Cast :

-Yesung as namja

-Ryeowook as yeoja

-Anggota Suju lainnya

Genre : Romance/drama? Sedikit fantasi *mungkin?*

Disclaimer : Ye punya Wook, Wook punya ye, Ye dan Wook saling mempunyai. XD

Warning : Genderswitch, abal, gaje dan menyesatkan. Tapi bergizi dan baik untuk pencernaan. *dilempar* R&R ^^ author nongol jadi makhluk jadi-jadian di chap ini. Don't like don't read!

.

"Ah, Yesungie!" panggilnya kearah Yesung dan kontan mengundang tatapan bingung seisi kelas.

.

Your Eyes

Suasana kelas yang tadinya riuh, kini telah lenyap diganti keheningan. Semua pasang mata kini memandang penasaran pada dua objek di kelas mereka secara bergantian.

"Kau mengenalnya Kim Yesung?"

Degg

Satu pertanyaan yang mampu membuat jantung Yesung berdetak tak karuan. Haruskah ia mengatakan bahwa gadis yang ada didepan kelas itu adalah gadis gila yang mengaku-ngaku sebagai jodohnya, kemudian tinggal di rumahnya, menghabiskan makannannya dan bla bla bla?

Bisa mati terduduk ia karna malu.

"Kim Yesung?" panggilan songsaengnim kedua kalinya membantu Yesung kembali kealam baka *plak* alam sadar maksudnya. Membuatnya mencari alasan yang tepat untuk dikatakan.

"Eee? Dia itu... Eummm..." ternyata sebuah kegelisahan mampu membuat Yesung lupa cara berpikir dan berkata-kata. Sekarang semua mata menatapnya heran, dan itu membuatnya semakin salah tingkah.

"Yesungie itu jodoh saya songsaengnim!" potong suara yang menggebu-gebu yang sudah pasti berasal dari Wookie. Kini ia mampu menghipnotis seluruh isi ruangan berpaling kearah nya.

Semua hening, tak satupun mengerti akan apa yang telah dikatakan oleh gadis mungil di depan sana. Sementara si gadis cuma nyengir kaya kakek-kakek yang lagi pamer gigi palsu bekas. Tak sadar warna kuning keemas-emasan yang hampir karatan dari giginya membuat hampir seluruh siswa terserang katarak dadakan karna silau. *ditabok Wookie*

Yesung? Kalian tanya keadaannya? Huh, aku sebenarnya juga kasihan membuatnya menderita. Tapi ini tuntutan peran! Jadi sekarang ia harus bersabar menikmati penderitaan hingga author datang untuk melamar *plak* maksud ku hingga author merubah keadaan.

"Ah, baiklah Kim Ryeowook. Walaupun aku tak tahu apa maksudmu, kau bisa duduk sekarang," suara songsaengnim kini mampu memecah keheningan yang tadi tercipta. Kini matanya bergerak menelusuri kelas, mencari-cari bangku kosong untuk ditempati Wookie. Dan matanya terhenti ketika mendapati sebuah meja yang dihuni seseorang tepat disamping deretan meja Yesung. Ya! Di samping deretan meja Yesung.

"Kim Ryeowook, kau bisa duduk di bangku kosong disebelah Lee Sungmin itu," tunjuk songsaengnim memberi arah. Kontan Wookie melonjak kegirangan mengetahui tempat duduknya sangat dekat dengan jodohnya. Setidaknya itu anggapannya.

Sedangkan Yesung dari tadi hanya diam dengan wajah pucat. Bukannya dia sedang sakit atau menahan buang air, dia juga sedang tidak berjumpa dengan hantu.

Tapi ini lebih parah dari itu. Dia sedang merasakan ada hawa neraka yang berjalan mendekat ketika Wookie berjalan untuk meraih bangku tepat disebelah mejanya.

"Kau merindukanku, Yesungie?" bisik gadis itu sambil mengedipkan matanya kearah Yesung.

Sedangkan Yesung hanya bergidik ngeri sambil mengalihkan pandangannya ke luar jendela. Satu yang baru melintas dipikirannya, dalam sekejap Kim Ryeowook juga bisa berubah menjadi wanita penggoda. Ya, khusus untuk dirinya mungkin? Dia sendiri tak mau ambil pusing, segera ia tenggelamkan kepalanya pada kedua tangannya. Ia lelah.

Sementara itu...

"Lee Sungmin imnida. Panggil saja Minnie," ujar gadis manis mengulurkan tangannya kepada Wookie yang baru menghampiri tempat duduknya.

