Percy dan yang lainnya berjalan ke arah Ruang Singgasana, agak terkejut melihat semua dewa-dewi Olimpia hadir dan duduk di Singgasana-nya masing-masing dengan Hades dan Hestia duduk di kursi tamu dekat perapian.
Mereka semua memberi hormat kepada Zeus terlebih dahulu, lalu mereka semua menyapa orang tua dewa mereka kecuali Jason, orang tua dewanya kan Zeus.
Setelah beberapa saat Zeus berdeham,"Seperti yang kalian ketahui, alasan kalian dipanggil ke Olympus adalah sebuah rahasia. Yah, kami tidak bisa mengambil resiko untuk informasi ini bocor. Jadi kami meminta kalian untuk bersumpah demi sungai Styx kalau kalian tidak akan memberi tahu informasi ini kepada siapapun, kecuali yang kami izinkan."
"Kami bersumpah tidak akan memberi tahu informasi ini kepada siapapun, kecuali yang kalian izinkan demi sungai Styx"Percy dan yang lainnya bersumpah.
"Baiklah, Kronos bangkit kembali dan beraliansi Gaea, hanya itu yang kami tahu, tapi Athena menduga mungkin mereka juga beraliansi dengan beberapa kekuatan lain….iu yang kami khawatirkan ,dan mereka membuaat suatu organisasi untuk menghancurkan Olympus…"jelas Zeus.
Semua dewa-dewi, dan Demigod menjadi tegang.
"Jadi…kami ingin kalian semua melindungi Olympus dan menghancurkan organisasi itu…"kali ini, Poseidon yang menjelaskan.
"Tapi, kami semua menduga kalau kalian dan bahkan seluruh Demigod tidak akan cukup kuat untuk menghancurkan organisasi itu, jadi kami memutuskan untuk membuat suatu organisasi dan mengirim kalian untuk belajar dan berlatih dengan orang terkuat, paling berbakat, terpintar fan dan yang paling berpengalaman…"jelas Athena.
"Siapa?memangnya ada orang seperti itu?"tanya Leo.
"Sebenarnya ada lima orang…"jawab Hermes. Dia berkata dengan campuran nada terhibur dan nada tegang.
"Tapi,kita tidak tahu di mana mereka…biasanya mereka ada di Idylla Island, tapi mereka juga sering ke luar pulau…dan sekarang mereka sedang keluar…"lanjutnya.
"Jadi…bagaimana carannya melajar dan berlatih dengan mereka jika kita tidak tahu dimana mereka?"tanya Percy.
"kalian harus mencari mereka semua…" jawab Hephaestus dengan malas.
"Bagaimana caranya?" tanya Nico.
"Kami akan memberi kalian sebuah alat yang akan menunjukan dimana mereka dari bau mereka…seperti navigator dengan penciuman satyr!"Hephaestus menjelaskan dengan semangat yang berkobar-kobar, sangat kontras dengan beberapa saat yang lalu.
"Apa kalian mengerti?"tanya Zeus.
"Ya,Tuan Zeus" jawab mereka semua.
"Baiklah, kalau begitu pergilah…tapi aku tidak yakin mereka semua akan mengajarimu, tapi aku yakin beberapa dari mereka akan bersedia. Dan kalau bisa bawa mereka kemari…dan kalian boleh memberikan informasi ini pada mereka" perintah Zeus, sambil menyerahkan alat yang disebut Hephaestus tadi, drachma, dan uang mortal kepada Percy.
"Oh ya, Percy tiga orang dari mereka adalah kakakmu" kata Poseidon,"sekarang, pergilah…"
Mereka semua menghormat dan meninggalkan Ruang Singgasana.
Percy memikirkan kata-kata ayahnya, tapi memutuskan untuk memikirkannya nanti.
"Lalu sekarang kita ke mana dulu?"tanya Will.
Percy melihat alat yang diberikan tadi, alat itu memiliki layar kotak, dan layar sentuh. Monitor itu memperlihatkan peta dunia, ada dua titik yang paling dekat dengan mereka sekarang, dua titik itu ada di United State, tapi tidak terlalu jelas, karena diperlihatkan di peta dunia, Percy memperbesar gambarnya menggunakan tanda zoom yang ada di layar.
Sekarang Percy melihat dua titik itu ada di Washington D.C. di bawah titik itu ada tullisan Yunani Kuno dan Latin yang berkata,' iatrós' yang berarti 'healing' dan 'omorfiá ' yang berarti 'beauty'.
"Sepertinya kita harus ke Washington D.C."Percy berkata dengan nada tidak percaya.
"Kurasa begitu, tapi naik apa?"tanya Jason.
"Yang pasti aku tidak bisa naik pesawat, atau ayahmu akan meledakkanku" kata Percy.
"Kau , kurasa kita harus lewat darat…"kata Jason.
"Yah, kalau begitu kita harus segera berangkat" kata Nico sambil berjalan ke elevator, diikuti yang lainnya.
"Bagaimana kalau kita naik pegasus saja?"tanya Will.
"Ide bagus!"teriak pollux.
"Aku setuju!" seru Clarisse.
"Oke, aku akan memanggil Blackjack kalau kita sudah keluar." Kata Percy.
Setelah mereka keluar dari elevator, mereka berjalan ke gudang yang terlantar.
Percy bersiul, memanggil Blackjack, tidak lama setelah itu Blackjack datang dengan enam pegasus lainnya dan Tempest, storm spirit milik Jason.
"Hei, Percy. Kau tahu aku tidak butuh pegasus kan?aku bisa perjalanan bayangan" kata Nico saat dia melihat enam pegasus lainnya.
"Ya,aku tahu. tapi, kita tidak tahu apa yang akan kita temui disana kan?sebaiknya kita menghemat tenaga"
"yah, kau benar"Nico menghela nafas.
'Hei,Boss. Nanti beri aku gula batu ya!'pintaBlackjack di pikiran Percy.
"Oke, tapi nanti ya?"
'tentu'
Setelah beberapa menit mereka sudah menunggangi tunggangan mereka, kecuali satu Demigod.
"Hei,Clovis!cepat naiki tungganganmu!Sleepy head!"Clarisse berteriak dengan tidak sabar.
tapi,Clovis tetap tertidur, dengan posisi berdiri. Tidak ada yang tahu bagaimana caranya dia melakukan itu . Dan selama ini dia tertidur, kecuali pada saat dia di Ruang Singgasana dan, saat berjalan.
Sebelum Percy bisa melakukan apapun, Clarisse turun dari tunggangannya dan memukul Clovis tepat di kepala, yang menyebabkan Clovis untuk terbangun.
"Ouch!itu…sakit…"Clovis berguman dengan nada mengantuk. Kemudian, dia menaikki tunggangannya dan tertidur lagi.
Karena beresiko untuk membiarkan Clovis seperti itu, Will menyarankan supaya mereka mengikatnya. Dan, karena tidak ada saran yang lebih baik, mereka mengikat Clovis dengan sulur anggur milik Pollux.
Lalu mereka berangkat ke Washington D.C.
A/N:Please RnR!
