hay, saya kembali...

terimakasih atas reviewan senpai-senpai kmaren...

maaf banyak kesalahan,tapi udah di ko' hehe

ini saya update chap 2...

blas review...

Sky Melody: emh, masak sakura buta? saya terkejut... hehe. pairing belum jelas nih, tapi sasusaku pasti ada. udah update nih baca trus review lagi ya... makasih senpai.

Hikari Shinju : aku juga suka ide ini,senpai dan penasaran gimana ngelajutinya. hehehe. makasi idenya hebat uda punya ide* keprok-keprok pairing sasusaku pasti ada, tapi ga' janji selamanya. udah update, baca lagi trus di tunggu reviewanya. makasih.

Okta : iya maaf banyak typo, hehe. baca lagi dan review ya. makasih.

Kazuhime Faatin Cherry : reader lama, hehe udah update nih. baca ya makasih.

ayuk baca...

MY EYES

Desclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : T

Genre : romance/ hurt

Pairing : belum jelas

Warning : Gaje, ooc, abal, dll...

Summary : Aku berada ditengah kegelapan tanpa di terangi oleh cahaya sedikitpun...

~~~ MY EYES ~~~

Sakura pov

Akhirnya sampai juga di bandara Konoha, aku sangat bahagia. Aku yakin kalau orang lain melihatku mereka akan menyangka aku gila karena tersenyum sendiri dari tadi. Tapi aku merasa aku bahagia hanya sendiri, seakan aku datang sendiri Konoha, padahal ayah dan ibuku turut serta mengantarku walau hanya sebentar, lalu mereka akan bertolak kembali ke Paris menyelesaikan pekejaan mereka. Maklum orang sibuk, tidak boleh meninggalkan pekerjaan.

Hmm, aku menghirup udara segar dalam-dalam seakan takut sebentar lagi oksigen di Konoha ini akan habis. Huuh,lalu melepaskannya perlahan. Segar sekali udaranya, aku yakin pasti pemandangan disinipun juga indah seperti dulu saat aku...

"Sakura..."

Ahh, ibuku memanggil. Tadi aku mau ngomong apa ya? Ah sudahlah aku harus menemukan suara ibu. Kalau tidak bisa-bisa aku mendapat ceramah gratis atau bisa-bisa di tinggal sendiri. Ihh...

End of Sakura pov

"kamu jangan jauh-jauh, kalau hilang gimana. Trus kalau... bala... bla..." ibu Sakura ceramah

"iya,maaf." 'tuhkan , udah ceramah, padahal paling jaraknya Cuma 3 meter' batin sakura .

Lalu 3 orang itu berjaln melewati bandara menuju ke tempat taksi dengan Sakura berada di tengah-tengah diapit oleh ayah dan ibunya. Sakura merasa hanya ia sendiri yang bahagia, tapi ia menepis prasangka itu jauh-jauh bahwa mereka bertiga bahagia menuju rumah nenek Sakura. Tapi tanpa Sakura tahu prasangkanya itu benar. Setiap orang di bandara yang melihat mereka heran karena hanya Sakura sendiri memancarkan kegembiraan, sedangkan dua orang di sampingnya berwajah pucat dan kelihatan cemes. Jadi seakan Sakura tenga bergemira di tengah penderitaan kedua orang di sampingnya.

~~~ MY EYES ~~~

Sebuah taxi berhenti tepat di sebuah bangunan megah yang bertuliskan HARUNO. Ya, tepat didepan mereka adalah rumah nenek Sakura yang tebilang cukup megah. Perlahan pagar dibuka oleh satpam, mereka masuk ke halaman depan dan di sambut oleh para pelayan keluaga disana. Mereka bertiga dituntun masuk ke sebuah ruangan keluarga yang di sana sudah duduk seorang wanita tua yang masih cantik, angggun tapi terkesan sombong.

"Ibu, apa kabar?." Ayah Sakura berbasa-basi. Tapi wanita itu tetap tidak bergeming wajahnya terkesan kesal.

"oh, nenek apa kabar?." Sakura menggapai-gapai inin menyalami neneknya dengan wajah bahagia, tapi saat tangannya sudah menggapai tangan neneknya, Tsunade nenek Sakura langsung menepis tangan Sakura sehingga membuat gadis itu dan kedua orang tuanya tersentak.

"Ibu!." Teriak ayah sakura. " kitakan sudah sepakat, tolong bersikap biasa saja. Ibu Sakura reflek memeluk Sakura yang kebingungan.

"Yah... terserah kau saja, aku tak akan pernah PEDULI pada DIA."

"Ib.."

"Ayameee..." potong Tsunade.

"Ini tugas mu, urus DIA." Perintah Tsunade pada Ayame. Lalu dia pergi meninggalkan ruangan itu.

"Ckckck... tidak berubah, haah.. Sakura apa kau masih yakin mau tinggal disini?."

" "

"Kita kembali saja ke Paris."

"Tidak, aku akan tetap disini."

"Tapi apa..."

"Aku yakin tidak akan apa-apa ayah,ibu. Nenek mungkin hanya kaget dan belum siap menerima ku kembali, dan aku yakin kelak beliau akan menyayangi ku seperti dulu. Dan aku ingin menjaga nenek seperti aku menjaga diriku sendiri. Lagian kan ada bibi Ayame yang akan membantuku. Ya kan bi?." Sakura tersenyum kedepan meminta persetujuan Ayame. Dan di balas senyuman tulus dari seorang Ayame *ci elah bahasanya...

