Makasih banyak yah, buat kalian yang udah baca dan review. Dan yang udah baca doang. Dan yang udah review doang. Dan yang udah ngelirik doang –kicked-. Dukungan kalian sangat mengharukan (?) bagi Yuki dan membuat Yuki semakin semangat buat ngelanjutin! IYEY! –loncat riang setinggi 10 meter-.

Seperti chapter lalu, jawaban atas berbagai pertanyaan yang lebih sulit dari soal TOEFL yang dialami Author satu bulan lalu, akan terjawab dengan sendirinya saat kalian baca fic ini. Dan thanks to ada di bawah –semua nengok ke atap- ==" bawah…bukan atas.

Whatever, yang penting, sekarang selamat membaca ya, kawan-kawan XD –kliam sepihak-.


-oOo-

"Hey! Lihat ini apa yang gue dapet!" teriak Ino sambil menyeret-nyeret karung berisi kado dengan kedua tangannya.

"Apaan sih?" tanya Sakura. "Paling-paling juga kado dari cowok yang ditaksirnya."

"Atau cowok yang naksir dia?" sambung Tenten.

Hinata hanya diam sambil memerhatikan Ino yang mendekat kearah mereka.

"Nih! Gue dapat kado Natal dari presiden SBY di White House!" kata Ino bangga.

"Hah?" ketiga temannya yang lain cengok.

"Salah kirim kali tuh orang!" kata Sakura.

"Enak ajah!" balas Ino. "Tadi di depan pagar sana, ada seorang wanita…um…ya anggap aja dia wanita, dan ngasih gue kado ini!"

"Wa…waria…mak…maksud Ino-chan?" tanya Hinata tepat sasaran.

"Bodo amat! Yang penting gue dapet kado!" kata Ino.

Ino pun mengeluarkan semua kado dari dalam karung.

"Banyak amet! Itu semua buat elo?" tanya Sakura mupeng. "Bagi satu napa?"

"Iye, iye! Buat kalian juga," kata Ino sambil memberikan masing-masing dua kardus kepada temannya yang lain.

"Hey! Aku dapat syal? Tapi butut," kata Sakura sambil mengambil syal dari kado pertamanya. "Pasti ini bukan dari presiden! Gak mungkin presiden beli barang di pasar loak!"

"A…ak..aku dapet ini," Hinata mengeluarkan karet gelang dari kado pertamanya. "Buat apa yah?"

"Aku dapet foto seorang cewek! Cuman foto doang. Hadiahnya gak ada," kata Tenten sambil memperlihatkan foto seseorang berambut kuning, dikuncir satu, mata kirinya tertutup oleh poni, dan tangan orang itu mempunyai sebuah mulut.

"Eh…aku juga dapet foto orang itu loh!" kata Sakura.

"A…aku juga," sambung Hinata.

"Ahaha…cewek yang bakal jadi jodohmu kali," kata Ino sambil membuka kardus pertamanya. "Hah? Aku cuman dapet surat!" ia membuka kado kedua. "Dan surat?"

"Surat?" Sakura memegang kertas folio yang ia keluarkan dari kadonya yang kedua.

"lonceng?" Hinata mendapatkan lonceng pada kadonya yang kedua.

"Surat?" Tenten mengeluarkan sepucuk surat dari dalam kado keduanya.

"Barbie?" Hinata mengeluarkan sebuah boneka Barbie. Barbie yang berambut pirang sepinggang, mata indah menawan, gaun yang elegan, dan senyum yang menarik. Juga Barbie itu bawa pisau yang ujungnya berwarna merah di tangan kirinya, taring di kedua mulutnya, dan tangan kanannya membawa boneka voodo.

"Lebih mirip ama Jenglot daripada Barbie," kata Tenten.

"Kenapa gue cuman dapet surat doang?" tangis Ino kesal. "Padahal gue yang dikasih! Gue yang keluar pas dingin-dingin! Kenapa cuman surat?!"

"Kita baca ajah dulu," usul Sakura. "Siapa tahu kita di undang ke pesta,"

Merry Christmas, wahai para waria!

