Cast :
-Yesung as namja
-Ryeowook as yeoja
-Anggota Suju lainnya
-Anggota SNSD
Genre : Romance/drama?
Disclaimer : Ye punya Wook, Wook punya ye, Ye dan Wook saling mempunyai. XD
Warning : Genderswitch, abal, typo, gaje dan menyesatkan. Tapi bergizi dan baik untuk pencernaan. *dilempar* R&R ^^ Don't like don't read!
.
"Ya! Apa-apaan teriaka— KAU? Kenapa KAU disini?" ujar Yesung yang mendapati sosok tak asing yang menjadi penyebab kegaduahan di Surganya yang kini semakin tercemar.
.
Your Eyes
"Eh, hyung? Kau kah itu?" namja itu menoleh ke arah Yesung tanpa ada niat sedikitpun melepas Wookie yang masih meronta di pelukannya.
"Le-pas-kan aku, BABOO! Yesunggie tolong~" nafas yeoja mungil itu hampir habis, di lemparkannya tatapan memelas pada Yesung. Membuat Yesung tersadar akan gadis yang akhir-akhir ini memenuhi pikirannya dalam keadaan bahaya.
Ia mendekat, mencoba menarik Wookie dari pelukan Kyu yang mulai melonggar.
"Jangan begitu kepadanya Kyu. Dia ini masih lebih tua dari mu,"
Wookie langsung melompat ke pelukan Yesung setelah merasa dirinya terbebas.
"Yessungie~ aku takut,"
Kyuhyun bangkit duduk di ranjang, menatap sepasang manusia di depannya sambil menggaruk belakang kepalanya.
"Kenapa kau disini, Cho Kyuhyun? Kapan kau pulang dari Amerika?" mata Yesung fokus ke arah Kyuhyun, sedangkan tangannya sibuk menyingkirkan lengan Wookie yang menggantung di lehernya seperti koala. Bukannya apa, hanya saja timingnya sedang tidak tepat. Coba saja Wookie memeluknya manja seperti ini ketika mereka sedang berdua saja, sudah bisa dipastikan Yesung membanting tubuh mungil itu di ranjang, membuat badan putihnya telanjang, menyerang ganas tubuhnya yang terlentang dengan berbagai pose menantang, hingga mereka mencapai puncak yang membuat melayang, tentu saja dengan 'acara' tambahan yang dilakukan dari pagi hingga petang.
"Baru saja. Padahal niatku ingin memberikan kejutan pada hyung, tapi malah aku yang terkejut duluan karna mendapati gadis mungil yang begitu menggoda di apartement hyung," Kyuhyun menyeringai memandang Wookie yang sudah bersembunyi di balik punggung Yesung.
"Sejak kapan hyung memelihara yeoja di rumah?"
Pletakkk
"Appoo,"
"Jaga mulutmu, setan mesum! Kau kira aku binatang, hah?" Wookie yang tadi bersikap takut, kini telah memasang wajah sangar di depan Kyuhyun. Membuat setan kecil itu bergidik ngeri beberapa saat. Sedangkan Yesung hanya memutar bola matanya bosan, sudah paham betul sifat gadis di depannya ini.
'Penyakit labilnya kambuh lagi,' batinnya.
"Hyung, kenapa noona ini jadi berubah garang gini?"
Pletakkk
"Appoo noona,"
"Itu yang kedua karna kau mengataiku garang!"
Untuk kedua kalinya Kyuhyun harus merasakan jitakan sambar elang milik Wookie.
"Jangan memancing kemarahannya Kyu. Kau bisa gegar otak lama-lama," Yesung memandangi Wookie dengan tatapan horor.
"Kau sudah mengalaminya hyung?"
Kini mereka tengah berbisik-bisik sambil menatap Wookie.
"Hampir,"
Pletakk pletakk
"Jangan pernah membicarakanku dengan tampang horor seperti itu!"
Baik Yesung maupun Kyuhyun, keduanya tengah meringis menikmati 'elusan' hangat dari Wookie.
"Ini yang ketiga noona! Aissh... Lalu noona mau kami pandangi dengan tampang bagaimana? Tampang mesum gitu?"
Pletakk
"Itu yang keempat, Cho Kyuhyun! Dan aku yakin kau tak mau merasakan yang ke lima!"
Kyuhyun mendengus sebal sambil mengusap kepalanya yang ia yakini sudah banyak tonjolan dimana-mana.
