Holla, Minna! Yap, ini dia chapter bonusnya! Sebenernya udah lama siap, tapi komputerku malah rusak… *nangis gulung-gulung* Maaf kalau tidak sesuai dengan harapan kalian... T.T Yang penting, enjoooooyy~!

Pairing: HitsuRuki
Warning(s): OOC, gaje stadium akhir, aneh bin/binti abal, dan dibuat dalam bentuk taklshow
Disclaimer: Ai Kubo *dihajar Tite Kubo*

o0O0o

Ai-chan: "Hai, hai, haaaii~! Gue dateng lagi~!"

Rukia: "Woi, author sinting! Ngapain loe balik lagi kesini?"

Ai-chan: "Yaelah, kan gue udah janji buat bikin chapter bonus yang isinya balesan ripiu dan latar belakang dari fanfic ini! Dan lagi, seharusnya elo berterimakasih sama gue karena udah membuat kalian bersatu!" (Nunjuk Rukia dan Toushiro yang sedang bergandengan tangan)

Toushi&Ruki: (Blushing)

Ichi&Momo: (Membara)

Rangiku: "Nah, cepet aja mulai!" (Muncul dari tong sampah)

All: "UWAAAAA! Ngapain elo disitu?" (Kaget)

Rangiku: "Tadi ada seseorang yang membuang sake-ku! Jadi, aku masuk kesini buat mengambilnya! Tapi, rambut dan muka cantikku jadi kotor, deh! Awas saja orang itu! Kalau ketemu, kumakan dia!" (Mencak-mencak)

Toushiro: "MATSUMOTO... JADI LOE BERANI NGELAWAN GUE...?" (Aura horror)

Rangiku: "Egh? Jadi yang ngebuangnya itu Taichou, ya?" (Shock) "Ehe... Hehehehe... Maapin gue, ya, Taichou... HIIIII!" (Ambil langkah seribu)

Toushiro: "JANGAN KABUR LOEEE!" (Berniat ngejar, tapi ditahan Rukia)

Rukia: "Jangan sayang, ntar kamu kelelahan, lho..." (Mengeluarkan nada mesra)

Toushiro: "Maafkan aku, Honey..." (Meluk Rukia)

Rangiku&Yukihana: (Muncul lagi dan langsung jeprat-jepret)

Ai-chan: (Mimisan, tepar)

Ichi&Momo: (Meledak)

Byakuya: "Ya udah, gue aja yang bales review. Biarin aja orang-orang sinting itu... Review pertama dari Tsubaki Audhi! Hah? Humornya kerasa? Bikin ngakak? Fanfic edan begini kok dibilang lu—AAAWW!" (Ditimpuk author)

Ai-chan: "Oke, makasih review-nya, Audhi-san! Byakkun, sekarang kan bukan saatnya untuk bales-bales review! Tapi untuk ngeliat plesbek (Baca: Flashback) pas kita syuting dulu!" (Mencak-mencak)

Byakuya: "Iye, iye. Yaudah! Cepet mulai plesbek-nya!"

Flashback

Ai-chan: "Toushiro, Rukia, Momo, Byakuya, Rangiku dan beberapa shinigami lainnya, cepet ngumpul kesini!" (Tereak pake toa)

Krik krik krik

Yukihana: "Sini, gue yang nyoba." (Ngambil toa) "TAICHOU, KUCHIKI-SAN, HINAMORI-SAN, BYAKKUN, RAN-CHAN DAN SHINIGAMI LAINNYA, CEPET DATANG KEMARI KALAU GAK MAU GUE TIMPUK PAKE BATU KARANG KAYAK RENJI YANG UDAH PERNAH JADI KORBAN!" (Tereak pake volume dahsyat)

Seluruh shinigami: (Langsung muncul semua)

Ai-chan: (Sweatdrop)

Yukihana: "Fuh, gue memang OC yang hebat!" (Narsis)

Toushiro: "Woy, author bejat! Ngapain loe manggil kita-kita kemari? Dan lagi, kenapa Yukihana ada disana? Pantesan kerjaan di kantor gue gak pada kelar!"

