Cast :
-Yesung as namja
-Ryeowook as yeoja
-Anggota Suju lainnya
-Anggota SNSD
Genre : Romance/drama? Sedikit fantasi *mungkin?*
Disclaimer : Ye punya Wook, Wook punya ye, Ye dan Wook saling mempunyai. XD
Warning : Genderswitch, abal, typo, gaje dan menyesatkan. Tapi bergizi dan baik untuk pencernaan. *dilempar* R&R ^^ Don't like don't read!
.
"YYYYYEEESSSUUNNGGGIIIIEEEEE SIIALLLLLLL!" teriak Wookie kesal, sedangkan Yesung tak henti-hentinya tertawa laknat dari dalam kamarnya.
.
Your Eyes
Selamat pagi semua. Hari ini pagi begitu cerah. Matahari tersenyum lebar, burung-burung bernyanyi, penambah semangat hidup bagi setiap makhluk yang ada di bumi. Tak terkecuali dengan sepasang makhluk yang tinggal di sebuah apartement mewah sana. Yesung dan Wookie.
"Bekal sudah siap. Saatnya berangkat sekolah. Yesungie... Ayo pergi!" suara cempreng Wookie menggema di seluruh ruangan apertement yang terbilang tidak mungil ini.
"Ga usah pake teriak gitu kenapa sih. Kau kira suara mu merdu hah?" Yesung yang baru keluar dari kamarnya melancarkan aksi protes terhadap gadis manis yang bahkan terlalu polos untuk mengerti arti protes. Jadi percuma ia protes, bukan?
"Aku kan cuma ingin memanggilmu," Wookie mengerucutkan bibirnya ke depan.
"Tapi ga perlu pake teriak, nona labil! Aku heran... Jangan-jangan umma mu dulu ngidam makan speeker ya ketika mengandung mu?" Yesung cekikikan ga jelas. Tanpa ia lihatpun, ia tahu pasti seperti apa kini wajah kesal seorang Ryeowook.
"Ya! Berhenti mengataiku nona labil! Kepala mu itu yang patut dipertanyakan. Ukurannya saja sudah labil," ternyata panggilan dari Yesung sanggup membangunkan jiwa setan Wookie. Tuh liat aja seringaiannya. Kalo dibiarkan terus, bisa-bisa Yesung yang hancur.
"Terserah kau saja. Bisa gila aku terus berdebat denganmu," Yesung berjalan keluar dari 'apartement mereka'. Sedangkan Wookie hanya mengikutinya dan tersenyum penuh kemenangan.
"Memang kau sudah gila," tambah Wookie kemudian.
Selalu seperti itu setiap paginya. Kini baik Yesung maupun Wookie sudah menemukan cara tersendiri untuk berinteraksi walau interaksi tersebut pada akhirnya akan ber pada perkelahian kecil dan sedikit ejekan yang terlontar dari bibir manis mereka.
Ujung-ujungnya mereka pasti berangkat sekolah bersama dengan Yesung keluar sebagai pecundang dalam peperangan tersebut.
Sekarang hubungan keduanya tak lagi secanggung dulu. Baik Yesung maupun Wookie, perlahan mereka berdua mulai bisa menyadari kehadiran
masing-masing walau belum bisa saling memahami.
Jangankan saling memahami, mereka saja belum paham betul apa yang tengah mereka rasakan terhadap diri mereka sekarang. Biarlah waktu yang menjawab.
.
.
Wookie POV
"Aaaaaaaa... Pelankan motormu Yesunggie!" ucapku yang tengah memegang pinggang Yesung erat. Dia ini, saat mengendarai motor memang seperti kuda lumping kesurupan. Ah, bisa kau bayangkan betapa takutnya aku saat ini. Ia tengah mengendarai motor merahnya dengan kecepatan diatas rata-rata ditengah jalanan yang ramai seperti ini. Bibirku saja sudah merot-merot kaya Komeng yang membintangi iklan Ya*m*a* J*pi*e*. Jangan tanya kenapa aku bisa tahu si Komeng. Aku ini salah satu fansnya Komeng. XD
Brruummm
"Yesssuungggiieeee bbaabooo!" teriakku semakin kencang ketika merasakan ia semakin menggas motornya. Kupejamkan mataku erat-erat.