"Ah, kau juga bisa panggil aku Wookie," balas Wookie sambil menyambut uluran tangan Sungmin. Mereka pun mulai berbincang-bincang akrab. Sepertinya tak sulit bagi gadis bermarga Kim ini untuk berinteraksi. Lihat saja kini mereka telah bercanda bahkan sesekali terkikik palan. Untung Park Songsaengnim sudah keluar dan membiarkan kelas kosong dengan alasan guru-guru sedang mengadakan rapat.

" Hei, sebenarnya apa hubungan mu dengan Yesung?" tanya Sungmin ditengah-tengah perbincangan mereka.

"Ah itu... Aku dan Yesung itu..." Wookie mulai menceritakan awal pertemuannya dengan Yesung dengan wajah berbinar. Sementara Sungmin hanya menanggapi dengan penasaran, takjub dan tak jarang wajah imutnya menampakkan kebingungan.

"Lalu kau tau dari mana kalau dia itu jodoh mu?" tanya Sungmin mulai menyadari satu hal yang membuatnya paling bingung dari cerita teman semejanya itu.

"Itu karena..." Wookie tersenyum, dengan mata menerawang jauh ia menceritakan asal muasal ia menyebut Yesung sebagai jodohnya. Tentu saja tak akan author sampaikan di chapter ini. Belum saatnya XD *dilempar*

.

.

Senja kini menguasai bumi. Lagi-lagi sore kali ini tercipta dengan indahnya. Suasana damai dan teduh dengan angin sepoi-sepoi di musim gugur. Benar-benar menenangkan.

Tapi tidak dengan Wookie. Yeoja manis ini tengah mondar-mandir gelisah di depan tv sejak sejam yang lalu. Jika kau tanya dia sedang apa? Maka jawabannya adalah sedang menunggu sang pemilik apartement.

Kau benar! Ia sedang menunggu kepulangan Yesung dari sekolah. Sejak kemunculannya di sekolah Yesung sebagai murid baru, Yesung terang-terangan menjauhinya. Betapa tidak? Bayangkan saja jika kau menjadi pusat perhatian di sekolah hanya karna seorang yeoja dengan suara cemprengnya meneriakkan bahwa kau jodohnya ditengah keramaian. Belum lagi dia menguntit dan selalu mengikutimu kemanapun. Dan jangan lupakan tatapan heran serta pertanyaan-pertanyaan aneh seluruh siswa yang menyaksikan drama miris itu. Yah miris memang. Yesung tak mau didekati sedangkan Wookie gila mendekati. Mungkin Itu bisa jadi salah satu sebab Yesung menolak ajakannya untuk pulang bersama dengan alasan ada kegiatan klub yang harus diikuti.

Hah, malangnya kau Wookie. Tapi aku salut dengan sifatmu yang pantang menyerah itu.

Dan kini gadis mungil itu sibuk meliihat jam yang sudah menunjukkan pukul 5 sore.

Oh, ayolah Wookie! Walau aku salut dengan sikap pantang menyerahmu itu, kau tak perlu berlebihan seperti itu!

Yesung saja baru akan menyelesaikan klub basketnya sekitar jam 5 sore. Dan itu artinya tidak akan mungkin ia sekarang akan muncul di hadapanmu dan mengucapkan 'Hai Wookie, apa kau merindukan ku?' bermimpi saja mungkin. T.T

15 menit berlalu ketika Wookie mendengar derit pintu yang terbuka. Ia melonjak kegirangan ketika namja yang dari tadi ia tunggu kini muncul di balik pintu dengan seragam basketnya yang sedikit basah. Ughh, bisa aku bayangkan betapa baunya ia. Mengingat kebanyakan lelaki selalu memelihara rambut yang tumbuh di ketiak itu akan membuatku berpikir dua kali lipat untuk mendekat.

Namun tidak dengan Wookie, dengan senyum merekah ia mendekat kearah namja yang memandangnya bosan didepan sana.

"Akhirnya kau pulang Yesungie. Aku menunggumu dari tadi," ucapnya seraya mengambil tas yang menggantung di bahu Yesung. Bersikap layaknya istri yang menyambut suaminya yang baru pulang kerja.

"Tidak ada yang menyuruhmu menungguku," ucap Yesung ketus.

Sedangkan Wookie seperti sudah terbiasa dengan sikap Yesung tidak ambil pusing.

"Baiklah, kau mandi saja dulu biar aku siapkan makan malam," ucapnya beranjak pergi. Namun baru selangkah tangannya sudah ditahan Yesung dan itu menyebabkan ia harus berbalik menatap wajah Yesung yang penuh dengan geraman.