Ai-chan: "Gue mau bikin film!"

All: "UAAPPAAA?"

Rangiku: "Really? Film apa? Siapa pemainnya?" (Antusias)

Yukihana: "Film komedi cinta! Pemeran utamanya Taichou dan Kuchiki-san! Dibantu oleh Byakkun, Hinamori-san, dan elo!"

Toushi, Rukia, Ichi dan Momo: "HUAAAAAAHH?"

Ichigo: "Rukia mau dipasangin sama orang cebol itu? Gue gak su—" (Belum siap ngomong, udah beku duluan)

Toushiro: "Siapa yang elo sebut cebol, hah! Mank loe pikir gue sudi pacaran sama cewek kayak gini?" (Nunjuk Rukia)

Rukia: (Mendelik) "Elo ngina gue?"

Toushiro: "Yaiyalah! Kalo bukan elo, siapa lagi?"

Rukia: "Yang cebol itu elo, tau!"

Toush&Ruki: "BLABLABLABLA!"

All: (Sweatdrop)

Ai-chan: "Hwoi! Berhenti, donk! Kita kan mau main film!"

Toushi&Ruki: "GUE KAN GAK SUDI MAIN SAMA DIA!" (Saling nunjuk)

Ai-chan: (Menghela napas) "Hh... Kalian milih itu atau main film?" (Nunjuk Yukihana yang lagi ngangkat batu karang seberat 20 ton)

All: "...!" (Shock)

Rukia: (Gemetar) "I... Iya, deh... Bakal gue lakuin... Tapi gak nyampe ciuman, kan?"

Ai-chan: "Tentu! Film ini rate-nya cuma K+! Mana mungkin gue sisipin adegan begituan!" (Sebenarnya agak kecewa)

Toushiro: "Kalo gitu gapapa, deh!"

Byakuya: "Ayo mulaaaaii~!"

Yukihana: "Adegan pertama, Taichou lagi ngerjain tugasnya di kantor, terus Hinamori-chan datang ngejutin dia dan Taichou pingsan karena jantungan!" (Tereak lewat toa)

Momo: "A... Aku..?"

Rangiku: "Iya! Cepetan, gih! Gue mau film-nya cepet selesai!" (Nendang Momo dan Toushiro ke kantor divisi 10)

Ai-chan: "Camera rolling... Action!"

Toushiro: (Cuek, terus ngebaca semua tugas divisi-nya) 'WTF? Gak ada satu pun yang dikerjakan oleh Matsumoto dan Yukihana? Grrr...' (Kelewat konsen, sampai lupa kalau lagi main film)

Momo: (Tiba-tiba muncul) "SHIRO-CHAAN!"

Toushiro: "HUWAAA!" (Kaget setengah idup, gak sengaja numpahin botol tintanya, shock, pingsan)

Momo: "EH? SHIRO-CHAAAN!"

Ai-chan: "CUUUT! Baguuss! Istirahat dulu!"

Momo: "Waah... Reaksi Shiro-chan bagus banget!" (Kagum)

Rukia: "Cih, lumayan juga dia..."

Ichigo: "Woy Toushiro. Bangun loe!" (Nendang-nendang Toushiro, gak ada reaksi)

Rangiku: "Taichou! Udah siap, tau! Bangun, donk!" (Ngeguncang-guncang Toushiro, tetep gak direspon)

Ai-chan: "Dia tidur?"

Byakuya: "Mana mungkin!"

Momo: "Lha, kalo gitu dia kenapa?"

Retsu: "Biar kuperiksa." (Meriksa Toushiro) "... Dia jantungan..."

All: "HUAAAHH? CEPET ANGKUT DIAAAA!" (Panik, terus menggotong Toushiro ke divisi 4)

Beberapa hari kemudian...