"Hah? Pasti ini salah kirim!" kata Ino.

Di hari yang damai dan bersalju ini, kami, para peri Natal, memberimu hadiah untuk menyambung hidupmu.

Selembar foto si peri, dan sepucuk surat ini.

"Selembar? Foto nya mah berlembar-lembar! Dasar peri narsis!" kata Sakura.

"Tuh kan? Pasti presiden gak bakal ngirim kado ke kita! Tahu kita aja enggak! Pasti ini didapet dari orang iseng yang ngaku-ngaku dari presiden!" komentar Tenten.

Dengan surat ini pula, kami mengundang kamu untuk hadir dalam pesta Natal bersama kami. Pesta Natal yang mewah dan termeriah yang mungkin akan menjadi pesta Natal yang terlarang untuk didatangi sampah masyarakat seperti kalian.

"Bentar deh…nih orang kelewatan banget ya, ngatainnya!" kata Sakura sambil bersumpah akan meng-shannaro pengirim atau penulis surat ini.

Kau bisa datang ke gua di dekat kutub, 100 km dari sini (kira-kira segitu). Jangan khawatir soal transportasi. Kau bisa datang sendiri dengan sayapmu dan pulang sendiri dengan siripmu (??).

"Ini pasti orang gila nih! Gue yakin!" kata Ino.

"Sudahlah…Ino-chan," ujar Hinata kalem.

"Dia pikir kita pinguin apa, terbang pake sayap dan sirip?"

"Ta..tapi pinguin kan gak bis…bisa terbang Ino-chan," lanjut Hinata.

"Pokoknya ngawur!" kata Ino. "Seenaknya ngatain kita waria! Salah kirim nih pastinya!"

"Lagian ngapain kita dikasih foto nih orang?" tanya Sakura sambil memerhatikan foto Deidara.

"Ka…karet gelang ini juga buat ap..apa?" tanya Hinata.

Nb: karet gelang itu ya buat dibikin gelang di tangan, bodoh, un!


-oOo-

Gaara membuka jendela kamarnya dengan malas. Udara memang sangat panas, padahal kata Naruto, di Konoha sana sedang musim salju. Disana Naruto beku, disini Gaara terbakar.

Gaara kembali termenung. Kira-kira apa yang di dengarnya semalam ya? Suara Hohoho khas orang tua dan sesuatu yang gemerincing! Tak mungkin ada penjual sate disini! Karena warga Suna terkenal akan sifatnya yang vegetarian (?).

"Santa?" Gaara menggumamkan nama itu. Ia teringat akan seorang kakek bertopi merah putih dan sering bepergian dengan rusa terbang, kakek yang sering dilihatnya di film-film dan video-video milik Kankurou. Dan kakek itu suka banget ketawa Hohoho. Entah apa artinya Hohoho itu. Dan kenapa harus Hohoho? Kenapa gak Wakakak ajah?

Dan kemarin malam, Gaara sulit sekali tidur. Listrik Suna mati akibat Konoha yang terkena badai salju. Padahal apa hubungannya? Entahlah…Gaara juga tak tahu. Mungkin Suna listriknya nebeng Konoha? Atau listrik Suna cuman nyolong listrik dari Konoha? Bodoh amat. Gaara tak peduli. Yang jelas malam itu ia sangat tegang. Ia takut akan mitos bahwa di malam Natal akan ada zombie yang berkeliling membagikan hadiah Natal. Begitu kata Kankurou dulu. Dan setiap malam Natal setiap tahun, Gaara selalu sulit tidur dan omongan Kankurou selalu membayang di benaknya.

Dan suara Hohoho yang tiba-tiba itu mengangetkan Gaara, hingga sang kazekage terjatuh dari tempat tidur dan mengumpat. Bunyi gemerincing juga! Padahal saat keesokannya Gaara bertanya pada Temari dan Kankurou, apakah mereka mendengar apa yang Gaara dengar, kedua kakaknya itu hanya menggeleng dan tertawa geli.

"Mungkin itu zombie yang ngefans ama kamu," kata Kankurou.