"Tanpa kau suruhpun aku sudah tau," ucapnya tepat didepan wajah Wookie. Jarak yang mampu membuat Wookie membeku seketika. Jantungnya kini berdetak tak karuan.

"Kau membuatku makin stress, Kim Ryeowook!" ucap Yesung penuh frustasi sambil menjambak rambut ikalnya, kemudian beranjak meninggalkan Wookie yang mematung dengan sejuta pertanyaan akan rasa aneh yang mulai merayapi dirinya.

Blaamm

Dentuman pintu yang diciptakan Yesung barusan menyadarkan Wookie dari lamunannya. Dirabanya dada atau bisa dibilang bagian jantungnya yang kini terasa amat sesak. Kejadian barusan masih belum bisa ia cerna.

Kembali ia bayangkan wajah Yesung yang menatapnya dengan tatapan begitu tajam. Walaupun ia tahu maksud pria itu menatapnya karna pria itu sedang kesal terhadap dirinya, namun entah kenapa kali ini ada rasa aneh yang mengalir dalam dirinya.

Itu seperti aliran listrik yang pernah ia rasakan ketika ia menyentuh dada yesung dengan kedua tangannya saat pertama kali ia menginjakkan kaki di apartemen Yesung.

Entahlah. Wookie menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mau ambil pusing, segera ia beranjak ke dapur untuk memasak makan malam untuk dirinya dan juga Yesung.

.

.

Yesung POV

Woahh... Segarnya sehabis mandi. Segera kupakai bajuku kemudian mengambil handuk untuk mengeringkan rambutku yang basah. Sejenak aku terdiam, melamun jauh meratapi kehidupanku yang jungkir balik beberapa hari ini.

Ah, sudah lima hari ini ketenanganku terusik gara-gara dia. Benar-benar aneh. Kenapa hidupku bisa sesial ini?

'Hati-hati dengan ucapanmu Yesung,'

Eh? Suara siapa itu? Hiii, kenapa tiba-tiba ada suara diapartemen ku? Apa apartemen ini berhantu?

Kontan kuamati seluruh penjuru ruangan. Menakutkan.

'Hentikan pemikiran bodoh mu itu! Aku bukan hantu!'

Ah, kenapa ia bisa tau pikiranku?

"Sebenarnya siapa kau?" ucapku bertanya pada suara yang entah ditujukan pada siapa.

'Aku hanya author yang numpang lewat untuk menyadarkanmu,' ucapnya kemudian.

Eh? Apa katanya? Menyadarkanku? Jangan bercanda! Aku sedang tidak membuat kesalahan pada siapapun.

'Kau memang tidak sedang melakukan kesalahan pada siapapun Yesung. Tapi kau sedang melakukan kesalahan pada dirimu sendiri yang tidak menyadari keadaanmu!' ucapnya yang membuatku semakin bingung.

'Maksudku mengenai Yeoja yang ada di apartementmu ini,' ok! Aku benar-benar bingung dibuatnya.

'Akh, kau ini payah sekali ya kepala balon gas!' ucapnya lagi membaca pikiranku. Ni author sakti banget sih. Dan, hei! Kepalaku tidak seperti balon gas!

"Sebenarnya apa mau mu?" suaraku menggema di langit-langit kamarku. Sedikit kesal karna dia mengatai kepalaku seperti balon gas.

'Aku hanya ingin memberitahumu supaya jangan seenaknya menyalahkan orang lain mengganggu ketenangan hidupmu sedangkan kau sendiri masih membiarkannya berkeliaran disekelilingmu' suaranya bergema jelas dikamarku. Ah, apa maksudnya ini tentang...

"Maksudmu gadis aneh itu?" tebakku.

'jangan mengatai dia aneh. Kau sendiri lebih aneh. Kau bahkan tidak menemukan alasan yang tepat mengapa kau membiarkannya tinggal dirumahmu sampai sekarang'

Degg

Ucapannya barusan entah mengapa membuatku terdiam. Bagaikan tertohok benda tajam, kata-katanya tepat mengenai ulu hati ku. Dia benar, aku sendiri masih heran kennapa aku membiarkan gadis mungil itu tinggal dirumahku.

'Awal yang kau anggap menyusahkan bisa berbalik menjadi sesuatu yang menyenagkan bahkan menjadi sesuatu yang sangat kau butuhkan,' balasnya lagi, mungkin setelah membaca pikiranku.

