Cast :
-Yesung as namja
-Ryeowook as yeoja
-Anggota Suju lainnya
-Anggota SNSD
Genre : Romance/drama?
Disclaimer : Ye punya Wook, Wook punya ye, Ye dan Wook saling mempunyai. XD
Warning : Genderswitch, abal, typo, gaje dan menyesatkan. Tapi bergizi dan baik untuk pencernaan. *dilempar* rate sedikit melenceng (walau ga hot) R&R ^^ Don't like don't read!
.
"Aiishhh! Kau ini benar-benar,"
"Hei, apa maksudm—mmbh,"
Tiada kata, tiada kalimat, tiada suara yang terdengar ketika bibir manis Yesung mulai membungkam langsung bibir mungil penggoda iman para pria seperti dirinya.
.
Your Eyes
Bibir mungil itu sama sekali tak berkutik dalam genggaman bibir Yesung. Diam, tidak melawan ataupun membalas. Perasaannya tengah campur aduk saat ini. Begitu terkejut atas serangan Yesung yang terlalu mendadak. Bukankah baru saja mereka meramaikan kamar ini dengan berbagai argumen?
Wookie manatap Yesung dari balik ciuman mereka. Namja tampan itu terlihat memejamkan mata, dehinya yang berkerut menandakan ia berkonsentrasi penuh pada apa yang tengah ia lakukan terhadap Wookie.
Mencoba tenang, Wookie perlahan menutup kelopak matanya. Turut serta menikmati ciuman yang tengah diberikan Yesung ketika lidah lembut itu mulai menjilati bibirnya dari luar. Wookie meringis tertahan ketika Yesung menggigit kecil bibirnya, menembus pertahanan bibir Wookie dan menelusupkan daging lembut itu, merasakan setiap senti bagian yang memabukkan di dalam sana.
"Mmmbh~"
Entah itu setan ataupun iblis, yang pasti saat ini Wookie pun heran dengan dirinya yang seenak jidat mengeluarkan suara yang memancing lidah Yesung bergerak semakin liar disana. Tiap hisapan, lumatan dan juga jilatan yang diberikan namja itu menggerakkan naluri seorang Wookie untuk ikut ambil bagian dalam melakukan serangan balik.
Tanpa mereka sadari, sesuatu yang bernama cinta telah bergejolak dalam hati mereka saat ini. Cinta yang mendorong sebuah kenekatan, menghancurkan kegengsian, cinta yang bergejolak dan tak tahan untuk dituangkan.
"Nnh~ Naf..hasshh... Yess..hunghh!"
Kontan Yesung melepas ciumannya ketika dirasakannya Wookie memberontak. Ia tatap wajah mungil yang tengah memerah menunduk malu, bersembunyi dari tatapan hangat Yesung yang selalu bisa menggetarkan denyut jiwanya.
Yesung mengangkat dagu mungil itu. Menawan sepasang mata karamel agar tak lari dari mata elang miliknya.
"Masih berpikiran untuk pergi?"
Wookie terdiam. Bingung untuk menjawab apa setelah mendapat perlakuan tak biasa dari Yesung.
"K-kenapa kau melakukan itu?"
"Itu?"
"Iya itu! Emm.. Yang barusan,"
Yesung mengernyit heran, memasang tampang bodoh di depan wanitanya. Ia ingin sedikit bermain-main dengan Wookie.
"Itu apa? Katakan dengan jelas!"
"Arrgh! Kau tak usah berpura-pura bodoh, Yesung-ssi!"
Lagi, Yesung mengernyitkan dahinya.
"Yesung-ssi?"
"Ne! Ada yang salah?"
"Bukan! Tak ada yang salah. hanya saja itu terdengar asing bagiku,"
"Asing?"
Yesung menyeringai, niatnya untuk menggoda gadis berwajah polos di depannya semakin berputar laknat. Ia dekatkan bibirnya menuju telinga Wookie, menjilatnya sesaat sebelum membisikkan sesuatu.
"Bukankah kau biasanya memanggilku dengan panggilan manis seperti, Yesssungiieehh~"
Yesung menghembuskan nafasnya pelan ke telinga Wookie setelah dengan sukses ia menggoda gadis itu dengan mendesahkan namanya sendiri ke telinga mungilnya.
Ah.. Lihat wajah mungil Wookie! Begitu menggoda dengan semburat merah di kedua sisinya.
'Aku sudah punya Sica,'
Namun sebuah pikiran terlintas di benak Wookie, membuatnya tersentak dan teringat kembali akan tujuannya untuk angkat kaki dari rumah ini. Segera didorongnya Yesung menjauh, membebaskannya dari tawanan namja tampan itu.