"Baiklah, kalau begitu daripada noona jitakin kepalaku, lebih baik noona istirahat saja sini disampingku. Noona terlihat lelah. Pasti hyungku itu sering berbuat macam-macam pada noona. Ayo bobo noona~ aku pijitin dehh~"
Pletakk pletakk
"Ya! Kenapa hyung ikutan jitak-jitak?" Kyuhyun kembali mengelus kepalanya. Bukan hanya Wookie, tapi Yesungpun baru saja menghadiahinya sebuah jitakan.
"Beli 5 geratis 1, Kyu," ucap Yesung.
"Makanya masi kecil jangan mesum!" sekarang giliran Wookie.
Kyuhyun? Dia hanya diam sambil mengerucutkan bibirnya, pertanda ia tidak senang.
.
.
Sudah seminggu berlalu sejak kepindahan Kyuhyun ke apartement Yesung. Seminggu pula berlalu bagaikan di neraka untuk Yesung. Dua orang— Ralat! Dua setan yang datang dan sungguh mencemari Surganya yang dulu begitu damai.
Satu orang hobinya teriak-teriak, satunya lagi suka memicu keributan dengan ulah-ulah mesum serta jahilnya. Tapi diantara itu semua, yang membuat Yesung paling kesal selama seminggu ini adalah ketika Kyuhyun berbuat mesum kepada gadis mungilnya. Gadis yang bahkan tak memiliki hubungan spesial dengannya. Gadis yang tak sadar telah ia sukai atau mungkin cinta?
Satu yang perlu kalian tahu, bahwa sebelum mereka dilahirkan ke bumi, mereka sudah lebih dulu terikat oleh sebuah benang yang kasat oleh mata. Tinggal menunggu waktu sampai dua pasang mata manusia itu terbuka dan melihat benang yang menyatukan mereka.
"Wookkiieee nooonaaa~"
Pletakk
"Appo hyung,"
"Pelankan suaramu babo! Teriak-teriak di kelas orang... Kau mengganggu tahu!"
Cho Kyuhyun, semenjak pindah ke apartement Yesung, semenjak itu pula kepalanya sering kali jadi langganan 'belaian' hangat Yesung dan Wookie. Salahkan kebiasaan buruk dan tingkah jahilnya yang selalu membuat tangan orang gatal. Parahnya, mulai kemarin si magnae tak tahu diri ini mengikuti jejak Wookie di sekolah yang sama dengan mereka. Untungnya Kyuhyun lebih muda setahun dari mereka yang kini menduduki kelas 3.
"Hyung ga asik ah! Lebih baik aku dekat-dekat Wookie noona. Noonaa..."
Yesung mendengus kesal melihat Kyuhyun kembali mendekati Wookie 'nya'.
'Aishh, ada apa sih dengan ku?'
Walaupun Kyuhyun itu sepupunya, ingin sekali rasanya ia menjambak-jambak rambut pemuda evil itu ketika melihat dengan santainya dia menempel di bahu 'gadisnya'.
Pletakk
"Appo noona,"
Yesung tersenyum simpul dari bangkunya. Satu yang membuatnya lega bawha Wookie tak pernah mengijinkan Kyuhyun untuk menempel padanya. Malah rasanya ia melayang-layang ketika Wookie merengek dan meminta pertolongan padanya.
"Noona kenapa kau suka sekali menjitak kepala ku sih? Gak noona, gak Yesung hyung, kalian sama aja!"
"Itulah makanya kami berjodoh,"
"Noona itu aneh! Ga ada bukti kok di bilang Hyung itu jodoh noona sih? Kyu kan juga mau jadi jodoh noona," Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. Sedikit iri dengan hyungnya yang selalu di puja gadis-gadis, terlebih Wookie noonanya.
"Sayangnya aku tak mau Kyu! Kau mesum!" Wookie menjulurkan lidahnya, membuat Kyuhyun menyeringai.
"Noona tidak tahu kalau Yesung hyung itu pervert nya ga ketulungan?"
Bletak
Lemparan Yesung tepat sasaran!
"Hyung! Berhenti memukulku!"
"Anyeong Wookie-ah," sebuah suara mengalihkan perhatian mereka.
"Minnie, kau baru datang?"
Sungmin mengulas senyumnya, meletakkan tasnya dan duduk tepat di sebelah Wookie. Sejenak perhatiannya tertuju pada namja yang memandanginya aneh.
"Oiya, dia itu sepupunya Yesunggie. Namanya Kyuhyun. Kyu, ini Sungmin,"
Keduanya terdiam, baik Sungmin maupun Kyuhyun saling melihat satu sama lain. Apalagi Kyu! Tak henti-hentinya ia memandangi Sungmin dari atas sampai bawah, membuat yang dipandangi berdecak risih.