Dan lamunan Gaara buyar saat ia melihat sesuatu tergeletak di bawah jendela kamarnya. Gaara segera memungut benda itu dan membawanya ke ranjang.

"Huh? Kado?" batin Gaara sambil menerka-nerka benda apa ini. "Jangan-jangan bener lagi, kalo kemarin Santa kemari? Tapi katanya Santa hanya akan memberi kado untuk anak baik. Aku kan udah ngebunuh ratusan orang?"

Maklum Gaara, Santanya sendiri juga seorang pembunuh! Keluarganya sendiri lagi yang dibunuh! -.-'

Gaara membuka kardus pertama. Surat. Gaara lalu membuka kardus kedua. Foto seorang kakek-kakek yang memegang rambut kemilaunya dan satu buah tusuk gigi.

"Hm…pemberian orang, gak baek buat dibuang," hibur Gaara pada dirinya sendiri saat ia berniat untuk membakar hadiah, foto dan surat itu. "Lagian kakek ini siapa? Gak mungkin kan dia Santa? Perasaan, Santa meskipun tua, dia gak punya keriput sama sekali deh."

Merry Christmas, wahai orang yang ngatain keriput gue!

Gaara tak merespon pada kalimat itu. Ia sudah lupa apa yang baru saja dikatakannya.

Di hari yang damai dan bersalju ini, kami, para peri Natal, memberimu hadiah untuk menyambung hidupmu.

Selembar foto si peri, dan sepucuk surat ini.

Dengan surat ini pula, kami mengundang kamu untuk hadir dalam pesta Natal bersama kami. Pesta Natal yang mewah dan termeriah yang mungkin akan menjadi pesta Natal yang pantas untuk kau hadiri, Jinchuriki idola kami.

Kau bisa datang ke gua di dekat kutub, 100 km dari sini (kira-kira segitu). Jangan khawatir soal transportasi. Kau bisa datang sendiri dengan pasirmu dan dan jangan harap kau bisa pulang dengan selamat.

Yang tadi Cuma becanda kok. kami tak berniat menjadikanmu tumbal ^^

"Hm…seperti Akatsuki ajah," Gaara tersenyum kecil.

Nb: Kami memang Akatsuki loh…

"Oh No!"


-oOo-

"Saya menemukan ini di samping mayat Higuchi," kata Suster Linda pada Dokter Beyond. Suster Linda memegang dua buah kardus yang dibungkus kertas kado gambar lolipop.

"Hm…Santa rupanya nyasar ke kamar mayat kemarin, ya?" respon Beyond yang membuat Suster Linda pengen banget nyakar nih dokter. Malah becanda lagi!

"Lagian kenapa rumah sakit jiwa kayak gini ada kamar mayat yah?" pikir Suster Linda heran, membuat Dokter Beyond jadi salah tingkah.

Gigit lehernya, hisap darahnya, taruh di kamar mayat. Itulah pekerjaan Dokter Beyond yang sebenarnya XD

"Mungkin ini hadiah dari seseorang, tapi salah masuk kamar kali?" tanya Suster Linda.

"Hm…Santa tak sebodoh itu untuk masuk ke kamar mayat," kata Beyond. "Lebih baik kita berikan saja kado ini pada pasien lain."

"Ide bagus! Tapi siapa?" tanya Suster Linda.

Dokter Beyond hanya tersenyum kecil sambil menjilati bibirnya dengan tatapan nepsong. Kayak Orochimaru -.-'

Dokter Beyond dan Suster Linda memasuki sebuah kamar isolasi. Disana terdapat pasien yang cukup ganteng, tapi juga cukup gila.

"Selamat pagi, Light-kun," sapa Dokter Beyond sambil tersenyum manis pada pasien yang di pasung berdiri di kamar itu. Penyiksaan!

"Saya adalah Kira. Saya Tuhan kalian!" kata Light sambil menatap tajam pada Dokter Beyond.

"Sepertinya Light-kun naksir Anda," bisik Suster Linda kurang ajar.

"Ya…kamu adalah Kira. Tapi kamu bukan Tuhan," jawab Dokter Beyond. "Kamu hanyalah manusia yang sebentar lagi akan kuhisap darahnya."