"Yah, baiklah... Tapi jangan lupa beri tahu kami jika ada apa-apa ya Sakura. Dan Ayame, kami titip sakura ya."

"Baik tuan."

"Sakura, hati-hati ya. Ibu menyayangi mu. Jaga diri baik-baik, selalu tersenyum dan jadilah sakura yang tegar." Ibu Sakura memeluk anak semata wayangnya sambil meneteskan air mata.

"Iya ibu, Sakura akan selalu ingat pesan ibu." Sakura meraba wajah ibunya dan menyeka air mata disana. "Jadi ibu jangan nangis lagi, harus tegar seperti Sakura ya."

"Kami pergi dulu ya sakura, kami akan menyelesaikan pekerjaan secepatnya dan bertemu dengan mu kembali."

"Ya, tak perlu khawatir. Aku akan meneunggu kedatangan kalian, kalau sudah ada waktu senggang telpon Sakura ya."

"Pasti."

Mereka berpelukan sebagai tanda perpisahan. Sakura menatap kedepan sampai suara mobil benar-benar tidak terdegar. Dia terus termenung sampai suara Ayame yang mengajak dia ke kamar untuk istirahat menyadarkannya. Mereka berdua beranjak ke atas dengan perlahan. Di dekat jendela sebuah kamar lantai tiga seorang wanita pirang menatap sedih ke luar lalu dia beranjak dan menutup tirai.

~~~ MY EYES ~~~

Hari-hari yang Sakura lewati amat menyedihkan bagi siapa saja yang melihatnya, dia seperti tak di angap oleh neneknya. Seperti pagi ini setelah sakura bersusah payah menuju ruang makan dan baru akan menyapa neneknya yang akan sarapan pagi, beliau pergi begitu saja. Saat sakura berjalan menju kamarnya perlahan-lahan neneknya seakan sengaja menyenggolnya dan membuat di terjatuh tanpa minta maaf neneknya pergi. Saat sakura pergi ke dekat kolam renang dan tak sengaja terpeleset sehingga tenggelam, neneknya tidak bergerak sama sekali untung ada Ayame yang melihat dan menolong Sakura.

Kenapa Sakura bisa tahu neneknya selalu didekatnya?. Karena aroma lemon yang menjadi ciri khas neneknya sejak dulu tidak berubah. Mungkin sakura salah?. Dia yakin TIDAK, dia bisa membedakan aroma lemon dari orang lain dan neneknya, karena yang hanya bisa sakura andalkan saat ini adalh penciuman dan pendengarannya saja.

Tapi itu semua masih bisa sakura pendam dalam hati. Neneknya memang suka meledak-ledak saat sakura ada di dekatnya. Tak tahu apa salah sakura neneknya suka tiba-tiba marah dan menuduh sakura. Hanya Ayame dan telpon dari kedua orang tuanyalah yang sering membuat hari-hari sakura berwarna. Seperti sat ini Sakura beralan keruang tengah neneknya marah-marah tidak jelas dan melempar vas bunga ke Sakura. Gadis yang hanya bisa menunduk jika dimarahi neneknya itupun langsung tak ssadarkan diri dengan kepala penuh darah. Dengan sigap Ayame membawa Sakura ke RSK. Nenek Sakura Tsunade? Jangan tanya setelah dia melempar vas bunga dia berlari masuk ke kamar sambil menangis, tak tahu menyesal atau tidak.

~~~ MY EYES ~~~

Di RSK yang memang dimiliki oleh keluarga Haruno khususnya atau tepatnya dimiliki Tsunade, Sakura sedang terduduk tegang dengan kepala diperban. Wajahnya yang selalu tersenyum kini pucat pasi, dia maasih syok(bner ga') dengankejadian tadi. Sambil duduk matanya masih fokus kedepan seakan khawatir neneknya akan muncul tiba-tiba. Apalagi saat ini Ayame Sedang keluar mengambil resep obat untuk Sakura, dan dia ditinggal sendiri menambah kewaspaddan Sakura.

Krieet... pintu kamar sakura terbuka, Sakura reflek menole ke sumber suara.

"Kakak, aku beli yang rasa jambu, apel abis..."

"Ayame?, bukan! Si-siapa kau?"

"heh.. Gaara, kau siapa?." Kata pembuka pintu bingung, sambil menunjuk Sakura.

~TBC~

Hoho~

Chap 2 selesai...

Gimana-gimana tambah gaje kan...

Ini baru pertemuan Sakura sama Gaara dulu, buat pecinta SasuSaku saabar ya chap 3 baru pangeran ayam *chidori* di munculin ok.

Masih ada typo kah, atau kesalahan lain mohon maaf ya. Saya sudah membaca kembali berulang kali, kalau memang masih ada yang salah memang sudah takdir.

Makasih ya sudah mo baca apalagi mau menyampaikan kesan, pesan , salam , kritik juga boleh siapa tahu nanti fic saya yang ampuradul ini bisa lebih baik.

terus, berhubung saya baru adakah yang rela menjelaskan kepada saya apa2 saja istilah dalam ff.

maklum saya lambat loding... hehehe...

salam violet7orange

.

.

.

.

.

.

.

REVIEW...