"Mian, tapi tak sepantasnya kau melakukan ini, Yesung-ssi!" ujar nada tegas itu.
Wookie menatap pakaiannya yang sedikit berantakan, membenahinya sesaat sebelum ia akan beranjak dari kamar Yesung.
"Jangan pergi!"
Kalimat singkat namun berarti banyak itu dengan telak mengerem laju langkah Wookie. Ia terkejut ketika dirasakannya lengan kekar Yesung memeluknya lembut dari belakang. Kembali membuat dadanya bergemuruh tak karuan.
Ia ingin tinggal, menikmati pelukan hangat itu lebih lama. Namun mengingat Yesung dengan yeoja yang sangat ia 'sayang' tengah menjalin hubungan, ia urungkan niatnya dan kembali memberontak di dalam pelukan Yesung.
"Jangan berpura untuk berontak jika sebenarnya kau ingin tetap tinggal!"
"Lepaskan Yesung-ssi! Aku ingin pergi!"
"Kenapa yeoja semungil diri mu mempunyai otak dan pikiran yang sama sempitnya sih?"
"Jaga ucapanmu, Kim Yesung-ssi!"
Yesung menghela nafas sejenak. Mengutuki sikap gadisnya yang kini hobi berkata ketus padanya. Sedikit banyak ia juga mengerti dan menyesali sikap ketusnya dulu terhadap Wookie. Benar-benar tidak elit diketusi seperti ini.
"Hah, kau benar-benar membuat seorang sepertiku menjadi gila, Kim Ryeowook-ssi,"
"Kalau begitu biarkan aku angkat kaki dari tempat laknat ini!"
"Tak akan!"
Yesung semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang mungil itu sebelum ia melanjutkan kalimatnya.
"Justru karna kau telah merubahku menjadi gila makanya kau harus tetap tinggal dan bertanggung jawab akan kegilaan yang kau timbulkan!"
"Jangan bercanda!"
"Aku tidak bercanda,"
Yesung melembut, ia sandarkan kepalanya pada punggung mungil milik Wookie, menghembuskan nafasnya yang teratur pada pembungkus tubuh gadis itu.
"Lepaskan aku, Yesung-ssi. Seseorang telah menungguku,"
"Lalu apa yang mau kau lakukan setelah menjumpai orang itu? Alasan apa yang akan kau berikan kepada appaku?"
Degg
Satu pertanyaan, satu respon. Wookie hanya diam mematung mendengar perkataan Yesung. Bagaimana bisa namja itu mengetahui perihal mengenai appanya? Bagaimana ini? Sikap apa yang harus Wookie tunjukkan pada pemuda itu? Bagaimana jika Yesung tahu bahwa pertemuan mereka selama ini sebenarnya bukanlah sebuah ketidaksengajaaan?
"Aku sudah mendengar semuanya tadi. Semua pembicaraanmu dengan Kyuhyun,"
"K-kau menguping?"
"Salahkan Kyuhyun yang seenak jidat memasuki kamar mu!"
Wookie memandangi Yesung heran.
"Err.. Aku hanya takut ia berbuat yang macam-macam. Tidak lebih," kilahnya sambil menggaruk belakang kepalanya.
Wookie terdiam. Kini seluruh badannya terasa lemas. Pasti pemuda di depannya sudah tau alasan dari semua perbuatannya selama ini. Apa pemuda itu akan marah? Apa ia akan marah setelah mengetahui Wookie dengan sengaja telah 'merusak' hidupnya?
Yang bisa gadis itu lakukan saat ini hanya menunduk, bersiap untuk menerima segala kemungkinan terburuk. Termasuk kemungkinan Yesung membencinya.
"Mianhae..."
"Untuk?"
"Ya... untuk semuanya. Untuk pertemuan yang sebenarnya telah direncanakan. Untuk sikapku selama ini. Dan untuk kelancanganku telah mengusik hidupmu,"
"Kau itu benar-benar merepotkan! Kau itu menyusahkan, suka mengganggu ketenangan orang dan yang terakhir kau itu telah membuat ku menjadi orang yang kehilangan akal warasnya! Kau itu... Benar-benar menyebalkan!"
Tak ada lagi harapan dari wajah Wookie. Kata-kata Yesung barusan membuatnya tertunduk seperti anak anjing yang sedang dimarahi oleh majikannya. Sepertinya kata 'anak anjing' benar-benar sudah melekat dalam dirinya.
"Kim Ryeowook! Tatap mata ku!"
Kontan Wookie menengadahkan wajahnya ketika suara tegas dan mutlak untuk dipatuhi dari seorang Yesung menyebut namanya. Ketika itu juga ia mendapati wajah Yesung tepat berada di depannya, membuat hidung mereka bersentuhan, menatap langsung ke manik matanya dengan penuh rasa spesial.