"Apa?" tanya Light dan Suster Linda berbarengan.

"Um…maksudku..kau hanyalah manusia yang mempunyai dan butuh darah, seperti aku," kata Dokter Beyond ngeles. "Anyway…ini, saya punya sesuatu untuk kamu."

Light menatap dua buah kardus yang disodorkan Dokter Beyond. "Saya adalah Kira! Saya bukan gembel yang membutuhkan kardus untuk tidur," jawab Light.

"Cobalah buka," kata Dokter Beyond sambil membuka kedua kotak kardus itu. "Ini dari Santa loh…kau kenal Santa kan?"

"Yang saya kenal hanyalah Santi, penyanyi di iklan sunsilk," jawab Light.

"???" Dokter Beyond dan Suster Linda hanya sweat dropped.

"Shanti maksudnya?" tanya Suster Linda.

"Ini, kau dapat…," Dokter Beyond mengeluarkan sesuatu dari kotak pertama. "Foto? Kau kenal dia, Light-kun?" tanya Dokter Beyond sambil menunjukkan foto seseorang yang memakai topeng lolipop dan mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya, tanda peace.

"Dia…," Light tampak terbelalak.

"Siapa?" Dokter Beyond dan Suster Linda penasaran.

"Mikami Teru," jawab Light yang membuat Dokter Beyond dan Suster Linda terjatuh.

"Kalo kita ngomong ama orang gila, kita juga ikut gila," kata Suster Linda.

"Tapi dari awal kan saya adalah dokter gila dan kamu adalah suster gila," kata Dokter Beyond.

"Dokter dan suster yang merawat orang gila," ralat Suster Linda. "Dokter gila dan suster gila terlalu gak enak didengar."

"Hm…mungkin dia ini salah satu kaki tangan Light-kun dulu," pikir Dokter Beyond sambil mengamati foto orang itu.

"Isi kado satunya apa, Dokter?" tanya Suster Linda.

"Oh ya, sebentar," kata Dokter Beyond. "Tali sepatu?"

"???"

"Oh…mungkin sepatunya nyusul. Jadi talinya dulu yang dikirim. Ahahaha…," Dokter Beyond tertawa kikuk saat mendapati tatapan maut dari mata Light. "Mungkin Santa waktu itu sedang buru-buru, Light-kun."

"Biar saya yang buka kado kedua. Siapa tahu ada hadiah yang lebih bagus," kata Suster Linda. "Surat?" Suster Linda tertegun heran mendapati sebuah kertas di dalam kotak kedua.

"Jangan-jangan itu Death Note!" pekik Dokter Beyond lebay. "Ayo kita bakar!"

"Ryuk!" teriak Light membahana. "Kau datang Ryuk? Kau datang memberiku hadiah Natal?? Huahahahahaha…Ryuk!!" kata Light yang kumat gilanya.

"Diamlah!" bentak Suster Linda frustasi. Gak pasien, gak dokter, sama gilanya! "Ini bukan Death Note, karena gak ada Death Note yang seukuran kertas folio dan dicetak oleh Sinar Dunia!" Suster Linda menunjuk cap Sinar Dunia di pojok kiri kertas. Dokter Beyond langsung mingkem. "Dan Ryuk juga gak ada! Karena Ryuk gak bisa nulis tulisan sebagus ini!" Suster Linda menunjuk tulisan yang ditulis rapi di kertas itu.

"Siapa tahu Ryuk dah belajar nulis dengan baik dan benar?"

"Diamlah Light-kun!" bentak Suster Linda.

Merry Christmas, wahai orang autis!

"Kurang tepat. Light orang gila, bukan orang autis. Orang gila, sudah pasti autis. Tapi orang autis, belum tentu gila," analisa Dokter Beyond, baik Linda maupun Light, tak menggubris analisanya.

Di hari yang damai dan bersalju ini, kami, para peri Natal, memberimu hadiah untuk menyambung hidupmu.

Selembar foto si peri, dan sepucuk surat ini.

"Ternyata orang bertopeng dalam foto ini adalah peri yah?" tanya Suster Linda.

