Sebelumnya tentu saja saya meminta maaf bila ada typo, kesalahan ejaan atau informasi.

Selamat membaca ^^

Author:Gapyu

Disclaimer: Naruto itu punyanya Masashi Kishimoto-san

"Aku sangat suka ramen!" kata Naruto

'Tapi, lebih enak lagi kalau di traktir' pikir Naruto

"Ramen bikin orang jadi bodoh" kata kyuubi

''Kecuali naru, karena memang dia sudah bodoh" pikir kyuubi

*tok tok tok* "Naru? Kau didalam?" Tanya suara dari balik pintu apartemen Naru

Naru yang tadinya masih berbaring di ranjang, lantas langsung tersentak kaget dan bangun dari bunga tidurnya yang indah. Suara yang sangat dirindukannya, suara khas dari guru yang paling Naru sayangi terdengar memanggilnya.

Tiba-tiba saja Naru tersentak dan ingat bahwa dia tela kembali ke masa lalu berkat bantuan kyuubi, akan tetapi Naru belum tahu pasti dimana ia sekarang. Ia berjalan mendekati kalender yang tergantung di samping tempat tidurnya.

"astaga! Aku kembali pada hari ujian genin ketigaku!"

*Tok tok*

"tunggu sebentar!"

Naru langsung berlari menuju pintu dan membukanya. Tidak menyadari kalau dia masih berpenampilan usia 22 tahunnya.

"nak, ubah dulu penampilanmu ke usia 12 tahun!" teriak kyuubi

"oh iya, aku hampir lupa Kyuubi! Tapi bagaimana caranya?"

"pakai henge saja dulu nak. Setelah semua ini beres, baru kau buat segel yang membuat penampilanmu permanen agar tidak ada yang curiga"

"ide bagus Kyuubi, terima kasih!" jawab naru dengan ceria.

Naru lantas melakukan henge ke tubuh 12 tahunnya. Tak mau membuat guru kesayangannya menunggu, Naru lantas berlari dan membuka pintu apartemennya.

"Iruka-senseii!" teriak Naru.

Naru langsung memeluk Iruka dengan eratnya. Sudah 6 tahun lamanya Naru tidak bertemu dengan Iruka karena ia dikabarkan meninggal dalam misinya ke otogakure setelah penyerangan Pein. Ketika mendegar berita tersebut, tentu saja Naru kaget dan sedih. setelah melewati 3 bulan masa-masa susahnya, akhirnya ia dapat melepaskan diri dari masa lalu dan mulai meng-ikhlaskan kepergian guru tersayangnya.

Iruka yang kaget dan binggung akan mengapa Naru memeluknya seperti ini , hanya bisa berdiam diri dan membeku. Tak lama, iruka mengasumsikan bahwa Naru mendapatkan mimpi buruk dan memaklumi kelakuan Naru ini. Ia pun kemudian berlutut sehingga berada di level yang sama dengan Naru. Setelah beberapa saat, iruka melepaskan diri dari pelukan Naru

"Naru, kau kenapa? Mimpi buruk kah?" Tanya iruka-sensei dengan nada peduli

Naru lantas tak dapat menahan air matanya. Ia pun menangis dengan kerasnya. Iruka yang binggung, hanya dapat memeluk Naru dan secara perlahan mengelus-ngelus punggungnya.

Tak lama kemudian, tangisan Naru pun mulai berhenti. Naru yang lelah karena mengangis, . secara tidak sengaja tertidur di pelukan Iruka.

Iruka yang melihat tingkah laku murid kesayangannya ini, hanya bisa tersenyum lebar dan geli sendiri. Ia laantas mengendong Naru masuk kedalam apartemennya, mengunci pintu dan membaringkan gadis kecilnya di sofa ruang tamu. Diselimutinya naru dengan selimut yang berwarna orange dan di kecuplah keningnya

"istirahatlah, Naru-chan."

Beberapa saat kemudian, akhirnya Naru bangun kembali dari tidurnya. Di sebelahnya, duduk Iruka-sensei yang tengah memandang jauh keluar jendela.

"ah, Naru! Kau sudah bangun rupanya?" Iruka lalu mengalihkan pandangannya yang jauh kepada Naru yang nampak baru bangun dari tidur yang sangat panjang.

"ergh, Iruka-sensei? Maaf aku ketiduran sensei, ada yang aku lewatkan?" Tanya Naru kepada Iruka seraya mengucek-ngucek matanya. "Oh iya sensei, kenapa sensei datang kesini? Ada masalahkah?"

"ara ara, tidak kok Naru. Sebenarnya tadi aku hanya ingin menjengukmu, aku khawatir karena kamu tidak ada di kelas pagi ini. Padahal hari ini merupakan hari yang kau tunggu-tunggu, ujian genin" kata Iruka dengan raut wajah khawatir.