Kini aku benar-benar terdiam merenungi perkataannya. Entah kenapa aku juga tidak menyalahkan perkataannya barusan.

Arghhh... Kau memang benar-benar gila sekarang Kim Yesung! Batinku frustasi.

"Nona... Apa boleh aku bertanya?" ucapku memanggil nona author sakti yang tiba-tiba muncul tadi bermaksud untuk menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Namun samasekali tak kudengar balasan darinya. Kenapa banyak sekali orang-orang aneh yang datangmenghampiri hidupku belakanagan ini?

Akh, lebih baik aku makan dulu.

.

.

Wooowww... Mataku kontan membesar lebar ketika melihat apa yang kini tersaji didepan mata ku. Ada banyak masakan yang sungguh menggiurkan didepan mataku. Walau gadis itu sering merepotkan, terkadang bisa sangat bermanfaat. Buktinya saja sudah 5 hari ini aku makan enak terus. Hahaha... Naif sekali.

"Kau sudah siap mandi Yesungie? Ayo makan," ajaknya menggerakkan tubuhku untuk segera meraih bangku untuk duduk.

"Tanpa kau suruhpun aku sudah tau," ucapku ketus seperti biasa. Aku juga tidak mengerti kenapa sikap ketusku terhadap yeoja ini tak pernah hilang.

Segera saja ku makan makananku yang sudah disajikannya untukku. Ah, walaupun tak sudi, mau tak mau aku mengakui kemampuan gadis ini dalam memasak. Masakannya memang selalu enak.

Sekilas kulihat kearahnya. Dan aku terkejut mendapatinya menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan, seperti menahan sedih. Ada apa dengan gadis ini sebenarnya? Sekarang ia berubah manjadi gadis pemurung. Benar-benar pribadi yang berlapis-lapis.

"Kenapa kau memandangiku seperti itu?" ujarku ketus memecahkan lamunannya. Kudengar ia mendengus kesal. Sepertinya ia mulai jenuh dengan sikap ketusku.

"Tak bisakah kau hilangkan sikap ketusmu itu?" ucapnya sambil mengalihkan pandangannya pada makanan yang belum ia sentuh dari tadi.

"Cih, itulah aku nona," ucapku masih dengan ketus.

"Bersikap lembut sedikit kek pada ku. Yah, setidaknya hargailah aku sebagai wanita," ucapnya menerawang ke langit-langit ruangan ini.

"Apa untungnya buat ku? Kau juga bukan siapa-siapaku," ucapku tanpa memperhatikan reaksinya, sibuk melanjutkan kegiatan makanku.

Loh? Kenapa ia tiba-tiba diam?

Kulihat wajahnya yang kini tertunduk. Ada apa dengannya sebenarnya?

"Aku ini jodoh mu Yesungie! TAK BISAKAH KAU MENGANGGAPKU ADA SEKALI SAJA?" bentaknya kasar sambil menatapku penuh kilat kemarahan. Dia ini maunya apa sih? Tiba-tiba marah ga jelas gitu.

"Hei Kim Ryeowook, dengarkan aku! Kumohon kau hentikan saja leluconmu itu! Kalau kau memang ingin mencari tempat tinggal dan makanan gratis padaku, kau tak perlu menggunakan alasan konyol seperti itu! Menggelikan," entahlah, ucapan itu keluar begitu saja dari bibirku. Entah apa reaksinya.

Yang dapat kulihat ia hanya beranjak dari bangkunya dan berjalan mendekatiku lalu...

Plakk

Whattt? Apa-apaan tamparannya barusan ? Gadis ini benar-benar membuat kesabaranku hilang.

"Apa yang kau laku-" aku yang tadinya ingin membalas perlakuannya kini terdiam melihatnya menatapku dengan airmata yang membanjiri wajahnya. Dia menangis? Apa aku yang sudah keterlaluan?

"Aku tahu aku ini memang menyusahkan," ucapnya dan aku cuma mengangguk mengiyakan.

"Memang," ucapku setuju.

"Aku juga tahu kalau aku datang membuatmu bingung dan mengganggu hidupmu," ucapnya lagi penuh dengan nada geram.

"Tepat sekali," ucapku lagi mengiyakan. Entahlah, aku tiba-tiba saja ingin meladeninya.

"Kau benar! Tapi yang perlu kau tahu aku tak pernah sekalipun bermaksud untuk tinggal dan makan gratis dirumahmu!" ucapnya lagi, kini disertai bentakan tepat diwajahku.