Tuhan, tolong jangan cabut dulu nyawa anak Mu ini. Aku bahkan belum menikah. Tunggu aku nikah dulu ya Tuhan, trus punya anak, cucu, anak dari cucu, cucu dari cucu, anak dari anak cucu, cucu dari anak cucu, dan anak dari cucunya anak cucu baru boleh kau ambil nyawaku.
Kurasakan motor yang dikendarai Yesung memelan. Tuhan mendengarkan doaku!
Kubuka mataku perlahaan, ternyata kami sudah memasuki sekolah toh. Pantas saja ia memelankan laju motornya.
"Yesung-sama datang! Kyaa..." teriak salah satu wanita begitu melihat kami sampai di parkiran. Semua orang melihat ke arah kami, tepatnya sih ke arah Yesung. Dan kau tahu? Pasti tidak!
Berbondong-bondong gadis langsung mengeremuni tempat kami ketika Yesung memarkirkan motornya. Haha... Bisa kurasakan pandangan menusuk dari yeoja-yeoja yang merupakan anggota dari fansclub Yesung ketika dia membantuku turun dari motornya yang tinggi. Bodo amat ah! Siapa suruh suka sama jodoh orang!
"Yesung-sama, apa kau sudah sarapan?"
"Yesung-ssi, aku buatkan bekal untukmu,"
"Yesung-sama, saranghae~"
Teriak para yeoja itu mengganas. Kulihat Yesung cuma diam sambil melayangkan tatapan acuh kedepan, tak berniat samasekali mengurusi segerombolan makhluk yang kehausan akan pandangan seorang Yesung.
Hah, dia ini! Tidak ada bersyukurnya punya banyak penggemar.
Apa aku belum menceritakannya pada kalian?
Yesung ini merupakan siswa paling populer di sekolah. Kau tanya kenapa?
Satu, ia populer karna ia tampan. Dua, dia itu kaptennya tim basket di sekolah kami. Tiga, keluarganya yang merupakan salah satu donatur terbesar sekolah ini. Empat, prestasinya dalam bidang akademik juga lumayan bagus.
Dan yang terakhir, yang membuatnya akhir-akhir ini lebih populer dan sering menjadi bahan pembicaraan adalah karena ada seorang yeoja manis yang imutnya ga ketulungan ngaku-ngaku sebagai jodohnya. Dan gadis itu adalah aku!
Yaaaa... Chukae for me. Sekarang, mari kita lihat keadaan sekitar. Yeoja-yeoja tadi masih berkumpul dan memandang Yesung dengan mupeng. Sementara Yesung? Omooo... Baru aku sadar dia sudah jauh berjalan didepan. Aku ditinggalin? Hiks, tega sekali kau Kepala tabung gas!
"Yessungiee~ tunggu aku!" teriakku kuat sambil mengejarnya. Bisa kulihat beberapa yeoja melemparkan deathglarenya kearah ku. Sabodo sama kalian. Diakan jodohku! Seharusnya aku yang marah sama kalian semua karna uda berani deketin milik orang.
Kulajukan kakiku melangkah kebih cepat mengejar Yesung. Namun kulihat ia menghentikan langkahnya ketika segerombolan yeoja menghadangnya dan itu membuatku memelankan langkahku dan berhenti tepat di belakang Yesung.
Kupandangi tajam yeoja-yeoja cantik yang kini juga melihatku dengan tatapan menusuk. Aku tidak suka mereka!
"Pagi Yesungie. Diikuti lagi heh?" ucap salah satu diantara mereka sambil tersenyum remeh menatapku. Yeoja yang paling mencolok diantara yeoja-yeoja lainnya itu kalau aku tak salah namanya Jessica kan? Ia! Aku pasti tak salah.
Dia terlihat seperti ketua rentenir dibanding ketua genk. Dan dia yang selalu memandangiku sangat tajam. Menyebalkan!
"Maksudmu?" kulihat Yesung mengernyitkan dahinya bingung,
"Itu, anak anjing malang yang baru kau pungut,"
Heh? Apa-apaan matanya itu? Kenapa memandangku remeh begitu saat mengatakan anak anjing?