"Kau! Benar-benar membuatku menjadi gila!"
Namun sekejap sorot mata tajamnya melembut.
"Saranghae~"
Bisiknya dan kembali melenyapkan jarak diantara bibir mereka. Ciuman lembut nan memabukkan sama seperti yang barusan. Hanya saja kali ini ada sepercik perasaan tulus dari tiap pagutan yang ditrima Wookie.
Ditutupnya kedua mata karamelnya, mencoba lenyapkan rasa gugup yang tengah melanda ulu hatinya ketika namja di depannya melakukan semacam pernyataan cinta untukknya. Tak ia hiraukan jantung yang berdebam tak karuan, mencoba membalas tiap pagutan dengan intens pada namja yang kini mulai melingkarkan tangannya di pinggang mungil milik gadis itu.
Tiada kata yang terucap dari sebuah ciuman panjang dengan penuh keintiman. Sebuah perasaan yang saling terbalaskan membuat keduanya hanyut dalam buncahan cinta yang dulu terpendam. Membuat jarak yang tadinya renggang, kini semakin merapat. Bahkan terlalu rapat, seperti salah satu dari mereka akan menghilang jika sedikit saja menambah jarak diantara mereka.
"Yessung-ssiiiihh~"
Yesung menghentikan aktivitasnya, barusaja ia mengecup leher Wookie. Namun ada sesuatu yang mengganjal pendengarannya dari desahan manis yang keluar dari bibir Wookie.
Seketika bibirnya mengerucut ke depan, menatap Wookie yang bingung dengan tingkahnya.
"Kenapa masih memanggilku dengan nama asing seperti itu?"
"Asing? Bukankah itu memang namamu?"
"Aiishh.. Tak bisakah kau memanggil namaku lebih manis seperti dulu?"
"Eh? Bukannya tugas itu sudah diambil alih oleh nona Jung?"
Brakkk
"Ya! Kenapa kau hobi sekali mengehempaskan tubuh orang ke dinding, hah?"
Yesung hanya menyeringai, kini otak evilnya sedang bekerja tiga kali lipat laknatnya dibanding otak Kyuhyun.
"Bukan hanya ke dinding, ke manapun tubuh mungilmu itu bisa ku hempaskan kalau kau berani menyebut nama laknat itu!"
Sejenak Yesung melirik Wookie yang kembali berada di kurungannya, kemudian beralih pada tempat tidur empuknya yang berada di sudut ruangan.
"Termasuk ke tempat tidur. Apa kau mau bersenang-senang denganku malam ini, nona manis?"
Wookie bergidik ketika dirasakannya lidah Yesung tengah menjilati dagu mungil miliknya. Terus dijilatinya memanjang ke lehernya tanpa putus.
"Yesssuunggieehhh~"
"Yes! Like that baby~"
Yesung kembali beraksi. Bibirnya sibuk menggerayangi leher putih Wookie. Benggitu harum saat ia hirup aroma vanila yang menguar dari tubuh mungilnya. Begitu lembut ketika ia gigit kecil daging di daerah cerukan itu. Begitu manis saat ia jilat dan merasakan rasa tiada tara ketika mulai menyesap dan meninggalkan sebuah tanda disana.
"A-apha yangh kau lakuk...anh Babho?"
Wookie menggelinjang ketika dirasakannya tangan kurus Yesung memulai atraksi di daerah tubuhnya yang lain.
"Kau belum membalasnya, jagi~"
Kini tangan Yesung mulai menelusup ke dalam mantel merah Wookie, sementara bibirnya telah berpindah, hinggap pada bahu mulus yang tak lagi terbungkus kain.
"B-balas ap..ah hah?"
"Jangan berpolos ria, sayang. Cepat katakan! Kau tak mau ku paksa mengatakannya kan?"
Tangan jahilnya mulai meraba daerah sakral milik gadis itu, menggodanya supaya menjadi lapar sama seperti dirinya. Benar saja! Yesung terkikik pelan ketika meraskan 'bibir' Wookie tengah mengences(?) dibawah sana. Membuat imannya makin menipis untuk berbuat hal yang memacu adrenalinnya.
"Jagi, cepat katakan~"
Lidahnya tengah bermain di belakang telinga Wookie ketika tangannya mulai bertandang ke dalam lubang buaya di bawah sana. Lubang untuk buaya ganas seperti nya!
"Yessungiiehh... Saranghh..hae.. Nnnnhhh~"
Tak mampu lagi berkata-kata. Perbuatan Yesung barusan berhasil memaksa Wookie mangeluarkan kata yang begitu sakral bagi pemuda itu.