Ai-chan: "Waduh, waduh... Gimana, nih? Shiro-chan pingsan begini... Padahal film-nya belum siap... Mana baru mulai, lagi!" (Mondar-mandir)

Rangiku: "Gue mau cepet-cepet nonton film-nya..." (Nangis gulung-gulung)

Rukia: "Kalo gitu kita hentiin aja film ini!" (Senang)

Ai-chan, Rangiku dan Yuki: "GAK BAKAL!"

Ichigo: "Tapi, kalo dia pingsan begini, gimana mau main? Sesuai kata Rukia, film gak mutu begini lebih baik berhen—" (Mengkristal)

Yukihana: "Jangan berani-beraninya ngelawan, ya!" (Nyarungin Yukimaru)

Byakuya: "Woi Thor, setting keduanya dimana?"

Ai-chan: "Ah! Kebetulan banget! Setting kedua ada di ruang pengobatan begini! Jadi, begitu Shiro-chan bangun, kita langsung ambil gambar!" (Berapi-api)

Yukihana: "Nih skenarionya." (Nyerahin skenario ke Momo dan Rukia)

Momo: "What the... Kok gue jadi ribut begini, sih? Mana cengeng, lagi!" (Gak sudi)

Rukia: "Gue senyum ke cebol bego itu? Amit-amit!" (Masang tampang jijik)

Ai-chan: "Hina-chan, aslinya kamu itu emang cengeng, tauk! Dan Rukia, elo sendiri kan juga cebol! Jadi jangan ngela—GYAAAAA!" (Diledakin dan dibekuin)

Toushiro: (Bangun) "Ngh... Dimana gue...?"

Rangiku: "HUEEE... AKHIRNYA ELO BANGUN, TAICHOU!" (Nemplok ke Toushiro)

Toushiro: (Mangap-mangap)

Rukia: "Matsumoto-fukutaichou... Kasian tuh anak, lepasin, donk..."

Ai-chan: "Sejak kapan elo peduli gitu sama Shiro-chan, hm..?" (Tampang centil)

Rukia: "A... Apaan, sih!" (Blushing)

Toushiro: "Lho? Ini kan di Divisi empat? Ngapain gue disini...?"

Rukia: "Semalem elo pingsan, kena jantungan."

Momo: "Kenapa elo pingsan semalem?"

Toushiro: "Kenapa? Itu semua kan karena tugas divisi gue ancur semua gara-gara ketumpahan tinta! Ini semua salah elo!" (Nunjuk author)

Ai-chan: "Lha, kok gue?"

Toushiro: "Yaeyalah! Kalo elo gak bikin film bejat ini, kejadian macam ini belum tentu terjadi! Pokoknya ganti!" (Nyodorin tangan)

Yukihana: "Tenang aja, Taichou... Baca skenario ini dulu." (Ngasih skenario)

Toushiro: (Ngebaca skenario) "Fufufufu..." (Ketawa setan)

All: (Merinding)

Rukia: "Nape lo ketawa-ketiwi gitu?"

Toushiro: "Disini, elo yang bakal 'berbaik hati' ngegantiin semua tugas gue. Hehehe... HUAHAHAHAHA!"

Rukia: "HAAAHH? GAK SUDI GUE!"

Rangiku: "Ayolah, Rukia-chan... Demi kesuksesan film ini..." (Puppy eyes)

Ichi&Momo: (Geleng-geleng sambil nyilangin tangan di depan dada)

Rukia: "Nii-sama..." (Merengek minta perlindungan)

Byakuya: "Lakuin aja. Daripada kena yang begituan." (Nunjuk Yukihana yang lagi ngangkat beton)

Rukia: "...! Ba... Baiklah!" (Shock)

Toushiro: "Kerjain, gih!"

Rukia: (Men-deathglare Toushiro)

Toushiro: (Balas deathglare)

Ai-chan: "Padahal mereka cocok, tapi gak pernah akur..." (Bisik ke Rangiku)

Rangiku: "Iya... Semoga film ini bisa menyatukan mereka, ya. Amin."

Ai-chan: "Amin..."

Beberapa menit kemudian...

Rukia: "Se..le..saaii..." (Tampang awut-awutan)

Rangiku: "Bagus! Sekarang ambil lagi gambarnya!"

