MY EYES

Desclaimer : Masashi Kishimoto

Rated : T

Genre : romance/ hurt

Pairing : belum jelas

Warning : Gaje, ooc, abal,typo bertebaran, bahasa tidak baku, dkk...

haiiiiiiiiiiiiii...

saya kembali, terimakasih bagi yang udah mau capek-capek riview kemarin, saya merasa dihargai sebagai author baru... hiks hiks...* tangisan bahagia*

Hikari Shinju : senpai udah abdet ni, baca dan review lagi yah...

Haruno Mya-chan : makasih reviewnya, tenang aja pairingnya belum jelas kok *digaplok gak punya pendirian* hehehe... udah update, baca n review ya.

Kazuhime Faatin Cherry : yah, welcome back... saya juga gak tau kenapa masih ada typonya padahal udah diulang-ulang bacanya. makasih sarannya. udah ubdet riview lagi ya...

yah kepada semuanya...

selamat membaca...

~~~ MY EYES ~~~

Krieet... pintu kamar sakura terbuka, Sakura reflek menole ke sumber suara.

"Kakak, aku beli yang rasa jambu, apel abis..."

"Ayame?, bukan! Si-siapa kau?"

"Heh.. Gaara, kau siapa?." Kata pembuka pintu bingung, sambil menunjuk Sakura.

"Maaf, mungkin kau salah kamar. Aku berada disini dari tadi, jadi maaf ya bisakah kau pergi dari sini. Aku tidak suka ada orang asing di kamarku."

"Oh, maaf. Baik aku akan pergi." Kata Gaara seraya tersenyum.

Huh... Sakura menghela nafas lega, dia masih syok akan kejadian di rumahnya. Dia masih takut bertemu dengan orang lain yang tidak dikenalnya. Kejadian barusan agak membuat dia kaget. Tapi tiba-tiba pintu itu dibuka kembali, dan sakura reflek menoleh lagi.

"Maaf, ini benar kamar no 173 kan. Disini benar kamar kakakku di rawat, jadi aku tidak salah masuk kamar. Kau yang salah masuk kamar, ayo dimana kau sembunyikan kakaku. Ah... mereka senang sekali membuatku kebingungan. Dan kau juga mau-maunya di suruh mereka untuk mengerjaiku, padahal aku capek-capek..." kata orang tersebut berpidato.

"Ehemm.. maaf anda siapa ya? Dan ini kamar SAYA, bukan KAKAK anda. Heran sudah dua kali orang masuk kekamar ini dengan seenaknya." Jawab sakura setengah kesal bercampur marah (?).

"hehe.. sebenarnya bukan dua orang, ini aku yang barusan masuk tadi. Masa gak ingat?"

" "

"Ckck... tak penting, sekali lagi aku Gaara. Dan sekarang bisa tolong kau panggilkan kakakku agar berhenti bermain-main karena aku sangat bosan dan capek."

"Haah... bagaimana bisa, orang yang sama masuk ke kamarku."

" "

"Pertama, ini memang kamarku. Kedua, aku tidak mengenal kakakmu. Ketiga, ku beri saran padamu kenapa sekarang kau tidak pergi keruang informasi untuk menanyakan di mana kakakmu sekarang Tuan Gaara?"

"Ku beritahu ya, sekitar sejam yang lalu kakaku di kamar ini,dan tidak mungkin kalau pindah dia tidak memberitahuku. Dan ruang infomasi itu letaknya di lantai satu. Dan ini lantai empat. Aku sangat capek untuk naik-turun tangga." Kata Gaara seraya duduk di sofa yang berada di kamar rumah sakit itu.

"Apakah di rumah sakit ini tak ada lift?"

"Listrik mati untuk beberapa lama, pemadaman bergilir (?). Dan apa susahnya sih tinggal bilang dimana kakakku, setidaknya kau pasti melihat kemana arah kakakku dipindahkan."

"Maaf, saya tidak melihatnya." kata sakur ketus.

'Ini cewek, cantik-cantik ketus.' Batin Gaara. "Ya, kalau kau tak mau bilang aku akan tetap menunggu di sini."

"Tapi, saya merasa terganggu jika anda tetap berada di kamar saya."

"Tenang saja aku tak akan mengusikmu, aku Cuma mau istirahat disini."

"Kau pastikan punya handphone kan, setidaknya itu bisa di pakai untuk mengetahui dimana kakakmu berada. Kalau memang telpon rumah sakit juga mati."

"Wah... ide bagus tapi sayangnya, pulsanya habis. Kalau kakakku menelpon baru bisa. Atau kau mau berbaik hati meminjamkanku hp mu."

"Haah, terserah kau..." kata sakura pasrah.

"Hei, namamu siapa?"

"Tuan Gaara, kau berjanji tidak akan mengusikku kan jika kau diijinkan istirahat disini."

"Tapi kan... oh..ok." kata Gaara menyerah saat melihat ekspresi sakura yang tadinya dingin kini di tambah oleh aura yang menyeramkan. ' gue pasti bisa tahu nama lo nanti. Tapi heran ni cewek dari tadi matanya kok ke arah gue mulu ya?. Gue tahu gue ganteng tapi kalau di perhatiin terus gue bisa jadi gr.' Batin Gaara sambil memperhatikan Sakura yang tengah duduk memandang lurus kedepan.

Pintu kamar terbuka lagi, kedua orang yang berada di kamar iu menoleh. Lalu masuk seorag suster berambut blonde ke kamar sakura.

"Permisi, saya ingin mengecek keadaan saudara Haruno." Kata suster itu seraya masuk. "Tuan Gaara, sedang apa anda di sini?." Tanya suster tersebut heran, sambil tersenyum tebar pesona.

"Tidak ada hubungannya denganmu." Kata Gaara ketus.

"Aku kan, hanya heran saja..."