Sejenak ia hentikan segala aktifitas laknatnya, menatapi gadis yang tengah memerah dengan nafas tersengal-sengal dengan penuh kelembutan.
"Aku tak tahu kenapa dan sejak kapan, tapi gara-gara kau aku benar-benar tengah menjadi gila sekarang! Saranghae,"
Dengan lenyapnya suara rendah itu, dengan itu pula jarak diantara mereka kembali sirna. Kembali terbuai dalam ciuman hangat yang berujung pada pertarungan panas nan sengit di dalam sana.
Dengan kedua tangan kekarnya, Yesung membawa Wookie dalam gendongannya. Menghempaskan tubuh mungil itu penuh hati-hati di kasur empuk miliknya. Menindihnya penuh cinta dan menimbunnya penuh kasih.
Malam itu, malam dimana cinta menghancurkan segala keegoisan dan kegengsian sepasang makhluk hidup. Dimana cinta menghancurkan kecanggungan yang dulu sempat tercipta. Dan juga cinta yang sudah merampas kesucian dua manusia itu dalam penyatuan dua tubuh yang kini menjadi satu.
.
.
"Yessungiieh~ lebih cepat... ohh,"
"As your command, my lady,"
"Sssshh... Ecuunghh... ahh~"
"Yess babbyy~"
Suara-suara merdu tersebut berhasil mengusik ketenangan tidur seorang Kyuhyun. Dirinya yang belum sadar sepenuhnya hanya bisa beranggapan bahwa itu adalah suara burung hantu yang tengah melahirkan seekor beruang kutub(?). Namun segera ia salahkan presepsi bodohnya ketika mendengar sesuatu yang familiar di telinganya. Suara itu... Desahan itu...
Wookie noona nya!
Ia cari-cari di sekitarnya, berharap mendapati seeorang gadis mungil tengah tertidur damai. Tapi nihil! Justru suara desahan yang mirip dengan suara noonanya yang berasal dari kamar sebelah semakin jelas terdengar.
"Good damn! Ohhhh ahhhhhh~"
Sial! Suara-suara laknat yang terdengar oleh telinganya membangunkan seorang adik di bawah sana.
"Awas kau besok hyung! Seenaknya menerkam Wookie noona disaat aku sedang lengah!"
Kembali ia memutar bola matanya kebawah sana. Dimana adiknya sudah berdiri tegak, menghormat padaanya.
"Shitt! Apa yang harus kulakukan?"
Sebuah ide laknat terlintas di otaknya ketika melihat ponselnya yang tergeletak tak berdaya. Ia raih ponsel itu dan menekan speed dial nomor 2.
Calling Minnie Bunny Sweetie Babby Bohai
"Ada apa Kyu? Kenapa menelpon malam-malam begini?"
Ucap suara disebrang sana dengan setengah sadar.
"Noona~"
"Hm?"
"Mm.. itu.."
"Itu apa Kyu?"
"Itu noona..."
"Cepat katakan! Aku ngantuk, bodoh!"
"Ayo kita lakukan seperti yang dilakukan Wookie noona dan Yesung Hyung sekarang!"
"Eh? Apa maksudmu?"
Kyuhyun bingung, agak ragu untuk melanjutkan kata-katanya pada noona tercintanya di sebrang sana.
"I-itu lo noona... Seperti Ohhh aaahhh~"
Tuutt tuutt tuuuttt
Malangnya bagi Kyuhyun, Sungmin langsung memutuskan sambungan setelah mendengar kata-kata 'bermakna' milik Kyuhyun.
Kembali ia menggerutu tak jelas sambil melihat keadaan 'adik'nya.
"Damn it! Adik maniss, ayolah tidur kembali sayang..."
Usaha yang tak kan ada artinya, Kyuhyun!
.
.
"Huh, hampir saja aku telat! Ini gara-gara kau, Yessungie babo!"
Yesung mengentikan langkahnya ketika mereka sudah berada di depan pintu kelas.
"Heh? Kenapa kau jadi menyalahkanku, nona labil?"
"Tentu saja! Coba kalau kau tadi malam tidak terus-terusan memaksa ku melakukan 'senam lantai', pasti tidak kan tergesa-gesa seperti ini, kan?"
Yesung terperangah melihat Wookie berbicara. Bisa-bisanya gadis itu berucap demikian dengan tampang polos yang tiada tara di tengah kerumunan siswa yang memandangi mereka dengan tatapan aneh seperti ini?
"Kau tahu? Gara-gara senam lantai semalam, punggungku pegal semua tau!"
"Wookie,"
"Lagian kau sih, masa ngelakuin begituan di lantai. Masih lebih baik juga ronde pertama di tempat tidur. Tapi lama-kelamaan seleramu makin ane—"
"Berhenti mengundang tatapan curiga dari semua orang yang mendengar cerita yadongmu itu, Wookie!"
