Tittle: Dominating Me
Pairing: Kim KiBum X Choi SiWon
Rate: M
Warning: Uke!Siwon ;Yaoi/Boyslove
a/n: Last chapter of the story. Plotless!
.
Celah-celah kain gorden jendela membuat matahari menyusup masuk ke dalam kamar yang terlihat sunyi itu. Seorang pria yang tertidur dalam posisi tengkurap mengerjap kecil, mengumpulkan kesadarannya sebelum ia benar-benar terbangun dari tidur singkatnya. Ia menguap lebar sesaat, namun langsung menutup mulutnya dan terkikik kecil saat melihat kekasihnya terlelap di sampingnya. Pria itu, Siwon, kemudian memutuskan untuk diam sejenak, mengangumi garis indah di wajah Kibum.
Yah, mereka tidur lagi sampai siang setelah menyelesaikan pagi penuh gairah mereka. Dan sekarang, tidak perlu dikira-kira lagi, hari pasti sudah sangat siang. Untung saja mereka sama-sama tidak punya jadwal hari ini, sehingga ia bisa bernapas lega sambil mulai mencoba bangun dengan perlahan.
Siwon mengernyit kecil saat ia sudah mampu berdiri. Astaga, ia membiarkan Kibum menghajarnya habis-habisan sejak tadi malam. Bahkan tadi pagi, Siwon masih terus 'meminta', walaupun ia tahu pintu analnya sudah terasa lebam.
Mengingat kegiatan-kegiatan penuh gairah itu, mau tidak mau Siwon ikut tersenyum. Lesung pipinya tampak mencekung dalam saat rona-rona bahagia itu tergambar di wajahnya. Ah, hari ini dia akan memulai harinya dengan semangat!
Setelah merenggangkan sedikit tubuhnya yang serasa remuk dan berusaha menyesuaikan diri dengan rasa sakit yang familiar di lubang anusnya, Siwon berjalan keluar.
Pria itu baru saja membuka pintu kamarnya saat pandangan matanya menangkap sesosok pria lain yang terkenal dengan gummy smilenya. Siwon tersenyum kecil, lalu berjalan ke arah pria itu-Eunhyuk.
"Siang, Eunhyuk-ah. Kau tidak punya jadwal juga?" tanya Siwon sambil tersenyum senang. Well, bukankah ia sudah bilang kalau ia memulai hari ini dengan senang?
Sedangkan Eunhyuk, alih-alih menjawab, ia justru memandangi Siwon dengan tatapan yang sulit dibaca. Ia memandangi Siwon dari atas hingga ke bawah, kemudian menyunggingkan bibirnya.
"Kau sudah bangun, Siwon-ah?" tanyanya.
Siwon sedikit mengernyit melihat pandangan Eunhyuk, tapi ia tidak terlalu peduli. Ia hanya mengendikkan bahu kemudian tersenyum dan bergumam 'hm' sebagai jawaban.
Setelah itu, pria bertubuh atletis itu berjalan perlahan-lahan ke dapur, meminum segelas penuh air utuk melegakan tenggorokannya.
Namun ternyata Eunhyuk tidak berhenti di situ saja. Ia mengikuti Siwon dari belakang dan lagi-lagi tersenyum penuh arti sambil memandangi Siwon dari atas sampai bawah. Siwon yang merasa risih karena dipandangi sejak tadi akhirnya menoleh pada Eunhyuk.
"Ada apa, sih? Kenapa sejak tadi kau memandangiku sambil tersenyum seperti itu?" tanya Siwon
Mendengar pertanyaan Siwon, dance machine Super Junior itu tidak menjawab. Ia memilih untuk mendekat pada Siwon, kemudian sedikit berjinjit dan berbisik pada pria yang lebih tinggi darinya itu.
"Jadi, bagaimana rasanya menjadi uke?"
Siwon jelas-jelas tersentak kaget mendengar pertanyaan Eunhyuk. Ia menoleh tepat menghadap Eunhyuk yang masih tersenyum santai sambil memandanginya.
"K..kau—"
"Hm?" gumam Eunhyuk pada Siwon yang tampak tergagap.
Pipi Siwon bersemu merah seketika, saat ia menyadari bahwa kemungkinan member-member lain juga sudah tahu 'posisi' mereka saat ini. Sebenarnya tidak masalah jika teman-temannya tahu, hanya saja..
Ia belum siap. Ia belum siap orang lain tahu ia mempunyai hasrat yang berbanding terbalik dengan penampilan fisiknya.
Hahaha. Lamunan Siwon terbuyar saat ia mendengar suara tawa Eunhyuk.