"Bohai,"
Plak
Satu perkataan, satu tamparan. Benar-benar si setan satu itu kini telah menjadi sasaran empuk tangan-tangan di sekitarnya.
"Kenapa kau menamparku, noona bohai?"
Sungmin menggeram, mencoba menahan dirinya untuk tidak menghantam Kyuhyun dengan berbagai teknik karate yang ia kuasai.
"Jaga perkataanmu, Kyu,"
"Kenapa Wookie noona malah membentakku? Minnie noona kan memang bohai,"
Plak
"Kau setan kurang ajar! Mana rasa sopanmu terhadap hoobae, bodoh?" aura pink yang biasa Sungmin pancarkan kini berubah menjadi hitam. Lebih hitam dari aura Kyuhyun.
"Aiish, kenapa kalian berdua bisa begitu mengerikan kalau sudah marah sih? Yeoja memang merepotkan!"
"KYU!" Kyuhyun menutup kedua telinganya. Benar-benar suara kedua yeoja di depannya memekakkan telinga.
Kelas yang masih sunyi di pagi hari itu kini telah riuh akibat kedatangan seorang iblis seperti Kyuhyun. Sesekali mereka beradu argumen dan akan berujung pada kekerasan yang melanda bagian tubuh Kyuhyun. Tolong hilangkan bagian tubuh 'terlarang' dari dalam benak kalian.
Yesung yang tak mau ikutan hanya duduk di bangkunya sambil bersedekap dada, memendangi langit dari kaca di sebelahnya.
"Bisa aku berbicara pada mu, Yesung?"
Ucapan seorang yeoja menyadarkan Yesung dari aktifitasnya kemudian memandangi yeoja itu malas.
"Tidak bisa," cueknya.
"Ayolah! Sebentar saja,"
Wookie menyadari sesuatu yang aneh di sekelilingnya. Para yeoja yang bukan berasal dari kelasnya mengerumuni tempat Yesung. Ia mulai menggerutu ketika melihat Jessica dengan santainya mendekati Yesung dan berbicara padanya.
"Dia bilang ga bisa, kenapa kau masih memaksanya, induk anjing?"
Sejenak Jessica berpaling menatap Wookie sampai akhirnya tersenyum remeh.
"Bukan urusan mu, bocah! Jadi Yesung, bisa kita bicara?"
"Ani!" tolak Yesung keras. Jessica tersenyum licik.
"Baiklah! Kita lihat apa kau masih bisa menolak saat melihat ini," disodorkannya ponselnya di depan wajah Yesung, membuat ia mau tak mau harus melihat pemandangan apa yang ada di dalam ponsel milik gadis pendek itu.
Mata sipitnya melebar.
"Jadi, sekarang bisa kita bicara?"
"Cih, perempuan licik!"
Wookie menatap mereka penasaran. Perasaannya mengatakan ada sesuatu yang tak beres ketika melihat mata Yesung.
Kuberitahu 1 rahasia, Wookie itu bisa melihat keadaan seseorang hanya melalui matanya. Jadi berhati-hatilah jika berada di dekatnya.
Yesung menatap Wookie sekilas, tersirat kekawatiran di dalam mata karamel yeoja mungil itu.
"Tunggu apalagi? Ayo ikut aku Yesung!"
Baru saja Yesung melangkah, namun langkahnya terhenti ketika melewati bangku Wookie, yeoja itu menghentikan langkahnya.
"Yesunggiee mau kemana?" ucapnya manja.
Mau tak mau Yesung harus menahan rasa gemasnya, ia juga sedikit merasa tak enak karna membuat yeoja di hadapannya menatapnya kawatir.
"Aku akan kembali," Yesung mengulas senyum terbaiknya untuk Wookie sesaat sebelum meninggalkan mereka dengan tatapan bingung. Membuat Wookie menegang sesaat setelah menerima senyum yang langka dari seorang Yesung.
"Wooaa... Baru kali ini aku melihat Yesung hyung tersenyum begitu manis,"
Pletak
Satu jitakan dari Sungmin.
"Kau tak berpikir untuk merebut Yesung dari Wookie kan, Kyu?"
Pletak
Jitakan kali ini dari Kyuhyun.
"Minnie noona gila ya? Ini bukan fic yaoi woii!"
Pletak
"Ga usah pake teriak-teriak, conge!"
"Mwoo? Noona bilang apa?"
