Noir Mademoiselle
A/N: Huyaah!
Saia balik lage!
Bales review is the first!
Akatsutsumi ayayuki: Hmm, lihat aja di chapter ini!
Aion Laven Walker: Wahahaha.... Sensei lihat aja disini, lebih keren lagi apa nggak!
Cululu: Lavi horor? Saia juga pengen liat tuh....
Sekian pembalasan review karena itu yang saia ingat.... Maklum kapasitas otak terbatas....
-dihajar-
Selamat menikmati!
Chapter 7
"Tidak ada jalan lain. Kita harus panggil para Exorcist itu untuk membantu kita." Kata Kanda kepada Komui.
"Ya, aku setuju." Timpal Komui sambil menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, cepatlah!" Sergah Lavi yang sudah tidak sabar.
Komui mengangkat telepon dan menelepon ke Black Order cabang Asia.
"Halo? Bak Chan?"
"Iya, aku Komui. Aku mau minta tolong."
"Untuk apa kau tanyakan Lenalee! Ini penting!"
"Iya, aku minta tolong padamu untuk mengirimkan lima Exorcist disana untuk membantu kami. Iya, yang itu."
"Oke, terimakasih."
Komui menutup telepon.
"Oke, lima Exorcist cantik itu akan tiba besok."
-X-X-X-
Keesokan harinya, Reever masuk ke ruangan Komui pagi-pagi.
"Supervisor, lima Exorcist itu sudah datang."
Komui malah tidur dengan enaknya di atas tumpukan pekerjaannya.
"Ehem, Supervisor!"
Reever bersiap-siap mengeluarkan jurus rahasianya.
"Supervisor Komui, Lenalee-chan bilang dia akan segera menikah." Bisiknya di telinga Komui.
3....
2....
1....
"LENALEE! TEGA SEKALI KAU MENIKAH TIDAK BILANG KAKAKMU! JANGAN MENIKAH, LENALEE!!!"
Reever mendeham. Komui kembali ke semula.
"Ada apa, Reever?"
"Lima Exorcist itu sudah datang."
"Suruh mereka masuk."
Reever keluar dan mempersilakan lima Exorcist cantik masuk ke ruangan.
"Halo, Supervisor Komui. Lama tak jumpa, bagaimana kabar Kanda-kun?" Tanya seorang Exorcist berambut pendek dan berkacamata yang manis, Yuufie.
"Su-per-vi-sor! Allen-kun baik-baik saja, kan? Dia tambah tinggi? Tambah kerenkah?" Seorang Exorcist di samping Yuufie, yang berambut orange panjang berhiaskan pita merah besar yang imut-imut dan agak sedikit 'gila' sifatnya, Ayayuki atau Aya.
"Aya-chan, jangan seperti itu di depan Supervisor!" Sergah Aion Walker, Exorcist yang paling tua diantara mereka.
"Komui, kak Llen gak bikin gara-gara, kan?" Tanya Nana Walker, adik dari Aion Walker dan Allen Walker.
"Aku ingin tahu kabar Lavi." Kata Akira, Exorcist yang berdiri paling ujung, berambut biru panjang dengan highlight perak berkilau.
"Gadis-gadis, aku punya tugas untukmu." Sela Komui.
"Tugas apa?" Tanya Aion.
"Kalian akan kutugaskan menyelamatkan Noir Mademoiselle."
Saat itu, Lavi, Kanda, dan Allen masuk ke ruangan Komui.
"Eh, kalian sudah datang!" Seru Allen.
"ALLEN-KUN!"
Aya berlari ke arah Allen dan langsung memeluknya. "Aya-chan kangen sama Allen-kun! Allen kangen gak sama Aya?"
Allen sweatdropped. Nana langsung menghampiri Aya dan Allen.
"Heh, Aya! Jangan peluk-peluk kak Llen kayak gitu, ah!" Nana sewot.
"Yee, biarin, aku kan pacarnya Allen-kun!" Kata Aya sambil menjulurkan lidah ke arah Nana.
"Huh! Ya sudah, terserah Aya saja, sana! Nana mau sama kak Aion saja!"
Nana menjauhi Aya yang masih memeluk Allen dan pergi menuju Aion dengan marah.
"Nana...." Allen langsung desperate. Masalahnya, minta maaf sama Nana itu sulit banget!
"Nana, kamu juga punya Innocence di suaramu, kan?" Tanya Lavi.
"Iya, kenapa?" Nana cuek.
"Kamulah d'Castille yang hilang.... Garis keluarga d'Castille yang ke-47."
Semua yang di ruangan menoleh pada Lavi.
"Keluarga d'Castille? Nana? Apa maksudmu, Lavi?" Giliran Kanda yang tanya.
"Garis keluarga d'Castille kosong satu di garis ke-48. Itu pasti Nana. Tunjukkan belakang lehermu!" Tegas Lavi.
Nana tersentak. "Apa maksud Lavi?"
"Cepat tunjukkan belakang lehermu! Kalau ada, kau pasti bisa membantu Alla juga."
Dengan mencibir Nana menurunkan coat yang dipakainya.
"Apa yang mau Lavi lihat?"
"Betul, kan.... Lihat tato mawar hitam itu. Nana, kau anggota keluarga d'Castille, Noir Mademoiselle."
JGER!
"Tunggu, Lavi, apa maksudmu? Bukankah Noir Mademoiselle adalah Alla?" Allen menatap tak percaya.
"Iya, Nana memang Noir Mademoiselle, tapi bukan yang terlahir di bawah naungan sang malaikat. Hanya Alla seorang yang lahir di bawah naungan sang malaikat di antara keluarga d'Castille yang lainnya." Jelas Lavi.
Nana membatu.
"Uhh...."
"Mademoiselle-ku yang manis, kau sudah bangun."
Alla terbangun dan menemukan dirinya diikat di sebuah tempat tidur.
"Dimana ini?"
"Jangan takut, Mademoiselle-ku. Setidaknya, kau tidak diapa-apakan disini."
Alla menoleh dan menemukan Tyki Mikk duduk di sampingnya.
"Siapa kau? Dimana kakak Yuu dan yang lain? Dimana Lavi?!"
Tyki menyentuh tato di belakang leher Alla. "Mawar hitam, lambang Noir Mademoiselle, tentu saja. Dan manis sekali Mademoiselle yang satu ini."
"Jangan sentuh Alla!" Sentak Alla galak.
Tyki hanya tersenyum saja menatap Alla yang galak tadi. "Ups, nona yang galak. Aku suka kegalakanmu."
"Alla mau diapakan?! Jangan berani sentuh Alla, kakak Yuu dan Lavi pasti akan membunuhmu!"
"Kalau mereka bisa kemari."
Tyki mencium gadis itu. Alla terkejut.
"Manis sekali."
Alla tak bisa berkata apa-apa. Matanya membulat tak percaya dan takut.
"Bye-bye."
Dan kesadaran Alla pun menghilang begitu saja.
Oke, oke! REVIEEEWWW!!