Siwon hanya mengernyit sambil menaikkan sebelah alisnya, melihat Eunhyuk yang masih sibuk dengan kikikan senangnya.
"Tidak perlu malu. Bukankah menyenangkan saat kau menjadi dirimu sendiri?" kata Eunhyuk dengan senyum lebar di wajahmu.
Awalnya dia dan member lain bukan main kagetnya saat mendengar desahan keras dari kamar Siwon. Bukan, bukan karena mereka tidak pernah mendengar suara seperti itu. Namun karena desahan itu jelas sekali suara Siwon yang 'meminta'.
Sungguh, mereka tidak langsung percaya bahwa Kibum dan Siwon bertukar posisi, sehingga Siwon yang menjadi uke. Namun, saat mereka semakin sering mendengar suara-suara desahan bahkan jeritan tertahan Siwon dan melihat perubahan cara jalan Siwon, mereka mau tidak mau harus percaya kalau Siwon memang menjadi uke Kibum.
Beberapa lama mereka berdua terdiam. Sampai rangkulan Eunhyuk pada pinggang Siwon membuyarkan keheningan di antara mereka. Eunhyuk menggiring Siwon ke ruang tengah, kemudian ia duduk di sofa sambil memandangi Siwon yang juga ikut duduk meskipun dengan wajah yang sedikit mengernyit sakit.
"Ku beritahu ya, Siwonie, menjadi uke itu bukan berarti kita tidak bisa mendominasi permainan. Kau bisa membuat variasi, sesekali."
Eunhyuk sekali lagi berhasil membuat Siwon terkejut. Namun, ia tidak banyak bereaksi. Pria tampan itu memilih diam sambil sedikit menaikkan alisnya memandangi Eunhyuk, menunggu sang dance machine melanjutkan kata-katanya.
Melihat tanggapan Siwon, Eunhyuk kembali terkikik senang. "Kau tertarik, kan, Siwonie?" tanyanya.
"Begini, aku menduga, posisimu sebagai uke ini sudah berlangsung cukup lama. Lebih dari sebulan 'kan?"
Diam. Siwon belum mau menjawab. Sedangkan Eunhyuk, ia berdehem kecil kemudian melanjutkan kembali kata-katanya.
"Saat aku tahu kau menjadi uke, aku benar-benar kaget, sekaligus sangaaat tertarik!" Eunhyuk menjabarkan kata 'sangat' dengan penuh semangat dan kebahagiaan.
"Benar-benar hal yang luarbiasa jika pria se-manly dirimu mau menjadi uke dari Kibum yang berpostur lebih kecil. Dan menurutku akan lebih luarbiasa lagi kalau kau bisa menjadi uke yang menggoda dan mendominasi seme-nya! Bagaimana, Siwonie?"
"Apa hubungannya denganmu? Apa yang akan kau dapatkan?" tanya Siwon sengit.
"Wow..woow.. Tenang dulu, brother!" Eunhyuk menjawab pertanyaan Siwon sambil berpindah ke samping pria itu dan merangkulnya.
"Aku bersumpah aku tidak memiliki niat apapun. Itu hanya sebatas imajinasi liarku. Yaaah.., mungkin kalau kau bersedia kau bisa bercerita sedikit padaku tentang pengalamanmu itu." Gummy smile andalan Eunhyuk tampang terlukis sempurna menghadap ke arah Siwon.
"Kenapa aku harus mengikuti imajinasi liarmu?" Siwon lagi-lagi melemparkan pertanyaan yang dingin.
Eunhyuk menyeringai penuh muslihat. Ia mencodongkan tubuhnya pada Siwon, kemudian sambil mendramatisir intonasi suaranya, ia berkata, "Kau bisa rasakan sensasi yang benar-benar hebat saat kau mendominasi sekaligus 'dimasuki'"
Bingo! Pria bermarga Lee ini sepertinya menyentuh spotlite yang tepat. Lihat saja wajah Siwon yang memerah saat mendengar kata 'dimasuki'. Hahaha
Pria dengan gummy smile ini sedikit lagi berhasil. Dengan nada penuh selidik ia bertanya pada Siwon yang masih termangu, "Kalian—ehm, pernah melakukan gaya uke on top?"
Lagi-lagi Siwon merona. Kenapa omongan mereka sebegini vulgar?!
Namun, toh, Siwon merespon juga. Ia mengganguk kecil tanpa mau menatap Eunhyuk. Ah, sepertinya malu dengan reaksi yang akan dikeluarkan Eunhyuk.