Wookie berhenti berbicara saat tangan Yesung membekap mulutnya, membuatnya sadar akan tingkah kelewat 'polos' nya barusan.
"Yang patut dicurigai itu adalah tampangmu, hyung!"
Sebuah suara tak asing mengalihkan pandangan Yesung dan Wookie ke arah dua orang yang tengah berjalan mendekat ke arah mereka. Kyuhyun dan Sungmin.
"Ya! Dongsaeng kurang ajar! Kenapa tidak membangunkan Hyung mu tadi pagi, hah? Seenaknya saja pergi duluan!"
"Aishh... Hyung dan noona yang kurang ajar!"
Pletak
"Kenapa menjitakku? Bukankah Hyung dan noona melakukan 'senam' sepanjang tadi malam tanpa mempedulikan keadaan ku?"
"Jaga bicaramu, Kyunnie," Sungmin angkat bicara. Sangat tidak sopan membicarakan hal sakral itu di kerumunan orang banyak seperti ini.
"Aku kesal, Minnie! Kau tak tahu betapa tersiksanya aku dan 'adik' ku yang tak bisa tidur karna melodi indah mereka!"
"Eh? Minnie?"
Wookie mengernyit heran menatap Kyuhyun. Firasatnya mengatakan bahwa dongsaeng evilnya itu tengah memiliki sesuatu yang spesial dengan sahabat kelincinya.
"Memang cuma noona ama hyung aja yang bisa jadian? Kami juga bisa tau!"
Wookie terkikik pelan melihat tingkah Kyuhyun, sedangkan Sungmin tak henti-hentinya merona sejak tadi.
"Tapi Kyu... Kau masih tertinggal jauh dari kami!"
Perkataan Yesung barusan berhasil mengerutkan dahi Kyuhyun.
"Kau belum pernah mencicipi Sungmin seperti yang aku dan Wookie laku—"
"Siapa bilang?"
Sanggahan Kyuhyun barusan membuat semua yang ada di situ kaget. Termasuk Sungmin yang wajahnya telah berubah pucat. Ia yakin, sesuatu yang sesuatu banget akan terjadi setelah ini.
"Kami baru saja akan melakukannya! Ayo Minnie, kita cari tempat sepi!"
"Tunggu Kyu! KYUUUU!"
Teriakan Sungmin yang meronta dalam geretan Kyuhyun sama sekali tak diindahkan oleh evil megnae itu. Dengan penuh kenistaan ia geret Sungmin menuju tempat pembantaian.
"Dasar setan kecil mesum!"
"Ayolah Yessungie! Kau bahkan lebih mesum dari yang kubayangkan!"
Yesung tersenyum, mendekati gadis di depannya perlahan, memberikan kecupan lembut dan dalam. Beruntung koridor ini telah sepi, membuat perbuatan sakral mereka tidak diketahui siapapun. Siapapun, kecuali...
"Kim Yesung, apa yang kau lakukan?"
Yesung dan Wookie tersentak, melepaskan tautan bibir mereka dan memandang ke arah sumber suara.
Seketika itu juga dua pasang mata itu membulat, terkejut melihat kehadiran seseorang di depan sana.
"Appa?"
"Anyeong Yesung oppa, Kim Ryeowook-ssi,"
Baik Yesung maupun Wookie, keduanya tengah terkejut melihat kehadiran appa Yesung, terlebih dengan yeoja di samping appanya. Jessica. Mau apa lagi sih yeoja gila itu?
"Apa yang membuat appa kemari?"
Suara lembut Wookie sejenak mencairkan suasana tegang barusan. Appa Yesung tersenyum menetap Wookie. Ia memang sudah menganggap Wookie sebagai anaknya, itu sebabnya ia jodohkan anaknya dengan anak almarhum sahabat serta atasannya itu.
"Ada sesuatu yang penting yang ingin appa bicarakan pada kalian," ucap suara tegas itu.
"Masalah apa, app—"
Bughh
Tinjuan dari appa Yesung barusan membuat semua yang ada disana bungkam. Semua bingung dengan tindakan Kangin, appa Yesung. Semua, kecuali Jessica yang hanya bisa tersenyum licik, seperti kejadian barusan adalah bagian dari skenarionya.
"Itu yang ingin appa bicarakan, Yesung! Apa benar-benar kecewa padamu!"
"Ap- Sebenarnya apa masalahnya appa? Kenapa appa memukulku tiba-tiba?"
"Appa, apa yang sebenarnya terjadi? Yessungie berbuat salah pada appa?"
