Disclaimer : Ouran High School Host Club © Bisco Hatori
WARNING! : monologue, semi-canon, OOC (banget), BUKAN SHO-AI, pointless, plotless, terdiri dari dua chapter drabble yang tidak berkorelasi sama sekali, ngga jelas-_-, nggapenting, maksa, penuh dengan keabalan, etc.
.
Bonus fic, dedicated for my beloved daughter, Carnadeite's birthday :)
.
An Ouran High School Host Club fanfiction by karin-mikkadhira-,
Liefde
.
.
Bagian dua: Tak Sadar Sedang Mencintai
.
.
.
"Karena aku ayahnya."
.
Itu yang bibirmu ucap setiap ditanya mengapa. Itulah hal yang kau yakini sejak lama. Bukannya membiarkan hati dalam derita. Namun kau memang tak mengerti adanya. Bahwa "keluarga" yang kau buat hanya kedok belaka. Untuk menyembunyikan euforia bernama cinta.
Kebodohanmu membutakan semua. Kau tidak peka, itu nyatanya. Kaukira gejolak di dadamu hanya fantasi belaka. Hanya perasaan seorang "Ayah" yang sangat biasa.
Lihat matanya. Iris cokelatnya memantulkan kilau sang surya.
Bagimu dirinya mengalahkan semesta panorama. Dan yang kaumau hanya melindunginya.
Bukan salahmu jika itu jalan yang kaupilih. Toh kau tak bermaksud untuk mengambil alih. Kau belum mengerti bagaimana rasanya perih. Saat kau merasakannya, kau akan tertatih.
Apa yang kaubangun bukannya tanpa arti. Ikatan semu bernama "keluarga" itu bukan sekadar hipokrisi. Meski bukan ikatan yang hakiki, tapi kau berjanji menjaganya sampai mati. Atas jasamu, kalian bertujuh berhasil terintegrasi. Menjadi satu keluarga yang—tentu saja—tak abadi. Wajar saja kalau kau mengincar posisi tertinggi. Kaulah Sang Raja, kepala keluarga yang memegang seluruh kendali.
.
Namun yang kausebut tertinggi, adalah posisi yang lebih berarti. Posisi yang kaudapatkan karena mencintai.
.
Malam itu, kau melantunkan melodi penyayat kalbu. Jari rampingmu menari-nari di atas tuts tanpa ragu. Yang mewarnai malam itu hanya melodi pianomu. Sementara bayang wajahnya kembali mampir di relung hatimu. Kaubayangkan senyumnya yang tulus hanya untukmu. Kaubayangkan dirinya hanya satu di dekapmu. Terus begitu—khayalmu memenuhi kalbu. Tapi kau tak mau tahu. Yang kau lakukan hanya menyampaikan rindu.
Apa yang kaulakukan sejatinya untuk melindungi dirimu sendiri. Untuk melindungi hati dari hal yang belum kauketahui. Saat kau mengerti nanti, maka kau akan bangkit berdiri. Berlari mengejarnya tanpa henti. Kau bahkan tak tahu apa kau akan kembali. Tapi kau tak peduli lagi. Saat kau mengerti nanti, maka kau akan mengakuinya sendiri: dirinya sangat kaucintai.
.
"Bukankah wajar kalau seorang Ayah tidak ingin menyerahkan putrinya pada sembarang pria?"
.
Itu juga kebohongan.
.
Sekali lagi, itu kaulakukan hanya untuk memberi rasa aman. Kaujadikan kepolosan dan "keluarga"mu sebagai alasan. Sampai kapan kau mau bertahan? Sudah cukup lama kau terkurung dalam kesunyian. Tidakkah kau lelah menanggung semua beban? Tidak? Tentu saja, kau terlalu baik untuk bisa merasa kelelahan. Ketidakpekaanmu menahanmu dalam ketidakpastian. Lalu apa? Apa yang kausebut dengan kebahagiaan?
.
Tahukah kau arti—
.
—cinta?
.
Sadarkah kau bahwa kau hanya berpura-pura? Sampai kapan kau mau menyebut dirimu ayahnya? Tidakkah kau mengerti arti euforia dalam dada? Mengapa kau begitu tidak peka? KAU MENCINTAINYA.
Meski kau tahu kedua anak kembarmu sudah mendahuluimu—mengungkapkan rasa—tapi kau terus melaju, kau masih mampu.
Setiap saat yang kausebut hanya namanya. Yang selalu menghantui otakmu hanya wajahnya. Apa yang kautunggu hanyalah senyumnya. Seseorang yang belakangan ini menghiasi mimpimu adalah dirinya. Yang kauinginkan hanyalah dia.
.
Kau mencintainya, Tamaki, kau mencintai Haruhi.
.
Sayangnya kau belum menyadarinya, kau belum sadar bahwa kau sangat mencintainya.
.
—Liefde; Bagian dua © karin-mikkadhira : HONTOU NI OWARI—
.
A/N: akhir dari chapter dua, akhir dari semuanya. Ini juga canon, perasaan si Tamaki yang diambil canonnya :P Bagian dua fokus kepada perasaan Tamaki, yang selama ini dikiranya sebagai perasaan wajar seorang Ayah terhadap putrinya; ternyata adalah cinta. Dan Tamaki sendiri belum menyadarinya. Dua drabble tentang cinta. Sesuai dengan judulnya Liefde; bahasa Belanda dari cinta maaf kalau nggajelas dan nyampah ;_; semoga kamu suka, anakku ;_; dan arigatou gozaimasu! Untuk anakku yang lain lagi, Nakamura Mai (bener ngga, Kyoya-kun?-_-) yang udah jadi pembaca pertama fic ini dan ngasih genre Angst :') makasih banyak, semoga kalian suka :')
.
| Review, Critics, or Concrit? |