Ai-chan: "Yak! Hina-chan, Shiro-chan, siap, ya!"

Toushi&Momo: (Ngangguk-ngangguk)

Yukihana: "Camera rolling... ACTION!"

Blablabla... (Author males nulis)

Byakuya: "Rukia, ini giliran elo. Ingat, senyum, ya! Ini kertas-kertasnya!" (Nyodorin kertas-kertas tugas Divisi 10)

Rukia: "Iya... Makasih, Nii-sama..." (Ngetok pintu) "Permisi. Saya Kuchiki Rukia dari kelompok 13. Saya mencari Hitsugaya-taichou."

Toushiro: "Ya, masuk saja."

Rukia: "Hitsugaya-taichou, kami dari kelompok 13 telah mengerjakan seluruh tugas Anda yang tadi sempat tertunda. Jadi, yang kami butuhkan sekarang adalah tanda tangan dari Anda. Mohon ditandatangani." (Senyum)

Toushiro: (Blushing)

Ai-chan: (Melotot) "Lho? Mana dialognya Shiro-chan?"

Rangiku: "Kok dia diem, sih?"

Rukia: (Bingung) "Maaf, Anda tidak apa-apa, Hitsugaya-taichou?"

Yukihana: "Egh... Giliran Kuchiki-san kan belum?" (Ngebuka skenario)

Toushiro: (Kaget) "I... Iya! Tadi kau memintaku apa?"

All: (Sweatdrop)

Ai-chan: "Kok jadi kacau begini?"

Byakuya: "Tauk!"

Rukia: "Ng.. Kami dari kelompok 13 telah mengerjakan tugas Anda tadi. Bisa Anda menandatanganinya?"

Toushiro: "Ba.. Baiklah! Te.. Terima kasih banyak!"

Rukia: (Sebenarnya masih bingung) "Ya, sama-sama. Saya permisi." (Senyum lagi)

Toushiro: (Blushing, nyaris mimisan)

Blam

Ai-chan: "Cut, CUUUUUTT!" (Tereak pake toa)

Toushiro: (Kaget setengah idup)

Yukihana: "Taichou, banyak adeganmu yang bertentangan dengan skenario aslinya!" (Ngelempar skenario ke muka Toushiro)

Rukia: "Hey, gak sopan!"

Ai-chan: "Lagi-lagi ngebelain Shiro-chan..." (Ngegoda)

Rukia: "Huh!" (Buang muka)

Yukihana: "Taichou, padahal disini setelah Kuchiki-san bilang bakal ngebantuin Taichou, Taichou bilang 'terima kasih' sambil senyum, tapi Taichou malah bengong! Untung Kuchiki-san bisa nambah dialog—Eh, kok muka Taichou merah?" (Berhenti ceramah)

Toushiro: "Ah, eh, itu... Bukan kenapa-napa, kok!" (Salting)

Rangiku: "Tadi perubahan muka Taichou dimulai sejak Rukia-chan muncul, berarti..." (Mikir) "Ah! Rukia, chan, coba senyum di depan Taichou!" (Nyeret Rukia)

Rukia: "Apa? Akting senyum ke dia aja gue amit-amit, apalagi kalau—"

Rangiku: "Kuchiki Rukia..." (Nodongin golok)

Rukia: "Ba... Baiklah!" (Berdiri di depan Toushiro)

Toushiro: "Ma... Mau ngapain loe?" (Muka merah)

Rukia "Sebenernya gue amit-amit melakukan ini... Tapi, demi nyawa sendiri, gue rela, deh..." (Menghela napas, terus tersenyum sangaaatt manis)

Toushiro: "~!" (Tepar)

All: (Panik)

Byakuya: "AAAAAHH! CEPET ANGKUT DIA KE DIVISI EM—AAAWW!" (Lagi-lagi ditimpuk author)

Ai-chan: "Ini udah di Divisi 4, Bego!"

