Maafkan saya atas keterlambatan mengabdet cerita ini, * nangis-nangis
Dikarenakan harus camping dan uts yang melelahkan..
Baru ini bisa ngetik lagi...
Yak langsung baca aj...
MY EYES
Desclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T
Genre : romance/ hurt
Pairing : sasuke – sakura - gaara
Warning : Gaje, ooc, abal, dll...
Summary : Aku berada ditengah kegelapan tanpa di terangi oleh cahaya sedikitpun...
~~~ MY EYES ~~~
seminggu Sakura berada dirumah sakit itu dia telah menjadi primadona bagi pasien, perawat dan juga dokter-dokter disana. Tidak hanya karena parasnya yang menawan tetapi juga karena cahaya hatinya yang juga berkilau. Sakura telah menjadi tokoh idola disana, karena soapan-santunnya juga senyumannya yang slalu di berikan kepada siapa saja.
Pasien dirumah sakit itu bertambah dikarenakan banyak pasien yang sengaja masuk mereka sengaja mencelakakan diri sendiri dengan menabrakan diri mereka ke mobil, motor, becak bahkan ke gerobak sampah untuk datang ke rumah sakit tersebut,(lebai) hanya untuk membuktikan apa yang dibicarakan orang tua, saudara, teman, atau nenek-kakek mereka benar. Bahwa ada sesosok malaikat cantik yang tinggal dirumah sakit itu. Bahkan pasien yang memang sudah diijinkan pulang kelihatan enggan meninggalkan tempat itu, padahal sebelum Sakura tinggal dirumah sakit tersebut mereka ingin cepat-cepat pulang karena tidak tahan dengan kebisingan pada siang hari dan kesunyian pada malam harinya (ya, iyalah sunyi masa' malam-malam harus rame).
Sekarang di RS KONOHA bertambah suara teriakan dan jeritan tidak hanya " Kyaaaa... Dokter Sasukeeee" atau " Ooohh prince Gaara" anak cowokpun tak ingin kalah mereka selalu menyapa Sakura saat mereka sengaja maupun tak sengaja lewat, berbeda dengan Sasuke atau Gaara yang jika disapa akan selalu acuh, jika sakura disapa dia akan selalu menyapa balik dan tersenyum walau dia tidak kenal orang tersebut, Sakura sampai hapal dengan beberapa pasien yang slalu menyapanya setiap saat seperti Rocklee, Naruto, dan Kiba yang akan selalu heboh saat bertemu dengannya samapi-sampai Ino dan beberapa perawat setempat kewalahan memperingatkan mereka. Bahkan Ino tak segan-segan menjitak mereka bertiga jika mereka memang sudah keterlaluan hebohnya, Trio Heboh itulah julukan penghuni RS tersebut kepada mereka.
Tapi itulah yang membuat sakura betah disini dia selalu diterima ditempat ini. Sakura duduk dibawah pohon ditaman rumah sakit. Kali ini dia tidak ditemani olrh sahabatnya Ino, karena Ino juga mempunyai tugas dirumah sakit itu tidak hanya menjaga Sakura tetapi juga harus menjaga dan merawat pasien lainnya. Hembusan angin sangat menyegarkan bagi Sakura yang sedang banyak dirundung masalah, biasanya kalau sore-sore ditempat ini, jika Sakura bersama Ino, mereka akan saling bertukar cerita tentang pengalaman masing-masing. Yahh... walau yang lebih banyak cerita adalah Ino maklum ia dijuluki ratu gosip oleh semua orang makanya dia mempunyai segudang cerita yang bagi Sakura yang sudah lama tinggal disangkar emas itu sangat menarik.
Suasana yang sunyi dan hembusan angin yang selalu berhembus menyapu kulit wajahnya dan mengacak-acak anak rambutnya mau tak mau membuat sakura termenung dan teringat mengapa dia bisa beraada di tempat ini.
Flashback...
Sakura pov
Lho kenapa dokter dan pria yang katanya benama Gaara ini jadi perang mulut ya? Aku tak habis pikir kenapa mereka jadi saling beredu mulut di kamar ku. Keliatannya sedang perang dingin nih... ah aku tak peduli pokoknya aku harus membuat mereka tidak mengusikku.
Aku mau ngomong " berhenti...!" yah tapi kelihatanya aku telambat dokter itu telah berhasil membuat orang yang tidak jelas itu pergi.
Aku mendengar suara pintu dibuka, dan sudah bisa dipastikan itu adalah orang idiot yang tadi seenaknya masuk kekamar ku. Tak lama kemudian aku mendengar lagi,, seseorang berlarian sepanjang koridor rumah sakit. Hey! Bukankah kita tak boleh berlarian dirumah sakit? Ah sudahlah tak penting bagiku. lalu saat membuka pintu dia menghambur keranjang sambil menyodorkan hanphonenya yang ku tahu itu Ayame, aku sudah bahagia bahwa Ayame kembali tapi gelagat Ayame yang menyodorkan hanphonenya kepadaku membuat aku terpaksa menerima telpone itu dan tebak siapakah itu? Itu nenekku aku sudah bahagia dengan telponnya itu.