"mmmm anoo Iruka-sensei, maaf aku sepertinya ketiduran pagi ini." bohong naru dengan muka sedih "ini artinya, aku gagal menjadi genin lagi ya sensei?" Tanya naru

"tidak usah khawatir Naru, kau tetapi bisa mengambil ujian genin kok" jawab Iruka sambil mengelus-ngelus rambut Naru

"benarkah Iruka senseii? Arigatouuu senseii!"

"tidak masalah naru. Teman-temanmu sudah selesai dengan ujian mereka, jadinya aku bebas setelah jam makan siang ini. Aku akan bicara ke guru-guru yang lain agar kau bisa mengambil test genin,oke?"

Naru mengagukan kepalanya sebagai jawaban. Setelah itu naru dan iruka pergi bersama ke akademi.

Setting, akademi konohagakure no sato

Sesampainya di akademi, iruka lantas menjelaskan prosedur apa saja kah yang harus Naru lakukan. Iruka menjabarkan kalau ujian genin kali ini meliputi 3 aspek yakni ujian praktek, ujian tertulis dan ujian pada standart jutsu yang telah diajarkan di akademi yang meliputi henge, kawarimi dan bunshin.

Ujian pertama,praktek.

Naru, iruka dan para guru penguji lainnya lantas keluar dari ruang kelas menuju halaman belakang akademi. Disana terlihat beberapa papan target yang biasanya digunakan pada saat latihan berjajar satu dengan yang lain.

"naru, pertama kami akan mengujimu dalam bidang taijutsu. Yang akan mengujimu adalah hatoru-sensei. Ketentuannya adalah kau harus beradu taijutsu salama 5 menit dan minimal kau harus mampu untuk mendaratkan 2 pukulan/tendangan, mengerti?"

"hai sensei!"

Naru dan Hotaru-sensei bersiap-siap. Mereka berdiri saling berhadapan satu dengan yang lain. Irukapun mulai menghitung mundur

"3,2,1, mulai!"

Narupun langsung melakukan kuda-kuda dari taijutsu aliran katak yang dahulu ia pelajari dari Jiraiya. Aliran katak ini merupakan salah satu aliran taijutsu yang lebih mengandalkan kecepatan dan kekuatan dalam menyerang. Tak lupa akurasi serangan yang sempurna dan pengalaman naru dalam bertarung bertahun-tahun menjadikan aliran ini sebagai senjata yang sangat efektif dan mematikan.

Pertarungan berakhir dalam kurun waktu 2 menit. Naru sudah dapat mengunci hatoru-sensei dari belakang. Terlihat beberapa luka memar juga di tubuh hotaru sensei. Guru-guru lainnya yang menyaksikan pertarungan Naru, tentu saja kaget dengan hasilnya. Naru akhirnya mendapatkan nilai sempurna.

"ergh baiklah naru, sekarang kita masukke ujian kedua. Aku akan memberimu 5 buah kunai dan shuriken. Terdapat 10 buah papan target, 1 poin untuk dapat mengenai target dan 2 poin untuk dapat mengenai target tapat di tengahnya. Kami bisa memberikan 1 kali untuk kmu mencoba atau latihan melempar-"

Belum selesai iruka menjelaskan mekanisme dari ujian melempar kali ini, terdengar suara shuriken yang terlempar. Ternyata Naru sudah melempar 5 buah shurikennya, ia masih memiliki 5 buah kunai lagi ditangannya. Shuriken yang di lempar oleh Naru menancap tepat di bagian tengah papan target.

Saat Naru akan melempar 5 buah kunai miliknya, salah satu dari guru-guru yang menyaksikan Naru ingin berbuat jahat kepada Naru, mengharapkan agar Naru gagal dalam ujian kali ini . Hoshinaga Kaouru, salah satu chunin sukarelawan yang telah membantu mengajar di akademi selama kurang lebih 8 bulan lamanya. Ia merupakan salah satu korban dari kehancuran yang di sebabkan oleh Kyuubi no Kitsune. Kedua orangtuanya meninggal dalam peristiwa itu, membela konoha bersama dengan yondaime-sama melawan Kyuubi. Semenjak kejadian tersebut ia tak pernah menyukai Naru, dan ia memanfaatkan situasi ini untuk membuat naru gagal menjadi genin.

Kaouru menggantikan salah satu papan sasaran latihan menggunakan genjutsu tingkat menengah hanya dalam hitungan detik pada saat tidak ada yang melihatnya. Pada saat Naru mulai melempar kunainya, senyum kejam dan mulai tertanam diwajahnya.

Semua orang yang hadir disana (termasuk Naru) terkejut dengan hilangnya salah satu dari papan target, alhasil kunai terakhir yang dilempar oleh narupun terbang tanpa arah tujuan. Secara tak terduga, seorang anak perempuan melintas di halaman belakang akademi dan malang nasibnya, kunai yang dilempar oleh Naru itupun melayang tepat kearahanya.

