Shiree da~

Chapie 2 sudah datang~~ Syarat-syarat membaca udah ada di chapie 1, awas kalo ampe terulang!

Disclaimer: 07-GHOST selamanya punya tante Yuki dan tante Yukino, kalo aku yang punya, ntar berubah genre jadi yaoi dong.


Chapter 2

"Terus.."

"?"

"Fish Eye panggangnya jadi Fish Eye tepannyaki ya? Dasar Frau bego..", komentar Hozuki soal makanan yang disuguhin Frau.

"Gak ada waktu buat nusuk dagingnya taok!"

"Tapi enak sih~ Hahh.. jadi pengen calvaerts.."

"Lagian, kenapa gua disuruh masakin fish eye buat lo?"

Hozuki yang lagi nuang calvaerts ke gelasnya langsung menunjukkan anger marknya di dahi.

"Gua laper, dan ini balasan gara-gara lu dah berantakin baju gua!"

" Lah? 'Kan gua dah bayar 500.. apalah, ke lu. Masa mesti masakin lu lagi?", tanya Frau sambil nyuapin fish eye ke mulutnya Hozuki.

"Terus, ngapain minta disuapin segala? Kayak bocah lu.."

Hozuki yang kesal langsung ngelempar kamus bahasa Jerman yang super tebel ke arah Frau.

"Kemarin, Teito kenapa?"

"Biasa lah.. Si cebol aku bawain vitamin D peninggi badan. Dia mah aneh,bukannya senang, malah nampol gua ampe distrik 1, makjan.."

Hozuki membuka mulutnya lebar-lebar menerima suapan dari Frau.

"Itu 'kan pelecehan Frau.."

Frau langsung mengernyitkan dahi.

"Pelecehan dari mana?"

Hozuki ngelempar lagi 3 kamus Oxford yang Collocation, Advanced Learners, dll

"Otak udang lu! Ya jelas2 itu pelecehan! Jauh-jauh perang, pulangnya malah bawain vitamin. Gimana gak enek ngelihatinnya? Kalo gue jadi Teito, lu dah gue mutilasi dan potongan badan lu gue suapin ke burung pipit!"

Frau mencibir dan menyuapkan lagi fish eyenya. Tiba-tiba, Hakuren datang.

"Hozuki, lagi suap-suapan ma Frau ya? Mesranyaa~~"

Hozuki yang denger hal itu langsung kesedak dan batuk-batuk.

"Jangan bilang hal yang menjijikkan kalo lagi makan dong! Kalo muntah, ntar keluar emas lho!"

Hakuren ketawa-ketiwi gaje dan ngelihat ke Frau.

"Frau-shikyo-sama. Selamat siang.."

"Yak, met siang."

Hozuki langsung ngelihat perubahan wajah Hakuren, dari putih pucat ke merah, dari merah jadi item(lho?)…. Frau dan Hakuren ngoceh-ngoceh dulu sebentar lalu Hakuren pergi lagi.

"Kak Hakuren suka ma Frau ya?"

"Kok?", Frau nanya tiba-tiba.

"Lihat aja mukanya barusan.. Kayak pungguk (ato pundung? Au ah!) merindukan bulan (lah?)"

"Nggak.. Dia cuma kagum kok.."

Hozuki tersenyum lebar.

"Frau 'kan sudah punya Teito ya?"

"APA?"

"Jangan nyangkal, ayo akui-akui~"

Wajah Frau langsung jadi merah.

"Dasar fujoshi..", ujar Frau yang langsung dijawab dengan kepalan tangan mendarat di dahinya membuat dia terperosok ke dalam dan melewati petualangan bersama Brendan Fraser, "Journey to The Center of the Earth" (pambacas: jangan ngelantur dong! *nabok author*). Ayo belok di perempatan ke jalan plot mang!

Tiba-tiba, Teito muncul dengan Mikage yang setia nguntit kemana-mana.

"Kalian lagi ngapain?"

Hozuki langsung nyodorin wagashi ke Teito.

"Silahkan wagashinya~"

Frau langsung nonjok peeeelaaan kepala Hozuki.

"Itu gua yang buat! Seharusnya gua yang nyodorin!"

Hozuki mendengus lalu nyuruh Teito duduk bareng. Teito nurut aja. Baru beberapa menit ngobrol, Frau udah harus pergi buat rapat para bishop (tumben ngikut, biasanya bolos.. *author ditabok Frau*). Teito yang duduk-duduk bareng Hozuki tiba-tiba meluk Hozuki.