Yesung melirik sekilas kearahku kemudian tersenyum remeh.
"Kalau dia anak anjing, lalu kau apa?" kini giliran Yesung yang tersenyum remeh kearah Jessica sambil melempar pandangan dinginnya. Hahaha... Rasakan itu!
"Dia itu induk anjingnya, Yessungie~" ucapku santai sambil tersenyum santai dan memasang pose yang santai. Kulihat semua yang ada disini memandangiku terkejut. Eh? Memang ada yang salah dengan ucapanku barusan?
"Babo!" bisik Yesung sekilas.
"Ya! Kim Ryeowook, sudah merasa hebat eh?" kurasakan Jessica memasang aura aneh sambil menatapku tajam. Kenapa dia?
"Wae? Bukankah aku benar? Kalau aku anak anjing, maka aku akan imut-imut. Seperti kenyataannya sih. Tetapi kalau induk anjing? Persis galak sepertimu!" ujarku apa adanya. Apa aku salah berkata demikian?
"Ya! Kau!" kulihat tangannya melayang kearahku, namun sebelum mengenaiku, Yesung terlebih dulu menepis tangannya, membuat kami semua terkejut.
"Berhenti bersikap kekanakan. Kau nona labil, cepat jalan!" Yesung menarik tanganku setelah sebelumnya memandang Jessica dingin.
Khekhekhe... Aku menang. Kulemparkan seringaian kemenanganku saat melewati gerombolan yeoja-yeoja itu.
"Weeeeee," tak lupa kujulurkan lidahku. Hahaha... Jadi tadi Yesung melindungiku? Senangnya...
Normal POV
"Cih, tunggu saja saatnya!"
.
.
Yesung terus menarik Wookie manjauh dari gerombolan gadis-gadis manis tadi. Diapun sadar, tak banyak yang dapat ia lakukan jika para yeoja tadi sudah mengganas.
"Apa yang kau lakukan tadi, hah?" Yesung berhenti setelah merasa cukup jauh dari Jessica dan langsung membentak Wookie.
"Kenapa kau malah membentakku?"
"Aku tidak membantakmu!"
"Tidak memang. Tapi kau berkata padaku dengan suara yang kuat!"
"Aish... Kau itu bodoh atau babbo?"
Wookie diam sejenak setelah mendengar apa yang Yesung katakan barusan. Seperti ada yang mengganjal.
"Dua-duanya sama, bodoh! Pertanyaanmu tidak kreatif!" Yesung hanya menganga lebar mendengar perkataan Wookie. Bisa-bisanya yeoja ini mengkritik apa yang ia lontarkan ketika mereka tengah berkelahi.
Lalu apa bedanya membentak dengan berkata dengan suara kuat? Yesung benar-benar tak habis pikir dengan gadis ini.
"Aiish, apa sih yang dilihat yeoja-yeoja itu darimu? Kelihatannya saja pintar, tak tahunya babonya kelewatan. Kau tak pantas digandrungi banyak yeoja!" ucap Wookie sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Kau iri heh? Atau mungkin kau cemburu?" tiba-tiba seringaian Yesung memenuhi wajahnya.
"Cemburu? Apa aku memperoleh makanan jika aku cemburu?" Wookie memasang wajah tanpa dosanya. Lagi-lagi membuat Yesung frustasi.
"Hah, lupakan saja!"
"Ya, kenapa kau berbicara seperti tadi di depan Jessica?" Yesung menatap Wookie ragu, tak yakin akan ucapan yang akan terlontar dari bibir mungil di depannya. Pasti akan mengerikan untuknya.
"Hee? Kenapa ya? Kan induk anjing memang galak, karna Jessica sering memandangku seperti anjing herder kelaparan, kupanggil saja dia dengan sebutan itu," benar- benar jawaban yang supper polos dari seorang Wookie. Benar kan apa yang dia pikirkan tadi?
Kembali Yesung menggerutu tak jelas.
"Kau tak takut dengan mereka?"
"Takut kenapa?"
"Mereka bisa saja berbuat jahat padamu, mengingat kau telah mempermalukan mereka, apalagi di depanku," Yesung menatap Wokkie horor.
