dua jari, bukan masalah besar baginya.

"Morning, Siwonie.." Kibum berbisik kecil sambil memainkan kedua jarinya yang telah terbenam di dalam hole Siwon. Lengkungan lagi-lagi terukir di bibirnya saat ia melihat tangan Siwon mengepal keras teralis jendela mereka.

"Kenapa bangun begitu pagi, hm?" tanya Kibum

Siwon berdehem kecil sambil menarik napasnya. Setelah ia mulai merasa sedikit nyaman dengan jari-jari Kibum di dalam lubangnya baru ia mulai membuka suara. "Tidak tahu. Hanya tiba-tiba terbangun dan ingin melihat matahari," katanya.

Tangan Kibum yang bebas kemudian terjulur dan memeluk pinggang kekasihnya dengan erat. "Tidak lelah?"

Awalnya Siwon sedikit terkekeh, namun kekehannya berubah menjadi lenguhan kecil saat Kibum dengan sengaja membuka jarinya di dalam lubang Siwon—membentuk gunting—yang membuat dinding rectum Siwon tertekan. "Jangan dulu, Kibumie," kata Siwon. Ia sedikit menoleh pada Kibum yang tampak sedikit tersenyum memandangnya tanpa dosa.

"Kau memikirkan sesuatu?" Lagi-lagi Kibum bertanya sambil tangannya mengelus perut ramping Siwon.

Siwon mengangguk kecil sebagai jawaban, lalu diam. Kibum pun memilih untuk tidak berbicara. Ia membiarkan Siwon yang melanjutkan kalimatnya.

"Kau tidak keberatan dengan hubungan seperti ini?"

Kibum sedikit mengernyit saat mendengar pertanyaan Siwon. "Keberatan dengan apa?"

"Dengan perubahan drastis seperti ini, Kibumie."

"Perubahan drastis?" Kibum masih tampak tidak mengerti dengan arah pembicaraan Siwon.

"Top dan bottom" jawab Siwon singkat. Ia membuang muka, seakan terlalu malu untuk memandangi wajah Kibum.

Mendengar jawaban Siwon, wajah bingung Kibum sontak berubah menjadi senyum lembut penuh pengertian. Perlahan ia mengeluarkan kedua jarinya dari dalam single hole Siwon—membuat Siwon lagi-lagi menggenggam keras teralis jendela saat ia merasakan jari-jari Kibum bergerak keluar.

Akhirnya Siwon kembali menoleh pada Kibum dan memandang penuh tanya pada wajah yang masih tersenyum lembut padanya itu.

Alih-alih menjawab, Kibum justru membawa Siwon beralih dari jendela dan mengajaknya duduk di sofa. Kibum duduk terlebih dahulu, kemudian menarik Siwon untuk duduk di antara pahanya—tidak di pangku.

Siwon tidak banyak bicara. Ia memilih menyandarkan punggungnya pada dada Kibum yang juga terasa keras karena telah terbentuk sempurna. Kelopak mata Siwon perlahan menutup saat perasaan nyaman merambatinya.

Melihat Siwon yang terpejam, Kibum justru meletakkan dagunya pada bahu Siwon, sedangkan kedua tangannya melingkar erat pada pingganng kekasihnya itu. "Ini sudah hampir 3 bulan, Hyung. Apanya yang drastis?" tanyanya.

Siwon membuka mata saat mendengar pertanyaan Siwon. Ia menarik napas dalam-dalam, seakan berusaha menekan bebannya. Memang waktu sudah berlalu tiga bulan sejak malam pertama Kibum 'memasukinya' dan merubah total hubungan seksual mereka. Sudah tiga bulan sejak malam-malam panjang mereka berubah menjadi penuh erangan dari Siwon dan sodokan-sodokan keras junior Kibum ke dalam lubang anusnya. Sudah tiga bulan, tapi segalanya berubah dengan drastis.

"Aku tahu. Tapi memang dari awal segalanya berubah drastis, Kibumie."

"Kau keberatan dengan posisimu sekarang, Hyung? Kau tidak suka menjadi uke?" tanya Kibum

Siwon menoleh pada Kibum dan memandangi dalam-dalam wajah tampan itu. "Kenapa dulu kau mau menjadi uke, Kibumie?"

Kibum sedikit tertawa saat mendengar pertanyaan Siwon, membuat Siwon mengernyit karena ia merasa tidak ada yang lucu pada pertanyaan itu.

"Aku bukannya mau, tapi aku tidak keberatan, chagiya.." Kibum menegakkan duduknya tanpa melepaskan pelukan dari pinggang Siwon.

"Aku sadar kalau hubungan sesama jenis seperti kita harus ada yang menjadi posisi 'bawah' dan saat aku melihat kau mau menjadi top, aku tidak keberatan. Hanya seperti itu," jelas Kibum.

"Kenapa? Kenapa tidak keberatan?" tanya Siwon lagi.

Kibum tertawa lagi, lalu ia mengecup pelan pipi Siwon dengan manis. "Karena aku mencintaimu, Choi Siwon pabbo."

Kupu-kupu seakan beterbangan dari perut Siwon saat Kibum mengucapkan kata-kata itu padanya. Benarkah? Selama tiga tahun mereka menjalin hubungan serius, Siwon masih merasakan gejolak penuh cinta itu saat mendengar ungkapan cinta dari Kibum. Ck. Choi Siwon, biar ku beritahu, kau memang sangat mencintainya.

Siwon sedikit memutar tubuhnya agar ia bisa lebih jelas melihat wajah Kibum. Sambil ikut tersenyum ia juga melingkarkan tangannya pada pinggang Kibum. "Hanya karena mencintaiku?" tanyanya.

