Shiree da~
Ini dia chapie 3~ Kyuhuhuhuhuhu, senang-senang. Yak, ore gak suka ngoceh lama2, tarik mang!
Disclaimer: *sfx: tok tok tok* pengadilan telah memutuskan bahwa 07-GHOST selamanya milik Amemiya Yuki dan Ichihara Yukino dan GROW selamanya milik Fujo no Shiree-sama. Keputusan sudah FINAL!
Chapter 3
Teito lari kencang-kencang mengejar abang tukang bakso.. eh, bukan! Bukan! *author panik dan berpikir keras* Nah, mulai lagi!
…
…
…
Teito lari kencang-kencang mengejar Frau yang sedang jalan santai menuju air mancur. Dengan sekejap, dia memeluk Frau dari belakang. Dengan wajah seolah menahan BAB, Teito langsung senyum gede –terlalu gede-, yak, semoga aja senyumnya gak aneh. Frau yang ngelihat Teito di belakang langsung ngelihat Teito dengan aneh.
"Cebol? Sejak kapan lu yang meluk duluan? Sakit ya?", tanya Frau sambil nempelin punggung tangan ke dahinya Teito.
"Gak tau!", Teito jawab dengan nada kesaaal. Frau langsung ngelihat ke tangan kirinya Teito yang megang tas PRADA pemberian Frau kemaren.
"Kok bawa-bawa begituan? Kirain gak suka.."
"Oh, ini.."
"Napa?"
"Gak kenapa-napa.."
Frau langsung pasang senyum mesum sambil naruh kepalan tangan kanan di depan mulut, jadi sok mutzz gitu lah~ *author ditabok Frau*. Dasar Frau jahat.. *cry*
"Jangan-jangan berubah pikiran gara-gara kepengen tinggi~"
"APA?", Teito langsung jawab sambil nonjok Frau lagi ampe distrik 1. Kasihan Frau, perjalanan jauh perjalanan jauh~~
Akhirnya, Teito mendatangi ruang kerja Hozuki yang ternyata, si cewek bipolar dan psycho itu lagi bereksperimen dengan "korban" baru, kakaknya sendiri, Hakuren.
"Hozuki!"
"Tei-chan napa? Bikin kaget aja! NaOH hampir jatoh nii!", tanya Hozuki sambil ngatur posisi biar seimbang. Hakuren yang diiket di atas meja langsung glepar-glepar kayak ular kepanasan (lhoh?)
"TEITO! HELP! HELP!"
"Diem!", Hozuki langsung mukul Hakuren pake harisen yang bikin si pirang metrosexual itu pingsan.
"Napa?"
"Sini, aku bisikin.."
"pst pst pst pst pst.. pst pst.. pe es te.."
"HAH? Serius?"
Teito ngangguk-ngangguk.
"Ada stoknya sih.. Beneran mau?"
"Iya! Cepetan kasih ke guaa!"
Hozuki langsung lari dan balik lagi sambil bawa gorengan.. eh, botol gede yang isinya cairan transparan yang dibungkus plastik item yang biasa buat gorengan itu lho *author kelaparan dan nyari2 gorengan*
(Pemains: HEHH! AUTHOR GOBLOG! SELESEIN INI DOLO BARU NYARI GORENGANN!) *author kena marah* Yaudah, saia kasih,nih, saia kerjain dulu *mojok*
"Nih, sesuai permintaan~"
"Makasih, Hozuki-sama!", Teito langsung berlutut menyembah orang bersinar yang ada didepannya. Trus kabur.
"Apa-apaan lu nyinarin gua pake lampu! Gua bukan TUHAN!", ujar Hozuki pada Hakuren yang nyalain lampu dari belakang.
"Biarlah, biar kelihatan punya authority gitchu cinta~ Lagipula ngepas ma scenenya 'kan?"
Hozuki miringin kepala.
"Siapa yang minta lu lakuin begitu?"
"AUTHOR~~~~", jawab Hakuren sambil "high five" dengan author. Hozuki langsung ngelempar kamus Jerman-Inggris dan Inggris-Jerman ke arah Hakuren.
"Eh.. ntar dulu.. Ore inget sesuatu.."
"Apa?"
"TIDAKKK! TEITO!"
Sementara itu…
"Ini dia.."
Teito membuka bungkusan plastik hitam di tangannya. Sebuah botol besar sekarang ada di genggamannya. Dia meneguk habis isi botol itu. Hozuki langsung datang sambil terengah-engah.
"TEITO!"
"Napa?"
Hozuki ngelihat botol di tangan Teito isinya dah hilang ditelan bumi (lhoh?).
"MANA? Jangan bilang…"
"Apa?"
"Kamu habisin ya?"
"Iya.."
Hozuki langsung menunjukkan mode face-palm.
"Teito, lebih baik lihat dulu nama ramuannya.."
"Hmm.. AIR PUTIH DENGAN OKSIGEN AKTIF.. APA!"
"Iya, salah gua penyuu~"
Teito kesal dan ngelempar kamus 10 bahasa ke arah Hozuki.
"Sori-sori. Nah, ini yang bener!", ujar Hozuki sambil menyodorkan botol yang super-ultra-kecil-gak-bisa-masukin-jari ke Teito. Isinya cairan warna ijo yang kentel, bergerak-gerak, pokoknya, bisa muntah kalo ngelihat! Author aja ampe muntah ngebayangin..
"Apaan nii?"