"Ryuk?" tanya Light.

"Bukan! Ryuk bukan peri, tapi shinigami!"

Dengan surat ini pula, kami mengundang kamu untuk hadir dalam pesta Natal bersama kami. Pesta Natal yang mewah dan termeriah yang mungkin akan menjadi pesta Natal yang patut untuk kau hadiri, orang maniak lolipop.

"Memangnya ada pasien kita yang maniak lolipop?" tanya Suster Linda.

"L? tapi dia tidak gila," sambung Dokter Beyond. "Atau seharusnya kado ini untuk L? atau seharusnya L yang gila?"

Kau bisa datang ke gua di dekat kutub, 100 km dari sini (kira-kira segitu). Jangan khawatir soal transportasi. Kau bisa jalan waktu berangkat, dan bisa nebeng angkot waktu pulang. Itupun kalo ada angkot. Hahahahaha……

"Pake ketawa lagi," Dokter Beyond sweat dropped.

Nb: tali sepatu itu bukan buat ngikat sepatu, tapi buat ikat rambut. Pake ya! ^^

Dokter Beyond dan Suster Linda memandangi rambut Light. Apa bisa?

"Dokter aja yang pake!" kata Suster Linda.


-oOo-

Kado di tempat panti pijat itu…

Telah dimakan tikus!

END of Pein's Gift!


-oOo-

"Uaaaaaaaarrrggghhhhhh!!" teriak suara cempreng di rumah itu. Untung aja yang misuh-misuh cuman nyamuk dan cecak yang kaget akan teriakannya.

"Ada lobang dilantai!" cowok berambut jabrik kuning itu sambil menunjuk lebay lantai berlubang di depannya itu. "Ada tikus tanah yang ngegerogotin rumah gue!"

Dan pandangannya tanpa sengaja mengarah pada kulkas yang pintunya terbuka.

"Huoh!! Makanan gue dicolong tikus tanah!" Naruto berlari ke arah kulkas dan segera mengecek isinya. "Ramen instan, ramen beku, es krim rasa ramen, permen ramen, mie ramen..kado??"

Naruto mengambil dua benda itu. Dan segera membawanya ke meja makan.

"Santa kah?? Perasaan Santa kalo masuk gak pernah lewat tanah deh. Dan ngapain ditaruh kulkas?" pikir Naruto heran.

Dia membuka kado itu. Tampaklah seekor tikus putih yang menatap Naruto sambil mencicit kecil.

"………….,"

cit cit cit…

"……………,"

cit cit cit

"Eeerrr…rupanya bener, yang bikin lubang itu tikus tanah yah? tapi kenapa anaknya ada disini?" kata Naruto yang tak membedakan mana tikus tanah yang kotor, dekil, bau, dan mana tikus gedongan yang bersih, putih, mulus, tak berkeriput.

"Ujung-ujungnya mereka juga tikus, bego!" Nah…Author dikatain lagi -.-'

"Hm…lucu juga!" Naruto mengambil tikus itu dengan memegang ekornya. "Lumayan nih buat disumbang ke lab buat percobaan. Khukhukhu…,"

"Ciiiiiiiiiiiittttttttt!!" tikus itu menjerit. Itu jeritan tikus atau suara rem mobil?

Naruto segera meletakkan tikus malang itu ke dalam tong sampah. Biar gak bisa keluar gitu.

Dan Naruto kembali ke meja makan. Dia melihat foto sebuah tanaman didalam kotak tadi.

"Wah…Santa ternyata pecinta lingkungan ya? Udah ngirimin tikus, pake ngasih foto tanaman langka lagi," darimana dia tahu itu tanaman langka?

Dia membuka kotak satunya. Selembar kertas folio yang bertuliskan Surat penting! Harap dibaca. Kalo Anda buta aksara, minta tolong orang lain untuk membacakannya.

"Brengsek! Gue kan lulus chunin!" apa hubungannya?? -.-'

Merry Christmas, wahai orang cacat mental dan fisik!

"Nih orang ngeselin mulu daritadi!" batin Naruto jengkel.

