Inside The SuJu High School
Chapter 5
~x~SIBUM COUPLE: MINE~X~
Genre: Romance, School life, Friendship.
Rate: Boleh K atau T
Warning: Shou-ai/BL, typos, gaje, seenak jidat Uchun-oppa *digampar*, etc.
Disclaimer: SiBum milik Tuhan, semua cast milik Tuhan.
Story yah milik Author...
ENJOY~
Keesonkan harinya, seperti biasa, SuJu High School kembali beraktivitas normal. Memang semua murid merasa sengsara dengan aktivitas normal sekolah mereka, namun tidak untuk HaeHyuk couple yang baru jadian. Terlihat mereka malah bermesraan di kelas saat SooMan-songsaenim sedang menerangkan pelajaran biologi yang terkenal lumayan susah.
Dan bisa kita lihat, jika yang terbahagia adalah HaeHyuk couple, yang paling terlihat suram adalah murid terganteng sesekolah ini, Choi Siwon. Yah, Siwon sedang bad mood hari ini... Hampir semua murid bertanya-tanya mengapa putra pemilik perusahaan besar itu menekuk mukanya terus.
'TRIIIING...TRIIING...'
"...Yah, murid-murid, pelajaran sudah beres sampai disini... Jangan lupa belajar terus!" Itulah kata-kata teakhir SooMan-songsaenim sebelum keluar kelas.
"Yaaaa~~! Akhirnya beres juga pelajaran!" teriak KangIn girang. "Saatnya menemui Teukie-hyung!" lanjutnya sambil melesat keluar kelas.
"Yo! Hyukkie, ayo kita ke kantin!" sekarang terdengar suara Donghae dari sebelah Siwon.
"Ne!" balas Eunhyuk.
Begitu pula murid lainnya... Tersisalah Shindong dan Siwon di kelas itu.
"Yah, sobat, kita tinggal berdua..." ujar Shindong sembari menghampiri Siwon. Tak ada respon...
"Kau kenapa sih?" tanya Shindong.
"Orangtuaku..." akhirnya Siwon membalas.
"Ne, waeyo?"
"Mereka menyuruhku mencari pacar... Agar tahun depan aku bisa menikah dan mewarisi tahta ayahku..."
"Bwahahaha! Lalu kenapa tidak nyari?" tawa Shindong.
"Kau tahu sendiri... Aku tidak suka yeoja... Dan pasti susah untuk orang tuaku menerimanya..."
"Itu bukan masalah, Wonnie...! Orang tuamu kan tidak bilang kau harus punya pacar seorang yeoja?"
"Benar sih... Tapi—"
"Sudah! Nanti aku yang bantu!" potong Shindong semangat.
Siwon hanya bisa menghela nafas. Melihat Siwon yang diam, Shindong pun mengajak Siwon ke kantin. Mau bagaimanapun, Siwon itu manusia kan? Butuh makan pasti...
"Mwo? Hyung serius?" pekik Ryeowook. Sekarang sekolah sudah dibubarkan dan semua murid sudah kembali ke kamarnya masing-masing.
"Yaah... Aku mau izin untuk beberapa minggu dulu...Aku harus cepat mencari jodoh agar Appa dan Umma-ku tidak ribut terus..." pasrah Siwon. Yah, Siwon telah memutuskan untuk mengambil izin 3 minggu untuk mencari pacar. Serius, ini tak penting sekali. Namun Siwon terlalu patuh paada ortunya, jadi ia memutuskan untuk megambil izin.
"Yah, hyung... Kenapa hanya karena jodoh hyung mau mengambil izin? Tiga minggu pula?"
"Mau tak mau... Haha, tenanglah, lagipula aku sudah cukup kepandaian untuk mengejar semua ketertinggalan nanti.." kata Siwon dengan percaya diri.
'Ziiiip—'
"Okay, aku akan pergi hari ini! Sampai jumpa 3 minggu lagi, Wookie!" pamit Siwon saat sudah selesai membereskan barang-barangnya.
"Okay, hyung... Hati-hati!"
"Ne, gomawo!"
Siwon pun akhirnya pergi berkelana—maksudnya pergi mencari jodoh. Entah di mana ia akan mencarinya, yang penting ia dapat.
"Huuft~ Benar di Seoul banyak cewek yang cantik? Baiklah, akan kucari kalau begitu... Hwaiting!" gumam Siwon menyemangati dirinya sendiri. Sekarang ia sudah ada di stasiun Seoul. Dia baru saja turun dari kereta.