Kyuhyun dan Sungmin kini tengah bergulat. Bukan bergulat dalam cinta seperti yahh 'kau tau apa itu'. Sedangkan Wookie, dari tadi tak henti-hentinya dia melamunkan seseorang yang kini entah kemana.
'Perasaan ku tak enak,'
.
.
"Apa mau mu?" Yesung membuka suara. Kini Yesung dan Jessica tengah berada di taman belakang sekolah.
Sejenak wanita di hadapannya tersenyum miring, persisi seperti penyihir tua yang terkutuk.
"Mau ku? Kau tanya mau ku, Yessungie?"
"Jangan memanggilku dengan sebutan menggelikan itu!"
Jessica mengerucutkan bibirnya.
Ah... Andai itu Wookie, pasti Yesung sudah mendengus sebal menahan rasa gemas saat ini.
"Wae? Bukankah kau diam saja ketika anak anjing itu memanggilmu dengan sebutan demikian?"
Yesung mendecih, tersenyum remeh menatapnya.
"Akan terasa menjijikkan jika kau yang mengatakannya,"
"Kau! Baiklah, kita lihat saja setelah ini apa kau masih bisa menghinaku, Yessungie O.P.P.A?"
"Hooeekk,"
Yesung memegangi mulutnya sesaat setelah Jessica melontarkan kata-kata yang terdengar begitu haram untuknya. Tiba-tiba saja ia mual. Tidak, mana mungkin dia hamil!
"Sudah cepat katakan apa maumu!"
"Kau tau peraturan yang ada di sekolah kita oppa?"
Yesung diam.
"Kau tau kalau murid yang berbeda jenis kelamin di sekolah kita tidak di benarkan untuk tinggal bersama?"
Yesung hanya diam. Wajahnya mulai menampakkan raut ketegangan ketika menyadari arah pembicaraan Jessica.
"Dan kau pasti tau kan apa sanksinya? Yah... Kalau kau sih aku yakin pasti akan selamat. Tapi kalau yeoja tengik itu? Aku yakin dia akan ditendang keluar dari sekolah ini,"
Kembali yeoja itu menyeringai menatap wajah Yesung yang kini berubah dingin.
"Katakan apa mau mu perempuan tengik!"
Yesung menatap Jessica dengan tatapan menusuk, belum pernah ia berkata semenusuk itu pada seorang yeoja. Sedangkan yeoja yang dimaksud hanya diam tak merespon makian dari Yesung. Ia lebih memilih untuk tersenyum penuh kemenangan menatap ponselnya yang menunjukkan beberapa foto Yesung dan Wookie yang tinggal dalam satu rumah. Mata-matanya terlalu banyak.
"Jadilah pacarku oppa,"
Detik itu juga Yesung membatu di tempat,
"Ani!"
"Baiklah, kita tunggu saja penguburan Kim Ryeowook,"
"Jaga mulut mu, nona Jung,"
"Woow, kau begitu sopan oppa. Apa begitu berharganya kah seorang Kim Ryeowook sampai bisa membuatmu berkata sesopan ini? Yah... Walau nada mu itu menjengkelkan sih,"
"Bukan urusan mu!"
"Waaa... Kenapa kau dingin sekali pada ku oppa?"
Yesung sama sekali tak menggubris Jessica. Ia sibuk menatap yeoja itu penuh tatapan membunuh.
"Apa tujuanmu?" tiada nada di dalam ucapannya tersebut.
"Tujuanku? Tentu saja membuat oppa jadi milikku!"
"Wae?"
"Wae? Tentu saja karna aku menyukai oppa. Oppanya saja terlalu babo, tak pernah melirikku sama sekali. Malah kau lebih sering curi-curi pandang pada anak anjing itu,"
"Cih, naif sekali!"
Jessica menggeram. Lama-lama tak tahan juga ia memasang muka temboknya di hadapan lelaki yang selalu merendahkannya. Siapa suruh ia menghina pujaan hati orang?
"Kenapa kau selalu merendahkanku? Bukankah kita terlihat cocok? Ayolah Yesung! Aku ini yeoja yang paling di incar satu sekolahan, kau itu pangeran sekolah. Bukankah kita akan menjadi pasangan paling top yang pernah ada?"
Yesung tersenyum, mengangkat bibirnya sebelah.
"Aku lebih menyukai yeoja terpolos satu sekolahan dengan tubuh mungil dan perilaku labilnya yang suka berganti-ganti yang mencintaiku dengan kebodohannya,"
Tidak ada lagi kata malu buat Yesung! Kali ini ia benar-benar mengakui perasaannya pada Wookie. Orang yang akhir-akhir ini mengganggu hidupnya yang tanpa sadar sudah menjadi bagian dari hidup itu sendiri. Yeoja yang mampu membuat Yesung mengerang frustasi akan tingkah polos dan imutnya. Dan juga, yeoja yang bisa membuat seorang Jung Jessica jadi semurka ini.