Sejenak Kangin tersenyum pada Wookie, sungguh ia tak bisa menunjukkan sikap keras pada yeoja mungil itu.
"Sebaiknya kita bicarakan dirumah,"
Mereka hanya menurut, mengikuti Kangin yang mulai melangkahkan kakinya. Namun langkahnya tertahan ketika melihat seekor yeoja lagi mengekor dari belakang, Jessica.
"Kau siapa nona?"
"Eh? Kenapa ahjushi lupa? Aku yang melaporkan tindakan mereka berdua kepada ahjushi!"
"Oh, lalu kenapa kau di sini?"
"Tentu saja ikut ke rumah ahjushi!"
"Oh.. begitu. Yasudah,"
Jessica terperangah sesaat sebelum ia kembali mengikuti kangin yang telah masuk kedalam mobil.
"Sudah kuduga ini pasti ulah yeoja rabies itu!"
.
.
"Jelaskan padaku, Yesung! Apa saja yang telah kau lakukan?"
Kangin berdiri di hadapan Yesung dan Wookie yang tengah duduk di sofa bagaikan terdakwa sebuah kasus penyuapan. Tak jauh dari mereka ada Leetuk, umma Yesung yang selau memancarkan senyum bak malaikat pemberi kehidupan. Sangat kontras dengan yeoja penguar aura gelap di sampingnya yang tersenyum bak malaikat pencabut bulu(?), tentu saja itu Jessica!
"Apa maksudnya ini, appa?"
"Apa saja yang tengah kau lakukan dengan Wookie?"
"Eh? Lakukan?"
"Jangan berpura-pura bodoh! Apa yang kalian lakukan setiap malam?"
Yesung mematung, walau belum setiap malam, setidaknya ia telah melakukan sesuatu banget pada gadis mungil di sebelahnya ini kan?
Sejenak ia alihkan perhatiannya pada Jessica, melemparkan pandangan menusuk pada yeoja yang tak henti-hentinya mengganggu ketenangannya. Ia mendengus kesal. Bagaimana bisa yeoja itu mengetahui setiap gerak-geriknya. Apa dia punya pengintai yang diletakkan diruang apartementnya ini?
"Kenapa diam, Yesung?"
"Appa, kami hanya melakukan senam lantai kok, kadang kami juga melakukan this and that atau in and out, appa! Jangan marahi Yessungie donk~"
Semua terdiam mendengar penuturan polos Wookie. Lagi, wanita itu dengan tak berotaknya melontarkan kata-kata konotasi yang mengundang kecurigaan tiap orang.
Yesung hanya terdiam, pasrah saat melihat ummanya mendekat kearahnya.
Plak
Satu tamparan telak mengenai pipi kanan Yesung.
"Kau! Benar-benar anak kurang ajar!"
"Umma, jangan tampar Yesungie~"
Leetuk mengalihkan pandangannya menatap Wookie lembut.
"Apa dia melakukan sesuatu yang menyakiti mu, jagi?"
Wookie menggeleng sesaat.
"Tidak umma! Awalnya memang terasa sakit, tapi lama-lama terasa nikmat. Yessungie bilang, begitulah cara sepasang kekasih membuktikan rasa cinta mereka,"
"Hei! Aku tak pernah berkata begi—"
"Araseo,"
Plakkk
Kembali sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Yesung.
"Umma kenapa ditampar lagi sih?"
"Appa kecewa pada mu Yesung!"
Yesung terdiam, tiada lagi yang buka suara selain Jessica yang tengah tersenyum menikmati tontonan gratis hasil skenarionya.
"Kau tahu? Appa dan umma selalu menunggu kabar tentang hubungan kalian berkembang sejauh apa. Tapi apa? Ini balasan mu? Sungguh kau benar-benar berengsek, Kim Yesung!"
Yesung semakin tertunduk. Belum pernah ia mendengar appanya memaki dirinya demikian.
"Kau durhaka Kim Yesung!"
"Kau biarkan appa dan umma menunggu kabar bahagia ini begitu lama? Kau benar-benar tak menggunakan otak mu!"
"Jagiii~ aku akan segera mendapat cucu!" Leetuk menghambur ke pelukan Kangin, berloncat-loncat kegirangan seperti kangguru.
Sementara tiga manusia yang tengah ternganga itu menatap orang tua di depannya tak percaya. Terlebih Yesung. Benarkah ia ditampar berkali-kali hanya untuk hal seperti ini?
"CUT! CUT! CUT!"
Teriakan Jessica berhasil mengalihkan semua perhatian padanya.
"Bukan seperti ini seharusnya! Ahjushi, seharusnya kau marah dan memisahkan Yesung dengan Ryeowook! Kenapa jadi lari sih jalan ceritanya?"