'Drrrt...Drrt'
Hape Siwon pun bergetar. Menandakan ada pesan masuk.
From: ShindongBear
'Siwon! Kau pergi? Kenapa tak bilang? Ah! Tiga minggu pula! Tidak, yang terpenting, kau mau cari pacar di mana? Oh iya, aku juga punya usul bagaimana kalau di Dong Bang Cafe saja? Pelayan di sana cantik-cantik lho! Okay, beritahu perkembangannya yah!'
'Dasar gila... khawatir atau apa sih ini?' batin Siwon sweatdrop setelah membaca text message dari Shindong.
'Tapi.. Bagaimana kalau ikuti sarannya saja? Yah, pencarian ini lebih baik cepat diselesaikan...' batinnya berpikir ulang.
Dan, setelah beberapa saat ia berpikir, akhirnya ia melangkahkan kakinya menuju Dong Bang Cafe.
'Kring...Kring...'
Lonceng kecil itu berbunyi menandakan ada pengunjung yang datang ke cafe itu. Yah, Siwon lah pelakunya.
"Selamat datang, tuan!" sapa seorang yeoja yang diyakini Siwon addalah waiters di situ. Siwon hanya balas tersenyum. Siwon pun memilih tempat duduk di ujung cafe dan segera duduk.
"Ini menunya, tuan..." seorang waiters menyerahkan daftar menu pada Siwon. Siwon tersenyum kembali.
"Gomawo..."
Setelah Siwon menerimanya, waiters itu kembali ke dapur dengan senyum di mukanya. Siwon yang melihat hal itu merasa keanehan.
'Dasar...' batinnya.
Setelah beberapa saat ia memilih menu, ia pun memanggil seorang waiters dan menyebutkan pesananannya. Setelahnya, kembali menunggu...
'Shindong bohong besar (seperti badannya)...Tak ada satu pun yeoja yang cantik di sini... ' batin Siwon. 'Memang bukan jodoh kali yah... Hah...' pasrahnya.
~Lima menit kemudian~
"Permisi, tuan... Ini pesananmu..." tiba-tiba sebuah suara mengagetkan Siwon yang sedang menatap keluar dan tenggelam dalam pikirannya sendiri. Siwon pun berbalik dan mendapati seorang namja manis tengah menaruh pesanannya di mejanya.
Saat sang waiters mendongakkan kepalanya, si waiters itu tampak kaget melihat Siwon begitu tampan. Mukanya langsung merona dan ia tersenyum kepada Siwon.
"Si-silakan menikmati tu—"
"Apa aku terlihat sebegitu tuanya, eh, Kibum-sshi?" potong Siwon saat namja yang ternyata namanya Kibum itu memangggillnya 'tuan'.
"E-eh? K-kita pernah bertemu?"
"Tidak... Aku melihat di name tag mu..." ucap Siwon tersenyum.
"A-aah...Mian..." katanya akhirnya. 'Kenapa jadi salah tingkah begini? Pabbo ya, Kibummie!' batinnya merutuki. Tidak mau megetahui perbuatan bodoh apa yang mungkin ia lakukan berikutnya, ia memutuskan untuk beranjak. "B-baiklah, si-silakan menikmatinya..." ucap Kibum.
"Oh? Hey... Kau tidak keberatan menemaniku makan disini? Aku butuh teman..."
"Err... B-baiklah..."
Kibum pun mengambil tempat di depan Siwon.
"Jadi, umurmu berapa?" tanya Siwon sambil mengambil garpu dan bersiap memakan Cheese Cake yang tadi ia beli.
"Umurku 16 tahun..." jawab Kibum.
"Eh? Lebih muda dariku? Berarti masih seorang murid SMU...Di mana sekolahmu?"
"Aku murid Tong Vfang High School...K-kalau kau?"
"Umurku 17 tahun, aku murid Suju High School... Oh iya, aku belum memberi tahu namaku bukan? Okay, Choi Siwon iminda. Panggil saja aku Siwon-hyung... Tidak perlu terlalu formal, okay?"
"Ne... Si-Siwon-hyung..."
Begitupun selanjutnya, mereka mengobrol tentang sekolah mereka dan pengalaman terlucu mereka sampai Kibum sempat keceplosan tertawa berlebihan.