"Lho? Tei-chan kenapa?"

"FRAU BEGO! FRAU HENTAI! FRAU BAKA! FRAU PEDOFIL! HUWAAAAAA!", Teito teriak-teriak sambil nangis-nangis.

"Baru tahu? Lagian lu mau aja dibego-begoin ma tuh orang. Ingat, kata author, jangan gampang terhipnotis dengan Frau. Lihat aja Teito, kasihan 'kan? (Fraulovers: gak selalu kali.. *mutilasi author*)"

"Jahat.. Hozuki, jujur dong!"

"Napa?"

"Gua ini, bener-bener pendek ya?"

Hozuki mikir laaaamaaaa banget. Kebablasan ampe bobok, terus bangun lagi gara-gara dilemparin kamus WEBSTER sama Teito.

"Gua pendek banget ya?"

"Iya.."

STRIKE! JACKPOT! Kata-kata super-ultra-sadis bagi boneka kita tersayang itu langsung bikin dia lemes bangeeett!. Kasihan Tei-chan.. Kasihan..

"Jadi gimana cara ninggiinnya?"

"Kenapa lu tiba-tiba nanya begitu?"

"Abis, author pengen ngelihat gua jadi seme.."

"Apa hubungannya? Allen ama Yuu Kanda aja tinggian Yuu tapi Yuu jadi uke terus kok.."

"BUKANN! Itu sih masalah lain.. Allen ma Yuu 'kan beda tingginya gak seberapa, tapi gua ma Frau…"

Teito langsung lemes. Hozuki panik dan bangunin Teito dengan cara nyemprotin parfumnya Hakuren banyak-banyak.

"Phueh phueh! Kena mulut taok!", Teito bangun gara-gara air parfumnya kena mulut dia. Kan jadi (katanya) pahit-pahit gimana gitu, author belom pernah nyobain sih, pembacas udah ada yang pernah?

"Sori. Teito beneran mo jadi seme?"

"KOK!", wajah Teito langsung merah kayak tauge kepanasan(lhoh?).

"Katanya gara-gara author pengen ngelihat omae jadi seme. Kita satu hati satu kata 'kan author?", kata Hozuki sambil 'high five' dengan author. Dasar fujoshi, dasar..

"Jadi, Teito mo nyobain jadi seme?"

Teito mikir lama banget. Gara-gara keterusan, bobok bentar ah~ DUAKK! Oke, Teito bangun lagi gara-gara dilemparin kamus 8 bahasa ma Hozuki. Entah sudah berapa kamus yang jadi korban di chapie ini. Ayo pembacas, sumbangin kamus lagi dong~ *ditabok pembacas gara-gara nagihin kamus. Kamus 'kan mahal!*

"Jadi.. Mo jadi seme?"

Teito mikir lagi. Sebelum kebablasan, Teito noleh ke Hozuki.

"Tidak ada salahnya kalau belum dicoba 'kan?"

..To Be Continued..

Shiree: kamus-kamusku~~

Frau: kok Teito jadi berpikiran begitu sih? Kamu kasih sugesti apa ke dia?

Shiree: dia adalah masterpieceku, hanya aku yang boleh ngotak-ngatik otaknyalah, apanyalah..

Frau: APA-APAAN INI! DISCLAIMER WOYY! DISCLAIMER!

Shiree: Frau..

Frau: ?

Shiree: ada sesuatu yang harus kukasih tahu pada pembaca. Ini mengenai harga dirimu..

Frau: Apa?

Shiree: pembacas, waktu itu, ore buka-buka kamus bahasa Jerman dan menemukan kalimat "ein Mann und eine Frau". Kishishishishishi.. Tahu artinya?

Frau: ?

Shiree: "SEORANG LAKI-LAKI DAN SEORANG PEREMPUAN!" HUAHAHAHAHAHAHAHAHA! Mann itu artinya laki2, ein/eine artinya an/a dalam bahasa inggris dan Frau itu artinya PEREMPUAN!

Frau: WTF? SHIREE! Harga diri gua! Harga diri gua!

Shiree: kishishishishi.. Review2..

Teito: jangan.. pernah.. bikin.. author.. marah..

Shiree: Ah, senangnya menyiksa Frau..

Frau: Harga diri gua.. Harga diri gua.. *sulking in emo corner*