"Hah, kau benar-benar membuatku lelah. Lalu untuk apa kau terus berkeliaran disekitarku sampai-sampai kau mendaftarkan diri ke sekolahku? Oh, ayolah! Siapa yang bisa terima dengan alasan tak logis yang mengatakan bahwa aku ini jodoh mu? Aku benar-benar sudah gila kau buat!" baiklah, unek-unekku sudah tak tahan untuk kuledakkan padanya.

"Aku tak berbohong. Aku memang melakukannya karna kau jodohku," ucapnya kini menundukkan kepalanya dengan bibir yang sudah maju beberapa senti.

"Tahu darimana kau kalau kita ini berjodoh, nona?" aku benar-benar sudah jengah.

"Dari mata mu," ucapnya dan kini makin membuatku jengah.

"Ya, itulah yang selalu kau katakan! Dengarkan aku nona Kim Ryeowook..." ucapku memberi jeda sembari memegang pundaknya. Menatap matanya dengan sengit.

"...Yang namanya jodoh itu harus ada perasaan cinta dientaranya," ucapku menjelaskan.

"Eh? Cinta?" tanyanya balik menatapku dengan tatapan polosnya.

Benarkan apa kubilang? Baru saja ia menangis meraung-raung dan marah dengan dasyatnya, kini ia sudah berubah menjadi anak TK yang polosnya ga ketulungan. Ckckck.

"Ya! C.I.N.T.A. Perasaan senang saat kau ada di dekatku, rindu saat aku jauh, cemas, dan jantung yang berdebar ketika aku menatapmu. Apa kau merasakan perasaan seperti itu?" ucapku tersenyum remeh menatapnya. Lihat saja dia sekarang. Kehabisan kata-kata eh? Tak lama kemudian kulihat ia membuka mulutnya.

"Kau benar," katanya menunjukkan wajah lesu. Hahaha... Apa itu artinya dia akan menyerah dan get out dari apartementku? Semoga...

"Tapi..." ucapnya dengan nada kecil namun mampu kudengar.

"Tapi?" tanyaku lagi. Kulihat ia seperti sedang mengingat sesuatu disertai semburat merah yang muncul dipermukaan pipi chubbynya. Hell! Baru beberapa saat ia sudah berubah menjadi gadis pemalu yang manis. Eh? Manis? Apa-apaan kau Yesungie! Saraf mu suda lepas eh? Cepat-cepat

"Ah, tidak," ucapnya lagsung menghilangkan rona merah di wajahnya, berhasil mengembalikan pikiranku ke alam sadar.

"Aku ke kamar duluan Yesungie. Dan kau jangan lupa bereskan mejanya! Aku lelah," ucapnya dengan nada memerintah.

Apa-apaan sikapnya itu? Berubah lagi hah? Kenapa dia jadi cuek bebek dan sok merintah seperti itu?

"Ya! Seharusnya kau keluar dari apartementku kan?" ucapanku berhasil menghentikan langkahnya menuju kamar dan membalikkan badannya menghadapku. Membuatku berharap ia menyetujui ucapanku.

"Setelah kupikir-pikir lebih baik aku tinggal bersamamu," ucapnya tanpa beban.

"Eh? WAE?" bentakku mulai kesal.

"Tentu saja karna ajushi itu jodoh Wookie," ucapnya dengan seringaian setan kemudian beranjak ke kamarnya setelah sebelumnya menjulurkan lidahnya, mengejek ku dengan penuh tatapan hina. Meninggalkanku yang mematung menatap perubahan sikapnya.

Oh Tuhan, dalam waktu sekejab ia bisa berubah seribu kali lebih menyeramkan dari Kyuhyun, sepupuku yang terkenal dengan keevilannya!

Aku benar-benar sudah menjadi gila sekarang, KIM RYEOWOOK!

.

.

Krikkkk kkriikkk kriikk

TBC

Anyeeeonnnggg yeorobunnn. Ada yang nunggu fic yang semakin gaje ini?

Kalau ada gomawo banget. ^^

Maaf apdetnya lelet ya.

Ah, author makasih banget ama yang uda mau review fic yang tak seberapa ini.

Saya terharu *nangis lebay*

Dichapter ini author nongol. Hahaha... Typonya juga masi banyak. Author ga sempet priksa ulang karna sibuk makan kue taun baru ^^' *abaikan* Mian juga karna belum sempat bales ripiu dari para reviewer.

Terakhir Gomawo buat suport dan riviewnya semua. Jangan lupa review lagi ^^

And HAPPY NEWYEAR YEOROBUN~

Saranghae~ :*