Shiree da~

Kishishishi, underpressure gan! Underpressure! Gak tau dah under pressure dari mana.. GOSH. *nyari becak* MANG! Anterin ke plot dong! Tarik mang!

Disclaimer: 07-GHOST punya Tante Yuki dan Tante Yukino dan Studio Deen~ Tapi GROW milikku selamanya~


Chapter 4

Teito berjalan dengan santai meskipun risih gara-gara dilihatin para suster yang ngiler ngelihat si cebol dan imut Teito menjadi si macho dan berotot Teito. Makjan.. makjan.. Hozuki mendatangi Teito sambil bawa botol gede.

"Apaan tuh?"

"Ini penemuan terbaru gua! Namanyaa.." *sfx: drrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrrr*

*sfx: JENG JENG!*

"PENJAGA OTOT!"

Teito miringin kepala.

"SFX-nya dari mana?"

"Dari author dong!", Hozuki 'high five' dengan author yang gunain voice synthesizer buat bikin efeknya. Author yang pintar.. *author ditabok pembacas*

"Oke, persetan dengan sfx, buat apaan tuh?"

"Buat jaga otot lu biar tetep ada~ Keren kan?"

Teito mundur beberapa langkah.

"Ih! Kalo ramuannya malfungsi gimana?"

"Hmm..", Hozuki membaca kertas kecil yang biasa buat obat gitu.

"Indikasi: Membuat otot anda terjaga selamanya. Kontra indikasi: Jika terjadi malfungsi, otot anda akan menyusut dan tinggi anda akan menyusut juga."

"APAA!"

Hozuki ngangguk-ngangguk.

"Gak usah.. gak usah..", jawab Teito sambil ngibas-ngibasin tangan lalu pergi. Hozuki ngelihat dengan aneh. Akhirnya, setelah membulatkan tekad, Teito mendatangi Frau yang sedang sendirian di tamannya Labrador. Tuan tanahnya mana ya? Hmm.. Lagi mesra-mesraan ma Castor-kun~ (Satu lagi pairing kita! *pemains memberikan standing ovation pada author*)

"Frau!"

Frau noleh ke belakang dan ngelihat cowok tinggi nan macho di depannya.

"Siapa lo!"

"Ini gua! Teito!", ujar Teito sambil teriak-teriak. Frau mundur beberapa langkah. Ini kenapa sih?...

"Lu pake enggrang ya? Kok tinggi lu jadi sama ma gua?", ujar Frau sambil mo ngangkat baju Teito yang rada kayak rok gitu lho. Teito langsung injak kepalanya Frau. Dalam hati, Teito berkata "Baru kali ini kaki gua ngerasain kepala orang. Biasanya kepala gua yang ngerasain kaki orang.."

"Lu kenapa bisa tinggi gitu?"

Teito nunjukin ramuan ijo yang dikasih Hozuki. Bikin enek sumpah.. *author muntah di bajunya Frau*

"Oh, begitu. WOY! AUTHOR DODOL! MUNTAH KOK DIBAJU GUA! BERSIHIN SINI!", teriak Frau sambil narik author masuk ke cerita (lah?).

Author: "Dasar Frau bego. Lu 'kan budak gua, boleh2 aja dong gua muntah dibaju lu kek, dirambut lu kek.."

Frau: "Budak lo 'kan udah ada 2! Gua suami lu! Jadi BERSIHIN SEKARANG!"

Author mendengus dan ngebersihin bekas muntahannya di baju Frau lalu terbang lagi ke atas(?) dan melanjutkan plot cerita yang dia tinggalin gara-gara ngebersihin bajunya Frau.

