Cast :
-Yesung as namja
-Ryeowook as yeoja
-Anggota Suju lainnya
Genre : Romance/drama? Sedikit fantasi *mungkin?*
Disclaimer : Ye punya Wook, Wook punya ye, Ye dan Wook saling mempunyai. XD
Warning : Genderswitch, abal, typo, gaje dan menyesatkan. Tapi bergizi dan baik untuk pencernaan. *dilempar* R&R ^^ Don't like don't read! Kecuali flashback dan beberapa bagian scene yang akhir adalah Wookie's POV
.
Oh Tuhan, dalam waktu sekejab ia bisa berubah seribu kali lebih menyeramkan dari Kyuhyun, sepupuku yang terkenal dengan keevilannya!
Aku benar-benar sudah menjadi gila sekarang, KIM RYEOWOOK!
.
Your Eyes
Wookie POV
Tak tak tak
Bunyi keletak yang berasal dari benturan pisau dan telenan yang kuciptakan menggema di dapur kecil apartement miliknya. Miliknya. Orang yang sudah tiga bulan terakhir kuusik ketenangannya. Haha, jangan mengataiku jahat. Kau bahkan belum tahu apa alasanku melakukan ini semua.
Ah, kalian sudah mengetahuiku bukan? Tentu saja! Mana mungkin author kurang waras itu belum memperkenalkanku pada kalian. *maksudmu apa Wookie? (=.=")*
Tepat! Paggil saja aku Wookie, biar kita lebih akrab gitu~ *sok gaul ni anak*plak*
Dari pada banyak cincong lebih baik aku cerita pada kalian semua. Aku ingin curhat tentang perasaan aneh yang belakangan sering melanda pikiranku. Kau pasti sudah tau kenapa aku masih berada di apartement miliknya ini kan? Ia, dia yang sering kuklaim sebagai jodohku. Tentu saja Yesungie yang memiliki kepala balon gas itu. Kau tahu? Tentu tidak! Semenjak kejadian kurang lebih tiga bulan yang lalu, tepat ketika Yesung menanyakan alasan kenapa aku menganggapnya sebagai jodohnya. Dan aku benar-benar merasa seperti orang paling bodoh sedunia ketika ia mengatakan bahwa berjodoh itu diperlukan perasaan saling mencintai. Cinta? Aku bahkan belum pernah mempelajarinya di sekolah. Setahuku belum pernah ada mata pelajaran seperti itu *kelewat polos dah ni anak =="*
Katanya cinta itu adalah perasaan senang saat kau ada di dekat seseorang, rindu saat dia jauh, cemas, dan jantung yang berdebar ketika kau menatapnya. Dan jujur aku masih belum paham betul tentang apa yang dikatakannya. Yang kutahu hanya setelah ia mengatakan hal itu, satu malampun aku tak bisa tidur. Kau tanya kenapa? Karna because is adalah *plak*
Ok maaf, itu karna perkataannya yang mengatakan jantung yang berdebar ketika kau menatap seseorang. Kontan aku terdiam sejenak akan ucapannya saat itu. Dan ketika itu juga pikiranku kembali melayang saat dia menarikku dan menatap langsung kedalam matanya sepulang ia dari kegiatan klubnya. Aku ingat bagaimana perasaanku saat itu. Jantunggku berdebar menatapnya. Walau rasanya terlalu mendadak, tapi ketika itu juga kurasakan perasaan hangat yang mendesir halus di dadaku. Apa ini artinya aku mulai mencintai Kim Yesung ya para readers? Baiklah kalian tak perlu menjawabnya sekarang. Aku bisa membaca jawaban kalian di riview milik sang author *author memperdaya Wookie*
Baik, kita lanjut! Dan kau tahu kelanjutannya? Tentu tidak! *plak* Semenjak itu pula aku dan Yesung jadi sering bersikap canggung. Tepatnya aku yang lebih sering canggung jika berada dekat-dekat dengan dia. Tapi, dibalik itu juga hubungan kami makin hari juga semakin dekat. Sedangkan dia? Huh, sikap ketusnya itu tak pernah hilang-hilang. Walau belakangan sepertinya ia sudah mulai menerima keberadaanku dan kadang juga memperlakukanku sebagai waria *ralat* wanita maksudku. Tapi wanita disini perlu kau garis bawahi ya. Dia memang memperlakukanku sebagai wanita, tapi bukan dengan lemah dan lembut seperti yang kebanyakan dilakukan pria pada wanita. Tapi dia cenderung sedikit cuek dan kasar, tidak ada sedikitpun pencerminan sikap lemah lembut dengan kesegaran yang tahan hingga 14 hari *nabok Wookie yang ngiklan*
Ok, bukan maksudku untuk membandingkannya dengan pelembut pakaian M*lt* yang sering kugunakan. Hanya saja terkadang aku igin dia memperlakukanku seperti wanita yang sesungguhnya dan tentunya bukan hanya tahan hingga 14 hari.