Rukia: "AAAAHH! DIA KEHABISAN BANYAK DARA—AAAWW!" (Ditendang Yukihana tepat di tulang keringnya)

Yukihana: "Ni kakak atau adik sama aja ributnya! Kalo cemas sama Taichou, rawat aja dia!"

Rukia: (Blushing) "Ke... Kenapa harus gue?"

Renji: (Muncul dari jendela) "Yaiyalah! Kan elo yang bikin dia pingsan! Rawat, gih!"

Rukia: "Ta... Tapi... Yang nyuruh aku supaya senyum kan Matsumo—"

Rangiku, Yukihana dan Ai-chan: "C-E-P-E-T-!-!" (Aura horror)

Rukia: "Ba... Baik!" (merawat Toushiro)

Ichi&Momo: (Muka angker)

Byaku&Renji: (Nangis-nangis terharu)

Ai-chan: (Berbinar-binar)

Rangiku&Yuki: (Jeprat-jepret)

Toushiro: (Bangun) "Lho? Gue kenapa la—" (Kaget pas ngeliat muka Rukia dekat banget, terus pingsan lagi)

Rukia: "LHO?"

Renji: "Ke, kenapa Hitsugaya-taichou pingsan pas ngeliat muka Rukia? Ah, jangan-jangan Rukia itu jelek? Fuh, akhirnya ada yang mengakui kalo dia emang je—AAAHH!" (Ditebas Toushiro yang ntah sejak kapan udah bangun)

Toushiro: "KUCHIKI ITU GAK JELEK, TAU!" (Nodongin Hyourinmaru)

Rangiku: "Taichou, yang dihina kan Rukia-chan... Kok Taichou yang marah, sih?" (Tatapan penuh menyelidik yang seolah-olah mengatakan 'Akui saja, Taichou!)

Toushiro: (Baru nyadar) "A, apa maksudmu, Matsumoto...?" (Berdebar-debar)

Yukihana: "Akh, Taichou suka Kuchiki-san, ya?"

Ichi&Hina: "HUAAAAHHH?" (Shock)

Rukia: (Merah padam) "Be-benar kah itu, Hitsugaya-taichou...?"

Toushiro: "Ng... Nggak, kok! Ngaco aja lu pade!" (Ngelak)

Byakuya: "My son... Ngaku aja, deh!" (Ngedorong Toushiro ke dekat Rukia)

All: "Ngaku-ngaku-ngaku!"

Toushiro: "I, iya... Gue sebenernya suka elo..."

Rukia: (Merah jingga kuning hijau biru nila ungu *?* padam) "Gu, gue terima..."

Byaku&Renji: (Lagi-lagi nangis bahagia)

Ichi&Momo: (Udah kebakaran gede)

Yuki, Rangiku dan Ai-chan: (Jingkrak-jingrak plus nari pake pom-pom *Yang nemunya ntah dari mana*)

All: "Cium-cium-cium!"

Toushiro: "O-oke..." (Nganggat dagu Rukia)

Rukia: (Bibirnya tinggal beberapa cm lagi dengan Toushi)

Ichi&Momo: "JAAANNGGGAAAAANN!" (Ngedorong HitsuRuki)

All: "..." (Menatap IchiHina angker terus menyeret mereka ke penjara Divisi dua)

Ai-chan: "Nah, gangguan udah pergi... Lanjutkan!"

Toushi&Ruki: (Ngangkat bahu, terus kembali nyambung ciuman yang keganggu tadi) (Bibirnya tinggal beberapa mm lagi)

Yukihana: "SSTTOOOOPP!" (Gantian ngedorong HitsuRuki)

Toushiro: "APA LAGI?" (Berhasrat untuk menggoreng Yuki)

Yukihana: "Gimana kalau ciuman pertama kalian ditampilkan untuk film ini aja? Kita naikkan rate-nya jadi T!"

