Akhirnya bisa update..
ayo baca trus Review ^^
.
.
Happy reading..
MY EYES
Desclaimer : Masashi Kishimoto
Rated : T
Genre : romance/ hurt
Pairing : sasuke – sakura - gaara
Warning : Gaje, ooc, abal, dll...
Summary : Aku berada ditengah kegelapan tanpa di terangi oleh cahaya sedikitpun...
~~~ MY EYES ~~~
Handphone yang ada disaku Sakura berdering, beberapa lama saat dia menerima telpon tersebut dia jatuh pingsan. Yang dia dengar hanya teriakan " SAKURA!" dari dua suara laki-laki yang dikenalnya.
Tapi mereka berdua terlambat, kepala Sakura telah membentur lantai rumah sakit. Mereka segera membawa sakura ke kamarnya. Untunglah tidak terjadi apa-apa pada Sakura mungkin dia hanya kaget mendengar berita yang ia terima, membuat yang berada di tempat itu penasaran kira-kira apa yang Sakura dengar dari sebuah benda elektronik tersebut.
~MY EYES~
Tsunade sedang bersantai di sore hari dengan meminum teh hangat didepan televisi, dia melihat album keluarga sambil sesekali menyeruput teh tersebut. Ditelevisi sedang menyiarkan acara Kilas Berita Konoha, tetapi Tsunade tidak menghiraukan acara tersebut dia masih berkonsentarasi pada album yang dia pegang, melihat anaknya yang manis sewaktu masih kecil sedang bernyanyi dan menari membuatnya tersenyum sekilas.
Selamat malam pemirsa,
lalu tsunade membuka halaman selanjutnya dan melihat anak laki-lakinya yang menginjak usia remaja sedang tertawa bersama teman-temannya.
Kembali lagi bersama kami dalam Kilasan Berita Konoha,
Dia membuka lagi saat ini terlihat gambar anaknya yang sedang memimpin sebuah rapat direksi di sebuah perusahaan, Tsunade tersenyum mengingat betapa tampannya anak tersebut mewarisi ketampanan mendiang suaminya.
Siang tadi, telah terjadi sebuah kecalakaan pesawat terbang,
lalu dia membuka kembali albumnya dan tergambar disana anak yang sangat dibanggkannya menikah dengan seorang perempuan cantik yang di cintainya. Mereka saling menyayangi satu sama lain seakan tak kan terpisahkan. Lalu sunade tersenyum kembali mengingat betapa bahagianya wajah anka semata wayangnya saat itu.
Dari Paris menuju jepang di bandara Konoha.
Membuka halaman selanjutnya, dimana foto ssebuah keluarga kecil yang berbahagia dengan hadirnya seorang anak di tengah keluarga anaknya. Tsunade sedikit tersenyum melihatnya,walau senyumnya terlihat sedikit miris.
Pada kecelakaan kali ini memakan banyak korban jiwa, tidak ada penumpang yang selamat.
Deg.. deg.. entah kenapa jantung Tsunade berdetak keras sekarang, dia langsung melihat kearah televisi yang tengah menayangkan berita yang tadi tidak ia hiraukan. Dia terdiam membeku takut hal yang tidak diingikan terjadi. Tsunade masih fokus mengamati berita yang tengah ditayangkan, Album yang sempat dilihatpun terabaikan.
Kecelakaan ini disebabkan tergelincirnya pesawat saaat akan mendarat di bandara Konoha yang licin karena hujan yang turun lebat semalam. Pihak ... ... Tidak ada pihak yan bisa disalahkan dalam kecelakaan ini. Semua korban jiwa dibawa ke RS Konoha untuk diotopsi, berikut adalah daftar korban, semoga keluarga yang ditinggalkan bisa besabar dan tabah.
Airmata Tsunade tak bisa dibendung lagi, ketika melihat nama anak dan menantunya terpampang jelas di daftar korban jiwa. Album yang semenjak tadi dipegannyapun terjatuh terantuk lantai dan membuka lembaran yang menampakkan seorang gadis cantik berambut merah jambu yang tengah tersenyum lebar dengan pandangan mata yang lurus. Tsunade merasa tak berdaya, yang bisa ia lakukan hanyalah menangis, terisak, menjatuhkan semua emosi yang terpendam.
~MY EYES~
"Hei kalian berdua!"
"Hem?" jawab mereka bersamaan.