"Ehm, oke, makananku sudah habis. Sebaiknya aku mencari tempat tinggal sementara. Baiklah, kamsahamida, Kibum-ah..." ucap Siwon sambil menuju pintu setelah sebelumnya membayar tentunya.
Tetapi saat ia hendak menyebrang jalan, ada sebuah tangan kecil menahannya. Ia menoleh ke belakang dan mendapati Kibumlah pelakunya.
"Ada apa, Kibum-ah?" tanya Siwon heran.
"Eh.. Umm... Kau bilang tadi kau butuh tempat tinggal sementara bukan? K-kau bisa tinggal bersamaku dulu kalau kau mau... So-soalnya aku tinggal sendiri dan apartemenku cukup luas..." tawar Kibum malu-malu kucing.
"Wah, tidak apa nih? Serius, Kibum-ah?"
"I-iya... Itu juga kalau kau mau..."
"Tentu saja Kibum-ah... Kamsahamida! Jeongmal Kamsahamida!" ucap Siwon sambil memeluk Kibum. Kibum yang badannya lebih kecil sedikit terangkat karena Siwon yang tenaga plus badannya lebih besar.
"N-ne.." jawab Kibum gugup.
.
Jam menunjukan pukul 16.00 sekarang. Itu berarti jam kerja Kibum sudah selesai. Kibum segera menuju Staff Room dan membangunkan Siwon yang dia suruh menunggu di situ tapi malah tidur.
"Hoaaaam... Mian Kibum-ah. Aku ngantuk sekali tadi..."
"Ne, gwenchana... Nado mianhae sudah membuat hyung nunggu lama. Ayo sekarang ikut aku ke tempatku, hyung~" ucap Kibum.
"Hm..." respon Siwon sambil mengambil tas bajunyaa kemudian berangkat bersama Kibum.
~Apartemen Kibum~
"Selamat datang, hyung... Semoga nyaman di tempat ini!" ucap Kibum semangat saat sudah mengijinkan Siwon masuk.
"Ne, kamsahamida, Kibum-ah..." ucap Siwon. Ia pun diajak Kibum ke kamar barunya. Well, bukan kamar Kibum pastinya. Kalau Siwon di kamar Kibum, bagaimana nasib Kibum yang bakal gak tidur berhari-hari? Abaikan...
Setelah selesai membereskan beberapa barangnya, Siwon pun keluar menghampiri Kibum yang sedang duduk di sofa sembari makan makanan ringan.
"Eh? Siwon-hyung sudah selesai? Err, kalau kau mandi dulu kau bisa pakai kamar mandinya..." tawar Kibum.
"Tidak ah, aku malas..." tolak Siwon sambil mendudukan dirinya di sebelah Kibum. "Anyway, Kibum-ah, apa kau ada tugas untuk besok?" tanya Siwon.
"Ah! Ada... Aku hampir lupa, hyung... Sebentar..."
Kibum pun mengambil buku dan alat tulisnya. "Haah~mana banyak lagi... Malas deh..." keluh Kibum saat sudah duduk kembali di samping Siwon.
"Hm? Biar aku bantu kalau begitu..." tawar Siwon.
"Serius hyung? Baiklah! Aku kerjakan yang ini dan hyung yang itu..." suruh Kibum dengan cara sopan tentunya.
"Ne..." jawab Siwon sambil senyum, membuat Kibum blushing.
Tak terasa sudah dua minggu lamanya Siwon menginap di apartemen Kibum. Keduanya jadi sangat dekat sekali. Bahkan Siwon memanggil Kibum dengan sebutan Snow White karena senyum Kibum yang manis menawan seperti Snow White Princess.
Dan tiap Sabtu, mereka mengadakan ritual aneh yaitu pergi ke sebuah danau buatan yang agak jauh dari kota. Untuk apa? Sekedar bermain dan menyebrang danau menggunakan perahu kayu. Yah, sebelumnya Siwon tak pernah tahu menahu tentang tempat itu... Tapi karena Kibum yang punya jaringan yang luas tentang tempat-tempat berekreasi, jadi Siwon diberitahu.
Kibum juga sempat memberitahu Siwon tempat yang paling ingin dikunjunginya adalah sebuah bukit rekreasi untuk para pasangan yang baru dibuat. Tapi letaknya itu loh, ada di Jepang... Siwon sempat berpikir, Kibum saking gilanya kah ingin ke tempat seperti itu? Padahal di Korea juga mungkin ada... Tapi Kibum membantah bahwa di Korea tidak akan seindah di Jepang kalau ada juga.
