~.~Camp Half-Blood~.~

"Percy!"Annabeth berteriak di depan kabin Poseidon.

Karena tidak ada jawaban, Annabeth memutuskan untuk masuk saja. Terkejut karena Percy tidak ada, behitu pula dengan barang-barangnya. Lalu, dia berlari ke Rumah Besar, mencari Chiron.

Setelah beberapa saat dia melihat Chiron dan berlari menuju sang centaur.

"Chiron!Percy hilang!"Dia berteriak dengan panik.

"Tenang Annabeth, beritahu aku apa yang terjadi…" Chiron mencoba menenangkannya.

"P-percy…D-dia h-hilang…" dia berkata dengan tersedu, dan mulai menangis.

"Tenang…" Chiron berkata, dia berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi.

Lalu, mereka melihat Chris berlari ke arah mereka.

"Chiron! Beberapa pekemah menghilang !"Chris berteriak.

Annabeth kaget dengan ini, dia tidak menyangka ada pekemah selain Percy yang hilang.

"siapa saja yang hilang selain Percy?" dia bertanya.

"Nico, Jason, Clarisse, Pollux, Will, Leo, dan Clovis " Chris berkata dengan nada khawatir.

"apa yang sebenarnya terjadi di sini?" dia bertanya kepada dirinya sendiri. "Chiron, bolehkah kami pergi dalam misi untuk mencari pekemah yang hilang?"

"Tidak, kau tidak bisa. Aku baru mendapat informasi dari Olympus kalau ada yang akan menyerang kita, tapi mereka tidak tahu kapan. Tapi kita harus tetap waspada." jelas Chiron.

"Baiklah, bagaimanapun juga kita harus melindungi perkemahan, aku yakin Percy dan yang lainnya akan baik-baik saja, mereka kan kuat." Kata Annabeth terpaksa.

"kecuali Clovis, dia tidak pernah malakukan apapun selain tidur dan makan,bukan?" tanya Chris, mencoba untuk mencerahkan suasana.

"Yeah, aku tahu." Jawab Annabeth.

~.~Percy dan yang lain~.~

"Well, kta sudah sampai. Sekarang apa?" tanya Nico setelah mereka mendarat di hutan di pinggir kota.

Percy melihat navigator-nya, di sana ada lambang Pegasus dimana mereka berada sekarang. Dan dua titik yang bertuliskan 'iatrós' dan 'omorfiá' tidak jauh dari tempat mereka sekarang.

"aku menyarankan kalau kta berjalan ke arah dua titik itu"Percy tiba-tiba berkata setelah hening sejenak.

'Boss ,panggil kita pada saat kau membutuhkan kita oke?' Blackjack berkata setelah Percy memberi para Pegasus gula batu. Sesaat kemudian Blackjack pergi.

"Oke, kalau beguti ayo kita berangkat" kata Percy.

lalu,mereka semua pergi ke arah dua titik itu. Mereka memang sial bertemu dengan monster , mereka memang sudah terbiasa dengan itu, tapi bagaimanapun juga bau Tiga Besar memang sangat kuat dan ditambah lagi beberpapa demigod yang membuat bau mereka tambah kuat, karena itulah, monster yang datang sangat sangat banyak dan kelihatan kuat Dracaena, empousa, dan banyak lagi.

"Demi Hades! Kenapa kita harus dikejar banyak monster!"teriak Pollux.

"Hei!"balas Nico, merasa agak terganggu dengan fakta nama ayahnya yang dipakai.

"Kita tidak punya pilihan lain selain melawan mereka. Ayo!"Percy berteriak kepada yang lain.

Percy melompat dan menyayat monster yang paling dekat dengannya. Lalu, dia berputar dan menusuk beberapa monster lagi. Begitu pula dengan yang lainnya, termasuk Clovis, walaupun dia hanya menghindar dari serangan monster saja, yang lumayan hebat, dalam keadaan setengah tidur, dia bisa menghindari semua serangan yang ditujukan padanya.

Setelah beberapa saat bertarung dan menghindar mereka lelah, hampir mencapai batas.