Yesung itu sebenarnya baik, walau terkadang kebaikannya lebih sering ditunjukan dengan cara yang salah. Ya! Benar-benar dengan cara yang salah. Bahkan ia membuat nama panggilan yang sangat ku benci demi menutupi rasa cemas yang melanda dirinya, 'Nona Labil'. Nama macam apa itu? Sungguh jelek seperti wajah nya!
Yesung mencemaskanku? Ah, kontan wajahku memanas mengingat kejadian kemarin. Kalian ingin mengetahuinya? Baiklah, kalau begitu silahkan tunggu kelanjutannya di chapter yang akan datang *readers nabok Wookie*
Hei! Kenapa aku yang ditabok? Author itu yang menyuruhku mengatakannya pada kalian. Dialah yang harusnya ditabok! *author dibakar*
Baiklah, akan aku ceritakan...
.
Flashback in normal POV
Ok, berhenti membakarku! Kalian tahu? Cuaca siang ini begitu panas. Dan itu juga membuat seluruh penghuni kelas Yesung dan Wookie hanya terduduk lemas dengan mata 2 watt yang terancam akan putus. Lihatlah betapa nistanya pemandangan yang disuguhkan di kelas itu. Semua makhluk tengah dibanjiri oleh keringat. Bukan! Mereka berkeringat bukan karna sedang melihat cuplikan film yadong atau membaca fic limun seperti yang dilakukan seekor yeoja bernama Lee Hyukjae *plak* yang sedang mojok dengan segala macam hal-hal berbau yadongnya. Yang membuat keringatnya semakin mengucur tat kala ia membayangkan sedang melakukan adegan-adegan panas bersama namjachingunya, Donghae. Melakukan ciuman, lumatan serta pagutan yang akan berubah menjadi sebuah ciuman liar nan memabukkan, tangan-tangan mereka yang sibuk meraba dan meremas disana sini, desahan-desahan liar yang menguar dari bibir manis mereka, dan berakhir di acara puncak dengan melakukan olahraga guling kanan guling kiri dengan gerakan in and out, tak cukup sampai disitu maka mereka akan melakukan ronde- *plakpalakplak* Ok, ini fanfic masih rate T. Tentu saja mereka berkeringat karena kegerahan.
Kita lanjut. Lihat mereka, sama sekali tak berminat untuk memperhatikan pelajaran sastra arab melayu *ngaco* yang tengah diterangkan Pe songsaengnim di depan kelas yang kini kulitnya tengah mengering, menguap karna matahari yang begitu terik siang ini. Mereka sibuk dengan usahanya masing-masing. Usaha untuk mengademkan badan dari raungan raja alam semesta. Ada yang sudah berkipas ria dengan buku pelajaran setebal 5 km *plak* 5 cm maksud ku. Ada yang sudah membuka jendela lebar-lebar. Ada yang membuka jas sekolah, menyisakan kemeja putih tipis didalamnya. Bahkan ada yang sudah membuka kemeja putih itu, membuatnya topless. Bahkan tak jarang ada juga yang ikut membuka celananya ataupun roknya sehingga mengundang tatapan nafsu dari lawan jenisnya dan kemudian mereka *plakdughduarr* Iya insaf deh. Ini fic masi rate T.