" "

"Ya, sudahlah." Ino menyerah sambil bergaya ala Bondan (?). "Oke sekarang saudara Haruno, eh SAKURA!" kata Suster itu kaget saat melihat Sakura. Sakura dan Gaara di situ kaget mendengar teriakan suster tersebut.

Lalu suster tersebut menceritakaan bahwa dia adalah Ino sahabat Sakura saat kecil, tetapi Sakura tiba-tiba menghilang tak ada kabarnya sampai sekarang. Dia terus berusaha mencari informasi tentang keberadaan Sakura, tetapi nihil tak ada yang tahu. Neneknya pun selalu menutupi keberadaan Sakura, hingga sekarang Ino melihat sesosok wanita catik dengan mata emerald berambut merah jambu di rumah sakit dan itu benar Sakura, sahabat yang sedari dulu dia cari.

Sakura kaget mendengar cerita suster yang sedang menangis di sampignya ini. Dia juga kaget ternyata suster di sampingnya ini adalah sahabatnya yang juga dia rindukan. Dia sedih mendengar sahabatnya ini menangis, dia sedih mendengar pengorbanan sahabatnya, dia sedih mengapa dulu dia tidak dapat mengabari peda sahabatnya tentang kepindahannya, dan dai sangat sedih disaat dia sudah bertemu dengan sahabatnya ini dia hanya bisa memeluk dan mendengar suara sahabatnya itu tanpa bisa melihat raut wajah sahabatnya yang pasti sekarang sangat cantik.

Dan jangan kita lupakan ada sesosok mahluk yang tak kalah kagetnya menyaksikan adegan dua orang cewek sedang menangis tersedu-sedu sambil melepas kerinduan*cielah* layaknya drama. Untung tidak ada seorangpun yang tengah melihat sosok Gaara yang terbengong-bengong.

GAARA POV

Wah sayang gue bukan penulis novel, bisa jadi best seller tuh. Di luar sudah ada teriakan mengesalkan, enggak tahu apa ini rumah sakit. Heran deh kenapa tuh fans sampe masuk RS segala, atau mendingan dokternya tuh yang di pecat. Ihh jangan-jangan fans gue juga nunggu didepan RS. Gawat, bukan GR atau sombong tapi gue emang banyak fans, tapi fans gue gak norak kayak fans dokter ayam itu. Oh kedua orang itu masih nangis juga gak ikutan teriak-teriak di luar?.

Krieet...

Huh, baru diomongin dokter ayam itu masuk, panjang umur semoga pendek nyawa(?). Eh..eh.. tuh dokter ayam tersenyum sinis, nunjukin kalau fans dia lebih banyak dari gue. Huh sori,sori,sori,jerk ya gue bales dengan tatapan mata kasihan yang artinya DASAR NORAK!. Dia mendengus kesal, yeah gue menang...

Dia melihat kearah dimana suster dan perawat itu, gue gak mau dia kalah gitu aja jadi dia gue tanya "Ehem, dokter kenapa anda berada di sini." Sambil tersenyum sinis.

Dia tersenyum yang sumpah pengen gue lempar tuh muka pake sepatu "Oh, wajarkan seorang dokter ke kamar pasien. Apalagi ini pasien saya dan sekarang waktunya pemeriksaan." Gue ber-O-ria gak peduli "Terus kalau Tuan Gaara ada perlu apa ya disini." Kata-kata dokter ayam itu membuatku terkejut. Sialan gue kena batunya.

Yang menjawab ialah seseorang yang rupanya sudah berhenti menangis di sana, Sakura menjelaskan dengan sedetail-detailnya... ckckc kuat banget daya inget tuh cewe, mampus deh gue...

"Oh, kalau Temari memang sudah di pindahkan, tapi listrik di RS ini tidak pernah mati, sehingga lift maupun telepon tidak akan putus. Oh ya.. masak seorang pengusaha sukses bisa kehabisan pulsa?"

Sasuke andai membunuh itu tidak dosa sudah dari dulu loe itu gue bunuh. "oh gitu,baik saya ke ruang informasi dulu." Kata gue masih sok cool dan beranjak dari ruangan itu. Dokter ayam itu mengusirku dengan sindiran, yah sudahlah pokoknya gue udah tahu nama tuh cewek SAKURA.

END OF GAARA POV

Saat Gaara keluar dari ruangan itu, Ayame berlari masuk sambil membawa handphone dan memberikannya kepada sakura. Sakura mengaangkatnya dan terdiam membatu lalu dari sisi-sisi mata emerald yang tidak dapat melihat itu keluar bulir-bulir air mata. Sakura menangis.

Ayame menjelaskan kepada Sasuke dan Ino kalu Sakura harus tinggal di RS ini untuk sementara waktu karena sesuatu hal. Jadi ayame menitipkan Sakura kepada Ino dan Sasuke selaku pihak RS yang tentu saja di sambut angukan yakin dari Ino dan anggukan setengah hati oleh sasuke. Setelah berpamitan dan minta maaf kepada sakura Ayame pulang, dia berjanji kepada Sakura Akan menjenguk sakura setiap hari.

Dan seseorang di balik pintu itu juga berjanji pada diri sendiri akan menjaga permata yang telah dia temukan dengan setulus hati.

~~~TBC~~~

hah?... apaan tuh *setelah baca ulang

hmmm benar-benar gaje...

Terimakasih bagi yang sudah mau baca... harap review ya agar cerita saya bisa lebih baik, ok...

Sasuke baru muncul dikit, karena berhubung tulisannya udah kepanjangan *halah bilang aja males* nanti readers bosen...

hehe...

salam violet7orange

.

.

.

.

.

.

.

REVIEW...