"hei, Percy…apa kau punya rencana?" tanya Jason dengan nafas terengah-engah.

"tidak…" jawab Percy, dengan keadaan yang sedikit lebih baik, karena menanggung kutukan achilles. Tapi dia harus melindungi dirinya sendiri dan teman-temannya.

Seekor monster menyerang Percy dari depan, saat sedang menahan serangan monster yang ada di depan, seekor lagi muncul dan menyerang dari belakang. Dia menutup matanya, dia mengira dirinya akan terluka tepat di titik achilles-nya, tapi rasa sakit itu tidak pernah datang, dan tidak ada yang menekannya dari depan lagi.

Dengan perlahan ia membuka matanya dan melihat dua remaja seumurannya, melawan para monster dengan senjata sekaligus mengendalikan elemen, yang satu dengan angin atau udara, dan yang satunya lagi dengan air. Mereka mengalahkan semua monster dengan gampang dan cepat.

Setelah mengalahkan monster terakhir, kedua remaja itu berputar ke arah Percy.

Percy merasakan kalau ia mengenal kedua remaja itu. Kedua gadis itu memiliki rambut hitam seperti miliknya. Yang satu memiliki rambut pundek sebahu yang bergelombangg di ujungnya, dan memiliki mata aquamarine yang indah dengan sorot lumbut terlihat lebih tua daripada yang satunya yang memiliki rambut panjang dan lurus, dengan mata hijau laut seperti milik Percy. Mereka berdua cantik dalam kategori mereka sendiri.

"Siapa kalian?" tanya Percy dengan nada curiga.

Yang berambut panjang hanya tertawa kecil dan satunya hanya tersenyum lembut.

"Kami kakak perempuanmu, Percy" si berambut panjang menjawab dengan tawa kecil.

"Tapi aku tidak tahu kalian…."jawab Percy.

"Tentu saja kau tidak tahu kami, kita belum pernah bertemu satu sama lain sebelumnya. Tapi, kau merasa kalau kau mengenal kami bukan?" jelas si mata aquamarine, dengan pelan dan nada gugup.

Percy hanya mengangguk.

"Well, namaku Vorel Thrae" kata si rambut panjang.

"U-um namaku Yfone Blade, aku yang tertua" kata si mata aquamarine.

"Namaku Percy Jackson, dan mereka adalah Jason, Nico, Pollux, Will, Leo , Clarisse, dan Clovis" Percy memperkenalkan, menunjuk masing-masing orang saat menyebutkan namanya.

"Well, apa yang kalian lakukan?" tanya Vorel.

"Um, sebelum aku menjawab itu bolehkah aku bertanya sesuatu?"tanya Percy.

"tentu, tanya saja apa yang ingin kau ketahui"jawabnya.

"Jika kau adalah putri Poseidon kenapa kau mengendalikan udara dan bukan air?"tanya Percy dengan polos.

"Well, itu karena ibiku seorang aura roh angin, dan DNA auraku lebih dominan, jadi apa yang kaulakukan?"jelas Vorel.

Percy menjelaskan apa yang terjadi hanya tentang mencari guru.

"Oh, jadi itu yang kaulakukan, lalu apakah kau tidak akan mencari orang-orang itu?" tanya Yfone.

"Ah, Aku lupa!" kata Percy said sambil menggeluarkan navigator dan melihat kalau dua titik yang mereka cari ada di tempat yang sama dengan symbol pegasus.

"Tunggu! Jadi kalian berdua yang akan menjadi guru kami!" teriak Percy.

"Eh?"Mereka berdua hanya terbengong.

"Apa maksudmu?"tanya Vorel.

"well, karena titik yang kami cari ada di tempat yang sama dengan kami, jadi dua titik itu menandakan kalian, dan kalian berdua yang akan menjadi guru kami, jika kau ingin tentu saja…" jawab Percy.

"Apa? Kami g-guru?tapi kami belum pernah mengajar…"kata Yfone.

"mungkin mereka memilih orang yang berbakat?" tanya Nico.

"Kurasa begitu…well, Aku tidak keberatan mengajari kalian, bagaimana denganmu Yfone?"tanya Vorel.

