Noir Mademoiselle

A/N: Hai, hai ,hai!

Lavi no tensi balik lagi!!

Hehe, sesuai janji saia akan update, tapi sory ya, gak bisa bales ripiw…. Soalnya cepet-cepet, sih!

Okay, silakan menikmati!

Disclaimer: Kayaknya gak perlu dibilangin lagi, deh….

-lemes-

Lagunya Tsunaida Te ni Kiss wo sama Mizu no Akashi. Enjoy!


Chapter 3

Allen naik ke atas panggung.

"Baiklah teman-teman, aku akan menyanyikan sebuah lagu. Judulnya 'Tsunaida Te ni Kiss Wo'."

Allen mulai menarikan jari-jarinya di tuts-tuts piano.

"Soshite bouya wa nemuri ni tsuita

Ikizuku hai no naka no honoo

Hitotsu, futatsu to ukabu

Fukurami itoshii yokogao

Daichi ni taruru ikusen no yume, yume

Gin no hitori no yuragu yoru ni

Umare ochita kagayaku omae

Ikuoku no toshitsuki ga

Ikutsu inori wo tsuchi e kaesshitemo

Watashi wa inori tsuzukeru

Douka konoko ni ai wo

Tsunaida te ni kisu wo"

Allen masih menarikan jemarinya dengan indah di tuts-tuts piano. Alla seakan ingat sesuatu.

"Soshite bouya wa nemuri ni tsuita

Ikizuku hai no naka no honoo

Hitotsu futatsu to ukabu

Fukurami itoshii yokogao

Daichi ni taruru ikusen no yume, yume

Gin no hitori no yuragu yoru ni

Umare ochita kagayaku omae

Ikuoku no toshitsuki ga

Ikutsu inori wo tsuchi e kaesshitemo

Watashi wa inori tsuzukeru

Douka konoko ni ai wo

Tsunaida te ni kisu wo

Watashi wa inori tsuzukeru

Douka konoko ni ai wo

Tsunaida te ni kisu wo."

Semua, tak terkecuali Kanda ikut bertepuk tangan mendengar nyanyian Allen. Tetapi, saat itu Reever datang dengan wajah pucat.

"Gawat! Para Exorcist, ada serangan akuma!" Serunya. Segera saja para Exorcist pergi unutuk bersiap-siap.

"Kakak Yuu, ada apa ini?" Tanya Alla yang panik.

"Sudah, kamu masuk saja ke kamarmu, semua akan segera baik-baik saja." Jelas Kanda menenangkan.

"Tapi, kakak Yuu…."

"Sudah, sana pergi!" Sergah Kanda. Alla segera pergi.

Kanda pergi ke depan untuk melawan akuma level 2 yang mendekati Reever.

"Innocence, aktifkan!"

'Mugen' Kanda segera bersinar dan Kanda menebas akuma itu dengan cepat.

"KYAAA….. KAKAK YUU!!"

Kanda menoleh dalam horror. "ALLA!!"

Akuma level 4 menahan Alla di atas.

"Kakak Yuu…. Tolong…."

"Che…. Mugen! Kyouran Ichiirou!"

Akuma itu terbelah oleh serangan Kanda, tapi akibatnya, Alla jatuh tanpa ada pengaman di bawahnya.

"KAKAK YUU….!!!"

"CRYSTALLA!!!"

INNOCENCE, HATSUDO!

TENSHI NO KOI!

"Mizu no naka ni yoru ga yureteru

Kanashii hodo shizuka ni tatazumu

Midorinasu kishibe utsukushii yoake wo

Tada matte iraretara kirei na kokoro de

Kurai umi to sora no mukou ni

Arasoi no nai basho ga aru no to

Oshiete kureta no wa dare

Dare mo ga tadoritsukenai

Soretomo dareka no kokoro no naka ni

Mizu no nagare wo shizumete

Kureru daichi wo uruosu shirabe

Ima wa doko ni mo nakutemo

Kitto jibun de te ireruno

Itsumo, itsuka, kitto

Mizu no akashi wo kono te ni

Subete no honno wo nomikonde nao

Hiroku yasashiku nagareru

Sono shizukesa ni tadoritsuku no

Itsumo, itsuka, kitto

Anata no te wo tori…."

"Apa itu, Yuu-chan?" Tanya Lavi di sebelahnya.

"Alla. Innocencenya sudah bangkit." Jawab Kanda dengan nada bangga.

Lavi melihat ke arah suara. Dia melihat Alla yang melayang di atas tanpa sayap atau pengaman apapun.

Akuma-akuma itu pun hancur seketika.

"Yeei!! Itu baru Alla! Crystalla!!" Seru Lavi kegirangan. "Ozuchi Kozuchi! Shin!"

Palu yang dinaiki Lavi memanjang, sampai ke tempat Alla.

"Alla, kau melakukannya!"

"Hee….?? Melakukan apa?" Tanyanya polos.

Lavi tersenyum. "Kau melakukannya! Kau mengusir akuma-akuma itu! Innocencemu telah bangkit!"

Alla memandang Lavi heran. "Innocence? Alla punya Innocence?"

"Iya! Innocence.... di suaramu...."

Lavi teringat ucapan Kanda.

"Keluarga d'Castille yang turun-temurun punya Innocence di suara mereka."

"Lavi?"

"Eh, aduh, aku ngelamun. Oke, kita turun, yuk."

"Ah, Alla bisa turun sendiri."

Gadis itu berjalan di atas udara, seperti berjalan di atas tanah saja. Kemudian turun menghampiri Kanda.

"Kakak Yuu.... aduh...."

Alla ambruk, dan Kanda cepat-cepat menangkapnya.

"Alla capek, kakak Yuu...."

"Ayo kita istirahat."

Lavi baru turun saat Alla dibawa ke kamarnya oleh Kanda.

"Ada apa ini? Apa mungkin Alla adalah Noir Mademoiselle? Tidak, itu tidak mungkin.... Tapi, Innocencenya...."

Lavi jadi bingung. Siapa sebenarnya Crystalla? Apa tujuannya di Black Order?


Garingg. tapi plis repiw!