"Halo nek, apa kabar?" sapaku ceria
"Hah? Kau jangan berbasa-basi padaku! Itu sangat tidak penting."
"Bukan, maksudku..."
"Ah, tak penting. Dan jangan pikir aku menelponmu untuk meminta maaf padamu ya! Kau pantas mendapatkan itu"
"Ti-tidak k.."
"Aku hanya ingin bilang, kau tak boleh tinggal disini lagi."
"Ta-tapi kenapa?"
"Karena kau membawa sial dalam hidupku JELAS!"
"Nek, aku harus tinggal dimana? Ijinkan aku tinggal disana nek digudang juga tak apa-apa." Air mata ku sudah mulai berjatuhan.
"Tapi sku keberatan, karena cucuku akan datang kesini. Jadi hal-hal yang akan membawa kesialan bagiku dsn baginnya harus dijauhkan."
"Ta-tapi bukannya cucu nenek hanya satu?"
"Benar."
"Itu aku kan nek, Sakura!"
"Salah cucukku satu-satunnya adalah Shizune, cucu yang slalu memberikan keberuntungan bagiku, bukan dirimu yang slalu memberi kesialan bagi keluargaku."
"Nek..." air mataku semakin menjadi.
"Sudahlah, bicara denganmu menghabiskan waktuku. jika kau dendam, dendamlah pada Kesiallanmu itu."
Tuuttttt...
Lalu telponpun teputus tanpa menghiraukan tangisan ku yang sedang didekap oleh Ino dan Ayame.
End of sakura pov, flashback off...
Dan itulah dengan terpaksa sakura harus tinggal dirumah sakit ini, dia cukup bahagi tinggal disini selain orang-orang yang ramah dan peduli padannya. Orang tuannyapun tak lupa selalu menelponnya walaupun Cuma sebentar. Sakura heran kenapa orang tuannya akhir-akhir ini menelponnya sebentar sekali padahal dulu setiap hari mereka menelpon dan sering menghbiskan waktu dua jam, yah.. tapi Sakura beranggapan orang tuannya sibuk sekarang ini. Dia tidak pernah memberitahukan kepada orang tuannya bahwa ditinggal dirumah sakit dia takut mereka mengkhawatirkannya.
Sakura sekarang merasa tidak keberatan dengan tempat tinggal barunnya tapi dia khawatir dengan neneknya yang tinggal bersama Shizune yang tidak Sakura Kenal, yahh tapi kan ada Ayame disana dan Sakura percaya pada Ayame (ohhh... Sakura baik hati Sekali dirimu). Ayame juga tidak datang setiap hari kerumah sakit karena tidak pernah diijinkan dari Tsunade, jadi dia kerumah sakit ketika ada kesempatan untuk kabur.
Ingatan flashback diatas reflex membuat sakura menjatuhkan air matannya sambil tersenyum, sosok wanita yang tegar. Dan membuat dua orang pria dibalik pohon yang berbeda ikut tersenyum.
"Cantik!" kata mereka bersamaan.
Keduannya beranjak ingin mendekati sosok putri cantik mereka, siapkah yang lebih dahulu...
Gaara yang duluan mendekat ke tempat Sakura sehingga Seorang dokter yang juga bersembunyi dibalik pohon hanya mendengus kesal "Huh... awas kau Gaara." Lalu beranjak pergi, karena dia yakin dia pasti tidak akan tahan melihat tingkah sahabatnya sekaligus rivalnya mendekati wanita yang seminggu ini tak tahu mengapa membuat hati dan wajahnya selalu menghangat.
"Hei, pink jelek!"
Sakura tak perlu meminjam mata sebentar untuk mengetahui siapa yang mengeluarkan suara sejelek ini "Jangan panggil aku pink dan ditambah kata jelek, tuan tanpa alis."
"Terserah aku donk.. atau mau ku panggil jidat lebar.. kau juga memanggilku tanpa alis" kata Gaara sambil tersenyum tulus. Jarang sekali Gaara memberikan senyum tulusnya selain kepada kakaknya Temari, Kankuro saja tak pernah melihatnya. Artinya senyumannya itu diberikkan kepada seseorang yang sangat di sayanginya.
"Haah taserah deh, capek ngomong ama orang yang gak punya alis." Lalu sakura menggebungkan pipinya pertanda bosan.
Gaara tersenyum jahil, dia punya ide yang akan membuat Sakura tak akan menggembungkan pipinya lagi. Dia mengambil ranting kecil yang ada didekat sakura lalu menaruhnya diatas kepala Sakura sambil berteriak "Sakura awas ada ulat di atas kepalamu!"