Disaat semua mencari usaha ntuk mendinginkan badan, bahkan Yesung yang sudah membuka dua kancing teratasnya, membuatnya tampak sekseh, dua orang yeoja di kelas ini tampak diam-diam saja dengan keringat yang masih mengucur dengan deras dengan muka merah padam. Mereka adalah Lee Hyukjae dan Kim Ryeowook. Jika kau tanya padaku apa yang terjadi pada keduanya maka aku yakin kau sudah tau pasti apa yang dilakukan gadis monyet yang lebih akrab disapa Hyukkie itu. Dia bahkan terus-terusan mencari cara agar suasana tetap hot. Lihatlah betapa ia sudah banjir dengan keringat. Tak ada sedikitpun dia berniat untuk menyudahi acara yadong-yadongan bareng Uya Kuya *plak* maksudku bareng handphonenya yang mengoleksi 69 macam vidio yadong, 79 ringtone desahan-desahan panas, 109 wallpaper orang miskin yang tak memiliki busana, serta 119 screensaver Spongebob *loh?*
Suudahlah, tak perlu kita urus monyet yadong itu. Yang sekarang kupertanyakan itu apa yang terjadi pada uri Wookie? Dia dengan muka memerah, kepala yang terkulai, mata sayu, serta keringat yang dua kali lebih banyak dari Hyukkie mengucur dari pelipisnya. Bukan! Manamungkin dia baru selesai NC *plak* Dia itu yeoja terpolos seantero sekolah ini. Sesekali dapat kulihat teman sebangkunya yang sudah menjabat sebagai sahabatnya menanyakan keadaanya, dan selalu saja dijawabnya dengan senyum sambil berkata...
"Gwaenchana Minnie," benar-benar tidak ingin membuat orang repot *kecuali Yesung*
Kriingg Kringg
Akhirnya yang ditunggu-tunggu seluruh siswa berdentang nyaring, itu artinya pulang sekolah! Semua siswa langsung saja berlarian keluar kelas. Bahkan Pe songsaengnim yang telah mengering seperti ikan asin pun tak lagi mereka hiraukan. Kini kelas telah sepi, hanya meninggalkan sepasang makhluk didalamnya. Yesung yang sibuk mengemasi peralatan sekolahnya, serta Wookie yang masih terkulai di mejanya yang berantakan. Sepertinya gadis mungil ini sakit. Merasa ada yang aneh, Yesung dengan canggung mengajaknya berbicara, bukankah jarak tempat duduk mereka tidak jauh?
"Hei kau! Kelas sudah selesai. Kau mau tinggal disini eh?" ucapnya masih berkutat dengan pemberesan barang-barangnya. Merasa tidak ditanggapi Yesungpun mulai kesal dan bermaksud untuk memancing keributan.
"Hei nona labil! Lebih baik kau disini saja dan jangan kembali ke apertementku, ara?" ucapnya lagi dan kini semakin membuatnya kesal. Gadis itu tak kunjung menanggapi ucapannya. Aku juga tak mengerti, sepertinya Yesung juga tidak suka dicueki. Apalagi oleh gadis ini.
Eh? Apa? Dia tidak suka dicueki dengan Wookie? Bukannya dia membenci Wookie? Atau jangan-jangan dia mulai menyukai yeoja manis ini? Ah, kita tunggu saja perkembangannya ya saudara-saudara.
Setelah semua barang Yesung sudah beres, kini tinggal satu hal yang dirasakan Yesung belum beres. Gadis disampingnya. Ya! Ada yang tidak beres dengan Wookie. Sedari tadi ia hanya diam dengan kepala yang ia telungkupkan di kedua tangannya. Yesung yang penasaranpun mendekatinya, memastikan bahwa gadis yang menumpang di rumahnya ini baik-baik saja. Memberanikan diri untuk mengangkat kepala gadis ini untuk menatapnya. Dan rasa panas langsung merayapi tangannya ketika ia menyentuh kepala mungil itu. Jauh lebih mungil dibanding kepala balon gasnya *plak*
"Wookie, kau demam!" ucapnya entah pada siapa. Tentu saja Wookie yang dimaksud tidak bisa mendengar apa yang dia katakan, Wookie bahkan tak dapat merasakan tempatnya berpijak saat ini. Satu yang mereka berdua tak sadari adalah bahwa ini kali pertama Yesung memanggil yeoja imut itu dengan nama panggilannya. Semakin menarik bukan? *reader: Bukan!*
Seketika rasa cemas merayapi diri Yesung dan detik itu juga ia membereskan semua peralatan Wookie ke dalam tas hijau muda gadis itu dan menentengnya dibahunya, berbaur dengan tas miliknya.