Dan akhirnya Siwon lah yang mengalah. Karena ia lebih tua tentunya...
Dan hari ini pun, tepatnya hari Senin minggu ke-3, ia sedang berbaring saja di sofa sambil menunggu Kibum pulang dari tempat kerjanya. Ia melihat jam... 'Pukul 12.00...' batin Siwon. Karena bosan, akhirnya ia memutuskan untuk berganti pakaian dan jalan-jalan keluar sekedar untuk mencari hiburan atau membeli barang... Sebelumnya, ehm, ia belum terlalu bego untuk tidak membawa uang saat akan keluar wilayah sekolah okay?
Siwon akhirnya sampai di kota. Ia melewati toko-toko besar di sepanjang jalan. Tapi ada satu toko yang akhirnya benar-benar menarik perhatiannya. 'Cute Sweety White Gold Shop...? Dengan potongan harga 50%? Dalam rangka apa? Ah, tapi coba saja...' putus Siwon setelah menimbang-nimbang.
Saat masuk ke dala tokonya, yang pertama dilihatnya adalah beragam hiasan dinding yang sangat girly dan berwarna pink. 'Jadi ingat Sungmin...' batinnya.
Kemudian Siwon jalan beberapa langkah dan tanpa lama-lama ia sudah melihat sebuah kalung emas putih tak bermotif—hanya dihiasi dua berlian di dua sisi liontonnya—berliontin sebuah batu zambrud berbentuk hati yang bisa dibilang indah.
"Permisi, tuan... Kau berminat dengan kalung ini?" tiba-tiba seorang yeoja menghampiri Siwon.
"Eh, iya..."
"Kebetulan sekali Anda! Kalung ini meski terlihat biasa saja, sebenarnya berarti cinta yang sangat dalam! Bagaimana tuan? Kau mau membelinya? Limited Edition ini..." ucap si yeoja.
"Hmm... Baiklah... Aku ambil satu.."
Sang yeoja itu pun langsung membawa kalung itu dengan hati-hati ke kasir dan mengecheck harga kalung itu.
"Harganya 70.000 won, tapi karena ada potongan harga, jadi harganya 35.000 won..." ucapnya.
Siwon pun membayarnya dan akhirnya membawa pulang kalung itu. Sampai di luar toko...
"Haha... Kibum-ah pasti suka..." gumam Siwon sambil tersenyum.
~Apartemen Kibum~
'Kibum-ah sudah pulang atau belum yah...?' batin Siwon. Ia pun membuka pintunya dan tidak mendapati siapapun di ruangan tengah. Menghela nafas, ia pun berjalan menuju kamarnya. Hitung-hitung untuk istirahat...
'Kriiiet...'
Siwon pun masuk ke kamar sementaranya dan membaringkan diri di kasur. "Sebentar lagi akan kubuat kau jadi milikku, Kibum-ah..." gumamnya pelan sambil memejamkan matanya.
Takk lama kemudian ia akhirnya benar-benar terlelap.
'Krieet..'
"Aku pulang..." ucap Kibum yang baru pulang. Hari ini dia lemburan jadi jam segini baru pulang. Jam 9 malam coba?
"Hyung?" panggil Kibum karena tak ada jawaban. Ia pun melepas sepatunya dan berjalan menuju ruang tengah yang terhubung dengan dapur.
"Siwon-hyung~ Kau di sini?"
Hening...
Kibum pun memutuskan untuk melihat ke dalam kamar Siwon. Oh, ternyata benar, Siwon ada di kamarnya, sedang tidur juga rupanya, pikir Kibum.
Ia mendekati tubuh Siwon yang sedang terlelap dengan posisi yang terlihat tidak nyaman. Kedua kakinya 'menggantung' sedang badannya di kasur.
"Ck.. Koq bisa sih tidur kayak gini?" gumam Kibum. Ia berjalan satu langkah dan tanpa sengaja pandangannya menangkap sesuatu yang asing. Bungkusan merah muda dengan pita merah. Ada suratnya pula...
Kibum meraih benda itu dan membaca suratnya.
'Saranghae yo, my princess... Hope you'll reply my feeling...^ ^'
Setelah membacanya, rasanya Kibum tidak lagi pada dunianya. Dan...entah mengapa hatinya sedikit sakit setelah membaca surat itu. Ia tersenyum miris dan menaruh kembali barang itu.
