Matahari terbenam, bulan naik ke angkasa gelap. Ppercy dan yang lain sedang ada di tengah-tengah hutan, berkemah karena sudah terlalu malam untuk berpergian.
"Um, boleh aku bertanya sesuatu kepada kalian?" tanya Percy.
"boleh saja, kau mau menanyakan apa?" tanya Vorel.
"um, siapa orang-orang yang tadi kalian maksud?" tanya Percy.
"Oh, yah…pertama orang yang akan kalian temui itu…Super Duper Hyper Uber ceria, benci tikus, hm…lalu ada yang sangat pemalu dan imut sekali!dan dia suka berkebun, yang terakhir…uh…um…er…."Vorel tidak melanjutkan penjelasannya.
"Lalu?" tanya Nico.
"yang terakhir tidak bisa ditebak, misterius dan tidak ada yang tahu jalan pikiran dan apa yang ada di pikirannya…tapi usahakan jangan membuatnya marah walaupun hanya sedikit, apalagi kalau dia sedang bad mood…."tambah Yfone.
Yang mendengarkan hanya bisa berdiam diri dan menelan ludah.
"ya sudah….ayo kita tidur supaya besok tidak mengantuk…" kata Yfone, berusaha mencerahkan suasana.
Yang lain mengangguk setuju sebelum beranjak untuk tidur.
~.~ pagi hari ~.~
Yfone bangun bersamaan dengan Vorel, kemudian mereka membangunkan yang lainnya.
"ayo….kita harus segera berangkat ….sebelum ke tempat 'guru' selanjutnya kita harus ke kota dulu untuk membeli baju hangat, di tempat-nya sangat dingin jadi….mau tidak mau kita harus ada persiapan" jelas Vorel.
Lalu, mereka berangkat menuju Greenland, sesampainya di sana mereka langsung menuju took pakaian untuk membeli baju hangat.
Setelah itu mereka pergi menuju tempat tinggal 'guru' yang dicari.
Setelah beberapa menit mereka berjalan di salju, karena para kuda akan mati beku dan si naga benci dingin membeku. Akhirnya mereka melihat sesuatu di kejauhan.
"um….kurasa aku melihat sesuatu…" gumam Percy.
"….mungkin itu rumah-nya…." Balas Nico.
Tiba-tiba, Yfone dan Vorel berlari ke arah sesuatu yang mereka lihat tadi, lalu Percy dan yang lainnya ikut berlari mengikuti mereka.
"Kay-chaaan!" seru Vorel dan Yfone, saat mereka tidak jauh lagi dari…..iglo!
Kemudian sesuatu atau lebih tepatnya seseorang melompat ke arah mereka berdua, yang mengakibatkan mereka bertiga jatuh…..tepatnya meluncur di salju.
"Hola! Ada apa?"tanya orang yang sudah men-tackle Yfone dan Vorel.
"Um…ano…bi-bisakah kau….membiarkan kami bangu dulu…." Erang Yfone yang tertimpa di bawah orang yang dipanggilnya 'Kay-chan' tadi.
Lalu orang yang dipanggil 'Kay-chan' tadi membiarkan mereka bangun dari posisi jatuhnya.
"lalu?lalu? apa yang kalian lakukan di sini?" tanya 'Kay-chan' dengan mata berbinar-binar dan senyum lebar.
Lalu mereka menjelaskan apa yang mereka lakukan….
"Oh….kalau begitu AYO KITA CARI YANG LAIN!" serunya bersemangat.
"Oh, ya….namaku Hagano Kay, ulang tahunku tanggal 16 Oktober, umurku 1.445.214 tahun…" orang itu memperkenalkan dirinya pada Percy dan yang lain.
"Um, Kay…cukup…"gumam Scylla, ia dan yang lain hanya bisa Sweatdrop.
Setelah Kay menyelsaikan perkenalan diri-nya yang sangat sangat sangat sangat panjang. Mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mencari 'katharó'.
Kali ini mereka numpang Paus Orca milik Kay. Dengan kecepatan tinggi mereka menuju benua eropa…ya, eropa yang jauh.
Sesekali mereka menyelam ke bawah air, pada saat itu Yfone dan Vorel membentuk gelembung air supaya yang lain masih bisa bernafas, kecuali untuk Percy dan Kay-yang membentuk gelembung es untuk dirinya sendiri.
