Episode 2 : First Time
"Roger, John!"
Miss Grace Pearce adalah guru musik yang tegas. Dan hari ini ia sedang mengambil nilai piano dan berharap banyak pada murid-muridnya. John dengan santainya maju. Ia duduk dan meletakkan tangannya di piano tanpa berbuat apapun.
"Hey, apakah kau bisa memainkannya?"
Hermione yang tahu John anak baru langsung berdiri dan berkata,"Dia anak baru miss."
"Oh, harusnya kau memberi tahu ku John."
John segera kembali ke tempat duduknya. Hermione bertekad untuk memberikan John pelajaran piano sebagai tanda terima kasihnya atas bantuannya kemarin. Hermione memperhatikan muka Ron sedikit aneh. Ada apa dengannya piker Hermione. Sejak kapan Hermione peduli dengan anak baru itu, aku jadi khawatir pikir Ron.
"Ayo kesini! Aduh, cepat sedikit John!" Hermione tidak sabaran dengan sikap John yang agak malas
"Ada apa sih?" John malas sekali hari ini. Ia ingin menghabiskan waktu istirahatnya untuk riset tentang ayahnya atau tidur saja.
"Sudah, percaya saja kepadaku," kata Hermione sambil menarik tangan John.
Hermione mengajak John ke sebuah tempat. Di tengah ruangan itu ada piano. John agak terkejut Hermione membawanya kesini. Apa sih yang akan gadis konyol ini lakukan pikir John.
"Nah kesini," kata Hermione sambil menunjuk bangku piano.
"Aku bukan orang yang suka berhutang budi, jadi aku akan mengajarimu bermain piano sebagai tanda terima kasih. Sekarang, letakkan tanganmu diatas piano, seperti memegang telur. Ya, seperti itu, sekarang dengarkan aku dulu."
Lalu Hermione mulai memainkan sepotong nada. Dan ia berhenti.
"Walau kata ibu guru akan memberikan nilai 0, kalau kau berusaha, kau pasti bisa," tutur Hermione.
John mulai memainkan lagu. Lagu kesukaannya yang diajarkan oleh ibunya. Berjudul First Time. Hermione kagum pada permainan John.
"Wah, katanya kau tidak bisa memainkan piano," kata Hermione sambil mengerutkan kening.
"Aku tidak mengatakan aku tidak bisa bermain piano," kata John sambil melanjutkan permainannya.
"Apa judul lagu ini?"
"First Time –pertama kali."
"Hah?"
"Iya, judulnya First Time."
Sinar matahari mulai merambak masuk ke jendela. Sinar itu mulai menyinari Hermione dan John. John bercahaya dan berkilauan, dan kenapa jantungku berdetak kencang piker Hermione. Hermione tidak menyadari John sudah menghentikan permainnya dan melihat kearah jendela. Ia melihat Ron. Kalau gadis ini sungguh berarti untuk dia, aku harus memanfaatkannya pikir John.
"Hey, Granger, mmm, maukah kau pergi denganku?"
"Entahlah."
"Aku dengar di pulau seberang ada danau yang indah. Ayolah, sekali saja kita melanggar peraturan."
Hermione tampak ragu.
"Ini sebagai tanda terima kasihku kepadamu," kata John memohon.
"Baiklah," kata Hermione sambil tersenyum.
John segera mengajak Hermione membolos. Ron memandang mereka curiga, tapi John & Hermione cuek saja. Akhirnya mereka naik bus dulu, lalu naik kapal feri untuk ke pulaunya.
"Apa kau pernah mendenger Negeri Bayangan?"
"Hmm… Kurasa tidak."
"Jadi ada seorang pria yang pergi ke negeri bayangan. Disitu banyak orang, tapi semuanya hanya bayangan dan dia tidak bisa bicara dengan mereka. Jadinya ia kesepian."
"Lalu?"
"Lalu… tamat."
"Hah? Cerita yang aneh," Hermione tidak menyukai cerita ini.
Hermione melihat batangan kayu dan segera melompat kesitu.
"Kau tahu? Kau bisa mendapat teman juga loh. Berteman itu seperti berjalan. Harus satu-satu dan bergantian. Seperti kalau berjalan kan kiri-kanan-kiri-kanan, berteman juga seperti itu," kata Hermione.
Hermione terpeleset dan jatuh, tapi tangannya segera dipegang oleh John. Hermione merasa pipinya memerah. Lalu mereka bersepeda dan Hermione dibonceng John.