"Ini ramuan yang dibikin si cewek psycho. Rasanya aneh nan pahit bin gak jelas. Mana gerak-gerak lagi ramuannya..", jelas Teito sambil nunjukin ramuan ijo yang gerak-gerak di tangannya. Frau enek dan gantian muntah di bajunya author. Kembali lagi Frau ditarik dari plot, berantem dulu ma author dan blah blah blah hingga akhirnya dia masuk lagi ke plot. Dasar, 2 orang aneh dan mesum yang gak pernah akur. Oke, baju author dah bersih dan cling cling lagi, saatnya melanjutkan plot! Tarik mang!

"Kamu serius minum begituan ampe habis?"

"Iya..", jawab Teito yang enek ngebayangin ramuan jijay kayak gitu masuk ke kerongkongannya dan berakhir di perut mininya. Frau geleng-geleng gara-gara gak nyangka author bakalan nyiksa anaknya sendiri dengan ramuan jijay bajay kayak gitu. Puh..

"Dalam rangka apa lu minum ramuan najis tralala trilili gitu? Ngerayain gua pulang?"

"Ngapain gua ngerayain lu pulang dengan minum ramuan jijay bajay bin najis tralala begitu. Gua kepengen tinggi aja.."

Frau mengernyitkan dahinya dan noleh ke atas.

"Author dodol, buat apa lu bikin Teito jadi terobsesi kepengen tinggi gitu?"

Author siul-siul sambil makan parfait.

"Cari tahu aja sendiri~" kata author, bukan kata Teito(?)

Wajah Teito memerah dan tiba-tiba teringat catatan yang dikasih cewek psycho a.k.a Hozuki. Dia ngedorong Frau ke pohon dan menonjok batang pohon itu (bukan Frau ya? Kalo Frau yang ditonjok, author bisa kena marah..)

"Woy cebol, nape lu?"

"GUA GAK CEBOL LAGI, DODOL!"

"Hmm.. apa ya..", Frau kehabisan kata-kata hinaan dan berakhir dengan dia mohon-mohon ma author supaya dikasih ide (sori aja, ideku dah abis. Mati aja sana~ kata author). Teito terengah-engah. Wajahnya ampe angus (author: TIDAKKK!). Frau ketawa keras-keras.

"Aku tahu! Pasti author minta kamu buat jadi seme 'kan?"

Jiah, cowok mesum ini bisa baca pikiran darimana sih?

"APAAHH! Tanya aja author! Emang dia segila itu minta gua jadi SEME!"

Frau noleh ke atas.

"Bener gak authorku cintaku?"

Author naut-nautin jari di depan dada dan siul-siul. Lalu, author segera melemparkan kamus WEBSTER ke arah Frau biar cowok itu konsen ke plot yang ditentuin author. Haha, cerita ini bisa saja merupakan fanfiction, tapi alur fanfiction hanya author yang bisa menentukan. Jadi, para pemains mesti nurut ma kata2 (mungkin lebih tepatnya, PERINTAH-PERINTAH) author. Plot adalah barang sah milik author! (kok nyambung ke beginian? Woy, salah jalan nih mang!)

"Jadi, omae mo jadi seme?"

Teito mikir-mikir dulu. Tiba-tiba, Frau meluk Teito dengan gaya sok dramatis gitu lho..

"Lakukan apa saja padaku cinta~"

Teito gelagapan! Dia rentangin 2 tangannya dan ngibas-ngibasin lebay gitu. Simbol sedang salting. Tiba-tiba, Teito ingat. Dia langsung berusaha senyum mesum.

"I.. I.. Iya.. My.. honey.."

Jiah! Teito senyum mesumnya aneh banget! TIDAKK! Author bego! Author bego! *author panik dan nyari2 jalan keluar*Uhum.. Samakan nadaa (lho?).

"Senyum lu jelek amat.. Latihan dulu sana!"

Teito mundur dan kabur. Kalo latihan mo jadi seme sih.. Tau 'kan tujuannya ke mana?

..

..

"Latihan jadi seme?"

Teito ngangguk2. Hozuki mendesah.

"Kok nanya ma gua? Atashi wa onna no ko desu..", phwitt, darimana kalimat inner beauty itu muncul?

