Noir Mademoiselle

A/N: Lavi no tenshi is here!

Mau bales ripiw....

Aion Laven Walker: Halo! Iya, Kanda-nya agak OOC, tapi gapapa kan?

Moy 'n Kouzuki: Makaci.... Dibilang keren lagi....

akatsutsumi ayayuki: Kayaknya iya deh.....

-digaplok nana- Tapi saia gak tau....

Memuro: Kan biar enak ngegerakinnya....

Cululu: Kamu ngingetin saia! Krory blom muncul!

Sekarang, ke story....


Chapter 5

"Jiji."

Bookman menoleh pada pewarisnya.

"Ada apa?"

Lavi menundukkan wajahnya. "Jiji, aku...."

Bookman menepuk pundak Lavi. "Tidak biasanya kau seperti ini."

Lavi menggeleng. "Aku tidak apa-apa! Jiji bisa tinggalkan aku sebentar kan, di perpustakaan ini?"

Bookman hanya mengangguk. Setelah Bookman pergi, Lavi mulai mengubek-ubek perpustakaan.

"Ini dia! Ketemu!"

Lavi mengambil satu buku berwarna merah tua dan membaca isinya.


"Moyashi, kau tahu tidak dimana si baka usagi?"

"Namaku ALLEN, Bakanda! Lavi, kulihat dia ke perpustakaan tadi."

Jawab Allen. Kanda segera berlalu ke perpustakaan.

Di jalan, dia bertemu Alla.

"Alla, sedang apa kamu disini?"

"Eh, kakak Yuu...." Alla menoleh sebentar. "Tidak apa-apa.... Alla merasa.... tenang disini."

"Ada apa disini?"

Alla hanya tersenyum. "Alla suka ingat sesuatu kalau ada disini...."

Kanda mulai tertarik. "Ingat apa?"

"Alla seringkali ingat ada orang-orang berpakaian sama seperti ini.... Mereka memanggil Alla, katanya Alla sudah dipasangkan dengan seseorang disini."

"Siapa yang dimaksud?" Tanya Kanda lagi.

"Alla tidak tahu, tapi.... Selalu saja datang bayangan Lavi setiap kali Alla bertanya siapa pasangan Alla...."

Kanda tertegun.

"Kakak Yuu kenapa?" Tanya Alla.

"Tidak, aku tidak apa-apa. Sudah ya, aku mau ke perpustakaan dulu." Kanda berlalu, tetapi Alla mencegahnya.

"Kakak Yuu! Berikan ini ke Lavi kalau ketemu, ya." Katanya lembut.

Kanda menerima liontin emas berukir salib itu. "Iya, tentu akan kuberikan."

Setelah itu Kanda berlalu.

"Noir.... Mademoiselle.... Crystalla...." Bisik Alla pelan saat Kanda pergi. Setelah itu dia pergi entah kemana.


"Baka usagi, kau di dalam?"

Kanda melongok ke dalam. "Ngapain kau di sini?"

"TIDAK MUNGKIN...." Lavi horor.

"Hmm? Apa yang tidak mungkin, usagi?"

Lavi terlihat horor. "INI TIDAK MUNGKIN....."

Kanda jadi kesal. "Apa sih, yang tidak mungkin!" Dia menarik Lavi.

"Apa yang tidak mungkin?! Bicara yang jelas!"

Lavi bergetar. Matanya membelalak dalam horor. "INI TIDAK MUNGKIN TERJADI!!!" Jeritnya.

"BAKA USAGI, APA YANG TIDAK MUNGKIN TERJADI?! HAH?!"

Kanda mengguncang Lavi.

"Crystalla.... Dia ada di dalam silsilah keluarga d'Castille.... Gadis yang lahir dibawah naungan sang malaikat.... Dia akan dikorbankan untuk para Noah itu menurut legenda yang turun-temurun di silsilah keluarga d'Castille...."

Kanda makin membulatkan matanya. "Apa maksudmu?!"

"Dia.... Crystalla adalah kunci untuk membuka portal akuma.... Darahnya, dan suaranya.... Kelak di hari sang malaikat turun, dia akan dikorbankan untuk para Noah...."

Kanda shock. Kemudian dia teringat sesuatu.

"Ini dari Alla."

Lavi menerima liontin yang diberikan Alla. Kemudian dia membukanya.

Lantunan nada yang indah mengalun dari dalamnya.

"Aku harus menjaga benda ini...." Gumam Lavi.

"Hah?"

"Benda inilah.... Kunci pembukanya.... The Song of Venus!"

"Kunci pembuka? Maksudmu...."

"The Song of Venus.... Lagu sang Noir Mademoiselle.... Dan akulah yang harus menjaganya.... Sebagai Bookman sang pelindung Noir Mademoiselle."


Okey, gaje yah? Tapi reviewnya duonk.....