Setelah itu ia berhenti sejenak, berpikir apa yang harus ia lakukan untuk membawa Wookie. Saat itu juga ia merona, walau mati-matian ia menggerutui sikap anehnya yang datang tiba-tiba, tidak ada pilihan lain untuk membawa Wookie selain menggendongnya. Tanpa pikir panjang, ia raih tengkuk dan bagian belakang lutut gadis itu, menggendongnya ala chef Farra Queen *plak* Ok, kita serius. Maksudku ala bridal style. Ketika sampai di parkiran, langsung ia dudukkan gadis mungil itu di jok belakang Honda CBRnya dan memeganginya. Satu pertanyaan yang timbul sekarang dalam otaknya adalah bagaimana cara ia membawa Wookie di atas motornya sedangkan yang dibawa untuk menegakkan kepalanya saja ia tak sanggup? Tiba-tiba saja sebuah ide melintas dipikirannya. Ide yang bahkan akan ia kutuk habis-habisan kalau Wookie sedang tak sakit.
segera ia duduk di jok kemudi motornya, ia melingkarkan kedua tangan Wookie kepinggangnya yang sempat membuatnya merona sesaat. Kemudian sebelah tangannya mengambil celana basket dari tasnnya dan mengikat kedua tangan Wookie yang sudah melingkar sempurna di pinggangnya. Bukankah dengan begini gadis itu tidak akan jatuh walau ia mengendarai motornya seperti malaikat kesetanan? Yah, walau kini ia sedang mati-matian memulihkan detak jantungnya yang berdetak diluar kendali. Berada dalam jarak sedekat ini, merasakan pelukan dan suhu panas tubuh yeoja itu membuatnya ikut kepanasan. Ayolah Yesung! Jangan sampai fantasi mu berkaliaran liar seperi Hyukkie yang kini mungkin tengah melakukan duet 'Oh no oh yes~' bersama pacarnya, Donghae.
Ok, tanpa banyak cincong yang mungkin bisa membuat author merubah rate fic ini, lebih baik ia menyelamatkan Wookienya. Langsung saja ia tancap gas menuju apartement surganya.
.
.
Dengan langkah tergopoh-gopoh Yesung membawa Wookie masuk kedalam kamar mungil milik Yeoja ini. Tentu mereka kini telah berada di apartement mewah milik Yesung. Direbahkannya tubuh ringkih yeoja itu dengan perlahan. Entahlah, ia pun tak tahu kenapa bisa jadi sekhawatir ini. Setelah membuat gadis itu berada dalam posisi yang nyaman, ia pun beranjak ke dapur, bermaksud membuatkan bubur untuk gadis malang itu. Namun belum sempat ia melangkah tangannya ditarik oleh Wookie dan menyebabkannya kembali menoleh kearah yeoja mungil itu.
"Yessungiee~ jangan usir aku..." ucapnya dengan nada yang sangat sangat imut disertai kedua alisnya yang bertaut. Meninggalkan kesan imut walau matanya tengah tertutup. Yesung yang memperhatikan tingkah Wookie cuma bisa terdiam. Dia hanya berdiri mematung dengan menatap Wookie tajam. Bukan tatapaan tajam penuh peperangan yang selama ini ia tujukan untuk gadis itu. Namun tajam kali ini adalah tajam dengan penuh kelembutan. Ia juga tak mengerti. Rasa cemas, simpatik, peduli dan juga gemas bercampur menjadi satu.
'Kenapa aku ini?' batinya bingung. Bagaikan boomerang, ia seakan terpukul oleh senjatanya sendiri ketika ia mengingat kata-kata kasarnya tentang cinta yang dengan sok tahunya ia lontarkan pada gadis mungil dihadapannya.
'Jadi aku mulai mencintainya gitu?' batinnya lagi. Seakan mengalami peperangan dalam batinnya yang sungguh membuatnya pusing.
"Yesssunggiee~ Wookie kan inginnya tinggal sama Yecuung! Jangan usir Wookie dong~" ucapnya lagi dan kini disertai dengan bibir yang maju beberapa senti. Membuat Yesung mengerang frustasi, menahan mati-matian rasa gemasnya. Ia juga heran kenapa Kim Ryeowooknya bisa berubah menjadi semenggemaskan ini. Perlahan ia dekati Wokkie dan duduk dipinggir pantai *ngerusak suasana lu thor!* maaf, pinggir ranjang maksudku. Perlahan ia lepaskan tangan Wookie yang mencengkram tangannya, namun sia-sia! Cengkraman Wookie semakin kuat, dan ia tidak mau menyakiti Wookie hanya karna melepas paksa genggaman tangan mungil itu.