"Apa yang kalian lakukan pada Sakura!" teriak Ino kesal.
"Hn, yang pasti bukan karena aku." Jawab Sasuke santai.
"Maksudmu? Bukan aku!" katanya datar sambil menatap Sauke dan Ino bergantian.
"Yah~ Sudah pastikan, aku tidak akan melukai pasienku sendiri." Kata Sasuke dingin menatap Garaa yang memancarkan aura yang sama.
"Oh, Kau menuduhku?"
"Hn, jangan terlalu PD."
"Jadi sekarang apa maumu?" Tanya Gaara berusaha sedatar mungkin. Jika bisa dilihat mata mereka sekarang sedang saling menatap penuh cinta, (salah) menatap dengan dingin satu sama lain mungkin bisa membuat Ino yang berada didekat mereka membeku.
"Stop!" Kata Ino menengahi, mereka berdua melirik kearah Ino. "Apa kalian tak merasa diruanan ini dingin sekali." Lalu di beranjak membuka jendela kamar Sakura membiarkan hangatnya mentari di sore hari. Sasuke dan Gaara hanya bisa Sweetdrop melihat kelakuan Ino.
"Jadi, kenapa Sakura bisa pingsan? Apa..." pertanyaan Ino terputus Saat melihat Sakura yng semula pingsan sudah sadar tertunduk lesu. "Ahh~ Sakura, syukurlah sebenarnya apa yang terjadi tadi, aku sangat Khawatir."
"Hem, Aku tidak apa-apa ino, mungkin aku hanya sedikit pusing." Jawab Sakura dengan Senyum manisnya, tetapi tidak bagi Ino kelihatannya senyum Sakura tadi dipaksakan. "Ehm, Ino diruang ini ada Dokter Sasuke dan si tanpa alis ya?" tanya Sakura tersenyum Saat menebut Sasuke dan cemberut saat menyebut gelar yang diberikannya untuk Gaara.
"Hn, Sakura Syukurlah kau sudah sadar." Kata Sasuke tulus sambil mengacak rambut Sakura sayang. "Lain kali, hati-hati ya" kata Sasuke sambil tersenyum tulus, sayang Sakura tidak bisa melihatnya mungkin ia akan pingsan seketika, Ino saja sudah izin ke WC untuk membersihkan mimisannya yang sudah mencapai tahap tak wajar. Sasuke tak sadar usapan kepalanya bisa membuat Sakura Haruno blushing. Yang dia sadari adalah wajah seseorang dibelakangnya pasti sedang mengerucut kesal. "Baiklah aku permisi dulu"
"Terimakasih dokter"
"Dah, pink jelek." Kata Gaara mengikuti langkah Sasuke.
"Huh~" kata Sakura mengacuhkan Gaara.
"Jadi, sebenarnya apa yang terjadi padamu Sakura." Tanya Ino yang rupanya sudah kembali dari toilet.
"Tadi aku menerima telepon, hah~" Sakura berhenti sejenak bercerita untuk menghela napas.
~MY EYES~
Sasuke dan Gaara masih berdiri didepan kamar Sakura,"Kenapa kau mengikutiku?" tanya sasuke
"Ye.. siap juga yang ngikutin lu, jangan PD ya..." "Bentar Sas, Sakura mau cerita." Kata Gaara sambil menempelkan telingannya kepintu.
"Hah? Yang bener, geser Gaa, Gue mau ikut!" lalu meniru gerakan Gaara yang menempelkan telingannya kepintu. Setelah beberapa lama tidak ada suara dari dalam, Sasukepun tersadar "Astagfirullah, aku seorang dokter! Dimana wibawaku? Masa mau menguping. Huh~ sangat tidak berkelas" ucap Sasuke insaf sambil berlalu.
"Kasian sekali kau Sas, siapa suruh jadi dokter, ga' bisa nguping deh.." kata Gaara menanggapi dan tetap mengupingdidepan pintu itu.
Sasuke berbalik, "Hei, ingat kau itu seorang pengusaha. Apa kata fansmu saat melihat idola mereka menguping?" kata Sasuke sambil menarik kerah belakang Gaara.
"Ah, iya ya,aku lupa" kata Gaara sambil berdiri. Dan tak lupa memfoto Sakura sekilas lewat kaca dipintu. lalu mereka berjalan bersama dilorong "Hah~" Gaara menghela nafas.