"Kenapa aku harus takut?"
Yesung mengernyitkan dahinya melihat Wookie menggantungkan ucapannya.
"Kalau Yesungie ada bersamaku?" Senyum polos khas anak TK menghiasi wajah Wookie, semakin membuat perasaan Yesung bergejolak tak karuan.
"Hah, terserah kau saja," tapi dengan bodohnya sibodoh ini mengelak mati-matian terhadap perasaannya. Benar-benar si bodoh yang malang.
.
.
Tap tap tap
Langkah kakinya menggema di sebuah lorong apartement yang terbuka. Rambut ikalnya bergerak pelan kala semilir angin bertiup. Kacamata hitam yang ia kenakan menutupi kedua iris hitam pekat nan tajam miliknya.
Pemuda tampan itu berhenti ketika menemukan apartement yang ia cari. Apartement dengan nomor 203. Apartement dimana seseorang yang memiliki hubungan darah dengannya. Apartemen kakak sepupunya. Apartement Yesung.
Senyum *ralat* seringaiannya tampak semakin lebar ketika ia menekan sejumlah kode rahasia yang bisa mengantarnya masuk kedalam tempat yang sudah lama tidak ia kunjungi.
Pemuda itu tersenyum ketika membayangkan bagaimana ekspresi terkejut hyungnya ketika melihatnya ada di rumah ini.
Sudah pasti hyugnya itu akan tersenyum masam, mengingat dia punya 1001 macam cara untuk membuat hyungnya bad mood seharian.
"Aku numpang sebentar ya, Yesunggie-hyung," Dilangkahkannya kakinya memasuki apartement. Setelah meletakkan kopernya di ruang tamu, ia beranjak ke kamar milik'nya'.
Ya, kamar tamu yang ada di apartement Yesung ini dulunya memang sering ditempatinya jika ia berkunjung.
Tapi itu dulu, sebelum dia berbulu (?) dan sebelum Wookie menjajah hidup Yesung dan mengambil alih kepemilikan.
"Mwoo?" matanya membulat lebar ketika ia membuka pintu kamar'nya'. Benar-benar kaget dengan pemandangan di depannya.
Sejak kapan kamar'nya' yang notabene pria sejati berubah jadi kamar yeoja?
Sprei berwarna ungu tua dengan motiv beruang putih, belum lagi boneka Winnie The Pooh di atas tempat tidur yang ukurannya hampir sepinggangnya. Gordin ungu muda berenda, wallpapper dinding yang entah kenapa jadi ikut-ikutan berwarna ungu dengan beberapa gambar bunga berwarna oranye.
Sungguh demi setan yang sedang kesetanan! Ia tak tahu apa yang terjadi pada hyungnya tersebut.
Tunggu? Kamar seperti yeoja?
Jangan-jangan Hyungnya 'memelihara' seorang yeoja di apartementnya?
Atau jangan-jangan hyungnya kini telah meninggalkan jati dirinya sebagai seorang laki-laki dan beralih profesi menjadi waria?
Pletakkk
Ia menjitak kepalanya sendiri. Tak mungkin hyungnya jadi banci kan? Pasti ada yang tidak beres.
Tak mau ambil pusing, segera saja ia rebahkan tubuh jakungnya di kasur berseprei ungu itu, kemudian meraih boneka besar dan memeluknya. Dalam hitungan detik ia sudah terlelap. Bukankah perjalanan dari Amerika ke Korea itu melelahkan?
.
.
Langit terlihat mendung ketika hari mulai beranjak sore. Jalanan yang tadinya sepi, kini mulai dipadati kendaraan yang begitu ramai. Maklum, ini sudah jam pulang kantor.
Motor merah milik Yesung kini tengah melaju sedang di jalanan yang ramai tadi. Kalau saja gadis di belakangnya tidak terus-terusan menjambak rambutnya, sudah ia pastikan motor merahnya akan melaju seperti malaikat kesetanan.
Namun ternyata si 'malaikat' baik hati di belakangnya telah memberinya wejangan berupa jambakan yang hampir membuat kulit kepalanya lepas. Jadilah ia sekarang mengendarai motornya seperti setan kemalaikatan (?)