Yesung diam sejenak, memandangi wajah Wookie yang kelewat polos ketika tertidur. Desiran halus langsung menyergap bagian dadanya ketika ia menatap Wookie lekat. Perlahan dielusnya rambut hitam Wookie. Rambut yang sangat halus dan wangi. Lihatlah dia! Bahkan ia semakin terpesona sekarang dengan Wookie. Terus dipandanginya Wajah Wookie yang benar-benar menenangkan tanpa menyadari ia telah memperpendek jarak diantara mereka. Yesung berhenti ketika wajahnya sudah berada tepat di depan wajah Wookie. Dipandangnya begitu lekat wajah itu. Mencari-cari hal yang bisa mambuatnya menjadi gila seperti ini.
"Kau! Sebenarnya yang mana dirimu? Kau yang periang kah? Atau kau yang pemarah? Kau yang pemalu dan manis? Atau kau yang kejam dan seperti iblis? Atau bahkan kau yang polos seperti anak TK seperti ini?" bisiknya perlahan tepat di depan wajah Wookie. Tangannya yang bebas tak henti-hentinya membelai lembut rambut gadis itu. Sedang yang satunya masih menjadi tawanan Wookie.
Tiba-tiba Wookie mengernyit, bibirnya mengerucut dan menggumam tak jelas, membuat lawan yang kini ada dihadapannya hanya menggerutu frustasi akan tingkah manisnya itu. Bukannya memperdulikan kondisi Yesung, Wookie malah semakin menjadi dalam igauannya.
"Kau benar-benar sudah membuatku gila, Kim Ryeowook!" ucapnya tajam penuh dengan nada frustasi. Baru saja Wookie ingin membuka mulutnya untuk kembali mengigau, tapi...
"Ecccuuu~ ngh" igauannya berhasil dibungkam oleh bibir Yesung. Pemuda itu dengan berani menjamah bibir yang kini pucat milik gadis di depannya. Denga penuh kelembutan dan tak jarang sedikit rasa frustasi ia tuangkan dalam ciuman tersebut. Ciuman yang mungkin akan menumbuhkan tunas cinta diantara keduanya.
Untuk sejenak biarlah seperti ini. Untuk sejenak biarlah pemuda itu bersikap egois. Untuk sejenak biarlah Yesung merendahkan dirinya dan membuang gengsinya yang tingginya sampai lapisan langit terluar. Dan kini, dengan seluruh rasa yang ada, rasa yang baru ia kumpulkan perlahan, dilumatnya bibir mungil Wookie dengan penuh kelembutan dan hati-hati. Takut san pemilik bibir akan terbangun dan memergokinya sedang berbuat hal yang mencurigakan. Ketika itu juga ia merasakan cengkraman tangan Wookia pada tangannya mengendur. Dan ciuman itu terlepas ketika dirasanya si gadis membutuhkan oksigen untuk bernafas. Sejenak ia pandangi wajah Wookie yang entah sejak kapan berubah menjadi tenang. Ia tersenyum sejenak. Membayangkan betapa ia kini telah menjadi orang yang terlihat paling bodoh atas tindakannya barusan. Perlahan ia lepaskan tangan Wookie yang tadi telah melonggar dan meletakkannya hati-hati disamping badan gadis itu. Ia berdiri dan kembali memandangi wajah damai itu sejenak.
"Mungkin aku mulai tertarik pada mu, Kim Ryeowook. Ya, tertarik," ucapnya tersenyum penuh arti kemudian melenggang ke dapur. Ya Yesung! Kau memang tengah tertarik pada Wookie! Kau sedang tertarik oleh pesona dan cinta seorang Wookie yang muncul entah sejak kapan dan bodohnya baru kau sadari saat ini.
Dan siang itupun dihabiskan Yesung untuk merawat Wookie. Mengompres tubuhnya *ralat* keningnya saja maksudku. Membenarkan selimutnya, bahkan senantiasa menunggunya hingga ia sadar hingga sore menjelang.