"Ow shit! Ini di luar perkiraan ku! Kau hebat, Siwon-ah!" Eunhyuk setengah histeris sambil mengacungkan jempolnya ke arah Siwon—menunjukkan betapa ia antusias terhadap pembicaraan mereka. Tak berapa lama, uke dari Lee Donghae itu berdehem—sok serius—kemudian menatap Siwon lagi.
"Kali ini aku pastikan kalian belum pernah melakukannya! Sini kuberitahu!"
.
Obrolan erotis antara Siwon dan Eunhyuk beberapa waktu lalu menghasilkan Siwon yang saat ini sedang terduduk resah di atas ranjang empuk miliknya dan Kibum.
Samar-samar terdengar suara air, berbaur dengan senandung pelan dari kamar mandi mereka. Beberapa saat, suara dari kamar mandi itu hilang, berganti dengan 'cklek' pintu.
"Oh, baby?" Kibum keluar dari kamar mandi dengan handuk yang terlilit rendah di pinggulnya. Rambutnya masih basah, tampak dari beberapa tetes air yang membasahi dada bidangnya yang terlatih indah.
Siwon mendongak terkejut saat Kibum sudah ada di depannya dengan dada telanjang dan rambut basah yang seksi. Ughh.. di jadi semakin ingin...—
"Aku tidak percaya, kau masih sebegitu terpesona dengan tubuhku, walaupun sudah sering melihatnya, hyung," kata Kibum sambil tersenyum jahil
Kibum lalu terkekeh, tidak terlalu peduli dengan kerutan kesal di wajah Siwon karena godaannya. Si snow white memilih berjalan ke arah lemari, ingin mengambil pakaian untuk menutup tubuhnya.
Tapi—
"Bisakah.., tidak pakai baju dulu, Kibumie?" Pertanyaan Siwon membuat tangan Kibum yang telah memegang pintu lemari menjadi tidak bergerak. Ia menoleh pada kekasihnya, hanya untuk dihadiahi pemandangan Siwon yang sedang menggigiti bibirnya ragu-ragu.
Namun pemandangan itu tidak berlangsung lama. Siwon tiba-tiba berdiri, dengan wajah yang berusaha 'yakin', ia berjalan ke arah Kibum yang masih melongo tidak mengerti.
'Brak!' Suara benturan antara pintu lemari dengan punggung Kibum terdengar keras, diselingi sedikit 'ouch' yang lolos dari bibir Kibum—sepertinya kesakitan.
"Wae?" tanya Kibum tidak mengerti. Apa yang terjadi dengan kekasihnya? Raut wajah Siwon tidak terbaca, antara yakin dan ragu. Lalu—
"Si—wonie.." Terbata-bata Kibum merangkai katanya. Ia terkejut setengah mati saat Siwon secara tiba-tiba menarik turun handuk yang melingkar di pinggulnya. Terang saja bagian bawah tubuhnya terbuka, mengekspos jelas penis besarnya yang masih lembab dan tertidur.
Belum habis keterkejutan Kibum, matanya kembali membelalak, saat Siwon berlutut di bawahnya dan mengecup penisnya yang masih lemas.
"A—apa yang.."
"Diam dan nikmati saja!" potong Siwon telak tanpa perlu memandang wajah Kibum.
Ia mengecup penis itu berkali-kali sebagai permulaan. Kecupan itu dilanjutkan dengan jilatan menurun dari pangkal penis sampai ke ujungnya.
"Uh.." Sebuah lenguhan dari Kibum. Ujung penisnya dihisap Siwon. Lidahnya ia mainkan memutar, memancing keluar sisi sensitif sekaligus membuat kejantanan kekasihnya itu menegang.
Siwon seakan masih ingin bermain-main. Ia membentuk gerakan memutar di 'kepala' penis yang mulai memerah itu. Dengan ujung lidahnya ia menjilat, sebentar lembut, sebentar kuat, kemudian di akhiri hisapan kuat di lubang penis kekasihnya.
"Ugh.. shit!" Kibum merintih karena perlakuan Siwon. Dengan tidak sabar Kibum menggenggam tengkuk Siwon, kemudian mendorongnya maju, berusaha memasukkan penisnya yang besar itu ke dalam rongga hangat Siwon.
Siwon menurutinya. Ia membuka mulutnya lebar-lebar, menerima penis kekasihnya yang mendorong masuk dengan antusias. "Emph.." Siwon mengerang kecil
Penis itu tertahan di setengahnya. Hanya setengah bagian yang bisa masuk kedalam mulut Siwon. Membuat Siwon sampai mengerang kecil karena daging tumpul yang menyumpal mulutnya sampai penuh. Bahkan wajah Siwon memerah, megap-megap karena hampir tersedak sekaligus kesulitan meraup nafas.