Ai-chan: (Berbinar-binar) "Elo emang OC gue yang paling hebat!" (Nemplok ke Yuki)

Rukia: "Ba-baiklah..." (Muka masih merah)

Toushiro: (Gak bisa ngomong lagi saking deg-degannya)

Rangiku: "Selamat, Taichou!" (Nepok bahu Toushiro agak keras)

Toushiro: "!" (Jantung serasa copot, pingsan lagi)

All: (Cuek, pulang)

End of Flashback

Byakuya: "Hhaa... Cinta kalian memang indah... Gue jadi keingat Hisana..." (Menerawang langit sambil minum teh anget di taman sakura)

Ai-chan: "Ngayal mulu loe." (Nyiram Byakuya pake air jamban)

Byakuya: "HIIIIIYY!" (Nyemplung ke kolam ikan terdekat)

Rukia: "...Dasar orang jahat..." (Ngelirik author)

Ai-chan: "Kalo gue jahat, gue bakal ngerebut Shiro-chan dari elo. Mau gue rebut?" (Ngancem)

Toushiro: "Eh, jangan pisahin gue ma Kuchiki... Peace, peace... Jadi, apaan lagi acara kita?"

Yukihana: (Nongol) "Bales-bales review plus menanyai para pemain tentang film ini!"

Ichigo: "Huh, menurut gue, film ini jele—MUGYAAAAA!" (Ditendang Ai-chan sampai ke kutub utara)

Ai-chan: "ELO BUKAN AKTOR FILM INI!" (Tereak pake toa supaya kedengeran Ichi)

Rangiku: (Nutup telinga) "Buset, dah! Ni author suaranya kenceng banget! Oke, review kedua dari Airin Aizawa! Heee... Ternyata namamu sama dengan author ini... Wah, humornya kerasa, ya? Gak nyangka gue... Iya, kasian Taichou jantungan..." (Nangis-nangis gaje) "Yak, sama-sama!"

Yukihana: "Nah, ketiga dari Aiko Enma! Bagus? Hoho, makasih... Akh, nggak, kok! Taichou itu bukan anak Byakkun! Maklumilah si bangsawan gila satu i—NYAAA~" (Dikirim Byakuya ke Bulan melalui tendangan)

Ai-chan: "Nah, jeda dulu! Sekarang gue mau tanya pendapat dulu ke para pemain! Shiro-chan, gimana menurutmu tentang film (fanfic) ini?" (Nyodorin mic ke Toushi)

Toushiro: "Hm... Yah... Pokoknya semua tokohnya jadi OOC disini, termasuk gue dan Kuchiki-taichou! Dan gara-gara film ini pula, GUE JADI KENA JATUNGAN AKUT, TAUK!" (Tereak tepat di telinga author)

Ai-chan: "Ooo, tidak kena." (Ngeluarin kapas dari telinga) "Kali ini pendapat Rukia!" (Gantian nyodorin mic ke Rukia)

Rukia: "Yahhh, pokoknya gue gak OOC disini, itu yang terpenting. Gue suka film ini karena telah menyatukanku dengan Hitsugaya-taichou." (Meluk Toushi)

Toushiro: (Balas meluk, terus nyium kepala Rukia)

Rangiku: "Alhamdulillah (?)... Doa gue terkabul... Taichou dan Rukia-chan bersatu..." (Lompat ke jurang saking bahagianya *?*)

Momo: (Membara, terus ngerebut mic dari author) "SEKARANG GILIRAN GUE! GUE INGIN MENYATAKAN KALAU FILM INI BEJAT, JELEK, GAK MUTU DAN SEBAGAINYA! TERUS—" (Dibekep Renji)

Renji: "Ayo kita pergi, gue kasian liat elo." (Nyeret Momo ke Divisi empat karena mulai ngelantur)

Yukihana: (Turun ke Soul Society dengan selamat wal'afiat *?*) "Byakkun, apa pendapat elo tentang FF ini?"

Byakuya: "...Nista..." (Dingin)

Ai-chan: "Ah, dasar munafik. Gue tau kalo elo bahagia sama film atau fic ini karena telah nyatuin adek elo dengan Hitsugaya Toushiro yang perfecto, ka—LHO? Kemana dia?"