"Tapi sekarang kau milikku oppa," kembali ia pasang senyum remehnya.
Yesung balas tersenyum remeh sesaat sebelum ia membelikkan badannya, beranjak untuk pergi.
"Tak akan berlangsung lama, penyihir tengik!" ucapnya tenang kemudian beranjak dari tempat itu, meningglakan Jessica yang tengah tersenyum bangga.
Yang perlu diketahui adalah, walaupun Yesung selalu berkata tenang, itu hanyalah sebuah akal-akalan untuk menutupi rasa cemas dan takutnya.
"OPPA, JANGAN LUPA BESOK MENGANTARKU KE SEKOLAH!"
Yesung sama sekali tak menggubris teriakan Jessica. Satu yang mengganjal di pikirannya...
'Apa yang harus ku lakukan terhadap Wookie?' batinnya.
.
.
"Yessungie kenapa jadi aneh gini sih?"
Tangannya dengan ligat memotong sayur-sayuran yang akan menjadi menu makan malam hari ini. Bibir mungilnya tak kunjung henti melontarkan gerutuan tak jelas.
Yesung, namja yang ia anggap jodohnya itu hari ini bersikap sangat aneh. Semenjak ia menemui Jessica yang menurut Wookie seperti anjing herder itu, Yesung selalu terlihat memikirkan sesuatu. Ia sering melemun dan tak menyadari keberadaan Wookie. Bahkan ia sama sekali tak membalas ejekan demi ejekan yang terlontar dari bibir mungil itu seperti biasanya.
Yang lebih parahnya, Yesung menyuruhnya pulang terlebih dahulu. Padahal mereka selalu pulang bersama kalau Yesung tidak memiliki jadwal latihan seperti sekarang ini.
'Ada yang disembunyikan dari ku,' batinnya.
Grepp
Wookie mati-matian menahan rasa kagetnya ketika merasakan sebuah tangan memeluknya dari belakang. Perasaan hangat langsung menjalari tubuhnya ketika mencium aroma mint yang begitu ia kenali. Kini jantungnya tengah meledak-ledak ketika melihat jari-jari tangan ramping yang menyatu di perutnya. Jari tangan milik orang itu. Orang yang kini benar-benar Wookie yakini keanehannya.
Tak biasanya Yesung begini! Ia bahkan selalu malu untuk berada dekat dengan Wookie. Namun kali ini, seakan ada yang mendorong pemuda itu untuk melakukan hal di luar otaknya saat ini.
"Yessungie gwaenchana?"
Sikap Yesung yang seperti inilah yang Wookie kawatirkan. Walau ia senang Yesung memeluknya seperti sekarang, tapi ada yang berbeda dari lelaki di belakangnya itu.
Yesung benar-benar aneh! Bahkan ia kini berani menghembuskan nafas hangatnya ke tengkuk Wookie, membuat yeoja itu merinding kegelian.
"Yessungie apa yang kau laku—nnghhh,"
Tak sempat! Kata-kata Wookie terputus oleh desahannya sendiri ketika Yesung mulai menciumi tengkuknya dari belakang. Sesekali ia hisap tengkuk putih itu, membuat Wookie dengan susah payah melakukan kegiatan memasaknya.
"Yess—sungiie hentikan... Aku sedang memas-akh bab-boo!"
Namun bukannya berhenti, Yesung malah menarik Wookie ke hadapannya, membuat sepasang mata mereka bertemu.
Sungguh Wookie saat ini malu sekali. Pipinya yang merona merah membuat Yesung tak tahan sudah untuk meluapkan perasaannya. Diraihnya tengkuk yeoja mungil itu, mempersempit jarak mereka dan menciumnya dalam. Membuat Wookie shock setengah mati.
Ia tak peduli lagi saat ini! Kejadian hari ini sungguh membuatnya lelah. Masalahnya dengan jessica membuatnya makin merindukan pujaan hati. Sungguh tak bisa ia bayangkan apa akan terjadi pada Wookienya jika ia tahu perjanjiannya dengan Jessica.
Akal sehat Yesung mulai menipis. Perlahan ia lumat bibir mungil Wookie, mengecap rasa manis yang tertuang dari sana. Sungguh ia menyukai bibir mungil ini! Lebih manis dari buah termanis di dunia.