Kibum mengangguk kecil. Ia membenamkan dagunya pada rambut Siwon. Membiarkan aroma maskulin dari shampoo yang dipakai Siwon menguar di antara indra penciumannya.

"Hubungan ini bukan hanya sekedar masalah seksual, Hyung. Kita sama-sama lelaki, aku tahu kita punya hasrat yang harus kita penuhi. Tapi aku mencintaimu, jadi aku tidak akan membiarkan hubungan kita hanya sesederhana nafsu."

Mau tidak mau Siwon terpana mendengar kata-kat yang meluncur dari bibir Kibum. Kenapa dia tidak pernah sadar kalau kekasihnya itu sudah dewasa? Siwon dan Kibum tumbuh besar bersama dan membuat Siwon selama ini selalu menganggap Kibum lebih kecil darinya, Kibum harus dilindungi olehnya. Ia tidak sadar kalau pria cerdas itu benar-benar telah dewasa.

"Jadi, sekarang apa masalahmu? Kau belum menceritakannya," Kibum kembali membuka suara saat ia melihat Siwon justru diam dan memandanginya.

Pertanyaan Kibum membuat Siwon tersadar dari lamunannya dan kembali menghela nafas. "Entahlah," katanya.

"Kau tahu, image ku adalah lelaki sejati yang lembut dan idaman setiap wanita. Aku— aku terkadang merasa malu dengan diri sendiri, Kibumie. Aku seperti berkepribadian ganda, seperti membohongi orang lain, membohongi diri sendiri. A—"

"Kau memang seperti itu, Choi Siwon," potong Kibum.

"Kau memang lelaki sejati yang lembut dan idaman wanita. Kau tampan, menawan, penuh pesona. Kau memang seperti itu. Kata siapa kau berbohong?"

"Tapi aku b-bo.."

"Kau bottom dalam hubungan kita. Jadi apa masalahnya? " tanya Kibum

Siwon menunduk saat mendengar pertanyaan Kibum. Segala pikirannya mendadak buyar. Ya, jadi apa masalahnya? Apa? Mendadak segalanya hilang. Semuanya terasa seperti terangkat dan segala keadaan menjadi benar. Dia suka menjadi uke, dia suka perasaan didominasi oleh Kibum saat bermain di ranjang. Dia bahkan suka rasa penuh di lubangnya karena terisi oleh junior besar Kibum. Siapa yang peduli? Apa yang dipermasalahkannya? Pabbo.

"Siwonie.." Lagi-lagi Kibum menyadarkan Siwon dari lamunannya. Kibum memeluknya lebih erat dan menyerukkan kepalanya di perpotongan leher Siwon. "Atau kau mau menjadi seme lagi? Aku tidak masalah," kata Kibum.

Mendengar kata-kata Kibum, Siwon tersenyum lebar. Ia yakin, ia memang tidak salah. "Aku.. suka menjadi uke. Kau bilang itu tidak masalah 'kan? Jadi aku tidak perlu menjadi seme," pungkasnya.

Kibum sedikit tergelak saat mendegar jawaban Siwon. Ah, benar-benar uke yang manis. "Aku mencintaimu.." bisiknya.

"Aku juga," Siwon membalas singkat sambil menikmati pelukan erat Kibum dan hembusan napas di lehernya.

"Tapi Kibumie.., kenapa sejak awal kau sudah sangat liar saat menjadi seme? Kau sudah sangat hebat sejak malam pertama menjadi seme. Belajar darimana?" tanya Siwon tiba-tiba.

Kibum yang sedari tadi hanya diam dan membenamkan kepalanya di leher Siwon sontak terbahak-bahak saat mendengar pertanyaan Siwon. Susah payah ia mengatur napas dan meredakan tawanya saat melihat Siwon yang memandangnya dengan tatapan kesal.

"Baiklah, baiklah.." kata Kibum

"Aku juga laki-laki, chagiya. I watched porn. Terkadang Kyuhyun dan Donghae juga sering bercerita denganku. Jadi yah, itu bukan hal yang sulit." Kibum menjelaskan sambil masih sesekali tertawa. Tapi ia senang saat pandangannya menangkap air muka Siwon yang sudah melembut.

"Oh.." balas Siwon singkat.

"Hanya 'oh'? Jadi aku memang hebat, ya, Siwonie?"

Ck! Siwon memicing kesal sambil menepuk pelan pipi Kibum. "Ne.., kau memang hebat. Puas?"

"Aku sudah tahu," balas Kibum sambil kembali menyeringai senang.

Siwon membuang mukanya, berpura-pura kesal. Namun aksi itu tidak bertahan lama saat ia merasakan tangan Kibum mulai mengelus perut bagian bawahnya. Bahkan Kibum sudah mulai menciumi lehernya yang masih penuh dengan bercak-bercak merah sisa kegiatan semalam.

Tapi pria berlesung pipi itu tersenyum. Ia ikut mengelus tangan Kibum yang bermain di perutnya. Siwon memutar kepalanya saat ciuman Kibum berpindah ke bagian dada dan nipplenya. Ia sedikit menunduk mendekati telinga Kibum…

"Bagaimana dengan morning sex?" bisik Siwon

TBC

Naaah... ini chapter terakhir yang aku republish. Minggu baru aku update chapter terakhir ya. Mianhe, ada yang minta update chpater terakhirnya sekaligus. Aku belom bikiiiin. XD
Soal preg!Siwon yang review pndpatnya positif sih. Liat nanti deh..., aku jadi gak bkinnya. Haha
Review lagi dooonk~