Yeoja dibelakangnya bahkan lebih pantas dibilang raja setan yang kesetanan kakeknya raja setan daripada malaikat.
"Yesunggie~" panggil wookie mendekatkan bibirnya ke kuping Yesung. Membuat angin tak dapat menghalangi apa yang tengah mereka bicarakan.
"Hmm"
"Apa kau menyukai Jessica?" Wookie mulai menyenderkan dagunya pada bahu kiri Yesung.
"Maksudmu?"
"Aishh... Kau ini bodoh atau babbo sih?"
"Itu tak ada bedanya, nona labil! Berbahasalah dengan benar! Kau ini tidak kretif!" bagai boomerang untuk Wookie saat Yesung mengulang kata-katanya di sekolah tadi pagi. Ia mendengus kesal.
"Ya! aku sedang bertanya, kenapa kau malah mengkritikku?"
"Salahkan kau yang tadi pagi mengkritikku," ucap Yesung ketus.
"Yessungie~ jawab aku... Apa kau ada perasaan pada Jessica?" Wookie mengeratkan pegangan tangannya pada pinggang Yesung. Kini kedua tangannya telah melingkar sempurna di pinggang Yesung. Kepala yang tadi berdiri tegak di bahu kirinya, kini telah tertunduk namun tetap tak beranjak dari sana.
Posisi yang sanggup membuat Yesung mengutuk jantung yang harus berdegup untuk memompa darah. Apalagi kini jantungnya harus bekerja ekstra untuk memompa darahnya yang mengalir lebih cepat akibat ulah manja Wookie. Mati-matian ia buang rasa gugupnya saat ini.
"Kenapa kau bertanya seperti itu?" ucapnya canggung. Beruntung ia masih bisa mengendalikan motornya disaat serangan jantung dadakan seperti ini.
"Aniya. Jawab saja!"
"Memang kalaupun aku suka atau tidak, apa hubungannya denganmu?" Yesung yang mulai bisa mengendalikan jantungnya bertanya datar.
"Kau selalu seperti itu, Yessungie... Mengesalkan!" Wookie mendengus pelan, kini dagunya telah kembali bersandar tegak di bahu kiri Yesung.
Dan tanpa sepengetahuaan yeoja imut itu, Yesung tersenyum simpul ketika mendengar ucapannya barusan.
"Aku memang benar kan? Aku bahkan tidak memiliki hubungan apa-apa denganmu,"
"Tentu saja ad—"
"Karna aku jodoh mu? Ayolah nona labil! Berhenti menganggapku seperti itu," Yesung yang berhasil memotong kata-kata Wookie entah kenapa membuat Wookie bungkam.
Entahlah, rasanya yeoja itu tertusuk oleh perkataan Yesung barusan.
'Aish... Kenapa dia tiba-tiba jadi diam? Apa aku salah bicara?' batin Yesung bertanya. Pemuda satu ini tengah bingung mendapati gadis di belakangnya hanya diam sambil menghela nafas. Mungkin dia memang telah salah bicara.
"Yesungie, maukah kau berjanji satu hal padaku?" akhirnya suara Wookie berhasil membuat Yesung mendesah lega.
"Tidak mau,"
"Ayolah Sunggiee~ Bukankah aku tak pernah minta yang macam-macam padamu sebelumnya?" Wookie mulai membujuk.
"Tak akan kubiarkan kau bermacam-macam,"
"Kau ini memang payah!" dengus Wookie kesal.
"Ayolah... Sekali saja. Jebal Yecungiee~" kini bukan hanya memohon, tapi Wookie mulai melancarkan aksi memelasnya sambil sesekali menoel-noel pinggang Yesung yang ia peluk.
Yeoja itu kini telah mengetahui kelemahan Yesung. Belakangan ia perhatikan Yesung sering kali tak berkutik jika ia telah melakukan sesuatu yang ia anggap imut. Seperti memelas contohnya?
Dan kini Yesung tengah terdiam, tampak kaku mengendarai motornya.
"Memang aku harus berjanji apa?"
Binggo! Benar kan apa yang Wookie bilang!