"Hn, kenapa?"
"Susah jadi orang ganteng, ya Sas.." jawab Gaara sambil tersenyum meminta persetujuan Sasuke.
"Hn? Narsis!" Sasuke tersenyum sambil menggelengkan kepalanya menjawab peryataan sahabat sekaligus rivalnya itu.
~MY EYES~
"Hah! Jadi Kakshi senior kita dulu yang nakal itu, akan menikahimu! Atas ijin orangtuamu!" heboh Ino saat ia mendengar cerita dari sakura.
"Dia sudah tidak nakal Ino, dia sekarang asisten pribadi orangtuaku. Kelihatannya dia sangat dipercaya orangtuaku sehingga Ayahku rela saja menyerahkanku padanya. Hah~ Ino aku takut, kukira yang menelpon Ayh atau Ibu ternyata dia, apalagi saat dia menelpon tadi dengan tegas 'Sakura Haruno, aku Kakshi Hatake akan menikahimu' aku langsung saja pingsan. Ahh, memangnya Ayah dan Ibuku tidak khawatir menyerahkan aku pada orang sembarangan."
"Tenang saja Sakura, kita lihat saja nanti. Siap tahu dia ganteng, tapi gimana kalau jelek atau aneh misanya?"
"Ah~, Ino!"
~MY EYES~
"Hai, kak"
"Hei, Gaara. Coba tebak!"
"Hm?" seru Gaara heran sambil mengerutkan dahinya, maunya sih menaikan alis tetapi karena tidak punya terpaksa dahinya saja yang dikerutkan.
"Besok, aku bisa pulang!"
"Ah, benar? Syukurlah.." kata Gaara seraya tersenyum. "Kak, aku sudah memutuskan aku akan tetap disini, Sasuke bilang sebaiknya tetap disini jadi jika ada sesuatu bisa langsung ditangani. Aku hanya ingin hidup sedikit lebih lama lagi kak." Katanya lirih.
Temari langsung memeluk adik bungsu yang disayanginya itu, "Tenang saja, aku yakin kau pasti sembuh. Jadi ayo tetap semangat! Apa perlu aku menemanimu disini?" kata Temari ceria, tetapi tak mampu membendung air mata yang telah ia tahan.
"Kakak jangan khawatir, aku paasti akan sembuh. Akukan kuat, kakak besok pulang saja. Kasihan si Kankuro tidak bisa apa-apa. Hehe..."
"Iya, hiks...hiks.. kau baik-baik,hiks..hiks..ya disini,hiks..hiks.. kami akan sering menjengukmu,hiks...hiks.." temari menangis sesegukkan.
"Sudahlah kak.." Gaara mencoba menenangkan Temari.
"Hiduplah.. hiks..hiks.. lebih lama lagi Gaa..hiks..hiks" mohon Temari sambil menatap adiknya. Gaara tersenyum, mengangguk mantap menjawab permohonan kakaknya.
~MY EYES~
"Sakura, berjanji padaku!" kata Ino tegas. "Apapun yang kau dengar diluar, jangan keluar kamar! Mengerti."
"Ada apa sih Ino"
"A-aku juga tidak tahu.. pokoknya kau jangan sampai keluar kamar."
"Tapi,.."
"Ayolah Sakura, Please.. jika kau keluar kamar, aku tidak mau lagi menjadi temanmu."
"Baiklah ino, kau menang."
"Hehe.. makasih Sakura." Kata ino cengengesan, "kau baik deh" lalu buru-buru beranjak.
"Hem, lebih baik aku tidur." Kata Sakura sambil bersiap tidur.
Ino masih berlari menyusuri lorong rumah sakit, dia panik beberapa saat lalu Ayame bilang padanya bahwa Tsunade diperjalanan menuju RS, dan menyuruh Ino untuk membuat Sakura tiak bertemu dulu dengan neneknya itu karena kelihatannya mood beliau sedang tidak baik. 'Memang nya ada apa ya' tanya Ino dalam hati sehingga malm-malam beginisatu RS ini harus sibuk bersiap diri karena pemilik rumah sakit akan tiba disini dengan mood yang tidak baik, bisa saja mereka semua dipecat seketika. Ino masih terus berlari sampai ia bertemu dokter Sasuke di koridor rumah sakit. "Sudah datang dok?" tanya Ino.