"Bodohnya aku... Kukira Siwon-hyung juga punya perasaan yang sama denganku..." gumamnya pelan. Ia duduk di pinggir ranjang dan mengelus pipi Siwon lembut.
"Haah~ sudahlah, memikirkannya membuatku sakit hati... Hwaiting, okay, hyung?" ucapnya sembari meninggalkan Siwon yang masih saja tertidur.
.
Hari-hari selanjutnya, Kibum terlihat seperti menjaga jarak dengan Siwon. Tak ada lagi acara pukul-pukulan bantal sebelum tidur. Tak ada lagi kata-kata ketus plus manis dari Kibum untuk Siwon.
Siwon sendiri merasa aneh. Tapi kalau ia bertanya pada Kibum apa Kibum baik-baik saja, jawabannya pasti baik atau tidak usah terlalu mengkhawatirkanku hyung atau jawaban-jawaban tidak jelas lainnya.
Dan hari ini tepat sehari lagi Siwon pulang ke asramanya, tepatnya, hari Sabtu. Tapi, Siwon masih belum juga memberikan kalung itu pada Kibum.
Sekarang, Siwon sedang ada di apartemen Kibum. Rebahan di sofa cukup untuk menjernihkan pikirannya. 'Nanti? Sekrang? Nanti? Sekarang? Kalau sekarang aku takut, kalau nanti mau kapan?' batinnya berperang.
'Sekarang sajalah!' batin Siwon memutuskan. Ia pun mengambil ponselnya dan menelepon Kibum.
"Yeoboseo?"
"Yeoboseo, Kibum-ah! Aku mau bertemu denganmu di taman sore ini, jam 5! Okay? Bye~"
'Klik'
Itulah Siwon, selalu kurang kerjaan...
Sedangkan di tempat Kibum? Kibum masih heran sendiri.
'Untuk apa ya? Untuk mengobrol? Kan bisa di rumah... Ah! Mungkin... untuk mengenalkan pacar barunya... Haah~' batin Kibum negative thiking. 'Malas deh... Yah, tidak datang juga tak apa kali... Kan sudah bareng yeoja-chingunya...' batin Kibum lagi. Dan akhirnya ia memutuskan untuk tidak datang. Untuk apa, paling nanti yang ada hatinya akan sakit...
~5 PM, Seoul Park~
Siwon sudah ada di sini dari limabelas menit yang lalu. 'Aku tak sabar~!' girangnya dalam hati. Ia duduk di kursi taman di bawah pohon rindang.
30 menit kemudian...
...Namun Kibum belum juga datang. Siwon mulai bosan menunggu mengeluarkan ipod-nya dan memutar lagu sambil membaca buku novel yang tinggal 456 halaman lagi.
1 jam kemudian...
...Siwon sudah beres membaca novel itu sampai selesai dan sepertinya ipodnya juga sudah lowbat. Salahnya sendiri tidak mencas ipodnya tadi.
"Apa terjadi sesuatu dengan Kibum-ah?" gumamnya khawatir saat sudah memasukkan ipod dan novelnya kembali ke tasnya.
Ia pun mengambil ponselnya dan kembali menelepon Kibum.
"Yeoboseo?"
"Yeoboseo, Kibum-ah, kau tidak apa-apa 'kan?" tanya Siwon langsung saat orang diseberang sudah mengangkat teleponnya.
"...Aku tidak apa-apa, memang kenapa?"
"Haah~ Syukurlah! Aku masih menunggu lho~" ucap Siwon lega.
"...Mian hyung... Aku baru bisa pulang jam 8 malam... lagi..."
"Haha! It's ok! Aku akan menunggumu bersama sesuatu yang akan kuberitahu padamu!" girang Siwon. Sedangkan Kibum yang ada diseberang merasa hatinya sakit. Dan untuk sekedar informasi, tadi ia berbohong, sejak satu jam tigapuluh menit yang lalu sebenarnya ia sudah ada di apartemennya.
"...Y-ya sudah hyung..."
'Klik'
'Haha! It's ok Kibum-ah! Asal hari ini perasaanku akan tersampaikan! Saranghae yo!' batin Siwon kelewat senang.
1 jam kemudian... 07.30 PM, still at Seoul Park...
...Namun batang hidung Kibum belum juga terlihat. Siwon memakluminya karena memang Kibum bilang tadi ia baru pulang pukul 20.00.