"KYAAAAAAAAA!" teriak sigadis berambut pirang yang diikat satu keatas.

Kejadian yang terjadi hanya dalam hitungan detik ini, seakan terasa melambat. Semua guru-guru kaget bukan main, tak ada satu orangpun yang sempat bergerak dari tempatnya untuk menyelamatkan gadis malang itu.

Naru Pov

Kejadian itu seperti melambat di benakku. aku tak tahu apa yang sebenarnya terjadi, hanya saja aku dapat mendeteksi bahaya dan tanpa kusadari kubiarkan insting/naluri/reflex ku untuk mengambil alih tubuhku.

End of Naru Pov

Normal Pov

Tanpa sadar, Naru langsung berlari dengan kecepatan yang sangat luar biasa berusaha untuk menghentikan laju kunai yang dilemparnya sebelum benda tajam tersebut dapat melukai sang gadis. Adrenalin berpacu dengan kencang, darah naik kekepala, tubuh Naru mengegang.

Setengah detik kemudian, dapat terlihat Naru yang berdiri tepat di depan tubuh gadis tersebut dengan tangannya yang sedang menggenggam kunai tepat di depan wajah sigadis.

"kau tidak apa-apa?" Tanya Naru perlahan kepada gadis itu.

"a-a-….."

Tidak bisa menjawab pertanyaan dari Naru, gadis itupun pingsan dan akhirnya dibawa oleh salah satu guru penguji ke klinik agar ia dapat beristirahat.

Dalam kejadian yang sangat tidak terduga ini, tidak ada korban dan gadis itupun 100% persen selamat dan tidak terluka akan tetapi dapat terlihat beberapa tetes darah menetesi rumput halaman belakang akademi. Kalau bukan digadis tersebut, lalu siapa?

"Naruu!" teriak Iruka-sensei dengan nada yang khawatir.

Walaupun gerak reflex naru sudah mengambil alih, tampaknya gerak tubuh muda Naru masih belum dapat beradaptasi dengan pikirannya sehingga naru sampai lebih lambat dari yang seharusnya. Naru tidak sempat memegang kunai tersebut pada batangnya, ia mengenggam kunai tersebut pada sisinya yang tajam. Darah terus mengalir dari telapak tangan Naru, ia bahkan tidak menyadari hal ini sebelum Iruka sensei berteriak padanya.

'padahal biasanya Kyuubi sudah menyembuhkan lukaku..'

Nampaknya chakra Kyuubi belum dapat bereaksi dengan baik. Luka pada telapak tangan Naru, tak kunjung menutup seperti biasanya. Melihat hal ini, Irukapun langsung menyeret Naru ke klinik untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Para sensei yang sempat terlupakan, tak bergerak dari tempat mereka. Mereka terpana menyaksikan pertunjukan yang di bintangi oleh Uzumaki Naruto beberapa menit yang lalu. Mereka masih belum dapat mengambil rahangnya yang telah jatuh hingga ketanah.

Rasa kaget mereka seperti mendominasi pikiran mereka, membuat mereka tidak waspada dan menurunkan tingat pertahanan diri mereka. Mereka bahkan tidak menyadari akan kehadiran sosok pemuda berjubah hitam dengan bermotifkan awan merah, bersembunyi dibalik bayangan.

Ujian kedua, ujian tertulis.

Pada tahap ujian yang kedua, Naru diminta oleh Iruka dan guru penguji lainnya untuk memasuki salah satu ruang kelas kosong. Ruangan kelas 3-1, bekas ruang kelas Naru yang dahulu ia gunakan. Tentu saja duduk disalah satu bangku siswa, membawa kenangan tersendiri bagi Naru. Nostalgia.

Tidak lama setelah Naru duduk dan mempersiapkan dirinya untuk tes tertulis, seorang guru pengujipun menghampirinya dan memberikan selembar kertas berisikan 10 pertanyaan. Pertanyaan yang diberikan merupakan pertanyaan dasar, dan tentu saja soal-soal tersebut dapat dibilang mudah oleh Naru jika dilihat dari pengalamannya dalam dunia shinobi atau kunoichi.

'ini mah nenek-nenek buta dan tuli saja bisa mengerjakan ini dan mendapatkan 100 poin..' kata Naru dengan setetes keringat terlihat disamping wajahnya.

Ada berapa negara di kontinen ini? Sebutkan!

Naru yang merasa jawabannya sangat familiar, mulai mengerakan pensilnya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Terdapat 10 negara besar yang berdiri teguh di kontinen ini. Negara api (hi no kuni), negara air (mizu no kuni), negara tanah (tsuchi no kuni), negara suara (oto no kuni), negara petir (kaminari no kuni), negara angin (kaze no kuni), negara ombak (nami no kuni), negara salju (yuki no kuni), negara besi (tetsu no kuni) dan negara langit (sora no kuni).