Perlahan Wookie menutup matanya, mencoba ikut menghayati ciuman mereka ketika merasakan lidah Yesung bertandang ke mulutnya. Rasanya ia ingin meledak saat itu juga! Benarkah ini Yesungnya? Yesung yang selalu mengatainya dengan sebutan-sebutan aneh itu kini menciumnya?
Wookie menepis pikirannya, tak mau ambil pusing untuk berpikir yang macam-macam. Yang ia butuhkan hanya ketenangan untuk menghentikan detak jantungnya saat Yesung melepaskan bibirnya.
Wookie menunduk, menatap Yesung takut-takut yang kini memandanginya penuh senyum membingungkan. Satu sisi ia tersenyum sangat manis, namun di sisi lain Wookie bisa melihat ada sebuah kegalauan disana.
Yesung kembali tersenyum, bedanya kali ini senyumnya lebih rileks. Diraihnya dagu Wookie agar bisa memberikan tatapan lembutnya langsung ke manik matanya. Yesung mengecup kembali bibir itu sekilas kemudian meninggalkan Wookie yang mematung sambil menggumamkan sebuah kata.
"Mianhe,"
Wookie tercengang. Tak mengerti akan tingkah laku namja itu yang semakin membingungkan. Sejenak bau menusuk menghampiri indra penciumannya. Bau gosong!
"Ommoo... Masakanku!"
Sepertinya ia terlalu terbawa suasana sehingga lupa diri sejenak.
.
.
Wookie memasuki gerbang sekolah dengan wajah berkerut. Wajah mungilnya tampak kusut dengan mata hitam berkantung. Ia merutuki dirinya yang bangun kesiangan karna tak tidur semalaman.
Sungguh! Kejadian di dapur semalam tak sedikitpun lepas dari pikiran seorang Kim Ryeowook. Rasa lembut dan manis dari bibir Yesung masih dapat ia rasakan hingga sekarang. Ciuman pertamanya. Pertama ketika ia sadar.
Yeoja manis itu kembali menggerutu ketika mengingat perlakuan aneh Yesung semalam. Entah kenapa Wookie merasakan rasa bersalah yang tersirat dari mata sipit Yesung. Apa yang sebenarnya terjadi? Bahkan Yesung tak menunggunya untuk pergi bersama pagi ini, tak seperti biasanya.
"Babo Yessungie!"
Gumamannya terhenti ketika melihat segerombolan yeoja maupun namja mengerumuni suatu tempat, koridor utama sekolah.
Bruakk
Salah satu diantara mereka tak sengaja menyenggol lengan Wookie, membuat gadis itu terjatuh.
"Mian—eeh? Kim Ryeowook?" ucap siswi yang tengah membantu Wookie berdiri.
"Gomawo Luna-ssi. Hei, kalau boleh aku tahu, apa yang sedang kalian kejar?"
Luna tersentak sesaat.
"Kau tak tau Ryeowook-ssi? Ku kira kau tahu. Tapi aku juga heran kenapa bukan kau yang di samping Yesung-sama sekarang," ucapnya memasang wajah kecewa.
Luna merupakan salah satu dari sekian banyak fans Yesung di sekolah ini. Dan ini membuat Wookie mengernyit heran. Kenapa Luna sampai terlihat kecewa begitu, apalagi membawa nama Yesung. Apa sesuatu tengah terjadi terhadap namjanya?
"Sebenarnya apa yang terjadi Luna-ssi? Cepat katakan!" Wookie mulai tak sabaran. Yesungnya! Kenapa Yesungnya?
"Err... Ituu... Yesung datang ke sekolah menggandeng Jessica. Dan barusan aku mendengar kabar kalau Jessica mengatakan bahwa mereka sedang berpacaran..." yeoja itu menunduk sejenak.
"Padahal aku lebih suka jika kau yang bersama Yesung-sama, Ryeowook-ssi," ujarnya sendu.
Wookie tersentak, begitu kaget akan apa yang di katakan yeoja di depannya. Kalimat pertama itu yang menjadi pikiran Wookie saat ini. Bagaimana bisa dia berkata seperti itu tentang Yesung? Bukankah Yesung sendiri yang mengatakan kalau dia tidak menyukai Jessica?
"Ryeowook-ssi?" Luna mengibaskan tangannya di depan muka Wookie.
Wookie tiba-tiba tersadar, segera ia pacu langkahnya ke koridor yang ramai dengan kerumunan siswa-siswi itu.
Apa ini salah satu alasan Yesung bersikap aneh semalam? Apa karna ini ia tak menunggu Wookie untuk berangkat sekolah bersama?