"Lu cewek? Baru tahu gua..", sindir Teito yang berakhir dengan benjolan besar di tengah kepala karena dilemparin kamus Worterbuch sama Hozuki.

"Ngapain lu latihan seme ma gua?"

"Sebenernya, aku cuma minta diajarin cara senyum mesum. Lu 'kan, fujoshi. Masa senyum mesum gak bisa?"

Hozuki mencibir dan membuka majalah YAOI Monthly. Tiba-tiba, dia senyam-senyum gaje dan tatapan matanya berubah jadi penuh arti(?). Teito ngelihat dan ketakutan sendiri.

"Hozuki, nape lu?"

Hozuki nutup majalahnya dan mukul Teito.

"Lu ngelihat muka gua barusan gak!"

"Lihat.. Tapi apa maksudnya?"

"Itu yang dinamakan SENYUM MESUM!"

Teito ngangguk-ngangguk meskipun gak ngerti artinya.

"Kalo aku ngelihat majalah favoritku ini, mukaku langsung berubah kayak tadi. Ketahuan kalo itu adalah senyum mesum.. Mo liat isi majalah ini?", jawab Hozuki sambil nunjukin majalah dengan kover Gakupo x Kaito yang jadi ulasan utamanya(?).

"Gak usah, gua ini cowok.."

"Tapi lu 'kan pemeran utama cerita YAOI.. Seharusnya mau dong~"

"Tante Yuki dan Tante Yukino gak bikin 07-GHOST jadi shonen-ai kok.. Apalagi YAOI.."

Hozuki mendengus dan tiba-tiba, kertas melayang di depan matanya. Begitu di buka..

"Dari author, di cerita original, memang bukan YAOI. Tapi ini adalah fanfiction! Kita punya hak buat nentuin itu bakal jadi yaoi ato gak.."

Teito marah-marah ke atas sementara author tersenyum penuh kemenangan. Sejak saat itu, Teito dilatih dengan keras agar menjadi seme yang pantas. Dia latihan senyum mesum, wolf whistling, tiger attack…..

Tapi, manusia memang tidak bisa melakukan apa yang mereka inginkan ya?

..To Be Continued..


Shiree: My lovely seme~

Frau: ngapain lu muncul2 di sini? Dasar author narsis yang sok eksis.

Shiree: *nabok Frau* YOU BAKA ERO PEDO! Gua 'kan author, seenaknya gua dong mo muncul di sini ato nggak. GUA PUNYA HAK!

Frau: Dasar, sok eksis lu..

*author dan Frau melanjutkan pertengkaran mereka*

Teito: Pembacas, maafkan aku.. orang tuaku memang gak pernah akur.. Bingung 'kan kenapa mereka bisa ampe nikah? Kalo tahu jawabannya, silahkan sertakan dalam review-nya ya?

Shiree: TEITO! Seenaknya ngasih2 pertanyaan! You are so grounded young man!

Teito: tidakk! Apa hukumanku ibunda~ (jiah, sok dramatis gitu..)

Shiree: Dalam sebulan ini, kamu harus tidur berdua dengan Frau..

Teito: bu.. bu.. buat.. apa?

Shiree: Pengen ngelihat reaksinya Frau begitu kamu tidur bareng dengan dia.. *senyum mesum*

Teito: TIDAKK! MAMA KEJAM! MAMA JAHAT!

Shiree: Abis kamu imut sih… Kayaknya enak kalo jadi sasaran dikerjain…

Teito: Pembacas, aku tahu mamaku kejam.. Tapi entah kenapa aku suka digituin..

Shiree: Karena kamu anak yang tabah.. *hugs Teito*

Teito: Mama….

(Uhum.. Dimanakah Frau setelah pertengkaran barusan?)…..

Frau: *sulking in emo corner* harga diriku.. harga diriku… *diingetin Shiree tentang arti nama Frau dalam bahasa Jerman. Good times~ good times~*