Sakura yang kaget dan geli dengan ulat itu langsung jingkrak-jingkarak ga je;las sambil minta tolong dengan Gaara. "Gaara tolong singkirin ni ulat... plisss." Mohon Sakura yang hampir menangis.
Gaara sebenarnya menyukai gaya Sakura saat dia berjingkrak-jingkrak ria, bahkan dia sempat mengabadikannya. Tapi karena tak tega melihat Sakura yang hampir mau menangis dia menyeruh Sakura mendekat, Sakura mendekat kearah suara Gaara. Dengan kecepatan kilat Gaara langsung mencium pipi Sakura tanpa menghiraukan omelan sakura yang baru Sadar kalau Gaara baru ngenjahilin dia lagi.
Di balik tirai seorang cewek berkuncir empat tersenyum melihat pemandangan diluar. "Hmm.. ternyata adikku sudah besar." Sambil mengusap air mata lebai.
~~~~~~~MY EYES~~~~~~~
Sakura berjalan sambil marah-marah karena kejadian tadi, Ino yang mengiringnya hanya tersenyum maklum. Lalu sebelum Sakura memasuki kamarnya Ino mendudukan Sakura dibangku depan dan dia pamit mau ketoilet sebentar. Dan eng-ing-eng... datnglah Dokter harapan Konoha yang entah sengaja atau tidak lewat depan Sakura dan duduk di sebelahnya.
" mmm, apakah disebelahku Dokter Sasuke?"
"hn"
"ahh.. benar, aku senang sakali dokter Sasuke datang."
"Bagaimana keadaamu Sakura?" tanya Sasuke mengalihkan pembicaraan. Gaara yang kebetulan lewat langsung bersembunyi di sudut dinding untuk mengintip Sasuke dan Sakura yang sedang mengobrol, dia mengerucutkan bibir kesal karena keduluan Sasuke tapi dia tetap berniat untuk menguping.
"Baik-baik saja dok." Kata Sakura yang tersenyum kedepan di tambah rona merah yang menghiasi kedua pipinya. Jika dia bisa melihat dia pasti bisa menepis ucapan Gaara yang selalu bilang dia pink jelek.
Sasuke yang khawatir melihat wajah Sakura langsung memegang dahi Sakura yang terasa panas. Membuat Sakura wajahnya lebih merah lagi seperti rambut Gaara. "Aku tak apa-apa dok, hem..Cuma malu saja ada didekat dokter." Wajah Gaara bertambah mengerucut sambil memfoto-foto wajah lucu Sakura yang merah.
Sasuke langsung melepas tangannya gugup, tapi masih dengan posisi yang cool padahal dia tahu tak ada yang melihatnnya. "hn..jangan panggil aku dokter, panggil saja Sasuke.".' huh, promosi' batin Gaara.
"Baiklah Sasuke-kun." Goda Sakura tanpa mengetahui wajah Sasuke yang memerah seperti tomat kesukaannya. "mmm... Sasuke-kun bolehkah aku mengetahui paras wajahmu?"
"Kalau tahu aku ganteng, sudah cu.." tanpa persetujuan Sasuke, Sakura langsung meraba wajah Sasuke. Sasuke hanya diam menikmati sentuhan dari jari wanita yang disayanginya. Gaara yang tak rela melihat background love-love di sekitar mereka dan langsung teriak mengejek.
"Uuhhh.. sooo sweeeeeeet"
Sakura langsung melepas tangannya diwajah Sasuke, "Dasar makhluk tanpa alis nyebelinnnnn" dengan wajah merah. Sasuke Cuma memasang wajah cool dan brgumam " Iri.." lalu tersenyum sinis. "Sakura aku duluan sebaiknya kau langsung masuk kamar ketika Ino datang." Yang dibalas senyuman mengerti dari Sakura.
~~~~~~~MY EYES~~~~~~~
Handphone yang ada disaku Sakura berdering, beberapa lama saat dia menerima telpon tersebut dia jatuh pingsan. Yang dia dengar hanya teriakan " SAKURA!" dari dua suara laki-laki yang dikenalnya.
~~~~~~~TBC~~~~~~~
Haah akhirnya chap ini selesai...
Apakah bertambah gaje?
Yah itu lah takdir...
Makasih sudah membaca...
Bocoran cahp depan akan ada pria ganteng bermasker yang akan menambah pusing cerita ini..
Jangan lupa riview ya...Hehe..
Terima kasi kepada: Hikari Shinju, Ichaa Hatake Youichi dan Hanachi Mya-chan.
review kalian takkan kulupakan sepanjang zaman... *lebai.
Salam manis, Violet7orange.
.
.
.
.
.
.
.
Review...