45 menit telah berlalu, Naru telah selesai menjawab pertanyaan-pertanyaan dan dapat terlihat selembar kertas yang tadinya kosong, sekarang penuh dengan tulisan yang… liar?

Setelah hasil ujian Naru diperiksa, lagi-lagi Naru mendapatkan nilai sempurna.

'kalau nilai sempurna untuk ujian praktek, itu masih terbilang masuk akal. Tapi kalau seorang Uzumaki Naruto mendapatkan nilai sempurna dalam ujian tertulis?'

Semua pengawas ujian (termasuk Iruka), memandang Naru dengan pandangan tidak percaya. Kesepakatan dan keputusan sepertinya telah ditetapkan diantara mereka, yakni untuk pergi ke rumah sakit secara masal untuk cek katarak mata masing-masing.

"ini sesuatu banget….."

Ujian ketiga, jurus dasar.

Akhirnya Naru sampai pada tahap ujian yang ketiga. Pada tahap ini, Naru diharuskan untuk dapat mempraktekkan 3 jurus dasar yang telah diajarkan pada saat masa-masa akademinya yakni henge, kawarimi dan bushin.

Naru mempraktekkan henge no jutsu dan kawarimi no jutsu, dengan sempurna dan tanpa menggunakan segel tangan. Ia hanya perlu menyentakan jarinya untuk berpindah dari depan ruang kelas ke bagian belakang kelas dan lalu mengubah wujudnya menjadi seperti Iruka. Sekarang dapat terlihat sesosok Iruka yang sedang duduk di bagian belakang kelas.

'sempurna! Tanpa segel tangan!'

"errr baiklah Naru, sekarang kau tinggal mempraktekan bushin no jutsu kepada kami dan kau boleh mengambil hitai-atemu di ruangan sebelah" kata Iruka.

Narupun bersiap-siap mempraktekan bushin no jutsu, akan tetapi sesaat sebelum ia melakukannya ia teringat akan apa yang terjadi dimasa lalunya. Ia teringat bahwa Mizuki memiliki niat jahat untuk mencuri gulungan terlarang yang berada di ruangan Hokage. Narupun akhirnya dengan sengaja menggagalkan bushin no jutsu.

"k-kau GAGAL!" teriak Iruka kepada Naru dengan expresi wajah yang telah tercampur dengan berbagai macam emosi jiwa. Tidak percaya, sedih dan terluka.

Narupun memulai sandiwaranya, memasang topeng yang tak terlihat itu. dengan raut wajah yang sedih, kepala ditundukan kebawah, mata yang berair, Naru meninggalkan ruangan tanpa mengatakan apa-apa. Tepat sebelum ia meninggalkan ruangan, ia menyadari tatapan dari Mizuki (yang penuh dengan makna) tertuju kepadanya.

Naru meneruskan langkahnya menuju ayunan yang berada di halaman depan akademi, menunggu guru tersayangnya.

'oh Mizuki-senseii~~…..' pikirnnya didalam kepalanya dengan nada bernyanyi.

Tak selang berapa lama, seperti apa yang diharapkan oleh Naru, Mizukipun menghampiri Naru dan mereka duduk bersebelahan. Sama seperti apa yang terjadi sebelumnya, Mizuki berbohong kepada Naru dengan memberitahukan cara agar ia dapat lulus ujian geninnya, yaitu dengan mencuri gulungan terlarang yang ada di ruangan hokage.

Tentu saja Narupun mulai berakting seperti apa yang tertulis seperti naskah yang telah ia buat, berpura-pura antusias dan langsung berlari meninggalkan Mizuki menuju menara Hokage.

Dibelakangnya, Mizuki tersenyum licik kepada punggung Naru karena menganggap kalau rencana hebatnya telah berhasil dan berjalan dengan sukses. Bahkan ia dapat memusnakan iblis kecil desa Konoha dan menyelesaikan misi rahasianya sekaligus.

'sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui'

Dan betapa malangnya Mizuki, ia tak tahu kalau sebenarnya Naru tengah sibuk mendiskusikan rencananya dengan Kyuubi didalam kepalanya.

'pemenang penghargaan sebagai aktor terbaik kategori ninja 2012, di menangkan oleeeeeehhh~ Namikaze Uzumaki Narutoo!' terdegar banyak sekali tepuk tangan dan siulan di belakang…panggung?

It's show time….

Akhirnya chapter kedua ini selesai jugaaa~~… dan sama seperti yang dahulu, kalau ada kritik/saran atau pesan bisa dikirimkan lewat review atau lewat PM..

And please REVIEW..

arigatou minna-san, ja ne!