"Kau harus berjanji tidak akan pernah menyukai Jessica!"
Hening
Ucapan Wookie barusan mampu membuat Yesung terdiam dan sempat kehilangan kendali motornya.
"Hahahahahahahahaha," tiba-tiba saja tawa Yesung meledak dan membuat Wookie mengernyit heran menatapnya.
"Ya! kenapa tertawa?"
"Hahaha... Kau ini! Hal tidak penting seperti itu kenapa harus dijanjikan segala?" ucap Yesung yang masih cekikikan. Ia merasa gadis dibelakangnya ini kekanakan sekali.
"Bahkan kau bukan yeojachingu ku," tambahnya kemudian.
Wookie tersentak. Ucapan Yesung barusan entah kenapa sangat menyakiti hatinya. Kontan ia terdiam, kepalanya kembali tertunduk.
Yesung yang menyadari kelakuan gadis'nya' barusan jadi merasa sedikit bersalah. Bukan sedikit juga sih, tapi ia merasa sangat bersalah.
"Wookie-ah," Wookie mendongakkan kepalanya, mengembalikan posisi dagunya di bahu Yesung. Terkejut mendengar Yesung memanggil namanya untuk pertama kali. Ya! Pertama kali untuknya disaat ia sadar. Selama ini ia selalu dipanggil dengan sebutan 'Nona Labil' oleh namja itu.
"Walau kau tak menyuruhku berjanji, aku tak akan sudi menyukai yeoja bernama Jessica itu," Yesung tersenyum, walau matanya fokus menatap jalanan yang mereka telusuri, tapi terpancar jelas kejujuran di dalam matanya.
Entahlah. Entah Yesung melakukan ini untuk Wookie atau untuk dirinya sendiri. Ia juga tak tahu perasaannya.
Senyum mengembang di permukaan bibir Wookie.
"Jinja?" dieratkannya pelukannya pada pinggang Yesung
"Em"
Hanya gumaman serta anggukanlah yang dapat Wookie trima, namun itu semua telah melegakan hati dan pikirannya.
Kini ia tak perlu takut kan, jika Jessica dekat-dekat dengan Yesungnya?
"Gomawo Yessungiiee~" teriak Wookie senang. Ia tenggelamkan kepalanya dalam punggung Yesung.
"Saranghae"
Degg
Walaupun samar, Yesung masih bisa mendengar bisikan yeoja itu di punggungya. Sejenak ia tersenyum manis.
Entah apa yang terjadi. Yesung begitu senang saat ini. Ia senang ketika gadis itu yang terang-terangan menyuruhnya untuk tidak menyukai Jessica. Ia senang ketika gadis itu memeluk pinggangnya seperti saat ini.
Dan rasanya ia kelewat senang ketika gadis itu mengungkapkan hal yang tak pernah terpikirkan olehnya.
Gadis bernama Wookie itu tak sadar jika kini orang yang ia sukai telah mengetahui perasaannya.
.
.
"Ya! Jangan menghalangi jalanku, nona labil!"
"Aku tak menghalangimu, babbo!"
"Tapi kau berjalan di depanku!"
"Kau kira ini jalan nenek moyang mu, kepala tabung gas?"
"Minggir, aku mau buka pintu,"
"Biar aku yang buka! 123321,"
Pintu apartement mereka terbuka.
"Awas jangan menghalangi! Aku mau masuk!"
"Kau kenapa dorong-dorong sih? Tidak sopan!"
"Hah, terserah!"
Wookie hanya sweatdrop.
Hah, selalu seperti ini. Padahal rasanya baru beberapa menit yang lalu mereka akur. Kenapa sekarang bertengkar lagi, heh?
Blamm
Dentuman pintu kamar Yesung menyadarkan Wookie dari acara cengonya. Pemuda itu walau sangat ia sukai tapi terkadang menyebalkannya minta ampun.
"Aku tak akan memasak untukmu malam ini, Yesunggiieee!" teriak Wookie keras. Dan beberapa detik kemudian...
Blammmm
Gantian pintu kamar Wookie yang berdentum.
"Apa-apaan sikapnya barusan itu?" gerutu Wookie begitu ia sampai di kamarnya.