Jam kini menunjukkan pukul 6 sore. Mata Wookie yang lelah terpejam sejak tadi kini terbuka. Ia mengerjap sesaat sebelum terkaget oleh apa yang dilihatnya. Dia, kini tengah berbaring di tempat tidurnya dan disampinnya kini terlihat Yesung sedang duduk tertidur dengan kepala yang jatuh tepat diatas ranjangnya.
'Dia merawatku?' batinnya dengan rona merah yang muncul dikedua pipinya. Dengan itu pula Yesung terbangun dan mendapati Wookie tengah terduduk diatas ranjangnya. Seketika rasa canggung merayapi Yesung, mengingat apa yang sudah ia lakukan tadi pada bibir mungil Wookie yang kini sedikit memerah. Tapi ia cukup bersyukur karna bibir itu sudah tidak pucat seperti tadi. Entah itu karna Wookie sudah membaik atau karna efek ciuman yang baru saja ia ciptakan.
"Kau sudah baikan?" ucap Yesung sedatar mungkin, mengabaikan perasaan membeludak didalam dadanya. Wookie yang dipandangi hanya salah tingkah dan mengangguk kecil.
'Huh, jadi gadis pemalu lagi eh?' batin Yesung melihat tingkah Wookie.
"K-kau merawatku Yesungie?" tanya Wookie yang sukses membuat Yesung terdiam, memikirkan jawaban yang akan dipakai untuk mrnyangkal. Anak ini! Beraninya kalau si Wookie tak sadar saja! Copo ah! *plak*
"Kau jangan salah sangka dulu," ucapnya masih datar.
"Aku melakukannya-" belum sempat ia menyelesaikan bicaranya suara cempreng Wookie lebih dahulu menginterupsinya.
"Jadi benar kau merawatku?" ucap Wookie maruk. Sekarang matanya berbinar-binar menatap Yesung.
"Kau mencemaskanku Yesungie?" sambung Wookie, memberikan yesung tatapan jahil dan mengedipkan matanya penuh goda. Lihat, Yesung sudah menggerutu tak jelas didepannya.
"Baru saja kau malu-malu, sudah jadi penggoda lagi. Benar-benar labil! Sudah, makan bubur mu sana!" perintah Yesung melirik semangkuk bubur di atas meja di samping tempat tidur Wookie. Bermaksud mengelak dari jawaban yang Wookie butuhkan atas pertanyaannya. Dengan mencibir Wookie pun meraih mangkuk bubur itu dan mulai memakannya.
"Jadi kau mencemaskanku ya?" ucap Wookie tanpa melirik Yesung.
"Sudah ku bilang aku tidak mencemaskanmu, nona labil!" bentak Yesung mulai sebal. Bahkan ia tidak perduli jika beberapa saat yang lalu hatinya baru saja berbunga-bunga beberapa jam yang lalu. Ketika sadar, Wookie akan lebih sering memancing urat kemarahanmu keluar.
"Jadi untuk apa kau merawatku?" tanya Wookie memasang jurus andalannya. Watados no jutsu.
"I-itu karna... Tentu saja itu karna aku tak mau kehilangan pembantu geratis!" ucapnya tergagap dan langsung meninggalkan kamar Wookie, meninggalkan sebuah tanda tanya besar diatas kepala Wookie. Menyadari tingkah aneh Yesung barusan membuat Wookie terkikik geli.
"Jadi benar dia mencemaskanku? Ah senangnya~" ucapnya kembali cerah. Tiba-tiba saja ia menarik nafas dalam-dalam, mengumpulkan tenaga, dan ditengah sore menjelang malam itu ia berteriak dengan suara puluhan oktaf.
"GOMAWOOO YESUUUNGGIIEEEEEE! KAU MEMANG JODOH YANG BAIK!" ucapnya membahana keseluruh penjuru apartement Yesung. Membuat seng pemilik yang tepat berada disamping kamarnya mengumpat tak jelas karena kebodohan seorang Kim Ryeowook.
"Dan kini aku telah benar-benar menjadi gila," ucap Yesung merana. Dan entah sejak kapan mengatai dirinya gila kini sudah menjadi salah satu hobi terpendam *?*nya
End of flashback
.
Hiks... Hiks...