"U-um, Aku tidak keberatan, tapi bagaimana kalau kita mencari 'guru' yang lain dulu, supaya kita tidak kerepotan saat membituhkan 'guru'yang lain?"tanya Yfone.

"Ide bagus, tapi kenapa ada tulisan di bawah titik kita?"tanya Vorel.

"Well, kami tidak tahu…tapi mereka berbunyi 'iatrós' dan 'omorfiá', artinya 'healing' adan 'beauty' bukan?" tanya Percy.

"Ya, benar, Kurasa aku 'iatrós' dan Vorel yang 'omorfiá' "kata Yfone.

"Apa maksudnya?"tanya Jason.

"Wellkurasa itu menyangkut spesialisasi kita, seperti spesialisasiku adalah healing, dan spesialisasi Vorel adalah untuk membuat seseorang beautiful atau bisa kau bilang menyamar."jelas Yfone.

"Oh, jadi itu maksudnya"gumam Percy dan yang lainnya.

"Tunggu, jika benar seperti itu….jadi guru yang lain adalah…."Vorel tidak menyelesaikan kalimatnya, berpikir.

"Mereka….bukan?"lanjutnya.

"well, bukannya itu bagus?"tanya Yfone.

"Bagus?Awsome! tidak akan sulit untuk menemukan mereka dan meminta mereka untuk mengajari kalian, kecuali satu orang…Aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikirannya…." Kata Vorel.

"yeah, aku juga…tapi kuharap dia mau mengajari kalian…" kata Yfone.

Mereka berbicara diantara mereka,melupakan Percy dan yang lain.

"maaf, tapi siapa yang kalian maksud?" tanya Jason.

"bisakah kau tunggu sebentar, Percy bisa aku pinjam navigator-nya?"tanya Vorel.

Percy menyerahkan navigator-nya kepada Vorel dan Yfone, lalu mereka melihat layarnya, mereka melihat dengan di peta dunia, lalu mereka men-zoom titik yang ada di Italy, yang berbunyi 'katharó ' yang berarti 'pure' , lallu mereka melihat titik yang ada di Greenland, yangberbunyi 'apénanti' yang berarti 'opposite' lalu mereka mencari titik yang terakhir tapi tidak ada titik terakhir.

"hey,Percy… apa kau yakin ada lima'guru'?"tanya Vorel.

"Um, yeah…" jawab Percy.

"jadi dia bersembunyi, huh?" kata Vorel.

"Yeah, kurasa begitu" kata Yfone dengan tawa kecil.

"Seperti biasa…"Vorel tertawa.

"Oh well, hey!Ayo kita berangkat kita akan mengejutkannya!" kata Vorel dengan keras.

"Uh?okay, tapi siapa yang kau maksud?"tanya Percy.

"Akan kami jelaskan lain kali, bagaimana kalau kita mencari 'apénanti' dulu atau bisa kau bilang'opposite'?"tanya Yfone, sambil menyerahkan navigator-nya kepada Percy.

"Okay, tapi bagaimana caranya kalian kesana?"tanya Percy.

"kami punya tunggangan kami sendiri" jawab Vorel.

Lalu, Percy memanggil Blackjack dan beberapa Pegasus lain, dan Jason memanggil storm spirit-nya sendiri. Tak lama kemudian tunggangan mereka datang.

Yfone bernyanyi lagu dengan nada sedih, sedangkan Vorel bersiul.

Setelah beberapa saat, muncullah seekor Pegasus putih yang cantik dan dragon berwarna silver kebiruan.

Semua orang kecuali Vorel, Yfone, dan Clovis(karena dia tertidur dan mungkin sudah melihat-nya di dalam mimpi) tidak bisa berkata apa-apa tentang Pegasus putih yang cantik dan dragon silver kebiruan yang keren.

"Ini Vyrvesh "kata Vorel saat dia menepuk kepala dragon-nya.

"Ini Flavia"kata Yfone sambil mengelus surai Pegasus-nya.

Lalu, mereka pergi ke Greenland.