Di hari yang damai dan bersalju ini, kami, para peri Natal, memberimu kado untuk menyambung hidupmu.

Selembar foto si peri, dan sepucuk surat ini.

Dengan surat ini pula, kami mengundang kamu untuk hadir dalam pesta Natal bersama kami. Pesta Natal yang mewah dan termeriah yang mungkin akan menjadi pesta Natal yang seharusnya terlalu berarti untuk dihadiri orang sepertimu, orang hemafodit.

"Emang gue cacing, apa?!?"

Kau bisa datang ke gua di dekat kutub, 100 km dari sini (kira-kira segitu). Jangan khawatir soal transportasi. Kau bisa datang sendiri dan pulang sendiri.

"Bilang aja mau ngatain gue jelangkung!" Naruto sudah memonyongkan bibir.

Nb: tikus tadi bisa meledak dalam waktu 1 jam jika ditaruh dalam tempat kotor, made by Deidara XD

"HOH?!?!?!"


-oOo-

Makasih dah baca dan inilah jawabannya –presentase pake LCD dan Microsoft Power Point di layar tancep (?)-

a. Rumah siapa yang didatengin para Santa Clause (gadungan) itu? Dan untuk siapa akhirnya hadiah dari Tobi diberikan?

Jawaban : Deidara : AsramaWANITA a.k.a. for Sakura, Ino, Tenten, Hinata

Tobi : actually for Higuchi who's dead, but at the end, it's for Light

Pein : MICE! Nothing more!

Zetsu : Naruto.

Itachi : Gaara.

b. Dimana Tobi meletakkan hadiahnya?

Jawaban : Kamar mayat.

Apa yang dilakukan orang dalam kamar pada misi Itachi? XD

Jawaban : tegang akan kedatangan zombie yang nonsense.

Sasori, Itachi dan Tobi : Ya, kami akan memberikan penghargaan kepada mereka yang telah dengan jeniusnya dan intelligence nya mengalahkan Nate River, menjawab pertanyaan-pertanyaan abal dari Author. Inilah para Miss Akatsuki :

bloominpoppies : nilai = 1

DianaMello-di : nilai = 0.5

natsuttebayo : nilai = 2.5

Itachi : cuman segitu? Chapter lalu lima orang loh padahal.

Sasori : gara-gara hadiahnya yang nyeremin sih…makanya mereka pada gak daftar.

Tobi : Nyeremin? Kan dapet ciuman pipi dari 3 bintang Akatsuki a.k.a. dari kita-kita. Enak toh? Bibir Tobi seksi loh…Dan pemenangnya adalah natsuttebayo. Selamat!

Itachi dan Sasori : ………………

Itachi : Bukan dari kita. Tahun ini, 3 bintang Akatsuki bukan kita. Tetapi adalah…

Zetsu, Kisame, Kakuzu : yuhuuuuuuuu!! –langsung peluk natsuttebayo dan mencium bibir selama 1 jam-

natsuttebayo : -muntaber dadakan-

Sasori : Ya! Hadiahnya sudah diberikan! Selamat yah ^^

natsuttebayo: kan cium pipi! Bukan bibir! Lagian gue kira gue bakal dapet ciuman dari elo, Sasori!

Tobi : Ciuman Sasori-danna cuman untuk Deidara.

Sasori : anyway…tak lupa, kami ucapkan juga makasih kepada….

dilia shiraishi

Niero-SilvaUchiSa

sabaku no panda-kun

Haruno Rizuki-kun

lovely lucifer

Ainara aya

AeroRange-TCE

himura kyou

Chiby Angel-chan

chiaki

la auteur Dani

foxlady van jeevas

MelloMatte

Senritsu no Kaze

Chatryne Bhrysaisz

GoodBoy Tobi

IchaChantik'versi001

Hatake-Rie

3 bintang Akatsuki dan 3 budak Akatsuki : Terimakasih banyak! Sukron! Arigatou! Danke! Merci! Xie xie! Apaan lah! Sampai jumpa di chapter depan yuah! Bye bye…

Kisame : Mimpikan Kisame dalam tidurmu…

R

E

V

I

E

W