Miris sekali rasanya. Air mata ku tak mau berhenti. Kau tahu para readers? Memotong bawang adalah hal yang paling kubenci! Liat nih, sudah berapa air mata yang kubuang gara-gara memotong bawang? *gubrak*
Jadi bagaimana ceritaku tadi? Ah, ada yang ingin kukatakan. Tahukah kalian? Saat aku pingsan, aku bermimpi kalau Yesung akan mengusirku dari apartementnya, tapi aku bersikeras menolak dan memohon padanya agar tetap bisa tinggal di apartementnya. Dan yang membuatku terkejut, ia tiba-tiba saja menciumku dengan lembut. Tidak masuk akal kan? Dan yang paling aneh, ketika aku bangun, aku merasakan bibirku agak memerah. Ah... Aku frustasi nih.
Blamm
Oh, bukankah itu suara pintu luar? Apa Yesung sudah pulang latihan?
"Yesungie, kau kah itu?" tanyaku nyaring tanpa meninggalkan masakanku.
"Bukan! Aku maling!" ucapnya menjawab. Eh? Apa katanya? Maling? Jadi dia bukan Yesung? Huh, dasar maling! Kukira Yesungku yang datang.
"Oh, kukira kau Yesung. Padahal aku sudah senang-senang mengira Yesungku yang pulang. Ternyata maling ya? Yauda deh, kalo gitu," ucapku kuat, berharap si maling mendengar. *ini orang polos ato babo yak?*ditendang*
Author POV
"Btw, ngapai lu kemari ling?" tanya Wookie mendadak gaul tanpa mengalihkan konsentrasi memasaknya. Sementara Yesung yang diyakini sebagai maling sudah berjalan mendekati Wookie. Sesekali mencibir akan kepolosan Wookie yang kelewat batas. Dan itu membuat otak jahilnya bekerja. Kini ia tepat berada dibelakang Wookie. Dan dalam sekali gerakan bibirnya tepat berada di depan telinga Wookie.
"Tentu saja untuk menculikmu," bisiknya disertai seringaian di telinga Wookie, membuat sang pemilik terkejut dan baru menyadari kalau yang namanya maling itu kerjaannya ya pasti mencuri *telmi nia anak*plak* langsung saja terjatuh. Ia terlalu shock. Namun seketika telinganya menangkap gelak tawa yang membahana di ruangan itu, membuatnya mendongakkan kepalanya dan kontan wajahnya memanas melihat seseorang tengah berkacak pinggang dengan tawa yang meledak-ledak. Dengan kesalnya ia meraih panci yang ada disampingnya, berniat menghajar kepala balon gas itu hingga kempes. Sialnya, niat jahatnya ketahuan, menyebabkan sang kepala balon gas duluan ngacir dari dapur.
"YYYYYEEESSSUUNNGGGIIIIEEEEE SIIALLLLLLL!" dengan ini pun saya menyatakan caps lock saya jebol gara-gara teriakan Wookie. Sementara Yesung tak henti-hentinya melontarkan tawa laknat dari dalam kamarnya yang terkunci rapat. Dan sekali lagi aku ingatkan, bukan karna ia melakukan NC. Karna ini rate masi rate T.
.
.
Krik krik krikkk
TBC
*plakgedebukdoermeeawwww*
Ok, chapter ini sukses author buat dengan hancurnya. Yadongnya si author lagi kumat. Malangnya karya ku *halah*
Oia, di chap kemarin banyak bgt typonya. Mian ya para readers. Ok, bales ripiu dulu.
JiYoo861015 : Iya tuh! Si Wookie polosnya kelewatan. Minta dimakan aja tu anak. Mengenai mereka akan bersatunya kapan, di chap ini gimana? uda ada tanda-tandanya belom? Gomawo R&R nya ya ^^ jangan lupa RnR lagi
Nam seul mi : Ini udah dipanjangin. Masi kurang panjang ga? Hehe, ini juga uda apdet kilat. Gomawo R&R nya ^^ jangan lupa R&R lagi
YellowPinkBlue : Cheonmane Chingu. Ia nih! Pair number 1 aku bener-bener ngelangka. Jarang-jarang ada YeWook di ffn . Gomawo uda R&R ya ^^ jangan lupa R&R lagi
Makasi buat semua yang uda baca fic aku ya, terlebih yang uda ninggalin jejak *ngelirik nama-nama diatas*. Sama silent reader *kalo ada* aku juga ngucapin gomawo ^^ kalo sempet ripiu yak
Trakhir RRREEEVVIIEWWWW! XD