Hening
"Kau siapa, nona?"
Gubrak
"Arrghh! Aku bisa gila lama-lama! Stop! Mulai sekarang aku ga akan berurusan sama Kalian semua! Aahh! Bisa gila aku!"
Jessica berbalik menuju pintu, menjambak-jambak rambutnya frustasi. Kali ini ia benar-benar akan menyerah.
Kangin dan Leetuk memandang sepasang anak di depan mereka dengan senyum penuh kegembiraan. Akhirnya impian mereka sedari dulu tercapai sudah!
"Baikalah anak-anakku, setelah ujian akhir kalian akan langsung menikah,"
.
.
3 tahun lebih telah berlalu semenjak kejadian itu, Yesung dan Wookie tengah berada di dalam mobil ketika malam menunjukkan pukul sembilan. Namja bermata sipit itu fokus pada jalanan sepi yang tengah ia belah. Sesekali matanya melirik kaca yang berada diatas kepalanya, menatap bayangan jagoan kecilnya yang tengah terlelap. Barusaja mereka pulang dari rumah KyuMin. Pasangan yang sudah satu tahun menikah itu tadi pagi mengabari mereka bahwa keturunan Cho yang baru telah berkunjung ke dunia. Dan kabar akan datangnya baby KyuMin itu membuat anak mereka yang kini sudah berumur tiga tahun meloncat-loncat kegirangan satu harian. Ia begitu antusias.
Waktu terkadang memang berputar terlalu cepat tanpa kita sadari. Seperti Yesung dan Wookie yang kini telah mempunyai seorang anak lelaki bernama Siwon.
Jika kita lihat perjalanan cinta mereka dulu memang penuh dengan hal-hal membingungkan. Tapi semua kini jelas sudah ketika cinta itu mulai berkata dan bertindak.
Yesung tersenyum, sekelebat memori manis menghampiri pikirannya.
"Kenapa senyum-senyum seperti itu? Kau gila?"
Yesung makin tersenyum mendengar pertanyaan istrinya. Diputarnya setirnya ketika mendapati rumah mereka telah di depan mata.
"Ani. Hanya mengingat masa lampau yang begitu manis,"
Ia hentikan mobil itu tepat di garasi rumah mereka. Sejenak memandangi wanita yang tetap mungil di sampingnya.
"Kenapa kau bisa dengan konyol mengataiku sebagai jodohku? Aku tahu kalau penjodohan gila appa dan umma bukanlah satu-satunya alasan,"
Wookie balas menatap, kini ia terseyum simpul sambil menatap mata yang begitu ia kagumi.
"Bukankah aku telah mengatakannya berulang kali kepadamu?"
"Mata ku?"
Wookie mengangguk ketika Yesung melepaskan sabuk pengamannya dan membukakan pintu untuknya.
"Kenapa alasanmu selalu konyol?"
Ia tatap pemuda yang sedang menggendong anak mereka, menyusul berjalan di sampingnya yang sedang menuju istana megah mereka.
"Itu bukan alasan konyol, Yessungie! Bukankah sudah kukatakan padamu bahwa aku bisa membaca mata orang?"
Yesung kembali mengernyit. Mereka tengah berada di kamar mereka setelah sebelumnya meletakkan Siwon di kamar mungilnya.
"Lalu apa yang kau baca dari mataku, sayang?"
Ia peluk gadis itu, mengecupi tengkuknya dari belakang.
"Molla. Aku hanya merasa bahwa kita telah terikat oleh suatu benang transparan, hhnhh~"
Wookie mulai mendesah saat merasakan Yesung mulai menghisap bagian tengkuknya. Waspada 1 bagi alaram peringatan Wookie.
"Lalu apa kini benang itu telah berubah warna menjadi merah?"
Namja tampan itu menggigit kecil bagian lehernya.
"Ah~ ani! Ben-hang itu kini menjadi pu-puthihh,"
"Putih?" heran Yesung, sesaat ia hentikan ciumannya pada tengkuk gadis mungil itu, beralih menatapnya.
"Karna putih itu suci Yessunggie! Polos dan tulus tanpa maksud apapun!"
Senyum mengembang di bibir Yesung. Istrinya ini benar-benar bisa membuat segala sesuatunya terasa menyenangkan untuk di dengar.
Bicara tentang sesuatu yang terasa menyenangkan untuk di dengar, desahan erotis gadis itu adalah sesuatu yang paling menyenagkan buat Yesung. Sungguh hal yang kini telah membuatnya berfantasi akan 'ini' dan 'itu', 'keluar' dan 'masuk', 'oh dan 'ah'. Sungguh seringaiannya tak dapat ia sembunyukan lagi saat ini. Membuat istrinya memandangnya was-was. Dari waspada 1 langsung loncat ke siaga 2!