"jadi…orang yang akan kita temui ini…yang seperti apa?" tanya Percy.
"fufufu….dia itu sangat manis~, imut…." Jelas Kay singkat dengan senyum penuh arti.
Dan lagi semuanya hanya sweatdrop.
Setelah berbincang-bincang sedikit…mereka makan roti yang sempat dibawa oleh mereka dari rumah Kay.
Lalu, mereka tidur di atas punggung Paus Orca milik Kay yang bernama Bliss.
~.~*~.~*~.~
~.~ suatu tempat di Italy ~.~
seorang gadis berambut coklat gelap seperti kayu melihat ke langit di atasnya…
"Hm?" gumam gadis itu, melihat sesuatu di langit biru yang terbentang luas.
Tiba-tiba…
"Cylvie-chaaaan~!" terdengar suara yang meneriaki namanya dari langit. Lalu, terdengar kata yang tidak akan disangka-sangka orang yang tidak tahu orang itu….. "VODKAAAA~!"
Dan, orang yang dipanggil 'Cylvie-chan' dipeluk ala Beruang (?) oleh Kay yang terjun dari ketinggian entah berapa….
Setelah itu, turunlah naga yang sangat dikenalnya…
"Hi, Cylvain-chan…." Sapa Yfone dan Vorel dengan ceria, yang dibalas wajah malu oleh yang disapa, yang mesih dipeluk Kay.
"U-um…eh…ha-hai…." Gumamnya malu sambil menundukan wajah yang bersemu.
Lalu, mereka menjelaskan apa yang mereka lakukan kepadanya.
"Um, maaf tapi siapa namamu?" tanya Percy.
"E-eh…na-namaku….Cylvain S-stanchovick…"dia memperkenalkan diri dengan gugup dan wajah yang bersemu merah.
Lalu tanpa disadari dirinya sendiri dan orang lain, wajah Nico bersemu tipis.
"U-um…se-sebelum kita mencari 'guru' terakhir…ba-bagaimana kalau kalian beristirahat dulu?" tanya Cylvain malu-malu.
"Ide bagus, kita tidak akan merepotkan?" tanya Vorel.
"tidak kok…."jawab Cylvain dengan senyum tipis, yang nyaris tidak disadari.
Lalu, mereka berjalan dari padang tempat mereka mendarat ke arah rumah Cylvain.
Setelah beberapa saat, akhirnya rumah Cylvain terlihat, rumah itu sederhana…terbuat dari kayu dan banyak tanaman di sekitarnya, dan di sekitar wilayah rumah itu adalah perkebunan yang sangat subur.
Mereka, kecuali Yfone, Vorel, dan Kay, terkagum-kagum dengan suburnya perkebunan di sekitar rumah itu.
"Hey! Kalian! Cepat masuk!" panggil Kay dengan lantang dan ceria.
Mereka langsung masuk ke dalam rumah Cylvain. Rumah Cylvain hangat dan ada beberapa tumbuhan dan sulur-sulur tanaman yang tumbuh dimana-mana.
"Si-silahkan…" gumam Cylvain saat meletakkan roti hangat, susu, poci dan cangkir teh di meja.
Mereka langsung menyantap makanan yang disiapkan oleh Cylvain.
"Enak~" gumam Kay, saat selesai makan.
Yang lain hanya mengangguk setuju.
"Maaf, merepotkan ….dan terima kasih…" kata semua orang di ruangan itu dengan nada yang berbeda-beda kepada Cylvain.
"Ti-tidak apa-apa…" balas Cylvain.
"Lalu …kapan kita mau berangkat?" tanya Vorel.
"Entahlah, kita tidak tahu dimana letak orang terakhir…." Gumam Percy.
"Kurasa dia ada di Jepang…" gumam Cylvain tiba-tiba.
"Apa kau yakin?" tanya Nico.
"E-eh…iya…" jawab Cylvain.
"Kalau begitu ayo kita ke Jepang!" seru Kay semangat, yah….dia memang sangat menyukai Jepang.
"yah…semakin cepat, semakin baik…."gumam Jason.
"Ya sudah, ayo kita bernagkat" ajak Vorel, diikuti anggukan Yfone.
Kemudian mereka menunggu Cylvain yang bersiap-siap, lalu mereka menaiki Vyrvesh menuju ke Jepang.
terima kasih untuk yang me-review...
dan chap ini sangat pendek...-_-"
tolong di-review ya...