1 jam kemudiaaan~~
...Jam setengah sembilan, Kibum tidak datang. 'Aneh...' batin Siwon. Setahunya Kibum selalu menepati janji... Tapi kenapa sekarang tidak? Lagipula kalau dia pulang dari tadi, pasti Kibum sudah sampai limabelas menit yang lalu.
Siwon menghela nafas. Ia yakin Kibum pasti datang. Pasti...
'Tes...Tes...Tes...'
Siwon menengadahkan kepalanya. Ternyata hampir hujan. Tapi ia tak peduli.
'Tes..Tes..Tes..Tes...Draaaash...'
Sampai akhirnya hujan itu deras. Siwon berusaha melindungi tasnya karena ada barang berharga di dalamnya terutama kalung untuk Kibum.
'Mwo? Hujan? Apa Kibum-ah tidak kehujanan?' batinnya khawatir. Bahkan di saat seperti ini, ia masih sempat-sempatnya memikirkan Kibum.
Sedangkan di tempat Kibum.
Ia merasa sedikit khawatir pada Siwon. Sejak ia pulang jam 4 tadi, tepatnya 4 setengah jam yang lalu, Siwon belum juga pulang, mana sekarang hujan deras lagi? Sempat terlintas di pikirannya kalau sekarang Siwon sedang di cafe berdua dengan pacarnya, tapi sesaat kemudian, terlintas lagi di pikirannya kalau Siwon masih menunggu di taman saat hujan deras begini.
"Siwon-hyuuuung... Kau ini... Membuatku khawatir!" gerutu Kibum sedari tadi tidak bisa duduk.
"Susul, tidak, susul, tidak, susul, tidak, susul saja deh!" putus Kibum setelah 30 menit lamanya. Biarlah kalau nanti Siwon tidak ada di taman, hatinya yang akan menanggung penting sekarang ia tahu dulu...
Ia mengambil jas hujan, jaket, dan payungnya. Segera ia keluar dari apartemen dan berlari menembus hujan.
Sedang Siwon, masih di Seoul Park tepatnya sekarang ia ada di bawah pohon yang tadi, duduk sambil melindungi tasnya. Tak lama kemudian, tampak seseorang sedang berlari ke arahnya.
"Siwon-hyung!" panggil orang itu. Tak salah lagi, itu Kibum. Namun, semakin dekat orang itu, semakin hilang kesadarannya. Dan saat sosok itu sudah dekat dan dapat melihat wajahnya, ia malah pingsan di tempat.
"Si-Siwon-hyung! B-bertahanlah!" teriak Kibum sambil menutupi Siwon dengan jaket yang dibawanya tadi.
"Ah..Syukurlah, akhirnya kau datang, Kibum-ah..." gumam Siwon pelan sampai akhirnya kesadarannya benar-benar hilang.
~Apartemen Kibum~
"Ugh..."
"Siwon-hyung! Kau sudah sadar!" teriakan itulah yang pertama kali terdengar oleh Siwon saat ia baru sadar. Ia memegang kepalanya yang sedikit sakit dan menyadari di situ ada kompres hangat.
"Sini hyung, kompresnya..." ucap Kibum, si orang yang teriak tadi, sambil meraih kompresnya.
"Hyung sudah baikan?" tanya Kibum basa-basi.
"Ne... Oh iya! Tasku!"
"Tenang dulu hyung.. Tas hyung tidak apa-apa, tidak ada yang rusak. Aku sudah mengeceknya tadi..."
"Hee? Berarti kau sudah melihat kotak kado itu dong? Haa~ tidak seru! Oh iya, basah tidak?"
Mendengar itu, Kibum sedikit heran. Ya, memang saat membereskan barang-barang Siwon ia juga tadi melihat kotak kado yang sama dengan yang waktu itu, suratnya juga sama.
"E-eh... Su-sudah hyung. Tidak koq, tidak basah. Memang itu untuk apa? Isinya apa? Untuk siapa?" tanyanya penasaran.
"Mana, siniin..."
Kibum pun mengambil kotak itu dan memberikannya pada Siwon.
"Kau sudah baca suratnya?"
Kibum mengangguk.
"Okay ini akan jadi gampang, ini... Ini untukmu, Kibum-ah..." ucap Siwon sambil menyodorkan kotak itu. Sedangkan Kibum hanya membelalakan matanya. Kaget? Tentu saja. Senang? Bahagia malah... Bersalah? Iya juga. Ia sudah menjauhi Siwon selama seminggu ini dan bahkan membuat hyugnya itu menunggu 5 jam sampai ujung-ujungnya pingsan.