"Eh?" kontan ia terkejut ketika mendapati seseorang tengah menempati tempat tidurnya.
Ia mengucek matanya sesaat, berharap yang sekarang tengah terkapar di tempat tidurnya bukanlah seorang namja yang dengan seenak jidat memeluk boneka kesayangannya.
Merasa penasaran, Wookie mendekat. Jangan bilang kalau namja itu adalah maling yang ketiduran saat melihat kasurnya yang begitu empuk!
Tangan Wookie kini tengah terulur menyentuh bahu namja tersebut. Ia bermaksud membalikkan badannya dan bertanya siapa namja itu.
"Nuguse— Aaaa..." belum sempat Wookie selesai bicara, namja yang ternyata telah terbangun sejak tadi itu menarik tangan Wookie hingga jatuh tepat diatas tubuhnya.
Sejenak mereka berpandangan, hingga seringaian lebar milik sang namja terukir jelas di wajahnya.
"Tak kusangka Yesung-hyung memelihara yeoja manis seperti mu, nona!" kini namja itu semakin berani menempelkan hidung mereka.
Wookie yang dari tadi sibuk mencerna apa yang telah terjadi tersentak ketika mendapati namja dibawahnya yang dengan beraninya menempelkan hidung mereka.
Plakkkk
"Appoo," reflek tamparan Wookie barusan menjauhkan jarak wajah mereka, walau namja itu tak ada niat untuk melepaskan tangan Wookie yang sudah berontak di atasnya.
Merasa usaha berontaknya sia-sia, dengan sekuat tenaga Wookie mengumpulkan suaranya yang dapat mengakibatkan gempa lokal itu. Namja di depannya hanya menatap bingung, tak tahu bahwa sebentar lagi akan ada bencana besar yang datang.
"YESSUNGGIIEE TOOLOONG~ ADA SETAN MESUM YANG INGIN MERENGGUT KESUCIANKU!"
Kontan seluruh ruangan bergetar dibuat suaranya yang melengking itu. Demikian pula dengan telinga si namja yang tengah berdengung.
"Kenapa kau berteri—"
Cklek
"Ya! Apa-apaan teriaka— KAU? Kenapa KAU disini?" ujar Yesung yang mendapati sosok tak asing yang menjadi penyebab kegaduahan di Surganya yang kini semakin tercemar.
.
.
Krikkk krikkkk krikkkkk
TBC
Annyeoongg :D
Chap 4 update. Ah, makin galau ni cerita. =="
Sorry updatenya lama. Author uda masuk skul ni, jarang punya waktu *bilang malas ngetik#plak. Karna itu juga, mian kalo di chap ini banyak typo. Ga sempat priksa ulang. Haha ^^'
Ok, kita balas ripiu dulu ^^
Nam Seul Mi : Gomawo chingu ^^. Mianhe nih telat apdet. Author uda masuk skul. Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
YellowPinkBlue : Wahaha *ketawa yadong* Kalau itu tergantung si YeWook tu chingu. Mereka mau ga dinaikin rate *padahal authornya yang yadong*
Ini uda aku banyakin dialognya. Gimana chingu? Masi kurang banyak kah?
Mengenai pair lain, tunggu sajalah! Khekhekhe #dilempar
Anonim Rev nya juga uda aku aktifin tuh~ XD
Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
JiYoo861015 : Yesung itu emang seenak jidat nyium-nyium binik orang (?) Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
HoneyString : Yesung emang ga ada takutnya tuh! Um, mengenai Yesung yang jealous mungkin ada di chapter depan chingu, setelah kemunculan 'namja' diatas. Author pengen nonjolin perasaan Wookie dulu. Jadi tunggu aja ya ^^ Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
Little cloud : Behahaha #plak Kita tunggu aja kelanjutannya chingu. Akankah YeWook NC-an? Atau malah HaeHyuk yang rekaman? #plak*lari dari konteks* Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
Makasi buat semua yang uda baca dan nungguin fic ini, terlebih buat yang uda ripiu.
Sama silent reader *kalo ada* aku juga ngucapin gomawo ^^ kalo sempet ripiu yak :D
Trakhir RRREEEVVIIEWWWW! XD