Rangiku: "Sayang sekali, Kuchiki-taichou udah kabur pake shunpo."

Ai-chan: -_- (Mesem) "Yasud, lah... Nah, kali ini gue mau nanya, gimana rasa ciuman kalian waktu itu?" (Tampang centil)

Rukia: "BRUUUSSHH!" (Nyemburin minumnya)

Toushiro: "Ra-rasa kacang merah..." (Blushing)

Rukia: "Ngapain dibilang-bilang, sih, Hitsugaya-taichou!" (Muka merah padam) "Semangka!"

Toushiro: "E, elo sendiri juga ember, tauk!"

Renji: "Boleh ngasih dare, gak?"

Rukia: "Apaan?"

Renji: "Fafafa, fififi, fufufu, fefefe, fofofo." (Diseret Yuki ke RSJ terdekat) "Akh, Ai bodoh! Jangan bawa gue dulu! Gue kan mau ngasih dare-nya!" (Ronta-ronta)

Yuki: "Iya, iya... Tapi, jangan panggil gue pake nama depan!" (Ketuler Toushi)

Renji: "Nah, jadi dare gue..." (Berhenti sebentar buat efek dramatis) "Ciuman lagi... Tapi harus lama dan lebih mesra! Tenang, kita-kita gak bakal gangguin, kok!"

Rukia: "UAAPPAAA?"

Rangiku: "Tantangan bagus, Renji!"

Toushiro: "Di depan umum? GAK MAU!" (Super merah)

Renji: "Huh, kalo gitu gue aja yang nyium Rukia." (Mendekati Rukia)

Toushiro: (Melotot) "Argh, oke oke!" (Nyium bibir Rukia)

Rukia: (Blushing gaje)

All: (Jeprat-jepret)

Toushiro: "Se-selesai... Hosh... Hosh..."

Renji: "...kurang lama..."

Rukia: (Ngegampar Renji) "Gila lu! Gue ma Hitsugaya-taichou hampir mati sesak napas, tauk! Author, lanjutkan acaranya!"

Ai-chan: (Hening)

Yukihana: "Akh, maaf, Kuchiki-san! Orang ini tepar gara-gara ngeliatin kalian ciuman! Jadi, kita sambung aja bales-bales review-nya!"

Ai-chan: (Bangkit dari kubur *?*) "Ah, gue bangun kok! Keempat dari Mikkazuki Hikari! Jiah, trik Hina-chan kan berasal dari ide jeniusku..." (Narsis) "Minta HitsuRuki lagi? Tenang, ini lagi kuproses kok, Ya-chan! Tapi... JANGAN REVIEW FIC-KU DUA KALIIIIII!" (Nendang Ya-chan sampai ke Sungai Siak)

Ya-chan: (Malah naik speedboard menuju Istana Siak) "Blee..." (Meletin lidah)

Ai-chan: "Jiah, malah jadi rekreasi dia..."

Toushiro: "Selanjutnya dari kamikaze! Apa, 'mid' apa, hayo?" (Tampang angker) "Ah, yasud, lah. Ya, ini udah apdet chapter spesialnya..."

Rukia: "Terakhir dari Mezuraven Randy! Weleh, benar kah ini lucu? Padahal sebenarnya author ini bukan pemilik selera humor yang tinggi, lho! Dia yang ngaku malahan. Humm..." (Membaca kertas review dengan seksama) "Umph, BUHAHAHAHA! Hitsugaya-taichou! Dia nyuruh elo buat gak ge-er, nih!" (Ngakak)

Toushiro: (Cemberut) "Cih, kan gue hanya jalanin peran."

Rukia: "Wah, jadi pelawak? Gimana, Thor?" (Ngelirik Ai-chan)

Ai-chan: "Gak mau!"

Yukihana: "Wah, gak terasa udah sepanjang dan selama ini... Oke, kami dari Fanfic 'Hitsugaya's Love' hanya ingin bilang..."

All: "THANKS FOR REVIEW~! REVIEW LAGI, YAAA~!"

*TAMAT BETULAN*