"Hn, belum. Tapi,bersiaplah sekarang." Kata Sasuke dibalas anggukan dari Ino.
Tidak lama kemudian Tsunade datang bersama Ayame ke rumah sakit. Dia hanya datang sebentar memastikan mayat anak dan menantunya memang berada dirumah sakit tersebut. Sesampainya mereka dirumah sakit mereka langsung menuju kamar mayat, Tsunade menyingkap kain yang menutupi wajah anak dan menantunya. Lalu dia keluar kamar mayat mendapati Ayame yang berada disebelah pintu. "Huh~ ternyata benar mereka telah mati." Kata Tsunade dingin kepada Ayame.
"Si-siapa?"
" Anak dan menantuku." Jawab tsunade dingin.
Ayame terkejut, begitupula Sasuke dan Ino yang berada disekitar sana. "Besok segera siapkan pemakaman mereka! Kita pulang"
"Ba-baik" kata Ayame gusar.
Ino yang sudah tidak tahanpun berlari menuju toilet, dia menangis Kasihan akan nasib sahabatnya itu.
~MY EYES~
Tsunade melangkah menuju pintu keluar rumah sakit saat dia berpapasan dengan seorang laki-laki yang menatapnya heran. Tetapi Tsunade tidak mempedulikannya, matanya tetap lurus menuju mobil diparkiran. Saat dia masuk mobil barulah dia menangis. Ternyata benar Anak semata wayangnya telah tiada, padahal tadi sore dia masih berharap kalau daftar nama korban yang dilihatnya adalah salah atau apapun. Tapi, setelah melihat sosok pucat anaknya ia tidak bisa apa-apa lagi. Ayame yang duduk disebelah majikannya hanya bisa tersenyum menenangkan majikannya itu, ia tahu dibalik dinginya sikap Tsunade, Tsunade adalah orang yang rapuh yang membutuhkan sesuatu untuk bersandar. Tangisannyapun bersaing dengan kecepatan meluncunya mobil.
~MY EYES~
Seorang laki-laki yang sempat melihat Tsunade tersebut menuju ruang resepsionis, "Maaf saya Kakashi Hatake, dimana kamar Sakura Haruno?"
"Ada apa?" tanya Sasuke, mendahului jawaban resepsionis tersebut.
"Saya, mencari nona Sakura Haruno."
"Hn, mari ikut saya." Ajak Sasuke sambil berjalan.
Kakashi hanya menaikkan alis dan mengikuti Sasuke. Disepanjang lorong menuju kamar Sakura mereka saling berdiaman. Saat tepat didepan kamarsasuke berhenti diikuti Kakashi.
"Hn, ini kamar Sakura. Kalau boleh tahu mengapa anda mencari Sakura?"
"Anda siapa?" tanya Kakashi balik.
"Saya Sasuke, Dokte.." "Hoi, Sasuke lagi ngapain" Perkenalan Sasuke terputus oleh teriakan Gaara yang kelihatannya baru tiba dari rumah sakit.
Sasuketidak menghiraukan Gaara " Saya Sasuke Uchiha, Dokter yang menangaani Sakura"
"Oh anda dokter khusus Sakura?"
"Saya Gaara, calon pacarnya Sakura" kata Gaara dengan Pdnya.
"Hmm.." kata Kakashi tersenyum sambil mengangguk paham. "Sekarang giliran Saya memperkenalkan diri nama saya Kakashi Hatake calon suami Sakura."
"Hah?" suara itu berasal dari mana? Yang pasti bukan dari seorang Sasuke yang sekarang sedang heran tak percaya tetapi tetap mempertahankan aura dinginnya. Juga bukan dari seorang Gaara yang sekarang sedang mengkerucutkan mulut tetapi juga tetap pada ke-cool-annya.
Suara itu berasal dari Ino yang sedang berjalan menuju kamar Sakura, setelah tadi mampir ke toilet.
Yang menjdi objek keheranan hanya tersenyum-senyum kepada ketiga orang yang sekarang tengah menatapnya dengan bermacam-macam ekspresi. Dingin, berapi dan berbunga-bunga.
TBC
Akhirnya update juga, stelah sekian lama...
makasih buat: Nakamura Kumiko-chan, Hikari Shinju, AmarilisBlossom, Agak TT dan Aurellia Uchiha...
review kalian sangat berharga ^^
.
.
Akhir kata Review..
Violet7orange..