Wookie terus berlari, dia harus bisa memastikan dengan mata kepalanya sendiri.
Sementara itu...
"Tak kusangka Yesung-sama berpacaran dengan nenek sihir seperti Jessica,"
"Ia! Ah... Aku tak suka dengan yeoja sok cantik itu,"
"Walau malas mengakuinya, tapi aku lebih senang jika Yesung-ssi bersama Ryeowook-ssi,"
"Ia, kau benar! Lihat saja tampang Yesung-sama, tak ada ekspresinya. Berbeda sekali jika dia di dekat Ryewook,"
Bisik-bisik terdengar memenuhi koridor ramai itu, sesekali memandang penuh tanya kepada dua orang yang berjalan lurus di sana. Jessica tampak bergelayut manja di lengan Yesung. Sementara yang digelayuti hanya memasang tampang cuek dan terkadang meringis risih.
"Kita jadi training topik hari ini, oppa," Jessica mengembangkan senyumnya.
"Cih, sudah kubulang berapa kali! Jangan memanggilku oppa!"
"Aishh, bahkan setelah kita berpacaranpun kau masih sering membentak ku?"
"Aku bukan pacar mu,"
Yesung mendadak kaku ketika melihat sesosok gadis mungil yang tak ingin ia temui saat ini tengah berdiri di depannya.
Sejenak Jessica tersenyum remeh. Menarik Yesung mendekati Wookie.
"Selamat pagi, anak anjingku yang malang," Jessica mengusap-usapkan tangannya ke kepala Wookie.
"Singkirkan tangan kotormu itu dari kepalaku!" sahut Wookie dingin, menatap tajam kedua pasang mata di depannya.
"Oww... Dia galak sekali oppa~ aku takut~" kini Jessica kembali bergelayut di lengan Yesung, membuat suara yag menurutnya imut. Tentu tak akan berpengaruh bagi Yesung! Suara Wookie adalah yang terimut di dunia.
Wookie memandang Yesung tajam, meminta penjelasan akan apa yang terjadi, namun percuma! Yesung sama sekali tak menggubris tatapannya. Bahkan ia hanya menatap Wookie dingin, berusaha sekuat mungkin untuk menutupi rasa bersalahnya. Ia tahu, wanita mungil itu pasti tengah sakit hati. Mengingat Yesung telah melanggar janjinya.
"Yessungie, mengapa bersama anjing herder ini? Kau bahkan tidak menungguku berangkat sekolah,"
Wookie mengangkat kepalanya, memberanikan diri tersenyum menatap Yesung, walau hasil senyumnya menjadi sangat aneh dan menyakitkan. Sangat menyakitkan untuk Yesung.
Tapi apa boleh buat? Pemuda itu juga tak memiliki kekuatan apa-apa untuk saat ini. Ia tengah dibelenggu oleh kekuatan licik mematikan milik Jessica.
Yang bisa ia lakukan hanya diam sambil menatap segala sesuatunya dengan tatapan dingin. Termasuk pada objek di depannya yang terlihat semakin terluka atas sikapnya.
"Heh, kau ini tak tahu diri ya, Kim Ryeowook! Mulai sekarang Yesung itu miliku. Dan KAU! Jangan pernah sekalipun mendekatinya! Ayo pergi oppa,"
Jessica akan menarik lengan Yesung pergi kalau saja Wookie tak menghalangi langkah Yesung dengan merentangkan kedua tangannya.
"Dia b-bohong kan, Yesunggiee?" suara gadis ini mulai bergetar. Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. Yesung hanya menatapnya dingin.
"Sebaiknya kau kembali ke kelasmu, Kim Ryeowook-ssi,"
Nyuutt
Satu kalimat Yesung menghantam keras hatinya. Belum pernah Yesung memanggilnya dengan nada seformal itu. Wookie bahkan jauh lebih suka Yesung yang sering membentak dan memarahinya ketimbang Yesung yang seperti ini.
"Heh, kau degar kan dia bilang ap—"
Plak
"Hei! Kenapa kau menampar oppa?"
Semua yang ada di koridor itu diam. Menyaksikan konflik panas seperti yang trjadi dalam drama-drama di televisi. Mereka terkejut dengan tindakan Wookie yang menampar Yesung penuh amarah.
Tak terkecuali dengan Yesung. Sungguh ia tak menyangka jika gadisnya itu berani menamparnya dengan tatapan mata sehina itu. Hatinya juga sakit saat ini, jauh lebih sakit dari pipinya yang bercap merah. Tapi ia juga tidak ingin menjadi manusia naif. Hati Wookie jauh lebih sakit dari hatinya saat ini.