"Si-siwon...hyung?"
"Iya, Kibum-ah. Aku menyukaimu—eh, mencintaimu. Saranghae yo, Kibum-ah..." aku Siwon.
Tanpa banyak bicara Kibum langsung memeluk Siwon. Erat sekali... Seakan takut kehilangannya untuk selamanya.
"Hyung... Huwaaaa~ Mi-mianhae, Si-Siwon-hyung... Hks... Aku... Aku... Aku..."
"Eh? Lho? Kibum-ah! Kenapa menangis?"
"Hks.. Aku menjauhi hyung selama seminggu ini! Aku juga membuat hyung menunggu 5 jam, padahal aku sudah selesai kerja jam 4! Huwaaaaa! Aku jahat! Hks..."
Sesaat Siwon sempat kaget, tapi akhirnya ia menghela nafas dan memeluk Kibum lagi.
"Waeyo, Kibum-ah? Apa aku melakukan kesalahan?"
"T—tidak... A-aku, sebenarnya aku... Aku sudah meliat isi surat itu dari seminggu yang lalu dan... dan... Aku kira itu buat pacar hyung! Jadi aku... aku... aku sakit hati dan cembuuru... Huwaaa~ Mianhae, je-jeongmal mianhae, hyung!"
"Haah~ tidak apa Kibum-ah. Berhentilah menangis... Yang penting, sekarang kau menerimaku kan? Dan aku sangat berterima kasih, Kibum-ah..."
"Hks... H-hyung ga marah kan?"
"Tidak lah! Oh iya, buka kotaknya dong..."
"O-okay..."
Kibum mengambil kotak itu dan membukanya pelan. Dan ternyata saat dia sudah melihatnya, dia benar-benar semakin merasa bersalah. Kalungnya begitu indah, pasti mahal, dan itu untuknya. Air mata yang sudah mengering mulai digantikan dengan air mata lainnya.
"He-hey? Kibum-ah, jangan menangis lagi!"
"Huwaaa~ hyung terlalu baik!"
"Itu tidak seberapa Kibum-ah, dengan apa yang telah kau berikan padaku... Jeongmal kamsahamida, Kibum-ah..."
Kibum pun memeluk Siwon lagi. Setelah beberapa saat, akhirnya Kibum bisa tenang. Siwon pun menawarkan diri untuk memasangkan kalung itu untuk Kibum.
Setelahnya...
"Jeongmal gomawo, hyung. Kalungnya indah sekali~"
"Ne.. Baiklah... Aku harus beres-beres dulu. Besok aku harus pulang ke asrama dan mengejar pelajaranku yang tertinggal..."
"Mwo? Secepat ini hyung?"
"Yah, ini sudah terbilang cukup lama..."
Kibum? Cemberut... Dengan pipi digembungkan.
"Haah~ Ayolah Kibum-ah, atau harus kupanggil... Bummie-ah..? Ahaha... Itu lebih lucu..."
"Bummie? Aku seperti yeoja saja! Yasudah, Wonnie-hyung!"
"Haha, itu juga lucu! Haha... Okay... Aku akan rutin mengunjungimu tiap Sabtu! Aku janji!"
"Serius?"
"Duarius..."
"Okay then!" riang Kibum sambil memeluk Siwon. Dan ujung-ujungnya, akhirnya mereka tidur berdua di kamar Siwon ini...
Besoknya..
"Dah~Bummie-ah!" pamit Siwon saat mereka akan berpisah di stasiun.
"Ne, hati-hati, hyung!" balas Kibum sambil melambaikan tangannya. Mereka pun akhirnya berpisah saat kereta sudah akan melaju.
'Hm... Tinggal sedikit lagi langkahku untuk menjadikanmu milikku, Kibum-ah... Lihat saja nanti...' batin Siwon sambil menyeringai.
TBC~
A/N: Waaaasaaaap man! Saya kembali dari masa break atau bahasa kerennya hiatus saya. Pasti lah ga ada yg ingt saya, wong saya cuma nge-publish beberapa cerita. Butut pula -_- Tapi biarlah, let's start something new! Mwahaha!
Bgimana ceritanya? Bertele-tele yah? Mian deh... Hhay... Okay, so review please lah!