"Jagi~"
"Hn?,"
"Kurasa Woonie sangat menyukai adik bayi. Kau lihat bagaimana antusiasnya ia menyambut Kibum tadi?"
"Lalu?"
"Bagaimana kalau kita buatkan satu untuknya malam ini?"
Pletakk
"Appo,"
"Berhenti bermimpi, Yesung-ssi!"
"Aishh, kau ini! Ayolah Ryeowook-ah,"
"Ani, aku lelah!"
"Kalau bagitu biar aku 'pijetin' sini!"
"Andwae! ANDWAE YESSUNGGG—HHH"
Blam
Terlambat! Pintu kamar itu kini telah terkunci rapat. Pasti jarak mereka kini tengah merapat. Malangnya, anak nakal yang belum cukup umur seperti kita tidak diijinkan untuk mendekat sekedar melihat. Kalu begitu kita tunggu saja beberapa saat! Sebentar lagi pasti akan terdengar desahan dan deru nafas yang berat!
"Yesssunggiieehhhh~"
Benar kan apa yang aku bilang? Semoga saja Wookie bisa selamat(?)
.
.
Krrikkkk kriikkk kriiiikkk
End? END!
Anyeonggg! Mian endingnya gaje ^^''
Dan makasi banget ama chingudeul yang uda ngebaca dan ngeripiu ini fic gaje sampe akhir hayatnya. Jeongmal gomawoo! *deep bow Mian apdet lama dan banyak typo.
yongie13 : Hia! Saya masi sebel ama Sica yang pasangan ama Yesung di SBS blablabla kalo ga salah Desember kmarin :'( *gapenting! Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
kim ji hwa : Ah mian, karna kepolosan (?) author fic ini ga jadi naek rating #pletak Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
rizkyeonhae : Alurnya emang dsengaja dicepetin ching, ini kan uda last chap. Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
yeyeaddict : Ini uda apdet ching. Ga bakal ada TBC2 lagi kok *orang uda tamat, author bego! Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
nam seulmi : Mian ching, KyuMin nya Cuma segitu, tapi ini last chap, jadi Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
LeeSungHye040497 : Ini uda lanjut ching! Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
YeMiharuginzz : Keren pala mu! #pletak mengenai squel akan dipikirkan nanti-nantih ya ching :p Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
wookrim : Jessica uda sadar kok ching, uda tobat dia! Ini uda apdet, Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
YellowPinkBlue : Hehe, ini uda author fullin si YeWook XD Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
Cloudsomnia akut : *ngelirik penname* Kita memang Cloudsomnia akut ching! *peluk chingu*ditendang* Mian ya ching, gara-gara kehilafan(?) author, fic ini ga jadi naik rate *halah. Tapi uda apdet kok, walopun lama ==". Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
uthyRyeosomnia : Saya juga mau mandi bareng Sungmin oppa :3 *mewek ke uthy#pletak. ini uda apdet, Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
Little cloud : Ini uda author banyakin ching XD Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
ryeocloud : Ini uda author apdet, mian lama ^^". Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
Lys sparkyu : Ini uda author banyakin ching, uda tamat malah. Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
Enno KimLee : Ini uda apdet ching, si Yesung uda tau tuh alasannya XD. Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
Kang Ji Ae : Gomawo chingu, ini uda apdet. Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
farkhaa : Gomawo ching, ini uda author lanjutin. Mian KyuMinnya ga bisa banyak ^^" Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
nessayukienessa : *ikutan nendang sica*dibakar sama fansnya. Ini uda author banyakin YeWooknya ching XD. Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
Kim Ryeo Sung : Gomawo ching ^^ ini adegan sakralnya uda author lanjutin, Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
Eternal Clouds : Ini uda author lanjutin ching. Uda tamat malah, , Gomawo R&R nya selama ini chingu ^^ Saranghae 3
Author bener-bener bertrimakasih ama readerdeul semua yang uda mau baca plus nunggu fic ini ampe tamat. Terlebih buat yang uda ngasi dukungan ama author. Buat silent reader *kalo ada* juga author ucapin makasi uda baca, kalo sempet ripiu dong XD.
Oia, readerdeul yang punya fic juga bilang-bilang ama author donk! Author juga pengen baca dan ripiu ficnya para chingu ^^ Kita kan harus saling menghargai *halah* maka dari itu, *mulai promo* follow twit author KitReygee donk, mention trus ntar ku folback. Ato add aja fb author
Siapa tau kita bisa saling share bareng XD
Gomawo chingudeul ^^ Sampai jumpa di fic author lainnya~ *entah kapan#plak
RRIIVVIIEEEEWW nya JANGAN LUPA YAAAAA! XD