Namun visual Super Junior itu tidak menyerah. Ia memegang sebagian penis yang tidak masuk dengan tangannya. Lidah kembali menjilat, mengeluar masukkan penis besar dan kaku itu di mulutnya.
Kibum semakin menggila. Geraman-geraman pendeknya terdengar jelas mengiringi gerakan kepala Siwon yang maju mundur mengocok penis kekasihnya itu. Seakan tidak puas, pinggul Kibum juga ikut bergerak, mengikuti ritme gerakan kepala Siwon, menjadikan rongga hangat kekasihnya sebagai lubang penetrasi yang nikmat,
"Aghh.. Ya, begitu, baby! Hisap yang kuat.. engh.. lebih dalam lagiii.."
Siwon melirik ke atas, memandangi Kibum yang terkadang merintih penuh nafsu. Mulutnya tidak berhenti bergerak. Ia bahkan mengempiskan pipinya agar dapat memberikan sensasi ketat pada penis besar yang menyodoknya.
Tangannya juga ikut serta. Bergerak memutar, memberi friksi nikmat pada setengah bagian penis yang tidak masuk ke dalam mulutnya. Kibum tidak dapat mengelak. Sensasi ini benar-benar luarbiasa. Membuatnya mengepalkan kedua tangannya dengan kuat hingga tampak memutih.
'This is the time!' Batin Siwon bersorak. Melihat Kibum yang semakin terbawa jauh ke dalam kenikmatan dengan mata terpejam dan tangan mengepal kuat, Siwon tahu inilah waktunya.
Walaupun wajahnya memerah karena agak kesulitan bernafas dengan normal, Siwon tidak mundur. Ia berusaha menarik nafas lewat hidung, merilekskan dirinya, sebelum ia membuka mulutnya dengan lebar kemudian mendorong penis itu masuk lebih dalam.
"Y—yah.. Si—uh Siwon ahh.." Kibum berdecit terkejut saat ia merasa Siwon memaksa penisnya itu membobol lebih dalam pada mulutnya. Ia merasa dengan jelas, bagaimana ujung penisnya telah menyentuh pangkal tenggorokan Siwon.
"Hemp..emh.." erang Siwon. Ini sulit. Terasa seperti ingin muntah, karena kapasitas mulutnya sudah lebih dari cukup. Namun ia berusaha rileks, menenangkan dirinya dan membiarkan tenggorokannya beradaptasi dengan daging tumpul yang merangsek masuk.
Tangan Siwon berpindah pada pinggul Kibum, berusaha mengatur pergerakan kekasihnya. Tinggal sedikit lagi sampai penis Kibum bisa masuk sempurna ke dalam mulutnya. Sedikit lagi agar ia berhasil melakukan deepthroating yang disarankan Eunhyuk.
"Ash! Fuck ah..!" Kibum menyumpah keras. Masuk! Penis dengan ukuran 22 cm itu menembus sempurna rongga mulut Siwon.
Siwon memejamkan matanya. Lega sekaligus merasa tersumpal sempurna. Ia bisa merasakan buah zakar Kibum yang sekarang menempel pada dagunya, menandakan tidak ada lagi sisa penis yang tidak terjamah oleh bibirnya.
Dan rasanya luar biasa. Siwon tidak pernah membayangkan sensasi hebat seperti ini. Hidungnya menempel pada pangkal penis yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan dagu yang bersenggolan dengan testis. Uh, Siwon merasa seluruh maskulinitas Kibum mengintimidasinya, membuat semacam perasaan dominasi yang kentara.
Tidak menunggu lama lagi, Siwon memulai permainannya. Ia menarik keluar penis itu lambat-lambat, menikmati kulit mengeras di yang melingkupinya.
'Plop' Terdengar suara kecil saat kejantanan Kibum melonjak keluar dari mulut Siwon. Pria berlesung pipi ini tersenyum, kemudian kembali memasukkan penis itu, dengan lebih cepat, lebih brutal, mendorongnya masuk sampai jauh ke dalam tenggorokannya.
"Ah! Shit!" Dengan geram Kibum memukulkan tangannya pada lemari di belakang. Terlalu nikmat dan sangat liar. Kesempitan ini berbeda dengan sempitnya lubang anus Siwon. Hangat, dengan lubang penis yang tersantuk ujung tenggorokan Siwon.
Kibum tidak menahannya lagi. Dengan cepat ia menarik keluar penis itu, mendorongnya lagi. Menyodok, memompa dalam-dalam penisnya pada tenggorokan kekasihnya. Siwon sampai harus mendongak saat sesekali Kibum mendorong penis itu kuat-kuat, membuat wajahnya memerah karena tersedak dan hidung menempel erat pada pangkal penis.