Saat sudah sampai di rumah Hermione, hari sudah malam.
"Ron! Sedang apa kau?" Kata Hermione terkejut.
"Oh, aku hanya ingin mengantarkan tasmu dan memastikan kau baik-baik saja."
"Oh, tidak usah repot-repot Ron. Tadi aku membolos dengan John."
Ron menatap John dengan kesal.
"Yasudah, aku masuk rumah dulu ya," kata Hermione sambil meninggalkan John dan Ron.
Setelah mengantarkan Hermione, John menemui Mr. Arthur Weasley, seorang penyihir darah murni. Sebenarnya John mencurigai Arthur adalah ayahnya lewat sebuah foto ibunya, Johanna, dengan Arthur. John mendekati Arthur lewat pengetahuanya akan muggle karena ibu John adalah darah campuran. Nenek John, Abigail, adalah penyihir keturunan muggle sedangkan kakeknya, Henry, adalah darah campuran. Ron pergi ke kantor ayahnya dan melihat John akrab dengan Arthur yang menyebabkan Ron cemburu.
"GRANGER! ROGER! APA YANG KALIAN PIKIRKAN SAAT MEMBOLOS?"
Si tua Smith berteriak begitu keras sehingga Hermione bersumpah ia melihat gelas dan kaca di sekitar mereka bergetar.
"Bersihkan halaman sekolah setelah pulang sekolah. DENGAR?"
"Ya Mr. Smith," jawab Hermione dan John berbarengan.
Hari sore yang indah dilewatkan Hermione dan John menyapu halaman, tapi itu dipakai oleh mereka berdua juga untuk saling mengenal.
"Bau kopi," guman Hermione.
"Apa?"
"Ini bau kopi, seperti bau kopi ayahku."
Entah kenapa, akhir-akhir ini John merasa mulai menyukai Hermione. Walaupun sedikit.
"Hermione?"
"Ya?"
"Apakah kau mau menonton besok? Aku mendengar ada film kartun yang bagus di bioskop."
"Benarkah?"
"Iya, hari Sabtu."
"Kenapa kau mengajakku?"
"Entahlah, aku ingin saja."
"Baiklah."
Ron, Pansy, Lavender Brown, dan Seamus Finnegan berencana untuk ke villa keluarga Parkinson hari Sabtu besok. Mereka berempat sudah saling mengenal karena sudah tahu mereka penyihir. Lalu mereka berkenalan dengan Hermione dan juga berteman dengannya.
"Hey Hermione!"
"Ada apa Seamus?"
"Kau mau ke villa Pansy Sabtu besok?"
"Hmm, tidak. Aku sudah ada janji. Maaf ya."
"Bagaimana kalau kita mengajak John saja?"
Pansy terlihat bersemangat.
"Hai John, apakah kau mau ke villaku hari Sabtu besok?"
"Maaf. Aku sudah ada janji."
Pansy dan Ron menyadari ada sesuatu yang aneh. Bagaimana bisa John dan Hermione mempunyai alasan yang sama. Ron mulai menyadari adanya ketidakberesan dalam diri John.
Ron menahan John diluar pintu kelas.
"Roger, apakah kau mendekati Hermione untuk membuatku kesal? Apakah kau sekedar menggunakannya saja?"
"Kalau iya memang kenapa?"
Tepat saat itu, Hermione datang dan menampar John. Dia merasa sakit hati sekali.
"Hermione…"
"Ron, aku jadi ikut ke villa Pansy. Aku tidak ingin menghabiskan waktu dengannya."
"Hermione, aku minta maaf," kata Ron.
"Tidak apa-apa Ron, ayo kita pergi saja dari sini."
Akhirnya 5 orang sahabat langsung menunggu kereta di stasiun. Sebenarnya Hermione merasa sedih karena John hanya menggunakannya saja dan janji mereka batal. Dasar pria pikir Hermione. Tapi Hermione masih menampakkan senyum kepada teman-temannya. Dia tidak ingin teman-temannya melihatnya sedih. Saat kereta mulai tampak, seseorang yang tidak ditunggu juga menampakkan dirinya. Pansy merasa agak senang karena John dan Hermione mulai bertengkar.
"Hey lihat, itu John Roger!"
"Hah? Sedang apa dia? Katanya tidak mau ikut!"
"Ayo John, cepat naik keretanya!"
Bersambung
Mind to R&R? ^^