"Jangan pernah berkata janji jika kau sendiri tak yakin bisa menyanggupi!" ucap Wookie dingin dan tajam sesaat sebelum ia meninggalkan ruangan itu. Meninggalkan tatapan prihatin dari seluruh siswa yang ada di sana.
Jadi inikah alasan Yesung menciumnya semalam? Untuk dicampakkan seperti ini?
Yesung masih terpaku mendengar penuturan Wookie beberapa saat yang lalu. Baru kali ini Wookienya yang polosnya minta ampun bersikap layaknya tuan putri yang angkuh dengan sikap dinginnya.
Hah, dia memang sudah keterlaluan!
"Mianhe,"
.
.
Brakkk
Wookie membuka pintu atap keras, membuat seorang manusia yang tengah berkutat dengan PSP miliknya menatap ke arah nona itu.
"Noona? Kenapa kau di sin— kau menangis, noona?"
Ucapan Kyuhyun terdengar seperti tak ada gunanya ketika ia merasakan tubuh mungil Wookie menghambur kedalam pelukannya. Ia rasakan air mata noonanya itu membasahi seragamnya.
"Apa yang terjadi, noona?"
"Kyu... Aku benci dia Kyu!"
Kyuhyun yang tak tega segera mengangkat sebelah tanganya, mengusap kepala Wookie pelan. Untuk saat ini, otak evilnya tak mau bekerja dulu. Keadaan Wookie noonanya lebih penting dari apapun.
"Uljima noona," bisiknya.
"Aku benar-benar membencinya, Kyu!"
.
"Aku benci Yessungie!"
.
.
Krikkk krikkk kkrrrikkk
TBC
Maap telat lagi ^^' #dibakar
Author ga nyangka chap 4 kemaren banyak yang ripiu *nangis gaje*
Makasi banyak ya reader :** *pelukcium#pletak.
Aku minta maaf kalo alurnya kecepetan, author sengajain biar cepet tamat. Kemungkinan 1 ato 2 chapter lagi ini fic gaje bakal tamat. Mian juga kalo banyak typo ^^"
Apa ada reader yang baca fic ku yang judulnya "Never Stop Loving You"? Kalo ada, makasi buat riviewnya ya ^^ Bagi yang minta squelnya ini masih dalam tahap pengetikkan, jadi tunggu aja ya ^^
LeeSungHye04 0497 : Ini uda apdet ndut! Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
yongie13 : Betul chingu! Lestarikan YeWook! Musnahkan penjajah *loh?* Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
Eternal Clouds : Iya tuh! Si Yesung sok jual mahal! Murah aja belom tentu laku *dibakar Yesung* Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
YellowPinkBlue : Ini uda apdet chingu ^^ Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
uthyRyeosomnia : Wetzz, aku juga mau milikin YeWook :'( *melas ke uthy* Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
ryeocloud : Tepat chingu! Requestnya mungkin ada di chap depan ching, jadi tunggu terus ya #pletak Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
nam seulmi : Ini uda mulai masuk konflik kok ching ^^ * Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
Artini cloud'yeppa : Makasi chingu. Salam kenal juga^^ *pelukcium*dibakar lagi* Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
Cloudsoms114 : Makasi chingu ^^. Mian ga bisa kilat :'( Tapi ini uda apdet kok :D Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
kim ji hwa : Wa akhirnya silent reader ripiu jua :D Senang sekali dirikuuuuu *pelukcium ji-ssi*lagilagi dibakar* Ah, kalo yang diatas itu uda termasuk romancek belum? Mungkin mendetailnya di chap yang akan datang chingu, jadi tunggu aja ya #pletak Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
ddangkomom : Ia tu! Tinggal di siram aja benihnya biar kembang. Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
Little cloud : Chingu salah. Kalo HeaHyuk rekaman, kita semua yang bakal nonton #plak Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
YeMiharuginzz : Ini uda lanjut ching, Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
wookrim : Makasi ching. Waa kalo yang panas-panas belum tiba ching #pletak Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
JiYoo861015 : Iap, chingu benar! Kyu emang epil minta dikasi upil tu anak *tabok Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
Reviewer : Yesung babboo! *digatak Gomawo R&R nya chingu ^^ jangan lupa R&R lagi
Makasi banget buat para reader yang uada baca dan ripiu ya ^^ Author terharu XD
Silent reader juga makasi kalo uda baca, kalo sempet ripiu yak ^^
RRIVVIEE PLLEASEE ^^