"Itu ramuan yang bener.."
Teito nangis ngelihatnya. Duh, duh.. Nasib nasib..
"Ayo berjuang Teito-kun!", Hozuki kasih semangat ke Teito. Akhirnya, Teito minum juga tuh ramuan.
"Gimana rasanya?"
Teito hampir muntah.
"Rasanya? RASANYAAAHH? Masih mo tanya RASANYAAHH!"
Hozuki ngangguk aja tanpa peduli kalo si cebol dah marah besar.
"Tau gak kayak apa? Aneh banget taok! Lu masukin apa aja sih!"
"Kunyit, kaki kodok, mata anjing (ihh, author sadis ya?), kencing tikus, tahi tokek, daging ayam yang udah busuk, telor yang ayamnya dah hidup dan.. calvaerts? Gin? Vodka?"
"HIHH! Ini bener2 ramuan buat ninggiin ato ramuan buat ngerjain sehh?"
"Hmm… Buat ngerjain~"
Teito kesel dan lemparin semua koleksi kamusnya plus baculusnya ke arah Hozuki. Karena kesal, Teito tidur aja di kamar ampe pagi.
Keesokkan paginya~~~~~ *ciap* *ciap* *ciap*
Teito bangun dengan perasaan aneh. Matanya beraaatt dan punggungnya kayak manggul 100 karung semen buat bangun mansionnya Ciel yang baru(lhoh?). Dia cuci muka dan anehnya, dia gak bisa ngelihat mukanya di kaca. Kayaknya ketinggian deh. Dia turun dari tangga kecil yang biasa dia pake dan kaget, WAJAHNYA KELIHATAN DI CERMIN! Huebaaaadh!
"Aku.. Aku.."
"Siapa kamu?"
Teito noleh ke belakang dan ngelihat Hakuren di belakang. Sekarang HAKUREN LEBIH PENDEKK!
"Hakuren?"
"Teito?"
"Kok kamu pendek banget!"
"Kok kamu tinggi banget!"
Hakuren langsung kabur, padahal masih pake baju tidur. Teito langsung pake bajunya,tapi kekecilan! Duh gimana ya? Bayangin, dari kurus nan pendek bin cebol kayak gitu jadi berotot nan tinggi bin macho kayak gitu! TEITO!
"Tei-chan!"
Hozuki kaget ngelihat cowok tinggi yang berotot di depannya. Masih pake baju tidur bikin dia nunjukin otot indah yang seolah dateng dari surga. Ini berkat Tuhan lho Teito!
"Hozuki!"
"Kok kamu jadi sexy nan tinggi bin macho gitu! Dapet dari mana!"
"Mana gua tahu~"
"Padahal ramuan kemaren cuma buat ngerjain. Gak nyangka bisa bikin tinggi gitu. Aneh nyaauw~", jelas Hozuki sambil nutup mulut nahan ketawa. Kalo ketawa, bisa kena marah author yang ngiler gara-gara ngebayangin Teito yang jadi tinggi (gak nyambung ya? Dasar author bego!).
"Jadii~~"
"Apa?"
"Kamu bisa nepatin permohonannya author dong~"
"APA?", muka Teito langsung berubah jadi merah, ungu, item(?)….
"Kan author pengen lihat kamu jadi seme~"
"Shit, dasar author bego.."
"AKu juga fujoshi lho.. Jadi, turutin kata author ya?"
"Gimana caranya? Di fanfictions para fujoshi ore selalu jadi uke 'kan? Ore gak tau syarat dan ketentuan buat jadi seme!"
Hozuki langsung ambil notepadnya dan ngasih ke Teito. Dalam sekejap, muka Teito hangus (TIDAKK! JANGAN ANGUSS! NTAR MANA TEITOKU YANG IMUT DAN CERAHH! *author ditabok pembacas gara2 nyelonong lagi*).
"Beneran mesti kayak gini?"
"Iya~"
Teito mikir dengan gayanya Winnie the Pooh.
"Think think think.."
Hozuki senyam-senyum gaje.
"Aku coba deh.."
Dengan jawaban itu, terdengarlah suara tawa Hozuki yang menggema ampe orang pikir, "Ada orang gila yang mo minta program SANCTUARY ya?"
..To Be Continued..
Shiree: KYAHAHAHAHAHA!
Teito: ore seme!
Shiree: betul sekali my lovely and cute Tei-chan~~ *hugs him*
Teito: …
Shiree: Pembacas, mulai chapie ini, kita akan membayangkan terus menerus tentang bagaimana caranya Teito menjadi seme. Let's look up and think about it..
Teito: hm…
Shiree: ne? ne?
Teito: *shiver*
Shiree: Aku kasih fondant buatanku ke pembacas deh..
Teito: ternyata Raph baik juga..
Shiree: Ufufufu, dengan ini, aku akan dapat reviews yang banyak~~ (Mokona: kuberikan dunia ini padamu, Raph!)
Teito: TUJUANMU ITU TOH!
Shiree: Ohya, Frau gak muncul di private conversation ini. Tahu 'kan kenapa?
Teito: Frau masih 'mojok' di kamar gara-gara harga dirinya dibombardir habis-habisan ma Raph di episode yang lalu. INGAT! Jangan pernah bikin author marah! Termasuk para FLAMERS, jangan nekat ngasih flame kecuali kalo anda mau dibakar hidup-hidup ma author.
Shiree: NYAHAHAHAHAHAHAHA! *evil laugh*