Siwon ikut menggerakkan kepalanya maju dan mundur, tidak ingin kalah dengan ritme yang diciptakan Kibum. Ia membiarkan daging berurat itu merajalela, menembus mulut dan membobol tenggorokannya—menjadikan mulutnya tak ubah seperti lubang senggama.
"Ah.. Hebat Siwonie—uh.." Kibum merintih tidak jelas. Sampai akhirnya ia menggelengkan kepalanya kuat karena merasakan kejangan familiar di perut bawahnya.
'Tidak mungkin secepat ini..'
Ada rasa melilit, berbalur dengan nafsu. Penis yang masih keluar masuk itu semakin menegang dan Kibum mendongak ke atas. Mulutnya ikut terbuka karena nikmat.
"Leph—ah—pas.." lirih Kibum. Klimaksnya hampir sampai, dan ia tidak percaya dengan semudah itu ia klimaks. Tidak..
Siwon ingin menyeringai jika ia bisa. Namun karena mulutnya tersumpal penuh, bahkan tetesan saliva terkadang mengalir, ia jelas tidak bisa.
Siwon menarik keluar kepalanya, menghisap kuat-kuat kepala penis Kibum hingga Kibum merintih keras, kemudian dengan mata terpejam ia mendorong sekuat tenaga penis itu kembali ke dalam tenggorokannya.
'Crot'
"Aaah!" desah Kibum. Ia benar-benar klimaks saat otot tenggrokan Siwon dengan tiba-tiba menjepitnya. Spermanya mengalir dengan deras ke dalam mulut Siwon. Ia masih sadar ketika Siwon sedikit menggeleng sambil mendorong keluar penisnya. Ah, sepertinya Choi yang satu ini tidak dapat menampung spermanya dan membiarkan penis itu menyemprotkan cairan putih pekat ke sekitar wajahnya.
Kibum hampir merosot jika ia tidak bersandar pada lemari. Perlahan ia membuka mata dan disambut Siwon yang masih terpejam dengan wajah merah dan belepotan sperma.
Tangan Kibum kemudian terulur, mengusap kecil pipi Siwon yang terkena sperma. Merasakan usapan tangan Kibum, Siwon membuka matanya, menatap sendu pada Kibum.
"Lanjutkan, ya?" bisik Kibum lirih, setelah ia menunduk dan mendekati telinga Siwon.
Permohonan itu lembut namun gamblang. Dan Siwon tahu, ia tidak akan melakukan hal lain, selain menerjang bibir Kibum kemudian membawanya dalam lumatan panjang.
.
"Ahh.." Lenguhan panjang terdengar dari pria dengan gummy smile ini. Ia menghempaskan tubuhnya pada sandaran sofa.
Pipinya sedikit memerah, tentu saja karena malu sekaligus senang, telah berhasil menghasut Siwon. Ehm! Ia sempat sedikit menguping tadi, dan ketika ia mendengar lenguhan-lenguhan familiar dari kamar Siwon dan Kibum, ia sudah yakin rencananya berhasil.
Sedikit menggelengkan kepalanya ia kemudian berdiri dan berjalan ke dapur—mencari kegiatan sebelum member yang lain pulang dari schedule mereka.
"Lakukan deepthroating. Kau tahu kan Siwonie? Memasukkan penis hingga ke tenggorokan. Buat dia orgasme hanya dengan blowjob, bagaimana?"
Kalimat vulgar itu masih terasa berputar di kepala dance machine Super Junior ini. Sesekali ia menggerakkan tubuhnya senang, sesekali ia mengendikkan bahu.
Well, kuberitahu padamu, ya. Dominasi hanya soal permainan ranjang. Begitupula nafsu, begitupula hasrat. Dibalik lenguh, di antara peluh, atau disela tarikan nafas, cinta yang bermain pada akhirnya.
.
"Ahh... Pelan ahh.. Kibumie..."
Ada yang mendesah lagi, eh?
END
Akhirnya END! ya ampuuun, udah setahun ff ini dan aku baru bisa update sekarang. Aku bener-bener minta maaf karena tidak bertanggung jawab. Sebisa mungkin aku udah nyelesain ff ini. Aku tahu ini aneh, dan ga jelas, tapi cuma ini yang aku bisa. Mudah-mudahan bisa dimaklumi yaaa...
Preg Siwonnya udah aku bikin juga di Bring a New Life. Aku berencana bikin side storynya, mungkin soal menyusui :P
Tapi liat nanti aja. Yang pasti, aku berterima kasih buat semua dukungan dan review yang teman-teman beri.
Review chapter terakhir ini yaaa...
